Senin, 11 April 2022

Review Patra Comfort Anyer

"Ke pantai anyer lagi..." 
celoteh Zaidan riang sekali, ketika bulan maret lalu kami berlibur lagi kesana.

Setiap tahun setidaknya sekali-lah kami sekeluarga akan pergi kesana, salah satu alasannya karena Zaidan yang sangat suka bermain dan berenang di pantai. Setiap kali kesana kami juga menginap di hotel.

Setelah sebelumnya sudah mencoba menginap di beberapa penginapan yang ada di daerah tersebut dan dua diantaranya yang pernah saya review yaitu : Hotel Aston lalu di The The Jayakarta Villa kali ini kami menginap di penginapan lainnya yang ada disana, yaitu Patra Comfort Anyer.

Sebenarnya dahulu saya pernah menginap juga disini tapi sudah lama sekali, pertama kali menginap di hotel tersebut ketika saya dan ayah Zaidan masih berstatus sebagai pacar dan kami menginap disana untuk acara outing dari kantor kami.


Hari itu sudah sekitar jam 4 sore, kami akhirnya tiba di Patra Comfort Anyer penginapan yang bergaya cottage. Untuk teman-teman yang belum tahu bedanya hotel dengan cottage, sedikit saya informasikan yah.

Untuk Hotel biasanya bentuk bangunan gedung bertingkat yang berisi berbagai macam jenis kamar dalam satu bangunan, namun untuk Cottage biasanya kamar berada dalam masing-masing bangunan berupa seperti rumah atau pondok kecil yang terpisah-pisah tapi masih dalam satu kawasan yang sama

Pada Patra Comfort Anyer ini, ada beberapa tipe kamar, yang saya pesan adalah deluxe suite sebanyak 2 unit. Yang baru saya ketahui ketika kami datang tipe cottage ini mempunyai pintu penghubung (connecting door), sehingga lebih nyaman untuk kami yang datang dengan keluarga besar.


Review Cottage

Sebelum memasuki cottage, kita akan diarahkan oleh security yang membuka pintu gerbang untuk menuju bangunan resepsionis untuk check in dan mengambil kunci. Setelah selesai check in, kita akan diantar oleh petugas menuju ke cottage yang akan kita tempati.

Dibagian depan masing-masing cottage terdapat area carport yang memungkinkan untuk diparkir 2 kendaraan roda empat. Masing-masing cottage terpisahkan oleh tembok tebal, jadi bila datang hanya dengan keluarga kecil saja akan sangat terjaga privasinya.

Sesuai dengan informasi dari bagian booking, untuk kamar yang kami pesan yaitu type suite deluxe ini bagian depan menghadap langsung ke arah pantai yang didepannya juga terdapat halaman luas dengan rumput hijau yang membuat anak-anak dapat dengan nyaman bermain sambi berlarian.

Di depan setiap cottage pada bagian depan ini juga terdapat balkon dengan dilengkapi 2 kursi dan sebuah meja terbuat dari kayu, cocok untuk kita yang ingin bersantai di kala sore atau pagi hari sambil memandangi indahnya matahari yang terbenam atau baru terbit.

tampak depan cottage dengan carport
tampak belakang cottage dengan pemandangan lansung ke pantai
balkon dengan kursi dan meja kayu untuk bersantai 


Review Kamar

Memasuki dalam cottage, saya hanya mengingatkan untuk kita jangan terlalu mempunyai ekspektasi tinggi yah karena Patra Comfort Anyer ini bukanlah cottage mewah, namun menurut saya cukup nyaman dan aman untuk ditempati bersama keluarga.

Setelah masuk dengan menggunakan kunci, iya bukan pakai kartu. Kita akan mendapati kamar mandi disebelah kiri yang terdapat toilet duduk, perlengkapan toiletris diatas sebuah wastafel juga lengkap termasuk 2 buah handuk bersih dan tempat untuk mandi terdapat shower dengan pilihan air panas dan air dingin.

 Sementara disebelah kanan terdapat lemari dengan meja yang tertata free complimentary berupa dua botol air mineral ukuran 500 ml dan kopi, teh, gula sachet, tapi sayangnya saya tidak mendapatkan gelas hanya ketel elektrik saja.

Area kamar mandi sebenarnya bersih yah, cuma perawatannya tidak terlalu mumpuni, begitu juga di area free complimentary, sayang sekali lemari es kecilnya seharusnya bisa diganti dengan yang lebih baru, walaupun memang lemari es tersebut masih berfungsi dengan baik namun melihat kondisinya sudah tak layak untuk digunakan pada sebuah tempat penginapan.

Untuk tempat tidur saya mendapatkan yang twin bed karena memang booking last minute sehingga hanya type ini yang tersisa untuk kamarnya. Ketika kami datang tempat tidur tertata rapi, bersih, baik sprei maupun selimut tidak ada noda.

