Rabu, 30 Juni 2021

Review The Grove Suites Kuningan, Kamarnya Luas Sekali



Minggu kemarin (19/6) kami sekeluarga staycation di salah satu hotel yang berada di daerah kuningan Jakarta,  tepatnya di kawasan rasuna epicentrum. Hotel bintang 5 ini adalah The Grove Suites by Grand Aston. Untuk yang baru pertama kali datang kesini, patokannya adalah mall epicentrum karena letaknya bersebelahan.

Staycation kali ini selain mengajak para sepupu zaidan dari adik saya, kami juga mengajak mbah uti dan sepupu zaidan dari ayahnya.Ramai sekali yang ikut, karena kami sekaligus merayakan ulang tahun Zaidan yang ke tujuh.



Seharusnya sekitar jam 9-an pagi kami sudah berangkat dari rumah, bukan karena jarak yang jauh , namun karena saya mendapatkan informasi dari reception (mbak nova) selama 2 hari weekend ini The Grove Suites by Grand Aston telah di booking untuk acara wedding sehingga kami tidak dapat menggunakan fasilitas kolam renang di waktu siang hingga sore hari.

Sebagai solusinya kami disarankan datang sebelum jam 12 karena setelah jam tersebut pool akan ditutup untuk umum karena akan ada dekorasi. Sayang sekali karena berbagai alasan kami justru tiba hanya 15 menit sebelum kolam ditutup.

 Akhirnya dengan baik hati di reception (mbak nova) memberikan kami early check in untuk satu kamar, sehingga jam 12.15 kami sudah dapat masuk kamar tanpa harus menunggu lebih lama lagi.

Ketika memasuki area The Grove Suites by Grand Aston terdapat dua pintu masuk, jangan salah pilih ya, pintu masuk hotel yang pertama atau perhatikan penanda arah informasinya, karena letaknya bersebelahan juga dengan apartemen. Untuk akses masuk ke area resepsionis kita akan diarahkan untuk berbelok kanan setelah melakukan pengecekan security.



Untuk area resepsionis memang agak jauh jalannya dari depan pintu masuk, kita akan melewati area restoran terlebih dahulu, namun tenang saja untuk bawaan koper yang banyak pihak hotel menyediakan trolly untuk kemudian akan dibawakan ke area resepsionis.

Area resepsionis tidak cukup luas karena adanya sekat dengan bagian lift untuk menuju kamar tamu, namun untuk area penerimaan tamu tersedia banyak sofa empuk dibagian kanan dan kirinya.








Review Kamar Tidur & Kamar Mandi

Sebelum memutuskan booking The Grove Suites by Grand Aston saya berkali-kali mengecek pilihan kamar hotel yang banyak sekali di rekomendasikan karena ukurannya yang luas sekali dan memang benar ketika kami memasuki kamar 201 yang kami dapatkan sesuai dengan ekspektasi.

Terdapat dua jenis pilihan untuk kamar, yaitu 1 bed room dan 2 bedroom, Yang menarik perhatian saya yang 1 bedroom karena Layout kamar di design dengan sangat unik, tidak seperti pada umumnya hotel. 

Begitu memasuki kamar yang berukuran 52 sqm dengan menggunakan kartu yang di tap di pintu kamar untuk akses masuknya., kita akan mendapati ruang tamu dengan sebuah sofa berukuran cukup besar dan sebuah meja yang di depannya terpasang sebuah tv dengan pilihan channel nasional dan internasional.






Kemudian ada pantry di sebelah kiri yang dilengkapi dengan lemari es kecil, microwave, coffee maker beserta kopi, teh dan gula dan juga terdapat kompor (yang untuk penggunaannya harus menginformasikan dahulu karena tidak dipasangkan gas).\

Selain itu disediakan juga alat makan berupa piring, mangkok, gelas, sendok dan garpu hingga alat-alat masak berupa penggorengan, sutil dan talenan. Terdapat juga area cuci piring jadi kalau berniat masak-masak disini jangan lupa bawa sabut pencuci piring dan cairan pembersihnya.








Dibelakang tv yang menghadap living room terdapat sekat pemisah ruangan dimana terdapat tempat tidur namun tanpa adanya pintu. sehingga nih untuk yang datang bersama anak-anak, mereka bisa main sepuasnya berlari berputar-putar di dalam kamar dengan lebih aman.

Di area kamar tidur terdapat meja kerja lengkap dengan kursinya, cocok juga bila yang datang kesini untuk wfh (work from hotel) kemudian ada lemari besar yang berisikan dua pasang bathrob berwarna putih, sandal-sandal hotel, setrika dan papannya, serta safety box dan laudry box.



Untuk kamar hotel dari beberapa kali staycation ini yang paling memuaskan secara ukuran yah, karena ada sedikit catatan minusnya nih ketika kami datang dan masuk ke kamar masih ada mbak petugas kebersihan yang tengah mengecek ruangan, mungkin final cek yah dan sayangnya adalah kamar masih tercium bau rokok.

Namun untungnya dari pihak hotel segera tanggap dengan keluhan saya tersebut sehingga dipasangkanlah air purifier sehingga dapat menghilangkan bau rokok yang kurang sedap tersebut di dalam ruangan.

Jadi tips saya untuk yang akan menginap disini dan membawa anak bisa informasi ke resepsionis terlebih dahulu mengenai ruangan non smooking agar tidak terjadi seperti saya.

Untuk kamar mandi, ukuran ruanganya tidak terlalu besar walaupun di dalamnya terdapat bathtub, selain itu tidak ada sekat juga dengan toilet duduk dan area wastafel sehingga agak bikin ribet nih kalau lagi ada yang mandi terus kita kebelet pup atau pipis.





