Tanpa terasa minggu ini adalah minggu ke tiga saya tak lagi kekantor padahal seharusnya hari senin kemarin (30/3/2020) menjadi hari pertama saya kembali masuk ke kantor setelah minggu - minggu sebelumnya dari tanggal 16 maret saya mengikuti instruksi dari kantor untuk Work From Home atau yang trend sekarang dengan sebutan WFH.


Bersamaan dengan saya wfh, zaidan juga belajar dari rumah tidak sekolah, tidak les dan libur juga dari mengaji. Pokoknya berhenti dari semua kegiatan yang kami lakukan diluar rumah. Sementara ayah zaidan tidak bisa wfh karena tempatnya bekerja memang tidak memungkinkan untuk melakukan hal tersebut sehingga kebijakan kantornya adalah sehari masuk dan sehari libur selama mewabahnya virus corona ini.


Virus corona atau yang di kenal juga dengan Covid-19 (corona virus disease 2019) telah dinyatakan oleh WHO sebagai pandemi karena telah menyebar di seluruh dunia sehingga kemudian diambil langkah preventif oleh pemerintah-pemerintah di berbagai negara termasuk di Indonesia untuk memutus penyebaran virus tersebut diantaranya adalah dengan #dirumahaja (stay at home) dam menjaga jarak (social distancing).


Virus corona di informasikan bisa menular melalui percikan air ludah dari penderita, dimana orang yang telah positif terkena virus corona ini akan mengalami gejala batuk kering, sakit tenggorokan, demam hingga sulit untuk bernafas. Untuk menjaga diri agar tidak tertular caranya sangatlah mudah sebenarnya yaitu rajin cuci tangan, tidak memegang mata, mulut dan hidung atau area wajah terlalu sering, menggunakan masker ketika keluar rumah dan yang paling penting menjaga imunitas tubuh agar tetap sehat.


Gara-gara inilah harga masker yang disarankan untuk digunakan yaitu masker N95 harganya menjadi gila-gilaan tidak terkendali belum lagi hand sanitaizer juga banyak di buru oleh orang-orang dan vitamin c ludes terjual dimana-mana. Namun dari semua itu yang paling membuat saya takut adalah karena beberapa negara telah memberlakukan lock down sehingga tidak ada orang yang boleh masuk ke negara tersebut dan penduduknya pun wajib berada di dalam rumah saja.


Hingga saat ini Indonesia tak memberlakukan hal tersebut, karena keadaan ekonomi masyarakat yang belum merata dikhawatirkan akan chaos seperti yang terjadi India. Banyak orang yang tidak bekerja dan akhirnya memaksa mereka untuk kembali ke kampung halaman sementara itu transportasi publik sudah tidak beroperasi dan akhirnya mereka memilih untuk berjalan kaki ke desa mereka hingga dikabarkan ada yang meninggal karena tak kuat berjalan kaki saking jauhnya.


Akhir bulan maret ini untuk Indonesia sendiri di informasikan bila sudah ada lebih dari 1528 kasus covid-19 dengan pasien yang berhasil sembuh adalah 81 orang dan 136 orang lainnya meninggal dunia.


Sejujurnya saya sangat cemas, takut dan banyak lagi pikiran yang kadang sedikit membuat stress apalagi batuk saya pun tak kunjung sembuh selain karena memang tidak minum obat batuk dari dokter karena saya tidak mau ke rumah sakit jadi saya memilih untuk melakukan pengobatan secara tradisional dengan obat-obatan herbal jadi tuh yah kadang ada pikiran jangan-jangan saya sudah terkena atau terpapar virus corona. Duh ngeri banget.


Semoga kampanye #dirumahaja untuk memerangi virus corona ini dapat segera memulihkan kondisi Indonesia karena masih banyak sekali masyarakat yang bisa di bilang ngeyel karena berkeliaran atau berkumpul untuk hal-hal yang kurang penting. Apalagi di pertengahan bulan april ini kita yang muslim akan memasuki bulan ramadhan, yuk sama-sama berdoa dan bantu pemerintah untuk ikutan kampanye #dirumahaja.


#dirumahaja you are not stuck but you are safe.








loph,
Maya Rumi






Hari ini tanggal 29 maret dimana 7 bulan lalu saya melahirkan anak kedua saya, Rasanya masih nggak percaya saya kembali melahirkan. Jarak kelahiran dengan anak yang pertama lebih dari 5 tahun, padahal rencananya sih mau ambil jarak lahiran 4 tahun namun ALLAH SWT punya rencana yang lebih baik.

Jangan bertanya-tanya dalam hati yah, kok sudah 7 bulan aja tapi baru sempat mau di ceritakan, karena sesungguhnya punya anak dua dan tetap menjalani peran sebagai ibu bekerja sunggu menguras waktu. Benar-benar bukan hanya tidak lagi punya waktu untuk diri sendiri tapi untuk memposting cerita-cerita terbaru saja ku tak mampu. Untuk yang juga menjalani peran seperti saya, kiranya maulah berbagi tips dan triks biar kerja tetap terkendali, anak dan suami pun terawat dan blog ini nggak berdebu.

Jadi ini ceritanya...

Hari perkiraan lahir (hpl) anak kedua saya jatuh pada tanggal 30 agustus 2019. Namun itu hanya perkiraan lahir yah yang sudah berpengalaman melahirkan pasti sudah tahu bila waktu melahirkan tersebut bisa maju atau mundur 2 minggu dari waktu yang seharusnya, jadi sesuai saran dokter saya pun mulai cuti kerja tanggal 19 Agustus 2019 atau di 37 minggu masa kehamilan.

Alih-alih menghilangkan antara rasa cemas dan euphoria yang berlebih dalam menunggu kelahiran, di masa cuti kerja saya memanfaatkan untuk lebih mempersiapkan diri menyambut kelahiran dede bayi.

