Senin, 31 Agustus 2020

Tentang Leadership Dari Ekskul Di Sekolah




Seingat saya selama sekolah saya hanya sekali mengikuti ekstrakurikuler yaitu ketika masa smp ikutan paskibra (pasukan pengibar bendera) karena pertama kali masuk smp para kaka senior paskibra dengan penampilannya ketika upacara penerimaan anak baru sangat memukau sekali di mata saya.

Ternyata setelah sekolah sma saya tidak tertarik untuk meneruskan ikut ekskul paskibra tersebut, kemungkinan besar sih karena saya sudah tahu dan merasakan jadi bosan saja kalau harus mengikuti ekskul yang sama.

Alasan lainnya karena sekolah sma saya lebih jauh jaraknya dari rumah dan jam sekolah juga lebih panjang setiap harinya, jadi saya lebih senang weekend itu diam dirumah atau justru jalan dengan teman atau pacar saja.


Manfaat Ekskul 

Sebenarnya tergabung dalam ekskul di sekolah ada banyak manfaatnya seperti ekskul paskibra yang saya ikuti diantaranya :
  1. Saya jadi lebih banyak bersosialisasi karena dengan ikutan ekskul kita pasti akan mengenal teman lain dan menambah teman diluar dari yang kita kenal di kelas, bisa kakak kelas, adik kelas ataupun teman seangkatan hingga guru-guru pun mungkin saja.
  2. Menambah pengalaman dalam berorganisasi, hanya di ekskul bisa belajar berorganisasi dengan baik yang terjadi tanpa saya sadari, bagaimana seorang ketua mengayomi anggotanya, bagaimana sesama anggota bisa menjaga kekompakkannya, dan lain sebagainya.
  3. Mempunyai pengetahuan baru tentang kedisiplinan dan kekuatan fisik, ini sudah dari awal ikutan paskibra penuh dengan gemblengan seperti kita diharuskan selalu tepat waktu, rajin datang mengikuti ekskul dan kita juga di ajarkan menjaga fisik tetap fit walaupun sering sekali berjemur matahari di siang hari.
  4. Memupuk jiwa kepemimpinan

Yang terakhir ini tentang jiwa kepemimpinan atau leadership hasilnya saya rasakan selama duduk di bangku sma, saya mau saja dijadikan ketua kelas. Dulu di kelas saya yang isinya perempuan semua ini, tidak ada yang mau jadi ketua kelas karena bila kelas kita kebagian menjadi petugas upacara maka sudah menjadi kewajiban bila ketua kelas-lah yang akan menjadi pemimpin upacara juga.

Karena saya ada pengalaman menjadi anggota paskibra itulah menjadi pemimpin upacara bukan suatu hal yang menakutkan untuk saya jalani, saya sudah tahu prakteknya seperti apa makanya saya berani dan dapat lebih santai menerima tugas tersebut yang penting tidak melewatkan sesi latihan sebelumnya.

Teori Leadership

Sudah merasakan jadi pemimpin di kelas lalu sudah sering jadi pemimpin di lapangan seharusnya saya sudah bisa dikatakan telah menyerap teori ilmu leadership ini dengan baik, seingat saya teori leadership itu ada 4, yaitu : mampu mempengaruhi, mengarahkan, memotivasi dan mengawasi.

Sebagai ketua kelas saya sudah bisa mempengaruhi guru dan teman-teman, sebagai pemimpian upacara saya juga harus mengarahkan petugas lainnya, saya juga melakukan motivasi untuk teman-teman sekelas yang sering tidak masuk sekolah hingga mengawasi mereka (teman-teman sekelas) agar dapat melakukan tugas-tugas dengan baik hingga menjaga kondisi kelas kondusif selama pembelajaran di kelas tengah berlangsung.

Sudah merasakan jadi pemimpin di kelas dan tahu bagaimana menghadapi guru-guru dan teman-teman sekelas yang berbagai macam karakternya, lalu sudah sering jadi pemimpin di lapangan tahu bagaimana menghandle diri sendiri agar tidak nerves dan bisa menjalankan tugas hingga selesai dengan baik.

