Sabtu, 02 Juli 2022

Toilet Training, Berhasil Dalam 2 Minggu



Hingga saat ini kantor saya masih menerapkan wfh untuk para karyawannya, walaupun hanya 25% saja. Namun untuk saya ini sebuah keberuntungan karena masih ada lebih banyak waktu bisa membersamai anak-anak dirumah, apalagi saat ini anak kedua saya Zeanissa tengah mempraktekkan toilet training.

Jadwal wfh yang saya dapat dari kantor setidaknya 2 hari dalam hari kerja selama seminggu, berarti 3 hari kerja, 4 hari dirumah. Pada minggu lalu (23/6) ketika saya mendapatkan jadwal untuk wfh, saya tidak membawa anak kedua saya Zeanissa ke daycare.

Diluar dugaan hari itu ternyata menjadi hari pertama Zeanissa akhirnya memutuskan sendiri untuk berhenti menggunakan popok sekali pakai (pospak). Kejadian dimulai dari pagi hari ketika usai mandi, ketika akan saya pakaikan pospak ia menolaknya.

Zeanissa yang akan berumur 3 tahun dibulan agustus nanti memang sudah lancar berbicara, sudah jelas kata-katanya, ini lebih memudahkan kami untuk menjalani toilet training, walaupun kadang masih ada beberapa kata-katanya yang butuh dimengerti atau dipahami lagi oleh kami orang tuanya.

Dengan keinginan sendiri untuk tak lagi menggunakan pospak, saya pun dengan senang hati mengikuti keinginan Zeanissa tersebut, segera saya pakaikan celana pendek saja yang ia punya dari masih bayi, karena saya memang belum membelikan dan mempersiapkan celana dalam khusus untuk anak.

Hari ini (1/7) tepat 2 minggu Zeanissa melepaskan pospaknya dan saya bangga sekali dengannya karena ia memulai melakukan toilet training lebih cepat daripada sang kaka, memang sih saya akui baru 90% saja keberhasilannya tapi buat saya waktu 2 minggu ini singkat sekali apalagi sounding ke Zeanissa pun belum lama saya dan ayahnya lakukan kepadanya.


Ketika Sudah Berhenti Menggunakan, Jangan Pernah Lagi Memakaikan

Sepengalaman saya melakukan toilet training dengan kakanya, hal pertama yang saya lakukan ketika Zeanissa sudah menolak menggunakan pospak, benar-benar tidak lagi mengenakan pospak padanya agar ia merasakan nyamanya menggunakan celana daripada pospak.

Sekalipun itu keluar rumah, sehingga kita pun harus mengusahakan agar ketika anak tengah menjalani toilet training kita pun tak banyak keluar rumah. Semisal harus keluar rumah pun tidak perlu lama dan jangan lupa untuk mengajaknya buang air kecil (bak) dahulu sebelum berangkat.

Bila terpaksa harus keluar rumah, misalkan ke mall atau ke pusat perbelanjaan atau ke sebuah toko atau ke restoran, pastikan kita tahu letak toilet terdekat, bilamana perjalanan cukup lama karena jaraknya jauh dari rumah begitu sampai tempat tujuan langsung ajak anak ke toliet agar ia bak dahulu.


Amati Kebiasaan Waktu BAK & BAB 

Ketika anak memulai hari pertamanya untuk proses toilet training, sebagai orang tua hal yang harus kita lakukan adalah mengamati dan memahami kebiasaan waktu buang air kecil (bak) dan buang air besar (bab). Paling tepat memang kalau selama toilet training berjalan 1-3 hari, paling lama sampai seminggu kita bisa terus ada disamping anak untuk mendampingi selama transisinya.

Kebiasaan Zeanissa selama ini adalah bangun pagi pasti minum susu, lalu ia akan minum susu lagi sejam atau dua jam kemudian, diseling juga dengan sarapan setelahnya bisa 3 jam atau lebih baru minum susu lagi.

Untuk waktu makan siang pun tidak selalu pasti di jam 11 - 1 siang, kadang kalau banyak makan cemilan atau jajan lebih dari jam tersebut baru ia makan siang, namun biasanya justru di waktu tersebut adalah jadwal rutin untuk ia bab.

