Selasa, 22 November 2022

Pengalamanku Mengatasi Perut Kembung Pada Newborn Baby Dengan Motherlove Calming Cream


Memiliki bayi lagi setelah 3 tahun lalu, yang saya kira sudah berpengalaman eh ternyata saya tetap masih kagok dan harus belajar lagi. Setidaknya saya harus kembali mengingat-ingat apa saja yang harus dilakukan agar bayi dapat tidur nyenyak, kenapa banyak menangis terus menerus ?

Hingga apa-apa saja yang tidak boleh dilakukan saat begini atau saat begitu dan banyak hal-hal lainnya yang sudah terlupa dan tak terekam dengan baik diingatan saya.

Namun dengan pengalaman memiliki dua anak sebelumnya setidaknya saya tak lagi sepanik dahulu.Tak lagi takut melakukan hal yang dulu waktu baru punya anak pertama kali merasakan ngeri-ngeri semisal saat memandikan bayi dan belum lepas tali pusarnya. 

Pengalaman juga yang membuat saya sekarang ini lebih menerima menjalani peran menjadi seorang ibu, yang kalau saat harus mengurus bayi lagi itu seorang ibu tidak boleh stres. Seorang ibu se-harus-nya berbahagia karena harus menikmati banyak momen yang ada silih berganti agar menjadi kenangan yang indah dalam ingatan kita. 

Salah satu kenangan yang tak terlupakan diawal-awal masa pengasuhan anak ketiga saya ini terjadi beberapa waktu lalu.

Secara mendadak baby z menangis kencang di suatu malam dan setelahnya ia tertidur-menangis-tertidur-menangis lagi terus-menerus seperti itu sepanjang malam. Malam itu pun terlewati dengan rasa lelah dan katuk luar biasa di esok paginya bagi saya dan pak suami. Inilah salah satu hal yang saya tidak inginkan dari mempunyai bayi lagi.

Tak ingin hal tersebut terulang kembali, saya pun mencari penyebabnya, saya mengingat-ingat kembali hal apa saja yang telah saya lakukan dan mungkin terlewat untuk dicek ketika baby z rewel semalaman.

Seingat dan sepengalaman saya ada beberapa faktor yang membuat bayi menjadi rewel ketika tidur di malam hari, yaitu :

  1. Kelaparan, karena kurang diberikan asi ataupun sufor
  2. Buang air besar 
  3. Pospak sudah penuh air seni sehingga membuatnya tidak nyaman
  4. Merasa kedinginan atau kepanasan
  5. Sakit
Nah di poin terakhir ini saya kurang menyadari, karena mungkin sudah terlalu lelah dan tidak ada tanda yang kasat mata menunjukkan ia sakit. Seperti pada demam ditandai dengan suhu tubuh bayi akan menjadi lebih panas.

Perlu diingat yah bun bayi yang baru lahir perlu beradaptasi dalam perjalanannya proses adaptasi dalam tumbuh dan kembangnya ini akan menemui beberapa masalah seperti pada sistem pernafasan seperti batuk dan pilek dan sistem pencernaannya bisa terjadi susah buang air besar, kolik dan kembung.

Seusai mandi pagi itu barulah saya tahu bilamana bayi saya mengalami perut kembung, faktor inilah yang menyebabkan dirinya menjadi rewel sepanjang malam. Padahal setiap kali selesai mandi sore saya rutin melakukan pijat ILU agar bayi saya tidak mengalami perut kembung dan juga sembelit.

Akhirnya mengikuti saran mama saya pun menggunakan pengobatan secara tradisional yaitu menggunakan daun jarak yang dihangatkan lalu ditempelkan pada bagian perut bayi. Hasilnya secara perlahan perut kembung anak saya dapat teratasi.

Namun yah pengobatan secara tradisional ini agak merepotkan terutama karena sulitnya saat ini mendapatkan daun jarak, selain itu beberapa jam kemudian setelah daun jarak ditempelkan dibagian perut bayi, daun tersebut akan menjadi kering sehingga membuat bayi saya merasakan tidak nyaman.

Setelah mencari-cari informasi di google (ibu milenial sekali saya nih, selalu mengandalkan mbah google), tanya-tanya ke sesama ibu-ibu di wag dan forum mengenai cara mengatasi perut kembung pada bayi dapatlah saya solusinya, namun agak maju mundur untuk membeli produknya karena harganya yang mahal.

