Ashley Hotel Jakarta


Setiap sore saat pulang dari kantor, saya melintas di depan Ashley Hotel Jakarta, saya selalu penasaran dengan hotel tersebut. Rasa penasaran ini sudah ada sejak tahun 2016 ketika pembangunannya masih dilakukan, namun hari sabtu (17/3) lalu rasa penasaran tersebut hilang sudah karena akhirnya saya berkesempatan kesana untuk menghadiri event BloggerDay 2018 dari Blogger Crony Community (BCC).

Ashley Hotel Jakarta ini memang menarik perhatian sekali menurut saya, dengan warna gedung perpaduan antara abu-abu dan biru yang meneduhkan pandangan. Arsitektur bangunannya pun unik seperti kartu bertumpuk yang menjulang tinggi ke angkasa, sementara pilar-pilar besar di depan pintu masuknya dengan aksen warna gold memberi kesan megah pada bangunan minimalis tersebut, ditambah dengan nama hotel Ashley yang terpampang besar-besar pada bagian depan benar-benar mencuri perhatian dan seolah dibuat agar mudah ditemukan oleh para pencari hotel di Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat.

Ashley Hotel Jakarta


Ashley Hotel Jakarta


Sekitar setengah jam sebelum dimulainya acara saya sudah tiba Ashley Hotel Jakarta, setelah memarkir kendaraan di basement saya bergegas naik ke lantai atas, ketika akan masuk dan saya mendorong pintunya menyeruaklah wangi lemongrass yang sangat menyegarkan mengalihkan perhatian sesaat pada tempat acara yang sudah ramai oleh teman-teman blogger.



Ada yang tengah berkumpul sambil mengobrol dan menikmati sarapan pagi berupa croisant rasa coklat dan keju dari Anns Bakehouse yang ukurannya besar-besar sekali ada pula yang sedang sibuk berfoto di photo booth dari Alfa Kreasi yang dekornya cantik sekali bikin ketagihan buat jepret-jepret.








Selesai melakukan pendaftaran lalu saya memasuki tempat acara yaitu di Downing Meeting Room yang sudah penuh dengan teman-teman blogger, belum lama mendapatkan tempat duduk, pemandu acara Yosh Aditya mulai memanggil dan mengingatkan para peserta agar segera memasuki ruangan untuk memulai pembukaan acara. Setiap kali datang ke acara saya selalu persiapan agar tidak kelewatan selama sesinya, jadi penting banget untuk ke toilet dan senenglah saya pas tahu ternyata ada di sebelah ruang acara dong tempatnya, jadi nggak akan menghabiskan waktu buat bolak-balik bila memang di tengah acara terpaksa harus keluar. (ada yang seperti saya juga kah ?)


Ashley Hotel Jakarta




Tepat jam 10 acara pun dibuka dengan sambutan singkat dari Founder BCC mbak Wardah Fajri dilanjut oleh mbak Risalah Husna selaku Ketua BCC dan terakhir dari mbak Yayat sebagai ketua acara BloggerCrony Community 3rd Anniversary. Setelahnya dilanjut dengan memperkenalkan 8 orang terpilih sebagai BCC BloggerPreneur yaitu para member dari BCC yang juga mempunyai berbagai macam usaha rumahan. Blogger inspiration kalau menurut saya mbak dan mas ini, yang mampu mengelola usaha dan bisa tetap aktif ngeblog.






Ashley Hotel Jakarta

Pengisi acara berikutnya adalah Bp Fawzan Aziima selaku Corporate Marketing Communication Manager dari Ashley Hotel Jakarta, beliau berbagi cerita yang menyudahi kepo saya dan teman-teman peserta acara BloggerDay 2018 di Ashley Hotel Jakarta dari cerita si bapak jadi tahu kalau Ashely Hotel Jakarta adalah hotel bintang 4 yang berada di bawah manajemen Prima Hotel Indonesia memang sengaja menciptakan wangi yang khas yaitu lemongrass yang saya sudah bilang di awal posting, hal tersebut dilakukan untuk menambahkan kesan homey walaupun hotel ini adalah hotel bisnis yang berada di pusat kota Jakarta.

Ashley Hotel Jakarta


Ashley Hotel Jakarta

Sebagai hotel bisnis, Ashley Hotel Jakarta mengedepankan istilah Broadband, Bed & Breakfast dimana setiap tamu yang datang sudah bisa terhubung dengan wi-fi tanpa menggunakan password dan dapat dinikmati diseluruh area hotel.

Menyediakan 186 kamar yang terbagi kedalam type kamar studio, executive, deluxe, superior dan ashley suite. Seluruh rancangan kamar tersebut telah di lengkapi dengan LED TV 40", mini bar, coffee & tea maker, tempat tidur berstandar internasional dengan kenyamanan King Koil hingga tersedianya kecanggihan audio JBL Horizon.

Untuk ruang meeting tersedia 11 meeting room dengan berbagai ukuran, yang terbesar dapat memuat hingga 100 orang dengan sistem breakout-out room dan kecanggihan teknologi yang di rancang di dalamnya, menjadikan ruang meeting ini dapat menyesuaikan dengan berbagai event dan kebutuhan dan segera hadir sebuah ballroom yang dapat menampung 500 orang di bulan Juli 2018 ini. Lengkap banget pilihannya.

