Assalamualaikum,

Pertama kalinya merayakan lebaran tapi nggak terasa lebaran karena tradisi lebaran yang biasa kita lakukan nggak bisa kita lakukan di Hari Raya Idul Fitri 1441 H ini. Sesuai dengan instruksi dari pemerintah dan juga para alim ulama untuk berhari raya #dirumahaja.

Hari sabtu, 24 mei 2020 merupakan hari terakhir berpuasa setelah adzan magrib berkumandang masih terdengar suara takbir menggema dari masjid komplek rumah. Namun kali ini saya merasa sedih dan perih sekali mendengarnya padahal biasanya suara takbir selalu terdengar syahdu.

Namun banyak raya syukur yang saya panjatkan pada sang khalik karena Alhamdullilah selama pandemi covid 19 ini masih bisa mengkhatamkan tadarus Al quran di hari ke 29, sebagai busui masih mampu berpuasa seharian penuh karena terus #dirumahaja jadi nggak terlalu lelah, nggak kebayang kalau harus ngantor juga pasti batal puasa lebih dari satu hari, dan yang juga terasa nikmat dilakukan dirumah aja karena masih bisa tarawih bersama keluarga.

Tahun ini kita sekeluarga memutuskan untuk tidak melakukan shalat ied, walaupun di masjid dekat rumah mengadakan shalat ied berjamaah, kami hanya berkumpul dirumah menyantap hidangan hari raya yang lagi lagi harus di syukuri sekali. Alhamdullilah masih di masakin sama mama sama seperti lebaran-lebaran tahun sebelumnya ketupat, opor ayam, rendang, sambal goreng ati, hingga jengkol semur lengkap tersaji karena saya masih tinggal dirumah mama, nggak perlu menahan rindu untuk bersilaturahmi.

Nikmatnya hidangan lebaran yang mama masak mengobati banyaknya rasa kehilangan yang harusnya terjadi hanya sekali setahun saja, kami sekeluarga tidak berkeliling ke tetangga, tidak melaukan open house, sehingga ketika ada tetangga datang pun kami tidak menerima mereka masuk ke dalam rumah bahkan dengan saudara sendiri, semua berlebaran dilakukan di teras rumah tanpa bersalaman hanya saling mengucapkan "mohon maaf lahir dan bathin" satu sama lain.



Selama lebaran ini saya hanya pergi kerumah ibu mertua dan kerumah saudara ibu mertua satu orang yang kebetulan rumahnya tidak berjauhan juga dengan ibu mertua, itupun hanya sebentar saja, padahal sudah lama sekali kami sekeluarga tidak bertemu dengan ibu, terakhir itu yah 3 bulan lalu. Kebetulan satu minggu sebelum mulai di terapkan psbb kami masih mengunjunginya.

Hari raya ini adalah untuk pertama kalinya Zaidan dan Zeanissa keluar rumah, saya sudah persiapkan masker untuk Zaidan, sengaja pilih gambar yang ia suka yaitu kucing kemudian oleh tantenya Zaidan dan Zeanissa dibelikan face shield juga, saya juga sedia tisu basah hingga spray pencuci tangan.

Benar-benar merasakan dan menerapkan new normal protokol selama lebaran ini, karena ingin sekali setelah lebaran covid 19 ini tidak bertambah berkembang luas kemana-mana, ingin segera bisa beradaptasi lagi dengan kehidupan kita yang baru akan dimulai lagi bulan juni 2020 nanti.

Di lebaran hari kedua, saya main kerumah adik saya yang lagi-lagi letak rumahnya pun tak jauh dari rumah seharian disana hingga petang harinya saya pulang dan dengan beberapa teman melakukan silaturahmi virtual via zoom meeting, tetap bisa berbagi cerita penuh kebahagian walau hanya saling bertatap muka melalui layar kaca saja.





Menutup cerita lebaran 2020 ini, hingga hari ini saya terus mikirin, sepertinya dosa-dosa kita pada pencipta alam ini sudah sangat besarnya hingga memberikan teguran begitu kerasnya untuk kita semua umatnya, apalagi untuk yang muslim di saat ramadhan biasanya kita selalu sambut dengan suka cita yang seringnya justru lebih memikirkan hal keduniawian lebih semangat bukbernya daripada puasanya, lebih semangat bikin kukernya daripada tarawihnya, lebih semangat siapin baju baru daripada khatamin ngajinya tapi ramadhan kali ini kita benar-benar di paksa untuk lebih banyak mengingat sang pencipta kita dengan banyak beribadah selama dirumah aja.

