Yeayy, sudah mau ganti tahun lagi, nggak terasa tahun 2018 akan segera berlalu. Satu kata buat saya untuk tahun ini : Alhamdullilah. Terima kasih ya Allah, atas limpahan berkah, rejeki dan nikmat yang tidak terkira.

Yang membuat saya paling bersyukur adalah karena wishlist seumur hidup yang ingin banget saya lakukan bisa contreng semua dan hal tersebut benar-benar jadi pencapaian yang berarti banget buat saya pribadi. Bila di ingat kembali kebelakang, tahun ini berbanding terbalik dengan cerita di tahun sebelumnya di 2017 yang penuh dengan drama dan kesedihan.

Cerita selama setahun terakhir saya rekap perbulan macam laporan dikantor, hihihi. Biar jadi pengingat buat diri sendiri sudah melakukan apa saja di 2018, yang bahagia, yang penuh berkah, berlimpah nikmat dan juga yang mengharu biru hingga buat galau.



Januari, 
Setiap awal tahun selalu dibuka dengan gathering atau outing dari kantor, jadi sebelum memulai pekerjaan dengan target baru kita semua refresh dulu, tahun ini saya dengan teman-teman kantor jalan-jalan ke kota Malang dan kota Surabaya kita ke Taman Selecta, Museum Angkut, Jatim Park 3 dan terakhir ke Kawah Bromo. Ini perjalanan 2 kota yang melelahkan namun berkesan sekali. Terutama yang ke Kawah Bromo karena kita kesana di musim hujan. Baca cerita-ceritanya disini yah 


Di awal tahun ini jugalah, setelah 5 tahun akhirnya saya pindah unit kerja, jadi alhamdullilah yang pertama ini, karena saya sudah bosen banget, mengerjakan kerjaan yang berulang terus selama ini, walaupun sekarang kerjaannya menuntut untuk lebih banyak keluar kota setiap bulan.

Saya sih jujur saja yah sebagai seorang emak dengan anak satu yang masih balita kadang masih berat sekali meninggalkan, tapi memang selalu ada yang dikorbankan dan syukurnya adalah Zaidan nggak pernah rewel tiap kali ditinggal dan suami pun sangat membantu menemani terutama di malam hari ketika waktu bobo. Kerjaan dinas pun lancar tanpa hambatan berarti.



Februari,
Sejak akhir tahun 2017, saya sudah mendaftar untuk umroh di bulan Februari 2018, bertepatan dengan hari lahir dan alhamdullilah kesampaian melaksanakan Rukun Islam yang ke 5 sebelum usia 35 tahun.

Sesuai target, inilah contreng pertama wishlist saya seumur hidup. Sampai hari ini masih belum bisa cerita kenikmatan berada di tanah suci, mudah2an tahun 2019 akan saya publish semua ceritanya.



Maret
Dibulan ini yang paling saya ingat adalah keikutsertaan saya di Blogger Day untuk merayakan hari ulang tahun Blogger Crony, setelah beberapa bulan masih yang ragu-ragu buat ikutan datang ke blogger event, akhirnya pecah telor juga dan seneng banget bisa tahu dan kenal beberapa teman blogger yang selama ini saya cuma baca-baca aja postingannya.

Permulaan semakin semangat buat ngeblog kemudian ikutan event lain yang memungkinkan di datangi dan juga jadi member di beberapa komunitas blogger yang lainnya.




Mei
Family day sama keluarga besar merayakan ulang tahun mama, bahagia sekali tahun ini kita gak di rumah sakit untuk merayakannya seperti tahun sebelumnya.

Sesuai dengan keinginan mama, kita sekeluarga ke anyer dan nginep di salah satu hotelnya, walau hanya satu malam saja sih, mengingat anakny pada nggak bisa cuti dari kantor.

Namun kebersamaan dalam sehari semalam tersebut, nikmatnya paling luar biasa.




Juni
Bulan Juni, saya liburan lagi nih, dengan teman kantor lagi tapi kali ini hanya yang satu departemen saja, kalau dengan teman satu divisi kita perginya solo, tapi kalau liburan dengan teman sedepartemen ada peraturan yang sudah menikah wajib bawa keluarga dan buat saya lebih menyenangkan liburan ini sih, karena bisa ajak zaidan dan ayahnya, apalagi tahun ini kita ke Bandung dan menginap di GH Universal, akh keren banget ini hotelnya.

