Dua hari lalu saya mendapatkan tiket untuk nonton gala premiere film berjudul Rompis.

Apa sih Rompis ?

Menghilangkan rasa penasaran saya nonton dululah official movie trailernya di Youtube, oh ternyata film remaja. Awalnya saya sempat yang nggak yakin antara tetap mau nonton atau membatalkan, duh beneran nonton gak yah ini filmnya, mengingat usia yang tak lagi remaja, tapi ketika membaca tulisan "story and characters based on novel Romas Picisan by Eddi D Iskandar" dan "film by Monty Tiwa".

OK NONTON.

Buat saya kedua nama itu jaminan awal kalau filmnya akan bagus dan menarik. Memang siapa sih kedua orang tersebut ?

Monty Tiwa, adalah salah satu sutradara Indonesia yang produktiv, sudah puluhan film yang ia sutradarai dan ia berani menyutradarai beraneka ragam jenis film mulai dari yang horor, drama komedi hingga drama romantis dan buat saya pribadi Bapak satu ini adalah Best Director for adapted movie from novel, masih saya ingat film terakhirnya yang sukses luar biasa ada film Test Pack, Sabtu Bersama Bapak dan Critical Eleven.

Hayo siapa yang juga nonton film-film tersebut ? 

Sementara Eddy D Iskandar, adalah seorang penulis dengan banyak novel best seller yang terkenal pada tahun 80-an. Saya banyak membaca novelnya mulai dari Gita Cinta Dari SMA, Galih dan Ratna, Cewe Komersil, Puspa Indah Di Taman Hati dan termasuk Roman Picisan ini. Novel-novelnya ini sudah di filmkan, bahkan ada yang sudah di buat reboot juga, selain itu beberapa novel pun sudah ada yang dibuat sinetronnya. Yang sekolah atau kuliah di tahun 90-an seperti saya, pasti tahu novel-novel tersebut dan menjadi bacaan favoritnya.

Nah ternyata Rompis sebelum di angkat ke layar lebar ini sudah ada serial sinetronnya ditayangkan di RCTI dan yang suka ternyata baaaanyak sekali yah sampai ada fansbasenya juga di Instagram, namun cerita di film ini bukanlah kelanjutan cerita dari serial tersebut sehingga ceritanya juga nggak sama. 

Penasaran dengan ceritanya ??? nih saya bocorin, tapi sedikit aja yahhh... hihihi

Rompis bercerita tentang Roman (Arbani Yasiz), yang pandai merangkai kata menjadi sebuah puisi yang indah. Setelah lulus dari SMA, tanpa terduga ia diterima di salah satu Universitas di Belanda sehingga terpaksa meninggalkan Wulan (Adinda Azani) yang selama ini menjadi teman dekatnya sekaligus perempuan yang menjadi inspirasi dari puisi-puisinya.

Di Belanda Roman sebenarnya kuliah bareng dengan Sam (Umay Shahab) sahabatnya semasa di SMA, Namun kerinduan karena harus menjalani hubungan jarak jauh dengan Wulan membuatnya merasa kesepian dan kegalauan tersebut berakibat pada nilai kuliahnya yang menurun hingga ia pun mendapat teguran dari salah satu dosennya.

Terlibat pada sebuah kejadian yang tidak menyenangkan di kampusnya, secara tidak sengaja Roman malah bertemu dengan Meira (Beby Tsabina) seorang mahasiswi dari Indonesia yang tengah menempuh pendidikan S2 yang tidak hanya pintar akademik tapi juga pintar memasak dan pintar menggambar sketsa.

Meira yang mengetahui kesulitan pada akademik Roman, berkeinginan untuk memberikan bantuan namun dengan persyaratan yang harus dipenuhi Roman yaitu barter dengan keahliannya membuat sebuah puisi khusus untuk Meira yang harus diberikan saat ulang tahunnya. Roman pun menyetujui hal tersebut.

Kehadiran Meira ini ternyata mengganggu hubungan percintaan Roman dan Wulandari, Roman yang berkesan menutupi kedekatannya dengan Meira, membuat Wulan nekat menyusulnya ke Belanda diam-diam dan niat awalnya Wulan yang ingin memberikan kejutan kepada Roman justru ialah yang mendapat kejutan, karena menemukan Roman tengah mesra dengan Meira di kampusnya.