Semoga dengan datangnya hari kemenangan, kita bisa terus menjaga istiqomah segala ibadah yang telah kita usahakan selama 30 hari di ramadhan dan semoga kita semua selalu di berikan nikmat sehat hingga pandemi ini berakhir. Aamin aamin ya robal alamin.







loph,
Maya Rumi

MamyPoko Royal Soft New Born

Alhamdullilah bulan Mei ini Zeanissa akan berusia 9 bulan, senang sekali melihat perkembangan dan pertumbuhannya sesuai dengan Baby Milestone pada umumnya. Saat ini ia sudah bisa merangkak dengan gesit, Ia tengah memulai belajar untuk berdiri juga walaupun posisi duduknya terkadang masih belum kokoh benar. Hal terakhir ini yang membuat bundanya sudah nggak bisa lagi meninggalkan ia sendirian dan sembarangan tanpa pengawasan. Benar-benar harus fokus memperhatikan apa yang ia tengah lakukan karena memang sulit sekali menghilangkan perasaan was-was apalagi pikiran mungkin saja ia akan kenapa-kenapa.

Dan saya yakin semua ibu pasti merasakan hal yang serupa seperti yang saya rasakan.

Dengan usianya sekarang saya jadi tersadar, ternyata cepat sekali yah waktu berlalu padahal rasanya seperti baru kemarin ia saya lahirkan, kami sekeluarga bersuka cita karena kelahirannya yang sangat kami harapkan lalu kami membawanya pulang kerumah pertama kali, melakukan syukuran potong rambut dan aqiqah setelah seminggu lahiran, saya dan pak suami merasakan lelahnya selama hampir sebulan bergadang terus-menerus sampai masuk angin berkali-kali hingga kemudian melakukan imunisasi secara berkala setiap bulan.

Wuah pengalaman-pengalaman tersebut sekarang menjadi kenangan manis yang tak akan mudah terlupakan. Benar-benar penuh suka dan duka memang mempunyai bayi dan bersyukur sekali selama ini tidak pernah ada masalah yang menjadi cobaan untuk saya dan keluarga. Semua berjalan baik.

Untuk itu saya memang telah mempersiapkan segala hal bahkan ketika masih di masa kehamilan Zeanissa dan karena ini kehamilan kedua untuk saya sehingga sudah ada pengalaman sebelumnya jadi lebih mudah juga saya mempersiapkan hal-hal yang harus menjadi perhatian utama dalam menyambut bayi baru lahir nantinya, salah satunya adalah pemilihan popok sekali pakai yang Zeanissa gunakan.

Hal tersebut menjadi perhatian besar saya karena pada anak pertama saya memang masih kurang sekali pengetahuannya bahkan tidak menyadari bila kulit bayi memang sangat sensitive. Sehingga kakak Zeanissa mengalami ruam popok dan juga alergi kulit yang cukup parah hingga lecet pada kulit bagian paha dalam, area sekitar kelamin dan bokong karena pemakaian popok yang tidak sesuai.

Makanya saya memilih sekali popok bayi baru lahir yang digunakan oleh Zeanissa karena tidak ingin kejadian berulang untuk kedua kalinya untuk hal yang sama, karena ruam popok pada bayi dan alergi kulit pada bayi ini tidak bisa dengan cepat disembuhkan malah sempat membuat saya dan pak suami menjadi stress juga karena sedih melihat kondisi kakaknya pada saat itu.

Belajar dari pengalaman agar tidak mengulangi kesalahan yang serupa, pemakaian pospak untuk bayi yang baru lahir saya pun kembali menggunakan popok MamyPoko Royal Soft yang sebelumnya waktu di pakai kakaknya Zeanissa masih menggunakan nama MamyPoko Royal Soft. Jadi untuk momy yang mempertanyakan apa beda dari kedua produk MamyPoko tersebut ? tidak ada yah, hanya namanya saja yang berganti dan design kemasan yang di perbarui.

Setelah memakaikan MamyPoko Royal Soft New Born pada kedua anak saya ketika mereka baru lahir hingga sekarang untuk Zeanissa dan mendapatkan hasilnya yang memuaskan buat saya pribadi, jadi inilah yang menjadi alasan saya untuk menulis review berdasarkan pengalaman saya selama ini untuk produk MamyPoko Royal Soft New Born yang merupakan premium diapers berkualitas dari Jepang.

MamyPoko Royal Soft New Born

Dari masalah yang saya alami sebelumnya dan akhirnya kini saya menjadi salah satu orang tua yang setia menggunakan MamyPoko Royal Soft New Born, alasan pertamanya adalah karena kelembutan bahan MamyPoko Royal Soft New Born yang seperti kapas terutama di bagian dalam, terdapat lapisan kering bergelombang yang mampu menyerap pipis bayi dengan cepat dan kulit bayi pun tetap kering hingga kurang lebih 12 jam lamanya. 

MamyPoko Royal Soft New Born

Membantu sekali nih untuk kita sebagai orang tua yang baru mempunyai bayi, karena pasti mengalami bergadang karena bayi sering terjaga di malam hari, setidaknya dengan kelebihan MamyPoko Royal Soft New Born dapat membuat bayi lebih nyenyak tidur dan bayi tidak sering terbangun karena merasa tidak nyaman dengan popoknya yang basah atau terasa lembab.

