Hampir tak nampak yah daging steaknya karena tertimbun keju ? Buat saya yang suka banget dengan makanan yang ditambahkan keju, steak ini sungguh sangat menggoda.

Demi bisa menikmati tumpukan keju di atas steak itu, akhirnya saya mengajak pak suami untuk makan di Willie Brothers, sebuah restoran di Jakarta yang untuk pertama kalinya di tahun 2016  memperkenalkan kepada para pecinta kuliner Raclette Cheese Steak

Raclette Cheese adalah keju yang berasal dari negara Swiss terbuat dari susu sapi yang di pasteurisasi. Bentuknya besar dan bulat, untuk menikmatinya harus di lelehkan dahulu dengan mesin khusus.

Kalau sekarang di Jakarta sih sudah banyak resto yang menawarkan menu makanan yang di tambahkan dengan rachlette Cheese ini, tidak melulu steak juga yah pilihannya, ada macam-macam tinggal googling saja dan pilih deh sesuai selera dan isi kantong tentunya.






Yang paling seru dan menarik adalah sensasi sebelum makan daging steak dengan Raclette Cheese di Willie Brohters. Chef atau pelayannya seperti akan melakukan sebuah pertunjukan kecil di atas meja makan kita, karena setelah keju di lelehkan lalu akan di kerik perlahan dengan pisau panjang di depan mata kita. Melihat keju yang jatuh ke daging steak rasanya air liur juga seperti ingin tumpah dari bibir, bener-bener menggiurkan.

Rasanya.. enakkk dan blenger. Padahal kalau di lihat porsi-nya itu nggak yang banyak banget, cuma ada beberapa potong kentang, ukuran daging juga yang standar saja 200 gr, ditambah dengan sedikit sayuran ternyata itu semua buat saya dan pak suami kenyang banget. Untuk 2 porsi itu di tambah minuman kita, habis sekitar 500 ribu-an, lumayan mahal yah.

Waktu saya dan pak suami kesana itu saat makan malam di weekdays, Kami baru pertama kali kesana, dari luar tidak tampak ramai kendaraan parkir di depan resto yang di cat warna putih dan bangunannya bergaya eropa.

Walau dari luar nampak kecil ternyata di dalam restonya luas dan banyak tersedia pilihan meja makan, tersedia private room juga yang cukup untuk kurang lebih 20 orang, cocoklah untuk meeting, ulang tahun atau arisan. Ruangan makannya sama dengan luar dominasi warna putih ditambah hijau dari tanaman-tanaman, sejuk dan nyaman banget sih tempatnya untuk makan malam berdua dengan pasangan atau makan besar bersama keluarga. 




Ada yang sudah pernah mencoba makan disini juga ? atau sudah nyobain raclette cheese dengan menu lain yang rekomendasi, boleh dong sharing di kolom komentar.



Willie Brothers Steak House
Jl Pesanggrahan No. 9 Meruya Utara 
Kembangan - Jakarta Barat 
RSVP : (021) 5890 3684
www.williebrothers.com
IG : @williebrothers




loph,
Maya Rumi

Ini sebenarnya bukan film sih, tapi mini seri yang dibuat dalam 3 episode, di keluarkan oleh BBC One dalam rangka menyambut liburan natal dan tahun baru di bulan desember tahun 2015.

Diangkat dari novel Agatha Christie dengan judul yang sama And Then There Were None yang diterbitkan di tahun 1939 dan kemudian di adaptasi ke dalam bahasa indonesia di tahun 1984.

Novel jadul yang menjadi salah satu dari Top 10 best novel dari Agatha Christie, makanya nggak heran yah kalau di buatkan mini seri di Inggris.


Tersebutlah sepuluh orang yang terdiri dari 7 orang laki-laki dan 3 orang perempuan di undang untuk datang ke Soldier Island. Mereka di Undang oleh Mr & Mrs UN Owen dengan berbagai macam alasan. Tamu-tamu yang tidak saling kenal satu samal lain tersebut adalah :

1. Sepasang suami istri, Mr Thomas Rogers yang di rekrut untuk menjadi Pelayan Utama & Mrs Ethel Rogers sebagai koki
2. Mrs Vera Claythorne yang di rekrut untuk menjadi seorang sekretaris
3. Mr Lawrence Wargrave, seorang hakim
4. Mr Edward Armstrong, seorang dokter
5. Mr Sergeant William Blore, seorang detektive
6. Mr Anthony Marston, seorang anak muda
7. Mr Philip Lombard, seorang mantan prajurit
8. Mrs Emily Brent, seorang ibu separuh baya
9. Mr John Macarthur, seorang Jendral


Adegan film dibuka dengan perjalanan para tamu menuju soldier island yang berada di tengah lautan lepas. Sebuah pulau yang terisolasi dari dunia luar dimana berdiri sebuah rumah besar yang sangat mewah yang akan menjadi tempat tinggal mereka untuk beberapa hari disana.

Kedatangan mereka di pulau tersebut di sambut oleh pasangan suami istri, Namun bukan tuan rumah. Tuan rumah sendiri yang mengundang tak tampak hadir hingga acara makan malam. Mereka mengkonfirmasi kedatangan Keluarga UN Owen kepada pelayan utama Mr Thomas Rogers, namun ia pun tak dapat memberikan kepastian. Karena ia sendiri belum pernah bertemu dengan tuan rumah yang mempekerjakan ia dan istrinya.