Ukuran kamar pun cukup luas, tv dan ac berfungsi dengan baik. Namun tidak pada wifi-nya walaupun sudah diinformasikan di recepsionis untuk passwordnya tapi tidak dapat terkoneksi ke internetnya, akhirnya kami pun tidak menggunakan wifi yang disediakan.

Sebenarnya didalam kamar ada telpon namun tidak difungsikan sebagaimana mestinya karena telah di informasikan oleh resepsionis untuk menghubungi nomor wa yang ada pada amplop kecil  yang berisi juga kartu sarapan, dan kami enggan melakukan komplain untuk wifi karena memang ingin menikmati liburan tanpa gangguan dari hp juga.




Review Pantai

Dengan segala kekurangan, namun ada hal menarik, yang membuat saya ingin datang kesini yaitu karena mempunyai area private beach yang sangat panjang dan luas. Lebih luas daripada penginapan lain yang mempunyai private beach juga. 

 Mempunyai tiga jenis pantai yang berbeda yang pertama itu ada yang berkarang dan cocok dijadikan untuk tempat memancing, disebelahnya baru ada pantai landai dan bisa digunakan untuk berenang dan anak-anak bermain pasir dan terpisahkan oleh karang besar terdapat pantai namun ombaknya besar, area pasirnya curam dan lautnya dalam.

pantai bisa untuk berenang dan bermain pasir
pantai untuk memancing 
pantai dengan ombak besar, namun pasir putih dan curam
pantai dengan ombak besar, namun pasir putih dan curam

Salah satu fasilitas di tepi pantai yang sangat membantu adanya kran air shower untuk bilas setelah bermain dipantai, walaupun disetiap cottage dibagian pintu depan tersedia kran air namun hanya untuk cuci kaki saja, tidak untuk mandi sehingga dapat menghindari bagian dalam cottage menjadi lebih kotor karena pasir tercecer dan air yang menetes.





Disekitar area pantai banyak sekali penduduk sekitar yang menawarkan dagangannya, jadi untuk kita yang tidak ingin repot mampir untuk membeli oleh-oleh bisa membeli dari mereka. Banyak pilihannya mulai dari makanan hingga kerajinan tangan, pintar menawar adalah kunci yah tapi jangan menawar terlalu murah juga yah teman.

Kebetulan hari itu pak suami membeli 1,5 kg udang segar seharga 150 ribu dari seorang nelayan, ini saya rekomendasi deh untuk dibeli karena ketika kami masak dirumah malam hari setelah pulang dari Anyer ini rasa udangnya sangat enak, manis, dagingnya pun tebal karena ukuran udang pun besar-besar.


Review Restoran & Sarapan

Pemandangan dari tempat sarapan sangat mengesankan terutama dibagian outdoor karena kita dapat merasakan breakfast with sea view walaupun tempat yang paling tepat tidak terlalu luas sehingga memang tidak semua tamu dapat menikmati sarapan ditempat tersebut.

Tempat sarapan berada di sebuah gedung yang berada di atas tebing, untuk kesana memang cukup effort yah karena harus mendaki anak tangga dulu yang lumayan banyak, tersedia pilihan indoor dan outdoor.

Untuk cita rasa masakan standar yah dan pilihan juga tidak terlalu variatif, pagi itu tersedia nasi goreng, nasi putih dengan lauk ayam goreng, cap cay dan beberapa lauk lainnya. Sementara di area lainnya tersedia roti bakar, bubur ayam,  cereal dengan susu untuk anak-anak, egg station, beberapa jenis buah-buahan potong serta untuk minuman tersedia air putih dan orange juice saja.

Saat sarapan ini saya harus membayar biaya tambahan untuk anak dan keponakan yang berusia 7 dan 9 tahun, sebesar 70 ribu untuk mereka berdua. 






Kesimpulan 

Setelah 2 hari dan 1 malam menginap di Patra Comfort Anyer saya mungkin tidak akan menginap disini lagi bila bersama keluarga, namun bila ada tawaran dari kantor kan bersifat gratis yah tidak masalah. 

Dengan biaya permalam yang saya bayarkan sebesar 1,5 juta untuk 2 kamar, dengan fasilitas dan kondisi kamar masih jauh dari memuaskan saya sebagai tamu. Semoga kedepannya akan ada renovasi untuk kamar dan fasilitas yang kurang memadai sebagai sebuah cottage.

Namun sebenarnya saya mengagumi sekali untuk area pantai di Patra Comfort Anyer ini, terutama untuk luas areanya apalagi bila cuaca sedang bagus yah akan puas sekali berenang dan bermain pasir disini bersama dengan anak-anak.