Untuk menghindari ia tidak bak di celana atau mengompol biasanya setelah 15 menit dari waktu minum susu saya ajak ia toilet untuk bak, sementara untuk bab biasanya saya ajak setelah setengah jam atau sejam sesudah ia menyelesaiakan makannya.

Selain mengamati kebiasaan waktu bak dan bab, kita juga dapat memastikan banyaknya konsumsi minum dan makan anak dalam satu waktu, hal tersebut bisa menjadi takaran untuk kita kemudian mengetahui sesering apa kemudian ia harus ke toilet.


Atur Waktu Ke Toilet Setiap 1 Jam Sekali & Tanyakan Sesering Mungkin

Yang kerap kali membuat seorang anak gagal melakukan training itu bisa juga datang dari kemalasan kita sebagai orang tua, anak sudah siap untuk toilet training tapi ternyata orang tua merasa toilet training itu merepotkan dan tak sabar dengan prosesnya yang melelahkan.

Sehingga lebih mudah menyerah dan akhirnya menyudahi percobaan toilet training, padahla kita perlu mencoba dan melakukan strategi seperti mengajak anak ke toilet setiap 1 jam sekali, bahkan untuk menanyakan sesering mungkin, karena diwal memulai toilet training anak-anak masih belum mengerti benar atau merasakan kapan waktu bak dan buang air besar (bab), untuk itu kita sebagai orang tua perlu menanyakan kondisinya terus menerus.

Untuk itu mohon pengertian dan kerja samanya untuk kedua orang tua, ayah dan bunda harus kompak dan bila ada anggota keluarga lain yang tinggal serumah seperti kaka atau kakek dan nenek atau mbak art, beri tahu juga mereka bila anak kita tengah menjalani toilet training, sehingga si anak yang tengah toilet training merasa didukung dan tidak berhenti tiba-tiba.


Mempraktekkan Toilet Training Di Malam Hari

Untuk waktu pagi sampai sore hari, toilet training lebih mudah memang dijalani untuk anak maupun orang tua, namun biasanya memang lebih sulit yang dimalam hari apalagi kalau anak sudah tidur dan tidak sadar dengan hasrat untuk bak sehingga akhirnya mengompol deh atau bab dicelana karena sudah tidak sempat lagi ke toilet.

Berdasarkan pengalaman, untuk Zeanissa memang sudah saya batasi untuk minum susu itu di jam 8 malam, jadi ia tidak pernah tertidur dalam kondisi karena kekenyangan meminum susu. Tidak minum susu bukan berarti tidak minum dan makan sebelum waktu tidur di jam 9-10 malam.

Untuk itu biasanya saya akan mengajak beberapa kali ke toilet, lebih sering lagi daripada waktu siang hari apalagi kalau saya tahu ia banyak minum air putih atau makan cemilan-cemilan sebelum naik ketempat tidur.

Ketika berada ditempat tidur, pada bagian tempat Zeanissa tidur, saya pasangkan perlak agar melindungi kasur dan seprei dari ompol atau jika ingin lebih aman lagi pasangkan seprei waterproof.

Yang tak kalah penting juga kita harus melakukan sounding dengan kata-kata mengingatkan dan memberitahukan, kalau saya bahasanya seperti berikut :

"ade jangan pipis ditempat tidur yah, pipisnya di toilet kan, kalau pipis di tempat tidur itu namanya ngompol, nanti ade pantatnya basah, tidurnya nggak enak"

"ade kalau ingin pipis, bangunin bunda yah, bun bun mau pipis bun, nanti bunda temani ke toilet deh"

Ini tidak langsung berhasil yah, tetap ada masa Zeanissa pun mengompol, namun bisa berhasil kalau kita orang tua juga lebih siap dan sigap di malam hari membantu anak yang tengah belajar bak dan bab di toilet di waktu malam hari.

Dalam waktu 2 minggu, Zeanissa hanya sekali ngompol sebanyak 2 kali dalam semalam dan hanya 2 kali mengompol sebanyak 1 kali dalam semalam, selebihnya dia benar-benar tidur terlelap hingga pagi hari.