Di dalam kamar mandi disediakan toiletris lengkap juga handuk sebanyak dua buah dan juga terdapat hair dryer dan kaca make up yang tertempel di dinding, saya nggak tahu namanya tapi saya suka sekali dengan keberadaan kaca seperti ini di area kamar mandi, memudahkan kalau sedang make up karena seperti kaca pembesar jadi bisa melihat area wajah dengan lebih dekat.


Review Kolam Renang dan Fasilitas Lainnya

Area kolam renang The Grove Suites by Grand Aston berada di lantai dasar. Terdapat dua kolam renang terpisah untuk orang dewasa dan anak-anak yang berbentuk bulat. Kedua kolam renang cukup besar dan di area kolam renang pun sangat menyenangkan sebenarnya. 

Namun ketika kami datang sedang ada kegiatan mendekorasi tempat resepsi sehingga kursi-kursi santai tidak disediakan, begitu juga untuk handuk renang. Untuk fasilitas di kolam renang juga tersedia toilet terpisah antara laki-laki dan perempuan selain itu juga terdapat tempat berbilas. 









Kolam renang ini juga dapat dilihat dari restoran tempat sarapan jadi kalau yang merasa kurang nyaman menjadi pemandangan orang yang tengah menikmati makanan lebih baik berenang di jam orang tidak ramai di restoran.

Fasilitas lain yang disediakan The Grove Suites by Grand Aston terdapat mushola di lantai 2, mushola cukup besar dan terpisah tempat solatnya untuk laki-laki dan perempuan, selain itu masih di lantai yang sama terdapat tempat gym juga, sayang saya tidak berkunjung masuk di kedua tempat tersebut.

Saran saya sebaiknya bila akan booking room di The Grove Suites by Grand Aston sebaiknya mengkonfirmasi untuk kolam renang, karena saya mendapat cerita juga dari teman bila saat kedatangannya pun kolam renang tidak dapat difungsikan karena adanya acara resepsi pernikahan.

Sehingga tidak mengalami kekecewaan karena tidak dapat menggunakan fasilitasnya, apalagi saat ini tengah pandemi juga ada beberapa kebijakan pemerintah yang memang melarang untuk dibukanya area kolam renang untuk umum.


Review Sarapan dan Restoran

Bagian restoran akan kita temui terlebih dahulu begitu kita memasuki area The Grove Suites by Grand Aston sebelum kita menuju meja resepsionis. Restoran yang difungsikan untuk sarapan ini cukup luas dan terbagi menjadi dua tempat. 

Namun sayangnya kami tidak dapat menikmati sarapan di restoran tersebut karena tengah dialih fungsikan sebagai wedding area. Sehingga sarapan pun di pindahkan ke aula apartemen yang berada gedung sebelah dari The Grove Suites by Grand Aston.



Untuk ukuran tempat makan cukup luas sehingga masih nyaman untuk kita makan, mengingat sekarang juga masih pandemi yah, kurangnya karena ini di dalam ruangan tanpa ada pemandangan jadi kurang berkesan kalau untuk saya pribadi.

Makanan yang disajian cukup banyak mulai dari egg station, bubur dan soto, berbagai pilihan makanan prasmanan, beraneka roti dan buah-buahan, puding dan juga minuman. Untuk rasanya menurut saya dan adik-adik serta mertua saya pun enak-enak, cocok dengan lidah kami.


Kesimpulan

Untuk pelayanan saya terkesan karena staf begitu ramah, sangat membantu dan cepat tanggap memberikan solusi pada permasalah yang kami hadapi sebagai tamu, selain itu mereka juga memberikan birthday cake untuk anak saya Zaidan sesuai dengan permintaan saya.

Yang tidak menyenangkan karena area kolam renang dan restoran yang tidak dapat difungsikan sehingga mengurangi kepuasaan para tamu yang datang. Terlebih saya membawa anak-anak yang memang bertujuan datang menginap di hotel adalah untuk menikmati kolam renang sepuasnya tanpa ada batasan waktu.

Untuk pemilihan kamar bagi tamu yang datang bersama keluarga sebaiknya di informasikan ketersediannya smooking dan non smooking sehingga tamu bisa dapat pilihan dan tidak dikecewakan ketika memasuki kamar yang ternyata masih berbau asap rokok.

The Grove Suites by Grand Aston, tetap saya rekomendasikan untuk di datangi bersama dengan keluarga apalagi yang membawa anak-anak usia dibawah 10 tahun yang tengah senang berlarian dan bermain, melakukan eksplorasi kemana-mana karena kamarnya beneran luas sekali.

Selain itu karena di sekitar The Grove Suites by Grand Aston juga terdapat mall, supermarket serta cafe yang memudahkan kita untuk membeli makan malam bila tidak ingin makan di dalam kamar. Akes jalannya juga mudah, bisa menggunakan google maps.

Untuk parkir kendaraan menjadi satu dengan epicentrum mall jadi jangan lupa untuk menginformasikan ke resepsionis untuk mendapatkan free parking.


Teman-teman sudah adakah yang pernah menginap di The Grove Suites by Grand Aston ? Boleh yah sharing ceritanya dan untuk teman-teman yang tengah mencari review tentang hotel The Grove Suites by Grand Aston ini semoga membantu yah.


Happy staycation.


Kamis, 17 Juni 2021

Rekomendasi Serial Jepang Tema Kuliner



Padahal sih nggak bisa masak dan sebenarnya nggak yang hobi kuliner banget juga tapi saya suka sekali menonton film dengan tema kuliner, yang nggak hanya menampilkan adegan makan-makan tapi juga ada masak-memasaknya.