Saya langsung terpikir untuk menginformasikan hal tersebut ke Departemen General Affair kantor yang sering mengundang tamu dari luar kota untuk bisa menginap disini dan Depetartemen Learning Center agar bisa mengadakan training, workshop, seminar atau meeting kantor disini juga. Cocok banget kan.

Selesai dengan sambutan dan penjelasan tentang Ashley Hotel Jakarta yang membuat peserta terkagum-kagum, tak menunggu waktu lama, acara segera dilanjutkan dengan workshop pertama dengan tema Digital Influencer : Fenomena & Strategi Kreatif by Tuhu Nugraha Sponsored by Indosat Ooreedo. Materi-materi yang diberikan benar-benar menambah wawasan sebagai digital influencer untuk terus berinovasi, membuat differensiasi personality, mapping bussiness model, mempunyai niche dan terakhir harus punya kemampuan negosiasi yang baik.





Ketika saya melihat jam di pergelangan tangan ternyata sudah setengah jam lewat dari waktu makan siang, wuah tidak menyangka bila pembahasan pada workshop pertama ini begitu serunya, salah satunya karena antusias peserta pada sesi tanya jawab yang terus berlanjut. Namun workshop harus tetap di sudahi dan panitia cekatan langsung membagikan makan siang yang sudah siap santap dari Lunch box Tumpeng Ayu Dapur Solo berupa nasi kuning dengan lauknya yang banyak sekali. Makyus nikmatnya !.




Workshop kedua dimulai setelah waktu ishoma (istirahat, sholat dan makan), khusus untuk acara ini manajemen Ashely Hotel Jakarta, lagi-lagi menunjukkan dukungannya dengan membukakan salah satu ruangan meeeting untuk difungsikan sebagai tempat shalat bagi peserta yang muslim, agar memudahkan dan mempercepat peserta untuk shalat zuhur.

Untuk mushola sendiri berada di lower ground dan walaupun musholanya tidak besar namun nyaman, juga menyediakan mukena, sajadah dan sarung bersih. Selain itu tepat di sebelah tempat sholat ada toilet yang bisa di gunakan jadi untuk yang shalat tidak perlu repot-repot kelantai atas. Buat saya ini nilai plus banget deh, karena benar-benar mengerti apa yang tamu hotel inginkan.

Setelah kenyang menyantap makan siang saya agak khawatir bila akan mengantuk saat workshop berikutnya, ternyata saya keliru. Workshop kedua yang juga masih disponsori oleh Indosat Ooreedo di bawakan dengan santai dan meriah penuh canda tawa oleh Anwari Natari dengan tema Creative Writing Mind Mapping. Kegiatan ini bermanfaat bukan hanya sebagai alat bantu untuk memudahkan menulis agar mudah ingat point-point apa yang ingin kita sampaikan dan menghemat waktu dalam mendeskripsikan story telling pada saat menulis blog.



Di workshop kedua ini juga peserta di tantang untuk membuat sendiri Mind Mapping, seru juga ada waktu untuk mempraktekkan ilmu langsung, apalagi untuk 2 orang teman blogger yang beruntung membuat Mind Mapping sesuai dengan yang di ajarkan, panitia menyiapkan hadiah.

Sepanjang acara ini sebenarnya bertabur hadiah yang dibagikan baik itu dari lucky draw berupa produk dari para BloggerPreneur maupun doorprize dari para pendukung acara yaitu Markamarie, Sadeeva Spa & Reflexology dan dari Rejuve Skin Lab yang kebetulan saya menangkan yaitu voucher free Cryotheraphy senilai 2,5 juta rupiah. Alhamdullilah rejeki.




Sebelum acara berakhir, tim panitia BCC di hari itu tidak hanya membahagiakan, memperkaya pengetahuan dengan ilmu baru yang bermanfaat dengan wokrshopnya buat peserta yang ikut hadir di acaranya. Namun juga ingin berbagi melalui programnya BloggerCare kepada teman-teman lain diluar member BCC dalam bentuk sumbangan dana yang akan di berikan kepada Babussalam Peduli Bencana Nasional. Salut!.



Akhirnya setelah acara ceremonial tiup lilin dan bagi-bagi kue ulang tahun, berakhir sudah rangkaian acara Blogger Day 2018, senang sekali bisa menghadiri dan menjadi bagian dari acara tersebut, terlebih lagi ini adalah acara pertama yang saya datangi dan langsung bisa bertemu dengan 100 orang member blogger Crony. Pengalaman yang tak akan terlupakan.

Acaranya benar-benar berkesan buat saya. Salut luar biasa dengan panitia yang sudah bersusah payah menyelenggarakan acara, para pendukung acara dengan hadiah-hadiahnya sehingga acara berjalan lancar dan meriah sekali dan terutama juga kepada Ashley Hotel Jakarta yang telah memfasilitasi tempat acara ini.

