Seminggu sebelum keberangkatan umroh, hari sabtu tanggal 27 Januari 2018 lalu saya mengikuti kegiatan manasik yang di selengarakan MQ travel di Balai Kartini.

Apa sih manasik ?

Untuk yang akan umroh atau haji dipastikan akan ada jadwal kegiatan ini. Tidak wajib sih, namun penting untuk di ikuti. Apalagi untuk yang baru pertama kalinya berangkat umroh ke tanah suci. Ini semacam pembekalan diri akan perkiraan atau gambaran untuk kita selama berada di madinah maupun mekah.

Jadi manasik itu ...

"calon jamaah umroh akan di latih tentang tata cara pelaksaan ibadah umroh yang akan dilaksanakannya, misalnya rukun umroh, wajib dan sunah, maupun hal-hal yang tidak boleh dilakukan selama pelaksanaan ibadah umroh"

Calon jamaah umroh di haruskan datang setengah jam sebelum acara manasik dimulai, karena ada proses pendaftaran terlebih dahulu. Saat itu saya datang diantar suami, tepat jam 7 pagi sudah tiba di sana dan sudah mulai ramai oleh peserta di meja pendaftaran.


source ig : umrohmqtravel


Dari pendaftaran itu saya mendapatkan goodie bag (dan koper) yang berisikan : 
1 pcs bergo putih yang digunakan untuk umroh pertama
1 buku doa-doa selama ibadah umroh
1 tas slempang warna biru dongker 
1 tas ransel untuk dipergunakan sebagai kantong sandal
2 luggage tag untuk koper bagasi dan koper cabin
1 dokumen itenarary dan perlengkapan bawaan
1 koper kabin 20 Inc







Acara di awali dengan kata sambutan dari pihak travel lalu dilanjut dengan materi seputar umroh, kegiatan selama umroh, karena selain umroh kita juga ada jiarah ke beberapa tempat dan penjelasan pengetahuan tambahan untuk doa-doa yang harus dibaca, teori tata cara umroh serta ada sesi tanya jawab juga. Ternyata bahasan yang terlihat singkat ini makan waktu juga, hingga jam makan siang barulah selesai semuanya.





Setelah jam makan siang, acara dilanjutkan dengan breakdown itenarary selama umroh 9 hari, lalu ada penjelasan teknis keberangkatan dan kepulangan, pembagian kamar di hotel, pembagian bus hingga barang-barang yang harus dibawa dan tidak boleh dibawa, barang-barang yang masuk koper kabin dan koper bagasi.

Khusus untuk wanita ada kajian fiqih, terutama menghadapi menstruasi ketika akan melaksanakan umroh dan tayamun di pesawat, Sementara untuk laki-laki ada praktek menggunakan kain ihrom yang baik dan benar. Setelah shalat ashar dilanjutkan dengan praktek umroh bergantian setelah laki-laki barulah perempuan, prakteknya secara garis besar saja, terutama untuk proses thawaf mengitari kabah sebanyak 7 kali.



source ig : umrohmqtravel



Menurut saya sih manasik MQ Travel ini mewah, diadakan di sebuah ballroom besar di Balai Kartini, makanan yang disajikan juga enak-enak dari sarapan hingga makan siang. Untuk makan siang pihak panitia menyuguhkan nasi kapau, mantap !!

Selain manasik ini banyak memberikan informasi terkait dengan ibadah umroh itu sendiri, informasi lain yang masih berhubungan dengan kegiatan umroh juga banyak di beritahukan, seperti pemilihan paket hp untuk komunikasi selama berada di tanah suci dengan keluarga di tanah air.

Manasik umroh ini menghabiskan waktu seharian, saya tidak meyangka akan selama itu yah, karena pembagian acara yang pendek-pendek waktunya, namun saya tidak merasa lelah, ngantuk ataupun bosan selama acara, mungkin karena perasaan senang juga. Saya bena-benar menyimak setiap point yang disampaikan, tentu saja agar benar-benar memahami proses umroh nantinya.