Hingga akhirnya secara tidak sengaja menemukan produk Motherlove Calming Cream dari instagramnya @motherlove_id lalu saya juga berkunjung ke situs resminya di www.motherlove.id bisa klik disini dan tidak pakai lama langsung check out di ecomm toko ijo dan inilah review saya based on pengalaman pribadi penggunaan Motherlove Calming Cream pada bayi saya.


Motherlove Calming Cream

Klaim :

Diformulasi dengan bahan alami dan organik yang aman digunakan oleh bayi dan anak-anak. Hypoallergenic, dermatologically tested dan irritant free.

Dapat membantu tak hanya menghangatkan juga dapat membantu mengatasi bayi yang rewel akibat gejala kolik, perut kembung serta membantu meredakan gejala pilek dan batuk.

Dengan kandungan ekstra aloe vera organik (lidah buaya) dan olive husk oil (minyak kulit zaitun) yang efektif menjaga kulit tetap halus dan lembab. Serta eucalyptus oil (minyak kayu putih) yang membantu menenangkan kulit dengan sensasi lembut dan hangat.

Kemasan : 

Produk dikemas dalam 2 tempat, pertama dengan kardus berbentuk persegi panjang dengan dominasi warna tosca muda dan putih yang sama juga dengan kemasan utamanya yang berisi produk, kemasan berbentuk tube dengan tutup fliptop yang meminimalkan risiko produk terkontaminasi dengan tangan dan udara diluar.

Tekstur, Warna & Aroma :

Cream yang tidak terlalu cair ataupun pekat, berwarna putih dengan aroma minyak kayu putih yang kuat tapi tidak menyengat.

Cara Pakai :

Diusapkan pada area sekitar dada, leher dan punggung. Dapat digunakan setelah habis mandi pagi dan sore hari atau sebelum waktu tidur atau kapan saja ketika diperlukan.

Harga : 

Rp. 109.000 / 30 gr

Kesimpulan Setelah Penggunaan :

Untuk kemasan dengan isi produk cream menurut saya tepat sekali dengan bentuk tube dan tutup fliptop karena praktis dalam penggunaan, lebih aman karena tidak khawatir tumpah dan bisa dibawa-bawa ketika berpergian (travel friendly).

Selain itu terdapat seal (segel) yang berupa alumunium foil pada kemasan tube untuk menjaga agar isi produk tetap aman, tak bocor atau tercecer terutama pada saat produk dalam proses pengiriman.

Sesuai dengan namanya Motherlove Calming Cream, aroma yang dihasilkan setelah diusapkan ke kulit sangat menenangkan, tercium aroma eucalyptus yang dominan, cream cepat meresap saat diratakan dikulit, tidak meninggalkan bekas, tidak terasa lengket dan aroma yang ditinggalkan juga bertahan cukup lama dan rasa hangatnya pas dan cocok untuk kulit bayi baru lahir yang masih sensitif.

Beberapa calming cream hanya ditujukan untuk digunakan oleh bayi yang baru lahir saja namun untuk Motherlove Calming Cream ini juga justru dapat dirasakan manfaatnya oleh anak-anak hingga usia 3 tahun.

Biasanya saya menggunakan Motherlove Calming Cream ini sebagai pengganti minyak telon, terbukti cocok dikulit bayi saya tanpa ada efek samping seperti iritasi.

Untuk bunda yang muslim seperti saya juga tidak perlu khawatir, Motherlove Calming Cream selain sudah BPOM juga sudah tersertifikasi halal MUI.

Dengan harga yang terjangkau disertai khasiat yang sesuai, saya merekomendasikan untuk para newly moms membeli Motherlove Calming Cream yang tersedia di berbagai e-commerce kesayangan, apotik, baby shops atau supermarket terdekat.


Sebenarnya penyakit perut kembung, kolik, batuk atau pilek pada bayi itu ringan saja yah bun namun karena kita dan bayi terbatas pada komunikasi sehingga tetap perlu penanganan secara serius karena penyakit terkategori ringan ini tetap dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Salah satunya adalah mengganggu waktu istirahat bayi karena bila waktu tidurnya kurang dari yang seharusnya, hal tersebut sepengetahuan saya dapat mengganggu pada kenaikan berat badannya.

Makanya saya senang sekali rasanya menemukan Motherlove Calming Cream ini tidak hanya sebagai solusi untuk perut kembung atau kolik juga dapat digunakan untuk mencegah batuk pilek.