Tak sanggup melihat kedekatan Roman dan Meira, Wulan pun segera pergi, ia cemburu sekaligus malu. Namun karena bantuan Sam akhirnya Roman dan Wulan pun bisa berbaikan. Atas permintaan dari Wulan, Roman pun mengenalkan Meira dengannya dan dari perkenalannya dengan Meira, Wulan pun bertambah yakin bila Meira tak hanya ingin membantu menyelesaikan tugas kuliah Roman tapi ada tujuan lainnya. 

Wulan dan Meira pun bersaing untuk mendapatkan perhatian Roman. Sam merasakan persaingan diantara perempuan tersebut dan mengingatkan Roman untuk memilih diantara mereka berdua, terutama bila tak ingin kehilangan Wulan, ia harus segera mengikatnya. Namun Roman masih tak yakin ia akan bisa membahagiakan Wulan.

Di hari terakhir Wulan berada di Belanda, ia meminta Roman untuk pergi berdua saja dengannya, Wulan telah mempersiapkan dirinya dan tempat romantis untuk mereka berdua. Diwaktu yang bersamaan Roman pun harus memenuhi janji di hari ulang tahun Meira, Merasa tak enak hati karena melupakan janjinya Roman pun menemui Meira terlebih dahulu namun ternyata Roman salah membuat keputusan, Ia pun jadi terlambat menemui Wulan.

Wulan yang patah hati akhirnya memutuskan untuk kembali lebih cepat ke Indonesia. 

Cukuplah yah reviewnya, nanti kurang gregetnya kalau saya ceritakan semuanya. Pokoknya setelah nonton film ini dijamin pasti baper seperti saya. Hahahha.

Sejujurnya saya suka banget sama film ini, bukan hanya karena genre-nya memang favorit saya yah drama komedi romatis namun lebih kepada ceritanya yang benar-benar diluar dugaan saya. Bukan hanya cerita cintanya Roman dan Wulan yang menggemaskan bikin senyum-senyum sendiri, saya pun terhanyut dengan puisi-puisi indah yang dituliskan Roman dan diberikan kepada Wulan.

Tak berhenti sampai disitu, saya juga terhibur dengan percakapan konyol yang bikin ngakak diselingi dengan umpatan Roman dengan Sam khasnya lelaki atau ledekan Sam kepada Wulan dan sebaliknya yang khas persahabatan remaja yang selalu ingin mendukung dan berbagi. Tidak ada yang berlebihan dan semua terlihat natural saja.

Bagian terseru menurut saya adalah ketika Wulan dan Meira bertemu, karena satu sama lain merasa sedang bersaing memperebutkan perhatian dan cinta Roman, mereka kerap kali mengeluarkan sindiran-sindiran kocak yang bikin ngakak susah berhenti.

Di film ini setiap pemeran juga memberikan akting yang seusai, seperti Kegalauan Wulan yang begitu kuat karena kehadiran Meira dan sikap malu-malunya ketika di gombalin Roman dengan puisinya, ini yang paling saya suka, jadi merasa diri sendiri yang lagi digodain sama pacar.

Ketakutan Meira dan sikap misteriusnya yang buat saya penasaran banget. Sam yang di gambarkan sebagai seorang sahabat yang eazy going dan selalu siap mendukung, dan tentu saja Roman laki-laki romantis yang ingin menunjukkan komitmennya pada perempuan yang benar-benar ia cintai, membuat kita sebagai penonton bisa menikmati setiap adegan film, tak merasa bosan dan terfokus pada alur ceritanya yang cepat namun mudah di ikuti.

Makin Penasarankan sama filmnya ?

... dengan siapa akhirnya Roman menyatakan perasaannya ??? 
Apakah Roman benar-benar akan kehilangan Wulan ??? 
Atau Roman akan memilih Meira ???

Kuy besok, 16 Agutus 2018 harus nonton ROMPIS di bioskop kesayangan yah, buat kamu yang jomblo wajib ajak semua teman biar nggak baper sendirian, nah buat kamu yang sudah punya pacar, ajaklah pacarnya pas banget long weekend nih, biar bisa gemes bareng sama cerita cintanya... dan buat yang sudah tak lagi remaja seperti saja ajak deh teman-teman kuliah atau SMA buat nostalgia bareng dengan nonton film ini.


