Selasa, 22 November 2022

Pengalamanku Mengatasi Perut Kembung Pada Newborn Baby Dengan Motherlove Calming Cream


Memiliki bayi lagi setelah 3 tahun lalu, yang saya kira sudah berpengalaman eh ternyata saya tetap masih kagok dan harus belajar lagi. Setidaknya saya harus kembali mengingat-ingat apa saja yang harus dilakukan agar bayi dapat tidur nyenyak, kenapa banyak menangis terus menerus ?

Hingga apa-apa saja yang tidak boleh dilakukan saat begini atau saat begitu dan banyak hal-hal lainnya yang sudah terlupa dan tak terekam dengan baik diingatan saya.

Namun dengan pengalaman memiliki dua anak sebelumnya setidaknya saya tak lagi sepanik dahulu.Tak lagi takut melakukan hal yang dulu waktu baru punya anak pertama kali merasakan ngeri-ngeri semisal saat memandikan bayi dan belum lepas tali pusarnya. 

Pengalaman juga yang membuat saya sekarang ini lebih menerima menjalani peran menjadi seorang ibu, yang kalau saat harus mengurus bayi lagi itu seorang ibu tidak boleh stres. Seorang ibu se-harus-nya berbahagia karena harus menikmati banyak momen yang ada silih berganti agar menjadi kenangan yang indah dalam ingatan kita. 

Salah satu kenangan yang tak terlupakan diawal-awal masa pengasuhan anak ketiga saya ini terjadi beberapa waktu lalu.

Secara mendadak baby z menangis kencang di suatu malam dan setelahnya ia tertidur-menangis-tertidur-menangis lagi terus-menerus seperti itu sepanjang malam. Malam itu pun terlewati dengan rasa lelah dan katuk luar biasa di esok paginya bagi saya dan pak suami. Inilah salah satu hal yang saya tidak inginkan dari mempunyai bayi lagi.

Tak ingin hal tersebut terulang kembali, saya pun mencari penyebabnya, saya mengingat-ingat kembali hal apa saja yang telah saya lakukan dan mungkin terlewat untuk dicek ketika baby z rewel semalaman.

Seingat dan sepengalaman saya ada beberapa faktor yang membuat bayi menjadi rewel ketika tidur di malam hari, yaitu :

  1. Kelaparan, karena kurang diberikan asi ataupun sufor
  2. Buang air besar 
  3. Pospak sudah penuh air seni sehingga membuatnya tidak nyaman
  4. Merasa kedinginan atau kepanasan
  5. Sakit
Nah di poin terakhir ini saya kurang menyadari, karena mungkin sudah terlalu lelah dan tidak ada tanda yang kasat mata menunjukkan ia sakit. Seperti pada demam ditandai dengan suhu tubuh bayi akan menjadi lebih panas.

Perlu diingat yah bun bayi yang baru lahir perlu beradaptasi dalam perjalanannya proses adaptasi dalam tumbuh dan kembangnya ini akan menemui beberapa masalah seperti pada sistem pernafasan seperti batuk dan pilek dan sistem pencernaannya bisa terjadi susah buang air besar, kolik dan kembung.

Seusai mandi pagi itu barulah saya tahu bilamana bayi saya mengalami perut kembung, faktor inilah yang menyebabkan dirinya menjadi rewel sepanjang malam. Padahal setiap kali selesai mandi sore saya rutin melakukan pijat ILU agar bayi saya tidak mengalami perut kembung dan juga sembelit.

Akhirnya mengikuti saran mama saya pun menggunakan pengobatan secara tradisional yaitu menggunakan daun jarak yang dihangatkan lalu ditempelkan pada bagian perut bayi. Hasilnya secara perlahan perut kembung anak saya dapat teratasi.

Namun yah pengobatan secara tradisional ini agak merepotkan terutama karena sulitnya saat ini mendapatkan daun jarak, selain itu beberapa jam kemudian setelah daun jarak ditempelkan dibagian perut bayi, daun tersebut akan menjadi kering sehingga membuat bayi saya merasakan tidak nyaman.

Setelah mencari-cari informasi di google (ibu milenial sekali saya nih, selalu mengandalkan mbah google), tanya-tanya ke sesama ibu-ibu di wag dan forum mengenai cara mengatasi perut kembung pada bayi dapatlah saya solusinya, namun agak maju mundur untuk membeli produknya karena harganya yang mahal.

Hingga akhirnya secara tidak sengaja menemukan produk Motherlove Calming Cream dari instagramnya @motherlove_id lalu saya juga berkunjung ke situs resminya di www.motherlove.id bisa klik disini dan tidak pakai lama langsung check out di ecomm toko ijo dan inilah review saya based on pengalaman pribadi penggunaan Motherlove Calming Cream pada bayi saya.