Seperti halnya saya, semoga bunda yang mempunyai permasalahan pada bayi sama dengan saya dapat terbantu dengan review ini dan menemukan kecocokan juga dengan Motherlove Calming Cream. 

Adakah bunda yang sudah menggunakan Motherlove Calming Cream untuk bayinya ? Boleh yah cerita pengalamannya di kolom komentarnya atau bila ingin tahu lebih banyak informasinya bisa inti-intip instagram dan websitemya Motherlove Calming Cream.


Senin, 31 Oktober 2022

3 Rekomendasi Cetaphil Baby Untuk Newborn




Salah satu aktivitas harian yang menjadi favorit bersama anak ketiga saya yang baru lahir adalah saat memandikannya karena memandikan dapat menjadi salah satu sarana bonding yang baik diantara saya dengannya.

Apakah bonding itu ? Bonding merupakan ikatan yang erat antara ibu dan anak yang dibangun melalui sebuah proses. Salah satu proses yang dapat dilakukan yaitu melalui momen ibu memandikan anaknya.

Menurut beberapa sumber informasi dari studi ilmiah yang pernah saya baca memandikan bayi telah terbukti menjadi momen yang baik dan memiliki sejumlah manfaat.

Diantaranya anak mampu bersosialisasi dengan baik, terhindar dari berbagai masalah kejiwaan seperti depresi dan gangguan kecemasan serta dapat mencapai kemampuan memori dan akademis yang optimal. Hal tersebut karena anak terbiasa dekat dengan orang tuanya terutama dalam tahun-tahun pertama kehidupannya.

Sebaik itu yah momen memandikan untuk ibu dan anak, makanya saya juga perlu memperhatikan beberapa hal ketika waktu memandikan tiba, diantaranya adalah :
  1. Memastikan suhu air yang tepat, saran saya adalah pastikan suhu air mandi tidak berbeda jauh degan suhu tubuh anak. Selama kurang lebih satu bulan saya memandikan anak saya dengan air hangat, setelahnya secara perlahan saya kurangi kehangatan airnya dan berganti menjadi air dingin.
  2. Untuk memandikan bayi tidak dibutuhkan waktu yang lama, biasanya saya memandikan dengan durasi sepuluh hingga lima belas menit saja, waktu tersebut cukup untuk membersihkan seluruh anggota tubuhnya tanpa menghilangkan kelembapan kulitnya.
  3. Membuat suasana yang menyenangkan dengan berbicara atau bernyanyi dan biasanya saya selalu mengawali waktu mandi dengan membersihkan wajahnya terlebih dahulu kemudian dimulai dari kaki baru terakhir di bagian kepalanya.
  4. Cermat memilih sabun mandi, sepengalaman saya pemilihan sabun mandi yang tepat akan menghindari bayi dari iritasi kulit, untuk itu perlu sekali menggunakan sabun dengan ph seimbang serta bersifat hipoalergenik.
  5. Gunakan juga pelembab setelah mandi agar dapat mengembalikan kelembaban kulit yang hilang saat mandi.
Salah satu produk bayi yang tengah saya gunakan yaitu Cetaphil Baby, saya puas sekali dengan produk skincare khusus bayi ini seperti Cetaphil Baby With Organic Calendula Diaper Cream, Cetaphil Baby With Organic Calendula Advanced Protection Cream dan Cetaphil Baby Gentle Wash & Shampoo.

Untuk itu dipostingan kali ini saya ingin membagikan pengalaman saya menggunakan produk-produk dari Cetaphil Baby selama kurang lebih satu bulanan ini.

Cetaphil Baby With Organic Calendula Diaper Cream

Klaim : 
Dengan perpaduan calendula organik, vitamin B5 dan E untuk membantu menenangkan kulit halus bayi, krimnya mudah diaplikasikan menghasilkan lapisan emolien untuk membantu melindungi pantat bayi dan area lainnya yang kemerahan dari lembab atau basah karena memakai popok maupun pospak.
Kemasan :
Berbentuk tube dengan kepala bentuk flip top yang mudah dibuka dan tutup.
Tekstur, Warna & Aroma : 
Lotion berwarna krem, terlihat cair tapi ketika dipakai tidak secair itu dan tanpa pewangi. 
Cara Pakai :
Biasanya saya menggunakan produk ini setelah anak mandi dan cukup dengan sedikit saja sudah dapat digunakan pada area kemerahan yang cukup besar, namun dapat digunakan juga kapan pun dibutuhkan.
Harga :
Rp. 80.000-an/70gr 