Awalnya untuk kehamilan kedua ini saya berencana untuk melahirkan secara normal setelah sebelumnya pada kelahiran anak pertama saya melahirkan secara c-section atau di istilahkan dengan Vaginal Birth After C-section (VBAC)

Hal-hal yang saya mulai persiapkan pada minggu ke 37 ini mengikuti saran dari dokter kandungan agar memudahkan proses persalinan yaitu sebagai berikut :
1. Power Walk selama setengah jam setiap pagi
2. Gym ball dan yoga selama setengah jam setiap sore
3. Memperbanyak makan buah dan sayur
4. Makan kurma 7 butir sehari
5. Mengikuti kelas senam hamil di rumah sakit, seminggu sekali sudah saya mulai dari usia kehamilan memasuki semester kedua

Pada minggu ke 39, tepatnya di tanggal 28 Agustus 2019 hari kamis malam sekitar jam 11, saat tengah tertidur tiba-tiba banyak cairan keluar seperti pipis tapi tidak bisa saya tahan, saya sudah yakin ini pasti air ketuban yang rembes, saya tetap berusaha tenang, karena rembes air ketuban ini tanpa disertai rasa sakit di perut. Jadi saya masih sempat mengganti pakaian dan celana dalam serta memakai pembalut menjaga agar diperjalanan menuju rumah sakit menjadi lebih nyaman.

Setelah tiba di rumah sakit dibantu oleh ibu saya segera memasuki ruang melahirkan, sementara pak suami memarkirkan kendaraan kami. Ternyata walau air ketuban sudah rembes namun setelah dilakukan pengecekan oleh perawat belum ada pembukaan sama sekali. Karenanya saya masih berkeras untuk dapat melakukan persalinan secara normal dan dokter pun masih mengizinkan namun hanya memberikan waktu selama 6 jam.

Namun bila setelah waktu tersebut tetap tidak ada perubahan juga maka tindakan c-section yang akan segera dilakukan karena dengan riwayat di kelahiran pertama adalah c-section sehingga di kelahiran kedua ini bila ingin tetap melakukan persalinan secara normal, dokter tidak dapat memberikan induksi untuk mempercepat proses melahirkan karena dapat berisiko pada robeknya rahim.

Selama menunggu saya merasakan sakit perut tapi tidak intens sementara air ketuban terus mengalir tanpa henti karena opsi kedua melahirkan adalah operasi sesar sehingga saya pun dipersiapkan untuk hal tersebut, dipasangkan kateter dan dianjurkan berpuasa setelah sebelumnya diberikan makanan. 

Dengan segala usaha-usaha tersebut namun ternyata yang kuasa berkehendak berbeda. Akhirnya pada kamis pagi di jam 7.30 lahirlah anak kedua saya, seorang perempuan, yang kami beri nama : Asiya Zeanissa Dayita dengan berat badan 3 kg dan panjang 49 cm.





Pada proses persalinan c-section kedua kalinya ini saya lebih santai menghadapinya bahkan tidak merasa takut ketika memasuki ruang operasi seorang diri tanpa ditemani suami, saya sepertinya sudah ikhlas dan lebih memilih banyak istighfar dan berdoa memohon agar anak saya dapat terlahir dalam kondisi sehat dan sempurna fisiknya.

Proses persiapan hingga persalinan hanya berlangsung setengah jam, begitu masuk kamar operasi dokter anastesi segera melakukan tugasnya menyuntik tulang belakang untuk menghilangkan rasa sakit pada bagian perut dan seperti melumpuhkan sementara pada pinggang hingga kebawah kaki.

Setelah dokter memberi tes pada perut saya dan saya tak dapat merasakannya, segera dokter melakukan pembedahan pada perut dibantu oleh dokter anak dan beberapa perawat. Kondisi saya saat melahirkan masih sadar hingga saya mendengar tangisan keras anak saya lalu seorang perawat mengendong anak saya dan membiarkan saya menciumnya  berlama-lama.

Sesaat saja hal itu terjadi, setelahnya badan saya menggigil kedinginan dan saya pun merasakan katuk yang sangat hebat dan setengah tak sadarkan diri selagi badan saya dibersihkan. Dinginnya di badan yang saya rasakan terus terasa hingga di ruang pemulihan pasca operasi, lalu seorang perawat memakaikan saya selimut elektrik dengan penghangat, sekitar sejam lamanya barulah suhu tubuh saya normal kembali.

Saya membutuhkan waktu 3 hari untuk masa pemulihan setelah melahirkan sesar ini, buat saya sih ini sudah lama banget, karena saya memang tidak betah sekali di rumah sakit, namun biasanya aturan rumah sakit untuk pasien melahirkan secara sesar memang selama 3 hari itu baru diperbolehkan untuk pulang.

Saran saya untuk teman-teman yang akan menjalani operasi sesar, jadi di hari pertama setelah melahirkan jangan malas-malasan di tempat tidur yah, memang sakit sih tapi harus tetap bergerak yaitu dengan menggerakan tubuh miring ke kanan dan ke kiri, di hari kedua usahakan sudah bisa bangun dan duduk di tempat tidur sehingga di hari ketiga sudah bisa jalan dan lepas kateter.

Singkat cerita sekarang saya tengah menikmati masa pertumbuhan dan perkembangan Zeanissa yang sudah mulai makan sebulan lalu, bersamaan dengan itu ia tengah belajar merangkak dan duduk. Hal yang paling saya syukuri dari semuanya adalah nikmat bisa memberikan asi hingga hari ini untuk Zeanissa. Jadi di postingan berikutnya saya akan cerita suka dan dukanya saya mengasihi.