Sama dengan para tamu lainnya kedatangannya ke soldier island pun hanya di antar oleh seorang nelayan 3 hari yang lalu dan perekrutan mereka bekerja di wakilkan oleh agency. Setelah itu setiap pagi hari sekitar jam 9, nelayan itu datang untuk mengantarkan bahan-bahan masakan dan makanan.


Setelah semua berkumpul, saling berkenalan dan tengah menikmati acara makan malam pertama mereka. Hal yang mengejutkan terjadi, sebuah rekaman suara menjabarkan tentang kejahatan mereka di masa lalu satu persatu secara gamblang.

Begitu mengejutkannya suara tersebut hingga membuat sang koki Mrs Ethel Rogers berteriak histeris dan akhirnya pingsan.

Setelah di temukan asal dari rekaman suara tersebut, masing-masing dari mereka menceritakan kembali dan menyangkal kejahatan yang dituduhkan di masa lalu tersebut, hanya Mr Philip Lombard seorang yang membenarkan apa yang di lakukannya itu tanpa rasa malu dan karenanya beberapa orang di ruangan tersebut mengecam apa yang dilakukannya.


Ketika Mr Anthony Marston sedang bercerita dan memberikan alibi pada kejahatan yang dituduhkan olehnya yaitu kecelakaan lalu lintas sehingga ia menabrak dua orang anak kecil yang akhirnya tewas ditempat kejadian, tiba-tiba ia tersedak minuman dan langsung meninggal dihadapan mereka.

Kali ini, Mrs Vera Claythorne yang shock dengan begitu cepatnya kejadian tersebut terjadi ditambah lagi wajahnya terkena darah yang dimuntahkan Mr Anthony Marston ketika hampir menemui ajalnya, selain itu ia adalah orang pertama yang menyadari ada keanehan dengan undangan yang ia dan yang lainnya terima ini.

Esok paginya, mereka semua di kejutkan oleh kematian dari Mrs Ethel Rogers, yang tidak bangun lagi setelah diberikan obat penenang pasca histeris oleh Mr Edward Armstrong yang seorang dokter. Tentu saja Mr Edward Armstrong menolak dituduh dengan sengaja telah melakukam pembunuhan tersebut.

Pagi itu Mrs Vera Claythorne juga menemukan hanya ada 8 patung di meja makan, sementara ia yakin sekali ketika ia makan malam bersama dengan yang lain patung disana ada 10, ia tak bisa menyembunyikan perasaan paniknya sehingga ia menanyakan ke semua orang apakah ada yang sengaja memidahkan atau menyembunyikan patung tersebut.


Karena kematian kedua orang yang telah terjadi hanya dalam 1 malam, mereka menyadari ada yang tidak beres sedang terjadi dan tak ingin menjadi korban pembunuhan berantai tersebut.

Semua telah sepakat bila pagi itu mereka akan pulang, setelah sarapan mereka telah berkemas dan menunggu sang nelayan yang mengantar mereka semua untuk kembali ke pelabuhan.

Selagi yang lain menyibukkan diri untuk menunggu kedatangan sang nelayan Mr Philip Lombard dan Mr Sergeant William Blore berkeliling pulau dan memeriksa seluruh bagian rumah untuk memastikan apakah ada orang lain yang tinggal di pulau tersebut.

Namun hasilnya nihil karena tidak ada bangunan lain selain rumah tersebut dan tidak ada tempat yang dapat di gunakan untuk bersembunyi dari mereka. Hingga lewat dari waktu biasa sang nelayan datang, tak kunjung terlihat kedatangannnya.

Yang datang justru kabar sedih lagi, karena Mr John Macarthur telah meregang nyawa di pantai ketika ia masih menunggu kedatangan sang nelayan.

Setelah kematian yang ketiga tersebut mereka semua berkumpul dan saling menuduh satu sama lain karena yakin bila ada seseorang diantara mereka yang berencana membunuh mereka semua satu persatu.

Mrs Vera Claythorne meyakini bila setiap kematian yang terjadi juga berhubungan dengan sebuah tempelan puisi yang sama yang ada di kamarnya dan di setiap ruangan yang ada di rumah tersebut dan juga berhubungan dengan patung yang jumlahnya sudah berkurang lagi sesuai dengan jumlah orang yang masih hidup.


Kematian berikutnya menghampiri sang pelayan Mr Thomas Rogers, di susul oleh Mrs Emily Brent dan yang terakhir di sepanjang hari itu adalah kematian sang hakim Mr Lawrence Wargrave yang ditemukan di kamarnya dalam keadaan telah tertembak didahi.

Dari hal tersebut diketahui bila pistol itu adalah milik Mr Philip Lombard, Namun ia menyangkal bila ia yang melakukan pembunuhan tersebut dan pembunuhan lainnya, karena ia telah kehilangan pistol tersebut ketika Mr John Macarthur meninggal di pagi hari.

Malam kedua di soldier island hanya bersisa 4 orang dan sangat menegangkan karena masih belum dapat dipastikan siapa dari mereka yang melakukan perencanaan pembunuhan dirumah tersebut.