GH Universal Hotel

Bulan ini juga Zaidan genap berusia 4 tahun dan mulai masuk sekolah di TK, kali ini beneran sekolah nggak seperti waktu ke daycare sekolah-sekolahan karena nggak pakai seragam, walau awalnya susah sekali bangun pagi untuk kesekolah namun Zaidan nggak pernah malas datang, walau terlambat sekalipun tetap may kesekolah.



Agustus
Pertama kalinya dinas ke Kota Tanjung Pinang dan dapat kejutan duren disana enakkk pake banget, duren terenak yang pernah saya makan, kalah lah itu duren dari medan apalagi duren dari Thailand. Saya yang memang pecinta duren, nggak akan menolak kalau diminta dinas ke sini lagi. hahaha.

Tanjung Pinang




September
Bulan ini bulan membahagiakan karena saya bisa ikutan jadi volunteer untuk acara santunan anak yatim sejabodetabek di Dufan, Ancol, Jakarta sekaligus juga menyedihkan karena kehilangan om ojek zaidan yang baik hatinya. Kehilangan yang mendadak ini pun sempat membuat perasaan campur aduk, mengingat betapa usia hanya Allah SWT' yang tahu dan ibadah yang kita lakukan belum tentu mampu menggugurkan dosa yang kian menggunung.

Oktober
Wishlist kedua seumur hidup yang berhasil diselesaikan belajar menyetir Mobil, hahaha. Jadi selama bulan oktober tiap akhir Pekan saya ikutan kursus nyetir, alhamdullilah sekarang sudah bisa tapi masih belajar terus biar lebih lancar lagi mengendarai mobilnya.

Kan sayang sudah punya SIM A masa cuma diem-diem didompet aja.



Yang berkesan juga dibulan ini, saya gabung di grup #smid dan ikutan merayakan hari jadinya yang pertama, wuah ini emak-emak yang menurut saya mandiri mencari rejeki tak mengandalkan minta dari suami melulu, selalu berbagi rejeki satu sama lain dan full support sesama anggota di urusan parenting. Happy to be member of #smid.



November
Jalan-jalan lagi, tapi kali ini hanya bertiga saja ke Bali selama 4 hari 3 malam, jalan-jalan ini sekaligus sebagai perayaan 7 tahun pernikahan.

Maunya sih honeymoon for the second time sama pak suami aja, tapi nggak tega ninggalin anak yang cinta banget sama pantai dan pingin banget naik pesawat karena seringnya nganterin bundanya aja ke bandara sama ayahnya.

Cerita lengkapnya akan di publish di 2019, tungguin yah.

Desember
Nah di penghujung bulan ini, bisa saya bilang sebagai bulan penuh rejeki, sampai akhir bulan ini rejeki benar-benar melimpah. Alhadullilah dikasih nikmat sehat juga jadi bisa benar-benar menikmatinya jadi bisa berbagi berkah buat menolong orang lain juga dengan limpahan rejeki tersebut.

Namun yah, banyaknya rejeki pun harus di temani juga dengan perasaan kecewa karena merasa tak mampu membantu maksimal orang lain untuk mendapatkan rejekinya dengan lebih baik. Pengen banget punya postingan tentang cerita ini, tapi nggak mampu buat publishnya setelah berkali-kali baca akhirnya saya memutuskan untuk jadi draft saja.

Tahun terbaik yang saya punya, yah tahun 2018 ini. Walau nggak selalu ada cerita-cerita bahagia yah namun semua alhamdullilah berjalan lancar dan masih terkendali. Ada bulan April dan Juli yang saya tidak isi ceritanya, karena memang tidak ada moment yang berkesan sekali di bulan tersebut.

Tahun depan saya punya 3  wishlist yang insha Allah ingin dibuka kan jalannya sama yang memberi kehidupan dan memberi rejeki : ingin punya rumah sendiri, ingin nambah anggota keluarga dannn ingin belajar renang. 