By the way, setelah acara selesai saya masih belum bisa move on dari tempat acaranya... bersama dengan teman-teman blogger lainnya banyak yang berkeliling sekitar lobby hotel. Area hotel yang mewujudkan kesatuan konsep hotel modern sekaligus elegan dapat terlihat dari kualitas interior desain dan fasilitas yang ada di dalamnya dan penataannya yang menurut saya instagramable membuat kita ingin berfoto disetiap sudutnya, betah deh yang datang untuk berlama-lama berada disini, selain karena akses wifi yang cepat maksimal, hihihihi...

Ashley Hotel Jakarta


Ashley Hotel Jakarta


Ashley Hotel Jakarta


Ashley Hotel Jakarta


Disebelah Downing Meeting Room tempat berlangsungnya acara, saya sempat mengintip Adele Dining Restaurant yang memberi kesan temaran dan hangat dengan perpaduan warna coklat dan interior kayu sebagai tempat breakfast-nya, di Adele Dining Restaurant dengan pelayaan buffet atau ala-carte yang menawarkan menu bervariasi kita bisa merasakan nikmatnya masakan dari Indonesia, Asia Tenggara hingga Western.


Ashley Hotel Jakarta


Ashley Hotel Jakarta


Ashley Hotel Jakarta


Ashley Hotel Jakarta


Ashley Hotel Jakarta


Ashley Hotel Jakarta


Ashley Hotel Jakarta


Ashley Hotel Jakarta


Ashley Hotel Jakarta


Keliling hotel pun berakhir di bagian depan receptionist, yang menempatkan beberapa sofa besar nan empuk, nyaman sekali. Masih belum puas sih sebenarnya karena baru keliling di lobby dan sekitarnya saja, ingin juga merasakan fasilitas di kamarnya, merasakan enaknya sarapan di adele juga.. hehehe

So, buat teman-teman terutama para business traveler yang membutuhkan kenyamanan dan kecepatan dalam pelayanan hotel dengan lokasi strategis menuju pusat perbelanjaan dan perkantoran di Jakarta Pusat, Ashley Hotel Jakarta sangat tepat bagi siapapun yang hendak berkunjung ke Jakarta.



Ashley Hotel Jakarta
Jl. KH Wahid Hasyim No. 73-75
Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat
Telp (021) 3100355
Website : www.ashleyindonesia.com
Ig : @ashleyhoteljkt




loph,
Maya Rumi



Saya pecinta es krim dan saudaranya yaitu gelato atau sorbet. Bila saya pergi ke suatu tempat, saya pasti ngegoogling untuk menemukan toko lokal di daerah yang menjual minuman dingin tersebut, atau kalau pergi ke suatu tempat dan ada kenal dengan orang daerahnya saya pasti deh nanyain dan minta di ajak kesana. Syukur-syukur sih bisa menemukan toko yang jual dengan rasa yang enak dan ramah di kantong.

Saya menemukan salah satu tempat yang sesuai kriteria tersebut di Bali yaitu Gusto Gelato Caffe. Pertama kali datang kesini mungkin sekitar tahun 2013, saya agak lupa sih tepatnya bulan apa. Yang saya ingat, pertama kali datang itu malam hari dan tempat ini sangat ramai oleh pengunjung yang terlihat seperti turis sedang liburan ke Bali ataupun memang penduduk asli Bali itu sendiri. Turis yang datang berkunjung pun tidak hanya yang lokal tapi banyak bule-bule yang mampir kesini untuk menikmati gelatonya. Setelah kesan pertama yang bikin ketagihan itu, setiap kali ke Bali wajib mampir ke Gusto Gelato caffe.

 

Bulan maret ini pertama kali saya datang di tahun 2018, saya surprise sekali karena sekarang tempatnya sudah selesai di renovasi. Bangunannya masih yang lama, hanya sudah di perbesar lagi di dalamnya, jadi kalau dahulu kita harus rebutan kursi dengan pengunjung lain untuk bisa menikmati gelato sambil duduk, kalau sekarang kita nggak perlu lagi seperti itu, tersedia banyak sekali tempat duduk baik itu yang indoor maupun outdoor.









Sepertinya pemilik juga sudah melihat kalau pengunjung terbanyak yang datang adalah anak muda, jadi agar makin betah nongkrong di Gusto Gelato Coffee, selain tempat yang sudah di renovasi agar dapat memuat lebih banyak pengunjung juga diberikan alternative minuman selain gelato dan sorbet, disini juga ada kopi yang beraneka ragam, jus dan teh bahkan sebagai teman makannya tersedia berbagai macam cemilan berupa kue-kue kering dan roti manis yang menggugah selera. Bila kebetulan datang dengan teman yang tidak suka atau sedang tidak ingin menikmati gelato atau sorbet, bisa deh mencoba alternative minuman pada menu tersebut.





Dulu Gusto Gelato sesuai dengan namanya hanya menjual gelato. klaimnya Gelato 100 % homemade terbuat dari 100% bahan-bahan alami dari Indonesia dari Bali khususnya, dengan menyediakan berbagai cita rasa gelato dan sorbet yang unik namun sangat enak di lidah dan saat ini hanya ada di Bali... Indonesia... Asia.