Semoga tulisan ini bermanfaat untuk teman-teman yang tengah mencari review untuk tempat penginapan di sekitar Pantai Anyer yah, oiya untuk booking kamar saya lakukan langsung ke Patra Comfort Anyer dinomor wa berikut : +62 811-1242-700 atau bisa cek instagramnya @patra.anyer.

Rabu, 06 April 2022

Cerita Bocah Lelaki Berusia 7 Tahun

Dari teman-teman yang telah terlebih dahulu mempunyai anak lelaki kerap kali saya mendengar cerita pengalaman mereka bilamana mempunyai anak lelaki itu lebih menantang daripada mempunyai anak perempuan, terutama karena sikap ataupun tingkah laku mereka.

Tahu hal demikian terlebih dahulu membuat saya tidak lagi terlalu terkejut dengan hal-hal yang terjadi dengan Zaidan, ada beberapa hal yang menurut saya lumrah bila anak lelaki lebih nakal, lebih berani atau lebih malas dan susah diatur daripada anak perumpuan.

Sampai pada 2 bulan lalu secara berturut-turut yang terjadi pada Zaidan bukan hanya membuat saya geleng-geleng kepala namun juga membuat saya sedih sekali. 

Bermula dari keisengan berakhir di rumah sakit

Terjadi dibulan februari lalu, saya lupa hari dan tanggalnya yang saya ingat itu hari kerja karena hari itu saya sedang wfh. Siang itu saya sedang memasak untuk makan siang, telur goreng dengan sambal bawang, ketika Zaidan menghampiri saya dan mengatakan 

"bun, korekin kuping aku dong ?" 
"nanti setelah bunda selesai makan yah" 

Ternyata, Zaidan sudah tidak sabar sehingga ia pun meminta bantu oleh tantenya yang kemudian mengejutkan saya karena teriakan mama yang memanggil nama saya untuk segera menghampiri.

Ketika saya datang muka Zaidan nampak kesakitan, matanya menahan tangis, kedua tangannya mengepal menahan rasa sakitnya, badannya sedikit gemetar,

"aduh,, aduh,, sakit tante" keluhnya tak henti-henti
"kenapa sih ?" tanya saya dengan panik

Ternyata.. Zaidan memasukkan kertas yang ia bulatkan menjadi kecil-kecil kedalam kedua telinganya, untuk telinga kanan kertasnya bisa saya keluarkan karena kertasnya belum terlalu dalam namun untuk telinga kiri saya menyerah karena telinga Zaidan ada mengeluarkan sedikit darah karena lecet sepertnya.

Akhirnya tak jadi makan siang, saya pun segera membawa Zaidan kerumah sakit terdekat dari lokasi rumah. Untungnya mama ingat bila adiknya beberapa waktu lalu pernah bercerita membersihkan kupingnya di salah satu rumah sakit dekat rumah.

Rumah sakit ketika kami datang tampak sepi dan di plangnya saya lihat tidak ada melihat informasi adanya dokter praktek untuk tht, namun saya masuk saja dan langsung bertanya dengan resepsionis yang berjaga.

"ibu, ini kita coba lihat dulu yah telinga anaknya, bila tidak memungkinkan ibu harus kerumah sakit khusus dengan dokter tht yah"

Untungnya dengan peralatan medis yang ada telinga zaidan sebelah kiri yang tersumbat kertas bisa teratasi, lega sekali rasanya dan memang telingan sedikit lecet saja, sehingga dokter pun meresepkan obat agar luka tersebut tidak membuat telinganya menjadi bengkak.

Hingga hari ini tidak ada efek samping dari keisengan memasukkan kertas tersebut namun menjadi pembelajaran sekali untuk Zaidan dan juga saya bahwa anak-anak memang harus selalu dalam pantauan karena keisengannya untuk mencoba-coba bisa menjadi marabahaya.

Selokan rest area yang bikin shock

Sekitar pertengahan maret lalu , saat akhir pekan kami sekeluarga staycation di salah satu hotel yang ada di Pantai Anyer. Sudah setahun tak ke pantai akhirnya bisa kepantai lagi rasanya senang sekali, kami benar-benar menikmati hari liburan ini.

Selama ini tak pernah ada masalah sama sekali ketika kami liburan kemana pun, sampai hari itu. Kami pulang setelah check out dari hotel sekitar jam 12.30 siang, karena tidak ingin makan siang di daerah anyer kami pun terus melanjutkan perjalanan dan berencana makan siang di rest area sekaligus membeli oleh-oleh.

Setelah memarkir kendaraan di rest area kami pun berkeliling untuk mencari tempat makan, namun ternyata tidak terlalu banyak pilihan, akhirnya kami pun membeli oleh-oleh saja dan beberapa cemilan-cemilan untuk dimakan didekat kami parkir kendaraan.

