Tanpa terasa 6 tahun sudah saya bekerja dikantor yang sekarang. Kantor terawet dari yang sebelumnya dan mungkin juga akan jadi kantor yang terakhir, mengingat umur yang tak lagi bisa seenaknya buat resign untuk pindah ke kantor baru, lagian selama waktu tersebut yang sudah setengah dekade loh, ada hal yang paling berkesan buat saya, membuat saya bertahan dan selalu saya nantikan setiap tahun.

Sebagai karyawan yang bekerja di sebuah perusahaan banyak hal kalau menurut saya yang membuat kita bertahan bertahun-tahun. Tercukupi secara finansial sudah yang paling penting seperti gaji (lebih dari) cukup yang diterima secara bulanan, thr (yang ngarepnya 2 kali gaji pokok) ketika hari raya tiba plus bonus tahunan (yang lagi-lagi ngarepnya 10 kali lipat). Kalau buat saya sendiri selain tercukupinya finansial juga karena kantor secara rutin memberikan juga apresiasi yang bertujuan untuk memotivasi kerja karyawan.

Nah yang terakhir ini yang selalu bikin penasaran buat saya dan teman-teman sekantor karena walaupun sudah tahu bentuk apresiasinya berupa hp, tepatnya hp samsung tapi kita gak pernah tahu hp Samsung type apakah yang akan kita dapat tahun ini?!

Flashback dulu nih, hp Samsung pertama yang saya dapat adalah Samsung Galaxy Tab 2, di tahun 2013 dan sekarang sudah 5 tahun hpnya masih awet dong walaupun fungsinnya tak lagi sebagai hp (untuk nelpon, chat atau sosmed) karena hanya di pakai sama zaidan anak saya buat nonton youtube.



Tahun berikutnya di 2014 saya dapat hp Samsung Galaxy Note 3. Duh ini pada masanya hp yang keren banget karena punya pulpen stylus dan yang bikin exclusive sampai sekarang adalah cover originalnya dong berbahan kulit berwarna putih, sekarang hp tersebut penggunaannya sudah saya turunkan ke ayah saya.



Ditahun 2015, saya dapat hp Samsung Galaxy A3, seingat saya ini adalah hp pertama dari Samsung yang mempunyai dual sim. HP ini dipakai sama pak suami yang sayangnya sekarang hpnya sudah mati total akibat berkali-kali dibikin jatuh sama anak. hiks.

Ditahun 2016, untuk pertama kalinya dapat hp Samsung type S, duh seneng banget bisa punya salah satu hp Samsung type termahal yaitu Samsung Galaxy S6 yang sampe sekarang masih saya gunakan.



Tahun 2017 dari kantor memberikan hp Samsung Galaxy A5, karena hp sebelumnya masih ok banget saya jual deh hpnya, hehehe.

Bertahun-tahun pakai hp Samsung walau ganti-ganti type akhirnya sekarang jadi racun buat diri sendiri nggak bisa kelain hati lagi deh dan yang paling saya favorit dari hp Samsung adalah kameranya.

Jadi inget deh awal-awal punya hp Samsung Galaxy Note 3 atau Samsung Galaxy S6, tiap kali ada moment foto bersama dan saya pakai hp tersebut pasti akan ada pertanyaan "ih kok cakep sih fotonya, hp apa nih may ?" akhirnya temen-temen yang sudah tahu hp kamera saya mumpuni banget jadi favorit lah untuk dipakai foto-foto selalu deh ada permintaan "eh fotonya pake hp maya aja"

Tahun 2018 sudah akan berakhir, namun hingga kini belum ada lagi tanda-tanda dari kantor akan ada program apresiasi membuat saya sama temen sekantor jadi harap-harap cemas karena sudah mau tutup tahun tapi kok hp Samsung terbaru belum juga di tangan.



Apalagi pada 11 Oktober 2018 di Kuala Lumpur, Malaysia dengan tajuk "A Galaxy Event" Samsung telah meluncurkan Samsung Galaxy dengan 3 kamera belakang yaitu Samsung Galaxy A7 dan Samsung Galaxy A9 dengan 4 kamera.

Sehari kemudian dari tanggal 12-19 Oktober 2018 disusul dengan pejualan pre-order seharga 4,5 juta saja untuk Samsung Galaxy A7, harganya terjangkau banget bikin makin mupeng dan tangan gatel buat kotak-katik, nih dia penampakan hpnya.