Beberapa hal yang harus diperhatikan untuk kegiatan manasik :

  1. Datang tepat waktu dan usahakan tidak bolak balik saat berlangsung acara, agar tidak tertinggal informasi yang di jelaskan.
  2. Bila kita ada rencana umroh dengan anak, lebih baik anak tidak di ikut sertakan datang di acara manasik ini, karena untuk mereka akan membosankan.
  3. Bila berangkat umroh dengan pasangan atau setidaknya berdua, lebih baik saat datang tidak dengan motor karena seperti yang telah saya sebutkan di awal diacara manasik ini juga sekaligus untuk pembagian perlengkapan umroh, agar tidak kesulitan untuk membawa 2 buah koper kabin.
  4. Selama acara manasik, panitia banyak memberikan kesempatan untuk bertanya, manfaatkan kesempatan tersebut, agar kita tidak bingung ketika di tanah suci, untuk proses keberangkatan maupun kepulangan.
  5. Untuk manasik tidak ada keharusan menggunakan pakaian atau hijab berwarna putih.


Semoga bermanfaat cerita manasik umroh saya ini.




loph,
Maya Rumi


Ada yang berencana umroh untuk tahun ini, disini saya ingin berbagi informasi untuk vaksin meningitis yang wajib dilakukan bagi calon jamaah sebelum melakukan ibadah umroh.

Vaksin ini sebenarnya juga wajib kita lakukan tidak hanya bila kita akan melakukan ibadah umroh atau haji namun bila kita akan berpergian ke negara-negara yang mempunyai epidemik meningitis.

Apa meningitis itu ?
Meningitis merupakan radang pada membran pelindung yang menyelubungi otak dan sumsum tulang belakang. Virus meningitis ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian dan cacat yang cukup serius.

Untuk mendapatkan vaksin meningitis ini tidak bisa di lakukan di semua rs, hanya tersedia di rs tertentu yang sepertinya telah di tunjuk oleh pemerintah. Selengkapnya daftar rs di daerah kamu bisa di googling yah, untuk di Jakarta dan sekitarnya ada beberapa tempat, yang salah satunya adalah  di RSUP Fatmawati.

Lokasi :
Gd Griya Husada, Lt 3
RSUP Fatmawati
Jl. Term Simatupang No. 18 
Cilandak Barat Jakarta Selatan

Biaya : 
Vaksin Meningitis Rp. 305.000,-
Vaksin Influenza Rp. 220.000,-

Persyaratan :
1. Mengisi formulir pendaftaran pasien baru di rs
2. Fotocopy Paspor 1 lembar (halaman depan)
3. Struk antrian

Waktu Pendaftaran :
Senin - Kamis, Jam 08.00 - 12.00
Jumat, Jam 08.00 - 11.00
Sabtu, Jam 09.00 - 14.00

Lama antri untuk pendaftaran sekitar setengah jam karena rs hanya menyediakan 3 komputer untuk mengisi data pribadi secara mandiri. Banyak orang tua yang usianya sudah lanjut tidak paham untuk proses ini sehingga waktu saya datang agak berantakan untuk antriannya, belum lagi ada beberapa orang yang malas mengantri dan menitip ke depan, sehingga menyelak antrian dan yang membuat lama juga adalah antrian grup dan pribadi yang tidak di pisah.

Setelah selesai mengisi formulir dan mendapat hasil print outnya, kita berikan berkas tersebut kepada petugas di lt 3 jangan lupa melengkapi dengan foto copy paspor halaman depan. Disini antrian lebih panjang sehingga lebih lama menunggunya dari waktu pendaftaran karena banyaknya pendaftar walaupun telah dilakukan sekali pemanggilan untuk 10 orang bergantian antara laki-laki dan perempuan.