Namun ternyata pengalaman leadership saat disekolah selama 6 tahun tersebut tak juga membuat saya percaya diri di tempat saya bekerja, saya masih penuh dengan keraguan tidak bisa menjadi ketua tim yang baik karena tidak dapat memberikan solusi yang tepat, masih sering sungkan untuk memberdayakan teman kerja sesuai dengan kemampuannya, sering kali juga merasa kurang banyak belajar dan merasa tidak bisa memberi motivasi yang tepat dan masih sering kali tidak berani mengakui kesalahan.

Ilmu leadership yang paling saya rasakan lebih terasah dengan baik justru bukan karena mengikuti ekskul di sekolah justru karena peran saya sebagai seorang kakak di rumah yang buat saya menjadi sebuah keharusan untuk mengayomi adik-adik saya ini, apalagi kedua adik saya pun perempuan semua.

Namun sebagian dari diri saya merasa tidak menjadi kaka yang mempunyai leadership yang cakap juga karena menurut saya sebagai seorang pemimpin kita harusnya di segani bukan di takuti dan kedua adik saya lebih takut kepada saya daripada segan. Lebih takut di marahi tepatnya kalau sampai bikin salah sama saya.

Memimpin saudara sendiri dengan memimpin orang lain memang beda sih treatment-nya kalau sama kedua adik saya, saya mungkin kadang juga bisa semaunya saja toh walaupun mereka tidak suka dengan yang saya lakukan tetap saja sampai hari ini kami tidak pernah ribut sampai lupa dengan persaudaraan kami.

Sementara dengan orang lain kita tidak bisa semena-mena. Kita harus benar-benar dapat menampilkan jiwa kepemimpinan kita setiap saat dan Dari menulis mengenai leadership ini saya pun jadi menyadari bila ilmu leadership pun sama dengan ilmu lainnya akan bertambah baik bila terus kita praktekkan.

Jadi untuk teman-teman yang sekarang masih belum yakin dengan jiwa leadrship-nya harus terus di gali yah, kalau masih sekolah yah ikutlah ekskul bila sudah kuliah aktiflah di salah satu organisasi dan yang sudah kerja bila belum ada kesempatan menjadi pemimpin dikantor, ikutlah di kepanitian acara kantor.

"before you are a leader, 
success is all about growing your self 
when you become a leader, 
success is all about growing others"

 




Sabtu, 29 Agustus 2020

Cerita Dari Blogger Yang Tidak Punya Background Pendidikan Menulis




Sekitar tahun lalu saya pernah bertemu dengan seorang teman, kami tengah sama-sama menghadiri sebuah acara, selesai acara kami berdua ikut serta berkumpul dan mengobrol dengan yang lain yang tengah membahas tentang blogger.

Di tengah percakapan itu teman saya ini pun memberi komentar menanggapi pembahasan tentang blogger tersebut "gw sih gak sanggup jadi blogger, harus nulis dan merangkai kata-kata sebanyak dan sepanjang itu, cukup deh kayanya mabok nulis caption di ig aja"

Saat itu saya pun seperti merasakan benar apa yang dikatakan teman saya tersebut, menjadi blogger bukan suatu hal mudah yang harus dikerjakan karena terkadang menulis sepanjang satu kalimat saja bila sedang tidak mood susah sekali.

Padahal yang kemudian saya tahu dari teh Ani Berta, coaching menulis saya dari komunitas ISB untuk menulis sebuah postingan di blog yang baik setidaknya harus menulis minimum 500 kata. Kalau menulis caption di instagram saja sudah mabok, sungguh benar adanya bila teman saya memutuskan untuk tak menjadi blogger.

Menjadi blogger sesulit itu ?, ya memang. Apalagi kalau tahu menulis pun tidak bisa sembarangan setidaknya menulis harus memberikan efek untuk yang membaca tapiii menulis juga bisa mudah kok, karena setelah saya merasakan sendiri hampir 3 tahun ini menjadi blogger dan menulis untuk website sendiri, yah tak sesulit itu juga.

