Sebenarnya ini buku-buku yang saya baca selama masa kehamilan hingga mendekati masa melahirkan.

Melalui postingan ini saya ingin merekomendasikan buku-buku yang telah saya baca tersebut agar bisa menjadi bacaan para bumil (ibu hamil) lainnya juga.

Terutama untuk calon ibu yang baru pertama kali menikmati kehamilan dan akan menjadi orang tua, yang saya yakin butuh banyak sekali informasi-informasi ataupun tips-tips praktis, namun mengalami kebingungan ataupun ketakutan untuk bertanya lebih jauh.

Nah sebagian besar isi dari buku-buku ini semoga bisa menjawab pertanyaan dan mencerahkan cara berfikir kita tentang pengasuhan bagi anak kita kelak dan mungkin juga dapat menghilangkan kekhawatiran akan tuntutan menjadi seorang ibu yang baik bagi anak-anak kita.

Anti Panik Mengasuh Bayi 0-3 Tahun

Anti Panik Mengasuh Bayi 0-3 Tahun
Buku pertama yang saya baca ini ditulis keroyokan oleh 10 plus 1 orang, kenapa saya tulis begitu karena ada 10 wanita dan hanya seorang laki-laki yang menulis, mereka menyebut dirinya Tim Tiga Generasi.

Buku ini mendapat cap sebagai buku Best Seller, buku yang saya punya sudah cetakan ke delapan, dengan cap tersebut buku ini berarti memang bagus sekali untuk di baca.

Namun Buat yang nggak suka baca pasti melihat ketebalan buku ini sudah malas duluan untuk membacanya, hihihi.

Namun jangan salah, buku dengan 392 halaman ini isinya sangat menarik karena pengemasannya seperti halamannya dibuat dengan kertas warna warni, dilengkapi dengan ilustrasi-ilustrasi yang tak akan membuat kita bosan untuk membacanya dan huruf tulisannya besar-besar, sehingga dalam satu halaman tidak terlalu banyak kata-katanya sehingga lebih menyenangkan ketika dibaca.

Pada cover buku pun sudah ada klaim tersebut, sepertinya para penulis sudah mewaspadai hal tersebut.

Anti Panik Mengasuh Bayi 0-3 Tahun

Anti Panik Mengasuh Bayi 0-3 Tahun
Sesuai dengan judul buku yaitu ditujukan untuk mengasuh bayi dari baru lahir (newborn) hingga berusia 3 tahun. Di dalam buku ini isinya dibagi menjadi beberapa tahapan dalam pertumbuhan dan perkembangan anak per 6 bulan.

Buat saya pribadi hal tersebut sangat memudahkan karena salah satunya kita bisa mengetahui milestone anak kita dengan mudah, apakah sudah sesuai atau belum pertumbuhan dan perkembangannya dengan usianya.


Anti Panik Mengasuh Bayi 0-3 Tahun
Selain itu dengan pembagian bertahap berdasarkan usia anak juga dapat sangat membantu orang tua karena buku ini bisa menjadi guidance pengasuhan bagi orang tua untuk mengetahui kondisi anak setiap 6 bulan sekali.

Buku ini memberitahu kita bila anak akan mengalami perkembangan pesat pada usia 0-3 tahun baik untuk kemampuan berfikir, sosial emosional dan motorik selain pada usia tiga tahun pertama juga merupakan fondasi dari perkembangan anak di masa-masa selanjutnya.

Anti Panik Mengasuh Bayi 0-3 Tahun


Anti Panik Mengasuh Bayi 0-3 Tahun
Sesuai dengan harapan penulis, buku ini buat saya akan menjadi akses yang cepat dan praktis bagi orang tua karena tiga tahun pertama buat anak-anak adalah masa yang singkat dan tak akan terulang dan setiap orang tua berkeinginan memberi yang terbaik untuk anak mereka

"kita tidak pernah dipersiapkan untuk menjadi orang tua, tapi kita bisa selalu belajar untuk menjadi orang tua yang semakin baik"

Buku Pintar Asi dan Menyusui

Add captionBuku Pintar Asi dan Menyusui
Saya sudah membaca buku ini pada kelahiran anak pertama saya. Namun tahunya agak telat setelah masa menyusui anak sudah lewat. Awalnya saya tahu buku ini karena mengikuti kelas parenting dari penulisnya yaitu ibu FB Monika. 