See you...








loph,
Maya Rumi
Hansaplast Cooling Fever

Sejujurnya saya dan pak suami adalah tipical orang yang tidak terlalu senang pergi ke rumah sakit untuk berobat bila sakitnya seperti batuk, pilek dan demam. Hal tersebut karena ketiga penyakit itu memang kerap terjadi pada kita. Bahkan pak suami termasuk orang yang anti sekali memasukkan obat ke dalam tubuh ketika sakit. Untuk penyembuhan, ia selalu mengusahakan dulu pengobatan dari luar.

Untuk batuk dan pilek, kami biasanya mengusahakan penyembuhan dengan banyak istirahat, minum air hangat, menghindari makanan pemicu batuk dan pilek untuk sementara, hingga berjemur dengan matahari di pagi hari dan penyembuhan seperti ini selalu berhasil untuk tubuh kita, walau butuh waktu.

Bagaimana untuk demam ? Sudah sering kita dengar bila demam terjadi menandakan adanya penyakit atau kondisi lain di dalam tubuh. Demam terjadi sebagai reaksi sistem imun dalam melawan infeksi dari virus, bakteri, jamur atau parasite penyebab penyakit. Yang selalu saya lakukan untuk menurunkan demam yaitu melakukan kompres dengan air hangat.

Tindakan ini dapat membantu mengeluarkan panas yang terperangkap di dalam tubuh, karena penggunaan air hangat akan menyebabkan terjadinya vasodilatasi yaitu melebarnya pembuluh darah dan pori-pori kulit sehingga terjadi penguapan. Sebaiknya kompres air hangat dengan suhu berkisar 29,4 derajat celcius sampai 32,2 derajat celcius dengan durasi pengompresan selama 1 jam sampai 1.5 jam dan setiap 15 menit air kompres harus di ganti.

Namun setelah menjadi orang tua dan mempunyai anak dan bila ia terkena demam saya jadi lebih mudah panik karena ternyata demam pada anak selalu penuh dengan drama. Anak-anak berbeda dengan orang dewasa yang bisa menyadari bila dirinya sedang sakit lalu dapat bercerita dan minta tolong ketika badannya sedang tidak sehat.

Namanya anak-anak belum mengerti benar apa yang dimaksud dengan sakit demam walau ia sudah merasakan badannya panas namun bila hatinya masih senang dan ingin bermain, panasnya badan walau sudah tinggi pasti ia abaikan sehingga ia pun tak mau diminta untuk istirahat apalagi untuk di obati.

Terlebih lagi saya punya pengalaman yang pernah terjadi pada anak pertama saya Zaidan, dimana saat demam tapi anaknya masih bermain, berlari-larian dan lompat sana sini namun ketika di ukur dengan thermomether suhu badannya ternyata sudah 40 derajat celcius. Wuah saya dan pak suami paniknya luar biasa, untung tidak berakibat fatal hingga mengakibatkan kejang.

Belajar dari pengalaman tersebut, sejak itu saya menjadi lebih tanggap untuk melakukan pertolongan pertama ketika anak demam, Nah berikut tips dari saya yaitu : 
  • Memakaikan pakaian yang berbahan ringan, tipis dan longgar 
  • Berikan minum air putih lebih sering agar tidak dehidrasi
  • Menjaga suhu kamar agar tetap sejuk agar dapat beristirahat dengan nyaman 
  • Melakukan kompres demam dengan air hangat

Yang menjadi masalah kemudian adalah Zaidan nggak suka di kompres dengan air hangat karena nggak suka dahinya basah, padahal bundanya sudah memeras handuk agar tidak ada air menetes di dahi, ia juga biasanya berasalan kalau di kompres dengan handuk dan air hangat nggak bisa bobo miring atau agak tengkurap sambil memeluk guling, capek katanya kalau tidur harus terlentang terus, duhhh rewel sekali bikin bundanya jadi pusing apalagi ditambah dengan tiap kali saya paksa tempelkan kompres ke dahinya ia langsung menangis dan melempar kompres tersebut.

Bertambahlah paniknya.

Namun sekarang nggak ada lagi deh cerita panik karena Zaidan menolak di kompres karena sudah ada kompres demam yang praktis penggunaannya, saya cinta sekali dengan kompres demam ini karena benar-benar membantu menangani demam pada anak-anak menjadi #gakpakedrama sehingga menjadi pilihan untuk ibu-ibu yang mempunyai permasalah seperti saya.

Salah satu kompres demam yang selalu saya gunakan dan menjadi pertolongan pertama ketika anak demam adalah Hansaplast Cooling Fever.  Kompres demam dengan ukuran 51 x 120 mm ini sangat pas dengan dahi anak-anak selain dapat membantu meredakan demam juga dapat di gunakan untuk sakit kepala, sakit gigi dan bila suhu udara panas.

Hansaplast Cooling Fever dengan hydrogel yang tipis terasa lembut di kulit, melekat erat dan memberikan sensasi sejuk yang membuat lebih nyaman ketika di tempelkan di dahi anak-anak. Dengan aroma menenangkan peppermint dan wintergreen oil, Hansaplast Cooling Fever memberikan efek relaksasi agar anak dapat beristirahat dengan tenang, nyaman dan #gakpakedrama

Hansaplast Cooling Fever

Hansaplast Cooling Fever

Hansaplast Cooling Fever

Hansaplast Cooling Fever



Apalagi sekarang telah tersedia Hansaplast Cooling Fever Disney dengan gambar karakter favorit anak yaitu Marvel Avengers untuk anak laki-laki dan Frozen untuk anak perempuan sehingga akan membantu para bunda untuk mengalihkan perhatian anak-anak agar menjadi lebih tenang saat demam. Ketika anak tenang, ibu pun tenang dan demam pun #gakpakedrama.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal Hansaplast Cooling Fever harus di simpan di tempat yang sejuk dan kering, hanya di gunakan untuk anak-anak di atas usia 2 tahun. Bila terjadi perubahan pada kulit pada saat pemakaian harus di hentikan dan hanya untuk penggunaan luar, hindari daerah mata, hidung dan kulit yang terluka serta hindari pemakaian berulang.