Rompis 




loph,
Maya Rumi 
Ini lanjutan posting celoteh Zaidan dengan saya dari tahun sebelumnya yah... Selama setahun terakhir, ketika Zaidan akan berusia 4 tahun, inilah percakapan yang sering terjadi, gemesin, ngeselin dan polos banget.

Selama setahun sebenernya banyak banget yah, dan karena keterbatasan ingatan yah bundanya cuma inget ini aja sih, mau buat tiap bulan nggak sempet, daripada nggak ada yah lebih baik dibuat saja kan walau hanya sedikit ini.



8. Bunda lupa
B : zaidan, bobo yuk jangan main hp terus
Z : tapi ini kan bukan hp... Ini tab
B : -___-
Z : bunda lupa yah (cengir-cengir nyebelin)
B : -___-

9. Keriput
Zaidan lagi berendam (tapi bilangnya mandi) sambil main dino
Z : (teriak) bunda mandinya udah
B : ya udah ayo sampoan terus sabunan
Z : bunda, lihat aq seperti kakek (nunjukin jari-jari tangannya)
B : apanya seperti kakek ?
Z : ini keriput, seperti kakek kan
B : -___-

10. Meow
Z : bunda main meow yuk ?
B : kaya gimana main meow ?
Z : nih bunda pegang sini aku
B : pegang dagu
Z : meow... meow... (pura-pura jadi kucing)
B : -___-

11. Bayi
Z : ini ayah... ini bunda... ini dede bayi
B : itukan kamu waktu bayi
Z : muka bingung, ini bukan aku, ini dede bayi
B : -___-

12. Aku dimana
B : ini siapa ?
Z : ini ayah.. Ini bunda...
B : kalau ini siapa ?
Z : ini ayah lagi... Ini bunda lagi...
Ayah sama bunda terus... Aku dimana?
B : -___-

13. Sakit perut
Z : udah bunda perut aku udah gede
B : sekali lagi, tinggal sedikit nasinya
Z : udahhh... nanti aku sakit perut terus ee
B : -___-

14. Nggak ada teman
Z : bunda siniii
B : iya sebentarrr
Z : bundaaaa temenin main, aku sendirian
Gak ada teman
B : -___-

Z : bunda lagi apa
B : lagi setrika baju, kamu jangan deket-deket
Z : bunda sendirian ?
B : iya, udah sana main
Z : nggak ah, aku disini aja, kasian bunda gak ada teman
B : -___-

Z : ayah kemana bunda  ?
B : ayah kekantor
Z : sendirian ?
B : iyalah sendirian
Z : kasian ayah, nggak ada teman
B : -___-

15. Bunda sudah gede
Z : bunda ini mainnya gimana sih ?
B : nggak tahu bunda, bunda nggak suka main game
Z : tapi bunda kan udah gede, masa nggak bisa
B : -___-





loph,
Maya Rumi 


Saya tuh suka banget pakai kebaya dan kain. Namun kalau di Jakarta mengenakan kebaya dan kain bukan menjadi pakaian yang sering dikenakan.

Umumnya perempuan di Jakarta memakai kebaya itu hanya bila ada acara tertentu saja, seperti untuk acara pernikahan atau yah paling seringnya sih pakai kebaya untuk datang ke kondangan atau wisudaan.

Kecuali kita bekerja sebagai pns di Jakarta, para pns ini setiap hari jumat ada keharusan pakai kebaya encim dan kain, tapi saya kan bukan pns juga.

Makanya saya tuh selalu iri deh sama teman-teman perempuan di Bali yang sering banget pakai kebaya. Mereka tuh sering banget pakai kebaya karena banyaknya upacara adat di sana, salah seorang teman akrab saya di bali bahkan punya koleksi kebaya yang lumayan banyak.

Sudah beberapa kali saya ke Bali dan bertepatan dengan upacara adat yang mengharuskan masyarakatnya sembahyang dan menggunakan kebaya.

Untuk mereka berkebaya itu nggak harus ketika datang kondangan atau wisudaan saja tapi untuk sembahyang bahkan untuk bekerja juga, karena biasanya setelah selesai sembahyang di pagi hari mereka tetap ke kantor dengan berkebaya.

Jadi jangan kaget yah ketika kalian datang untuk liburan di Bali bukan saat acara agustusan atau kartinian, banyak perempuan Bali yang berkebaya lengkap dengan kainnya. 