Mereka memutuskan untuk berkumpul di ruang utama dan memilih untuk terjaga di malam tersebut, namun ternyata malam itu terasa sangat panjang dan kelam, hujan besar disertai angin kencang tengah terjadi diluar rumah, hingga akhirnya karena kebosanan mereka memutuskan untuk berpesta minuman dan narkoba yang dibawa oleh Mr Anthony Marston.


Disaat semuanya berada dalam pengaruh alkohol dan obat, Mr Edward Armstrong menyadari dan meyakini bila Mr Philip Lombard & Mrs Vera Claythorne adalah pasangan Mr & Mrs UN Owens dan ia segera memberitahukan hal tersebut kepada Mr Sergeant William Blore.

Namun Mr Sergeant William Blore tidak yakin akan hal tesebut. Kesal karena kecurigaanya tidak ditanggapi akhirnya ia memutuskan untuk segera beristirahat di kamarnya dan yang lainnya pun harus ikut serta beristirahat di kamar masing-masing.


Dini hari Mr Sergeant William Blore mendapati Mr Edward Armstrong diam-diam tanpa sepengetahuan mereka keluar dari rumah dan segera pergi ke pantai, karena hal tersebut ia segera membangunkan Mr Philip Lombard & Mrs Vera Claythorne untuk menyusul.

Namun Mr Philip Lombard meminta Mrs Vera Claythorne untuk tetap tinggal di kamar dan mengunci kamarnya dan tidak usah ikut serta dengan mereka. Ternyata pencarian mereka tanpa hasil, Mr Sergeant William Blore hilang tak berbekas di pulau tersebut.

Mr Philip Lombard segera mengusulkan agar mereka segera keluar dari rumah tersebut dan menunggu sang nelayan di pantai. Namun Mr Sergeant William Blore tertinggal karena ia merasakan ada seseorang yang tengah mengintai dirinya dirumah tersebut dan karena rasa penasarannya akhirnya ia berkeliling rumah untuk mencarinya.

Mr Philip Lombard & Mrs Vera Claythorne telah tiba dipantai dan baru menyadari Mr Sergeant William Blore tidak ikut serta dengan mereka, sehingga Mr Philip Lombard memutuskan untuk segera kembali kerumah tersebut dan menemukan Mr Sergeant William Blore telah terbunuh.



Terbunuhnya Mr Sergeant William Blore dan penemuan mayat Mr Edward Armstrong dipantai membuat kepanikan luar biasa Mrs Vera Claythorne. Ia meyakini Mr Philip Lombard yang melakukan semua pembunuhan tersebut.

Mr Philip Lombard membantah hal tersebut habis-habisan, dan berusaha menenangkan Mrs Vera Claythorne karena perasaan takut terbunuh yang terus menekan dirinya akhirnya ia menembak Mr Philip Lombard hingga tewas.

Setelahnya ia menyesali hal tersebut, kini tinggal ia seorang di pulau tersebut. Akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke rumah dan ketika ia kembali ia mengalami halusinasi akan pembunuhan yang di tuduhkan kepadanya yaitu kematian anak asuhnya karena ia gagal melakukan penyelamatan ketika anak asuhnya tenggelam di pantai.


Memasuki kamarnya, ia menemukan tali menggantung di plafon kamarnya tanpa sadar ia pun menggantung dirinya sendiri. Ketika ia hampir kehilanggan nyawa, tanpa terduga masuklah pembunuh yang sesungguhnya masuk ke kamar tersebut... Seketika Mrs Vera Claythorne pun tersadar, namun sudah terlambat.

Penasaran kan siapa pembunuh sebenarnya ? 

Katanya sih kalau kita jeli kita pasti tahu siapa yang melakukan pembunuhan berencana tersebut, saya sih nggak jeli, cuma kira-kira saja dan perkiraan saya benar, namun nggak tahu alasannya kenapa si tokoh tersebut melakukan pembunuhan kepada orang-orang tersebut.

Diakhir cerita si pembunuh menjelaskan kepada Mrs Vera Claythorne, alasan-alasan ia melakukan pembunuhan dan ia menyebutnya bukan pembunuhan berencana namun hukuman yang tidak terjangkau oleh hukum, hingga ia terpaksa menenggakan hukum itu dengan caranya sendiri. Ia mendapatkan data-data korban dari orang-orang yang merasa di rugikan atau di kecewakan oleh korban.

Ini mini seri yang keren banget kalau menurut saya, setting tempatnya, akting orang-orangnya juga keren dan yang nggak kalah juga musiknya, benar-benar membangun kengerian.

Dari awal di mulainya film ini musiknya sudah mencekam sekali, berhasil membangun ketegangan kalau bukan karena saya sudah baca novelnya terlebih dahulu, saya mungkin nggak akan berani nonton film ini. Saya penikmat film drama romantis jadinya anti sama film thriller atau film horor.

Akhir pekan ini nggak kemana-mana ? sempetin deh nonton mini seri ini. Saya jamin nggak akan nyesel deh... dan biar hilang penasaran siapa sih pembunuh keji tersebut.