Melihat seseorang memasak sesuatu, kemudian ada orang lain yang memakan masakan tersebut selalu ada kekaguman yang akan berakhir dengan seruan. "Ohhh begitu yah cara memasaknya". "Ohhh ternyata kalau di campur bumbu itu lebih enak deh rasanya". "Duhhh enak kalau bisa nyobain juga". "Woow bikin ngiler..."

Sejak beberapa bulan lalu berlangganan layanan media streaming digital saya jadi punya referensi tontonan baru nih, bukan drama korea tapi drama jepang. Seneng banget bisa menemukan drama serial ini, apalagi per tayangan durasinya kurang dari satu jam dan jumlah serialnya juga tidak banyak.

Sebelum membaca rekomendasinya, saya informasikan bila mungkin akan ada sedikit bocoran ceritanya disana dan disini jadi buat tim anti spoiler cukup baca judulnya saja kali yah dan langsung cari serial dramanya buat di tonton, hihihi. 


Samurai Gourmet
IMDB : 8.1/10

Bercerita tentang Takeshi (Naoto Takenaka) yang baru saja menjalani masa pensiunnya. Takeshi sudah berusia paruh baya ketika memulai masa pensiun setelah bekerja selama 35 tahun. 

Seperti halnya kebanyakan orang yang sudah pensiun, ia pun terkena post power syndrom kondisi dimana ia mengalami kebingungan ketika harus memulai kembali kehidupan baru. Setelah sebelumnya dalam waktu lama ia selalu mempunyai rutinitas lalu tiba-tiba ia berhenti dari aktivitas rutin tersebut.

Akhirnya suatu hari ia menemukan kehidupan lain yang ingin ia jalani yaitu dengan menikmati beragam makanan dari berbagai tempat mulai dari rumah makan kecil, lalu restoran atau cafe-cafe hingga jamuan mewah di hotel. Ia menemukan kesenangan lain disini yang dulu ketika ia masih aktif bekerja tidak dapat ia nikmati.



Yang menarik dalam setiap cerita yang terbagi menjadi 12 episode ini akan hadir seorang samurai. Samurai yang diperankan oleh Tetsuji Tamayama ini seperti refleksi lain dari seorang Takeshi yang tidak dapat ia tampilkan pada dunia nyata, jadi hanya seperti halusinasinya saja.

Selain di penuhi dengan beragam makanan yang sangat menggiurkan dalam setiap episode selalu ada nilai-nilai kehidupan yang dapat kita jadikan sebagai pembelajaran. Hampir semua episode di serial ini menjadi favorit saya, tapi satu yang paling favorit adalah di episode 8.

Sebenarnya serial ini sudah ada sejak tahun 2017 dan diangkat dari komik dengan judul yang sama. Cerita-ceritanya lebih banyak tentang keseharian kita, sehingga mudah untuk diikuti dan karena tidak ada masalah yang berat jadi menyenangkan untuk di tonton saat bersantai.

Informasi terbarunya, serial Samurai Gourmet ini akan ada season keduanya tapi masih tahun 2022 baru akan mulai tayang, saya sudah tidak sabar menunggunya.


Izakaya Bottakuri
IMDB : 8.2/10

Serial drama kedua merupakan cerita dari sebuah warung makan sederhana yang dikelola oleh dua bersaudari yang berbagi peran. Mereka adalah Mine (Moemi Katayama) sang kakak yang menjadi koki dan Kaoru (Sara Takatsuki) si adik yang menjadi pelayan.

Warung makan tersebut merupakan warisan dari kedua orang tua mereka, yang khusus menjual berbagai masakan rumahan khas jepang. Menu-menu yang ditawarkan juga di sesuaikan dengan musim yang tengah berlangsung dan beberapa menu kemudian di recook kembali dengan selera Mine sebagai koki.



Setiap cerita selalu menghadirkan seorang tamu dengan suatu permasalahan. Sehingga hampir seluruh cerita sebanyak 11 episode ini berlatar belakang di warung makan karena memang kebanyakan cerita berasal dari para pelanggan warung sejak masih ada orang tua mereka.

Yang menarik dalam cerita ini Mine sebagai koki tidak hanya pandai memasak namun juga mempunyai kemampuan yang memadai untuk memilihkan jenis sake bagi pengunjungnya, yang menyesuaikan dengan masakan yang mereka pesan ataupun dengan kondisi pengunjungnya yang sedang sedih, atau sebagainya.

Seperti serial drama sebelumnya, Izakaya Bottakuri juga diangkat dari komik dengan judul yang sama. namun yang berbeda pada serial drama ini ada sedikit sisi romance antara Mine dan pelanggannya, bisa ditemui di episode 5. Namun karena tidak menjadi cerita utama jadi hanya membuat saya penasaran saja dengan kelanjutan hubungan mereka.

Ada beberapa hal yang yang khas juga dari Izakaya Bottakuri salah satunya adalah backsound musiknya, sangat khas musik jepang dan kalau sudah pernah menonton Izakaya Bottakuri ini pasti ngeh deh kalau tiba-tiba mendengar sound musiknya.

Selain itu di setiap akhir cerita, penonton akan di informasikan mengenai cara pembuatan menu makanan yang disajikan ke pelanggannya dan juga informasi mengenai sake-sake enak yang di rekomendasikan.