Selain itu MamyPoko Royal Soft New Born memang cocok sekali dipakai oleh bayi yang baru lahir karena intensitas pipis bayi yang masih sangat sering sekali dan MamyPoko Royal Soft New Born dapat digunakan lebih lama bahkan dapat menampung hingga 5 kali pipis, padahal yah diapersnya tidak tebal namun begitu tetap aman dipakai karena dapat melindungi dari kebocoran yang kerap kali terjadi bila popok sudah penuh dengan pipis. 

Dalam setiap kemasan MamyPoko Royal Soft New Born terdapat design ciri khas dari MamyPoko yaitu boneka pokojang. Ditampilkan dengan dua warna yang berbeda, yaitu warna kuning dan warna biru. Nah pada bagian luar ini saya menemukan yang hanya ada pada diapers MamyPoko Royal Soft New Born dan tidak akan pada diapers lainnya yaitu terdapat tulisan yang informasinya jelas sekali bila diapers ditujukan penggunaannya untuk bayi baru lahir.

MamyPoko Royal Soft New Born


Hal ini penting juga loh, jadi bila yang menggunakan diapers bayi bukan momy sendiri kita tinggal memberi tahu tanda tersebut kepada yang memakaikan mungkin anggota keluarga seperti ayahnya, neneknya atau mungkin pengasuhnya sehingga tanda tersebut dapat memudahkan mereka membedakan dengan diapers lain semisal punya kakaknya dan dapat menghindari terjadinya salah pemakaian diapers.


MamyPoko Royal Soft New Born


Masih dari bagian luar diapers MamyPoko Royal Soft New Born juga terdapat indikator pipis yaitu berupa 1 garis tebal yang di apit dengan 2 garis yang lebih tipis berwarna kuning. Indikator inilah yang berfungsi sebagai tanda peringatan kepada momy untuk segera mengganti popok bayi ketika indikator tersebut telah berubah warnanya menjadi hijau kebiruan. Jadi nggak perlu lagi yah melakukan pengecekan bagian dalam atau menunggu sampai bentuk diapers besar tidak karuan.


MamyPoko Royal Soft New Born

MamyPoko Royal Soft New Born


Masalah lain yang sering timbul akibat penggunaan diapers sepanjang waktu adanya kemerahan pada kulit bagian pinggang. Biasanya hal tersebut terjadi karena diapers merekat terlalu kuat atau karena bahan pada bagian pinggang kasar sehingga menggesek kulit bayi yang masih sangat sensitive dan meninggalkan bekas kemerahan. MamyPoko Royal SoftNew Born ini mempunyai ban pinggang yang sama lembutnya dengan bagian dalam termasuk juga perekatnya yang dapat disesuaikan dengan ukuran pinggang bayi sehingga pas, tidak kendur atau pun sesak, perekatnya pun dapat di rekatkan berulang kali dan tetap dapat menempel dengan baik.


MamyPoko Royal Soft New Born

Nilai plus lainnya yang ada pada bagian pinggang juga yaitu adanya design dengan lekukan demi menjaga keamanan tali pusar pada bayi baru lahir. Seperti yang kita tahu bila bayi yang baru lahir, pada bagian pusar biasanya akan ada alat bantu berupa penjepit yang dapat kita taruh pada bagian tersebut. Sehingga memudahkan kita juga dalam melakukan perawatan pada tali pusar bayi.


MamyPoko Royal Soft New Born

Yang terakhir yang tidak kalah penting pada MamyPoko Royal Soft New Born terdapat air circulation sehingga mampu melepas udara panas dan lembab dari dalam ke luar. Nah berikut hasil uji coba yang saya lakukan untuk membuktikan hal tersebut.
1.     Diapers MamyPoko dalam keadaan kering
2.     Dituangkan air putih panas
3.     Dengan bantuan gelas dapat terlihat uap di yang keluar


MamyPoko Royal Soft New Born



MamyPoko Royal Soft New Born



MamyPoko Royal Soft New Born


Sering yah kita tiba-tiba mencium bau-bau tidak sedap dari bagian belakang bayi, nah hal ini tidak terjadi ketika anak-anak saya memakai MamyPoko Royal Soft New Born, jadi ketika kita ada di tempat umum lebih aman. 

Semoga review ini bermanfaat dan dapat menjadi rekomendasi untuk pemakaian diapers terutama untuk momy yang sedang hamil dan tengah persiapan untuk melahirkan pertama kalinya. Ternyata tidak sulit untuk buktikan cinta ibu dengan kelembutan nomor 1 yah, bisa dengan ikut pakai MamyPoko Royal soft New Born.

Kunjungi website MamyPoko Indonesia untuk mengetahui informasi lainnya seputar diapers MamyPoko dan untuk pembelanjaan secara online di lazada ataupun shopee.






loph,
Maya Rumi


Adakah yang sama seperti saya setelah lama dirumah aja malah jadi sering bolak balik ke dapur untuk baking ataupun cooking ?