Melihat pilihan varian warnanya saja sudah bikin jatuh cinta, sebenarnya ada 4 warna yang ditawarkan yaitu : blue, black, gold dan pink, pasti sudah tahulah warna yang saya pingin, hihihi... pink dong, belum pernah punya hp dengan warna gilry begitu. Saking penasaran  sama hp ini jadi rajin nonton video di youtube Samsung Indonesia dan juga unboxing review dari para youtuber yang sudah bisa menikmati hp teranyar dari samsung ini.

Seperti yang telah saya utarakan sebelumnya, saya suka banget sama hp Samsung karena kamera yang dimilikinya. Sudah membuktikan sendiri, berkali-kali punya hp samsung kameranya nggak pernah mengecewakan selalu bisa di andalkan untuk merekam banyak moment dengan hasil gambar yang lebih baik.

Jadi yah spesifikasi hp Samsung Galaxy A7 yang paling jos gandos adalah adanya 3 kamera utama pada bagian belakang hp yang tersusun secara vertikal dengan fungsi berbeda-beda, yaitu :


  • Kamera pertamanya memiliki sensor 8 megapixsel dengan lensa ultra wide angle hingga 120 derajat, sehingga pengguna bisa membidik foto dengan bentang seluas sudut pandang mata manuasi. Cocok banget nih kalau kita suka foto-foto landscape, jadi bisa dapat angle secara keseluruhan, contohnya seperti dibawah ini nih.


  • Kamera kedua dan ketiga masing-masing memiliki sensor 24 megapixel, hanya saja fungsinya berbeda. Kamera kedua memakai lensa Depth untuk menghasilkan foto bokeh yang mumpuni.
  • Sementara kamera ketiga lebih fokus untuk mengatasi permasalahan pencahayaan pada kondisi minim cahaya (lowlight) jadi kamera ketiga ini mampu menggabungkan empat pixel menjadi satu pixel untuk saluran cahaya maksimal. Nah berikut foto perbandingan dengan kamera pertama, tsantikkk banget deh hasilnya.


Tambahannya lagi kameranya ini memiliki "scene optimizer" yang bisa menahan goyangan atau guncangan dan mampu mengkategorikan subyek foto dan mengatur warna dan kontras untuk mengoptimalkan hasil foto seketika.

Walaupun saya bukan orang yang pede banget dengan berfoto selfie namun kadang yah perlu juga terutama buat saya sebagai ibu-ibu nih yang harus laporan sama pak suami kalau lagi pergi berdua saja sama anak. Kamera depannya bisa banget di andalkan dengan dengan kamera 24 megapixel ada led flash, ada efek fokus yang bikin foto jadi bokeh dannn ada pro lighting untuk mendapatkan pencahayaan serupa studio professional. *tahan nafas*

Dengan fungsi kamera yang weowe dari hp Samsung Galaxy A7 ini, jadi ingat kejadian beberapa waktu lalu, ketika jalan-jalan awal tahun ini ke museum angkut di malang, yang menurut saya adalah salah satu museum instagramable, tentu saja saya ingin punya banyak foto kenangan selama berada disana, untuk itu saya membawa kamera mirrorless ternyata tidak diperbolehkan masuk dong ke dalam area museum dan kita dikenakan biaya tambahan bila tetap ingin membawa masuk kamera kita jadi kita hanya boleh berfoto sepuasnya dengan menggunakan kamera hp.

Berharap kejadian tersebut tidak berulang lagi yah ketika travelling berikutnya, jadi tambah ingin punya hp Samsung Galaxy A7 2018 ini kan ?! cause one reason with triple rear camera, i can make ordinary photo become extra ordinary, and i can start to capture life differently.



Bukan smartphone dari Samsung bila hanya memberikan sebuah kejutan saja, pada Samsung Galaxy A7 yang berjalan dengan Android Oreo 8.0 dengan pilihan RAM dan memori yang bisa kita pilih yaitu 4GB/64GB, 4G/128GB dan 6GB/128GB plus disediakan juga slot microSD untuk menambah memori hingga 512GB. *puas bangetlah buat foto-foto dan videon terus ini mah*



Hayo, jadi pada pengen juga nggak punya hp Samsung Galaxy 7 ini ???