Dari sini saya pun jadi tahu bila waktu malam ia pun sebenarnya sudah tidak lagi sering bak, dan selama itu juga tidak pernah sekalipun bab di waktu malam hari ketika tidur. 

Bila selama waktu malam tidak ada anak terbangun mengajak kita ke toilet, pagi hari di waktu subuh saya membangunkan Zeanissa untuk mengajaknya ke toilet, anaknya pasti menolak tapi biasanya saya rayu terus, kalau bisa gendong saja ke toilet dan dudukan di toilet, nah ini tidak memungkin untuk saya karena tengah hamil sehingga biasanya ia saya bangunkan lalu saya ajak jalan dengan digandeng.

Walaupun ia merasa berat sekali jalannya tapi saya hibur dan saya semangati ia untuk bangun, pokoknya saya pakai bahasa yang lembut sekali karena ia baru bangun tidur dan belum terbiasa untuk langsung bak begitu bangun tidur.

Pada waktu malam ini juga saya biasanya tidak benar-benar terlelap tidurnya, biasanya saya bangun 2 sampai 3 kali untuk mengecek Zeanissa, kalau kebetulan ia terbangun tiba-tiba saya juga tak lupa mengajaknya untuk ke toilet, tapi kalau ia menolak saya tidak memaksanya, apalagi diawal malam hari ia baru memulai untuk toilet training.

Tidak memaksakan ke toilet juga membuat pengalaman anak menjalani toilet training di waktu malam hari tidak menjadi tekanan yang mungkin akan berakibat kepada kemalasan dan kekesalannya, jadi kalau anak mungkin akan ngompol di malam hari kita maklumi saja.

Yang terpenting di pagi harinya kita ceritakan kepada anak mengenai kondisi semalam, jadi seperti pengingat kepada anak kalau semalam ia mengompol dan masih harus belajar lagi dan jadi pembelajaran juga untuknya agar malam berikutnya tidak mengulangi lagi. Jadi tidak memaklumi terus menerus.


Belikan Celana Dalam Dengan Karakter yang Lucu Atau Favoritnya

Untuk Zeanissa begitu ia memulai toilet training saya pun segera membelikan 1 lusin celana dalam model hot pants untuknya dengan gambar-gambar ice cream, princess yang memang kebetulan favoritnya.

Pemilihan model hot pants karena selama proses toilet training dirumah saya tidak mengenakan celana atau rok lagi, jadi hanya celana hot pants saja agar lebih mudah ia membuka sendiri, karena selain belajar bak dan bab di toilet ia juga sekaligus saya ajarkan mengenakan celana dalam sendiri.

Dengan membelikan celana dalam yang mudah ia kenakan sendiri ditambah dengan gambar yang ia suka menjadi motivasi juga untuknya untuk terus menjalani proses toilet training yang telah ia mulai.

Untuk celana dalamnya ini saya pakai merk sorex, bahannya lembut dan ukurannya pas untuk usia zeanissa dan untuk pembelian saya lakukan di tik tok shop karena lebih murah daripada di ecomm lainnya apalagi beli langsung di pasar atau toko. 


KESIMPULAN

Proses toilet training salah satu yang terberat untuk anak dan kita sebagai orang tua untuk jalani, namun yakinlah ayah bunda hanya dengan kesabaran dan ketekunan bisa berhasil dilakukan dan memang sebaiknya dilakukan saat anak-anak sudah mulai usia memasuki usia 3 tahun.

Dari anak pertama saya meyakini dukungan orang tua ketika anak sedang menjalani toilet training ini sangat berimbas pada keberhasilannya, jadi tidak hanya anak yang harus menjaga konsistensi namun juga kedua orang tua, jadi please jangan mudah menyerah ketika sudah memulai apalagi berhenti ditengah jalan karena lelah dan ribet.

Menunda waktu memulai toilet training bukan pilihan bagi orang tua, karena itu adalah salah satu phase pertumbuhan dan perkembangan anak, dengan menunda kita tidak hanya merugikan anak karena membuatnya tidak juga kunjung siap untuk toilet training, yang akhirnya bisa jadi kemudian malah keterusan sampai usia anak memasuki masa sekolah.