Hayo, Ada yang punya wishlist seperti saya juga ? cerita-cerita wishlist di tahun 2017 juga boleh yah di kolom komentar. 

Selamat datang 2019.






loph,
Maya Rumi 



Wet Brush Mini Detangler

Ayahnya zaidan memiliki tekstur rambut ikal, yang kalau disisir dengan sisir bergigi jarang seperti nggak kena sisir, tapi kalau disisir dengan sisir bergigi rapat bikin sakit kepala karena rambutnya kusut jadi gigi sisir nyangkut dirambut sehingga harus hati-hati banget menyisirnya terutama kalau  habis keramas jadi agak pemilih sama model sisir.

Entah tahu dari mana beberapa bulan lalu ayahnya zaidan membeli Wet Brush-pro di salah satu e-commerce. Saya sendiri kurang tahu fungsi sisirnya, hanya tahu ini sisir premium yang harganya lumayan mahal dan sempet kesel karena mikirnya "ngapain sih beli sisir aja mahal banget ?!

Wet Brush-pro

Wet Brush-pro

Nah dari ayahnya zaidan baru tahu Wet Brush-pro adalah sisir yang berbentuk sikat (brush) dirancang dengan teknologi yang disebut dengan IntelliFlex, jadi ayahnya zaidan nih akhirnya bisa beli Wet Brush-pro karena baca banyak testimoni yang claim Wet Brush-pro, yaitu : ketika dipakai terutama pada rambut basah setelah keramas cepat mengurai rambut kusut selain itu juga gigi rambutnya terasa empuk sekali saat dipakai dan lembut sekali ketika menyentuh kulit kepala.

Langsung percaya ?! 
ya nggaklah.

Wet Brush-pro

Wet Brush-pro
Saya juga nggak pakai kok jadi masih nggak yakin dong . Bahkan sampai nyokap juga pakai. Jadi setelah sakit ditahun lalu mengakibatkan rambutnya rontok parah, sekali sisir aja, rontoknya bikin dia khawatir akan botak, makanya dia jarang banget mau menyisir rambutnya. Namun sejak dibelikan sama pak suami Wet Brush-pro, nyokap bilang rambutnya nggak terlalu rontok lagi dan saat setelah keramas ia sisirkan rambutnya dengan Wet Brush-pro, nggak susah untuk menghilangkan kusutnya rambut dan juga nggak membuat sakit kulit kepala saat menyisir.

Masih nggak membuat saya mencoba untuk ikutan pakai, karena sepertinya masih mikirin harganya yang nggak ekonomis itu. hihihi 

Hingga akhirnya keponakan saya yang pakai Wet Brush-pro. Barulah saya percaya akan manfaat atau kelebihan Wet Brush-pro daripada sisir yang lain yang lebih dahulu beredar. Keponakan saya tersebut berusia 6 tahun dan mempunyai rambut panjang dengan type rambut yang lurus tapi halus sekali, sehingga mudah sekali kusut dan biasanya setelah keramas butuh waktu yang tidak sebentar untuk menyisir rambutnya.

Keponakan saya ini sampai minta dibelikan juga Wet Brush-pro untuk dipakai dirumahnya, karena sudah merasakan sendiri nyamannya pakai Wet Brush-pro, yang nggak perlu lagi menahan sakit karena rambutnya yang kusut ketarik-tarik saat disisir setelah keramas sehingga kegiatan menyisir rambut dengan bundanya pun jadi kegiatan bonding ibu dan anak yang menyenangkan.

Wet Brush Mini Detangler

Wet Brush Mini Detangler

Akhirnya setelah cek-cek e-commerce lagi, ada type lain yang lebih cocok untuk anak-anak yaitu Wet Brush Mini Detangler claim-nya adalah little brush, big results, the detangler for life on-the-go. Berbeda ukuran dengan Wet Brush-pro punya keponakan saya ini ukurannya travel size, jadi lebih kecil dan memiliki motif little pony (yang memang menjadi favoritnya) dan warna pastel yang gemesin banget. Ukurannya yang kecil pas sekali di gengaman tangan, terutama bila yang memakai adalah anak-anak dan mudah di bawa kemana-mana juga yah. Gagangnya terbuat dari plastik, sementara sikatnya lentur tapi tidak lemas yah, jadi bisa menyikat rambut dengan baik.

