Sudah setengah tahun berlalu namun kenangan berwisata ke kota Batu masih tertinggal di hati hingga hari ini. Sebenarnya bukan hanya kota Batu sih yang memberikan kesan mendalam namun kota-kota lain yang juga pernah saya kunjungi, tapi untuk saat ini kota Batu adalah satu-satunya kota yang ingin sekali saya kunjungi lagi dalam waktu dekat ini bersama dengan keluarga. 

Mudah-mudahan ada rejekinya, aamiinn.

Setelah mendatangi beberapa tempat wisatanya seperti Taman selecta, Jatim Park 3, Museum Angkut, Kebun Apel hingga tidak sengaja mampir ke alun-alun kota-nya. Membuat keinginan saya untuk kembali lagi kesana dengan suami dan anak saya bertambah besar, for me batu is the city must to come for your family trip.

Kota Batu terletak di dataran tinggi di provinsi Jawa Timur, berjarak 15 km dari kota malang.  Kota Batu populer dikenal dengan Kota Wisata Batu karena selain tempat wisata yang saya sebutkan di atas ada banyak lagi tempat wisata menarik yang harus dikunjungi, mungkin yah seminggu disana pun tak cukup untuk menikmati tempat wisatanya.

Oiya kota Batu ini sering di sebut dengan Batu, Malang, padahal kota Batu adalah kota sendiri yang terpisah secara otonom dengan kota Malang namun kota Batu bersama dengan kabupaten Malang dan Malang kota merupakan kesatuan yang disebut dengan Malang Raya.

alun-alun kota wisata batu

Alun-alun kota Batu telah mengalami renovasi besar-besaran pada tahun 2010, tahun berikutnya alun-alun ini pun diresmikan kembali pada bulan mei 2011. Alun-alun kota batu adalah satu-satunya alun-alun yang mempunyai sebuah bianglala permanen berukuran raksasa dengan 17 kabin yang bisa kita naiki dengan membayar hanya 3000 rupiah saja dan kita bisa menikmati pemandangan kota Batu dari ketinggian.

Kota Malang terkenal dengan kota apel untuk itu sebuah tugu apel berdiri apik di tengah alun-alun, yang menarik lagi ada buah strawberry yang di fungsikan sebagai tempat informasi dan buah apel hijau di fungsikan sebagai toilet, lucu sekali.



alun-alun kota wisata batu

alun-alun kota wisata batu

alun-alun kota wisata batu

alun-alun kota wisata batu

alun-alun kota wisata batu


Kami dua kali datang ke Alun-alun ini, pertama di malam hari karena penasaran dengan wisata kuliner di sekitar alun-alun yaitu kopi letek dan pos ketan legenda. Ternyata tempatnya ramai sekali dengan pengunjung, jadi kami urungkan niat kami untuk masuk di kedua tempat tersebut.

Akhirnya saya dan beberapa teman dengan menyewa gocar pergi ke paralayang gunung banyak, sebuah bukit dimana kita bisa menikmati pemandangan kota Batu yang lain dari ketinggian, ternyata saat sampai sana sedang turun kabut dan akhirnya hujan.

Gagal dua kali deh. Kalah banyak.Hiks


masjid agung an nuur kota batu

Nah karena yang malam hanya sesaat saja berada di alun-alun, di siang hari saya berkesempatan datang lagi karena saat trip disana hari jumat selagi teman-teman yang laki-laki jumatan di Masjid Agung An Nuur yang ada di sebelah alun-alun, saya dan teman perempuan ataupun dengan teman laki-laki yang non muslim punya waktu yang lebih panjang untuk keliling alun-alun.

Ternyata alun-alun kota Batu mengejutkan saya disiang hari itu dengan play ground outdoor yang tidak ada di Jakarta. Bahkan saya belum pernah melihat yang seperti itu ada di RPTRA.