Yang tak kalah penting juga harus diketahui, proses toilet training dengan segala keriwehannya justru akan menurunkan beban pengeluaran keluarga karena sebenarnya harga pospak memang nggak ada yang murah.

Namun juga jangan terlalu berambisi untuk anak-anak segera memulai toilet training, karena sebaiknya tidak memulai toilet training terlalu dini, tapi tepat waktu dan tidak terburu-buru dalam prosesnya namun jadilah orang tua yang mendukung dan terus membersamai.

Setelah 2 minggu ini toilet training, saya tak lagi mengingatkan atau mengajak Zeanissa ke toilet untuk bak & bab, ia sudah mulai tahu waktu untuk kedua hal tersebut, ia segera lari ke toilet dan sebelumnya ia tetap memberitahu saya, ayahnya atau orang lain yang ada dirumah bila kami tak ada ketika ia ingin bak atau bab.

Zeanissa juga sudah belajar memakai celana/rok sendiri dan juga celana dalamnya, ia justru lebih sering menolak bantuan kami untuk memakaikan, untuk bersih-bersih setelah bak atau bab, memang masih perlu dibantu walau kadang ia juga mencoba sendiri.

Semoga tulisan ini bermanfaat dan proses toilet training ini berdasarkan pengalaman pribadi, bila ada informasi yang kurang atau tidak lengkap ayah bunda bisa mencari referensi yang banyak bisa ditemukan pada artikel pareting juga yah.

Yuk, yuk yang sama-sama tengah berjuang menjalani toilet training ini sharing pengalamannya dikolom komentar yah.

Jumat, 01 Juli 2022

Masalah Yang Mungkin Terjadi Pada kartu Kredit


Pada bulan April lalu, saya mendapat kiriman kartu kredit baru, karena hal tersebut saya baru tersadar bila masa penggunaan kartu kredit saya sudah berjalan 5 tahun dan akan segera berakhir, untuk itulah dari pihak bank mengirimkan kartu kredit baru sebagai pengganti yang lama, agar tetap dapat saya gunakan.

Hingga saat ini saya hanya menggunakan sebuah kartu kredit saja, 5 tahun sebelumnya sempat punya 2 kartu kredit dari bank yang berbeda, namun karena penggunaannya terbatas untuk pembelanjaan bulanan saja dan saya sudah tak lagi belanja di supermarket yang mengeluarkan kartu kredit tersebut, akhirnya saya putuskan untuk menutup kartu kerditnya.

Selama rentang waktu 5 tahun terakhir saya tidak pernah mengalami masalah dalam penggunaan kartu kreditnya, sampai bulan ini saya menemukan banyak masalah yang membuat saya cukup kesal, kesal banget sih sebenernya, sampai ingin tutup aja kartu kreditnya tapi masih ada cicilan yang menyangkut untuk diselesaikan pembayarannya.

Jadi kali ini saya akan sharing beberapa masalah yang saya temui tersebut, terutama untuk teman-teman yang tengah berencana mengajukan penggunaan auto pay menggunakan kartu kredit.


Masalah Auto Pay Kartu Kredit

Untuk yang belum tahu, auto pay adalah salah satu layanan pembayaran tagihan rutin otomatis, yang dilayani bisa tagihan listrik, telepon, internet, air, termasuk tagihan handphone pasca bayar dan lainnya lagi.

Layanan yang saya pakai ada dua untuk auto pay ini, yaitu tagihan internet dan handphone pasca bayar. Selama ini tidak pernah ada masalah untuk tagihan handphone pasca bayar, malah justru saya jadi dipermudah karena tidak pernah lupa dalam melakukan pembayaran makanya begitu tahun ini dirumah memasang internet saya pun menggunakan kembali layanan auto pay.

Namun ternyata entah mengapa sejak bulan mei 2022 pembayaran yang dilakukan oleh sistem kartu kredit saya itu menjadi terlambat sehingga akibatnya handphone pasca bayar saya tidak bisa digunakan untuk menelpon karena diblokir dan jaringan internet pun mati padahal masih ada cukup kuotanya.

Setelah saya cek ternyata setiap bulan saya mendapat tagihan di setiap tanggal 11 dengan tempo batas pembayaran adalah pada tanggal 30 setiap bulan, namun sistem kartu kredit membayar setelah tanggal 30, lebih tepatnya tanggal 8 bulan depannya.