Director : 
Craig Viveiros
Basi Akpabio
Rebecca Keane
Story Writter :
Agatha Christie
Sarah Phelps
Genre : Drama Mystery, Crime, Thriller
IMDB Rating : 8




Note:
Semua Foto diambil dari IMDB website




loph,
Maya Rumi




Saya baru tersadar kalau teman kerja saya laki-laki semua setelah masuk kerja. Bukan teman satu kantor isinya laki-laki semua yah, ini cuma teman se-departemen saja sih, jadi untuk teman perempuan adanya dari departemen lain, tapi itupun hanya beberapa orang saja, tetap lebih banyak yang laki-laki. 

Lagian saya kerja di perusahaan yang bergerak di bidang otomotif, bidangnya laki-laki. Harusnya nggak heran yah kalau kantornya mayoritas di isi oleh kaum adam. Mungkin kalau pakai skala perbandingan sekitar 70% laki-laki dan sisanya 30% perempuan. 

Jadi sudah beberapa tahun ini kerja dan teman satu departemennya sama 10 orang laki-laki, termasuk bos saya. Selama 5 hari dalam seminggu, 8 sampai 10 jam sehari yah... only me woman from venus spending time with men from the mars.

Kalau ada tanya rasanya gimana tuh menghabiskan waktu kerja sama mereka ?

Buat saya pribadi sih biasa-biasa saja, samalah ketika saya bekerja dengan lingkungan yang di dominasi oleh perempuan.

Masa sih ? *ceritanya nggak yakin*

Selama rentang waktu tersebut saya tidak hanya bekerja di kantor saja dengan mereka, bahkan dinas keluar kota ataupun ada acara liburan kantor yah sama mereka.

Seingat saya untuk kerjaan nggak pernah ada masalah berarti, kesel-kesel dikit mah sudah biasa dan pasti terjadi dengan teman kerja yah, namun semua bisa teratasi kok, tidak sampai saya pernah ribut dengan salah satu dari mereka dan terbukti saya masih survive sampai hari ini.



Kalau menurut saya enaknya kerja dikantor dengan dominasi laki-laki itu...
1. Jadi tahu dunia laki-laki
Mereka ini saya klafisifikasi dari kegiatan hobi mereka yang saya tahu kalau nggak tukang ngopi yah tukang ngerokok, kalau nggak demen berpetualang kemana-mana yah mager dirumah sebagai gamers, kalau nggak suka futsal atau sepak bola yah demen nge-gym.

Namun dari merekalah saya jadi lebih tahu dunia itu seperti apa sih di mata laki-laki, pikiran mereka tentang kehidupan, rumah tangga, politik, kesehatan. dll, dst, dsb bahkan respon mereka untuk gosip-gosip di lingkungan kantor sampe gosip-gosip artis. 

2. Temen makan dan juga temen belanja
Para cowok-cowok ini doyan makan, tapi nggak mau modal beli cemilan, terus paling senang makan enak tapi harganya murah dan dapatnya banyak, lebih seneng lagi sih kalau dapat traktiran makan. typical banget yah, hampir semua lelaki begini, iya gak sih ? cmiiw.

Senangnya mereka itu kan doyan segala jenis makanan, jadi di ajakin kemana ajah yah hayoo. Nah kebetulan juga temen cowo-cowo saya dikantor ini pada suka belanja dan kalau lebih di analisa lagi, mereka rela bahkan sampai bela-belain beli sepatu sama tas branded harga mahal, sebelas-duabelas sama aja seperti kebanyakan perempuan.

3. Paling mudah di minta tolong
Yang ini sih pasti gara-gara takut saya marah sama mereka, pokoknya kalau berani nolak nolongin saya, saya nggak akan tolongin kalau lagi ada urusan sama pak bos. *ngancem*

Sebenernya sih saya lebih sering minta tolong terutama kalau angkat barang-barang. Ini saya beneran kaya manfaatin tenaga mereka banget. Lah gimana dong masa barbie disuruh angkat kardus, bisa jatoh tar gara-gara pakai sandal hak tinggi. hahaha.

4. Nggak kenal kata takut
Saya paling sering sebel kalau pergi keluar makan siang sama mereka agak jauh tempatnya, terus mereka udah tahu nih dikantor ada bos tapi tetep aja santai pas kita mau ballik kantor. Padahal saya kan dag dig dug duer, takut dicariin sama pak bos.

Sumpah deh sampai sekarang saya masih belum bisa santai sama urusan begitu, pasti panik terus jadi senewen dan mereka seneng banget kalau saya sudah begitu, ngeledekin melulu.

5. Banyak Ketawa
Mungkin ini alasan yang paling pas kalau ditanya saya bisa awet kerja sama mereka, kekonyolan, keusilan plus humor yang bikin sakit perut hampir tiap hari kejadian. Sampai ada temen dari departemen lain yang bilang, "enak yah kerja sama cowo-cowo di tempat lo, seru, rame, bercanda melulu, jadi nggak stress"

Tapi nggak semua orang suka juga yah, ada juga yang protes karena kadang departemen saya rame banget, celetukan temen cowo-cowo saya juga bikin kesel bin jengkel yang cewe-cewe. Nah gara-gara kelakuan mereka itu, kadang saya jadi nggak enak sendiri, abis pasti ikutan ketawa kalo mereka lagi meledek cewe-cewe dari departemen lain.