Menonton serial drama ini kita tidak akan bosan walaupun sudah berulang kali, karena memang ceritanya ringan, lebih banyak kita melihat kegiatan Mine memasak atau pengunjung yang tengah menikmati makanan dan karena makanan yang disajikan sederhana mungkin akan ada keinginan kita untuk mencoba memasak juga dirumah.


Midnight Diner & Midnight Diner : Tokyo Stories
IMDB : 8.6/10

Ini serial drama jepang tema kuliner yang paling saya favoritkan. Bercerita tentang seorang chef yang dipanggil Master (Kaoru Kobayasi) oleh para pelanggannya, Master hanya membuka warung makannya pada tengah malam hingga jam 7 pagi. 

Untuk makanan yang Master sajikan sebenarnya ada satu menu yang selalu ia masak setiap hari namun para pelanggan diperbolehkan untuk memesan apapaun selama bahannya ada di dapurnya atau bila memang tidak ada bahannya, pengunjung yang datang boleh membawa sendiri lalu Master yang akan memasakannya.



Biasanya setiap episode akan ada seorang tamu yang membawa cerita yang berhubungan dengan satu masakan yang menjadi kesukaannya. Ceritanya bisa berbagai macam, mulai dari cerita yang ringan hingga yang berat dan ada beberapa cerita juga memang harusnya hanya di tonton untuk penonton dewasa usia 21 tahun keatas.

Yang paling menarik untuk saya adalah cerita-ceritanya terkadang sangat tidak terduga jadi daya tariknya tidak hanya dari masakan yang di masak oleh Master saja tapi juga dari cerita-cerita  yang disajikan. Beberapa cerita mungkin memang hanya dapat terjadi di Jepang, namun dengan begitu kita jadi tahu juga kebudayaan lain dari negera jepang.

Ditambah dengan interaksi antar sesama pelanggan yang karena sudah terlalu sering ke warung Master untuk makan mereka pun jadi seperti keluarga juga, Master pun menjamu mereka dengan masakan-masakan sesuai pesanan mereka yang sangat menerbitkan air liur.

Untuk serial Midnight Diner ini di angkat juga dari komik dan sekarang sudah ada 3 season, namun saya baru menonton 2 season saja dan ternyata sudah ada film layar lebarnya juga dan lagi-lagi saya juga belum menontonnya karena pemainnya yang menjadi Master juga berbeda dengan serialnya. 



Ada rekomendasi serial jepang bertema kuliner juga ? boleh yah rekomendasikan ke saya untuk di tonton, saya jadi senang menonton serial drama atau film seperti ini karena sangat menarik dan menyenangkan sekali menontonnya. 

Untuk teman-teman yang sudah menonton serial drama jepang diatas, bagaimana menurut kalian ? sharing dikolom komentar yah.


Sabtu, 12 Juni 2021

ZAIDAN : 7 TAHUN




Yaumul milad Zaidan, hari ini tanggal 12 juni 2021, tanpa terasa kamu sudah berusia 7 tahun. Pagi tadi kita ke sekolah kamu untuk mengukur pakaian sekolah yang akan kamu kenakan satu bulan lagi. Iya kamu sudah akan menjadi anak SD, rasanya bunda masih nggak percaya deh.

Dear Zaidan,

Dengan semakin besar kamu, bertambah usia membuat bunda semakin menyadari bunda (dan ayah) pun semakin menua. Bunda selalu ingat setiap kali bunda bilang bunda akan menjadi tua kamu akan bilang "aku nggak mau bunda jadi tua, karena nanti bunda akan meninggal"

Bunda merasakan cinta yang teramat besar tiap kali mengingat percakapan kita itu, betapa Zaidan sayang dan takut kehilangan bunda dan itu sangat menyentuh perasaan sekali, bunda menulis ini pun nggak tahan untuk menangis dan jadi inget kata-kata kamu yang lain "jangan nangis bun, nanti aku jadi sedih juga"


Mari kita cerita yang lain, tentang keusilan kamu ke ade Zeanissa. Kamu senang main sama ade tapi lama-lama kamu akan menjadi gemas sama ade dan akhirnya kamu membuat ade nangis deh. Namun bunda bangga sekali sama kaka sangat membantu bunda, terutama kalau bunda tengah bekerja dari rumah dan kamu mengajak ade main dirumah dan ade nggak lagi mengganggu bunda selama kerja.

Senang bunda kaka sudah bisa menjadi teman buat ade yang sering ajak main keluar rumah, jagain ade dengan baik juga, ade pun seneng banget kalau diajak main keluar sama kaka.

Seperti yang bunda bilang tadi, kamu tahun ini akan jadi anak sekolah dasar makanya tiap hari sama bunda dipaksa membaca buku agar kamu lebih lancar membaca dan walaupun setiap malam kamu terpaksa belajar membaca tapi tetap kamu baca buku-buku yang sudah belikan, banyak loh buku-buku kamu dan biasanya kamu memilih buku yang ceritanya cuma sedikit biar cepat selesai baca bukunya.

Sejak tahun lalu selain belajar membaca kamu juga sudah mulai les bahasa inggris di Humba, kamu belajar online via zoom karena sedang pandemi akibat virus corona. Nama guru kamu adalam miss tiara dan kamu punya 3 orang teman di kelas online kamu yaitu : abigail, sasha dan karl kk. 

Bunda nggak bisa bilang kamu suka banget sih ikutan kelas bahasa inggris ada kalanya kamu nggak sabar dan sangat bersemangat untuk belajar ketemu guru dan teman-teman kamu secara online tapi adakalnya kamu bilang "aku nggak mau les", namun seingat bunda kamu hanya pernah sekali saja tidak bisa ikutan kelasnya itupun karena sakit, bukan karena kamu malas.