Terlebih lagi saat ini moment-nya adalah bulan ramadhan dimana kita umat muslim wajib berpuasa dan banyak hal yang identik sekali dengan berpuasa di Indonesia seperti ngabuburit untuk jajan makanan takjil, masak menu untuk berbuka dan sahur hingga bikin beragam aneka kue kering untuk lebaran.

Jadi akhirnya orang-orang pun makin rajin ke dapur buat cooking ataupun baking.

Dari dulu saya nggak pernah hobi berkutat di dapur, cooking dan baking bukan hal yang menjadi favorit saya, lebih sering ayahnya zaidan deh yang bebikinan bahkan dari zaman kita masih pacaran.

Awalnya saya jadi main melulu ke dapur gara-gara adik saya yang ceritanya mau pamer kemampuan untuk buat Pie Susu Teplon. Setelah saya coba sendiri hasilnya, ternyata resep ala-alanya emang enak, jadilah saya belajar juga untuk membuatnya.



Antara adik saya ini emang tahu kemampuan baking saya yang jauh banget dari mampu atau dia sengaja mau meledek saya jadi dibuatkanlah olehnya semua takaran menggunakan sendok makan, alasannya biar saya lebih mudah ketika membuat sendirian, jadi takaran untuk semua bahan yang digunakan nggak pakai timbangan. Ukuran satu sendok makan itu benar-benar penuh yah.

Bahan Adonan Kulit
10 sdm Terigu merk Kunci Biru
5 sdm Margarin merk Blue Band
2 sdm skm merk Frisian Flag
Sejumput garam

Cara Buat
1. campurkan semua bahan adonan kulit
2. Uleni sampai kalis
3. Taruh adonan dalam teplon diameter 16 cm
4.  Ratakan adonan hingga membentuk mangkok
5. Tusuk-tusuk merata bagian bawah dengan garpu agar ketika dimasak uap dapat keluar





Bahan Adonan Fla
7 sdm air putih
2 sdm Tepung merk Maizena
10 sdm skm merk Frisian Flag
1 butir telur

Cara Buat
1. Campurkan semua bahan
2. Kocok lepas sampai merata
3. Tuang ke dalam adonan kulit dengan di saring



Cara masak
Masak dengan api kecil, tunggu kurang lebih 20 menit atau sampai fla dalam adonan kulit mengental atau menjadi padat. Sesekali lap tutup kaca pada teplon agar tidak ada air menetes ke dalam fla. Hidangkan selagi hangat.

Mudah banget sih ini buatnya apalagi kalau makin rajin buat pasti makin jago deh. Nah berikut catatan selama beberapa kali buat semacam trial dan error gitu deh :

1. Gunakan teplon yang tebal karena ketika saya pakai teplon yang tipis, hasil akhirnya pie susu jadi retak dan bagian bawahnya gosong jadi akhirnya saya pakai teplon yang lebih tebal dan hasilnya pun memuaskan. Nah ini saya pakai teplon merk DIDINIKA, kalau mau order boleh yah dm ke instagram saya : @mayarumi (teteup jualan)




2. Bahan yang saya pakai juga sudah saya coba pakai dengan merk lain, seperti untuk margarin yang paling bagus memang pakai blue band karena saat di uleni lebih cepat kalis.




3. Yang paling pe-er buat adonan membentuk mangkuk, harus banget berkali-kali coba baru deh benar-benar dapat bentuk yang bagus sesuai dengan harapan.




Yang punya kendala sama seperti saya merasa nggak mampu jadi malas bikin, cobain dulu deh jangan nyerah duluan, sharing yah kalau ada yang sudah berhasil recook dengan resep tersebut diatas atau kalau gagal juga, biar kita sama-sama belajar lagi.

Selamat mencoba yah...






loph,
Maya Rumi



Dulu nggak pernah kepikiran akan bisa masak dan makan ala-ala all you can eat (ayce) dirumah aja tapi gara-gara si virus corona ini bisa kejadian juga. Karena memang nggak memungkinkan banget deh buat datang ke restoran khusus ayce seperti Hanamasa dan Shaburi atau langganan tempat makan keluarga saya di Jakarta Barat yaitu Pattaya Steamboat Yakiniku (PSY)

Terimbas Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, semua restoran hanya dapat menerima delivery order tanpa bisa menerima pelanggan untuk makan ditempat. Masalahnya kalau ayce di delivery order dan dirumah nggak punya perlengkapan masak Steamboat dan Yakiniku yah nggak bisa juga kan, yah bisa sih kalau maksa pakai panci sama pan grill gitu tapi kayanya kurang puas dan kurang nikmat deh.

Restoran dengan konsep all you can eat adalah dimana makanan tidak disajikan per porsi melainkan dengan prasmanan atau buffet dan dengan sekali bayar pengunjung dapat makan sepuasnya tanpa ada batasan. 
-wikipedia-

Konsep restoran ini memang lagi sangat marak di Jakarta, sekarang banyak sekali yang menawarkan ayce murah meriah, hanya dengan 100 ribu atau kurang dari itu saja kita bisa menikmati makan sepuasnya semua hidangan menu yang tersedia bersama teman atau keluarga.