Wet Brush Mini Detangler bisa digunakan oleh semua jenis rambut, dengan menggunakan sisir tersebut janjinya 19% akan mengurangi kerusakan rambut, 56% lebih mudah digunakan dan 100% dijamin rambut lebih 'bahagia'. Namun jangan menggunakan sisir ini untuk ketika sedang blow dry rambut yah.

Sama dengan Wet Brush-Pro yang dilengkapi dengan teknologi IntelliFlex namun untuk Wet Brush Mini Detangler lebih ultra soft sehingga dapat mengurangi sakit di kepala ketika pemakaian dan melindungi ujung rambut agar tidak bercabang  atau patah sehingga dengan pemakaian rutin dapat mengurangi kerusakan pada rambut. Kerenlah yah.

Wet Brush Mini Detangler

Wet Brush Mini Detangler

Wet Brush Mini Detangler

Gimana setelah baca review ini yang ibu-ibu jadi pingin nyobain sisir Wet Brush Mini Detangler  ini juga untuk anaknya ? Kalau menurut saya sih beli Wet Brush-pro ataupun Wet Brush Mini Detangler ini nggak rugi loh karena memang sebagus itu sisirnya dan sisir kan awet yah penggunaannya, kecuali dia hilang yah kita belum tentu beli setahun sekali kan. Buat yang sudah pakai duluan, ditunggu loh cerita atau pengalamannya menggunakan Wet Brush-pro ataupun Wet Brush Mini Detangler di kolom komentar.

Wet Brush Mini Detangler






loph,
Maya Rumi
Swiss-Belhotel Rainforest - Kuta Bali

Sejak awal tahun 2018 ini, saya kembali dinas keluar kota setiap bulan. Lamanya sih bervariasi bisa hanya sehari atau bahkan seminggu dan dalam sebulan paling tidak 2 kali ke kota yang sama, tergantung kerjaannya.

Kota yang akan sering saya kunjungi hanya ada 3 yaitu Bali, Batam dan Tanjung Pinang. Pasti pada bilang kok enak semua sih kotanya ?. Iya enak kalau kesana buat liburan tapi kalau buat kerja mah sebenernya malesss banget. 

Nah karena akan sering banget ke tiga kota tersebut, jadilah tiap kali kesana saya selalu minta nginep di hotel yang berbeda apalagi di Bali kan banyak banget tuh hotelnya, ibaratnya tinggal cap cip cup aja deh mau nginep dimana yang penting sesuai budget kantor sebagai kacung kampret yang berharap kali aja bisa ngerasain nginep disemua hotel yang ada disana. hahaha. 

Jadi yah mulai sekarang nih saya akan banyak sekali mungkin posting untuk review hotel-hotel dari 3 kota tersebut, mudah-mudahan saya nggak malas buat kasih review dan terutama reviewnya saya bisa berfaedah terutama sekali lagi yang pada ingin ke Bali dalam rangka liburan tentunya. 


Swiss-Belhotel Rainforest - Kuta Bali

Saya menginap di Swiss-Belhotel Rainforest, Kuta Bali untuk pertama kalinya di bulan april 2018. Dari nama hotelnya sudah bisa tahu lah yah tema hotelnya adalah rainforest alias hutan hujan. Begitu kita masuk seperti gambar diataslah yang terlihat.

Buat saya pribadi baru pertama kali menemukan interior depan hotel yang seperti ini, kesannya luas sekali padahal hotel ini kecil saja loh, lalu melihat warna hijau dengan dedaunan rasanya fresh banget deh. Dibelakang meja reception ini ada kolam kecil penuh ikan-ikan (lihat gambar pertama) yang di atasnya ada kubah kaca penuh dengan tanaman merambat yang menjulur ke bawah. Meneduhkan pandangan mata. 