Jadi jangan lupa yah bunda-bunda untuk selalu menyediakan Hansaplast Cooling Fever selain di kotak P3K yang ada dirumah harus sedia juga di kotak P3k yang ada dimobil kita, karena dalam keadaan darurat ketika berpergian tiba-tiba anak demam, Hansaplast Cooling Fever selalu bisa menjadi andalan, karena mudah sekali di gunakannya, tinggal robek kemasan, tarik lapisan plastik yang menempel pada bantalan hydrogel lalu tempel ke dahi anak yang bersih dan kering.

Pada prinsipnya, saat anak mengalami demam, kita sebagai orang tua harus membuat kondisi menjadi senyaman mungkin untuk mencegah anak menggigil atau kepanasan dan tetap waspada juga yah terutama apabila demam tinggi pada anak tidak kunjung reda dengan penanganan dirumah, segeralah memeriksakannya ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang dibutuhkan sesuai dengan kondisi anak.

Kalau bunda punya cerita apa nih tentang demam pada anak yang #gakpakedrama ?! sharing yuk bun di kolom komentar.








loph,
Maya Rumi

"Bun, aq mau dong les bahasa inggris ?!"

Entah ada apa awalnya, Zaidan waktu baru beberapa minggu masuk kelas TK B minta ke saya untuk bisa mengikuti les bahasa inggris. Sekolah tk Zaidan bukan yang internasional jadi bahasa percakapan sehari-hari yah bahasa indonesia dan pelajaran bahasa inggris di sekolah nggak yang ada kelas khusunya juga. Jadi yah bahasa inggrisnya dia hanya berada di basic level anak tk pada umumnya.

Kalau saya pikir-pikir mungkin dia jadi ingin les bahasa inggris karena selain sudah belajar dari sekolah dan juga dari tontonannya karena ada beberapa tontonan dia yang pakai bahasa inggris, yang salah satunya adalah Ryan Toys Review, yang sudah ia tonton sejak usia 3 tahun.

Keinginan les bahasa inggris Zaidan ini cuma jadi keinginan sampai kebetulan sekitar 2 minggu lalu saya dapat undangan untuk datang ke EF cabang Tanjung Duren, Jakarta Barat. Senenglah saya karena akhirnya bisa mengajak Zaidan agar dia dapat mencoba trial classnya.

Buat saya pribadi ini seperti kesempatan yang selama ini saya tunda-tunda karena malas datangnya tapi kalau ada undangan seperti ini kan mau tidak mau harus datang dan yang paling penting selain jadi akan tahu seperti apa metode belajarnya dan kelasnya seperti apa adalah bisa mencari informasi mengenai biaya kursus di EF untuk anak-anak.

Di hari yang telah di tentukan datanglah kami di sore hari, begitu masuk ke EF Tanjung Duren yang berada di LT 4 Gedung Tomang Tol. Padangan mata Zaidan sudah berbinar-binar seneng banget, seperti sedang melihat playground di mall, hahaha. Saya pun jujur ikutan takjub, design ruangannya modern dan playful, cocoklah buat anak-anak.

Reception & Registrasi Area

Ruang Tunggu 


Ruang Tunggu

Setelah bertemu dengan salah satu staf dari EF, Zaidan segera di ajak memasuki ruang kelasnya. Untuk anak seperti Zaidan yang baru berusia 5 tahun, ia diikut sertakan pada trial class yang bernama My First Lesson (MFL). Nah trial class ini bisa di ikuti juga oleh anak-anak dari usia 3 tahun hingga 7 tahun. Nantinya kelas yang akan di ikuti Zaidan bernama Small Stars.

Awalnya sih Zaidan malu-malu namun karena metode kelasnya untuk anak-anak ini menyenangkan yaitu belajar tapi sambil bermain, serta teacher yang mengajar pun sangat interaktif dan juga atraktif serta pintar membuat suasana kelas nyaman untuk anak-anak, Zaidan pun tidak butuh waktu lama sudah bisa mengikuti dan menikmati keseruan belajar di kelasnya bersama dengan teman-teman yang lain.

ruang kelas belajar

ruang kelas belajar

Di MFL class ini ada dua kelas yang di ikuti Zaidan pertama adalah kelas belajar dengan menonton, mendengarkan dan menirukan tayangan pada sebuah video, kemudian bersama-sama secara bergantian anak-anak dilatih kemampuan daya ingat dan daya tangkapnya. Dalam MFL ini ada 2 teacher di kelas, yang satu bertugas sebagai pengajar yang kedua bertugas sebagai asisten pendamping yang kemudian akan menemani Zaidan dan anak lainnya untuk masuk ke kelas menggambar dan mewarnai.