Saat ini saya tengah mengikuti blog challange dari komunitas ISB yaitu #odop atau one day one post selama bulan agustus 2020 ini kita yang mengikuti blog challange ini diharuskan menulis sesuai dengan tema yang telah diberikan.

Akhir agustus ini tinggal 2 tema tulisan yang belum saya selesaikan, temanya sungguh membuat pusing kepala karena saya tidak punya pengalaman yang dapat saya bagikan, pertama tentang latar belakang pendidikan yang berhubungan dengan menulis dan memberi nilai plus pada blog dan yang kedua adalah pengalaman mengikuti eskul yang berhubungan dengan leadership.

Sebagai blogger yang tidak mempunyai latar belakang pendidikan menulis bahkan kalau mau jujur pekerjaan yang saat ini tengah saya geluti pun tidak ada hubungannya sama sekali dengan pendidikan saya dulu ketika masih kuliah apalagi dengan menulis, benar-benar salah jalur deh saya ini.

Namun saya tetap memilih untuk menulis, ini membuktikan bila menulis tidak sesulit yang teman saya itu bayangkan dan saya meyakini bila tulisan saya pada blog ini pun tetap dapat mempunyai nilai plus untuk dibaca, karena menurut saya ada banyak alasan lain untuk bisa menulis pada sebuah blog.

Menyeimbangkan Kerja Otak

Pekerjaan saya bila dibuat skala 100% maka lebih dari setengahnya adalah untuk berhitung makanya saya lebih akrab dengan microsoft excel ketimbang dengan microsoft words. Sepanjang hari otak dipaksa berhitung terus, berhitung untuk uang yang tidak ada bentuk fisiknya lagi.

Dari banyaknya dan terlalu seringnya kegiatan berhitung angka inilah yang membuat saya justru memilih menulis walaupun awalnya merasa tidak mampu, namun setelah dijalani dan dimampukan bisa kok bertahan sampai saat ini.

Jadi yang saya lakukan selama ini saya menulis dan menjadikannya sebagai kegiatan penyeimbang bagi cara otak saya bekerja, ya kan menghitung itu tentang angka sementara menulis tentang huruf jadi agar tidak pusing, tidak bosan yah alihkan pandangan mata dari angka ke huruf. 

Dari hasil membaca pun saya baru tahu bila menulis juga dapat meningkatkan daya ingat kita, cocok sekali kan dengan kondisi saya yang harus banyak mengingat angka-angka, jadi yang perlu saya lakukan harus sama rajinnya untuk menulis.

Mengeluarkan Isi Pikiran

Memulai menulis memang selalu membingunkan ada banyak hal yang ingin kita keluarkan dari dalam pikiran namun jari-jari tangan kok kelu yah. Yang ada malah hanya berulang kali membaca tulisan yang hanya beberapa baris saja dan menatap monitor laptop yang masih lebih banyak kosongnya.

Sering kali saya mensiasatinya dengan menulis saja tanpa harus memikirkan tanggapan orang kemudian. Menurut saya yang membuat jari-jari tak mampu menari di atas keyboard adalah pikiran lain yang menahannya dengan pertanyaan : kalau menulis begini bagus gak yah ? kalau menulis begitu bener gak yah ?

Jadi nikmati saja ketika kita ingin mengeluarkan isi pikiran kita dalam bentuk tulisan, apa yang ingin kita tulis dan orang tahu tentang opini kita, yang penting untuk selalu saya ingat dan menjadi catatan untuk diri sendiri adalah bila tulisan kita itu tak menyinggung orang dan bila merasa tulisan tersebut tak seharusnya di konsumsi orang lain yah biarkan tetap ada di draft, tulisan tidak harus selalu di publikasikan.

Belajar Sesuatu Yang Baru

Semakin lama menulis hanya ada dua kemungkinan, akan semakin malas karena bosan atau akan semakin tertantang untuk memberikan tulisan yang lebih berkualitas untuk, itu jangan pernah menutup diri untuk belajar menambah ilmu tentang penulisan.