Di Jakarta playground sejenis itu biasanya ada di dalam mall, ada yang berbayar ada juga yang diberikan gratis untuk pengunjung, sekalipun gratis yah nggak semua anak dapat menikmati, hanya kalangan tertentu.

Sementara di alun-alun kota Batu ini sebaliknya, selama anaknya berusia dibawah 5 tahun, sepuasnya bisa main di play ground tersebut.



alun-alun kota wisata batu
alun-alun kota wisata batu




alun-alun kota wisata batu

alun-alun kota wisata batu

alun-alun kota wisata batu

alun-alun kota wisata batu

alun-alun kota wisata batu


alun-alun kota wisata batu

alun-alun kota wisata batu

alun-alun kota wisata batu

alun-alun kota wisata batu

alun-alun kota wisata batu

alun-alun kota wisata batu


Saya lama sekali memperhatikan anak-anak dengan ibu mereka di play ground tersebut jadi bahagia cuma karena melihat kegiatan mereka, anak-anaknya sibuk bermain sementara orang tua mengawasi atau ada juga yang menemani anaknya yang masih batita. Saat itu saya jadi ingat dengan bocah lanang saya yang demen banget main di playground.

Alun-alun kota wisata Batu ini benar-benar menjadi sarana hiburan keluarga maupun pasangan muda-mudi Batu, sudah di tata dengan apik, disediakan tempat bermain, banyak tukang jajanan, bisa menjadi tempat pertemuan dengan teman atau saudara dengan disediakan banyak sekali bangku taman.

Selain itu warganya pun di ajak untuk ikut serta oleh pemerintah daerah untuk menjaga alun-alun untuk mentaati peraturan yang ada, seperti di play ground tidak memakai sandal atau sepatu, di khususkan untuk anak dibawah usia 5 tahun hingga peraturan di larang merokok di area alun-alun jadi saat disana kita benar-benar bisa menikmati udara bersih.

Kalau ibu-ibu ada nggak tempat main anak yang bikin kangen atau kota mana gitu yang lagi ingin di datangi bareng pasangan dan anak-anak ?

Bagi ceritanya di kolom komentar yuks...



loph,
Maya Rumi
Pagi ini lagi bingung mau buat sarapan apa, yang pasti karena pagi-pagi itu selalu ribet yah buat ibu-ibu dengan berbagai urusan begitu juga dengan saya punya keriwehan sendiri sebelum ngantor juga, inginnya masaknya nggak pakai lama, tapi sarapannya bisa mengenyangkan dan menggugah selera untuk makan.

Seringnya sih saya beli saja untuk sarapan tapi lagi kepingin makan nugget, tapi bosan kalau hanya di goreng lalu di cocol dengan saos atau mayones. Biasanya pula kalau saya masak nugget seperti itu harus makan nasi juga biar kenyangnya pas di perut. hehehe. Akhirnya saya membuat kreasi nugget yang dijadikan isi risol. Biasanya risol isi sayur, isi bihun atau isi sosis atau isi smoked beef and egg, tapi kali ini saya isi dengan nugget.

Iya, Nugget yang merupakan olahan dari daging ayam, yang beraroma gurih, terasa lembut saat di makan sekaligus kriuk-kriuk karena renyah dari balutan tepung roti. Nugget umumnya berbentuk kotak, tapi ada juga loh yang bentuknya stick atau panjang, sudah tahu belum ? atau sudah ada yang pernah coba ? kalau belum yuk kenalan dulu.



Nugget dengan bentuk stick itu dari SOGOOD, namanya Chicken Stick SOGOODDalam satu kemasan dengan berat 400 gr berisi 23 Chicken Stick bisa untuk 1-2 kali masak buat konsumsi 3-4 orang. Chicken Stick SOGOOD dengan kandungan daging ayam premium yang lebih banyak pada setiap chicken sticknya selain itu mengandung Omega 3 dan dengan rasa original makin terasa enak deh rasa ayamnya.