Malam minggu lalu saya bisa pakai kebaya lagi, senangnya bukan kepalang lah... hahaha, seingat saya terakhir berkebaya itu di akhir tahun 2016 deh, dan sebelumnya lagi terakhir berkebaya adalah ketika nikah di tahun 2011. Lama banget kan jedanya, sampai beberapa tahun.

Bisa berkebaya kali ini, karena ada teman kantor yang menggelar resepsi pernikahan di sebuah gedung di daerah Jakarta Pusat. Jadi saya sudah persiapan deh buat beli kebaya, iya saya beli baju kebaya cuma buat kondangan yang nggak sampai dua jam itu. Niat sekali lah pokoknya.

Katanya suka pakai kebaya tapi kok absen pakenya lama bener ?

Setelah saya pikir-pikir dan ingat-ingat lagi, baru deh saya ngeh, saya bukannya nggak ingin pakai kebaya apalagi bila ada acara kondangan, namun lebih kepada alasan saya nggak bisa lagi pakai kebaya setelah berhijab karena setelah saya berhijab saya menemukan kesulitan memilih model kebaya yang tepat.

Pilihan Kebaya yang tepat untuk saya adalah : 
1. Tidak tipis, menerawang atau transparan
2. Tidak ketat dibadan dan di bokong
3. Tangan Panjang
4. Panjang kebaya sebetis
5. Tidak ada tambahan penggunaan manset dibagian badan dan tangan.

Dahulu sebelum berhijab cari kebaya mah gampang banget di Tanah Abang Blok A, Mau beli bahan atau beli kebaya jadi bisa langsung ke lantai paling bawah yang dikenal dengan Basement 2 (B2), satu lantai itu memang dikhususkan untuk penjualan bahan tekstil tidak hanya untuk pakaian seperti kebaya tetapi juga untuk bahan untuk sprei, hijab dan lain sebagainya.

Jadi kita yang bingung mau cari bahan untuk kebaya dijamin..... makin bingung karena terlalu banyak pilihan, hahaha. Berbagai motif dari bahan yang sering dijadikan untuk kebaya seperti brokat, organza dan tule banyak tersedia, warnanya pun banyak pilihan. Yang paling penting untuk di ingat adalah jangan datang ke pasar Tanah Abang di hari minggu dimana pada hari tersebut banyak toko yang tutup jadi pilihannya pun berkurang.

Kalau nggak mau repot membawa ke penjahit, mau murah dan waktunya mepet membeli kebaya yang sudah jadi adalah pilihan yang paling tepat. Berdasarkan pengalaman untuk menjahit satu set kebaya dengan kain paling tidak butuh waktu seminggu sampai dua minggu, setidaknya bila membeli kebaya jadi yang ukurannya tidak pas, waktu untuk mengecilkan tidak selama menjahit.

3 Hal yang menyulitkan Hijaber membeli kebaya jadi, adalah :

1. Penggunaan puring terbatas
Karena biasanya kebaya yang dijual itu dari bahan brukat, tule atau organza dengan tambahan lapisan puring, namun puring pada kebaya ini lebih banyak hanya di bagian badan saja, dari bagian dada hingga perut sementara di bagian lengan atau tangan tidak ada puringnya.

2. Ukuran badan tidak pas
Ukuran kebaya-nya yang hanya ada 2 pilihan, kalau tidak pas badan atau lekat di tubuh yah ukuran kebayanya besar sekali karena ukuran all size. Namun lebih banyaknya kebaya jadi yang dijual itu ukurannya besar, jadi mau tidak mau kita harus ke penjahit lagi untuk mengepaskan dengan ukuran badan kita.

3. Panjang kebaya kurang sesuai
Masih soal ukuran, kebanyakan panjang kebaya itu hanya sampai menutupi bokong saja, sementara saya lebih senang yang kebaya panjang hingga ke betis.

4. Pilihan panjang bagian tangan tidak cocok
Dan yang terakhir adalah panjang tangan kebaya lebih banyak yang saya temui panjangnya itu 7/8 atau 3/4. Nah kalau begitu kan harus pakai manset, kebetulan saya tipe hijaber yang nggak suka pakai manset.



Kebaya yang saya pakai ini beli sudah jadi, baru ditemukan setelah berkeliling hampir sejam di pasar Tanah Abang Blok A, karena seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya, pembelian kebaya harus sesuai dengan persyaratan yang telah saya jabarkan sebelumnya.