Setelah dipanggil oleh petugas, saya bersama 9 orang perempuan lainnya dipersilahkan masuk keruangan vaksin, ternyata sebelum di vaksin kita di informasikan oleh dokternya tentang tujuan dan alasan pemberian vaksin bagi calon jamaah umroh ataupun haji. Vaksin meningitis di lakukan di lengan bagian atas (pangkal) sebelah kiri, untuk vaksin influenza di lengan bagian atas sebelah kanan.

Untuk vaksin meningitis tidak bisa dilakukan bersamaan dengan vaksin influenza, harus diberi jeda selama satu minggu. Untuk kemudahan pada saat penyuntikan, saya sarankan untuk mengenakan kemeja atau pakaian yang bagian tangannya longgar, agar memudahkan ketika petugas menyuntikkan vaksin pada kita.Untuk vaksin influenza tidak wajib, jadi kita diberikan pilihan untuk melakukan ataupun tidak, saya memilih tidak melakukan karena selain hemat biaya juga hemat waktu, karena tidak harus balik lagi minggu berikutnya.

Setelah selesai vaksin, kita bisa melakukan pembayaran di kasir dan akhirnya kita mendapatkan kartu berwarna kuning, sebagai bukti telah dilakukan vaksin meningitis, kartu tersebut bisa digunakan atau masa berlakunya selama 2 tahun, sementara vaksin influenza berlaku untuk 1 tahun.

Saat melakukan vaksin meningitis ini saya butuh waktu setengah harian, datang jam 8 selesai jam 11 siang. Cukup melelahkan yah. Oiya biasanya dari travel akan meminta kita melakukan vaksin meningitis selambatnya 2 minggu sebelum keberangkatan untuk melengkapi berkas lain untuk ibadah umroh.

Proses vaksin meningitis ini berbeda syarat dan ketentuannya antara daerah Jakarta dengan yang ada di luar Jakarta, hal tersebut saya ketahui dari teman saya yang melakukan vaksin di daerah Jambi dan Bengkulu. Di luar kota pemberian vaksin agak lebih sulit untuk syarat dan ketentuannya. Jadi untuk teman-teman daerah sebelum vaksin lebih baik mencari tahu dahulu atau menanyakan sebelum kedatangan.

Baiklah cukup sekian yah informasi untuk proses vaksin meningitis ketika akan umroh ini, semoga bermanfaat.






loph,
Maya Rumi
2017

Saya baru tahu kalau tanggal 1 Februari kemarin diperingati sebagai "Hijab World Day" padahal sudah dicetuskan dari tahun 2013 silam oleh seorang wanita dari Bangladesh bernama Nazma Khan. Alasan awal ia membuat "Hijab World Day" karena ia berharap masyarakat dunia lebih bertoleransi akan perbedaan keyakinan dan ras.

Ia telah menjadi korban bullying di New York, Amerika Serikat ketika masa-masa sekolah di SMP dan SMA karena menjadi satu-satunya perempuan yang berhijab di sekolahnya, karena hijabnya ia sering disiksa baik itu secara fisik maupun verbal.

Sikap diskriminatif orang-orang kepada dirinya pun berlanjut dengan tuduhan sebagai seorang teroris. Ia sempat merasakan hidup dalam ketakutan dan akhirnya hal tersebut membekas hingga membuat ia merasa trauma bila berada dikerumunan orang banyak.

2016


Memperingati World Hijab Day ini, saya jadi ingat bagaimana saya akhirnya memutuskan untuk berhijab jadi saya ingin berbagi cerita sedikit tentang hal tersebut yah... cerita berhijab saya biasa saja, tidak yang wuah susahnya, penuh dengan cobaan seperti Nazma Khan, malah menurut saya sangat dimudahkan oleh Allah dan mudah-mudahan bisa mengajak teman-teman shalihah yang masih maju-mundur untuk mantap berhijab.

Saya baru mulai berhijab tahun 2011, lupa tepatnya bulan apa, tapi sepertinya pertengahan tahun, jadi baru mau 7 tahun menutup aurat, masih lebih lama waktu umbar-umbar auratnya. Awalnya saya berhijab itu sebagai rasa syukur saja, karena di tahun itu baru menyadari betapa baiknya ALLAH SWT kepada saya selama ini memberi begitu banyak limpahan berkah dan nikmat, bahkan yang tidak saya minta pun Ia berikan juga.