Kesimpulan Setelah Pemakaian
Produk bekerja cepat pada anak saya, bila sore hari menggunakan keesokan paginya pada bagian yang kemerahan sudah menghilang atau memudar.
Seperti yang saya deskripsikan sebelumnya, produk ini berbentuk lotion yang kental dan pekat ketika digunakan walaupun ketika kita lihat itu seperti encer dan cair. Untuk itu biasanya saya tidak mengeluarkan terlalu banyak produknya karena ketika diratakan akan dapat menutup area kemerahan yang cukup besar atau banyak. Sehingga untuk pemakaian juga jadi lebih irit.
Karena produk kental dan pekat ketika diratakan sehingga saat membersihkan kita harus benar-benar memperhatikan agar kulit dapat bersih sempurna karena bila tidak area tersebut masih akan terasa lengket, terutama dibagian lipatan pangkal paha, yang biasa saya oleskan pada anak saya.

Cetaphil Baby With Organic Calendula Advanced Protection Cream

Klaim :
Krim serbaguna yang memadukan hidrasi yang intens, terasa ringan dikulit dan tidak membuat lengket sehingga dapat melindungi kulit bayi yang lembut dan membantu mengatasi iritasi pada kulit bayi.
Kemasan :
Berbentuk tube dengan kepala bentuk flip top sehingga mudah dalam penggunaan.
Tekstur, Warna & Aroma :
Gel lotion berwarna putih tapi tidak bening dan tanpa pewangi
Cara Pakai :
Dapat digunakan dengan dioleskan dua kali sehari atau sesuai dengan kebutuhan pada area kulit yang terlihat kering dan rentan terhadap iritasi seperti pipi, lutut dan siku.
Harga :
Rp. 70.000-an/85 gr

Kesimpulan Setelah Pemakaian
Awalnya saya pikir ini body lotion namun ternyata ini lebih dari itu karena tidak hanya melembapkan kulit bayi yang kering juga dapat digunakan pada area wajah yang kerap kali terjadi iritasi kemerahan.
Krimnya cepat meresap dikulit walaupun ketika pemakaian terasa lengket namun tidak berlangsung lama dan sangat cocok untuk bayi yang memang kulitnya banyak lipatan-lipatan di area paha dan bagian atas tangan.


Cetaphil Baby Gentle Wash & Shampoo

Klaim :
Diperkaya dengan gliserol dan panthenol yang membersihkan sekaligus menjaga kehalusan rambut dan kelembapan pada kulit lembut bayi. 
Dengan formula hipoalergenik tanpa busa berlebih dan tidak pedih dimata. Membersihkan sekaligus meninggalkan aroma yang menyegarkan, dapat digunakan untuk bayi baru lahir sekalipun.
Kemasan :
Berbentuk tube, dibagian pinggir terdapat dot, tutup flip top.
Tekstur, Warna & Aroma :
Gel cair berwarna putih transparan dan aroma menyegarkan
Cara Pakai :
Tuangkan produk pada telapak tangan atau waslap secukupnya, kemudian oleskan ke tubuh dan rambut.
Harga :
Rp. 80.000-an/230 ml

Kesimpulan Setelah Pemakaian :
Aroma wangi yang ditinggalkan setelah penggunaan produk ini sangat enak dicium dan menurut saya wanginya bayi sekali. Selain itu saya juga sangat menyukai produk bayi dimana sampo juga sekaligus sabun karena lebih praktis ketika digunakan.
Seperti sampo dan sabun bayi pada umumnya, setelah penggunaan memang kulit bayi agak terasa licin, hal tersebut bukan karena ketika membilas kita kurang bersih namun karena adanya formula yang melembapkan untuk kulit bayi.


Perawatan untuk newborn memang agak sulit apalagi untuk para bunda yang baru memiliki bayi untuk pertama kalinya tentu masih bingung mau menggunakan yang mana karena cocok-cocokkan dengan kondisi kulitnya bayi.

 Untuk bunda-bunda yang ingin mencoba Cetaphil Baby semoga review ini dapat membantu yah dan tidak ragu lagi untuk mencoba produk Cetaphil Baby ini.