Sehingga saya pun tidak bisa menggunakan handphone saya untuk menelpon atau pun lainnya yang menggunakan paket data selama lebih dari seminggu, dan hal tersebut merepotkan terutama bila saya sedang berada diluar rumah dan kantor, karena kalau dua tempat tersebut ada wifinya. 

... dan yang paling menyebalkan adalah bila kartu kredit baru membayar tanggal 8, sementara setiap tanggal 10 sudah ada kuota baru lagi maka lalu sisa kuota saya yang masih banyak akhirnya akan hangus sia-sia karena tidak bisa digunakan untuk waktu yang cukup lama karena diblokir oleh provider handphone yang saya gunakan.

Akhirnya saya pun melakukan pengaduan ke bagian call centre dan jawaban-jawaban customer service untuk saya tidak menjadi solusi, karena :

  1. Bagian call centre tidak bisa melihat tanggal berapa jatuh tempo tagihan saya
  2. Bagian call centre juga tidak dapat melihat tanggal berapa sistem akan melakukan pembayaran karena pembayaran dilakukan secara random
  3. Bagian call centre meminta saya untuk menelpon ke provider handphone pasca bayar, agar saya mengatur kembali tanggal jatuh temponya.

Akhirnya tidak perlu saya berlama-lama lagi, saat itu juga saya minta dihentikan saja layanan auto pay tersebut, karena buat apa menggunakan layanan yang justru merugikan saya sebagai customer, saya bayar tagihan tepat waktu tidak pernah bayar minimum tapi layanan ke saya tidak memuaskan justru mengecewakan.


Kartu Kredit Aktif Tanpa Konfirmasi Aktivasi

Tidak hanya pada layanan auto pay untuk handphone, kekacauan juga terjadi pada auto pay untuk internet, bedanya untuk pembayaran ditagihkan pada kartu kredit yang berbeda dari yang biasa saya pakai.

Jadi pada bank yang mengeluarkan kartu kredit yang saya gunakan memberikan dua buah kartu kredit yang dapat saya gunakan namun berbeda jenisnya, namun saya tidak pernah menggunakan keduanya selama 5 tahun ke kebelakang, saya hanya menggunakan 1 buah saja sampai akhirnya ganti kartu pun saya hanya menggunakan 1 saja.

Jadi buat saya untuk apa pakai dua kartu kredit apalagi limit yang diberikan itu bukan untuk masing-masing kartu melainkan limit bersama, yang ada malah biaya tahunan yang harus saya bayarkan menjadi 2 kali lipat bila saya menggunakan kedua kartu tersebut, hal itulah yang saya hindari.

Namun entah bagaimana tagihan internet dan tagihan handphone itu bisa berbeda kartu, padahal ketika mengaktifkan tagihan auto pay untuk internet saya tidak konfirmasi mengaktifkan kartu kredit yang tidak pernah saya gunakan tersebut dan akhirnya tepat bulan lalu itu biaya tahunan saya pun menjadi dobel pembayaran.

Akhirnya saya menghubungi call centre dan meminta untuk memindahkan tagihan internet saya ke kartu yang memang biasa saya gunakan dan minta untuk ditutup kartu yang tidak pernah saya pakai tersebut.


Masalah Biaya Tahunan Kartu Kredit

Sebenarnya untuk biaya tahunan alias annual fee bisa menjadi tidak ada oleh pengguna kartu kredit namun ada syarat yang harus dipenuhi, salah satunya adalah penggunaan minimal perbulan, untuk kartu kredit yang saya gunakan itu senilai satu juta rupiah.

Untuk teman-teman yang baru saja menjadi pengguna kartu kredit, perlu diketahui dan diingat juga bila biaya tahunan bisa tidak ada namun bukan berati tidak dibayarkan, karena sistemnya seperti refund, dimana biaya tersebut tetap ditagihkan dan wajib kita bayar baru ditagihan bulan berikutnya biaya tahunan tersebut akan menjadi potongan dari total tagihan kita.