Selama pandemi juga karena kamu belum masuk sekolah lagi setelah lulus tk tahun 2019, ayah dan bunda memasukkan kamu ke tempat les lainya yaitu di Bimba untuk kamu bisa terus belajar membaca berhitung dan menulis. Nama guru kamu adalah miss Upik. Untuk teman-teman karena kamu tidak pernah masuk kelas di jam yang sama jadi kamu nggak punya teman yang bunda tahu namanya.

Ada juga nih kamu ikutan les bahasa arab, tapi cuma dua bulan saja, karena kalau les bahasa arab ini kamu bener-bener malas-malasan dan mungkin yah alasan lainnya adalah nggak ada teman yang seumuran dengan kamu di kelas online, yang lain kaka-kakanya sudah lancar membaca karena sudah pada sd, akhirnya bunda hentikan les bahasa arab kamu karena kamunya juga nggak antusias buat belajar, tapi sekarang sudah mulai nanya-nanyain lagi.

Walau begitu kamu tetap belajar mengaji sama ayah setiap kali habis solat dan kadang kalau ayah lagi marah sama kamu karena nggak benar-benar mengajinya bisa lamaaa sekali sampai kamu ingin nangis karena sudah nggak sabar ingin main game di hp ayah.

Iya, kamu masih senang main game di hp ayah makanya selalu nungguin banget ayah pulang kerja karena cuma bisa main hp kalau ada ayah dirumah. Sebenarnya dirumah juga ada tab yang kamu pakai tapi dua tab bunda sudah rusak sama kamu, karena keseringan jatuh dan memang sudah lama juga jadi tab-nya sudah tua, hihihi.

Alhamdullilah tahun ini bisa beliin tab baru lagi sebagai tab pengganti yang sudah rusak, tapi kamu rebutan terus sama ade karena ade mulai ikut-ikutan main juga kalau sudah rebutan kamu akan bilang sama ade "together yah ade" hahaha tapi biasanya sih ade menolak dan marah-marah sama kamu kecuali kamu bilang ke ade "ade mau lihat meng, sini kaka cariin film meng"

Kamu sempat punya kucing tahun ini, tapi kucing yang dikasih nama sama ade MENG sudah mati jadi cuma dua bulan saja dirumah ada kucing. 

Usia 7 tahun ini yang paling bunda sebel sama kaka karena sekarang kaka jadi penakut sekali, entah kaka nih nonton apa sampe rasa takutnya bener-bener keterlaluan. Bunda sampai melarang kaka menonton apapun yang kemudian bikin kaka jadi tambah takut.

Teriring doa bunda untuk kaka, semoga di usia 7 tahun lebih rajin bangun pagi karena kalau sudah anak sd, sudah ada rutinitas setiap pagi, kaka sudah harus lebih dewasa. Semoga lebih rajin belajarnya karena kalau mau jadi hebat harus membiasakan rajin belajar dari kecil.

Bukan hanya rajin belajar saja, tapi juga harus lebih rajin ibadahnya, sholat sama mengajinya juga nggak boleh malas-malasan karena kalau kaka banyak mengingat ALLAH akan ada kasih sayangnya tanpa berbatas.



kiss kiss 
bunda, ayah dan ade

Minggu, 06 Juni 2021

Tips Membagi Waktu Ketika Tak Ada Yang Membantu



Sekitar tahun 2018 saya pernah datang menghadiri acara dengan bintang tamu mba Puty Puar. Untuk yang belum tahu, beliau adalah seorang ilustrator kenamaan, sudah banyak sekali karyanya yang mungkin tanpa kalian sadari sudah kalian lihat atau kalian gunakan.

Selain sebagai seorang ilustrator, ia juga seorang istri dan seorang ibu dengan satu anak balita. Untuk itu pada kesempatan tersebut saya pun memberikan pertanyaan untuknya terkait dengan pembagian waktu kerja di keseharian.

Yang menurut saya lumayan merepotkan harus berbagi banyak peran dalam satu waktu, apalagi sebagai ilustrator produktif ia pasti punya banyak deadline pekerjaan yang ketat.

Masih saya ingat dengan jelas, salah satu hal yang ia tidak kerjakan seorang diri adalah memasak dan urusan domestik rumah tangga lainnya. Bahagia saya menemukan orang lain dalam dunia nyata ini sama halnya dengan saya mba puty ternyata juga tidak bisa masak.

Jadi jalan terbaiknya bukan bagaimana membagi waktunya tapi menerima kenyataan kalau ibu yang bekerja bukanlah superwoman yang bisa melakukan segalanya sendirian dan ia pun memutuskan untuk mempekerjakan orang lain dirumah alias mempunyai asisten rumah tangga.

Tak serta merta melakukan yang mba puty lakukan yah, waktu itu saya masih merasa bisa menyelesaikan kerjaan rumah dan juga kantor dan mengurus anak serta suami, sombong bangetlah saya, nggak terima kenyataan kalau sebenernya sudah tak mampu untuk multiperan.

Namun dari situ saya mulai belajar menemukan prioritas bagi diri saya yang adalah keluarga (anak-anak dan suami) dan kerja, bukan mengurus rumah dan segala isinya.

Barulah akhirnya setelah saya punya dua anak dan berdiskusi sama pak suami saya pun merekrut seorang mbak art untuk membantu saya, terangkatlah kelelahan yang selama ini saya derita tapi tak saya anggap serius.