Liburan ini tidak hanya saya dan keluarga saja, tapi ikut juga mama dan adik-adik saya dengan keluarganya dan kami pun membawa 2 kendaraan. Saat tengah asik makan cemilan, Zaidan yang tengah memakan sosis tengah bercanda dengan sepupunya di belakang kendaraan kami yang terparkir dekat selokan.

Ketika saya akan menikmati cemilan yang baru saja saya beli, terdengar salah satu adik saya berteriak histeris dan kencang sekali.

"Zaidannnnnn"

Saya dan pak suami segera bangkit dan menghampiri, betapa terkejutnya saya mendapati Zaidan telah berada di dalam selokan sedalam 1 meter lebih dengan kedua tangan yang terangkat ke atas meminta pertolongan.

Segera saja ayahnya mengambil posisi tiduran dan menjulurkan kedua tangannya untuk dapat mengangkat Zaidan. Untungnya Zaidan dapat segera ditarik keluar dari selokan, namun ia terlihat sangat shock dan menangis karena ketakutan.

 Saya sudah ingin memeluknya namun mendapati seluruh tubuhnya yang mengluarkan bau selokan yang sangat menusuk hidung saya urungkan niat saya tersebut, saya segera meminta zaidan untuk duduk dengan meluruskan kakinya, lalu meminta juga adik saya yang lain untuk mengambilkan minum untuknya.

Setelah Zaidan lebih tenang, saya segera mengeluarkan pakaian-pakain bersih milik Zaidan dari koper yang memang saya bawa lebih, tak lupa handuk dan juga perlengkapan mandi sabun dan shampo.

Ditemani oleh ayahnya, Zaidan pun dibawa ke toilet umum yang tersedia di rest area untuk mandi dan membersihkan badannya.

Setelah mandi dan tak lagi bau, saya baru memeluknya. Zaidan sepertinya masih shock sekali, berulang kali saya katakan padanya tidak apa-apa, bunda tidak marah dan ia hanya tersenyum lemah. Ia pun saya tawarkan lagi untuk kembali makan sosis bakar tapi ia menolaknya. 

Dari cerita tantenya, ia melihat Zaidan tengah berjalan mundur menjauh dari mobilnya karena tengah meledek sepupunya yang ada di dalam mobil, namun tiba-tiba Zaidan hilang dari pandangannya itulah yang menyebabkan tantenya berteriak kencang dan histeris. 

Zaidan tak mengetahui bila ada selokan dan penutup selokan tidak tertutup semuanya, pada bagian ujungnya ada celah yang memang cukup besar sehingga Zaidan pun bisa terceblos disana.

Untungnya tidak ada luka sama sekali dibadan Zaidan, namun malamnya Zaidan mengeluhkan sakit dibagian pinggangnya dan keesokan paginya dengan ditemani nenek dan ayahnya Zaidan dibawa ketukang pijat khusus anak untuk menghindari ada otot yang tertarik karena Zaidan tidak bisa menceritakan dengan jelas apakah ia jatuh terduduk atau tidak.


Dari dua cerita selama dua bulan berturut-turut tersebut, gimana bunda-bunda ada lawan untuk cerita anaknya yang lelaki yang tidak hanya bikin geleng-geleng kepala karena tidak terpikirkan sebelumnya akan terjadi tapi juga bikin sedih, nggak bisa lagi marah dan cuma berharap tidak akan ada lagi kejadian yang sama untuk kedua kalinya.

Sampai saat ini saya kalau ingat dengan kedua kejadian itu jadi kepikiran ini anakku masih usia 7 tahun pengalaman hidupnya sudah seperti ini, apalagi kalau ingat waktu saya tanyakan ke Zaidan kenapa memasukkan kertas ke dalam telinga, ia cuma menjawab singkat "iseng aja bun".




Dari berbagi dan mendengar cerita dengan teman lain dikantor yang pernah mengalami hal serupa dengan Zaidan ketika kecil, yaitu masuk ke dalam selokan. Ia bilang hingga hari ini di usia dewasanya ia masih mengingat jelas peristiwa tersebut, tidak trauma tapi menjadi tahu dan sadar bila ada hal-hal yang membahayakan diri sendiri dan lebih berhati-hati agar tidak mengalami hal serupa.

Sebagai orang tua pun saya merasa harus lebih menjaga dengan baik, bukan menjadi over protective dengan banyak membatasi aktivitas anak. Namun lebih kepada mengajarkan ke anak bersikap waspada atau hati-hati, sehingga anak pun dapat mengetahui mana hal-hal  yang masih boleh dilakukan dan tidak boleh sama sekali.

Semoga bermanfaat yah bun cerita random ku kali ini dari bocah lelaki berusia 7 tahun bernama Zaidan ini dan semoga aku sebagai bundanya terus diberi kesabaran mendidik dan mengasuhnya.