Memperkaya ilmu dan pengalaman tentang penulisan itu sebuah keharusan, tidak hanya bila kita ingin serius menjadi blogger saja, karena bagaimanapun juga akan lebih baik apabila yang kita tuliskan harus ada manfaatnya bagi orang lain, tidak hanya bermanfaat untuk diri kita sendiri.

Ilmu-ilmu penulisan bisa kita dapatkan dari banyak orang, jangan juga hanya terpaku mau belajar dari satu orang, sebanyak mungkin serap ilmunya karena menulis pun ada banyak caranya, ada banyak gayanya, yang penting kira harus rajin mencarinya.

Masih ragu menulis di blog atau tak yakin bisa menjadi blogger, yang paling penting buat dulu blognya, tidak masalah bila latar belakang pendidikan tidak ada keterkaitannya dengan blog, banyak orang punya kebutuhan tentang sebuah tulisan, yakinlah selalu ada nilai plus untuk setiap tulisan walau itu hanya untuk segelintir orang saja.

Semangat nulis dan terus ngeblog.


Zeanissa : 1 Tahun


 

Dear Zeanissa, 

Tidak terasa loh tanggal 29 agustus tahun 2020 ini kamu sudah berusia satu tahun, mungkin karena saat ini sedang pandemi virus corona jadinya waktu berlalu tanpa terasa. Ulang tahun pertama ini tanpa perayaan karena memang ayah dan bunda tidak pernah membiasakan beli kue, tiup lilin atau lainnya sama seperti kaka zaidan juga bila berulang tahun.

Bunda mau cerita pertumbuhan dan perkembangan kamu yah, pertama kamu sudah bisa jalan dengan lancar loh.. tapi giginya belum ada yang tumbuh sama sekali, jadi usia setahun ini kamu masih ompong tapi tetap cantik, lucu dan imut.

Zeanissa beda sekali dibanding sama kaka, kamu sangat doyan makan, apapun itu pingin dicoba bunda selalu bilang kalau ada orang yang makan kamu harus dapat jatah walaupun cuma nyobain aja, kamu jadi kaya preman tapi bukan minta uang.

Selain doyan makan kamu juga doyan minum, air putih aja doyan banget selain asi tentunya, oiya kamu sudah lulus setahun full asi, bahagia sekali bunda bisa memberikan asi tanpa ada campuran sufor dari kamu lahir hingga sekarang.

Zeanissa selain kamu dirawat dan diasuh sama bunda juga dibantu sama nenek, kamu paling senang membawakan nenek kain jarik untuk menggendong, ini jadi kebiasaan kamu yang suka bikin geli deh kalau dilihat, karena kecil-kecil bawa kain panjang. 

Kebiasaan lainnya kamu adalah tidur di stroller wuah kamu anteng loh tidur di stroller sampai 2 jam, nggak percuma punya stroller jadi kepakai beda sekali sama kaka yang nggak suka berada di stroller ketika seusia kamu.

Hal lain yang membanggakan dari zeanissa adalah sejak usia 9 atau 10 bulan yah bunda lupa juga, kamu sudah bisa pup di toilet jadi karena itu kamu tidak pakai pampers lagi bunda ganti jadi pakai clody diapers karena pipis kamu juga tidak banyak sekali yang bikin jadi bocor.

Kamu sudah bisa bicara di usia 10 bulan pertama kalinya yang kamu panggil dengan jelas dan benar adalah AYAH. Hiks sedih deh bunda. Kata tante putri kenapa kamu bisa duluan manggil ayah bukan bunda karena bunda lebih sering manggil ayah daripada ayah manggil bunda, jadi kamu lebih sering manggil kata ayah daripada kata bunda.

Sayang tahun ini sedang pandemi jadi kamu belum bisa pergi jalan-jalan terlalu sering, malah lebih sering dirumah dan jalan-jalannya disekitar rumah saja paling jauh yah kerumah tetangga buat lihat kucing peliharaan mas aji.