Untuk mendapatkan potongan dari biaya tahunan yang telah dibayarkan ini, tidak secara otomatis bekerja seperti yang telah saya jelaskan diatas, namun kita harus menelpon ke bagian call centre terlebih dahulu untuk meminta penghapusan biaya tahunan, bila hal tersebut tidak dilakukan yah tidak akan ada potongan pada tagihan bulan berikutnya yang senilai dengan biaya tahunan yang telah kita bayarkan.

Tidak praktis sih memang urusan biaya tahunan ini sebenarnya tapi lumayanlah setidaknya ketika bulan depan ada total tagihan senilai sejuta jadi berkurang dengan adanya potongan dari biaya tahunan yang telah kita bayarkan dibulan sebelumnya.

Jadi untuk teman-teman yang mungkin sedang ditawari untuk membuat kartu kredit kemudian diiming-imingkan "gratis biaya tahunan selamanya kok kak" oleh salesnya, mungkin maksudnya seperti yang telah saya informasikan diatas, jadi kalau nggak bener-bener butuh sebaiknya tolak saja penawaran tersebut.

Masalah Dikirimkan Kartu Kredit Secara Terus Menerus

Mungkin oleh bank yang mengeluarkan kartu kredit saya terlihat seperti nasabah yang tidak ada masalah dengan pemakaian kartu kredit sehingga kemudian mereka mengirimkan kartu kredit lainnya tanpa ada konfirmasi ke saya terlebih dahulu.

Sehingga saat ini saya memegang 5 jenis kartu kredit yang berbeda dari 1 bank yang sama dan semuanya dengan limit bersama dengan kartu yang saya gunakan secara rutin.

Nggak terlalu masalah sebenarnya untuk saya bila hanya dikirimkan saja, namun dengan kejadian kartu kredit bisa aktif tanpa adanya aktivasi dari customer, saya jadi takut juga bila tiba-tiba harus bayar biaya tahunan padahal kartu-kartunya tidak saya gunakan sama sekali.

Dari pengalaman ini saya pun jadi tersadar, ternyata bank penerbit kartu kredit juga bisa mengirimkan kartu kredit kepada nasabahnya yang telah punya kartu kredit sebelumnya walaupun tidak ada pengajuan minta kartu baru, tidak ada konfirmasi setuju untuk dikirimkan kartu baru, pokoknya tiba-tiba datang kartu kredit baru yang berbeda jenis dari yang kita pakai.


Masalah Kurang Bayar Tagihan Kartu Kredit

Entah mengapa yah ini permasalah kartu kredit seperti tidak selesai-selesai, benar-benar harus sabar mengurusnya. Jadi untuk pertama kalinya saya mengalami yang namanya kurang bayar tagihan kartu kredit.

Hal tersebut terjadi karena saya yang biasanya membayar setiap tagihan kartu kredit melalui mobile banking, gara-gara ada dua kartu yang harus dibayarkan tagihannya jadi salah melihat total tagihannya.

Akhirnya terjadilah kurang bayar tagihan kartu kredit.

Ternyata setelah kita membayarkan total tagihan kartu kredit dan terjadi kekurangan, kekurangan tersebut tidak akan tampil lagi di mobile banking sehingga kita harus membayar tagihan secara manual seperti datang ke atm atau ke bank dan itu harus dilakukan segera sebelum tanggal jatuh tempo.

Yang terjadi disaya, karena baru tersadar setelah lewat tanggal jatuh tempo, akhirnya harus merelakan bulan depan terkena tambahan tagihan sebesar 1 % dari total tagihan. Sungguh menyebalkan, walaupun tidak besar yang harus dibayarkan.

Jadi yah teman-teman, hindarilah hal tersebut, jangan sampai terjadi karena dapat merugikan kita.


Kesimpulan

Sebenarnya penggunaan kartu kredit untuk saya banyak memudahkan, hampir tidak pernah ada masalah dalam penggunaannya justru banyak memberi keuntungan juga karena dapat point rewards, dapat promosi-promosi apalagi bila kita sebagai pengguna tidak pernah terlambat membayar tagihan, selalu membayar tagihan perbulan dengan full payment.