Kalau saya sih harapan langsung melambung tinggi, semoga dapat hp ini dari kantor, bantu aminkan yah teman-teman tapi juga jadi dilema karena makin nggak sabar kepengen punya, jadinya... apa langsung ke Samsung Store terdekat aja yah buat beli, karena dari tanggal 24 Oktober 2018 lalu sudah bisa kita dapatkan loh...







loph,
Maya Rumi


Beberapa tahun lalu antara tahun 2008 hingga 2009 saya pernah bekerja pada sebuah perusahaan perbankan. Tak cocok sepertinya, karena cukuplah 2 tahun berada disana lalu saya resign, tak hanya berpindah kantor namun juga berpindah bidang kerja dari perbankan ke otomotif, nah yang terakhir ini ternyata awet hingga hari ini.


Tak cocok dengan kantornya, tapi saya cocok dengan teman-teman yang menjadi rekan kerja disana, salah satunya dengan yang telah memberikan nama baru untuk saya menjadi Maya Rumi.



Sebenarnya nama panggilan Maya Rumi bermula, dikarenakan oleh diri saya sendiri, jadi ceritanya saya tuh senang sekali memanggil nama teman saya ini berbeda dengan teman yang lain dikantor dan saya memanggil namanya dengan mengeja hurufnya dan ia tak suka dengan hal tersebut, akhirnya dibalaslah dengan ia menyingkat nama saya.



Sehingga kemudian teman-teman lain dikantor ikutan memanggil dengan nama tersebut dan saya pun lebih sering di sapa dan dikenal dengan Maya Rumi. Saya yang awalnya kesal karena merasa panggilan tersebut sebagai ledekan menjadi biasa dan menerimanya, toh saya pikir tidak berkonotasi negative juga.



Pada akhirnya nama Maya Rumi pun saya gunakan untuk menyamakan identitas pada media sosial milik saya seperti Fb, Twitter, Instagram, youtube dan email yang saya miliki.



Barulah kemudian ketika saya mempunyai blog di tahun 2011, saya pun memutuskan untuk menggunakan nama tersebut dengan alasan sederhana saja, namanya singkat, unik dan mudah di ingat. Sebenernya sih ingin punya nama pena untuk blog, namun makin dipikirin kok sepertinya nggak juga menemukan yang cocok, nggak sreg deh pokoknya.



Hingga akhirnya saya menyadari kenapa harus susah nyari nama lagi, kan saya sudah punya 'branding' nama yang memang cocok digunakan di dunia maya dan karena blog ini kan bersifat personal, isinya bercerita tentang saya dengan berbagai dinamika kehidupan yang tengah saya jalani, jadi agar dapat menunjukkan siapa penulis blog dan memudahkan pembaca mengingat penulis blog ini ataupun mencarinya, saya pun akhirnya mantap memakai nama blog : www.mayarumi.com



Kalau kamu punya blog maunya pakai nama sendiri atau pakai nama Pena ?, let me know, sharing di kolom komen yah




6 tahun lalu fashion hijab mulai bergejolak di Indonesia, dipelopori oleh perempuan-perempuan muda dengan tampilan hijabnya yang begitu mempesona memikat hati, merekalah Hijabers Community (HC)


Salah satu anggotanya yang kini pasti kalian kenal adalah Dian Pelangi, dari banyaknya pendiri HC buat saya pribadi Dian Pelangi-lah yang begitu saya sukai. Saya terkesan dengan caranya mempadu padankan hijab dengan pakaian, cantik dan enak dipandang kalau menurut saya.





Masih teringat trend berhijab saat tahun 2011 itu, yaitu berbagai kreasi pashmina yang di lilit hingga kemudian dikenal istilah tutorial hijab. Saya yang baru mulai berhijab pun terbawa dengan trend tersebut hingga awal tahun ini setelah saya umroh, saya perlahan tak lagi menggunakan pashmina kembali mengenakan hijab segi empat namun dengan ukuran syar'i.



Menyukai tampilan hijab dari Dian Pelangi membawa saya pada blog-nya "Merchant's Daughter" buat saya blognya sungguh memanjakan mata, karena bertabur foto-foto #hotd yang keren-keren. sayang blog tersebut kini sudah tidak ada, sudah berganti nama menjadi dianpelangidotcom dan sudah lama sekali tidak di update.