Bahan :
  1. 10 Chicken Stick SOGOOD
  2. 10 roti tawar
  3. 2 butir telur, ambil kuningnya saja 
  4. 10 lembar keju
  5. 1 bungkus tepung roti
  6. Minyak Secukupnya
Cara memasak :

  1. Giling roti tawar hingga tipis dengan rolling pin, bila tidak ada bisa menggunakan botol atau gelas berukuran panjang
  2. Taruh 1 Chicken Stick SOGOOD bersama dengan 1 lembar keju pada roti tawar yang telah di giling, di salah satu ujung roti 
  3. Lalu gulung sambil di tekan perlahan, sisakan sedikit pada bagian ujung roti
  4. Oleskan ujung roti dengan kuning telor yang telah di kocok
  5. Rekatkan kedua ujung roti sambil di tekan sedikit agar menempel 
  6. Ulangi step 1 sampai dengan 5 untuk semua roti lainnya hingga selesai 
  7. Celupkan/oleskan satu persatu roti yang telah di terisi dengan Chicken Stick Premium SOGOOD
  8. Balurkan dengan tepung roti satu persatu
  9. Siapkan minyak setengah penggorengan berukuran sedang, tunggu hingga minyak benar-benar panas
  10. Goreng dengan api kecil agar matang secara merata
  11. Angkat setelah berawarna kuning keemasan
  12. Sajikan dengan saos dan mayones 
Tak disangka percobaan pertama saya masak Risol isi Chicken Stick SOGOOD ini bisa bikin ketagihan suami sama anak saya, mereka sudah minta dibuatkan lagi untuk besok pagi, karena ini pengalaman pertama kali masak jadi lebih hati-hati dan makan waktu, namun sebenenarnya bisa selesai 20 sampai 30 menit saja sih, tergantung berapa banyaknya buat juga.

Untuk Chicken Stick SOGOOD saya tidak goreng terlebih dahulu, karena sudah fully cooked ya, jadi walau sudah terbalut dengan roti tawar tetap bisa matang dan saya tidak pakai bumbu apa-apa lagi, rasa dan aromanya tetap gurih.

Risol isi Chicken Stick SOGOOD, selain dijadikan menu sarapan bisa juga di jadikan camilan sore atau juga untuk bekal anak sekolah.

Selamat mencoba yah




loph,

Maya Rumi
Sejak memutuskan berhijab 6 tahun silam, saya juga memutuskan untuk merubah penampilan yang tidak sebatas pada hijab saja tapi juga pada pakaian yang saya kenakan.

Perlahan saya mulai tak lagi mengenakan celana jeans hanya celana bahan saja itupun yang longgar seperti model kulot, hingga akhirnya pun saya lebih banyak mengenakan dress atau gamis atau rok dengan blouse atau tunik, terutama untuk sehari-hari kekantor ataupun ketika berpergian untuk jalan-jalan.

Nah dari pakaian tersebut yang menjadi favorit itu tunik. Sudah pada tahu tunik belum ? atau sudah sering pakai tapi nggak tahu kalau itu tunik karena nggak tahu kalau istilahnya tunik tahunya blouse panjang saja atau baju kurung.

Tunik dan baju kurung itu memang mirip sekali, seperti saudara kembar, hihihi. Salah satu perbedaan yang pasti adalah baju kurung menjadi pakaian adat untuk masyarakat melayu, sementara tunik bukanlah pakaian adat.

Berikut penjelasan detailnya yang saya dapat dari website hijup mengenai baju kurung dan tunik dan perbedaan pada kedua pakaian tersebut.