Dari mengikuti kelas parenting tersebut yang sangat berkesan pada saya barulah saya tahu bila beliau pun menulis buku ini, tidak heran bila buku ini berisi kan khusus membahas dunia asi dan menyusui karena ibu FB Monika sendiri adalah seorang konselor menyusui dan la leche League Leader.

la leche League (LLL) adalah organisasi internasional non profit dan nonsektarian pendukung asi dan menyusui.

Saya membaca kembali buku ini di kehamilan kedua karena tidak hanya ingin tahu lebih banyak lagi tentang Asi dan proses menyusui namun sekaligus mengevaluasi cara mengASIhi saya pada anak pertama yang hanya bisa saya lakukan hingga usia setahun saja.

Buku Pintar Asi dan Menyusui

Buku Pintar Asi dan Menyusui
Buku ini juga lumayan tebal, sekitar 250 halaman namun jangan malas duluan yah bu melihatnya karena kalau ingin sukses memberikan ASI selama 2 tahun untuk anak, buku ini lah yang harusnya menjadi pengangan kita karena kita bisa menemukan informasi lengkap diantaranya tentang :
Karakteristik asi, IMD, posisi menyusui, nutrisi busui, masalah-masalah menyusui, manajemen laktasi hingga serba-serbi asi perah.

Untuk memudahkan kita sebagai pembaca, buku ini sudah dibagi menjadi beberapa bab, sehingga bila kita mengalami masalah dengan asi ataupun menyusui kita bisa mencari jawabannya pada daftar isi saja.

Buku ini ditulis karena pengalaman pahit dari penulis tentang asi dan menyusui pada kedua anaknya, berharap agar tidak ada ibu yang mengalami seperti beliau sehingga lahirlah buku ini.

"Ukuran payudara hampir sebagian besar ditentukan oleh jumlah jaringan lemak di dalam payudara yang tidak ada hubungannya dengan produksi asi. Payudara yang besar bukan jaminan menghasilkan asi yang banyak dan sebaliknya payudara kecil belu tentu menghasilkan asi sedikit"

Buku Pintar Asi dan Menyusui

Buku Pintar Asi dan Menyusui

Buku Pintar Asi dan Menyusui

Buat para calon ibu yang akrab dengan instagram pasti mikirnya "kenapa harus beli buku ini, sementara di ig saja informasi asi dan menyusui bisa mudah sekali di cari tinggal searching dengan hastag saja bisa ribuan kita dapat informasinya.

Instagram ataupun informasi yang kita dapat dari internet bersifat online sementara pada buku informasinya yang dapat kita akses tanpa menggunakan gawai, harga kedua buku tersebut sih memang tidak murah yah, tapi dibanding harus datang kelas seminar bisa lebih mahal lagi dan belum tentu waktu dan tempatnya bisa sesuai dengan kita. 

Yang terakhir kenapa harus beli kedua buku ini, buat saya pribadi sih buku seperti ini seperti investasi yah, karena bisa di baca lagi dan lagi dan kita bisa juga sih kalau mau yah pinjamkan ke teman atau saudara, atau bisa juga kita jadikan hadiah untuk mereka.

Ada yang sudah membaca buku-buku ini juga ? atau ada buku lain yang mau direkomendasikan untuk dibaca oleh bumi dan busui ? yuk sharing di kolom komentar yah







loph,
Maya Rumi

Ubud Monkey Forest, Bali

Tempat wisata pertama di Bali yang kita datangi adalah Ubud Monkey Forest atau disebut juga Mandala Suci Wenara Wana atau Sacred Monkey Forest Sanctuary. Perjalanan kesana di mulai setelah kami menyelesaikan sarapan di Bali Bakery daerah Kuta.

Dengan mengandalkan Google Maps kami sampai ketujuan dengan sedikit nyasar karena ketika hampir sampai kami malah melewati jalan masuknya. Akhirnya terpaksa menyusuri sepanjang jalan di Ubud Monkey Forest yang satu arah baru kemudian kembali lagi ke jalan utama menuju Ubud Monkey Forest. Agar tidak mengalami seperti kami, di ingat-ingat yah, jalan masuknya ada disebelah kiri, tidak jauh setelah gapura masuk ada jalanan menurun, bawalah kendaraan sedikit lebih lambat.

Tiba di Ubud Monkey Forest sekitar jam 11 pagi, Kami bertiga kompak mengenakan topi untuk menghalau cahaya matahari yang sudah terik sekali ketika kami keluar dari mobil. Dari parkiran kami segera menuju lobby yang menjual tiket untuk masuk ke dalam  Ubud Monkey Forest.