Saat ini Gelatonya berjumlah lebih dari 30 pilihan rasa, juga ada sorbet yang nggak kalah banyak pilihan rasanya yaitu ada lebih dari 15. Bukan hanya membuat bingung untuk menentukan pilihan rasa tapi juga penasaran deh kalau melihat etalase pilihan gelato dan sorbet yang begitu banyaknya.

Saya sih favoritnya untuk gelato itu Nougatine, avocado & crispy chocolate dan gelatoreo. Saya pernah nyoba rasa coklat cabe, jadi gelatonya rasa coklat tapi ada biji cabe gitu. Untuk sorbet sendiri saya baru mencoba mangga, stroberi, sirsak dan jambu, saya penasaran dengan apricot dan jeruk limau.





Sebenarnya setiap kali datang kesini, inginnya nyobain semua rasanya yah, tapi biasanya 2 scoop saja sudah kenyang sekali. Ada 2 pilihan cara untuk menikmati gelato dan sorbet yaitu dengan cone atau dengan cup, untuk conenya pun di buat sendiri dengan resep rahasia.





Ada yang sudah pernah ke Gusto Gelato Caffe ? atau seperti saya sudah jadi pelanggan setianya ? buat yang ke liburan ke Bali, jangan lupa yah mampir ke sini..




Gusto Gelato Caffe
Jl Mertanadi 46B
Kerobokan - Bali Indonesia
IG : gustobali
Waktu buka : Setiap hari (10.00 - 22.00)
Pembayaran : Cash only





loph,
Maya Rumi



Awal tahun ini lingkaran pertemanan saya dipenuhi dengan berita kelahiran anak kedua. Saya sudah pasti ikut berbahagia atas kehadiran kembali bayi kecil (nan lucu dan menggemaskan sekaligus bikin repot dan melelahkan) di keluarga mereka.

Namun pada kenyataannya tidak semuanya benar-benar bahagia, ada pasangan yang kebahagiannya dipaksakan dan akhirnya seperti memaksa kita juga untuk "jangan terlalu bahagia" karena ternyata anak yang terlahir jenis kelaminnya tak sesuai harapan.

Saya jadi sedikit kesal sama mereka yang punya keinginan atau sampai maksa sekali kalau anak kedua itu harus berbeda kelamin dengan anak pertama, agar sebagai orang tua bisa langsung dapat anak sepasang, karena gara-gara hal tersebut saya mau tidak mau harus pintar-pintar menghibur dan membesarkan hati saat datang menengok mereka yang terlanjur teracun dengan keharusan tersebut.

Karena kebanyakan yang tidak siap itu perempuannya, saya jadi kasihan sama si ibunya banyak yang merasa tertekan karena sakit dan traumanya belum hilang pasca melahirkan sudah di ultimatum harus hamil lagi, agar dapat anak dengan kelamin tertentu.

Selain rasa bahagia yang campur aduk itu sebenernya buat saya pribadi sih ada sedikit kesedihan yang terselip, karena temen yang dulu sama-sama hamil anak pertama ternyata sekarang sudah lebih dahulu diberi kepercayaan kembali untuk punya anak kedua dari sang maha pencipta. Namun perasaan itu cuma selewat saja sih, saat datang menjenguk bayi baru lahir setelah itu yah sudah perasaannya menguap begitu saja, Baper aja sepertinya.

Namun sebulan ini, semakin banyak disekitar saya yang memberikan kabar tentang bertambahnya anggota keluarga baru. Kalau diawal tahun hanya dari teman-teman disatu lingkungan pergaulan, sekarang nambah dari lingkungan yang berbeda belum lagi dari saudara sendiri sampai saudara suami hingga beberapa tetangga juga.

Kehamilan ini jadi seperti penyakit yang menular, tapi kok saya nggak juga ketularan yah ?. (baperlagi). Bukan hanya berita kelahiran anak kedua yang saya terima, namun ada yang memberikan kabar baru punya anak pertama atau bahkan sudah anak ketiga.

Jadilah itu pertanyaan : "kapan punya anak kedua ?" Semakin sering berdengung di telinga. 

Nging
...
Nging
...
Nging
...

Saya dulu nggak pernah ngalamin ditanyain kapan kawin ? atau setelah menikah ditanyain kapan punya anak ?. Padahal saya nikah nggak diusia yang di idealkan masyarakat terus punya anak pertama baru di umur pernikahan satu setengah kemudian, cukup lama kan nunggunya.

Tapi anehnya nggak pernah ada yang nanyain hal tersebut, atau mungkin saya yang nggak ngeh.

Awalnya saya nggak merasa biasa-biasa saja, santai saja jawab pertanyaannya, karena mereka juga seperti nanya basa-basi sambil lalu jadi seperti yang sudah saya bilang sebelumnya paling saya cuma baper saja. Eh lama-lama beneran itu temen apa saudara jadi semakin gencar nanyain kan, jadi saya yang kan lama-lama terganggu juga dan mikir : ini emang harus banget ditanyain yah ? Kapan punya anak kedua ?

Akhirnya saya sampai kewalahan loh jawabnya. Kebingungan mungkin lebih tepatnya. Kenapa begitu ? Karena lebih sering orang yang nanyain yah itu lagi - itu lagi orangnya. Nah ini saya rangkum deh yah yang paling saya ingat tentang obrolan : KAPAN PUNYA ANAK KEDUA ?