Baju Kurung

Karakter utama baju kurung adalah potongan yang longgar pada bagian dada, lengan, dan perut. Ketika dikenakan, panjang bagian bawah baju mencapai lutut. Yang membedakannya dengan tunik adalah tak adanya kancing atau resleting pada baju ini. Sehingga cara pemakaiannya seperti memakai kaos. Selain tak adanya kancing, baju kurung juga tak memiliki kerah sehingga potongan lehernya hanya membulat. Untuk memberikan variasi pada leher, ditambahkan renda atau sulam pada setiap ujung leher. Karena baju kurung merupakan pakaian tradisional yang hanya dipakai saat acara tertentu, pasangan untuk baju kurung ini biasanya kain sarung atau kain samping. Untuk model baju kurung pun terbatas hanya tunik berlengan panjang dengan panjang selutut. Jarang sekali ditemukan baju kurung dengan model yang berbeda. Ada aturan khusus dalam penggunaan warna pada baju kurung. Baju kurung berwarna kuning biasanya hanya digunakan oleh keluarga kerajaan atau kalangan bangsawan.
Dari segi sosial, baju kurung merupakan pakaian adat yang digunakan untuk acara kebesaran kerajaan melayu. Sejarah menunjukkan bahwa baju kurung dipengaruhi oleh budaya Islam dan India yang dibawa oleh pedagang India. Baju kurung sendiri muncul jauh setelah tunik berkembang terlebih dahulu di dataran Eropa.

Tunik

Baju ini memiliki beragam bentuk, desain, dan aksen. Hal inilah yang membedakannya dengan baju kurung berbentuk tetap. Satu yang menjadi karakter utama tunik adalah atasan tertutup dengan panjang dari bawah pinggul hingga betis. Beberapa variasi yang ditawarkan oleh tunik adalah variasi pada kerah, lengan, dan bagian bawah tunik.
Dalam sejarahnya, tunik mulai digunakan oleh bangsa Romawi sebagai pakaian lelaki 3 tahun sebelum Masehi. Pakaian ini biasanya digunakan untuk acara formal. Pada masa itu, panjang tunik menunjukkan status sosial seseorang. Prajurit dan pekerja biasanya mengenakan tunik dengan panjang selutut. Sedangkan kalangan dengan tingkat yang lebih tinggi biasanya memakai tunik sebetis.
Jika baju kurung memiliki aturang khusus dalam pemakaian, maka tunik bebas untuk dipakai oleh siapa saja dan dipadukan dengan apa saja. Karena bentuknya yang fleksibel, tunik bisa kamu pakai dalam acara dan gaya apapun.

Nah dari penjelasan tersebut sudah bisa kan yah membedakan yang mana tunik dan yang mana baju kurung. Buat saya dari penjelasan itu "Bentuk potongan tunik yang flexible, dapat dipadukan dengan apapun dan bisa dipakai pada acara apapun". Menjadi kalimat yang benar-benar dapat mendeskripsikan kenapa saya suka sekali dengan tunik. Teman-teman ada yang juga senang pakai tunik seperti saya ?

Nah di posting kali ini, saya mau berbagi sedikit inspirasi dari pemakaian tunik, untuk dikenakan di berbagai acara seperti kekantor, menghadiri event ataupun untuk jalan-jalan. Oiya saya tuh kalau kekantor pakaiannya nggak yang formal sekali yah, harus dengan blazer atau kemeja, namun lebih casual dan yang paling penting selalu rapi, jadi tunik selau menjadi pakaian pilihan dan andalan saya saat kekantor.






Style 1| Office Look
Navy tunic
Navy motif pencil long skirt
Pashmina Hijab







Style 2| Office Look
Green Olive tunic
Grey pencil long skirt
Pashmina Hijab


Kalau dikantor inilah yang menjadi gaya pilihan dan andalan, pokoknya favorit ke kantor dengan kombinasi pakaian seperti yang terlihat di dua gambar diatas, tidak terlihat terlalu formal namun tidak berkesan terlalu santai, masih cocoklah untuk meeting. Apalagi dengan tambahan bowling bag dan pumpshoes, Namun bila ingin mengenakan bakcpack atau ransel biasanya saya pakai backpack yang bermodel lebih girly dan berukuran sedang, cukup untuk menaruh laptop.