Kartu kredit kan dijalankan oleh sebuah sistem sehingga memungkinkan sekali dalam menjalankan prosesnya terjadi kekeliruan, kesalahan ataupun kekurangan, disinilah sebagai nasabah kartu kredit kita memang tidak hanya harus bijak dalam menggunakan juga harus tetap waspada, bila menemukan kejanggalan harus segera melaporkan dan aktif mengurusnya, yah kalau tidak kita yang akan dirugikan.

Semoga pengalaman yang saya sharing mengenai masalah-masalah kartu kredit yang pernah saya alami, tidak terjadi pada teman-teman juga yah dan semoga dapat membantu bila saat ini sedang mengalami masalah serupa atau sharing yah dikolom komentar, bila ada masalah kartu kredit yang lainnya.

Senin, 20 Juni 2022

Zeanissa di Daycare


Sejak awal bulan Juni 2022 ini , anak kedua saya, Zeanissa mulai saya tinggal di Daycare selama saya dan paksu bekerja dikantor. Biasanya kami mengantar ke Daycare pagi hari sebelum jam 7 pagi dan harus menjemputnya sebelum jam 5 sore, agar tidak terkena fee overtime.


Untuk mengantar dan menjemput ini kami tidak selalu bersama, tapi bergantian, karena jam kerja paksu tidak seleluasa jam kerja saya dikantor. Dikantor saya masih bisa izin untuk datang terlambat bila ada keperluan, walaupun keperluannya untuk beberapa hari dan sering.


Buat saya ini pengalaman kedua kalinya meninggalkan anak di Daycare selama bekerja, dahulu Zaidan pun mengalami hal serupa di usia 3 tahun yang hampir sama dengan Zeanissa.


Namun tidak bisa dipungkiri perasaan nggak tega tetap saja ada, tetap sedih ketika kami berpisah malah sampai tadi pagi masih dapat saya rasakan, ketika melihat Zeanissa yang menangis karena saya tinggalkan di Daycare.


Berdasarkan pengalaman, hal ini lumrah terjadi. Anak merasa sedih ditinggal dan kita sebagai ibu juga merasakan hal yang sama, namun saya selalu meyakinkan diri, ini kan sudah menjadi pilihan sebagai orang tua yang bekerja dan sudah menjadi kesepakatan bersama dengan paksu.


Hal-hal yang saya pertimbangkan untuk memilih Daycare diantaranya adalah : 

  1. Jarak Daycare dekat rumah atau kantor selain karena efisiensi waktu, pertimbangan lainnya bila ada kondisi darurat dapat langsung dijemput.
  2. Lingkungan Daycare berada di perumahan dan diketahui oleh warga sekitar sebagai Daycare atau tepatnya mempunyai izin usaha sehingga ada jaminan keamanan.
  3. Idealnya seorang pengasuh pada Daycare mengasuh untuk 3-4 anak bila anak sudah berusia 3 tahun ke atas.
  4. Saat survei Daycare perhatikan pengasuhnya ketika berinteraksi dan berkomunikasi dengan anak-anak seperti mengajak berbicara, cara mengawasi dan lainnya agar anak-anak merasa nyaman selama di Daycare.
  5. Kalau bisa menemukan Daycare yang mempunyai kegiatan diluar ruangan atau terdapat area playground, hal tersebut dapat merangsang motorik dan perkembangan anak.
  6. Mempunyai laporan atau informasi yang jelas terutama untuk kegiatan harian seperti jam makan siang, jam makan cemilan, jam bermain, jam tidur siang, jam mandi sore agar kita orang tua mengetahui kegiatan harian anak-anak
  7. Sesuaikan budget yang kita punya, uang bulanan masing-masing daycare tidak sama tergantung fasilitas yang diberikan, namun untuk biaya umumnya untuk anak-anak diatas usia 3 tahun lebih murah biayanya dibanding dengan bayi karena bayi membutuhkan perhatian khusus.

Ada banyak hal lain yang menjadi pertimbangan  untuk pemilihan Daycare bagi anak-anak namun yang paling penting diperhatikan adalah kenyamanan dan keamanan untuk anak kita selama kita tinggalkan di Daycare. 