Dari blog Dian Pelangi, saya mengenal blog fashion lain yang sangat saya sukai hingga hari ini, blog dari negara tetangga, Malaysia, blog itu bernama : myamethysdotcom. Wuah ini benar-benar blog favorite saya sepanjang masa, nggak bosen deh melihatnya bahkan yang punya blog pun rajin update, sehingga banyak sekali referensi #hotd yang saya dapatkan dari sini.

Beruntungnya saya sudah pernah bertemu dengan Shea Rasol, ketika ia mendapat undangan sebuah acara di Jakarta sekitar tahun 2013, saya semakin menyukai pribadinya yang sangat humble, dan itu ternyata menjadi pertemuan pertama dan terakhir.



Pada 9 Juni tahun 2017 Shea Rasol pemilik blog tersebut meninggal dunia karena sakit kanker, hanya beberapa bulan saja setelah ia secara mengejutkan memberitahu tentang penyakitnya tersebut. Bersama dengan perginya Shea, blognya pun tak lagi di aktifkan, bila teman-teman ada yang ingin penasaran dengan fashion style-nya bisa googling my amethys.


Nah dari dua orang fashion blogger itu, membuat kecintaan saya akan dunia fashion, terutama hijab semakin besar.



Jadi itulah tema blog yang Sebenernya membuat saya ingin sekali isi di blog www.mayarumi.com dengan postingan tentang hijab fashion atau #hotd (hijab of the day) yah karena saya memang sangat menyukai dunia fashion namun realitanya bisa di lihat sendiri di kategori fashion atau di dalam blog ini kategorinya saya sebut sebagai personal style baru ada 3 postingan selama hampir 1,5 tahun ini.



Hahaha



Kok baru sedikit banget yah tulisanya ?
Buat saya pribadi jujur masih menemui banyak kendala untuk bisa menghasilkan postingan untuk kategori  fashion, padahal sih sama dengan perempuan kebanyakan hobinya di foto dengan gaya model ala-ala, hahaha



Ada yang juga suka nulis dengan tema fashion hijab ? sharing dong siapa yang menjadi inspirasi fashion blogger kalian, terutama yang pakai hijab yah...






loph,
Maya Rumi



Sepenggal kalimat kutipan tersebut diatas berhasil menggerakkan jari-jari saya untuk akhirnya merapikan blog yang telah lama saya punya tapi tak pernah ada isinya.

Pernah ada isinya namun hanya berisi foto-foto kebersamaan dengan sedikit cerita tentang jalan-jalan dengan teman se-gank beberapa tahun lalu, gank-nya bubar yang mengisi blog pun tak pernah lagi mampir untuk melihat isi blognya.

Namun saya tak pernah melupakan blog yang saya miliki sejak tahun 2011 tersebut, karena setiap pagi hari rutinitas saya sambil menikmati sarapan di meja kerja adalah dengan mampir untuk membaca berbagai blog yang saya ikuti, saya baru tahu kemudian bila untuk kegiatan tersebut di istilahkan dengan blog walking.

Kesukaan membaca yang telah terbina sejak masih kecil terbawa hingga sekarang saya telah mempunyai anak kecil, dari suka membaca itulah membuat saya pun lebih rajin surfing di internet untuk mencari bacaan daripada untuk menonton ataupun mendengarkan musik.

Sayangnya saya lupa sih tepatnya kapan saya mulai menemukan dan menyukai membaca berbagai blog sama lupanya dengan bagaimana saya bisa menemukan quotes tersebut di internet.

Yang paling saya ingat adalah saya terkesan dengan kutipan "Todays Little Moment Become Tommorows Precious Memories" .  Seperti membuat diri saya tersadar bila di setiap hari yang kita jalani sesungguhnya kita tengah membuat “moment”.