Padahal sholat masih bolong-bolong, ngaji malas-malasan, sedekah pun jarang lebih banyak bayar pajak makan 10%  ke restoran dan puasa pun suka asal saja, hanya untuk menahan lapar dan haus, yang penting puasa ramadhan terus kalau ada yang bolong puasanya karena mens yah dibayar sih cuma nunda-nunda.

Mungkin karena itu jadi selama ini nggak pernah terpikir untuk berhijab, namun saya selalu bercita-cita bila menikah akan menggunakan hijab dan Alhamdullilah hal tersebut bisa kesampaian.

Sebelum benar-benar memutuskan berhijab seperti ada yang tidak seimbang di hidup saya, padahal hidup dikasih enak tapi diri saya merasa kok begini-begini saja yah kehidupan saya. Lalu saya membaca sebuah kata-kata yang seperti menegur saya 

"bila ingin merubah hidup, perbaikilah shalatmu"

Mulai deh saya memperbaiki shalat dengan mengutamakan di awal waktu, nggak pakai nunda atau nanti-nanti tapi kok masih merasa something wrong with my life. Yang ada malah kepikiran terus sama kata-kata pacar saat itu yang sekarang sudah menjadi suami, "nggak ingin pakai hijab ?" Dia cuma nanya saja sih waktu itu, nggak minta atau nyuruh, terus kata-kata temen saya dikantor "gw doain yah cin, biar lo pakai hijab juga kaya gw"

Nggak ada angin, nggak ada hujan, beli hijab segi empat di tanah abang terus pakai deh. Sayangnya saat itu kantor saya melarang karyawannya berhijab, jadi hijabnya masih buka-tutup macam warung saja. Saat sudah berhijab itu juga masih yang pakai jeans sama kaos panjang saja untuk kemana-mana, belum banyak berubahlah di penampilan hanya menambahkan hijab saja di kepala.

Terus masih nyari-nyari model hijab yang pas sama saya, ternyata saya nggak pintar pakai hijab square, nggak suka pakai turban dan lebih nyaman pakai yang pashmina karena bisa di modelkan macam-macam, akhirnya hingga sekarang awet pakai pashmina hijab dan sudah dapat modelnya yang saya bangetlah, seperti yang bisa di lihat di foto-foto di postingan ini.

Sudah mantap berhijab, beberapa bulan kemudian saya pun menikah lalu setelah menikah saya resign dari kantor dengan alasan ingin mencari kantor yang memperbolehkan berhijab. Saya percaya bila kita yakin jalan yang kita pilih adalah benar dan untuk kebaikan, maka yang menghampiri kita atau mendekati kita juga adalah kebaikan itu sendiri. Selama proses mencari tempat kerja baru, saya mengisi waktu dengan bergabung dengan tim pengajian HC, disanalah dipertemukan dengan 10 perempuan shalihah yang hingga saat ini masih menjalin silaturahmi dan menjaga saya untuk istiqomah berhijab.

"Saya perlu berteman dengan mereka yang juga berhijab, karena mereka menjaga keimanan saya"
-Jenahara-

2016

2017

Ketika zaman saya baru berhijab itu berbarengan dengan terbentuknya komunitas hijab di Indonesia yang dimulai oleh Hijabers Community (HC). Setelahnya banyak bermunculan komunitas sejenis, dari komunitas-komunitas inilah berhijab tak lagi terlihat kuno, identik dengan ibu-ibu karena muslimah berhijab lebih terlihat trendy, fashionable sehingga dapat mengajak lebih banyak anak muda untuk berhijab.