Ada temen yang setiap kali ketemu dan dia cerita tentang tumbuh kembang anaknya selalu terselipkan pertanyaan tersebut. Biasanya komentar favorit dia adalah "seru tahu kalau anak sudah dua, apalagi bisa dapat sepasang"

Padahal dia sudah tahu saya akan menjawab apa, tapi orangnya kekeuh sekali selalu tidak lupa menanyakan perihal anak kedua itu, padahal yang ditanya ini sudah bosan jawabnya.

... dan dari mendengar dia cerita saya nggak merasakan keseruan punya dua anak yang berbeda kelamin yang ada selalu kewalahan dan kelelahan karena ngurus anak-anak tersebut. 

Jadi terkadang saya pikir, mungkin dia butuh teman untuk bisa merasakan apa yang dia rasakan, karena saya baru beranak satu kan jauh berbeda tantangannya dengan dia.

Ada juga temen yang setiap kali kita ngobrol di chat wa seperti mengingatkan bahwa ada keharusan yang belum saya lakukan yaitu sudah saatnya saya memberi adik buat zaidan. Biasanya komentar favorit dia adalah "mumpung masih muda, ayo buru kasih zaidan ade"

Dia juga selalu dapat jawaban yang sama dari saya, anehnya tetap nggak lupa nanyain walaupun kita sudah ngobrol ngalor ngidul panjang banget di chat wa.

 ... dan dari komentar favorit dia soal usia masih muda harus buru-buru bikin anak lagi, saya malah melihatnya (dari keluh kesahnya) ada  ketidaksanggupan dia karena punya anak kedua dengan rentan usia yang berdekatan dengan anak pertamanya. Sementara yang baru punya anak satu seperti saya dan usianya sudah 3 tahunan bisa banyak melakukan aktivitas me time.

Berikutnya saudara-saudara yang terlalu perhatian, saking perhatiannya saya disadarkan dengan kenyataan dari semua yang sudah berkeluarga cuma saya yang punya anak baru satu saja. Haduh saya malah bisa dibilang tersalip dengan saudara yang baru menikah dan langsung punya 2 anak karena terlahir kembar.

Perlakuan mereka pun kadang membuat saya kaget seperti tiba-tiba kaki saya di injak sama yang lagi hamil "biar cepat nular hamil anak kedua" atau tiba-tiba lagi jenguk bayi batu lahir ada saja yang ngasih bayi kesaya "Gendong nih anaknya sia A, biar cepat nular juga"

Nular memang benar-benar menjadi kata-kata favorit. 

Yang paling baru nih tadi pagi datanglah pertanyaan itu dari tetangga saya 
"bu maya kapan nih anak kedua ?"
"Iya nih belum juga bu"
"Waduh sepertinya ongkos kirimnya kurang tuh makanya nggak sampe-sampe"

Terus saya bengong sebentar, menelaah maksud kata-katanya, begitu ngerti ternyata maksudnya punya anak kedua di umpamakan sebagai kirim barang. 

Istigfar.

Duh seandainya yah punya anak lagi bisa semudah kalau order barang di salah satu market place yang bertebaran di dunia maya. Sayangnya kan nggak begitu. Bila semudah itu nggak akan ada usaha luar biasa dari pasangan yang teramat sangat mendambakan kehadiran buah hati, yang kadang usahanya benar-benar diluar dugaan juga. 

Jadi kapan punya anak kedua ? Maunya sih tahun ini, tapi sepertinya sudah tidak memungkinkan yah karena tahun ini sudah jalan 3 bulan. Tapi masih ada harapan buat bisa hamil tahun ini, jadi teman-teman, saudara-saudara dan tetangga tersayang bantu DOA saja yah, daripada nanyain melulu kapan saya punya anak kedua. 

Setuju yah. Terima kasih atas perhatian dan pengertiannya. heuheuheu.

Mudah-mudahan pikirannya bisa lebih mengontrol untuk menjaga mulut agar tidak mengeluarkan pertanyaan "kapan punya anak kedua ?" Supaya tidak menorehkan sakit hati buat yang ditanya terutama kalau moodnya juga sedang tidak baik. Beneran deh ternyata pertanyaan receh begitu bisa bikin orang jadi senewen atau jadi sensitive banget kalo terus-terusan diulang-ulang.

Dibalik pertanyaan yang terus-terusan berdatangan tentang persoalan kapan punya anak kedua ini, saya sebenarnya sama suami lagi menikmati banget masa-masa bersama dengan Zaidan, memantau pertumbuhan dan perkembangan dia, selain itu yah menikmati kerjaan yang tahun ini penuh dengan rencana dinas luar kota Jakarta. Yah jadi mungkin sampai saat ini saya belum juga di kasih hamil lagi, karena mungkin, mungkin loh yah... ada rejeki lain yang diberikan Allah untuk saya dan saya pun menikmatinya.

Jadi saya pikir-pikir lagi sekarang rasanya kalau harus kesal atau mangkel sama mereka yang belum berhenti tanya-tanya lebih baik saya perbanyak sabar saja, terus kalau ada yang bertanya tapi mengindikasikan nyinyir, tinggal pergi ajalah, pura-pura sibuk atau tiba-tiba mengalihkan pembicaraan saja tapi dari semua itu memang harus berbesar hati menerima kalau seperti inilah kehidupan berkeluarga.