Akhirnya saya sama adik-adik saya dan suami-suami kita pun mewujudkan ayce dirumah aja, kita emang lumayan sering kompakan makan ayce karena kalau ramai ramai jadi lebih seru masaknya dan makannya jadi bisa kalap banget jadi nggak rugi gitu kan.


Alat Masak AYCE

Kita sebelumnya dirumah nggak punya itu alat masak khusus ayce yang bisa rebus sekaligus bakar jadi saya cari-carilah di instagram dan market place dan dapat di instagram @homebyetu.id. Menemukan pan dengan bentuk yang sesuai harapan, yaitu pan bulat dimana bagian tengahnya cukup luas untuk bakar-bakar daging dan pinggirnya pun bisa untuk rebus-rebus.

bagian atas

bagian bawah

tampak samping


Ternyata setelah pan tersebut datang, saya pikir besar sekali kan eh tahunya... nggak. Nggak masalah sih sebenarnya cuma harapan saya tuh dibagian rebusnya saja kurang dalam jadi tidak bisa memuat terlalu banyak rebusan. Jadi harus bergantian yah buat merebus, padahal yang akan direbus nggak cuma sayuran kan biasanya tuh ada mie atau bihun terus ada bakso, tahu, telor, dumpling dan lainnya lah yah.

Sayangnya di packaging yang berupa kardus berwarna putih tidak ada keterangan apapun, polosan saja. Untuk spesifikasi yang saya informasikan berikut pun saya ukur sendiri. 

Spesifikasi produk:
Untuk bakar (bagian tengah)  diameter 22 cm 
Untuk rebus (bagian pinggir ) diameter 5 cm
Tingginya 3cm 

Untuk material bahan sih oke banget bukan dari kaleng tapi besi yang kokoh gitu, apalagi dengan ukuran cukup besar tapi nggak berat dan ukurannya pun pas dengan kompor gas portable cuma harus pakai rangka kompor yang berbentuk kotak kalau bulat nggak pas bagian sanggahan kompor dengan bagian bawahnya pan.

Pan ini saya beli seharga 800 ribu, menurut teman saya yang punya restoran sih ini harga yang lumayan murah karena biasanya pan seperti itu di jual di atas sejuta. Apalagi pan-nya 3 in 1 bisa untuk shabu-shabu, yakiniku dan sukiyaki. Jadi yang masih mencari pan, buat saya sih ini worthed to buy apalagi untuk penggunaan dirumah. Makanya saya buat tulisan ini karena happy banget setiap kali dirumah ayce ala-ala pakai pan ini.

Berikut saya mengutip dari wikipedia untuk penjelasan dari perbedaan istilah  shabu-shabu, yakiniku dan sukiyaki. Mungkin masih ada yang bingung sama ketiga istilah tersebut kalau saya sih cara mudah mengingatnya dengan shabu-shabu itu daging rebus-rebus, yakiniku itu bakar-bakar dan sukiyaki rebus-rebus semuanya. hahaha.

Shabu-shabu adalah : makanan jepang jenis nabemono berupa irisan sangat tipis daging sapi yang di celupkan ke panci khusus berisi air panas diatas meja makan kemudian dilambai-lambaikan di dalam kuah untuk beberapa kali sebelum dimakan bersama saus yang mengandung wijen ydang disebut dengan ponzu

Yakiniku adalah : istilah bahasa jepang untuk daging yang dipanggang atau dibakar diatas api. Yakiniku mencangkup berbagai daging sapi, babi atau jeroan yang dipanggang seperti bistik, panggang dan daging domba atau barberque.

Sukiyaki adalah : masakan hot pot yang berisi daging asap yang di iris tipis, bawang daun, daun krisan, jamur shitake, tahu jamur shirataki dengan bumbu manis dari kecap asin, gula dan arak jepang. Umumnya daging sapi di iris sedikit lebih tebal daripada shabu-shabu. 


Bahan-Bahan Untuk AYCE

Setelah mempersiapkan pan kita lanjut mempersiapkan segala macam bahan yang mau di rebus dan di bakar, untuk yang dibakar kebetulan saya punya teman dari zaman sd yang punya usaha jual frozen food termasuk daging, belilah kita daging yang sudah di iris tipis (slice) dan khusus untuk ayce lumayan loh murah 500 gr daging tanpa lemak seharga 78 ribu dan untuk yang masih ada lemak seharga 66 ribu. Untuk yang mau pesan juga bisa wa teman saya Rahma : 0813 8604 4606.




Untuk isian rebusan bisa macam-macam yah sesuai selera saja, kalau saya dan adik-adik saya sukanya sih mie , bihun, bakso, telor dan tahu serta banyak sekali sayuran seperti pokcay, sawi hijau dan sawi putih. Selain itu kita juga menyiapakan irisan cabe rawit, kecap asin, wijen, margarin untuk olesan di pan dan di daging yang akan di bakar.