Berhijab buat saya banyak sekali cobaan maupun godaannya pada saat itu (hingga sekarang pun masih) berusaha terus menahan dan melawan, yang paling sulit dilawan adalah trend berhijab itu sendiri. Trend yang menyesatkan buat mereka yang baru belajar berhijab, karena para ukhti ini berlomba mengkreasikan hijabnya sehingga terkenalah kalimat : tutorial hijab.

Ada yang tutorial hijabnya sesuai syariat, namun lebih banyak yang kreatif berkreasi hanya untuk fashion semata, dan yang seperti itu lebih banyak yang suka yah karena memang terlihat enak dimata kita sebagai manusia padahal dimata Allah belum tentu demikian.

Kalau sekarang sudah jarang tutorial hijab, karena yang berhijab lebih ingin terlihat simple. Bila tutorial hijab banyak menggunakan pashmina, sekarang mulai terkenal lagi deh hijab square, sayangnya trend ini juga nggak cocok dengan janji saya, pengguna hijab square banyak yang memakai hijab tapi tak menutup dada.

Cobaan lain yang hingga kini masih saya kuat-kuatin adalah tidak memasang foto sebelum berhijab, kadang suka sedih melihat teman-teman yang sudah berhijab namun masih sering membuka aib diri sendiri ketika masih belum berhijab. "secantik-cantik kita di foto tanpa hijab, lebih cantiklah kita saat sudah berhijab."

Yang suka buat saya risih itu, selalu ada teman yang taging foto di FB ketik saya belum berhijab, akhirnya sudah sejak lama sih saya tutup FB saya, karena akun FB ternyata tidak bisa di hapus, mau hapus foto-foto pun malas, foto saya ribuan disitu akhirnya memilih tidak approve untuk teman-teman baru, setidaknya kalau ada teman yang taging foto saya tidak berhijab yang tahu yah hanya mereka yang memang kenal saya dari belum berhijab bukan teman-teman yang tahu saya ketika sudah berhijab.

Lambat laun saya pun berjanji pada diri sendiri untuk berhijab lebih baik, melakukan yang seharusnya dan meninggalkan yang memang tidak boleh dipakai lagi karena kita sudah berhijab, diantaranya adalah :

1. Berhijab itu menutup kepala, leher dan dada.
Awalnya saya pakai square hijab, kalau sekarang saya pakai pashmina dan lebih nyaman pakai itu, karena nggak harus memakai peniti di dagu, karena berasa gatel dan kadang bikin telinga dengung karena menarik hijab terlalu kencang. Pakai pashmina lebih memungkinkan untuk menutup dada, karena biasanya pashmina ukurannya besar.

2. Berhijab berarti meninggalkan celana jeans.
Jadi say good bye sama jeans, pelan-pelan sih, nggak langsung juga. Kebetulan saya memang lebih suka pakai rok, cuma dulu rok mini yang dipakai, yang paha kemana-mana dipadu sama kaos yang terawang tali kutang terus saya juga suka pakai dress, mini dress lebih tepatnya, cuma saya dari dulu emang nggak suka pakai baju you can see my ketek, berasa seksih deh kalau sudah pakai baju-baju itu. Janji nggak pakai celana jeans hingga hari ini Alhamdullilah masih bisa di pegang, sudah nggak tergiur buat pakai jeans ketat-ketat.

Namun saya masih belajar terus untuk menutup aurat dengan lebih baik lagi, lama sekali proses belajarnya mulai dari belum menikah hingga sekarang sudah punya anak saja, saya masih berusaha untuk menutup aurat kaki dengan kaos kaki, memakai pakaian yang tidak membentuk tubuh atau tidak menerawang dan banyak lagi yang lainnya.


2012


2014

2015


Berhijab pada akhirnya adalah untuk menjaga diri kita sendiri, bukan hanya tanda cinta umat pada tuhannya, istri pada suaminya dan anak perempuan pada ayahnya.
Berhijab sejatinya menjaga iman kita, untuk terus memperbaiki diri, agar lebih baik lagi dalam beribadah dan mencari ridho Allah semata.
Berhijab yang paling sulit bukan memulainya, namun istiqomahnya hingga menutup mata menemui sang pencipta.