Beberapa hari lalu teman saya dari departemen lain yang senasib dengan saya (baca : jadi perempuan satu-satunya di departemenya) mengirimkan dm di instagram, dmnya itu postingan sebuah survey yang kira-kira seperti ini kata-katanya :

"Perempuan yang bekerja dikantor dengan dominasi laki-laki, akan lebih rentan stress"

Seperti yang saya bilang diatas, selama ini kerja sama laki-laki sih menyenangkan saja, namun masa-masa nggak nyaman juga ada yah, kalau nggak mau mengakui itu sebagai stress. Masalah-masalahnya sama mereka, eh mungkin bukan masalah sih, ini cuma beberapa hal yang nyebelin dari kerja bareng lelaki, yaitu :

1. Susah ontime
Yang ini sih mudah-mudahan hanya terjadi sama saya aja, temen-temen saya ini banyakan dateng siang, kesiangan lebih tepatnya. Untungnya kalau ada meeting ketemu klien atau vendor atau ada meeting internal yang mengharuskan sudah stand by jam 9 pagi mereka masih bisa di ajak kerja sama cuma dari pagi saya sudah riweh wa-in eh tapi ngeselinnya kalau lagi ada maunya mereka nggak pakai saya aba-aba pasti langsung datang pagi.

2. Rokok
Yang ini saya sering banget terjebak, bukan terjebak jadi ikutan ngerokok, inshaa allah masih kuat iman buat nolak. Jadi mereka tuh seperti punya misi membuat citra saya sebagai barbie berganti jadi chucky gara-gara mereka sering banget bercadaan dengan nawarin rokok ke saya di depan khalayak ramai entah itu lagi makan, lagi meeting dengan yang bukan temen kantor, terus usaha lain mereka tuh motoin saya yang lagi makan terus rokok sama koreknya di taruh di depan piring saya.

3. Nggak Punya Temen Cantik
Saya termasuk perempuan yang senang dengan dandan tapi karena di departemen saya nggak ada temen yang bisa di curhatin soal lipstick matte terbaru, kadang jadi nggak exited banget gitu beli dan belanja lipstick, seru-seru nyobain dikantor dengan gonta-ganti warna lipstick. Yang ada malah suka komentar kejam bikin nggak pede sama dandanan atau suka ngeliatin dengan ekspresi muka aneh, sok kaget, kalo saya dandan. 

Hmm... apalagi yah ?!
Sepertinya sih itu saja deh. Maksudnya sampai saat ini yah itu aja yang saya ingat. hehehe

Kalau menurut saya sih, sebenarnya tidak 100% tergantung teman kerja kita yang buat kita bisa betah atau nyaman atau awet kerja di suatu kantor, apalagi yang dominan dengan laki-laki. Namun dari diri kitanya juga harus bisa menyesuaikan diri dengan mereka.

Kita kan nggak bisa pilih kantor yah, kecuali kita owner kita bisa menentukan siapa-siapa saja yang jadi rekan kerja kita. Selagi kita kerja di perusahaan dan kebetulan dapat tempat yang seperti saya seperti "perawan di sarang penyamun" bisa enjoy kok kalau dari diri kita menikmati kerjaan itu sama mereka.

Laki-laki juga nggak susah di ajak kerja sama, kalau kita bisa membuka diri kita untuk juga mudah di ajak kerja sama. Kalau kita memiliki pembawaan yang baik, memposisikan diri kita dengan baik akan lebih mudah untuk saling menghargai satu sama lain.

Mereka juga akan sungkan untuk melakukan hal-hal yang tidak menyenangkan baik secara lisan maupun tindakan atau perilaku. Beberapa lelaki atau mungkin kebanyakan dari mereka kalau ngumpul dan bercanda sesama mereka kan sering mengeluarkan kata-kata kasar, bisa juga menjurus untuk berkata jorok yang nggak pantas, males buat di dengerin.

Tips dari saya, yah nggak usah di ikutin, nggak usah tanggepin, nggak usah di respon, cuekin saja atau tinggalin aja mereka, kalau nggak bisa alihkan pembicaraan atau kalau memang nggak bisa juga yah katakan keberatan kita. Dengan begitu mereka juga akan tahu dan sadar kita tidak suka. Kalau saya sih prinsipnya bercanda boleh tapi nggak keterlaluan atau kelewat batas.

So, kerja dikantor dengan dominasi laki-laki nggak akan menjadi sesuatu yang membuat kita takut. Takut kalah saing, takut tidak bisa mengimbangi, takut tidak diterima oleh mereka, takut di lecehkan, takut di bully dan ketakutan-ketakutan lain yang terpikir oleh kita tapi belum tentu terjadi. Mungkin dari ketakutan-ketakutan yang terakumulasi inilah yang kemudian menjadi stress.

Jangan biarkan stress itu pada akhirnya jadi menurunkan kinerja atau produktivitas kita, padahal kita tahu perempuan itu multi tasking, dimana laki-laki tidak bisa melakukan beberapa pekerjaan dalam satu waktu sementara wanita adalah jagoannya. *tshahh sombong banget*

Bagaimana kalau kamu ? ada yang punya pengalaman seperti saya ? atau ada cerita lain tentang teman kantor yang laki-laki. sharing yah di kolom komentar.






loph,
Maya Rumi

Untuk ibu-ibu di Jakarta, mall itu andalan banget sebagai tempat berakhir pekan bersama anak dan suami. Yah karena emang paling banyak mall ada di Jakarta, terdata ada 173 unit mall hanya di Jakarta saja (sumber info : www.vebma.com)

Yakin banget ini jumlahnya tidak ada setengahnya dari jumlah ruang terbuka untuk taman yang ada di Jakarta. Lama-lama habis lahannya untuk bangun mall-mall baru.