Nah untuk rebusan kita pakai bumbu sudah jadi merk Adabi "Perecah Tom Yam" lebih praktis dan ini memang rasanya enak, cocok maksudnya dengan lidah kita sekeluarga.




Ini yah kita ayce dirumah cuma satu jam aja, tapi cepet sekali habisnya karena sudah pada kelaparan gara-gara kelamaan mempersiapkannya, jadi di ayce kedua kalinya kita sudah siapkan terlebih dulu semuanya jadi nggak dadakan sekali buat ayce dan lebih puas. 

Gara-gara harus self quarantine jadi bisa makin kompak sama keluarga, jadi lebih hangat dan dekat juga dengan kegiatan yang nggak terduga sebelumnya karena biasanya pada sibuk dengan urusan masing-masing. Semoga cerita ini bisa jadi rekomendasi yang berbeda buat dilakukan bersama keluarga.






loph,
Maya Rumi





Melanjutkan cerita 30 Hari #dirumahaja posting kali ini adalah lanjutannya setelah bulan kedua harus dirumah aja gara-gara pandemik virus corona yang masih belum berkesudahan juga.

Bulan kedua ini sudah mulai terasa sekali kebosanannya dan rutinitasnya juga sudah mulai berubah sekali dari bulan sebelumnya.

Masih boleh denial nggak sih dengan kebiasaan baru yang sekarang sudah jadi rutinitas setiap hari ? yang sekarang ramai di istilahkan dengan new normal, karena dalam hati ini bener-bener nggak mau seterusnya akan seperti ini.

Siapa jugalah yang mau ?!

Sekarang tiap pergi kemana-mana kita harus pakai masker, harus jaga jarak dan harus mandi kalau sudah sampai rumah. Hayo siapa yang juga buat peraturan dirumah seperti ini ?!

Jadi buat saya lebih baik nggak mandi ketika keluar rumah. Padahal selama pandemi covid19 ini masih sama seperti bulan sebelumnya saya mengurangi sekali keluar rumah atau berpergian dan sampai saat ini jarak terjauh saya pergi cuma 3 km sekitar 10 sampai 15 menit lah bila berkendara dengan motor atau mobil yaitu ke sekolah Zaidan. Itu pun baru 2 kali deh karena harus mengambil tugas-tugas sekolahnya.

Selebihnya saya keluar rumah cuma ke supermarket depan komplek atau beli buah di toko buah paling dua minggu sekali, tapi ini pun nggak selalu. Lebih banyak yang keluar rumah adalah ibu saya dan pak suami sekalian dia pergi kerja saya biasanya menitip untuk dibelikan yang saya butuhkan dirumah.

Banyak sekali cerita selama self quarantine ini, jadi saya buat highligt yang paling berkesan selama ini, padahal sih setiap hari dirumah aja kegiatannya nggak banyak sekali dan berulang itu-itu saja.

Pakettt !!

Kegiatan lain yang juga berubah yaitu belanja online, bulan pertama sih saya memang cukup sering yah, setiap minggu pasti ada saja yang teriak : pakettt !!! 

Duh saya sama anak-anak happy banget dengernya. Tapi kita nggak berani keluar biasanya minta tolong sama tukang paketnya untuk meletakkan barang di depan pintu saja. 

Tapi bulan kedua ini saya mulai mengurangi belanja online, bener-bener belanja sesuai kebutuhan dan berhenti sama sekali untuk belanja makanan via ojek online.

Gaji Berkurang

Hal yang paling menakutkan imbas dari pandemik ini buat saya pribadi adalah hilangnya mata pencaharian seperti yang telah banyak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan kepada karyawannya. Perusahaan tempat saya bekerja belum ada melakukan pemutusan hubungan kerja namun telah memberlakukan work from home sesuai dengan aturan pemerintah daerah sehingga kemudian terjadilah pemotongan gaji, dengan tidak membayarkan tunjangan transportasi dan tunjangan makan, atau pemotongan gaji pokok sesuai dengan level jabatan di kantor.

Sejujurnya gaji saya pun berkurang sebanyak 10% dari yang seharusnya saya terima sebelumnya. Namun saya tetap mensyukuri dengan kondisi saat ini karena meski begitu kantor tetap dapat memberikan tunjangan hari raya sebagai hak kami para pekerjanya. Sehingga saya pun masih bisa memberikan thr juga ke mba yang kerja di rumah ataupun thr buat orang tua.





Masuk Dapur

Dari dulu saya nggak pernah hobi masak, terlebih lagi ayah zaidan lebih punya kemauan untuk cooking ataupun baking. Namun gara-gara pandemik ini saya malah jadi punya rutinitas baru masak, masak dan masak.