Hingga akhirnya di tahun lalu saya paling merasakan sekali terbantu dengan adanya mba asisten rumah tangga dirumah selama ini, terlebih lagi dengan kondisi harus work from home, padahal saya juga nggak ada mba pengasuh untuk Zeanissa seperti dulu waktu Zaidan kecil.

Masalah barunya pun datang ketika menyambut hari raya lebaran tahun 2021 ini, mba asisten rumah tangga memutuskan untuk mudik. Berangkatlah ia pulang ke kampung halaman sejak tanggal 6 mei dan baru kembali ke Jakarta di tanggal 20 mei atau seminggu setelahnya.

Namun karena sekarang masih pandemi corona, saya pun meminta mba art untuk baru mulai kembali kerja di awal bulan juni ini, agar ia dan keluarga bisa melaksanakan isolasi mandiri dahulu seperti yang di himbaukan oleh pemerintah.

Tiga minggu tanpa art rasanya hidup berantakan sekali, kondisi rumah sih yang nggak ada rapinya, malah kadang nggak ada waktu buat bersih-bersih juga. Untungnya pak suami nggak pernah komplain dan sebelum hal tersebut terjadi saya buatlah jadwal kerja agar kondisi rumah lebih nyaman terkendali.

Lah ternyata nggak semudah itu bun, susah sekali mengikuti jadwal yang sudah dibuat karena ada si biang kerok yang susah banget saya lepaskan, karena sudah menjadi kebiasaan yang kerap kali saya lakukan selama ini, yaitu :

1. Jangan pegang Hp melulu

Ini masalah sekali buat saya yang kerjaannya ada di hp, karena sebentar-sebentar harus cek wa di hp. Akhirnya malah jadi cek yang lain, instagram-lah, tiktok-lah netflix-lah, tokped-lah, youtube-lah. Semua social media yang terinstal di handphone adalah yang paling sering menjadi distraksi untuk saya bisa menyelesaikan satu saja pekerjaan rumah tangga.

Rencana awal sebelum mulai kerja mengecek handphone sebentar saja eh tanpa terasa sudah sejam dong, lah padahal kalau sejam kan seharusnya sudah bisa selesai mencuci baju sampai jemur-jemur juga, atau bisa selesai menyapu dan mengepel seisi rumah.

Akhirnya saya tegaskan ke diri sendiri hanya pegang hp paling cepat sejam sekali selama 10 menit dan cuma buka aplikasi yang paling penting yaitu wa dan email untuk cek pekerjaan kalau memang hari kerja. 

Untuk hari libur bisa lebih santai tapiii saya dahulukan selesaikan pekerjaan rumah dulu baru setelah itu bisa santai dengan main hp.

Terlalu sering membuka hp juga nggak bikin kerja saya jadi lebih produktif selama dirumah, yang ada malah seringnya adalah lupa tadi mau mengerjakan apa atau lupa harusnya sudah menyelesaikan karena ditinggal malah jadi nggak kelar-kelar. 

2. Jangan malas gerak

Salah satu pemicu malas gerak saya adalah anak-anak. Punya anak satu dan punya anak dua ternyata beda sekali rasanya, apalagi yang sekarang punya anak seusia seperti Zeanissa yang baru mau dua tahun. Bundanya sudah siap-siap mau aktivitas mengerjakan entah itu kerjaan rumah atau kantor.

Anaknya malah minta asi, dipaksa pula bundanya ini untuk tiduran nggak mau dia kalau sambil duduk. Jadilah bundanya rebahan dan akhirnya jadi kebablasan malah ketiduran. Selesai sama adiknya, kakanya minta diladeni juga salah satunya mengerjakan pr yang harus ditemani padahal sudah bisa sendiri.

Jadilah pekerjaan rumah nggak ada yang kepegang dan pekerjaan-pekerjaan kantor nggak selesai, lama-lama jadi malas gerak deh seharian.

Jalan keluarnya adalah membuat jadwal yang realistis, jangan bikin jadwal yang membuat kita kewalahan sendiri untuk bisa menyelesaikannya, jadi jangan tipu diri sendiri yah bun.

Kemampuan saya menyelesaikan pekerjaan rumah selama tidak ada mba art adalah 2 hari sekali mencuci dan 3-4 hari sekali mensetrika, agar tidak jadi tumpukan yang makin membuat malas dan buat saya yang paling penting adalah mensetrika pakaian kerja suami dan anak, karena kalau pakaian sendiri bisa di setrika sesaat sebelum pergi.

Untuk cuci piring saya lakukan setiap kali selesai makan, baik itu untuk saya, maupun untuk anak dan suami, pokoknya jangan sampai ada tumpukan piring menunggu dicuci, karena kalau sudah menumpuk malah jadi makin malas.

Untuk menyapu dan mengepel ini juga susah untuk tidak dikerjakan setiap hari, karena dengan kehadiran dua anak dirumah sudah pasti rumah lebih sering berantakan dan kotor, entah itu setelah mereka makan maupun setelah mereka main.

Untungnya Zaidan sudah bisa diminta tolong untuk beres-beres jadi saya masih bisa menyapu dan mengepel secara kilat saja, yang penting lantai tidak lengket atau ngeres saat di injak, jadi masih bisa dilakukan sehari sekali saja.

Intinya kalau saya agar tidak bablas malas gerak, kalau anaknya lagi aktif dan sibuk dengan dunianya sendiri, bundanya juga harus aktif berkegiatan entah itu menyelesaikan urusan rumah tangga atau menyelesaikan tugas kantor.