Kebaya berwarna biru elektrik dengan model kutu baru ini dibuat dari bahan balotelli yang di bagian pinggir dan tengahnya di jahitkan potongan brukat dengan warna serupa. Saya benar-benar tidak menyangka akan ada kebaya dengan bahan balotelli.

Umumnya bahan balotelli di gunakan untuk bahan pembuatan gamis, bahkan ini menjadi bahan favorit untuk pembuatan gamis. Bahan balotelli ini tidak transparan namun juga tidak terlalu tebal tapi ringan dan adem saat digunakan dengan ciri khas yang mudah sekali dikenali adalah adanya tekstur kotak-kotak kecil yang membentuk garis, memiliki sedikit efek kilau dan tidak membentuk tubuh si pengguna.

Untuk kainnya saya mengenakan motif parang dengan warna biru dongker perpaduan dengan putih, kain ini bukan dari bahan katun yah tapi bahan paris, tekstur lebih lembut dan jatuh, tidak mudah kusut dan mudah saat disetrika (cepat licin). Kain ini saya kenakan hanya dengan lilit saja dengan model draperi, jadi kainnya tidak saya jahit lagi untuk dibuat menjadi rok, sehingga ketika kain di lilit hasil akhirnya lebih cantik kalau menurut saya.

Sebenarnya saya nggak pandai sih melilit kain menjadi rok, tapi saya bisa, cuma karena jarang sekali penggunaanya jadi suka lupa, untuk itu biasanya sebelum hari H saya beberapa kali mencoba pakai agar tahu harus dililit seperti apa. Bisa juga sih mencari referensi lilit kain untuk menjadi rok di youtube.

Namun saran saya sih sebaiknya kain itu dijahit untuk dibuat rok, selain mudah dikenakan juga menghemat waktu pemakaian, tidak perlu berulang kali coba dan pastinya tidak khawatir dengan ikatan yang mungkin lepas.

Tips 5 langkah mudah melilit kain bentuk draperi :

1. Kain di bentangkan di pinggang, salah satu sisinya (kanan atau kiri) di tarik lebih panjang.
2. Sisi kain yang lebih panjang di lilit ke bagian belakang, di bagian ujung atas harus di usahakan bisa ditarik sampai depan, kita bisa menyesuaikan dengan tarik lalu ulur dengan kaki kanan dilangkahkan ke depan sampai kita rasa pas, ini adalah bagian yang paling penting diperhatikan agar kain kebaya tidak kabet/ketat hingga membuat kita kesulitan melangkah.
3. Sisi kain yang lebih pendek di serut membentuk draperi.
4. Serutan kain ini lalu di kaitkan dengan ujung dari kain yang lebih panjang
5. Kecangkan ikatan atau bisa juga menggunakan sabuk dan rapikan kain agar tidak terlihat menggembung di bagian perut

Sementara untuk hijab saya memakai hijab berukuran 140cm x 140cm, berwarna biru serupa dengan bajunya, berbahan katun voal merk umama type syar'i, untuk hijab ini saya tidak membuat model apapun yah, hanya menyematkan bros kecil saja berwarna biru juga dibagian pundak.

Buat saya pribadi sebagai perempuan bisa berkebaya adalah salah satu bentuk menunjukkan nasionalisme, karena budaya Indonesia memang lekat sekali dengan kebaya. Namun dengan pilihan berhijab saat ini saya tidak ingin menjadikan hal tersebut membatasi atau menyulitkan, toh ternyata akhirnya saya tetap bisa berkebaya sesuai dengan keinginan.

Baiklah saya cukupkan cerita ini semoga cerita kebaya untuk hijaber dari saya bisa membantu teman-teman yang berhijab dalam mencari inspirasi model kebaya, dapat menjadi referensi untuk mengenakan kebaya lagi walau sudah berhijab dan dapat tampil cantik serta anggun namun tidak mengurangi tampilan berhijab kita.

Untuk teman-teman hijaber yang suka atau ingin pakai kebaya dan menemui kesulitan yang serupa dengan saya, saya tunggu komentarnya yah... 





loph,
Maya Rumi 
Dear kesayangan bunda,

Ini cerita-cerita zaidan di usia 4 tahun, lanjutan cerita tahun lalu... Maaf ceritanya terlambat sekali karena harusnya di bulan juni yah ceritanya tapi bunda bingung mo mulai cerita darimana, sekarang terlalu banyak cerita tentang zaidan...