Yang punya pengalaman seperti saya juga, komen dong biar saya lebih banyak punya stok kalimat jitu untuk menghempas pertanyaan-pertanyaan tersebut. Hahaha.






loph,
Maya Rumi

pinterest


Dulu sebelum akhirnya memutuskan memasukkan zaidan ke daycare, yang buat bingung dan kepikiran terus adalah : proses antar jemput zaidan di pagi hari dari rumah ke daycare dan sore hari saat pulang dari daycare ke rumah.

Di daycare zaidan, mulai masuk jam 8 pagi dan sudah harus di jemput maksimal jam 4.45 sore. Lewat dari jam tersebut orang tua dikenakan biaya tambahan per 15 menit  sebesar 30 ribu. Lumayan  bikin manyun kalau terlambat jemput, apalagi kalau terjadi beberapa kali dalam satu bulan.

Sementara itu, saya dan ayahnya sama-sama ngantor dan baru pulang kerja di jam 5 sore. Muter otaklah mencari cara bagaimana bisa menjemput zaidan dengan kondisi seperti itu, kondisi yang amat sangat tidak memungkinkan.

Karena sudah mepet waktu zaidan masuk ke daycare, akhirnya pakai ide nekat saja, saya pikir bisalah izin ke kantor untuk pulang kantor lebih awal yaitu jam 4 sore dan sebagai gantinya masuk kantor jam 7 pagi, lebih awal satu jam dari yang seharusnya.

Beruntungnya bos saya setuju dengan ide tersebut, dengan alasan karena bos saya pernah ngalamin hal serupa ketika menitipkan anaknya di daycare dulu dan selama ini produktivitas kerjaan saya memang lebih banyak di pagi hari, jadi ketika zaidan mulai masuk daycare saya pun memulai hari baru dikantor dengan masuk kantor paling pagi..... bareng ob, hahaha.

Dua bulan pertama berjalan lancar banget deh proses jemput-jemputan ini, saya nggak pernah telat, pokoknya saya bisa jemput zaidan di daycare tepat waktu, ditambah bos saya juga pengertian sekali kalau sudah jam 2 siang dia malah suka ingetin waktu pulang saya, jadi saya bisa ngejar waktu untuk segera menyelesaikan pekerjaan di hari itu.

Namun di bulan ketiga cobaan itu pun datang dan sungguhlah cobaan luar biasa. Terjadi perubahan dari musim panas ke musim hujan. Taulah yah musim hujan di Jakarta selain identik dengan banjir,  yah identik dengan terjadinya kemacetan disetiap ruas jalan ibukota. Pernah dengar ada yang bilang, "Hari jumat sore hujan di Jakarta dan lo dijalanan, kelar hidup lo"  

Begitulah yang terjadi pada kegiatan jemput menjemput ini setiap hari karena hujan. Yang biasanya kemacetan jalanan yang saya lalui baru di mulai sekitar 4.30 sore, namun hal tersebut malah terjadi lebih awal yaitu di jamnya saya pulang kantor, jalanan pun sudah mulai macet, yang paling nggak bisa di hindari kemacetannya di mulai dari tanah abang sampai dengan kemanggisan, lalu berlanjut di arjuna selatan dan baru berakhir setelah pintu tol kebon jeruk yang dari arah Tangerang.

Jadi selama peralihan musim itu entah kenapa hujan itu setiap hari terjadi di jam 2 siang hingga jam 4 sore, kalau terjadi di jam 2 siang saya sudah mulai harap-harap cemas agar segera berhenti hujannya satu jam kemudian, jadi kemacetan akan bisa terkurangi atau terhindari lah. Tapi kalau baru mulai hujan di jam 3 sore, duh saya sudah tidak tenang kerja ditambah dengan rasa malas luar biasa, karena sudah tahu akan macet di jalan dan saya pasti telat jemput karenanya.

Belum lagi tiap kali mengendarai motor saat hujan saya sudah was-was deh, pertama karena sudah tahu akan telat saya terpaksa bawa motor harus ngebut tapi harus tetap hati-hati, kedua macet karena hujan itu tidak selalu bisa diprediksi dengan tepat, kadang bisa macet banget sampai tidak bisa gerak tapi kadang juga macet tapi masih bisa jalan tapi pelan banget atau karena hujan jalanan jadi lancar banget, tapi yang terakhir ini jarang banget kejadian.

Bisa di duga lah yah, selama musim hujan itu bayaran bulanan daycare jadi 2 kali lipat, karena di tambah dengan biaya keterlambatan penjemputan setiap hari yang bervariasi dari seperempat jam, hingga satu jam yang kemudian telah terakumulasi selama sebulan.

Akhirnya kadang kalau sedang tidak bisa pulang jam 4 sore, saya minta tolong bokap untuk jemput dari kantornya, kadang juga minta tolong nyokap untuk jemput dengan ojek atau minta tolong adik saya yang kebetulan irt. Untuk minta tolong orang tua atau adik, biasanya kalau sudah jam 3 sore dan masih hujan deras saya langsung memutuskan untuk nggak jemput, buru-buru deh telpon minta bantuan salah satu dari mereka untuk jemput jadi nggak usah nunggu sampai jam 4 sore baru jemput.