Entah itu yang bahagia, yang sedih, yang biasa saja ataupun yang indah. “moment” bersama dengan keluarga, sahabat, rekan kerja, pasangan, anak atau bisa saja dengan orang yang tak kita kenal. “Moment” dari berbagai tempat, mungkin dirumah, mungkin disekolah, mungkin dikantor atau hingga di tempat-tempat yang mungkin baru kita datangi

Dari “moment” yang di hari esok akan berubah menjadi “memories” yang harus selalu diingat dan saya pribadi yang orangnya sering kali lupa butuh tempat untuk menuliskan kembali lalu menambahkannya dengan berbagai foto yang akan sayang sekali bila hanya ada di kamera. Dari menulis di blog saya berharap agar ketika saya membacanya saya akan kembali mengingat apa yang telah terjadi selama hidup saya.

Tulisan pertama saya yang telah publish di bulan Mei 2017 di blog ini berjudul  Bridal Shower At Office. Setelah menghabiskan banyak sekali waktu, akhirnya dengan berbagai pertimbangan saya memilih cerita tersebut karena memang saat itu “moment” itulah yang saya punya, yang terjadi pada saya dikantor. Ketika telah saya posting, rasanya senang sekali, tulisan pertama akhirnya terpublikasi  juga bahkan membacanya berkali-kali.

Perasaan senang bertambah ketika ada teman-teman lain yang sering saya baca blognya pun mampir dan meninggalkan komentarnya pada tulisan saya atau orang-orang yang saya tidak kenal merasa terbantu dengan tulisan saya, wuah saya rasanya kok masih tidak percaya ada orang yang mau membaca tulisan saya.

Semakin sering menulis, dari sanalah saya pun menyadari bahwa tulisan-tulisan saya pun dapat bermanfaat juga untuk banyak orang bukan hanya untuk diri saya sendiri dan hal itulah yang memberi saya motivasi untuk terus menulis, terutama menjadi pengingat ketika penyakit malas menulis tengah datang.

Pada akhirnya blog pun menjadi tempat lain untuk saya dapat berbagi apapun, berbagi cerita tentang banyak hal atau berbagi informasi untuk membantu.

Tahun 2018 akan segera berakhir, blog saya yang baru berusia 1.5 tahun pun masih sangat minim sekali jumlah tulisan yang telah berhasil saya posting disana, saya masih belajar konsisten untuk menulis dengan setidaknya seminggu sekali ada postingan baru.

Masih banyak cerita selama tahun ini yang belum saya bagikan dan saya masih berharap dapat menyelesaikan draf yang ada untuk diposting walau sampai saat ini masih  kewalahan antara bekerja, mengurus anak dan rumah dan juga ngeblog.

Akhir kata saya cukupkan cerita "kenapa menulis blog ?", Semoga dari cerita saya tersebut diatas dapat mengajak teman-teman lain untuk memulai menulis di blog juga, tak perlu takut tak bisa menulis, tak perlu bingung mau menulis apa, apalagi takut salah ketika menulis karena tak tahu bagaimana menulis yang benar, semua akan ada proses belajarnya yang penting mulai saja  membuat blog dahulu lalu mulailah menceritakan hal yang paling sederhana, selanjutnya yang tak kalah penting juga menikmati proses menulis tersebut.






loph,
Maya Rumi
kawah bromo

kawah bromo

Nah ini cerita terakhir dari outing kantor tahun 2018 ini. Tujuan pamungkas yang paling dinanti dari saya dan teman-teman sekantor. 

Kami berangkat dari kota Batu menuju Bromo sekitar jam 11 tengah malam, setelah perjalanan dengan bus yang ngebut nggak pakai rem (beneran kenceng banget) selama kurang lebih 2 jam kami pun tiba disana.

Tanpa membuang waktu kami segera diarahkan untuk berganti transportasi dari bus ke jeep yang telah disewakan oleh pihak travel. Masing-masing jeep diperuntukkan untuk 5 orang, pengecualian bila orangnya besar atau gemuk sekali paling hanya 3 atau 4 orang.

Buat yang belum pernah ke Kawah Bromo, sekedar informasi untuk menuju kawah Bromo memang hanya ada mobil jeep karena medan jalan atau daerah yang akan dilalui hanya memungkinkan ditempuh dengan kendaraan four wheel drive seperti jeep.

kawah bromo

Kendaraan four wheel drive adalah kendaraan yang mempunyai sistem pengerak di semua rodanya, yaitu roda depan dan belakang serta kanan dan kiri, sehingga kendaraan lebih bertenaga untuk menaklukan medan yang terjal atapun curam.