Swiss-Belhotel Rainforest, Kuta Bali



Swiss-Belhotel Rainforest - Kuta Bali

Swiss-Belhotel Rainforest - Kuta Bali

Swiss-Belhotel Rainforest - Kuta Bali

Swiss-Belhotel Rainforest - Kuta Bali

Swiss-Belhotel Rainforest - Kuta Bali

Swiss-Belhotel Rainforest - Kuta Bali
Swiss-Belhotel Rainforest - Kuta Bali

Swiss-Belhotel Rainforest - Kuta Bali

Di bagian depan sebelah kiri terdapat sebuah cafe kecil dan dibelakang meja reception terdapat sebuah restoran untuk sarapan. Menu sarapan sih nggak banyak yah, standar juga namun tamu dimanjakan dengan berbagai pilihan roti.  Buat yang suka makan roti buat sarapan sebaiknya sih coba semua jenis yang ada,  soalnya enak semua rotinya.

Ada kejadian lucu ketika pagi hari sebelum sarapan,  saya keluar kamar untuk menemani teman yang mau mencoba kolam renangnya.  Kita berdua muter-muter nyari kolam renang,  karena petunjuknya cuma selantai dengan kamar saya yang dilantai 2 dan tak ada petunjuk lain.

Kolam renang ukuran olimpyc size hanya ada 1 saja, terdapat sebuah bar kecil di ujungnya dan ada beberapa kursi panjang pinggir kolam. Suasananya di kolam renang asri banget sih kalau menurut saya, karena dipenuhi dengan berbagai macam jenis tanaman. 

Swiss-Belhotel Rainforest, Kuta Bali

Swiss-Belhotel Rainforest, Kuta Bali

Swiss-Belhotel Rainforest, Kuta Bali

Hotel ini berada di pinggir jalan raya sunset road kuta, tidak terlalu jauh dari bandara. Pintu masuknya kecil dan berderet dengan ruko, jadi Jangan  sampai terlewatkan. Namun letak  hotel strategis kalau  menurut saya karena masih dekat dengan berbagai pilihan tempat hiburan atau tempat  makan.

Bila ingin ke pantai kuta dapat ditempuh dengan Mobil hanya dalam 15 menit sama waktunya bila ingin muter-muter di seminyak sementara bila ingin main-main di daerah legian bisa sampai kurang dari 10 menit. Dan yang buat happy juga dekat dengan pusat oleh-oleh khas Bali seperti Krisna, Pia Legong dan Pie Susu enak. Hmmm, hati-hati kalap belanja.

Lanjut cerita untuk kamarnya yah, Swiss-BelHotel Rainforest merupakan hotel bintang 4 fasilitas dalam kamar pun sesuai standar. Setiap kamar berpengunci pintu elektronik, di desain bergaya modern yang sangat nyaman, kamar yang saya tempati yaitu type deluxe seluas 28 m2 sudah terpasang ac yang dingin, dilengkapi dengan tv lcd 32 inch dengan saluran program internasional, sambungan telpon, safety box, mini bar yang telah disediakan free complimentary berupa kopi, teh dan gula serta 2 botol air mineral serta terdapat lemari pakaian dengan beberapa hanger dan cermin besar.

Untuk teman-teman yang menginap di Swiss-BelHotel Rainforest dalam rangka dinas kerja, tidak perlu khawatir selain ada wifi kencang juga tersedia meja dan kursi kerja dan sebuah sofa. Untuk yang merokok pun terdapat pilihan kamar khusus dan yang membuat saya terkesan terdapat pula kamar untuk disabilitas.

Swiss-Belhotel Rainforest, Kuta Bali

Swiss-Belhotel Rainforest, Kuta Bali

Swiss-Belhotel Rainforest, Kuta Bali

Swiss-Belhotel Rainforest, Kuta Bali

Swiss-Belhotel Rainforest, Kuta Bali

Untuk kamar mandi terdapat pancuran dengan pilihan air dingin dan air panas, botol sabun dan sampo dan diberikan 2 handuk bersih serta 1 keset lantai lalu di bagian wastafel terdapat shower cap, 2 buah sikat gigi dan pasta gigi, sanitary kit dan vanity kit.