Pokoknya setiap hari pasti jadi sering oprek dapur bikin sesuatu buat anak-anak kebetulan juga bulan ramadhan kan dan Zeanissa sudah masuk masa mpasi dan yang paling bikin happy saya bisa bikin PIE SUSU dibantu oleh adik saya yang memang lebih jago baking dan cooking.

Kalau gara-gara masak di dapur jadi buat lebih hemat pengeluaran sih nggak juga karena sering bikin gorengan malah boros sekali dengan minyak goreng, tapi justru mengurangi jajan di luar dan nggak terlalu banyak kontak dengan orang luar juga, karena biasanya kan kalau ramadhan selalu ingin beli takjil yang banyak di jajakan di pinggir jalan.


Bored In The House

Di bulan kedua ini juga merasakan yang bener-bener bosan sampai bikin puyeng, hal ini terjadi sampai 3 hari berturut-turut, dimana setiap jam 12 siang saya pusing nggak tertahankan akhirnya satu hari saya terpaksa membatalkan puasa karena bener-bener nggak kuat dengan rasa pusing di kepala yang kebetulan saat itu juga tengah zoom meeting lama sekali dengan teman-teman kantor. 

Merasa sudah nggak tahan banget sama semua rutinitas yang membosankan ini tapi alhamdullilah nggak pakai lama merasa seperti itu, sekarang sudah mulai berdamai lagi dengan kondisi yang ada. 

Mengingat bosan saya jadi menyadari, yang lebih bosan mungkin Zaidan dan Zeanissa, mereka bahkan bener-bener dirumah aja. Saya malah jadi ingat selama 5 bulan ini, mereka bahkan ke mall cuma sekali aja. betapa nggak bosan yah mereka dirumah.

Jadi kadang kalau mereka berdua rewel-rewel saya nggak bisa apa-apa cuma bisa sabar-sabarin aja deh, nahan untuk nggak mengeluarkan emosi berusaha keras mengerti dan menerima kerewelan mereka. Berusaha sekali untuk mengalihkan perhatian, terutama untuk zaidan akhirnya saya pun melonggarkan beberapa peraturan yang dulunya saya dan pak suami sangat ketat, seperti bermain dengan handphone selama ia masih terus menyelesaikan tugas-tugas sekolahnya dan lesnya saya biarkan ia punya lebih banyak waktu screening time dan memperbolehkannya bermain kapan saja di dalam rumah.

Harapan Baru Di Bulan Juni

Banyak sekali orang yang berharap kalau mulai bulan juni pandemi akan mulai menurun, self quarantine perlahan akan mulai longgar dan aktivitas akan dimulai lagi walau tidak bisa seperti sebelumnya.

Namun di bulan mei ini banyak sekali kejadian yang bikin banyak orang gemas dengan kelakuan orang-orang di media sosial yang ngomongnya ingin Indonesia segera pulih kondisinya tapi kelakuannya bertolak belakang.

Sepertinya di 60 hari ini saya sendiri makin menyadari bila sebenarnya dirumah pun kita bisa menghasilkan banyak hal, karena kreativitas kita semakin di tuntut untuk keluar. Tinggal bagaimana kita bisa menjauhkan rasa malas dari dalam diri kita saja.

Bersyukur juga bila saat ini adalah bulan ramadhan sehingga kondisi di tengah pandemi ini pun bisa meningkatkan keimanan kita, walau semua ibadah harus di lakukan dirumah aja tapi justru malah jadi lebih rajin ibadah yang biasanya di tahun sebelumnya mungkin masih bolong-bolong tarawih, malas shalat sunah duha, tahajud atau mungkin tadarus. 

Mungkin ada yang mengalami juga seperti yang terjadi dirumah saya, zaidan dan ayahnya jadi rajin mengaji bersama dan saya happy melihat moment tersebut.

Teman-teman ada punya cerita apa di dua bulan ini ?! sharing yah di kolom komentar






loph,
Maya Rumi




Tepat tanggal 15 bulan mei ini sudah 60 hari saya dirumah aja berarti juga 60 hari kerja dirumah karena kantor mengikuti aturan pemerindah DKI Jakarta yang memberlakukan psbb (pembatasan sosial berskala besar) dan memperpanjang masanya hingga 22 mei 2020.

Saat ini saya tengah merasakan kebosanan berada dirumah aja terlebih lagi dengan kerjaan kantor yang nggak berhenti-henti dari pagi hingga pagi lagi, nggak kenal hari libur sabtu dan minggu selalu ada saja whats app chat untuk melakukan pekerjaan kantor dari bos ataupun dari rekan kerja.

Hal tersebut lumayan bikin stress apalagi anak-anak saya keduanya masih kecil masih harus saya perhatikan dan saya kesulitan sekali bila harus memperhatikan keduanya bersamaan dengan keharusan stand by mengerjakan pekerjaan kantor ataupun ikut serta pada undangan zoom meeting.