Dibantu jemput sama salah satu dari mereka sebenarnya jadi nggak kena charge overtime, tapi nggak ada yang benar-benar bisa diandalkan. Kadang bokap banyak kerjaan di kantornya, sehingga tidak bisa pulang sore atau nyokap juga kadang ada keperluan di sore hari ditambah saya juga kasian kalau terus-terusan minta nyokap untuk jemput zaidan. Sementara adik saya pun kadang sibuk dengan anak-anaknya.

Lelah mikirin jemput-jemput ini dan kebetulan dibulan februari lalu bertepatan dengan perjalanan umroh saya selama 9 hari, saya pun memutuskan untuk mencari orang untuk jemput zaidan sore hari dari daycare.

Kok hanya jemput saja ? karena untuk antar bisa dilakukan ayah yang punya banyak waktu banget di pagi hari karena baru masuk kantor jam 9 pagi, atau saya sendiri yang antar, masih bisa banget walaupun jam masuk kantor saya jam 8 pagi. Cuma beda setengah atau sejam lebih cepat kalau saya yang antar zaidan ke daycare dibanding sama ayahnya. Makanya kita hanya butuh jasa untuk penjemputan.

Saya pun memilih ojek untuk menjemput zaidan dari daycare. Kok milih jemputnya dengan ojek ? Karena lebih hemat waktu, sore hari di daerah rumah saya lumayan macet, tapi kalau dengan motor masih bisa lewat jalan diluar jalur utama (jalan kampung) atau gang dan biaya juga lebih terjangkau dengan ojek selain itu tentau saja saya nggak ada nemu mobil yang mau jemput sore-sore cuma untuk satu anak lagi.

Dibantu nyokap mulailah saya nyari tahu abang ojek yang khusus antar jemput anak di sekitar rumah. Nyokap langsung dapat beberapa orang kandidat, rekomendasi dari para tetangga juga. Nggak susah ternyata nyari abang ojek, karena lingkungan rumah saya memang lebih banyak anak usia sekolah tk sampai sd. Tinggal milih deh abang ojek yang sesuai dengan budget yang saya punya. 

Ya ampun ternyata diluar budget semua.

Beneran mahal sekali ternyata untuk jasa antar jemput anak sekolah ini, padahal hanya jarak dekat yah sekitar 4 km, mereka pasang tarif antar jemputnya rata-rata 700 ribu pp untuk sebulan, kalau diluar dari itu jaraknya mungkin bisa lebih mahal lagi, dengan durasi jemput 5 kali (senin-jumat seperti anak sekolah) dalam seminggu. Berarti kalau saya mau ambil jasa penjemputan saja yah harus bayar setengahnya. omg! Karena memang sudah tidak ada pilihan lagi, saya sama nyokap milih deh satu orang yang bisa dinego juga untuk tarif penjemputannya.

Nah berikut beberapa pertimbangan saya sebelum memilih ojek untuk anak :

1. Tahu dan kenal dengan abang ojeknya, istilah lainnya kita sebagai orang tua bisa mempercayakan anak kita kepada ojek tersebut maka dari itu penting untuk tahu tidak hanya nomor hpnya saja tapi juga tempat tinggalnya dan orangnya seperti apa.

2. Sabar, pengertian dan mau repot, yang mau dijemput anak-anak masih balita, jadi abangnya harus ngerti dan sabar kalau kadang anaknya rewel walaupun zaidan sih tidak pernah rewel dimotor paling dia nyanyi-nyanyi terus. Namun saya itu orangnya well prepare saya sudah membiasakan zaidan harus pakai helm dan jaket ketika naik motor, jadi abang ojeknya harus seperti itu juga, tidak boleh tidak. Harus pakai jas hujan walaupun tidak hujan deras, terus kalau hujannya deras sekali saya minta abang ojeknya untuk berteduh dulu, khawatir zaidan juga tidak nyaman di motor karena hujan-hujanan.

3. Penjemputan dengan motor matic, yang ini lebih terkait untuk kenyamanan dan kemudahan penggunanan kursi rotan yang digunakan zaidan ketika di jemput dengan motor. Dengan umur zaidan yang baru 3.5 tahun, dia belum mengerti benar kalau di bonceng motor harus pegangan, makanya saya biasanya membawa zaidan dengan pakai kursi rotan yang di taruh di belakang stang motor. Tidak benar-benar aman sih, namun lebih aman daripada membonceng zaidan dibelakang sekalipun dengan di ikat dengan pembonceng.

4. Membawa motor tidak ngebut, terburu-buru atau salip-salip, ini wajib banget kita omongin sama abang ojek, karena untuk menghindari kecelakaan atau abangnya mencelakai orang lain ketika dijalan.

Sebulan sudah zaidan di jemput dengan abang ojek dan alhamdullilah lancar prosesnya, zaidan nggak pernah ngambek selama di jemput abang ojek, abang ojeknya juga selalu ontime jemput di sekolah, saya pun tenang di kantor. 