Untuk kelas mendengarkan dan berbicara dengan menonton ini tidak selalu yah, karena EF pun mengerti kekhawatiran orang tua bila anak-anak terlalu banyak screening time, yang di coba Zaidan ini hanya salah satu jenis kelasnya saja, karena nanti di keseharian kelasnya Zaidan juga akan belajar menulis dan membaca juga dimana ia akan mendapatkan buku belajar sebanyak 2 buah, dimana satu buku untuk belajar di sekolah dan buku lainnya untuk buku tugas dirumah.

ruang kelas belajar

ruang kelas belajar

ruang kelas belajar

Bila di kelas pertama susunan kursi kelas dibuat vertikal menghadap ke guru, untuk kelas kedua diruangan berbeda bentuk kelasnya adalah dengan menggunakan meja bulat. Nah selain itu ada juga kelas lainnya yaitu kelas eskul, dimana bila di EF Tanjung Duren ini kelasnya berbentuk seperti dapur. Kelas eskul ini ada seminggu sekali dan untuk mengikutinya tidak wajib, tergantung fleksibelitas waktu kita saja. Dan diharapkan dari kelas eskul ini anak-anak bisa belajar langsung dengan praktek seperti misalnya kelas memasak.

ruang kelas belajar

ruang kelas belajar

Dalam setiap kelas selain ada 2 orang guru, hanya ada paling banyak itu 10 orang siswa jadi belajar akan lebih intens walaupun waktu belajar dalam 1x pertemuan hanya 1 jam dengan 3 kali pertemuan setiap minggunya. Yang membuat saya senang juga dari EF adalah adanya kemudahan akses untuk orang tua agar dapat mengikuti dan mengetahui hasil belajar anak dengan cara praktis yaitu berupa aplikasi yang dapat di download di hp.



Nah yang paling ditunggu-tunggu nih, berapa sih biaya selama kursus bahasa inggris di EF ? saya sengaja nih menginformasikannya sebagai penutup karena inginnya buat para orang tua yang membaca tulisan ini, bisa memahami dulu apa sih yang akan dikasih EF dan diterima sama anak kita yang akan belajar disana. 

Karena akhirnya saya pikir lagi pun memang sesuai yah biaya yang kita keluarkan dengan kualitas belajar yang akan dapatkan oleh anak-anak belum lagi fasilitas yang mendukung. Jadi untuk kursus dimulai dengan biaya registrasi sebesar 300 ribu rupiah dan ini berlaku sekali saja seumur hidup. Maksudnya bila nanti nih anak kita sudah kuliah atau mungkin kerja dan mau kembali kursus bahasa inggris dimana pun tidak akan lagi di kenakan biaya administrasi tersebut.

Sepertinya akan selalu ada penawaran diskon untuk kursus di EF jadi kalau ada rencana mau daftar untuk kursus coba untuk akses websitenya dulu yaitu www.ef.co.id dannn kalau mau tambahan diskon bisa banget daftar disaat mereka sedang ada open house yang biasanya ada diawal tahun. Tidak hanya itu ada kemudahan pembayaran juga yang ditawarkan yaitu cicilan 0% dengan kartu kredit selama setahun bila menggambil kelas paket 2 level dan cicilan 0% selama 6 bulan dengan mengambil paket 1 level. Untuk kelas small star paket kelas 1 level selama 8 bulan sebesar 9 juta, silahkan di hitung sendiri yah berapa cicilan yang harus dibayar untuk sebulannya.

Apa saja yang di dapat dengan pembayaran sebesar itu, yang pasti starter pack berupa buku dan tas, progress advisor, achievment ceremony dan juga akses app small stars, life club, ef parents dan lainnya. Informasi jelas dan lengkapnya, sekali lagi bisa cek websitenya atau menghubungi ke EF terdekat dari tempat tinggal kita, mereka welcome sekali loh untuk trial class tapi kalau mau tanya-tanya ke saya juga boleh banget dan btw ini bukan sponsored post yah, murni emang saya ingin sharing setelah kedatangan di EF karena setelah saya posting di IG saya @mayarumi (follow dong), banyak yang komen dan ingin tahu lebih banyak tentang kursus bahasa inggris di EF untuk anak-anak dan terutama sih besaran biayanya.

Jadi gimana nih setelah tahu biaya kursus bahasa inggris di EF, maju terus atau pikir-pikir dulu. Kalau memang anaknya seperti zaidan yang ada keinginan sendiri dan kita sebagai orang tua finansialnya cukup, segera deh daftarkan apalagi untuk anak-anak tk yang akan masuk sekolah dasar, bagus sekali dengan mempersiapkan mereka dengan kursus bahasa inggris di EF.







loph,
Maya Rumi

Jadi sebelum menutup akhir tahun 2019 lalu dan bersiap menyambut dekade yang baru saya ikutan talkshow dan workshop yang di buat oleh UnicornAdCom di Hongkong Cafe Sarinah. Menarik sekali temanya untuk talkshow adalah "bagaimana merealisasikan resolusi" dan untuk workshop kita akan melukis di cover jurnal yang terbuat dari kulit.

Lamaaa banget nggak pernah datang ke acara talkshow apalagi workshop, saking lamanya sudah lupa juga deh kapan terakhir kali ikutan workshop dan bebikin apa. Namun yang paling terasa tuh efek setelahnya, beneran saya berasa happy sekali, merasa terhibur dengan kegiatan tersebut jadi benar-benar seperti melakukan recharge pikiran dan energi terlebih lagi beberapa bulan lalu saya baru saja melahirkan dan nggak pernah merasakan benar-benar punya waktu buat diri sendiri, yang beneran sendirian tanpa anak-anak dan suami. Jadi datang ke workshop dan talkshow ini benar-benar terasa seperti me time untuk diri saya sendiri.





Awalnya saya tertarik datang ke event ini karena ada kak Zata Ligouw, buat yang nggak tahu siapa dia, coba cek deh instagramnya @zataligouw, you will be suprized about her. Kak Zata menjadi pengisi acara untuk sesi talkshow dan berbagi pengalaman mengenai tips dan trik untuk kita agar dapat merealisasikan resolusi di tahun 2020 ini. Nih langsung deh cek, saya bagi yah tips dan trik tersebut :

Self Awareness 
Harus nggak sih membuat resolusi ? Kalau buat saya pribadi harus dan kak Zata Ligouw juga menyarankan harus banget untuk setiap tahun kita buat resolusi walaupun setiap tahun nggak pernah berhasil dan sekecil apapun resolusi yang ingin kita buat itu. Makanya dibilang membuat resolusi itu sebagai cara untuk memahami diri sendiri (self awareness) karena dengan demikian kita yang membuat resolusi bisa tahu hambatannya apa dan harus tahu cara mengatasinya cuma kita seringnya memang malas untuk mencoba memahami diri sendiri dan berakhir dengan let it flow, makanya gagal deh resolusi setiap tahunnya.