Ubud Monkey Forest, Bali

Untuk dewasa tiket perorang adalah 50 ribu rupiah sementara untuk anak-anak diatas 2 tahun 40 ribu rupiah, harga tiket tersebut berlaku untuk turis lokal dan mancanegara.

Sebelum memasuki hutan akan ada petugas yang memeriksa tiket dan memberikan sekilas infomasi hal-hal yang harus di hindari selama berada di dalam kawasan Ubud Monkey Forest, yaitu :

1. Hindari kontak mata langsung dengan monyet
2. Tidak memberi makanan apapun ke monyet, karena sudah ada pawang yang akan melakukannya
3. Sebisa mungkin menghindari gerombolan monyet yang berlari  atau berkejaran
4. Bila terjebak pada gerombolan monyet usahakan tidak panik dan diam ditempat

Ubud Monkey Forest, Bali

Ubud Monkey Forest, Bali

Ubud Monkey Forest, Bali
Ubud Monkey Forest, Bali

Ubud Monkey Forest ini sangat luas, jadi jangan lupa mengambil brosur peta pada saat di loket tiket, tersedia berbagai macam bahasa untuk brosur peta, sehingga kita bisa dengan mudah merencanakan ingin melihat apa saja dan ingin kemana saja.

Kami berkeliling Ubud Monkey Forest tak hanya melihat monyet yang katanya berjumlah ratusan ekor, disini juga ada beberapa tempat yang menarik perhatian untuk kita datangi seperti pura-pura dan ada tempat yang kami datangi karena penasaran banyak orang yang datang kesana juga, dengan mengikuti jalan setapak ternyata tempat tersebut adalah tempat pemujaan yang berada di pinggir sungai.

Jalan setapak untuk menuju ke tempat pemujaan itu tidak rapi yah masih tanah dan becek bahkan ukuran jalannya hanya memuat satu orang untuk berjalan sehingga harus bergantian untuk melaluinya.

Yang paling ramai di Ubud Monkey Forest tentu saja ketika pawang memberi makan para monyet dan kegiatan membuat video dan berfoto dengan para monyet yang dilakukan pengunjung, namun kami tidak berani berfoto dengan monyetnya, walaupun  ada pawang yang akan membantu, saya merasa ngeri saja bila tiba-tiba monyetnya bergerak tidak mengikuti arahan pawang.

Ubud Monkey Forest, Bali

Ubud Monkey Forest, Bali

Ubud Monkey Forest, Bali
Ubud Monkey Forest, Bali

Ubud Monkey Forest, Bali
Ubud Monkey Forest, Bali

Ubud Monkey Forest, Bali

Ubud Monkey Forest, Bali

Kami berada di sini kurang lebih sekitar 2 jam saja, lebih banyak turis mancanegara yang berkunjung ke Ubud Monkey forest yang berada dalam kawasan hutan lindung ini. Kami sekeluarga sih sangat menikmati berada disini, selain karena seru melihat banyak monyet yang berkeliaran bebas hampir di setiap tempatnya, banyaknya aneka pohon besar yang meneduhkan ditambah dengan udaranya yang sangat sejuk sekali menjadi hal lain yang bisa kami nikmati, yah karena di Jakarta sudah tidak bisa menemukan hutan lagi kan.

Untuk teman-teman yang ingin datang dengan keluarga ke Ubud Monkey forest, berikut saran saya yang dapat di pertimbangkan :
1. Lebih baik mengajak anak sudah berusia 4 atau 5 tahun
2. Penggunaan stroller sangat tidak disarankan walaupun jalan rapi tapi banyak tangga
3. Kenakan pakaian yang menyerap keringat karena kita banyak berjalan di tempat ini
4. Lebih baik pakai sepatu, hindari sandal berhak untuk perempuan
5. Pastikan anak selalu dalam pengawasan

Menurut saya, Ubud Monkey forest bukan tempat wisata yang ingin saya kunjungi berkali-kali, cukup sekali dan tahu seperti apa tempatnya jadi kemarin pun saya sudah cukup puas dengan tempatnya. Apalagi tempatnya rapi, hutan pun terawat dengan baik, fasilitas umum seperti toilet pun bersih dan tidak ada pungutan biaya.

Jadi kalau jalan-jalan ke Bali dan berada di Ubud pastikan untuk mampir ke Ubud Monkey Forest ini yah

Ubud Monkey Forest, Bali





loph,
Maya Rumi