Ini adalah pengalaman pertama saya ke Bromo, makanya saya persiapan sekali untuk kesana apalagi saat kami kesana masih musim hujan. Walaupun menurut teman yang pernah ke Bromo pada musim panas, suhu justru lebih dingin daripada saat musim hujan. Namun Buat temen-temen yang akan kesana di musim penghujan harus bawa yah yang berikut ini :
  • Jaket tebal 
  • Sarung tangan
  • Kupluk
  • Syal
  • Jas hujan
kawah bromo
Jangan lupa juga pakai sepatu, kalau ada sepatu boots khusus tracking agar lebih aman dan nyaman tapi kalau nggak ada lebih baik pakai sepatu yang nyaman di kaki untuk jalan dan alasnya tidak licin namun jangan pakai sepatu berbahan kanvas, karena air hujan akan cepat meresap ke sepatu mengakibatkan kaki lebih cepat kedinginan ditambah lagi sepatu akan mudah kotor akibat dari tanah dijalan yang becek.

Rencana pertama di kawasan Bromo ini adalah melihat sunrise di Bukit Cinta yang berada di ketinggian 2.680 mdpl. Ini adalah pos kedua sebagai salah satu lokasi terbaik untuk melihat sunrise dari jalur Pasuruan. Dari sini kita dapat melihat kaldera Tengger, yaitu gunung Bromo, gunung Kursi, Watangan dan Gunung Widodaren. Lokasi ini terkenal dengan adanya tembok besar bertuliskan Love Hill Bromo Tengger sebagai penanda sekaligus spot foto.

kami tiba disana sekitar jam 3-an pagi ditemani rintik hujan, sambil menunggu waktu sunrise kami pun berkumpul disebuah warung yang sebelumnya di berikan petunjuk oleh driver jeep. Saya pikir saat kita turun dari jeep lokasi melihat sunrise sudah dekat eh ternyata jalannya masih jauh lagi, karena jalanan sudah penuh dengan jeep lain yang datang lebih dahulu nggak kebayang yah kalau kita mau melihat dari pos paling atas berarti harus datang benar-benar dari tengah malam.

Tips : Ketika turun dari jeep jangan lupa untuk mengingat tempat jeep parkir, mengingat wajah driver jeep kita lalu memperhatikan ciri khas jeep dan melihat tanda pengenal yang biasanya ditempel di jeep, agar ketika akan kembali ke jeep kita tidak nyasar atau salah menaiki jeep karena jeep yang ada disana jumlahnya ratusan dan mirip-mirip atau cara gampangnya minta nomor kontak driver terus foto deh driver dan mobil jeep kita.

Hujan tak kunjung reda, ketika waktu melihat sunrise hampir tiba. Saya, teman-teman dan banyak sekali orang tetap bergerak untuk naik ke atas bukit cinta, mendaki anak tangga yang jumlahnya lumayan banyak secara perlahan agar tidak terpleset dan karena selama mendaki anak tangga ini banyak sekali orang yang ingin mengabadikan tempat tersebut, kita pun harus sabar mendakinya karena tidak bisa jalan terus, harus berhenti beberapa kali memberi orang lain waktu untuk bisa berfoto.

kawah bromo


Ternyata saat tiba di atas bukit, hujan berhenti namun langsung pupus harapan untuk melihat sunrise, karena kabut tebal pun turun tidak hanya menghalangi sunrise untuk dapat kami lihat tapi  gunung Bromo pun tak terpandang oleh mata, tapi dalam hati masih berharap kabut segera menghilang dan kita tetap menunggu waktu tersebut sambil terus nyari spot foto-foto. Alhamdullilah masih bisa melihat indahnya Gunung Bromo walau hanya sesaat.

kawah bromo

Sekitar jam 6 pagi kami segera turun untuk selanjutnya menuju kawah bromo. Selama kami disana hujan rintik-rintik mulai turun lagi dan terus menemani kami. Saya yang kebetulan naik seorang diri, karena ketinggalan dengan yang lain, awalnya agak takut-takut untuk mendaki tangga kawah, takut terpleset karena undakan setiap tangga yang satu dengan yang berikutnya juga jaraknya lumayan tinggi.

Sebelumnya untuk bisa mendaki ke undakan kawah bromo saya menyewa seekor kuda, untuk tarifnya bervariasi tergantung kita naik kudanya dari mana, saya naik kudanya dari pura jadi di tarif 50 ribu pp oleh joki kudanya.