Menggunakan Iceberg Theory
Maksudnya kita tuh lebih sering berfokus dengan penilaian orang atas pencapaian resolusi kita, yang akhirnya bikin jadi gak pede tapiii lupa kalau sebenarnya yang lebih baik itu justru sebaliknya. Resolusi kan untuk diri kita sendiri jadi yang dilihat orang lain hanya sedikit saja sementara kita yang menjalani yang paling tahu seberapa besar kita telah mencapai resolusi yang kita buat.

Menguatkan Niat (Intention) daripada tindakan (Action)
Tahun ini resolusinya ingin kurus jadi saya mulai dengan daftar gym class, terus beli baju dan sepatu, pokoknya membeli segala hal yang mendukung resolusi untuk kurus tersebut dan ternyata tindakan itulah yang membuat kita gagal untuk mencapai resolusi tersebut.

Evaluasi Berkala

Dulu sih saya setiap kali buat resolusi, evaluasinya yah hanya akhir tahun tapi ternyata seharusnya ada evaluasi per quartal dan per semester agar resolusi yang kita buat bisa tercapai sesuai dengan harapan kita, selain itu evaluasi ini juga dapat membantu kita untuk mengukur sampai mana sih pencapaian kita untuk resolusi yang kita buat.

Menggunakan Metode SMART
Metode SMART adalah (Spesific) dimana resolusi benar-benar harus spesipik agar mudah untuk dilakukan pengukurannya (Measurable), sehingga resolusi kita pun dapat mudah tercapai (Achievable), untuk itu penting banget membuat resolusi yang sesuai dengan diri kita (Relevan) & akhirnya kita pun bisa memasang target pencapaian yang sesuai juga Time-Bound. Metode SMART ini sebenarnya rangkuman dari 4 hal yang tersebut sebelumnya.

Menulis jurnal
Yang terakhir ini seperti reminder untuk diri sendiri dannn bisa juga jadi tempat kita untuk memotivasi resolusi yang telah kita buat, misalnya ketika punya resolusi untuk berat badan, ketika kita berhasil turun 1 kg saja dan kita tuliskan ceritanya bisa kita baca lagi ketika kita merasa down karena kok berat badan malah naik terus menjelang akhir tahun.




Nah keseruan dari acara talkshow berlanjut dengan workshop dari @tangkapseni bersama Kak Rena. Ini yang bikin puyeng setelah merencanakan resolusi untuk tahun 2020 jadi hilang dan seger lagi karena bisa santai dengan membuat dan mewarnai cover jurnal yang terbuat dari kulit.



Ternyata bebikinan dengan melukis cover jurnal ini susah-susah gampang juga, apalagi yang kaya saya baru pertama kali mencoba pegang kuas dan pakai cat untuk melukis, masih bingung untuk dasarnya pakai yang mana, dan untuk mewarnainya yang mana, tapi Kak Rena dengan senang hati mengajarkan dan membantu ketika mengalami kesulitan bahkan hanya untuk mencarikan cat warna yang kebetulan tidak ada di meja saya, Kak rena mau loh mencarikan di meja lain.

Yang bikin seru juga di event ini bukan hanya banyak nambah ilmu karena ada beberapa sponsor acara yang berbagi informasi produknya tapi juga membagikan gratis produknya kepada peserta baik itu dengan best question ataupun best post seperti yang saya dapatkan. 





Terima kasih sekali untuk unicornadcom yang sudah membuat acara ini, terutama buat goodie bag yang berat banget yang diberikan buat semua peserta dan semoga di lain waktu bisa ikutan lagi acaranya. 







loph,
Maya Rumi







Dear zaidan,

Harusnya cerita ini di posting bulan juni 2019 sesuai dengan bulan kelahiran zaidan tapiii sejak hamil adik kamu... Bunda malas sekali nulis menulis. Nggak cuma cerita tentang kamu, tapi memang bundanya yang malas sekali untuk menulis apapun.

Jadii, sejak berusia 5 tahun kamu resmi dipanggil kaka oleh ayah dan bunda dan semua orang, karena sudah punya adik cewe yang sangat gemay bernama Zeanissa dan kamu masih pingin punya adik lagi yang cowo. Sebelnya bunda waktu baru selesai lahiran perut bunda kan masih buncit terus kamu bilang "bun, hamil lagi yah?, ada dede cowo yang di perut bunda"

Huffff !!

Ya sudahlaha yah, kita berdoa saja semoga bunda masih mau punya anak lagi karena setelah di pikir-pikir setelah lahiran sesar lagi, bunda jadi agak takut. Zaidan 5 tahun pertama kalinya kamu merayakan ulang tahun, hihihi sebelumnya nggak pernah karena kamu nggak pernah minta sama ayah sama bunda makanya kita nggak pernah merayakan ulang tahun dengan tiup lilin, beli kue dan mengundang teman-teman dirumah.




Kalau bunda melihat zaidan usia 5 tahun ini sudah beda sekali, tidak lagi anak kecil walau masih suka cengeng, suka sekali main keluar rumah sama teman-teman, saking senangnya main kamu nggak mau pulang walau sudah sore, nggak mau mandi sore, pokoknya sudah nggak betah main dirumah sendirian.