Di Daycare Zeanissa tidak ada cctv, sehingga memang tidak memungkinkan untuk saya bisa mengawasi sesering mungkin namun dari pihak Daycare menjembatani kebutuhan orang tua untuk mengawasi bersama dengan para orang tua lainnya dengan membuatkan whats app grup dan dari pihak Daycare secara berkala membagikan foto dan video anak-anak.


Tidak adanya cctv di Daycare sebenarnya ada nilai baiknya juga bagi orang tua, salah satunya tidak merasa cemas berlebihan karena takut terjadi sesuatu hal pada anak kita selama di Daycare. Sebagai tempat penitipan anak bersama, tidak mungkin bisa terhindari beberapa kejadian bagi anak kita.


Dahulu ketika Zaidan di Daycare, 2 kali saya mendapat laporan dari pengasuhanya bila Zaidan menggigit anak lain. Terbayangkan bagaimana perasaan saya, apalagi ini yang melakukan anak saya dan yang menjadi korban anak orang lain. 


Untungnya orang tua dari dua orang anak yang digigit Zaidan tidak menjadikan besar kejadian tersebut, saya pun segera melakukan permohonan maaf kepada mereka, karena saya juga saat itu belum terlalu kenal jadi saya meminta maaf via chat whats app.


Beberapa hal berikut menjadi kekurangan Daycare yang biasanya terjadi :

  1. Anak-anak mudah tertular penyakit seperti batuk dan pilek bila salah satu anak ada yang tengah sakit, untuk itu biasanya pihak Daycare melarang anak yang sedang sakit batuk dan pilek untuk datang, agar menjaga anak lain tetap dalam kondisi sehat.
  2. Kemungkinan anak terjatuh atau terbentur hingga berantem dengan anak lain mungkin tidak bisa terhindari, walaupun ada pengasuh yang mengawasi namun beberapa kondisi memungkinkan hal itu terjadi terutama ketika anak-anak sedang beraktivitas bersama-sama.
  3. Dari dulu hingga sekarang saya masih belum menemukan Daycare yang jam operasionalnya untuk waktu pulang lebih dari jam 5 sore, untuk hal tersebut memang agak menyulitkan saya sehingga ada waktu tertentu saya meminta bantu untuk anggota keluarga lain yang menjemput Zeanissa ketika ayahnya tidak bisa menjemput.
  4. Anak-anak bertemu dengan anak lain setiap hari di Daycare mungkin ada beberapa yang akan menularkan kebiasaan kurang baik karena intensitas pertemuan yang sering, untuk itu perlu memperhatikan perkembangan anak, bila ada sesuatu yang menurut ayah bunda kurang baik segera komunikasikan dengan pengasuhnya.

Sepengalaman saya dan beberapa teman kantor yang juga mempunyai pengalaman serupa, banyak hal-hal positif dengan anak-anak berada di Daycare, diantaranya adalah : 

  1. Anak-anak dapat belajar untuk beradaptasi dengan lingkungan dan teman baru, terutama untuk anak tunggal yang terbiasa dirumah sendiri. Anak-anak juga diajarkan untuk menjadi berani dan mandiri.
  2. Anak-anak dapat belajar bersosialisasi dengan anak lain seperti untuk berbagi mainan, makanan, bekerja sama dan dari bersosialisasi ini anak-anak akan menyeleksi teman yang kemudian akan menjadi teman dekatnya.
  3. Dengan kegiatan harian yang terstruktur dari pagi hari hingga sore hari, anak-anak pun belajar menjadi disiplin waktu. Bahkan pada Zeanissa 2 hari berada di Daycare saja, ia sudah mulai rutin lagi bobo siang dijam 12an.
  4. Dahulu di Daycare Zaidan ada sekolah TK, sehingga bila ada kegiatan seperti mewarnai, mereka diikut sertakan juga sehingga ada kegiatan belajar seperi preschool. Namun di Daycare Zeanissa memang tidak ada namun ada waktu-waktu dimana ia diajarkan untuk bernyanyi sehingga hasilnya 2 minggu di Daycare ini, ia sudah hafal lagu naik kereta api.

Semoga review ini membantu untuk ayah bunda yang sama sama bekerja dan saat ini tengah mencari Daycare. Terutama untuk para ibu yang merasa was-was meninggalkan anak di Daycare.