Sama halnya dengan ayah dan kaka, kamu juga suka sekali dengan binatang kucing, kamu sudah mengerti cara memangil kucing dengan menyebut meow sambil mengangkat tangan dan menjentikkan jari-jari. Binatang lain yang kamu suka ada burung dan juga cicak. Bahkan kamu selalu heboh sendiri dengan teriak-teriak kalau melihat cicak di dinding.

Namun kamu sudah dua kali loh ikutan liburan, pertama ke anyer waktu kamu berusia 4 bulan dan ke taman safari ikut ke acara sekolah kaka di usia 7 bulan. Walau kamu belum mengerti melihat binatang dan juga belum tahu benar apa itu pasir pantai.

Apalagi yah cerita selama setahun ini, alhamdullilah kamu selalu diberikan kesehatan yang baik, sehingga jarang sekali sakit.

Oiya ada satu kebiasaan kamu yang juga lucu kalau di kenang, kamu sudah mengerti kalau disuruh untuk ambil lap lantai setelah kamu menumpahkan minuman dari botol minum dan kamu senang sekali main di dapur mengganggu nenek sedang masak, sampai pernah kamu makan bawang merah yang belum dikupas atau menumpahkan minyak di penggorengan, untuk tidak panas minyaknya.

Yang paling luar biasa sih peristiwa ketika kamu membuat air satu galon habis karena kerannya kamu angkat ke atas dan kamu diam saja melihatnya sehingga kamu tidak jatuh terpleset.

Seperti yang bunda sudah bilang sebelumnya kalau selama bunda kerja kamu di asuh sama nenek, jadi kalau pagi sebelum berangkat kerja kamu sudah bunda mandikan, waktunya sekitar pukul 5.30 pagi sampai dengan jam 6.30 pagi, kamu mandinya selalu dengan air dingin loh dan jarang sekali menangis karenanya.

Selamat setahun princess bunda, semoga allah swt limpahkan kesehatan dan pertumbuhan serta perkembangan yang baik untuk dirimu.


Jumat, 28 Agustus 2020

Disneyland, I am Coming




Sejak kecil saya sangat menyukai karakter Mickey Mouse, suka yang teramat sangat hingga saat ini saya sudah punya dua orang anak kecil pun tetap tak merubah kesukaan saya pada tokoh kartun dari Disney tersebut.

Disneyland menjadi tempat impian yang ingin sekali saya datangi namun tak pernah terbayangkan sekalipun kapan dan bagaimana saya akan bisa kesana, padahal sih saya bisa menabung yah namun ada tempat lain juga yang lebih ingin saya datangi dan saya mengalihkan tabungan saya kesana daripada ke berkunjung ke Disneyland.

Ternyata sekitar tahun 2013 entah bagaimana awal mulanya, saya pun diberikan tawaran menarik sekali dari bos saya dikantor untuk pertama kalinya pergi liburan ke luar negri, tak tanggung-tanggung ada 3 negara yang akan saya kunjungi yaitu, China, Macau dan Hongkong.

Begitu tahu saya akan ke Hongkong saya pun langsung mengiyakan kesempatan tersebut tanpa pikir dua kali, tanpa melihat itenarary trip dari travel agent tentu saja karena pada saat itu di Hongkong ada Disneyland terbesar di Asia namun sekarang sudah tergantikan dengan Disneyland Shanghai.

Saat itu sudah terlalu semangat dan bahagia, jadi sekalipun tidak ada tujuan singgah ke Disneyland Hongkong tapi saya pikir saya bisalah nanti satu hari tak mengikuti itenarary trip demi untuk mampir ke Disneyland, kapan lagi yah kan ? namun ternyata Disneyland menjadi salah satu tempat yang akan di kunjungi selama sehari penuh dari buka hingga tutup.



Ketika tiba harinya akan ke Disneyland saya sudah mempersiapkan pakaian yang dipakai, yaitu kaos bergambar Mickey Mouse, hahaha, terniat sekali deh pokoknya. Ternyata diiantara teman-teman lain hanya saya yang begitu obsesi pergi ke Disneyland jadi setengah harian disana saja mereka sudah bosan dan setelah makan siang mereka memutuskan untuk keluar dan pergi mengunjugi tempat lain.
















