Entah ada angin apa hari itu pak bos mengajak kami untuk mengunjungi salah satu toko batik Danar Hadi yang berada di Jl. Raden Saleh Cikini, Jakarta Pusat. Kami dipersilahkan untuk memilih pakaian batik yang kami suka dengan budget yang sudah ditentukan, boleh lebih dari budget asalkan ada subsidi silang dari yang membeli batik lebih murah.
Lalu sibuklah kami bersepuluh bolak-balik mencoba kemeja batik yang ada, mencari motif yang sesuai dengan keinginan hati dan sesuai dengan budget tadi, hingga satu jam lamanya barulah kami selesai mendapatkan batik impian masing-masing.
Sepekan kemudian, dihari kamis yang telah ditentukan, kami bersama-sama memakai baju batik tersebut lalu tanpa rencana saya putuskan untuk mengajak teman-teman dan pak bos untuk berfoto bersama di rooftop kantor, tidak hanya bertujuan untuk mengupdate foto pada grup wa kami, sekaligus merayakan identitas kolektif kami melalui satu simbol budaya yang kuat : Batik.
Batik lebih dari Sekedar Seragam
Melihat foto-foto diatas, saya berharap sekali kalian yang melihatnya juga seperti saya, tak hanya menemukan keberagaman motif batik yang kami kenakan dapat memanjakan pandangan mata. Ada motif parang yang melambangkan jalinan yang tidak pernah putus, ada motif pesisiran yang penuh dengan warna dan bunga, hingga motif geometris yang modern.
Mengapa batik ?
Entah apa alasan dari pak bos yang memberikan batik-batik ini kepada kami, selain alasan guyonan sebagai persiapan menghadiri acara pernikahan salah satu teman saya di tim yang sangat kami harapkan di tahun 2026 ini akan melepas masa lajangnya.
Menurut saya, batik adalah salah satu bahasa pemersatu di Indonesia. Saat saya mengenakan batik, ada rasa bangga yang hadir, dari itu saya menyadari bahwa bilamana kita bersama-sama memakai batik kita seperti menjadi bagian dari sesuatu yang jauh lebih besar dari diri kita sendiri.
Dunia kerja sering kali digambarkan sebagai kesibukan dengan deretan angka, banyaknya deadline yang ketat dan zoom meeting yang berebut waktu dengan meeting offline di ruangan. Namun dibalik setiap proyek yang berhasil diselesaikan, setiap target yang tercapai ada satu elemen yang menjadi penggeraknya, yaitu manusia.
Di lingkungan profesional, batik meruntuhkan sekat-sekat formalitas yang sering kali terasa dingin, batik memberikan kehangatan, karakter sekaligus sentuhan personal pada setiap individu pemakainya.
Dalam foto-foto tersebut, saya melihat bagaimana senyum setiap anggota tim terpancar lebih tulus. Ada sesuatu tentang pakaian tradisional yang membuat kita merasa lebih "membumi" dan terhubung satu sama lain.
Dalam balutan kain warisan leluhur ini, kami tidak hanya sekedar berfoto. Kami sedang merekam sebuah narasi tentang bagaimana latar belakang, usia dan peran dapat melebur dalam satu harmoni yang indah.
Sentuhan Legenda Batik Danar Hadi
Dalam sesi foto ini, sepertnya saya tidak bisa memugkiri bahwa aura profesionalisme kami terpancarkan berkat kualitas kain yang kami kenakan. Batik Danar Hadi benar-benar dapat saya rekomendasikan untuk teman-teman gunakan di kantor.
Batik Danar Hadi bukan merk baru, sudah ada sejak tahun 1967 dan hingga kini masih menjadi salah satu simbol mewah untuk pelestarian budaya batik yang ada di Indonesia. Berdasarkan pengalaman berbelanja saya di salah satu butiknya, saya juga ingin berbagai beberapa informasi yang kumpulkan dari berbagai sumber mengenai Batik Danar Hadi.
1. Warisan dan kualitas dari kota Solo
Didirikan oleh pasangan H. Santosa Doellah dan Hj. Danarsih Hadi. Nama Danari Hadi diambil dari gabungan nama depan dan belakang sang istri dan ayah mertua. Berakar dari kota Solo, kota yang dikenal sebagai pusat peradaban batik, Danar Hadi membawa pakem-pakem klasik yang kemudian dikembangkan menjadi desain yang relevan denggan perkembangan zaman.
2. Kekuatan motif antara tradisi dan modernitas
Yang membuat Danar Hadi istimewa kemampuannya mengolah motif-motif klasik seperti parang, kawung dan sido mukti dengan sentuhan warna yang lebih modern namun tetap elegan. Beberapa jenis batik yang dapat kita temui di butik Danar Hadi, yaitu :
Batik Cap & Tulis : Danar hadi dikenal sangat ketat dalam mempertahankan teknik batik cap dan tulis manual. Tekstur dan kejujuran motif buatan tangan ini memberikan dimensi berbeda pada foto tim kami, terlihat lebih berkelas dan berkarakter dibanding motif cetak mesin (printing).
Koleksi Eksklusif : Hampir semua koleksi batik di Danar Hadi hanya tersedia 1 ukuran untuk 1 motif, terdapat juga beberapa koleksi eksklusif hingga lini yang lebih kasual seperti yang saya dan teman saya yang perempuan pakai dengan lini merk Days By Danar Hadi.
Brand ini mampu menjembatani perbedaan usia dalam tim kami, anggota tim yang lebih senior tampak berwibawa dengan motif sogan klasik sementara rekan-rekan yang lebih muda tampil chic dengan motif pesisiran yang lebih berwarna.
3. Simbol apresiasi budaya diruang kerja
Memilih batik Danar Hadi sebagai "seragam" tidak resmi tim adalah bentuk apresiasi kami terhadap industri kreatif lokal. Batik Danar Hadi juga dikenal melalui Museum Batik Danar Hadi di Solo yang menyimpan ribuan koleksi batik langka, sepertinya semangat konservasi inilah yang ingin kami bawa ke dalam budaya kerja kami, yaitu menghargai budaya sambil terus bergerak maju ke masa depan.
Hari itu hari yang akan kami kenang setidaknya untuk 10 tahun mendatang. Bukan laporan yang kami selesaikan di hari tersebut, melainkan kebersamaan saat kami berdesakan mencari posisi terbaik untuk difoto. Kami akan mengingat bagaimana angin berembus di rooftop itu dan betapa bangganya kami mengenakan batik Danar hadi tersebut.
Terima kasih teman-teman dan pak bos yang telah menjadi bagian dari perjalanan ini. Setiap dari anda membawa warna unik ke dalam palet organisasi kita. Mari terus pertahankan semangat kolaborasi kita, terus bekerja dengan hati, saling mendukung dan memotivasi dan selalu sisakan ruang untuk tertawa bersama.

Komentar
Posting Komentar
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca postingan ini dan meninggalkan jejak komentar yang baik, semua komentar akan di moderasi terlebih dahulu oleh penulis.