Style 3| Event Look
Tosca tunic
Black pleated long skirt
Square Syari Hijab

Awalnya saya nggak suka pakai tunik dengan pleated long skirt seperti ini. Pleated skirt bila dibahasa indonesiakan itu berarti rok lipit atau kalau saya sebutnya rok remple. Rok lipit yang saya punya ini berpinggang karet sehingga memberikan efek mengembang dibagian perut hingga paha jadi jarang sekali saya pakai, karena nggak pede, tubuh jadi terlihat besar atau gemuk.

Setelah coba padu padan berulang kali dirumah saya dapat tips dan trik agar rok ini bisa menghilangkan efek gemuk saat pemakaian, yaitu dipasangkan dengan tunik dengan potongan lurus atau pas dibadan.





Style 4| Event Look
Green tunic
White a-line dress 
White Pashmina hijab

Suatu waktu saya datang ke event blogger yang memberikan dress code pada warna pakaian yang dikenakan yaitu warna hijau dan putih. Awalnya bingung karena nggak punya bawahan warna putih padahal cuma punya 1 atasan warna hijau tunik ini.

Akhirnya saya pakai a-line dress yang berlengan panjang, namun saya siasati dengan menekuk sedikit di pergelangan tangan agar tidak beradu panjang dengan lengan tunik lalu saya mix match dengan tunik, eh ternyata hasilnya ok juga, saya pun jadi suka banget sama padu padan pakaian ini.



Style 5| Traveling Look
Red shirt tunic
Black pencil skirt
Black Pashmina hijab
Backpack + keds 

Ini tunik kemeja atau kemeja tunik yah ? hihihi. Saya punya beberapa yang model seperti ini, dengan bahan, warna dan motif berbeda tentunya. Kalau tunik kemeja paling mudah di mix and match, paling sering sih saya padu padan dengan rok pensil. Yang ini waktu jalan-jalan ke melaka malaysia, saya tambahkan dengan sepatu keds dan backpack, agar terlihat lebih casual.




Style 6| Traveling Look
Blue jeans tunic
Tee long dress
Blue Pashmina hijab
Backpack + keds 




Style 7| Traveling Look
Green Blue Plaid tunic
Navy Circle skirt
Green Pashmina hijab
Backpack + keds 

Kemeja tunik ini, juga bisa dijadikan outer loh, di kombinasikannya juga tidak selalu dengan rok berpotongan lurus tapi bisa juga tunik berbahan jeans dengan tee long dress berbahan kaos motif horizontal (style 5) atau tunik dengan motif plaid di padu dengan rok model circle yang flowy (style 6).

Kebanyakan orang mengenakan tunik dipadu padankan dengan celana atau jeans berpotongan pipa atau model pensil, memang terlihat lebih cocok yah, namun untuk saya yang udah emoh pakai-pakai celana bahan atau jeans, setelah membiasakan diri mengkombinasi tunik dengan rok saya pun pede-pede saja mengenakannya. Iya dalam berpakaian yang penting kita punya percaya diri yang cukup (jangan kelewatan pedenya, biar nggak saltum juga) dengan begitu kita akan merasa nyaman dan akhirnya pakaian yang kita kenakan jadi terlihat mengesankan saat kita pakai.

Saran saya untuk penggunaan tunik, jangan pernah mengkombinasikan tunik dengan leging ataupun jeging, terutama untuk teman-teman hijaber, leging atau jeging bukan pakaian yang digunakan diluar, akan lebih cantik dan sopan menggunakan celana atau rok saja yah.

Ini sebenarnya nggak pede harus nampilin foto ala-ala fashion blogger, tapi senang banget sama tunik dan ingin sharing ke teman-teman, syukur-syukur bisa menjadi inspirasi gaya untuk padu padan pemakaian tunik. Jadi dengan senang hati bila ada teman-teman yang mau kasih saran dan kritik untuk posting perdana personal style ini.

Kalau teman-teman suka yang mana dari beberapa pilihan gaya tersebut dan menurut teman-teman saya paling cocok kombinasi tunik dengan apa ? Ditunggu komentarnya yah






loph,

Maya Rumi