Swiss-Belhotel Rainforest, Kuta Bali

Swiss-Belhotel Rainforest, Kuta Bali

Swiss-Belhotel Rainforest, Kuta Bali

Swiss-Belhotel Rainforest, Kuta Bali

Swiss-Belhotel Rainforest, Kuta Bali

Swiss-Belhotel Rainforest, Kuta Bali

Walau hanya merasakan menginap selama 2 malam di Swiss-Belhotel Rainforest ini, saya merekomendasikan hotel tersebut, apalagi setelah saya cek di google rata-rata penilaiannya positif dan rate harganya di berbagai macam situs online menawarkan hanya mulai dari 500 ribu rupiah permalam sudah dengan breakfast, terjangkau kan. Kalau menurut kamu gimana ? atau ada yang sudah pernah menginap di hotel ini juga, share yah di kolom komentar.







loph,
Maya Rumi


Sophie Kinsella adalah salah satu penulis favorit saya sepanjang masa, terakhir kali saya membaca bukunya berjudul “Wedding Night” ceritanya menarik walau tidak terlalu mengesankan seperti “Shopaholic “ yang bahkan  film adaptasinya pun tidak mengecewakan sama sekali, saya nggak pernah bosan menonton berulang-ulang, bahkan selalu menjadi pilihan tontonan saat di pesawat karena ceritanya yang ringan, sederhana dan mudah sekali di ikuti.

Tahun 2018 ini saya pun membaca lagi novel terjemahan teranyarnya berjudul “My Not So Perfect Life” bila membaca ringkasan cerita yang ada di belakang covernya. Ceritanya sangat masa kini kalau menurut saya, karena mungkin saya terfokus dengan tulisan Instagram dan Glamping.

Adalah Katie Brenner seorang staf junior yang baru saja mulai bekerja di sebuah perusahaan agency, berharap dengan bekerja di sebuah perusahaan besar suatu saat ia akan mempunyai karier yang  hebat yang  ia impi-impikan. Namun kenyataanya ia benar-benar memulai kariernya dari level paling bawah, ia bekerja dengan bayaran rendah sebagai seorang admin yang bertugas untuk menginput hasil survey konsumen yang kemudian akan digunakan perusahaan untuk melakukan branding bagi client perusahaannya.

Ia sering berandai-andai membayangkan, bila suatu saat ada kesempatan datang kepadanya. Ia akan mampu menunjukkan design-design kerjanya yang selama ini ia kerjakan di waktu senggang ketika ia sedang lelah dan bosan dengan pekerjaan utamanya. Ia ingin sekali menunjukkan potensi dan bakatnya, terutama pada bosnya yang bernama Demeter.

Dimata Katie, Dementer adalah sosok pujaan yang menjadi contoh sebuah kesuksesan seorang perempuan. Dikantor Dementer adalah seorang bos dengan ide-ide yang luar biasa, sementara dirumah ia adalah Seorang istri yang mempunyai suami tampan dengan pekerjaan yang cemerlang dan ia adalah ibu dari sepasang anak,yang selalu terlihat cantik dan ganteng. Bila ada kemungkinan bertukar peran, katie mungkin tak perlu pikir dua kali untuk bisa menjadi seperti Dementer.

Kenyataannya adalah justru dengan nekat, katie mengambil resiko bekerja di London dengan bayaran yang kurang daripada cukup, sehingga ia pun hanya mampu menyewa sebuah flat kecil di pinggir kota London, karena hal itulah ia terpaksa menempuh perjalanan kereta yang penuh dengan siksaaan setiap hari pergi dan pulang dari kantor karena jaraknya yang jauh. Ia sangat berhemat dengan setiap pengeluarannya, namun ia tak bisa mengatakan yang sejujurnya sehingga yang kemudian ia lakukan ia memalsukan postingan-postingan instagramnya yang terlihat sangat instagramable.

Suatu waktu katie mendapat kesempatan untuk berdua saja dengan Dementer, ia sudah berfikir macam-macam, hal-hal yang menyenangkan namun ternyata berawal dari kejadian tersebut, Katie akhirnya kehilangan pekerjaanya. Ia di pecat oleh Dementer tanpa ia tahu apa yang salah dari pekerjaannya.

Katie sebenarnya tak ingin menyerah begitu saja dengan kota london, namun ketika ia menganggur tak ada satupun panggilan interview padahal katie telah mengirimkan banyak sekali surat lamaran kerja kemana-mana. Pekerjaan yang sesungguhnya malah datang dari ayahnya yang telah ia tinggalkan di Somerset kampung halamannya.