Walau setelahnya saya hanya sendirian untuk berputar-putar di tempat tersebut tak menyurutkan semangat saya ataupun membuat saya takut, sebenarnya saya tidak sendirian juga sih karena masih ada orang lain yang satu rombongan bus dengan saya selama di Disneyland itu cuma saya tidak begitu akrab.

Daripada mengikuti orang yang tak terlalu saya kenal dan tak bisa menikmati tempat yang sangat luas ini saya pun memberanikan diri saja berkeliling sendirian tanpa ada yang menemani hingga dapat melihat Disneyland baru buka dan pengunjung belum ramai hingga malam hari penuh sesak dimana-mana karena selain semua pengunjung tak ingin melewatkan kerennya parade dengan bintang-bintang dari Disney karakter yang kemudian ditutup dengan acara firework yang memukau mata.

Yang paling berkesan dan saya bisa betah di Disneyland bukan karena banyaknya mainan yang ada, sejujurnya saya hanya mencoba beberapa permainan saja, salah satunya yaitu roller coaster selebihnya saya berkeliling tak hentinya mengagumi setiap tempat yang saya datangi dengan berbekal peta agar tidak tersesat dan kamera ipod untuk memfoto.
















Mickey Mouse untuk saya sangat ikonik, jadi saya di Disneyland sibuk mencari oleh-oleh yang khas sekali, akhirnya saya pun keluar masuk semua toko oleh-oleh mulai dari yang terdepan hingga yang paling belakang, yang paling besar hingga ke toko-toko kecil yang tidak banyak di kunjungi demi mencari harga oleh-oleh yang murah meriah dan bisa dapat banyak.


Ini benar-benar tidak sengaja saya lakukan, saya pikir disatu tempat wisata begini pasti harga merchandise pun dijual dengan harga yang sama kan, namun ternyata justru toko-toko kecil yang tidak terlalu terlihat memberikan diskon lebih banyak untuk barang yang sama. Sungguh rejeki yang membuat saya puyeng sendiri karena uang jajan benar-benar saya habiskan disini.

Walaupun hanya dapat 1 kantong besar tapi ini isinya banyak sekali macamnya dan memang yah harganya jauh dari murah tapi kan belum tahu akan kembali lagi kesini atau tidak jadi saya benar-benar mencari oleh-oleh  yang everlasting bisa jadi kenangan seumur hidup.

Pengalaman indah sekali bisa datang ke Disneyland Hongkong, ada banyak sih Disneyland di dunia ini, tapi bisa mendatangi satu saja sudah beruntung sekali apalagi saya kesana diberiksan secara gratis.

Teman-teman ada punya tempat terindah dari masa kecil yang ingin sekali di datangi atau sudah di datangi seperti saya ? Yuk bagi ceritanya di kolom komentar.



Minggu, 23 Agustus 2020

Podcast Perdana, Mendongeng Untuk Zaidan


Sejak pandemik ini ada banyak kebiasaan baru yang orang lakukan, seperti saat ini tengah populer untuk olah raga yaitu bersepeda, tentunya bersepeda dengan sepeda lipat sehingga semua orang beli sepeda lipat. Hingga kemudian ada sepeda lipat yang harganya mencapati puluhan juta rupiah, dan dibeli oleh hampir kebanyakan orang Indonesia, demi apa ? demi gengsi.

Kemudian karena lama berada di rumah saja sebagian orang-orang pun mencari ide kegiatan yang bermanfaat agar tidak bosan karena tidak bisa kemana-mana dan berkebun menjadi banyak pilihan juga dan karena saat ini banyak orang yang tidak mempunyai lahan yang cukup sehingga kemudian ramai sekali orang-orang yang berkebun hidroponik atau mempunyai taman ala-ala dirumah.

Untuk saya, bersepeda sudah saya mulai dari dulu karena kebetulan punya sepeda dirumah yang dulu dibelikan oleh mantan pacar yang sekarang sudah menjadi suami sementara berkebun dari kecil saya sudah berkebun bahkan orang tua punya kebun yang sangat luas di depan rumah sebelum tanah tersebut di jual.