Semoga Allah selalu menguatkan iman untuk terus istiqomah dengan hijab dan memperbaiki diri dengan ibadah yang lebih baik dan untuk teman-teman yang belum berhijab semoga segera berlari mengejar hidayah bukan menunggu.







loph,
Maya Rumi
Akhirnya di hari sabtu tanggal 20 Januari 2018 lalu, Nature Republic (NR) membuka gerai pertamanya di Indonesia tepatnya di Lippo Mall Puri, Jakarta Barat. Saya pikir gerai pertamanya akan di buka di Mall Kota Kasablanka, karena di bulan november tahun lalu saya melihat gerainya yang sedang dalam tahap pengerjaan oleh beberapa tukang di mall tersebut.

Buat para pecinta skin care, terutama dari negara Korea Selatan ini pasti tahu deh sama produk-produk dari NR tersebut. Dengan adanya gerai resmi NR disini, setidaknya nggak akan lagi susah-susah nyari jastip yang aman dan nggak tertipu sama online shop yang menjual produk palsunya.

Penasaran terbesar saya sama produk andalannya NR karena membaca review di berbagai beauty blog yang paling recomended yaitu Aloe Vera soothing Gel. 

Kali ini saya bukan mau review produknya tapi mau berbagi pengalaman belanjanya, hahaha... karena pengalaman belanjanya berkesan banget deh karena kebetulan saya juga buka jastip buat produk tersebut.

Bahagia bangetlah saya pas tahu gerai NR yang buka pertama kali justru di mall yang deket sama rumah, semangat ingin datang di hari Grand Opening (GO) dong ditambah lagi ada berbagai penawaran "opening promotion" yang lumayan banget, eh ya ampun ternyata saya ada acara keluar kota di tanggal tersebut.

Huffffhhhh !!!







Namun nggak nyesel banget sih baru datang setelah acara GO karena ternyata antrinya parah ketika GO dan masih terjadi di 2 hari setelahnya. Di saat GO, customer yang mau beli produk Aloe Vera Soothing Gel, dibatasi perorang hanya boleh membeli 12 pcs.

Dihari ketiga ketika saya datang untuk pembelian lebih dibatasi lagi menjadi per orang hanya boleh beli maksimal 5 pcs dan... 1 minggu kemudian bertepatan dengan pembukaan gerai keduanya di Gandaria City Mall Jakarta Selatan, pembelian langsung berubah drastis, per orang hanya boleh 2 pcs.

Gilak deh !!!


Antusiasme yang luar biasa tinggi, sayangnya tidak bisa dipenuhi oleh distributor NR Indonesia atau mungkin itu strategi marketingnya yah, penjualan produk tersebut ditahan-tahan biar makin banyak yang penasaran atau emang distribusinya dari Korea Selatan hanya sedikit, entahlah yah... pokoknya sampai akhir bulan januari 2018 ini pembelian produk tersebut masih dibatasi dan diberlakukan waktu antrian pembelian yaitu di jam 10 pagi, jam 3 sore dan jam 8 malam.

Khusus buat yang sudah datang antri di pagi atau sore  tapi tidak kebagian produknya, diberikan nomor urut untuk ambil produknya di jam antrian berikutnya. Jadi yang sudah datang antri jam 10 pagi, baru bisa ambil produknya nanti di jam 3 sore dan yang antri di jam 3 sore baru bisa ambil produknya di jam 8 malam.

Sungguhlah merepotkan, menyusahkan dan buang-buang waktu banget. Tapi yah demi bisa merasakan manfaat dari Aloe Vera Soothing Gel tetap banyak yang datang dan dibela-belain, seperti saya yang kebetulan terima jastip produk ini, mau nggak mau tiap hari saya bolak-balik ke Sini.