Kenapa kita suka ngemall ?
Ya sudah pastilah karena mall itu adalah pusat perbelanjaan, pusat hiburan dan tentu saja tempat wisata kuliner. 3 hal yang paling di cari oleh semua orang dan mall-mall tersebut memenuhi kebutuhan itu.

Pokoknya tidak hanya kebutuhan kitanya, kebutuhan-kebutuhan lain seperti untuk rumah misalnya juga akan bisa terpenuhilah kalau pergi ke mall, selama ada uang didompet atau kartu debit yang ada isinya atau kartu kredit yang nggak overlimit. Hihihi.

Kalau saya sih sebenarnya ada alasan lain kenapa sampai jadi demen banget pergi ke mall. Tidak semua mall yah, hanya mall tertentu saja, mall favorit lah dari sekian banyak mall yang ada di Jakarta dan sekitarnya.

Mall ini jadi favorit bukan karena hanya banyak ataupun lengkapnya toko untuk belanja. Ada banyak pilihan resto atau restonya selalu ada yang baru yang buat kita ingin nyobain menu baru atau karena tersedianya pilihan hiburan yang beragam buat orang dewasa maupun anak-anak.

Namun lebih ke fasilitas umum-nya mall tersebut. Nah fasilitas umum ini yang disediakan, diberikan untuk pengunjung atau bisa digunakan bersama-sama oleh para pengunjung dengan tujuan memberikan nilai tambah pada kenyamanan dan kepuasan pengunjung selama berada di mall tersebut, karena setidaknya kita akan berada di mall itu kan 2 sampai lebih dari 3 jam, bahkan mungkin ada yang bisa seharian ada di mall.

Saya tidak akan menyebutkan nama mall-nya, hanya memberikan clue-nya saja, jadi silahkan di tebak-tebak yah. Kalau saya suka sama fasilitas umum-nya mall itu...

Toilet yang banyak 
Salah satu mall terbaru di daerah BSD punya toilet yang membuat saya terkagum-kagum. Ya ampun toiletnya aja ada banyak banget pilihan, biasanya yah di mall itu cuma ada toilet untuk laki-laki dan perempuan, nilai plus bila menyediakan toilet untuk yang berkebutuhan khusus tapi ini ada toilet buat anak-anak juga, di pisah pula laki-laki dan perempuan. Duh ! saya senang banget lihatnya.

Toilet anak-anak ini membantu banget buat orang tua yang lagi menjalankan toilet training ke anaknya, jadi mereka tidak ikutan antri di toilet dewasa yang kadang ramai banget. Yang bikin wuah lagi sama mall ini, toilet itu ada di semua lantai dengan kategori pilihan toilet yang sama, jadi urusan pertoiletan disini aman banget deh, beda jauh sama urusan parkirnya. hahaha.

Mushola yang besar
Mall-mall yang baru di bangun sekarang telah lebih banyak memperhatikan kebutuhan untuk muslim yang harus menjalankan ibadah 5 waktu, jadi tidak heran sudah pasti mereka akan menyediakan mushola bahkan masjid.

Saya baru datang pertama kali ke musholanya beberapa hari lalu ke mall di daerah Jakarta Barat ini, salah satu mall dari grup yang sekarang sedang gencar-gencarnya mempromosikan sebuah kota saingannya Jakarta.

Kalau menurut saya sih harusnya itu bukan mushola tapi masjid, karena tempatnya besar dan luas. 

Di mushola ini kita disediakan bukan hanya tempat untuk penitipan sandal, namun ada loker-loker yang dilengkapi dengan kunci untuk menaruh tas atau barang belanjaan, banyak keran wudhu, mukena bersih yang tergantung rapi, dan paling penting buat saya ada tempat menggantungkan atau menaruh tas di atas tempat wudhu.

Kenapa ini penting, karena kalau datang sendirian ke mushola nggak ada yang bisa di titipkan tas, sementara kalau menaruh tas di loker kebetulan pakaian tidak ada kantong kan was-was juga kunci lokernya hilang atau biasanya setelah sholat saya suka ngaca-ngaca dulu dan sedikit touch up, agak ribet kalau harus ambil tas dulu di loker terus balik lagi.

Oiya disini juga di sediakan kaca besar-besar buat para perempuan yang mau touch up atau bener-benerin kerudungnya.

Playground gratis
Main di playground di mall itu mahal-mahal banget kalau menurut saya, per jam-nya ada yang sampe 150 ribu untuk main selama satu jam saja.

Padahal anak-anak kalau sudah main bisa lebih dari satu jam. Tapi ada loh mall yang menyediakan playground gratis tak berbayar, Ini mall favoritnya zaidan kalau saya bilang mah, letaknya ada di daerah Jakarta Selatan.