Ada ibu-ibu yang juga bingung sama transportasi antar jemput anak ke
sekolah ? cerita yuk di kolom komentar...

pinterest




loph,
Maya Rumi


Pertama kali ke Kedai Kita sekitar 3 tahun lalu, penasaran sama pizza kayu bakarnya yang katanya endes surendes. Pergilah saya kesini sama temen-temen SMA sekalian ngerayain ulang tahun dan tahun 2018 ini hal tersebut berulang lagi...

Untuk merayakan hal yang sama, dengan orang-orang yang sama dan pesanan yang sama yaitu, pizza kayu bakar : bbq smoked beef, mie sapi lada hitam, nasi sapi lada hitam dan spaghetti bolognese. Rasanya masih sama..... Makyusss !!!

Apa sih pizza kayu bakar ?

"Pizza kayu bakar merupakan salah satu penganan khas Italia yang dimasak masih menggunakan metode tradisonal, yaitu pembakaran menggunakan tungku dari batu yang di dalamnya ada kayu bakar" 


kedai kita

kedai kita

kedai kita

kedai kita


Kedai Kita ini ada dua, yang pertama ada di Bogor dan yang saya datangi ini yang kedua ada di Meruya, daerah Jakarta Barat, saya sendiri belum pernah nyobain yang di Bogor sana, yah karena ada yang dekat jadi agak malas kalau ke Bogor harus ke Kedai Kita juga, hihihi. Kalau di Jakarta Barat ini mudah sekali menemukannya karena letaknya ada di pinggir jalan dan plang namanya kelihatan banget deh.

Bangunannya cukup besar dengan 2 lantai, kita bisa pilih deh mau makan dimana, di lantai 1 bahkan tersedia tempat makan outdoor dan indoor. Yang seru sih kalau datang ramai-ramai, pelayannya akan menyarankan untuk makan di lantai 2, jadi kita bisa ngobrol dan ketawa bebas deh, tanpa merasa mengganggu pengunjung lain dan kalau mau berlama-lama pun nggak masalah.

Dulu pertama kali kesini, saya sebel sama tempat parkirnya karena tidak cukup luas, hanya dapat memuat 4 mobil sementara untuk motor bisa lebih banyak sih, parkirnya ada di samping bangunan. Nah pas datang minggu lalu itu, yang saya sebel jadi nambah karena selain parkiran yang nggak mumpuni eh AC-nya yang di ruangan indoor nggak berasa dingin. Jadinya teman saya yang membawa anak pun akhirnya menyerah nggak bisa berlama-lama karena anaknya rewel, ingin bobo tapi udaranya panas.

Padahal saat itu meja-meja yang tersedia nggak penuh terisi, walaupun memang ramai pengunjung yang datang, rata-rata mereka datang lalu pesan terus makan dan pulang, Saya tersadar karena meja sebelah sudah ganti pengunjung 3 kali selama hampir 3 jam disana. 

Untuk pelayanan sih cepet banget deh, mbak dan mas pelayannya banyak dan sigap sama pengunjung, rasa makananya sudah saya bilang di awal enyakkk !!! tapi hanya yang memang rekomendasinya yah, seperti pizzanya tipis, kriuk, kejunya berlimpah dan potongan daginnya besar-besar, sementara mie sapi lada hitam, menggunakan mie keriting dan pas matangnya, disajikan di atas hot plate, beuh kalau baru keluar dari dapur di bawa sama pelayannya ngebul-ngebul itu asapnya dari sapi lada hitam buat ngeces deh lihatnya.

Sementara untuk nasi sapi lada hitam, rasanya sih sama enaknya cuma biasa saja sih, nggak ada sensasi yang buat kita jadi menggugah selera makan, begitu juga spaghetti bolognese biasa saja, dan yang mengecewakan es teller-nya. Info dari temen yang pesen kurang manis dan nggak sesuai ekspetasi mereka, karena es tellernya pakai susu coklat bukan sirup atau susu putih.

Harga makan per porsinyanya juga nggak yang mahal banget, saya traktir 4 orang teman habisnya kurang dari 500 ribu perak. Hati senang perut kenyanglah pokoknya.

kedai kita



kedai kita

Sebagai penutup, menurut saya sih Kedai Kita ini cocok untuk didatangi saat makan siang atau makan malam.  Datangnya berdua bareng pacar atau pasangan atau rame-rame dengan keluarga atau teman untuk arisan, reuni kecil atau mungkin lunch meeting sama client juga oke. Benar sesua dengan namanya "kedai kita". Ditambah lagi disini juga ada kerja sama dengan beberapa kartu kredit atau bisa melakukan pembayaran dengan aplikasi hp jadi bisa dapat diskon yang lumayan. So, yang tinggal di daerah Jakarta Barat cobain deh makan pizza atau mie sapi lada hitamnya, dijamin nagih dan nggak akan nyesel. 



Kedai Kita
Komplek Taman Aries Blok H1 No. 1
Meruya Utara, Jakarta Barat
Telp : (021)5854140
Jam Buka : Setiap hari (10.00 - 22.00)
Pembayaran : Cash, Credit Card, Debit







loph,
Maya Rumi