Sehingga dua kegiatan yang menurut orang baru, buat saya sudah berlalu dan tidak terlalu membuat saya ingin ikutan mencoba lagi. jadi karena selama pandemik ini saya juga tidak bisa kemana-mana akhirnya justru memilih untuk mendengarkan podcast sebagai kebiasaan baru di tahun ini.


Tentang PODCAST

Apa sih podcast ? dulu saya pikir podcast ini semacam aplikasi terbaru yang ada di hand phone lalu saya pun mencarinya untuk saya download di playstore, dan tentu saja saya tidak menemukannya.

Podcast, saya artikan secara sederhana seperti siaran radio. Bedanya siaran tidak dilakukan di studio dan media untuk menyampaikan podcast ada di banyak aplikasi. Mudahnya podcast bisa dibuat hanya dengan merekam suara kita saja yang membahas sesuatu seseuai dengan ketertarikan kita.


Tentang ANCHOR

Untuk pengalaman pertama mencoba membuat podcast saya menggunakan aplikasi anchor yang saya download di playstore. Pada aplikasi ini kita tidak hanya dapat membuat podcast namun juga dapat mendengarkan podcast dari banyak orang di seluruh dunia.

Agak kagok saya awal menggunakannya, mudah sih merekamnya tinggal pencet saja, namun setelah podcast jadi dan saya ingin mempublikasikannya inilah bagian yang sampai bikin kesal karena hampir menyerah dan berasa gaptek deh, hihihi.

Namun akhirnya setelah lama sekali kotak katik berulang-ulang dengan penuh kesabaran pelan-pelan mempelajari kinerja aplikasinya, akhirnya saya pun berhasil juga membuat podcast pertama bersama dengan zaidan.

Pada aplikasi anchor ini juga terdapat pilihan backsound jadi podcast kita dapat lebih hidup dan tidak terasa hampa buat saya ini sangat menyenangkan sekali, caranya pun mudah sekali, kita hanya tinggal memilih musiknya yang mempunyai beberapa kategori yang dapat kita pilih sesuai dengan tema podcast kita.

Yang saya juga suka adalah terdapat fitur edit rekaman podcast, caranya pun mudah sekali kita tinggal memilih di bagian waktu mana yang ingin kita hilangkan sehingga bila ada kejadian seperti saya tengah membuat podcast eh malah ada telpon masuk, kalau buat ulang kan malas banget.

Kekurangan dari anchor ini cuma pada suara yang dihasilkan tidak terlalu terdengar jelas dipendengaran sehingga tenggelam dengan backsound seperti di podcast pertama saya.

Rencananya saya akan cari tahu informasi mengenai hal tersebut, apakah harus menggunakan mix tambahan atau ada kesalahan ketika saya merekam sehingga suara saya dan zaidan tidak terlalu terdengar jelas, maklum baru pengalaman pertama kali.


Podcast Pertama : Maya Rumi

Yang juga buat saya bingung untuk membuat podcast adalah menentukan temanya, bingung juga mau membahas tentang apa di podcast saya ini. Akhirnya setelah lama saya berpikir dan banyak pertimbangan.

Akhirnya saya putuskan ingin menjadikan podcast ini sebagai media saya untuk bercerita atau mendongeng ketika zaidan akan tidur di malam hari. Karena kebetulan kami memang hanya bisa merekam podcast di waktu tersebut, menghindari gangguan adiknya zaidan dan tidak ada juga gangguan dari suara-suara lainnya.

Selain itu juga saat ini zaidan tengah belajar memperlancar bacaannya, dengan adanya podcast ini ternyata zaidan sangat senang sekali bisa direkam suaranya kemudian ia dengarkan kembali. Jadi podcast Maya Rumi ini pun untuk saat ini saya masukkan dalam kategori storyteller.

Dalam dua hari ini saya sudah membuat dua podcast, untungnya di podcast kedua suaranya lebih terdengar jelas daripada yang pertama, sepertinya karena saya terlalu jauh meletakkan handphone ketika melakukan rekaman untuk podcast.