Playground gratis ini tidak hanya ada di 1 lantai, tapi 1 lantai bisa ada lebih dari 1 playground.

Ukurannya memang tidak besar-besar dan di batasi untuk penggunaannya berdasarkan umur pengguna. Jadi yang batita bisa main sama batita dan yang balita-sama balita, jadi nggak rusuh.

Zaidan kalau disini nggak bisa berhenti untuk nyobain semua playground-nya. Mana mall-nya luas banget sampai nyebrang-nyebrang pula gedungnya. Ngos-ngosan-lah kalau bawa zaidan datang kesini.

Satu lagi mall yang menyediakan free playground ada di daerah Tangerang, karena kebetulan di mall tersebut ada toko besar yang menjual kebutuhan rumah tangga.

Di sini cuma ada satu playground-nya tapi besar banget dan macam-macam mainannya sudah seperti playground yang berbayar, tapi tempatnya penuh banget sama anak kecil, usia juga tidak dibatasi, kalau kesini kadang saya suka ngeri-ngeri karena banyak anak-anak yang sudah lebih besar dari zaidan ikut main bersama.

Ruang laktasi yang nyaman
Zaman sekarang banyak kemudahan banget buat ibu-ibu menyusui, yah salah satunya adalah tersedianya ruang laktasi yang nyaman di mall, jadi pergi ke mall buat ibu-ibu benar-benar refreshing tanpa harus ribet untuk cari tempat buat mengASIhi.

Salah satu favorit saya ada di Jakarta Barat, satu-satunya mall yang punya taman besar di dalamnya. Ruangan Laktasi-nya tidak terlalu besar, tersedia 2 meja untuk mengganti popok dan 2 wastafel untuk bersih-bersih setelah anak pup.

Lalu tersedia juga 2 ruang menyusui dengan sofa empuk dan ada gordeng penutupnya juga. Disini juga disediakan sabun cair, minyak telon, bola-bola kapas, bedak untuk keperluan penggantian posfak. lengkap deh. Interiornya juga lucu dengan gambar-gambar yang disukai anak-anak seperti binatang dan bunga-bunga.

Kursi yang empuk
Lebih tepatnya sofa. Mallnya ada di daerah Jakarta barat juga, saya tidak tahu apakah sofa-sofa super empuk ini hanya bagian dari promosi sehingga tidak permanen keberadaannya karena awal-awal berdirinya mall ini, sofa-sofa empuk ini belum ada, saya baru tahu sih bulan ini. sofanya tidak hanya ada satu-dua buah yah, tapi ada banyak.

Enak banget ini buat duduk-duduk nungguin orang kalau janjian, atau cuma duduk untuk memperhatikan sekitar aja.

Kalau saya 5 hal itu yang bikin saya sering bolak-balik ke mall yang jadi kesayangan itu untuk jalan-jalan.

Kalau ibu-ibu gimana ? ada yang sama seperti saya ? atau punya alasan lain kenapa memilih salah satu mall jadi favorit karena fasilitas umumnya, ditunggu sharingnya di kolom komentar yah.




loph,
Maya Rumi


Setiap kali liburan datang, Playparq Bintaro selalu menjadi pilihan saya untuk menyenangkan zaidan. Ini sudah yang ke tiga kalinya kesana dan selalu deh berakhir dengan zaidan nggak mau pulang, saking dia senangnya main disana.

Kedatangan kemarin saya sengaja memilih di hari kamis, karena di hari tersebut harga tiketnya 60 ribu tapi buy 1 get 1 jadi sama saja harga tiketnya itu 30 ribu dan free untuk pendamping pertama, untuk pendamping kedua dan seterusnya dikenakan biaya 10 ribu per orang. Sementara untuk anak dengan usia dibawah 1 tahun gratis tiketnya.

Kita datang sekitar pukul 2 siang, karena tidak ada batas waktu main jadi anak-anak bisa puas main sampai tempat tutup dan sekalian bisa langsung mandi sore sebelum pulang. hahaha. Nggak mau repot dan super irit bundanya zaidan.

Ada mainan apa saja sih di playparq, yuk dilihat foto-fotonya.

I. Area Bermain Air
Di area ini ada pirates ship waterplay with water canon zone dan ada kolam dangkal yang bisa memuaskan anak-anak untuk bermain air. Walaupun terhitung libur sekolah dan sekaligus libur hari raya natal juga tahun baru, namun kemarin tempatnya tidak terlalu penuh dan ramai. Sepertinya lebih banyak orang yang liburan ke luar kota. Jadi zaidan kemarin benar-benar menikmati main air sepanjang sore sampai tangan dan kaki pada keriput dan kedinginan baru deh mau udahan.









II. Area Bermain Indoor
Nah ini tempat yang selalu di datangi oleh zaidan ketika baru datang, sudah nggak sabar mau main, bundanya sibuk cari tempat untuk taruh tas, anaknya sudah main duluan kesini. Jangan lupa bawa kaos kaki yah untuk bisa main disini.