Selama ini memang untuk mengurus kedua anak saya, Zaidan 5 tahun dan Zeanissa 8 bulan saya dibantu oleh ibu saya tanpa ada bantuan dari mba pengasuh. Zaidan sih sebenarnya sudah bisa mandiri justru yang harus di perhatikan sekali adalah Zeanissa yang masih bayi apalagi sekarang ia tengah memasuki usia yang saya bisa bilang sedang tidak bisa diam.

Jadi saya kerap kali tidak bisa ontime untuk ikut serta di zoom meeting apalagi harus dadakan ikutan zoom meeting karena butuh persiapan ini itu sebelum bisa join. Berdasarkan pengalaman selama ini, saya pun melakukan beberapa hal pada pekerjaan agar bisa selesai sesuai deadline dan terutama bisa ikut serta di zoom meeting sesuai dengan agenda kantor.

Pertama, saya berusaha mengkondisikan waktu dengan selalu memperhatikan jadwal zoom meeting yang biasanya di bagi di whats app grup kantor, tujuannya agar saya bisa mempersiapkan diri dengan posisi sendirian di jam yang telah di tentukan tanpa harus merasa terganggu dengan urusan domestik untuk mengurus kedua anak saya.

Kedua, setelah mengetahui jadwal zoom meeting saya harus koordinasi dengan ibu dan suami, bila pak suami libur kerja, ia yang akan membantu saya mengurus anak selama saya zoom meeting atau menyelesaikan pekerjaan kantor tapi bila tidak libur saya harus memastikan ibu saya berada di rumah saja di hari itu, karena biasanya ibu suka keluar untuk belanja di pagi hari atau siang hari ia beristirahat siang.

catatan : ketika tulisan ini di posting, kondisi suami saya masih ke kantor dengan jadwal sehari kerja dan sehari libur.

Ketiga, biasanya jadwal zoom meeting saya jam 9 pagi jadi saya tetap memberlakukan rutinitas bangun pagi seperti saya biasa ke kantor, jadi jam 6 pagi saya sudah mandi dan saya lanjutkan dengan mengurus kebutuhan anak-anak semisal membuat makanan untuk zeanissa, mempersiapkan asip atau memandikannya dahulu, biasanya saya juga shalat duha di pagi hari, nah untuk itu saya akan majukan waktunya atau bila tidak memungkinkan saya akan izin sesaat untuk meninggalkan zoom meeting.

Keempat, peraturan tidak tertulis dari kantor saya selama zoom meeting adalah harus rapi dan sudah mandi makanya saya tetap pakai baju kerja dan berhijab rapi tidak pakai bergo dan (sedikit) dandan, paling tidak tetap pakai lipstik dan pakai bedak sama blush on. Nah ini baju kerjanya saya pakai yang memudahkan untuk bisa menyusui, jadi bila tiba-tiba zeanissa rewel karena sudah waktunya diberikan asi saya bisa memakai breastfeeding cover lalu mengganti mode video di zoom meeting hanya dengan mendengar audio saja tanpa berbagai video atau cara mudahnya memberikan asip yang telah di siapkan sebelumnya.

Kelima, untuk mengantisipasi meeting zoom dadakan, saya menyediakan cardigan dan hijab yang sudah di setrika rapi jadi begitu dapat informasi harus join zoom meeting saya langsung bisa pakai keduanya. Namun pernah nih saya selesai shalat ashar eh tiba-tiba pak bos minta semua ikut zoom meeting karena ada koordinasi penting ya sudah deh saya zoom meeting pakai mukena, hahaha.

Keenam, Selama ini untungnya zoom meeting dadakan hanya diadakan dengan rekan kerja saja bukan dengan client atau vendor, jadi bila kejadian ibu atau suami tidak bisa menjaga zeanissa saya akan ajak zeanissa zoom meeting dan memberinya mainan atau makanan cemilan yang membuatnya tetap tenang berada disamping saya.

Tantangan sekali yah memang wfh ini buat para working mom, tapi saya yakin sih pada bisa mensiasati kalau nggak bisa yah paling juga stress dan ngomel melulu seharian sama anak, seperti saya ngomel terus ke Zaidan, hihihi. Sejauh ini selama wfh saya berkendala dengan meeting zoom saja untuk sementara pekerjaan kantor semua masih bisa selesai sesuai deadline karena kebetulan pekerjaan saya menumpuk di 10 hari awal bulan saja, selebihnya lebih santai deh.

Nah di waktu yang lebih santai ini saya mempersiapkan kembali format untuk pekerjaan bulan depannya lagi jadi saya melakukan cicilan pekerjaan sejak jauh hari dan biar lebih maksimal biasanya saya kerjakan di pagi hari setelah shalat subuh di jam 5 pagi, karena diwaktu tersebut kedua anak saya tengah tertidur lelap.

Akhir kata, semoga tips dan trik ala-ala yang saya bagikan bisa membantu para working moms yang tengah mengalami kesulitan yang serupa dengan saya yah, sehingga wfh tetap bisa berjalan dengan baik dan nggak kewalahan untuk mengurus anak-anak.

Semangat work form home yah moms.






loph,
Maya Rumi