Menurut saya sih murah dengan harga segitu karena bila jalan pun lumayan jauh dari parkiran jeep ditambah kondisi jalan yang naik turun sehingga butuh tenaga juga kan jadi kalau naik kuda kita bisa simpen energi untuk naik tangga. Kita yang naik kuda akan diturunkan tepat di depan tangga untuk menuju kawah bromo.

kawah bromo

Sampai puncak kaki saya gemeteran, bukan karena tingginya kawah bromo tapi karena diatas kawah Bromo ini tempat untuk berdiri tidak luas ditambah lagi pagar penjaga yang kurang mumpuni. Namun ketakutan saya hilang perlahan setelah mata berkeliling melihat dan mulai bisa menikmati indahnya pemandangan yang disuguhkan.

Tips : untuk teman-teman yang phobia Ketinggian ada baiknya tidak memaksakan untuk naik ke kawah bromo, pemandangan dari bawah pun sudah sangat luar biasa apalagi untuk foto-foto atau buat video.

Sayangnya saat diatas kawah bromo kami tak bisa berlama-lama menikmati, hujan yang turun semakin deras, setelah puas berfoto dan membuat video saya dan teman-teman segera turun.


kawah bromo
kawah bromo
kawah bromo
kawah bromo

Kami melanjutkan perjalanan ke Bukit Teletubies yang ditempuh selama 20 menitan dan karena hujan yang turun makin lebat saya dan rombongan memilih untuk makan bakso malang di warung daripada berfoto di Bukit Teletubies. Hujan pun masih turun dengan lebatnya ketika kami berhenti di daerah Pasir Berbisik, jadi kami hanya melihat sesaat saja disana. Lalu kami segera kembali ke basecamp jeep.

Hampir tengah hari ketika rombongan bus kami mulai bergerak meninggalkan parkiran dan segera bergegas untuk melanjutkan perjalanan menuju Bandara Adi Sucipto di Surabaya. Ditengah perjalanan kami sempat mampir disebuah resto yang menyediakan banyak sekali toilet dan kamar mandi, jadi saya dan teman-teman bisa bersih-bersih disini sekaligus makan siang.

Outing kali ini berkesan sekali, walaupun ketika di kawasan wisata kawah Bromo tidak bisa foto-foto di bukit teletubies dan daerah pasir berbisik, tapi saya malah bersyukur karena berarti harus kembali lagi kesana yang terpenting selama kemarin trip itu hampir tidak ada masalah berarti juga dan akhirnya alhamdullilah saya bisa ceklis another wishlist tahun 2018 ini.

kawah bromo
Buat yang belum pernah ke Bromo harus banget kesana, apalagi sebentar lagi akhir tahun, kuy agendakan dengan teman atau keluarga untuk kesana. Yang sudah pernah ke Bromo, cerita dong keseruannya di kolom komentar.






loph,
Maya Rumi
Museum Angkut, Malang, Jawa Timur

Awalnya saya pikir yang namanya museum angkut cuma berisi berbagai jenis kendaraan saja, terutama transformasi kendaraan seperti mobil dan motor dari masa ke masa, sudah yakin nggak akan terlalu menarik.

Apalagi ada kegiatan wajib dari kantor dimana setahun dua kali saya pasti datang ke pameran mobil yang rutin diselenggarakan di Jakarta, jadi mikirnya nggak akan jauh berbedalah yah pameran-pameran mobil juga, cuma beda lokasinya saja.

Ow ow ow ternyata pemikiran saya salah besar, walaupun sedikit yah ada benarnya Juga sih isi museum ini memang berbagai jenis kendaraan yang bermetamorfosis dari waktu ke waktu atau yah seperti perjalanan perubahan transportasi dunia pada Umumnya dan di Indonesia pada khususnya, jadi tidak sebatas mobil dan motor yah.



Museum Angkut, Malang, Jawa Timur


Museum Angkut, Malang, Jawa Timur

Museum Angkut, Malang, Jawa Timur

Terkejut dengan display museum yang berbeda karena tak seperti museum pada umumnya, saya dikejutkan dengan hal lainnya. Jadi sebelum masuk ke dalam museum, saya dan rombongan makan siang dahulu di Fariz Resto & Pusat Oleh-Oleh, resto ini berada tepat disebrang museum, jadi  saya kira area museum ini kecil, ternyata luasnya sampai 3,8 hektar.