Tahun 2018 ini zaidan mulai masuk sekolah TK A tepatnya bulan Juli lalu, sama seperti bunda-bunda lainnya, bunda pun semangat sekali, nggak mau ketinggalan untuk antar anak sekolah di hari pertamanya. Seminggu sebelumnya sudah persiapan untuk mengecilkan kemeja sekolah, belanja tas, tempat minum dan sepatu, untuk alat tulis disiapkan dari sekolah jadi nggak ada beli.

Drama pertama disekolah zaidan nggak mau ikutan baris dengan teman-temannya, awalanya sih mau baris, tapi mukanya seperti sudah ingin nangis, karena bunda kasihan akhirnya di samperin tapi yang terjadi zaidan malah  beneran nangis. Padahal bunda berharap zaidan seneng ketemu banyak temen baru, tapi ternyata nggak, setelah nangis zaidan pun ngumpet di belakang badan bunda.

Akhirnya dengan berat hati bunda pun terpaksa ikutan nemenin baris, selanjutnya nemenin duduk di aula kecil sekolah untuk perkenalan. Untung zaidan masih mau ikutan memperkenalkan diri kepada teman-teman dan juga ibu guru. Ibu hepi nama guru kelas zaidan dan mengikuti sarannya bunda pun meninggalkan zaidan ketika masuk kelas. 

... dan zaidan anteng di kelas tanpa bundanya.



Cerita dari sekolah lainnya adalah, zaidan punya seragam warna putih, kemeja dan celananya, ini bunda keki banget sama sekolahnya dan bertanya-tanya karena bingung anak tk kok punya seragam warna putih sih... baru pakai baju seragam dan langsung ketumpahan susu coklat *istigfar terus bunda lupa membekali zaidan dengan sarapan buah pisang yang meninggalkan noda getah yang kemudian jadi hitam di celana *nangis

Namun, terima kasih yang sangat tak terhingga dari bunda kepada vanish, karena noda-noda tersebut seketika hilang, seragam kembali putih bersih *ini bukan sponsored post

okeh cukup sekian cerita sekolahnya yah...

Setelah mulai sekolah ini, ayah dan bunda memutuskan untuk tak melanjutkan menitipkan zaidan di daycare lagi, karena ada ante opi yang bersedia mengaja zaidan setelah pulang sekolah sampe ayah dan bunda pulang kerja.



Resminya zaidan berhenti dari daycare dari awal bulan juni dengan pertimbangan biaya daycare yang diluar dugaan, jadi masuk daycare hanya 1 minggu namun harus bayar full, lalu libur seminggu karena hari raya idul fitri dan setelahnya masih ada 10 hari dibulan juni kan, bila ingin ke daycare perhari dikenakan pembayaran hari libur perhari 100 ribu. Belum lagi karena selama ramadhan jam pulang daycare lebih awal lagi pulangnya yaitu jam 4 sore. Ayah bundanya nyerah.

Sudah ada menemukan sih daycare lain yang biayanya lebih masuk hitungan ayah bundanya, tempatnya juga ok, pokoknya sesuailah dengan kriteria yang saya inginkan, namun karena ada tawaran dari adik juga, jadilah zaidan nggak lagi kembali ke daycare.

Diusia 4 tahun ini zaidan mulai susah makan, jadi berat badannya kurang dan kalau sakit berat badannya cepat sekali turun jadi kamu kelihatan kurus banget. Makanan favorit masih bakso, sosis, ikan termasuk ikan asin, buah dan sayuran juga suka, tapi kadang-kadang juga nggak mau dan yang paling favorit adalah ice cream sama seperti bunda dan coklat sama seperti ayah.

Ayah dan bunda membolehkan zaidan makan coklat dan es krim kapan saja, tapi... harus sikat gigi sebelum bobo dan karena rajin sikat gigi, gigi zaidan alhamdullilah nggak ada yang rusak karena karies ataupun lainnya.