Terusss masaknya gimana bun ? lebih sering beli bun di gofood atau di rumah makan padang atau yang lainnya, emang jadi jarang masak buat saya dan pak suami, kalau buat zaidan dan zeanissa masak yang instan saja seperti sosis, nuget, telor, mie dan kebetulan untuk Zaidan emang makannya itu-itu saja sementara Zeanissa bisa ikutan makan dengan lauk yang saya dan pak suami makan.

3. Jangan nonton drama korea

Kalau saya lagi suka sekali sama satu drama korea yang bukan sedang tayang running yah, karena kalau running kan harus nunggu seminggu jadi nggak masalah. Jadi kalau lagi tidak ada mba begini saya pastiin untuk tidak menonton drakor dulu. Begitu mulai nonton drakor udah deh buyar semua jadwal lainnya.

Ini seringnya saya yah bun, sudah tahu sulit untuk menghentikan nonton drama korea malah sengaja mencari rekomendasi dari bunda lainnya, bikin penyakit malas malah makin naik level kan. 

Untuk menjaga biar nggak nonton, kalau saya sih cukup dengan nggak membuka aplikasi menonton berbayar di hp (atau di laptop) tanpa harus melakukan uninstal aplikasinya di hp. Biar nggak buka aplikasi-aplikasi tersebut biasanya saya pindahkan ke dalam folder yang jarang sekali saya buka atau jangan ditaruh di halaman depan hp.

Yang membantu juga adalah sementara unfollow saja socia media aplikasi menonton berbayar tujuannya agar kita tidak tahu kalau akan ada drama korea terbaru karena sering kan tuh justru dari sosmed kita teracun untuk menonton karena penasaran dengan kelanjutan ceritanya.

Nggak cuma drama korea juga yah, serial lain di aplikasi berbayar juga banyak yang bagus, pokoknya jangan cari-cari tahu atau minta rekomendasi film terbaru yang seru sama teman.

Top three tips saya sih itu saja selama hampir sebulan lalu ditinggal sama mba art, namun ada satu tambahan lagi nih dari saya agar kita tidak menjadi bundazila selama waktu tersebut yaitu : 

Jangan sungkan minta bantu pak suami

Siapa disini yang masih merasa pekerjaan rumah tangga adalah pekerjaan perempuan ? jangan lagi yah bun merasa demikian. Berumah tangga kan ada istri dan suami, jadi kalau ada pekerjaan rumah tangga yah sudah seharusnya bisa di selesaikan sama-sama juga.

... Tapi pak suami kan kerja, mana ada waktu buat bantuain pekerjaan rumah tangga ?. Kalau nggak bisa bantuin bukan berarti nggak ada waktu. Kalau saya pak suami tuh paling nggak bisa nyapu, ngepel, cuci piring, cuci baju tapiii bisa banget di andalkan untuk masak dan jagain anak.

Jadi yah saya andalkan kemampuannya pak suami di dua hal tersebut saja, yang lainnya memang saya sendiri yang kerjakan, tapiii pak suami masih bisa tuh diminta tolongkan angkat dan jemurkan pakaian, rapiin cucian piring ke rak, beresin mainan anak-anak sebelum saya menyapu atau merapikan kembali beberapa barang setelah saya mengepel.

Yang ringan-ringan saja kalau kita merasa terbantu dengan kehadiran suami juga meringankan beban loh bun, yang penting kita jangan sungkan apalagi gengsi minta di bantuin, karena pak suami itu kebanyakan nggak peka sama keingingan istrinya, jadi harus diomongin.

Alhamdullilah art saya nggak ada drama apapun setelah hari raya, sudah kembali kerja seperti sebelumnya. Sekarang pun kondisi rumah sudah kondusif kembali baik itu kerapian maupun kebersihannya.

Bagaimana dengan bunda lainnya nih, ada punya cerita apa setelah hari raya tentang art, terutama yang menjadi working mom ? sharing yuk bun di kolom komentar.

Rabu, 02 Juni 2021

Review N'PURE Marigold Series Skin Care Anti Aging Lokal




Sejak awal tahun 2021 ini saya mulai mencoba beberapa produk skin care lokal, salah satunya yang tengah saya gunakan hingga lebih dari 3 bulan ini adalah N'PURE Marigold Series yang terdiri dari 3 produk yaitu : Marigold Deep Cleansing Foaming Face Wash, Marigold Anti-Aging Face Toner dan Marigold Anti-Aging Serum

Ketertarikan untuk menggunakan produk-produk tersebut tidak hanya karena memang ingin memberikan support pada local brand namun juga karena produk-produk ini memang sesuai dengan kebutuhan saya untuk menggunakan skin care yang series anti-aging.

Produk-produk N'PURE sebenarnya telah ada sejak tahun 2017 lalu, namun saya baru tahu sekarang. Melihat dari website resminya, N'PURE merupakan produk yang sangat memperhatikan kandungan alami pada setiap produknya.

Selain itu juga yang membuat saya bangga akan produk lokal ini karena semaksimal mungkin mereka memilih bahan baku alami yang berasal dari Indonesia dan makin jatuh cinta karena ditambah klaim pada semua produknya N'PURE yaitu : 
  1. BPOM & Halal
  2. Dermatologically tested
  3. Non toxic ingredients 
  4. Paraben free
  5. Alcohol free
  6. Mineral oil free
  7. SLS free

Marigold Deep Cleansing Foaming Face Wash

Yang paling menarik dari Marigold Deep Cleansing Foaming Face Wash tentu saja keberadaan aplikator berupa sikat pembersih yang terbuat dari karet silikon. Setelah menggunakan pertama kali langsung suka sekali karena tidak terasa kasar dan wajah benar-benar bersih maksimal.