Teman-teman kamu suka nyamperin kerumah ngajakin kamu main kalau nggak kalian rame-rame main dirumah kalau bunda larang kamu main keluar dan seringnya kamu kabur, nggak pamit keluar rumah.

Kalau disekolah kamu sudah kelas nol besar, oiya kamu sudah tidak sekelas lagi dengan nohan yang suka nakalin kamu di kelas nol kecil dulu tapi masih ada noval yang sekelas lagi sama kamu.

Oiya cerita disekolah paling bunda inget kamu disukain sama temen sekelas kamu namanya adel, cie cie... Hahahaha. Kamu marah banget kalau bunda lagi menggoda kami begitu, kata kamu adel giginya jelek jadi kamu nggak suka. mang sih gigi kamu paling bagus karena kamu rajin sigi alias sikat gigi sama ayah kalau mau bobo.

Bunda sebel kalau kamu disuruh bobo malam-malam susah bangettt besok paginya susah bangun tidur karena masih ngantuk tapiii bunda nggak pernah membiarkan kamu bolos sekolah gara-gara ngantuk.

Jadi kalau sampai sekolah kamu masih ngantuk yah kamu tidur di kelas dulu nanti kalau sudah nggak ngantuk baru deh ikut belajar sama temem-temen.

Selain sekolah kamu juga les calistung di bimba dari senin sampai jumat jam 1 siang, beda sama ke sekolah yang kamu malas-malasan kalau ke tempat les kamu semangat banget.

Kamu suka sekali main game atau lihat video di hp sama ayah, tapiii kamu cuma bisa main game malam hari kalau ayah sudah pulang kerja jadi tiap hari kamu paling kesel kalau ayah pulang kerja terlambat karena kamu nggak bisa cepet main depon (sebutan kamu buat handphone)

Oiya ada juga yang bunda sebel banget sama kamu di usia 5 tahun ini, kamu selalu menjawab pertanyaan dengan membuat bunyi prettt dengan bibir yang di jeblehin (haduh bunda nggak tahu deh bahasanya apa) inj sampe nular ke ayah dan nenek juga loh.

Tapiii yang membuat bangga bunda dengan usia 5 tahun kamu juga ada loh yaitu karena kamu sudah berani di khitan. Bunda masih hutang janji mengajak kamu ke legoland, tunggu yahhh.

Apalagi yah ceritanya... Oiya makananya kamu sekarang suka banget sama pizza apalagi pezzo pizza yang di lippo puri dan kamu suka semua merk susu yang penting rasa coklat dan yang terakhir kamu paling happy kalau kita menginap di hotel.

Setelah tahun-tahun sebelumnya kamu selalu nagih liburan ke pantai, sekarang kamu nagih untuk liburan ke hotel terus sama bunda, tapi hotel yang ada kolam renangnya, sepertinya sih ini karena tahun 2018 lalu kita liburan di Bali dan menginap di 2 hotel dan kamu sudah mengerti enaknya bobo di hotel.

Doain ayah bunda yah anak soleh kesayangan supaya selalu berlimpah rejeki dan juga kesehatan yang baik, jadi kita bisa jalan-jalan sering-sering. Sampai ketemu lagi di cerita zaidan yang berikutnya.


Kecup-kecup buat Zaidan yang sudah nggak mau lagi di cium di depan sekolah, "maluuuu bun"







Pergantian tahun 2020 ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya walau tetap cuma berkumpul dirumah bareng sama orang tua dan adik-adik saya. termasuk zaidan dan ayahnya tapi pergantian dekade yang baru ini sudah ada adiknya Zaidan yang bernama Zeanissa. Kegiatan tahun baru kita yah masih sama cuma bakar-bakar ayam dan sosis saja sambil menunggu jam 12 malam untuk melihat pesta kembang api yang memenuhi langit, anak-anak memasang kembang api yang kecil. 

Berhubung saya masih ada bayi yang baru berusia 4 bulan jam 10 malam saya sudah masuk kamar dan tidur, hingga jam 12 tengah malam rencananya mau bangun tapi nggak kejadian saya tetap molor sama anak bayi di kamar, karena kebetulan hujan turun dari sore jadi cuacanya emang lebih enak buat bobo juga sih.

Sekitar jam 4 pagi hampir subuh saya bangun karena ingin pipis ketika akan ke kamar mandi saya menemukan ibu saya tengah berada di dapur melihat-lihat bocoran dan terdengar suara hujan yang makin deras. Saya tidak segera kembali ke kamar karena melihat air yang mulai membanjiri lantai dapur bersama dengan ibu saya kami pun mendorong air-air itu untuk masuk ke dalam lubang selokan kecil yang memang ada di dapur tapi beberapa lama saya perhatikan kok airnya nggak berkurang malah semakin banyak.

Tak berapa lama air pun semakin tinggi memenuhi dapur dan akhirnya masuk ke dalam ruangan lain dirumah, saya segera membangunkan adik-adik saya untuk beberes dan ternyata cepat sekali air naik saya sampai tidak sempat beberes baju-baju milik saya, hanya sempat menyelamatkan baju milik zaidan dan adiknya yang kebetulan berada dibagian paling bawah lemari.

Karena air didalam rumah semakin tinggi ayah dan adik ipar saya yang laki-laki segera memindahkan motor-motor dan mobil ke jalan raya tapi masih didalam komplek perumahan kita, lanjut memindahkan barang-barang elektronik seperti radio, laptop dan komputer hingga ac punya adik saya yang masih belum digunakan dan berada dalam kardus, barang-barang tersebut kami titipkan kerumah tetangga yang tidak kebanjiran. Sementara itu kita juga harus buru-buru membereskan tempat tidur, mesin cuci dan lemari es agar tidak terkena air banjir dan yang paling bikin ribet adalah lemari es asip saya, karena itu barang sewaan dan isinya penuh oleh asip lebih dari 100 kantong. 