Zaidan makin menggemaskan, sudah tambah banyak kosakatanya, bahkan kadang ayah dan bunda sering terkejut kok kamu bisa ngomong seperti itu, karena sepertinya ayah dan bunda belum pernah mengajarkan ataupun mengenalkan kata-kata tersebut. Belum lagi kamu sudah bisa menolak sesuatu yang kamu nggak suka, bukan hanya menolak mandi, makan ataupun bobo tapi kadang kamu lebih memilih untuk main dengan teman daripada ikutan pergi bunda ataupun yang lainnya.

Sudah bisa mengerti dan takut kalau makan kerupuk, ciki ataupun mie kebanyakan akan sakit batuk. Paham kalau sakit itu harus minum obat, istirahat dan nggak main keluar rumah dulu.

Di usia 4 tahun zaidan ini, karena pekerjaan bunda harus sering ninggalin kamu sama ayah untuk keluar kota, sebenarnya zaidan sudah sering bunda tinggal untuk dinas luar kota sejak usia 6 bulan tapi dulu kan zaidan nggak tahu dan nggak ngerti kalau beberapa hari nggak ketemu dengan bunda, sekarang zaidan sudah tahu dan mengerti, jadi bunda khawatir sekali bila zaidan jadi rewel tapi ternyata nggak kejadian, malahan zaidan juga mengantar bunda ke bandara sama ayah dan nggak nangis ditinggal bunda pergi.

Kalau dulu zaidan suka sekali dengan gajah, sekarang zaidan sukanya dengan kucing dan dino, zaidan bahkan lebih hafal jenis dino daripada bunda, tentu saja diajarin sama ayah yang juga beliin kamu beberapa dino. Tiap kali pergi kemana-mana zaidan selalu seneng main sama kucing, dirumah pun kucing-kucing liar jadi pada sering datang, karena sering kamu ajak main dan kasih makan. Walaupun beberapa kali minta dibelikan kucing juga sama ayah, tapi ayah sama bunda belum berani membelikan kucing seperti chiko dan ayah malah berinisiatif mo beliin kamu iguana, karena iguana mirip dino. Yang terjadi kemudian kamu suka pura-pura minta di pegang dagunya terus mengeong seolah-olah kamu jadi kucing.


Yang buat bunda juga jadi bangga sekali dengan zaidan setelah usia 4 tahun adalah, zaidan paling rajin mengingatkan dan mengajak ayah untuk shalat di masjid dekat rumah, semoga kemudian zaidan bisa rajin shalat terus hingga dewasa yah, walau sekarang kalau datang ke masjid hanya untuk main saja dan kadang juga suka bikin ayah repot karena ketika ayah lagi shalat kamu malah minta pipis bahkan pernah beberapa kali minta pup juga. 

Cukuplah yah ceritanya, sampai ketemu tahun depan diusia 5 tahun yah...




cium paling gemes
bunda

Gedung Gongong Tanjung Pinang

Bulan Juli lalu untuk pertama kalinya saya mengunjungi kota Tanjung Pinang. Kedatangan saya kesana tentu saja sebagai perjalanan dinas dari kantor selama 3 hari 2 malam. Walaupun harapan terbesarnya kesana buat liburan di Lagoi Beach Bintan atau di Trikora Beach, realitanya berkata lain. Namun cerita yang saya mau bagi tentu saja bukan cerita kerjaannya, cukuplah saya yang pusing karena kerjaan itu.

Kota Tanjung pinang merupakan ibukota dari Kepulauan Riau dan berada di Pulau Bintan. Untuk menuju kesana dari Jakarta kita hanya bisa menggunakan 3 pilihan maskapai penerbangan yaitu Lion Air, Sriwijaya Air dan Garuda Indonesia yang dalam sehari hanya melayani sekali perjalanan di pagi hari, jadi kalau kesana sudah pasti harus menginap yah.

Bandar Udara Internasional Raja Haji Fisabillilah

Bandar Udara Internasional Raja Haji Fisabillilah

Bandar Udara Internasional Raja Haji Fisabillilah

Namun memang bila ingin pulang hari, kita bisa menyebrang dahulu ke kota Batam dengan kapal ferry, rekomendasi dari teman yang sudah sering bolak balik kota Tanjung Pinang dan Kota Batam, sebaiknya menggunakan kapal ferry Oceana Barunna. Terdapat 21 keberangkatan (jeda keberangkatan setengah jam sekali) dari Telaga Punggur, Kota Batam ke Sri Bintan Pura, Kota Tanjung Pinang di mulai dari jam 7.30 pagi hingga 17.30 sore dengan harga tiket sekali jalan Rp 57.500 dan lama perjalanan sekitar 1 jam. Setelah itu lanjut dengan pesawat terbang menuju kota Jakarta.