Disinialah katie justru dapat menunjukkan kemampuan dan bakatnya, ia membantu ayahnya dan calon ibu tirinya merintis sebuah usaha glamping. Sebuah usaha wisata yang menawarkan penginapan serupa dengan camping namun dengan cara yang modern.

Dengan kegigihanya dan kerja keras (bagai kuda) usaha glamping  berjalan lancar dan sukses,hampir setiap hari ada banyak tamu dari kota yang berdatangan dan tanpa disangka suatu hari datanglah Dementer sekeluarga sebagai tamu yang akan glamping di tempatnya.

Ternyata katie masih menyimpan dendam karena pemecatan yang tidak jelas dilakukan oleh dementer kepadanya. Tanpa sengaja ia membuat rencana untuk balas dendam dengan mengerjai Dementer dan berhasil.

Awalnya katie senang namun kemudian ia melihat sisi lain kehidupan dari Dementer yang tak ia lihat sebelumnya di kantor, Dementer terlihat sangat rapuh, bodoh dan tak berharga bagi keluarganya sendiri. Suami dan anak-anaknya sering mengacuhkan dan seperti merendahkan dirinya, tak mengakui kemampuannya.

Ternyata karier Dementer akan segera berakhir, seorang lelaki dari kantornya yang dahulu pernah sangat dekat dengan dirinya datang juga ke Glamping dan berencana melakukan pemecatan kepada Dementer. Namun disini katie justru melindungi Dementer dan menghalang-halangi proses pemecatan Demeter dari pekerjaannya. Katie akhirnya membantu Dementer menyelamatkannya pekerjaanya yang disabotase oleh teman-teman perempuan yang dulu pernah akrab dengan katie.

Teman-teman yang dahulu disangka katie benar-benar orang baik, ternyata begitu jahat dan tak berprasaan, Untungnya katie berhasil membongkar dan menggagalkan pemecatan dementer dari pekerjaanya, Katie pun mendapatkan pekerjaan impiannya sebagai seorang Creative Director.

Dari awal membaca saya sudah tak bisa lepas, ingin segera menyelesaikan novel setebal hampir 500 halaman ini. Ciri khas tulisan dari Sophie Kinsella yang saya sukai adalah membumi, ia mampu mengangkat cerita-cerita dari dunia nyata menjadi begitu menyegarkan, terkadang seperti menyentil, mengingatkan pada diri kita sendiri. 

Sebenarnya ada beberapa tokoh lain yang juga menjadi bumbu-bumbu sehingga buku ini terkemas dengan cerita yang sangat menarik hati, selain tentunya cerita tetap terfokus  pada tokoh central pada buku ini adalah tentang Katie dengan impian kehidupannya dan pekerjaanya, hubugannya dengan orang tuanya dan cerita cintanya dengan bosnya dan tentang Dementer seorang bos yang hebat disatu tempat tapi tak berharga ditempat lain.

Akhir kata, saya suka sekali dengan novel ini, karena novel ini menyadarkan saya hidup yang tidak sempurna itulah yang sempurna. Jadi tidak perlu malu apalagi gengsi untuk menjalani hidup kita yang sekarang ini, walaupun tidak semewah orang lain, tidak sebaik orang lain, tidak sekeren orang lain. Yang penting kita bisa mensyukuri kehidupaan yang kita punya, dengan begitu kita tak perlu menjadikan hidup kita agar selalu terlihat sempurna di mata orang lain.

Recomended menjadi bacaan di akhir tahun ini yang liburnya panjang





loph,

Maya Rumi



Bermula dari pengen makan di Hanamasa atau di Shaburi tapi lagi tanggal tua, akhirnya seorang teman kantor punya ide buat makan yang mirip-mirip tapi harganya murah meriah.

Penasaran dong, masa iya ada tempat makan steamboat, sukiyaki atau barberque di Jakarta yang murah meriah ?

Wajib Reservasi Kedatangan
Akhirnya mengikuti saran teman tersebut saya pun melakukan reservasi kedatangan melalui chat WA di nomor 0818-0884-9886 karena informasinya tempat tersebut selalu ramai oleh pengunjung sementara tempat makannya terbatas.