Modal untung-untungan saja sih saya kesini tiap jam 8 malam sama adik saya atau suami saya, karena per orang harusnya bisa dapat 2 pcs, kenyataannya cuma 2 pcs untuk 2 orang. Alasan orang tokonya penjualan di jam 8 hanya untuk yang sudah dapat nomor antrian di jam 10 pagi dan 3 sore.

Bila ada orang yang punya nomor antrian tidak datang baru deh produknya bisa diberikan ke orang lain, nah saya lah orang lain tersebut. Namun seperti yang saya bilang untung-untungan jadi bukan hanya karena faktor itu saja, tapi karena kebaikan yang random dari si mbak kasir.

Pernah satu kali saya mau beli dibilang tidak ada sama spg dan mbak kasirnya, namun saat saya sedang membayar orderan saya untuk masker sheet, eh tiba-tiba mbaknya nawarin Aloe Vera Soothing Gel, yah pasti maulah saya, karena Alhamdullilah jastip NR banyak peminatnya sampai terpaksa saya buat pre order dan karena nggak bisa mastiin kapan barangnya ready akhirnya saya hentikan itu PO dan nggak buka jastip untuk sementara waktu.

Soalnya agak terlambat sih saya buka jastip, ketika produknya dijual per orang 2 pcs baru buka jastip, tapi itu sebenarnya buka jastip nggak direncanakan, karena tiba-tiba banyak temen kantor yang pada mau setelah nyobain punya saya. 

Sebenarnya selain buka gerai, NR juga lauching online shop di Tokopedia sehari sebelumnya. Saya sempat tertarik untuk beli online saja, biar nggak ribet tapi ternyata lebih ribet yang beli di online shop. Hal itu saya ketahui dari baca komentar di instagram NR.

Sama dengan gerai offline-nya peminat juga membludak dari seluruh Indonesia dan penjualan dibatasi hanya 1000 pcs perhari, jadi kemungkinan buat dapat produknya lebih sulit lagi, lebih banyak saingannya. Bagaimana nggak ramai yah orang mau beli online diberikan penawaran "opening promotion" yang menggiurkan sekali terutama buat para pecinta skin care buatan Korea.






Nggak cuma Aloe Vera Soothing Gel yang laris manis di buru tapi ada juga California Aloe Vera cooling eye serum,  Fresh Herb Cleansing Foam dan Blackhead Clear 3 Step Nose Pack... dan 3 produk itu sudah sold out di hari ketiga pembukaan gerai, info dari mbak spg NR produknya cuma datang sedikit, lalu ia menawarkan untuk ikut antrian semacam PO jadi kalau ketiga produk itu sudah ready lagi nanti kita di informasikan via wa atau sms gitu, jadi saya ninggalin kontak nama dan nomor hp sesuai permintaan mbaknya.

Oke cukup sekian deh cerita belanja-belanja Nature Republic Aloe Vera Soothing Gel. Ada yang juga nungguin banget buat beli Aloe Vera Soothing Gel ini ketika sudah masuk ke Indonesia atau merasakan seperti saya buka jastip dan kewalahan sama orderannya ?





Note : semua foto diambil dari IG 
Nature Republic : @naturerepublic.id




loph,
Maya Rumi


Hari minggu pagi kemarin saya dan keluarga sudah berada di salah satu mall di Tangerang Selatan, saking paginya toko-toko belum buka, cari parkiran mobil pun nggak pakai lama-lama.

Pagi itu kita datang untuk melihat lauching buku Tutorial Mainan Kardus karya mbak Uchy Widhya. Nah di acara tersebut juga ada acara untuk anak-anak bersama tim Ayo Main dengan tema : "Berpetualang Naik Kereta Ke Kota Kardus".

Acara lauching buku yang diisi juga dengan tanya jawab seputar buku Tutorial Mainan Kardus tidak berlangsung lama hanya kurang lebih sekitar 30 menitan. Mbak Uchy Widhya bercerita tentang kecintaannya pada kardus, karena keinginannya untuk menyenangkan sang buah hati dengan mainan-mainan hingga akhirnya melakukan pembuatan buku hingga kemudian bisa lauching.

