Seoul bukan hanya tentang gemerlap lampu neon Myeondong atau kemewahan Gangnam. Untuk para pecinta kuliner sejati, jiwa kota ini terletak pada gang-gang kecil yang menyajikan hidangan rumahan dengan hangat dan jujur.
Hari itu sabtu 15 November 2025, hampir jam makan siang ketika saya bersama rombongan tengah menyusuri jalan di Hapjeong-Dong, langkah kami cepat seperti saling merebut jalan. Kami akan mengunjungi sebuah restoran yang harus masuk culinary bucket list yaitu : Gosame.
Restoran Gosami terletak di kawasan yang sangat strategis namun tetap memiliki nuansa lokal yang kental. Dari kejauhan kita dapat melihat papan nama putih vertikal dengan logo ikan merah yang ikonik bertuliskan "GOSAME"
Lokasinya berada di sebuah jalan yang kontras, dimana bangunan-bangunan rendah yang tradisional bersanding dengan latar belakang gedung pencakar langit modern Seoul yang menjulang tinggi.
Fasad restoran sederhana tapi sangat menarik, dengan dinding bata merah yang memberikan kesan homey. Dibagian depan, terdapat jendela kaca besar dimana kita dapat mengintip ke dalam dapur dan disebelahnya adalah pintu masuk restoran.
Hal lain yang unik disini adanya sebuah papan tulis hitam tepat di depan pintu masuk dengan tulisan tangan yang tidak saya mengerti karena ditulis dengan hangeul, ada juga tulisan lain yang menyambut pengunjung dengan pesan "Be Happy".
Restoran ini kecil saja dan terbatas pada lahan parkir, mungkin hanya cukup untuk dua mobil yang terparkir, atau beberapa motor atau stroller, namun disini sepertinya banyak yang datang seperti saya dan rombongan menggunakan transportasi umum.
Begitu melangkah masuk ke dalam Gosame, kita akan langsung disambut oleh aroma harum ikan yang dipanggang diatas api terbuka, Salah satu hal mencolok yang mengejutkan adalah betapa inklusifnya tempat ini. Di dalam restoran, terlihat banyak wisatawan mancanegara, termasuk mereka yang seperti kami mengenakan hijab dan tengah menikmati hidangan dengan nyaman.
Salah satu alasan kuat saya dan rombongan memilih makan siang kami disini karena Gosame sudah tersertifikasi Halal dan mereka memajang informasi sertifikasi Halal di dindingnya. Hal ini juga yang menjadikannya destinasi favorit bagi komunitas muslim yang mencari makanan autentik Korea yang aman dan lezat.
Didalam restoran terlihat bersih dan suasananya kasual, hanya terdapat beberapa meja kayu yang disediakan untuk pengunjung yang dine-in, untungnya saat kami datang masih ada cukup meja untuk 9 orang. Dinding restoran lebih informatif daripada dekoratif, namun menyenangkan untuk dilihat.
Beberapa kali saya melihat adanya ojek online yang melakukan pick-up pesanan, sepertinya restoran ini juga ramai oleh orderan melalui aplikasi online, namun saya kurang tahu dengan aplikasi apa untuk melakukan pemesanan tersebut.
Daya tarik utama Gosame adalah dapur terbukanya, tidak benar-benar terbuka sih yah karena masih ada dinding kaca yang melapisi namun pengunjung dapat melihat secara langsung ketika koki yang terampil membolak-balik ikan mackerel diatas panggangan besar.
Sejujurnya saya tidak bisa makan ikan, sehingga saya tidak punya pengalaman memakan ikan mackerel disini namun saya menanyakan kepada teman yang menikmati hidangan ikan mackerel disini dan semua setuju bila rasanya juara.
Penggunaan api yang presisi memastikan kulit ikan menjadi sangat renyah, sementara daging didalamnya tetap lembut dan terasa juicy. Tidak ada bumbu yang berlebihan, semua terasa pas dan nyaman diperut, sepertinya koki membiarkan kesegaran bahan makanan berbicara sendiri.
Sebagai sebuah negara maju, sepertinya di Korea merupakan hal yang umum bila kita temukan sistem pemesanan digital canggih yang ada di meja makan para pengunjung namun buat saya hal tersebut tidak terlalu familiar dilihat, saya cukup terkejut sekaligus senang.
Apa itu kendala bahasa, pengunjung tidak perlu khawatir, tablet pemesanan mandiri tersebut mendukung penggunaan bahasa korea, Inggris, Jepang dan Mandarin dan sangat user friendly bahkan bila orang yang memesan seperti saya yang baru pertama kali datang ke Gosame.
Untuk pemesanan kita tinggal klik menu yang kita inginkan pada layar, menu makanan tidak terlalu banyak sehingga kita pun tidak bingung atau pusing memilih begitu juga dengan minumannya.
Sebenarnya setelah melakukan pemesanan makanan dan minuman kita dapat langsung melakukan pembayaran karena pada tablet pemesanan dibagian bawahnya sudah terdapat mesin pembaca kartu (IC Card) namun disini juga menerima pembayaran dengan uang cash dan seperti yang terinformasikan pada dinding restoran kita dapat memanggil pelayan untuk membantu melakukan pembayarannya.
Awalnya saya ragu untuk makan disini karena menu utamanya adalah ikan, sepeti yang saya sampaikan sebelumnya saya tidak makan ikan laut maupun ikan tawar, jadi rasanya akan sayang sekali bila kesini tapi tidak dapat menikmati menu utamanya.
Untungnya Gosame yang meskipun terkenal dengan ikan bakarnya tetap menawarkan menu pilihan lain yang tak kalah menarik dan enak dan sesuai dengan pengumanan menu yang kita pesan disini sudah termasuk dengan seporsi nasi putih.
Proses pemesanan hingga disajikan tidak terlalu memakan waktu, justru butuh waktu lebih lama untuk menikmati semua hidangannya.
- Grilled Mackerel - 14.000 KRW, menu utama yang wajib dicoba, ikan mackerel disini dipanggang hingga minyak alaminya keluar, memberikan rasa gurih yang kaya, kulitnya krispi tapi dagingnya juicy dan lembut.
- Beef Bulgogi - 12.000KRW, nah ini menu utama yang saya pesan untuk diri sendiri, disajikan dengan irisan irisan bawang bombay dan daun bawang, rasanya cenderung gurih dan sedikit manis, sesuai dengan lidah saya.
- Sup Tahu Pedas - 9000 KRW, untuk melengkapi menu kering yang kami pesan, sup tahu yang mengepulkan uap panas ini sangat cocok sekali. Apalagi ditambah dengan telur mentah yang dapat kita racik sendiri didalam sup.
- Stir-fried Squid - 13.000 KRW, untuk yang suka pedas harus coba pesan ini, cumi-cuminya empuk dan dibalut saus merah yang memiliki aroma smoky yang kuat.


Komentar
Posting Komentar
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca postingan ini dan meninggalkan jejak komentar yang baik, semua komentar akan di moderasi terlebih dahulu oleh penulis.