Museum Angkut, Malang, Jawa Timur

Bahkan arena museum ini  tidak hanya di dalam ruangan (indoor) tapi ada arena outdoornya juga, untuk itu butuh waktu seharian deh agar benar-benar bisa menikmati setiap sudut museum yang instagramable ini, jadi siapkan koyo buat betis yang akan pegel-pegel karena harus jalan dan mondar-mandir kesana kemari.

Museum Angkut, Malang, Jawa Timur

Museum Angkut, Malang, Jawa Timur

Museum Angkut, Malang, Jawa Timur

Museum Angkut, Malang, Jawa Timur

Pada Museum Angkut ini ada lebih dari 300 koleksi jenis angkutan tradisional hingga modern yang terbagi menjadi beberapa zona wilayah yaitu Asia, Amerika dan Eropa.

Museum Angkut, Malang, Jawa Timur

Museum Angkut, Malang, Jawa Timur

Museum Angkut, Malang, Jawa Timur

Museum Angkut, Malang, Jawa Timur

Dijamin ingin berlama-lama disetiap zonanya. Selain ada ratusan koleksi, diwaktu-waktu tertentu ada semacam pertunjukan yang di dapat dinikmati pengunjung, kalau tidak ingin kelewatan, jangan lupa untuk menyesuaikan waktunya yah.

Museum Angkut, Malang, Jawa Timur


Museum Angkut, Malang, Jawa Timur

Museum Angkut, Malang, Jawa Timur


Museum Angkut, Malang, Jawa Timur

Museum Angkut, Malang, Jawa Timur


Museum Angkut, Malang, Jawa Timur

Museum Angkut, Malang, Jawa Timur

Museum Angkut, Malang, Jawa Timur

Spot yang juga harus banget di datangi ketika berada di Museum Angkut ini adalah adanya replika pesawat kepresidenan RI yang terletak di roof top bangunan. Pengunjung diperbolehkan masuk ke dalam cabin pesawat dan banyak sekali pengunjung yang berminat namun tenang saja, antriannya berjalan cepat kok, karena waktu yang diberikan untuk per 5 orang yang masuk hanya 5 menit untuk bisa mengabadikan foto-foto.

Museum Angkut, Malang, Jawa Timur

Museum Angkut, Malang, Jawa Timur


Museum Angkut, Malang, Jawa Timur


Museum Angkut, Malang, Jawa Timur

Museum angkut di buka pertama kali di tahun 2014, merupakan bagian dari PT. Jawa Timur Park Group (Jatim Group) yang merupakan pengembang beberapa tujuan wisata di provinsi Jawa Timur. Pendirian Museum Angkut ditujukan sebagai bentuk penghargaan bagi para pecinta moda transportasi.

Setiap pengunjung yang datang dikenakan harga tiket masuk sebesar 100 ribu di sabtu dan minggu, dan diskon 30% di hari senin sampai dengan jumat dan ada tambahan biaya 30 ribu bila kita ingin membawa masuk kamera dslr ataupun mirrorless, jadi penggunaan kamera yang di izinkan sebenarnya hanya kamera dari hp saja.

Museum Angkut, Malang, Jawa Timur


Selain itu setiap pengunjung dilarang makan dan minum selama berada di dalam museum, untuk itu ada Pasar Apung Nusantara Museum Angkut yang menyediakan banyak sekali pilihan restorant tempat makan.

Museum Angkut, Malang, Jawa Timur

Museum Angkut, Malang, Jawa Timur

Museum Angkut, Malang, Jawa Timur

Museum Angkut, Malang, Jawa Timur

Benar-benar puas kalau kesini untuk menambah koleksi foto sampai beralbum-album kalau sanggup,hihihi.. oiya jangan lupa disore hari sekitar jam 4 sore akan ada parade, jangan sampai terlewatkan seperti saya, akhirnya memilih untuk mencoba salah satu wahana menonton 4 dimensi yang ada di sebelum pintu keluar.

Museum Angkut, Malang, Jawa Timur


Jadi kapan nih mau ke museum angkut ?




loph,
Maya Rumi