Di keseharian untuk kekantor saya memakai make up untuk area mata yang terdiri dari, eyeshadow dan eyeliner dan biasanya harus ekstra untuk membersihkannya dengan menggunakan micellar water terlebih dahulu sebelum membersihkan wajah dengan face wash.

Namun sejak pakai Marigold Deep Cleansing Foaming Face Wash saya tidak perlu lagi micellar water, benar-benar membersihkan kotoran di wajah hingga ke pori-pori.

Cara penggunaannya pun mudah sekali, kita cukup menekan pada bagian pump secara perlahan hingga keluar busa lalu kita aplikasikan secara menyeluruh pada wajah dengan pijatan lembut lalu setelahnya bilas dengan air bersih.

Setelah penggunaan Marigold Deep Cleansing Foaming Face Wash wajah saya tidak terasa kering ataupun menjadi terasa licin. Mengutip informasi pada kemasannya formulanya terdiri dari : extract kelopak bunga marigold, laminaria digitata, gold, collagen dan niacinamide. 

Setiap kemasan Marigold Deep Cleansing Foaming Face Wash berisi 100 ml dan sayangnya hanya ada satu ukuran untuk saat ini, namun masih travel friendly karena kemasan terbuat dari plastik dan pada bagian brush terdapat penutup yang menjaga keamasan isi dan tetap higenis. 

Lalu untuk wanginya sangat nyaman di hidung dan Marigold Deep Cleansing Foaming face wash ini juga cocok untuk semua jenis kulit, termasuk kulit sensitif dan yang paling penting aman digunakan baik oleh ibu hamil maupun ibu menyusui.

Harga : 129k


Marigold Anti-Aging Face Toner

Yang paling saya suka dari Marigold Anti-Aging Face Toner ini wanginya yang enak sekali, dikemas dalam botol kaca dengan tutup ulirnya bermotif kayu, dengan ukuran yang besar berisi 120 ml cairan yang terkandung juga petikan bunga marigold membuat saya tiap kali memakainya ingin menuang banyak-banyak.






Formula Marigold Anti-Aging Face Toner tidak jauh berbeda dengan foaming face wash yaitu : extract kelopak bunga marigold ditambah dengan kandungan laminaria digitata, gold, aloe vera, collagen dan niacinamide.

Sehingga kasiat Marigold Anti-Aging Face Toner selain melembabkan juga menjadi anti inflamasi. Selain itu juga menjaga keremajaan kulit, menyegarkan dan membuat kulit wajah lebih lembut dan halus dengan penggunaan secara rutin setiap hari.

Untuk cara penggunaan bisa dilakukan dengan dua cara yaitu, tuang langsung ke telapak tangan lalu tepuk perlahan ke wajah atau tuang ke kapas dan ratakan ke seluruh wajah, walau berbeda cara pemakaian, namun efek setelah pemakaian tetap sama kok.

Harga : 175k

Marigold Anti-Aging Serum

Rangkaian penutup dari N'PURE Marigold Series, biasanya saya menggunakan Marigold Anti-Aging Serum pagi dan malam hari cukup 3 tetes saja yang saya sebar di area pipi kanan dan kiri serta di bagian dahi, lalu saya ratakan dengan pijatan lembut hingga ke bagian leher hingga terserap.





Fungsi utama dari Marigold Anti-Aging Serum adalah untuk membuat kulit menua menjadi lebih baik dengan kandungan utama bunga marigold, laminaria digitata, gold, hyaluronic acid, collagen dan niacinamide.

Untuk jangka panjang klaimnya selain melembabkan dan menghidrasi kulit juga dapat mencegah penuaan dini, menyamarkan kerutan, garis halus, noda hitam dan menghaluskan kulit.

Kemasan produk dari botol kaca yang dibagian pangkalnya bermotif kayu dan dengan tutup berpipet menurut saya untuk kemasan produk N'PURE Marigold Series sangat memudahkan untuk penakaran penggunaan.

Setiap kemasan Marigold Anti-Aging Serum berisi cairan bening sebanyak15 ml. Setelah penggunaan biasanya saya merasakan kulit yang lembab tapi tidak becek, namun memang agak butuh waktu agar serum meresap ke dalam kulit wajah dengan sempurna.

Harga : 199k


Kesimpulan
Untuk packaging N'PURE Marigold Series ini sangat elegant dan berkesan mewah, terutama untuk face serum dan face toner. Sementara untuk foaming face wash dengan adanya aplikator sikat yang tidak umum juga menjadi daya tarik sendiri apalagi dengan hasilnya yang dapat membersihkan secara lebih maksimal.

Untuk harga N'PURE Marigold Series memang lebih mahal daripada skincare merkl lokal lainnya, namun menurut saya masih sesuai dengan kwalitas produk-produk yang diberikan. Untuk mensiasati harga tersebut biasanya saya membeli di official store yang ada di market place ketika sedang ada flash sale, masih bisa dapat diskon hingga setengah harga.

Untuk pembelian secara online N'PURE Marigold Series produk selalu tersedia dan juga cukup cepat di prosesnya, selain juga packingnya sangat aman dengan kardus dan tambahan bubble wrap, walaupun hanya membeli face serum yang ukurannya tidak besar.


Untuk efek setelah pemakaian setelah lebih dari 3 bulan memang masih belum maksimal yah, apalagi untuk mencerahkan, namun saya merasakan kulit wajah yang lebih moist. lebih lembut dan terutama untuk penggunaan make up lebih terasa menempel dengan baik di wajah.


Ada yang sudah pakai juga untuk N'PURE Marigold Series ini atau mau coba pakai juga seperti saya, sharing yuk di kolom komentar.