Untuk bunda yang sudah menggunakan Cetaphil Baby, berbagi ceritanya yuk di kolom komentar.


Kamis, 13 Oktober 2022

Staycation Di Hotel Ciputra Jakarta


Terakhir kali kami sekeluarga staycation pada bulan juni lalu ketika Zaidan berulang tahun yang ke 8, setelahnya kita tidak kemana-mana karena setelah masa persalinan saya mengikuti anjuran para orang tua untuk berada dirumah saja selama 40 hari.

Sabtu lalu (8/10) kami sekeluarga setaycation kembali, bertepatan dengan libur tanggal merah dan masa pingit setelah persalinan juga telah selesai saya jalani sekaligus ingin memberikan hadiah kepada Zaidan yang mendapat nilai bagus setelah ulangan tengah semester dan memenangkan lomba sholawat di sekolah.

Kali ini kami memilih staycation di Hotel Ciputra Grogol Jakarta Barat. Salah satu alasan saya memilih staycation disana karena sekaligus ingin makan disalah satu restoran yang telah lama ingin saya datangi yang berada di mall Ciputra yang tersambung dengan hotelnya.

Senangnya menginap di hotel yang seperti ini, kita tak perlu pusing dengan menu makan malam, tinggal keliling mall saja semua pilihan tersedia.

Review Lobby Hotel Ciputra

Sore hari sekitar jam 5, kami baru check in di hotel karena ternyata paksu tetap harus kekantor walau libur tanggal merah. Begitu tiba dihotel ketika akan turun dari mobil kok tidak ada bell boy atau security yang biasa ramah menyambut yah ? 

Hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya jadi agak membuat kami bingung karena seharusnya paksu mau drop saya dan anak-anak di lobby kemudian paksu lanjut mencari parkir tapi kepikiran barangnya siapa yang bawa masuk ke dalam.

Biasanya kalau ada security yang siaga kan mereka akan cekatan membawa trolly barang untuk membantu mempermudah tamu dengan bawaannya yang akan dibawa masuk kedalam hotel. 

Ditambah diluar hotel kondisinya hujan walau gerimis tapi jarak parkiran ke hotel cukup jauh, bisa lepek deh baju. Paksu ingin menanyakan tempat parkir kendaraan karena ini merupakan kedatangan pertama kali kami ke hotel jadi mau make sure untuk tempat parkirnya apakah campur dengan mall atau tidak karena kalau campur berarti tidak ada parkiran indoor.

Untungnya sore itu tidak ramai yang datang check in, sehingga kami menunggu saja didalam mobil hingga akhirnya datanglah bell boy hotel dan membantu kami membawakan koper-koper, stroller dan tas ransel.

Proses check in di resepsionis tidak memakan waktu lama dan tidak ada deposit uang juga. Area lobby hotel ini sangat luas terdapat banyak sekali kursi-kursi yang disediakan untuk tamu hotel yang menunggu atau mereka yang menikmati minuman yang dijual di cafe, selain itu terdapat tempat bermain anak juga disini.

Dari lobby inilah terdapat 2 pintu masuk menuju area mall, satu dekat resepsionis dan yang lainnya dibelakang cafe. Adanya kedua pintu masuk ini tidak mengganggu atau mengurangi rasa aman dan nyaman dihotel karena bila kita tamu hotel kita harus menggunakan kunci kamar untuk akses masuk kembali setelah keluar menuju mall.

Review Kamar Type Deluxe

Kali ini kami mendapatkan kamar dengan nomor 703, type kamar deluxe non smooking. Untuk masuk area kamar dalam penggunaan lift untuk naik harus menggunakan akses kartu yang juga berguna sebagai kunci kamar.

Untuk penggunaan kartu pada lift , setelah kita masuk ke dalam lift, kita harus memasukkan kartu sesaat kedalam sebuah lubang yang terdapat diatas angka-angka lalu baru kita dapat memilih angka lantai tujuan tanpa di sentuh.

Begitu sampai dilantai 7 saya mendapati hal yang menyenangkan karena ternyata kamar saya berada satu lantai dengan fasilitas kolam renang.

Namun tidak enaknya kamar kami tidak ada pemandangan yang memanjakan mata karena pemandangannya berupa bangunan gedung sebelah.

Baru kali ini saya mendapati area kamar yang seluruh lantainya dilapisi vinyl, memberi kesan kamar yang hangat dan terasa jadi seperti berada di kamar rumah saja.