Buat saya walaupun keluar kota untuk perjalanan dinas kantor yang selalu di isi dengan meeting dan kerjaan baru kelar larut malam, namun ada hal-hal yang juga menyenangkan. Salah satunya adalah dapat mencicipi aneka kuliner yang khas daerah tersebut. Senangnya saat kedatangan saya sebulan lalu itu sedang musim buah favorit saya yaitu duren atau durian. Ada juga yang suka makan buah ini ? atau malah sebaliknya paling anti sama buah duren karena nggak kuat sama baunya yang harum sekaligus blenger itu.

durian daun tanjung pinang

durian daun tanjung pinang

durian daun tanjung pinang

Durian dari Tanjung Pinang ini berbeda dengan durian pada umumnya yang saya temui di Jakarta ataupun kota lainnya yang di kenal menghasilkan buah tersebut. Durian Daun namanya, berwarna hijau, berukuran kecil, sekilas mirip rambutan duri-durinya itu, dalam sebuah durian rata-rata hanya ada 2 ponge, rasa buahnya manis, tidak ada pahitnya dan yang paling buat saya heran adalah tidak menyisakan bau duriannya dimulut setelah selesai makan dan tidak membuat cepat begah, makanya jangan heran saya bisa menghabiskan lebih dari 5 buah durian.

Durian daun ini hanya ada setahun sekali, berjumlah tidak banyak sehingga harga jualnya pun selangit karena sangat di tunggu-tunggu oleh masyarakat Tanjung Pinang.

Selama 3 hari disana saya sempat juga di ajak keliling kota di sore hari, saya pun mampir untuk berfoto di landmark-nya Gedung Gonggong. Gongong merupakan Salah satu makanan laut yang menjadi favorit disana, namun berhubung saya nggak suka, jadi saya tidak mampir untuk mencobanya.

gedung gonggong tanjung pinang
gedung gonggong tanjung pinang
Yang saya coba justru jajanan sore yang banyak di pinggir jalan sekitar gedung Gonggong yang disebut dengan Taman Tepi Laut yaitu buah jambu biji. Saya kebetulan suka banget sama jambu biji apalagi jambu biji yang nggak ada bijinya atau biasa dikenal dengan jambu kristal. Menurut saya yah ini jajanan pinggir jalan paling sehat yang pernah saya temui, hahaha. Sebuah jambu biji ukuran besar dijual dengan harga hanya 10 ribu rupiah saja, kita bisa memilih yang matang atau yang masih mengkal, setelah dipotong-potong oleh penjualnya bisa langsung dimakan atau juga minta di kasih bumbu garam atau lada putih.




Selain gonggong, yang menjadi favorit adalah sop tulang. Saya pikir yah namanya sop tulang pastilah isinya tulang ternyata itu hanya nama saja, penampakannya justru sop yang berisi banyak sekali daging sapi. Rasa kuahnya enak, terasa sekali kuah kaldunya dan dagingnya empukkk banget, nggak usah pakai usaha buat memisahkan daging dari tulang, istilahnya di senggol sedikit saja dagingnya sudah lepas dari tulang jadi nggak meninggalkan jejak juga di gigi. Hihihi.

sop tulang tanjung pinang

Yang juga khas hanya ada di Tanjung Pinang adalah otak-otak ikan, disini otak-otak dibalut dengan daun kelapa, berwarna jingga terang karena info dari teman yang orang Tanjung Pinang, otak-otak dibuat dengan tambahan cabai merah dan kunyit selain itu juga bahannya tidak hannya dari ikan namun ditambahan dengan cumi-cumi, sehingga rasanya perpaduan pedas dan gurih yang bikin ketagihan.

otak otak ikan tanjung pinang

sop tulang tanjung pinang


Sayang kunjungan saya singkat saja dan padat banget acaranya, sebenarnya ada juga beberapa tempat wisata yang ikonik di kota Tanjung Pinang ini, lain kesempatan saya datang lagi, pasti saya akan bagi ceritanya...

Teman-teman ada yang sudah pernah ke Tanjung Pinang ? sharing ceritanya di kolam komentar yah...





loph,
Maya Rumi