Pesannya kepada orang tua, terutama ibu-ibu yang masih belajar membuat berbagai hal dari kardus tidak usah takut gagal atau melihat dari bagus jeleknya barang yang dibuat dari kardus, karena yang di pikiran anak-anak tidak seperti itu, mereka pasti bahagia karena orang tuanya yang membuat untuk mereka.


Acara selanjutnya setelah lauching buku yang paling ditunggu sama anak-anak, bermain bersama tim Ayo Main. Sesuai dengan tema-nya para peserta akan berkeliling ke kota kardus bersama kakak-kakak dari  tim Ayo Main. Anak-anak dibagi dalam beberapa kelompok dengan anggota perkelompok 10 orang, namun sebelum naik kereta kardus anak-anak di minta untuk membuat koper.


Nggak nyangka ternyata aktivitas membuat koper kardus ini seru loh, karena pesertanya anak-anak dan banyak yang masih balita jadi hampir semua orang tua ikut membantu anaknya dalam pembuatan koper kardus ini.

Sebelum kita membuat sendiri koper kardus kita, salah satu kakak dari Tim Ayo Main memberikan tutorial atau mempraktekkannya dahulu, agar kita tahu step by step pembuatan koper kardus kemudian.

Sebenarnya pembuatan koper kardus ini sederhana saja sih, kardus yang diberikan ke anak-anak sudah di pola dengan bentuk koper kita hanya tinggal melipat sisi-sisi tertentu lalu memberikan lem kertas agar kardus dapat berbentuk koper yang terlihat kokoh, kemudian diberi lem kertas, nah untuk lem kertas yang agak lama keringnya diakali dengan diberikan penjepit kertas. Jadi deh koper kardus.


Kegiatan selanjutnya, adalah mempercantik atau mempermanis tampilan koper kardus yang sudah jadi tersebut, Tim Ayo Main memberikan krayon kepada masing-masing grup, kalau yang ini anak-anak tidak usah pakai bantuan orang tua deh, mereka bisa sepuasnya menuangkan imajinasi mereka untuk koper kardusnya entah itu mau di gambar ataupun hanya di warnai saja. Bebas sesuai selera masing-masing. 



Setelah selesai corat coret di koper kardus masing-masing, anak-anak diminta antri di stasiun kota kardus, lalu mereka secara bergantian masuk ke kereta kardus dan berkeliling beberapa saat. Kereta dari kardus dikemudikan oleh seorang masinis di bagian kepalanya dan mempunyai dua buah gerbong, zaidan semangat sekali ketika gilirannya. Saya pun senang melihat Zaidan yang sangat exited, bahkan ketika ia masih mengantri menunggu giliran, terlihat ia sangat menikmati berbagai kegiatan di hari itu.



Selesai mencoba naik kereta kardus, selesai pula acaranya, selanjutnya anak-anak bisa mencoba atau bermain dengan berbagai macam kreasi kardus yang telah tersedia mulai dari mobil balap, mesin atm, perlengkapan dapur dan banyak lagi deh. 

Sementara para orang tua, sudah dari awal banyak yang sibuk wara-wiri untuk mendapatkan foto-foto yang bagus karena ada doorprize, adu keberuntungan untuk mendapatkan kitchen set dari kardus dengan memposting di Instagram aktivitas-aktivitas selama acara.







Sayang sekali durasi acaranya nggak lama, padahal seru sekali, nggak hanya anak-anak bisa main namun juga bisa belajar bebikinan barang dari kardus bersama orang tua mereka. Jadi anak dan orang tua bisa sama-sama menyalurkan kreativitasnya. Mudah-mudahan akan segera ada lagi acara seperti ini.

Ayo bunda dan ayah, ada yang suka buat mainan untuk anak dari kardus kah ? Nah kalau ada bisa banget deh beli buku Tutorial Mainan Kardus dan langsung nyobain bebikinan macam-macam.




loph,
Maya Rumi