Ukuran kamar cukup luas, dengan tempat tidur berukuran queen san seperti model kamar hotel pada umumnya, terdapat toilet disebelah kiri pintu masuk dan di sebelah kanannya terdapat lemari yang terdapat juga safety box, hair dryer dan telpon portable yang menempel pada dindingnya.

Menjadi satu bagian dengan lemari pakaian terdapat complimentary corner yang berisi kopi, gula dan teh lengkap dengan teko, cangkir dan piring kecil dan ice box.

Tepat didepan tempat tidur terdapat meja yang cukup besar muat untuk meletakkan 2 koper dan barang bawaan lainnya, lalu disebelahnya terdapat meja panjang yang serbaguna dapat dijadikan sebagai meja makan maupun meja kerja dan di dindingnya terdapat tv dengan pilihan chanel nasional dan internasional.

Pada sudut ruangan terdapat sofa santai dan sebuah meja bundar, yang menarik perhatian juga selain lantai vinyl adalah untuk tirai tidak menggunakan gorden melainkan menggunakan roller blind untuk menutup 3 kaca berukuran besar.

Untuk kamar mandi terlihat rapi dan bersih, terdapat dua pilihan shower kemudian perlengkapan kamar mandi tersedia lengkap termasuk 2 handuk besar dan 2 handuk kecil serta sebuah keset kaki.

Untuk harga kamar deluxe yang saya tempati tersebut saya membayar sebesar 550 ribu sudah termasuk dengan sarapan untuk 2 orang. Saya melakukan booking pada salah satu travel agent yang ada di instagram bisa dm saya di instagram @mayarumi untuk info travel agentnya yah.

Review Kolam Renang

Tak berlama-lama di dalam kamar setelah mengganti dengan pakaian renang kami segera mendatangi area kolom renang yang sore itu tampak ramai digunakan oleh para tamu mungkin karena baru saja hujan berhenti dan penggunaan kolam renang juga hanya sampai jam 7 malam saja.

Terdapat 2 kolam renang, untuk dewasa dengan kedalaman hingga 2 meter dan untuk anak-anak tersedia kolam dangkal, untuk ukuran kolam renang tidaklah terlalu besar.

Sambil menunggu paksu dan anak-anak berenang saya memilih duduk disalah satu kursi santai dan terdapat banyak sekali jenis tempat duduk lainnya bahkan terdapat gajebo juga.

Selain terdapat kolam renang dilantai 7 ini juga terdapat fasilitas lainnya yang disediakan seperti gym yang cukup lengkap alatnya, kemudian tempat spa serta kebun hydroponik yang agak tersembunyi karena terdapat di antara gym dan kolam renang.

Review Makanan Sarapan

Untuk sarapan dimulai pukul 7 hingga 10 pagi dan diadakan dilantai 2, tersedia pilihan yang sangat banyak serta beragam sekali, mulai dari makanan khas indonesia, american style hingga arabian food.

Untuk areanya cukup luas dan sepertinya di akhir pekan ini banyak sekali tamunya sehingga untuk sarapan juga dibukakan salah satu ruang meeting.

Setelah sarapan selesai, kami sekeluarga kembali menikmati fasilitas kolam renang hingga sejam sebelum waktunya check out.

Kesimpulan

Secara keseluruhan Hotel Ciputra merupakan hotel yang nyaman bahkan menurut saya kids friendly juga cuma yang saya sayangkan kaporit dikolam renang sangat tercium bau sekali, setahu saya kolam renang dengan kaporit yang tinggi selain dapat menyebabkan ruam pada kulit juga dapat dapat menyebabkan penyakit lainnya.

Para pegawai yang saya dan keluarga temui juga sangat ramah dan baik sekali pelayanannya. Fasilitas juga lengkap dan memuaskan terutama untuk makanan saat sarapan, selain pilihannya beragam para petugas juga tanggap mengisi makanan yang sudah kosong dan mengarahkan tamu untuk meja makannya dengan baik saat kondisi ramai.

Selain itu letak Hotel Ciputra sangat strategis, berada di persimpangan jalan sehingga mudah ditemui. Oiya saat kami datang tengah ada tamu yang menyelenggarakan pernikahan di salah satu ballroom-nya, selain itu juga terdapat beberapa ruang meeting yang disewakan.

Semoga lain waktu saya dan keluarga dapat menikmati pengalaman menginap kembali di Hotel Ciputra.