Motherlove Calming Cream

Klaim :

Diformulasi dengan bahan alami dan organik yang aman digunakan oleh bayi dan anak-anak. Hypoallergenic, dermatologically tested dan irritant free.

Dapat membantu tak hanya menghangatkan juga dapat membantu mengatasi bayi yang rewel akibat gejala kolik, perut kembung serta membantu meredakan gejala pilek dan batuk.

Dengan kandungan ekstra aloe vera organik (lidah buaya) dan olive husk oil (minyak kulit zaitun) yang efektif menjaga kulit tetap halus dan lembab. Serta eucalyptus oil (minyak kayu putih) yang membantu menenangkan kulit dengan sensasi lembut dan hangat.

Kemasan : 

Produk dikemas dalam 2 tempat, pertama dengan kardus berbentuk persegi panjang dengan dominasi warna tosca muda dan putih yang sama juga dengan kemasan utamanya yang berisi produk, kemasan berbentuk tube dengan tutup fliptop yang meminimalkan risiko produk terkontaminasi dengan tangan dan udara diluar.

Tekstur, Warna & Aroma :

Cream yang tidak terlalu cair ataupun pekat, berwarna putih dengan aroma minyak kayu putih yang kuat tapi tidak menyengat.

Cara Pakai :

Diusapkan pada area sekitar dada, leher dan punggung. Dapat digunakan setelah habis mandi pagi dan sore hari atau sebelum waktu tidur atau kapan saja ketika diperlukan.

Harga : 

Rp. 109.000 / 30 gr

Kesimpulan Setelah Penggunaan :

Untuk kemasan dengan isi produk cream menurut saya tepat sekali dengan bentuk tube dan tutup fliptop karena praktis dalam penggunaan, lebih aman karena tidak khawatir tumpah dan bisa dibawa-bawa ketika berpergian (travel friendly).

Selain itu terdapat seal (segel) yang berupa alumunium foil pada kemasan tube untuk menjaga agar isi produk tetap aman, tak bocor atau tercecer terutama pada saat produk dalam proses pengiriman.

Sesuai dengan namanya Motherlove Calming Cream, aroma yang dihasilkan setelah diusapkan ke kulit sangat menenangkan, tercium aroma eucalyptus yang dominan, cream cepat meresap saat diratakan dikulit, tidak meninggalkan bekas, tidak terasa lengket dan aroma yang ditinggalkan juga bertahan cukup lama dan rasa hangatnya pas dan cocok untuk kulit bayi baru lahir yang masih sensitif.

Beberapa calming cream hanya ditujukan untuk digunakan oleh bayi yang baru lahir saja namun untuk Motherlove Calming Cream ini juga justru dapat dirasakan manfaatnya oleh anak-anak hingga usia 3 tahun.

Biasanya saya menggunakan Motherlove Calming Cream ini sebagai pengganti minyak telon, terbukti cocok dikulit bayi saya tanpa ada efek samping seperti iritasi.

Untuk bunda yang muslim seperti saya juga tidak perlu khawatir, Motherlove Calming Cream selain sudah BPOM juga sudah tersertifikasi halal MUI.

Dengan harga yang terjangkau disertai khasiat yang sesuai, saya merekomendasikan untuk para newly moms membeli Motherlove Calming Cream yang tersedia di berbagai e-commerce kesayangan, apotik, baby shops atau supermarket terdekat.


Sebenarnya penyakit perut kembung, kolik, batuk atau pilek pada bayi itu ringan saja yah bun namun karena kita dan bayi terbatas pada komunikasi sehingga tetap perlu penanganan secara serius karena penyakit terkategori ringan ini tetap dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Salah satunya adalah mengganggu waktu istirahat bayi karena bila waktu tidurnya kurang dari yang seharusnya, hal tersebut sepengetahuan saya dapat mengganggu pada kenaikan berat badannya.

Makanya saya senang sekali rasanya menemukan Motherlove Calming Cream ini tidak hanya sebagai solusi untuk perut kembung atau kolik juga dapat digunakan untuk mencegah batuk pilek.

Seperti halnya saya, semoga bunda yang mempunyai permasalahan pada bayi sama dengan saya dapat terbantu dengan review ini dan menemukan kecocokan juga dengan Motherlove Calming Cream. 

Adakah bunda yang sudah menggunakan Motherlove Calming Cream untuk bayinya ? Boleh yah cerita pengalamannya di kolom komentarnya atau bila ingin tahu lebih banyak informasinya bisa inti-intip instagram dan websitemya Motherlove Calming Cream.