Pemilik tempat fast response menjawab reservasi saya dan memberikan infomasi mengenai harga menu juga, order makannya nggak harus melalui chat wa tersebut, bisa on the spot juga kok.




Pilihan Kendaraan Ke tujuan 
Sekitar jam 5 sore, setelah jam pulang kantor saya dan 5 orang teman pun berangkat ke daerah Stasiun Sudirman. Kebetulan saat kami akan berangkat, hari sudah mulai mendung, jadi bingung antara kesana dengan motor atau dengan mobil, karena kalau dengan mobil pasti macet sekali tapi kalau dengan motor takut kehujanan di jalan.

Akhirnya kami menuju kesana dengan 3 sepeda motor berboncengan. Pilihan transportasi yang paling tepat ternyata, karena setelah tiba disana  tempat makannya di dalam perumahan penduduk sehingga tidak menyediakan tempat parkir yang cukup. Jadi saran saya kalau kesana lebih baik naik kendaraan mobil atau online saja atau bawa motor.




Pakai Google Map
Tempat makan ini beralamat di Jl Purwodadi No 44 Rt 009 Rw 06 Menteng Jakarta Pusat, karena tempat makannya dirumah jadi nggak punya nama, Nah kalau teman -teman berencana datang untuk mencoba kuliner disana, cukup cari di Google dengan mengetikkan : steamboat, sukiyaki, barberque blora. Lalu pakai saja petunjuk arah dari google map tersebut, valid sampai ke tempat tujuan. 

Bila tidak menemukan, patokannya adalah Stasiun sudirman atau Jalan Blora, lalu cari jalan juana dan terakhir cari jalan Purwodadi. Sebenarnya tempatnya  walau berada di dalam perumahan mudah di cari, namun karena banyak sekali jalan menuju tempat tersebut di tutup dengan plang, sehingga perlu memutar mencari jalan umum, bukan jalan untuk penghuni daerah tersebut. 






Pilihan Menu
Ketika saya melakukan reservasi, pemilik sudah menginformasikan untuk menu yang tersedia, yaitu : Daging sapi, daging ayam, udang, cumi dan ikan, masing-masing di jual perporsi atau per piring 40 ribu. Sementara  untuk paket sayuran porsi kecil 10 ribu dan sayuran porsi besar 15 ribu. Paket sayurannya terdiri dari sawi hijau, sawi putih, toge, kangkung, tahu putih dan bihun.

Bumbu untuk daging dan olahan seafood enak sekali, ditambah dengan kuah steamboat juga, bikin nggak akan berhenti makan, oiya tersedia nasi putih juga yah disini, sementara untuk minuman hanya ada teh manis (panas atau dingin), air putih dan estee. 

Tempat memasaknya pun unik di setiap meja tersedia sebuah kompor, bila di hanamasa kan terpisah untuk tempat bakar dan rebus, disini jadi satu tempatnya. Semacam wajan di tengahnya ditaruhkan alat untuk bakar daging dan seafood sementara di pingginya bisa untuk rebus-rebus, seperti yang terlihat di gambar lah yah. Tidak bisa memuat banyak sih untuk bakar-bakar daging, lebih banyak yang bisa untuk rebus, tapi seru aja yah sama temen rame-rame kalau makan bakar-bakar dan rebus-rebus gini.

Setelah kedatangan pertama kemarin, dengan pesanan segitu banyaknya cuma habis 512 ribu untuk 6 orang. kayanya pasti akan datang lagi deh kesana, walaupun tempatnya kecil, karena memakai halaman rumah pemilik, jadi cuma tersedia sekitar 5 atau 6 meja, tapi harga makanannya sudah murah, enak pula rasanya, bikin nagih. Apalagi sekarang lagi musim hujan. Tempat makannya buka mulai jam 6 sore yah, jadi jangan kesini pas makan siang.

ada yang sudah pernah mencoba makan disini ?, atau ada yang jadi pingin nyobain kulineran disini, tapi masing bingung ?, ditunggu komentarnya.





loph,
Maya Rumi