III. Area Bermain Outdoor
Untuk tempat bermain ini kalau menurut saya terbagi dua, yang pertama tempat untuk anak-anak dengan usia di atas 3 tahun ada flying fox, buggee trampolin, mini wall climbing, ayunan, jungkat jungkit, dll. Nah tempat yang lain untuk anak dibawah usia 3 tahun, di papan informasi tertulis minimum usia adalah 10 bulan, namun kemarin saya datang bawa ponakan yang baru berusia 5 bulan. Di area baby ini ada baby flying fox, ayunan dan little castle dengan perosotan, yang menarik di area baby ini lantainya dari rumput sintetis yang bersih jadi bayi-bayi bisa aman merangkak.











IV . Castle Super Sliding
Dulu pertama kali melihat Castle Super Sliding ini saya kagum banget, luar biasa besar dan kokohnya, terus saya jadi kepo kan sama harganya, nah kemarin tuh sempat bahas-bahas castle ini lagi sama adik saya, dan adik saya malah bilang dengan yakinnya ini harganya pasti ratusan juta, karena pernah melihat di ace hardware yang lebih kecil saja puluhan juta. Bahasan ibu-ibu yang nggak penting banget.

Setelah zaidan main air dan mandi, ia main disini sama sepupunya, nggak bosen mereka bolak balik explore tempat ini, seru sekali. Namun orang tua jangan lengah yah, harus tetap memperhatikan dan menjaga anak, karena disini memang tidak ada pengawas. 

Di castle ini, lantainya empuk entah terbuat dari apa jadi aman kalau anak jatuh nggak akan lecet cuma kekurangannya adalah banyak sekali besi-besi yang tidak diberikan pengaman lagi berupa sponge, jadi suka ngeri kemarin lihat zaidan lari-lari takut nabrak besi tangga atau yang lainnya.











V. Fasilitas Pendukung
Setelah anak-anak capek main, mereka bisa istirahat sekaligus makan, tersedia restorant yang menjual aneka makanan dan minuman. Untuk makan kita bisa memilih duduk di dalam ruangan dengan kursi-kursi kayu atau di sofa-sofa besar nan empuk yang banyak di sediakan juga. Harga makanan dan minumannya lumayan mahal sih kalau menurut saya, saat kemarin datang sempat pesan kentang goreng seharga 30 ribu dan es teh manis 1 gelas plastik seharga 20 ribu, sempat menanyakan juga untuk harga nasi dengan ayam goreng itu 60 ribu dan milkshake 35 ribu.

Kalau baca papan pengumuman itu kita tidak diperbolehkan membawa makanan dan minuman dari luar tapi beberapa kali kesini saya selalu bawa makanan, cemilan dan minuman yang dikemas dalam tupperware, dan tidak ada petugas yang menegur juga sih.

Selain untuk makan, tempat ini juga bisa digunakan untuk tempat nunggu, disini tidak tersedia loker tempat penyimpanan tas dan lainnya, jadi prepare untuk datang dengan banyak orang dewasa sih jadi bisa gantian menjaga si kecil dan yang lain bisa menjaga tas.



Fasilitas lain yang membuat saya senang kemari adalah, buat para orang tua yang muslim disediakan mushola yang bagus, tapi mukena dan sarungnya kurang bersih. Jadi nggak perlu khawatir terlewat shalatnya ketika datang di jam waktunya shalat.



Fasilitas umum yang buat pengunjung nyaman berada disini yaitu tersedia toilet yang bersih dan kering (cuma ada 1 tempat saja). Karena untuk bilas dan mandi disediakan tempat sendiri di dekat kolam dangkal, terdapat 3 kamar yang cukup besar yang bisa digunakan bergantian oleh para pengunjung. Kamarnya berbentuk tabung ( difoto tabungnya itu yang warna merah, hijau dan orange) dilengkapi dengan shower, tempat menaruh shampo dan sabun dan penggantung handuk atau pakaian. Selain itu ada juga untuk ibu yang punya bayi disediakan tempat untuk menyusui dan tempat ganti popok.




Playparq ini juga disewakan untuk private event seperti ulang tahun, arisan atau lainnya. Minimum pemesanan adalan 30 pax anak dan 20 pax dewasa, dengan harga paket weekdays 115 ribu/pax dan weekend atau hari libur 140 ribu/pax. Harga per pax sudah termasuk tiket masuk dan makanan, jadi untuk goodie bag, acara dan dekorasi kita harus menyiapkan sendiri.

Untuk aktivitas lain yang juga di adakan di sini yaitu : cooking class yang bisa di ikuti oleh anak-anak berusia 5-10 tahun dan holiday camp selama 3 hari untuk anak-anak yang berusia 3 sampai 12 tahun. Kapan saja aktivitas itu di lakukan bisa cek langsung instagram-nya @playparq atau website-nya : www.playparq.com

Duh, kalau tempatnya ini dekat dari rumah bisa setiap minggu saya bawa zaidan kesini sayangnya jauh dari rumah. Yang akhir pekan ini bingung mau kemana, boleh deh cobain main kesini.




Playparq Bintaro
Jl Bintaro Taman Barat Kav 10
Bintaro Pesanggrahan Jakarta Selatan
Telp : 021-7356333

Jam buka & operasional :
Senin-Selasa = Tutup
Rabu-Minggu = 10.00 s/d 18.00

Harga tiket masuk :
Rabu Rp 35.000/anak
Kamis Rp 60.000/anak (buy 1 get 1)
Jumat Rp 60.000/anak
Weekend Rp 100.000/anak




loph,
Maya Rumi