Awalnya lemari es asip dinaikkan ke atas meja sama seperti kulkas lain yang ada dirumah oleh pak suami dan 2 orang adik ipar saya, namun air banjir masih naik terus akhirnya saya putuskan untuk memindahkan lemari es tersebut ke rumah tetangga. Dengan kondisi air sudah setinggi 50 cm, pak suami dibantu dua adik ipar saya menggotong lemari es membawa kerumah tetangga terdekat yang tidak kebanjiran tapi ternyata tetangga saya itu pun ikut kebanjiran juga.

Gotong lagilah pak suami dan 2 adik ipar untuk pindahin lagi lemari es ke rumah tetangga kedua, cuma ini rumah tetangga berada lebih tinggi dari rumah-rumah lain sehingga jalannya menanjak dannn ternyata ketika malam hari dan air banjir belum surut juga, listrik dirumah tetangga saya itu tidak cukup dayanya untuk 2 lemari es, jadi aliran listrik padam terus, terpaksa gotong lagi deh untuk yang ketiga kalinya pak suami dan 2 adik ipar saya menggotong kerumah tempat kami mengungsi karena hanya dirumahnya yang kebetulan daya listriknya lebih besar sehingga tidak padam meskipun mencolokkan kulkas, jadi ternyata saat malam hari ada pengurangan daya listrik dari pln sehingga pada setiap rumah yang bisa di nyalakan hanya lampu-lampu saja.

Kirain cerita penyelamatan kulkas ASIP sudah selesai sampai disitu ternyata tengah malam seluruh listrik padam diperumahan saya, hingga jam 6 pagi belum ada tanda-tanda listrik akan nyala kembali, saya tambah galau asip akan pada mencair karena sudah hampir 6 jam namun pak suami masih menguatkan dengan menyarankan untuk pindahin ASIP kerumah mertua adik saya yang berada dikawasan yang memang tidak banjir sehingga tidak ada pemadaman lampu yaitu di daerah rawa belong.

Dari daerah rumah saya di karang tengah tangerang ke daerah rawa belong jakarta barat lumayan jauh, sekitar 10 km, kalau dengan mobil yah sekitar sejam lah perjalanan sudah dengan macet. Tanpa berlama-lama pak suami kembali dengan dua adik ipar saya menggotong kembali kulkas tersebut kali ini ke dalam mobil kami, untungnya mobil saya tinggi dan luas bagasinya pas sekali untuk ukuran kulkas ASIP jadi kami tidak repot-repot cari mobil pick up untuk membawa lemari es asip.



Selama 8 tahun menikah ini adalah banjir pertama yang suami dan anak-anak saya alami, jadi saya sudah lupa deh kapan terakhir kali rumah kami terkena banjir seperti ini. Namun memang dulu sekali pernah terkena banjir besar yang 5 tahunan dan kali ini banjirnya lebih parah karena perumahan dibelakang perumahan saya membobol pagar pembatas sehingga air dari perumahan tersebut mengalir kerumah saya jadi tingginya air banjir dirumah saya bukan murni karena air hujan tapi karena banjir kiriman dari perumahan lain. Keterlaluan sekali memang perumahan sebelah itu air banjirnya lebih tinggi dari rumah saya dan tetangga saya mereka kok yah kepikiran untuk bagi-bagi airnya biar mereka lebih cepat surut.

Air banjir dirumah baru mulai surut sekitar jam 1 siang ketika saya, pak suami dan adik saya pulang menitipkan lemari es. Menitipkan lemari es ini pun bukan tanpa kendala, kami harus bermacet-macetan di jalan selama kurang lebih 3 jam, karena banyak jalan ditutup dan dialihkan akibat air kali meluap kejalanan.  Jadi berangkat dari rumah sekitar jam 7an baru sampe rumah adik ipar saya sekitar jam 11 siang. Begitu sampai rumahnya dengan cekatan pak suami dan adik ipar saya, berdua mereka menurunkan lemari es dan segera mencolokkan kulkas yang sudah mati hampir 12 jam tersebut dan Alhamdullilah begitu saya buka untuk mengecek keadaan ASIP di dalam lemari es, semua ASIP masih beku tidak ada yang mencair satu pun. 

Rasanya tidak sia-sia semua pengorbanan dengan segala keribetannya.

Hampir 20 hari lemari es saya titipkan, karena khawatir akan ada banjir susulan atau pemadaman listrik lagi, karena listrik rumah selama banjir baru nyala lagi setelah pemadaman selama 1 hari penuh, benar-benar bersyukur keputusan saya dan pak suami untuk menitipkan lemari es jauh dari rumah. Alhamdullilah setelah banjir surut tidak ada lagi banjir hingga hari imlek padahal intensitas hujan masih tinggi.

Walau awal tahun 2020 ini dibuka dengan kondisi yang tidak menyenangkan sama sekali, saya justru tetap berusaha mengambil sisi positifnya saja walau ada sekotak besar buku saya yang terendam dan semua buku bacaan zaidan pun rusak karena ketika sudah dimasukkan ke trash bag eh malah lupa di bawa dan akhirna ikutan terendam juga yang bikin saya nyesek sekali. Namun berarti memang isi rumah harus banyak yang dikurangi, terutama untuk barang-barang yang sudah lama tidak dipakai memang sudah harus dibuang dan akhirnya bisa benar-benar bebersih isi rumah dan beberes lagi.

Jadi resolusi tahun 2020 pengen punya rumah baru makin kuat nih, semoga terwujud akhir tahun punya rumah baru. aminin yang kenceng yah temen-temen.






loph,
Maya Rumi