Semoga yang mendengar suka dan dapat menjadi inspirasi untuk ikutan main podcast juga seperti yang saya buat, karena podcast tidak melulu digunakan sebagai media siaran untuk berbagi informasi mengenai sesuatu hal, mewawancara dan lainnya namun juga dapat dijadikan sebagai media untuk mendongeng ataupun belajar dengan cara baru bersama anak kita.

Selamat mendengarkan podcast Maya Rumi.


Jumat, 21 Agustus 2020

Merdeka di Tahun 2020





Tujuh belas agustus tahun 45
itulah hari kemerdekaan kita
hari merdeka 
nusa dan bangsa 
hari lahirnya bangsa indonesia
Mer...de...ka...

Sepenggal lagu kemerdekaan yang selama bulan agustus ini berulang kali terdengar di televisi, di radio atau dimanapun mengingatkan kita kembali, tepatnya 75 tahun lalu Bp Ir Soekarno dan Bp Moh Hatta berhasil memproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada dunia.

Bila dahulu kemerdekaan bagi bangsa kita adalah berjuang untuk melepaskan penjajahan dari Belanda dan Jepang, zaman sekarang arti merdeka menjadi lebih luas lagi, karena tak ada lagi penjajahan dimuka bumi Indonesia dari bangsa asing dan arti perjuangan menjadi lebih spesifik, kembali pada pribadi masing-masing sedang memperjuangkan apa saat ini.

Sehingga teringat oleh saya tentang arti kemerdekaan bagi diri sendiri. Yang saya rasakan masih harus terus diperjuangkan karena saya belum dapat merasakan kebebasan yang sesungguhnya, lebih tepatnya kebebasan untuk saya dan keluarga karena kami belum mempunyai tempat tinggal sendiri. 

Rencananya pertengahan tahun 2020 ini saya dan keluarga akan membangun rumah idaman. Namun ternyata saya sebagai manusia hanya dapat berencana karena pada akhirnya Allah juga yang menentukan, rencana tersebut pun harus saya tahan dulu hingga serangan dari virus corona ini berakhir.

Bersyukur sekali bila pandemik ini datang ketika pembangunan rumah pun belum dimulai, sehingga saya pun tidak kewalahan ataupun kebingungan menghadapinya, tak terbayangkan bila sekarang saya sudah membangun rumah dan berada di tengah jalan pembangunan dan tiba-tiba karena ada virus corona ini penghasilan pun berkurang.

Pembangunan rumah pun pasti harus dihentikan, karena saat ini saya tengah mengalami pemotongan gaji yang cukup besar dari perusahaan tempat saya bekerja imbas dari berkurangnya juga pemasukan yang diterima kantor. Untungnya walaupun pendapatan kantor berkurang namun tidak ada pemecatan hubungan kerja hanya gaji saja yang dikurangi hingga 5 bulan ini.

Pembangunan rumah boleh ditunda namun perjuangan untuk merealisasikan tak terhenti, dengan penundaan ini malah membuat saya jadi lebih banyak ingin tahu tentang berbagai hal pada pembangunan rumah yang harus lebih matang direncanakan. Jadi inilah 3 hal yang saya masih terus gali informasinya sebagai bagian dari memperjuangkan kemerdekaan untuk memiliki rumah, yaitu : 


1. Mempersiapkan biaya membangun rumah

Bagian ini harusnya sudah bisa saya lalui yah, karena dana pembangunan kan memang sudah saya miliki, namun akibat adanya virus corona pendapatan berkurang pun mengakibatkan berkurangnya alokasi uang untuk pembangunan dan teralihkan untuk hal lain.

Untuk itu saya harus menghitung ulang lagi deh biaya pembangunan dan juga dapat mencari referensi serta rekomendasi-rekomendasi untuk bahan bangunan yang berkualitas baik namun dengan harga terjangaku.

Gara-gara ini saya jadi rajin menonton youtube : Arsitektour Indonesia dan Arli Kurnia, yang menurut saya tayangannya sangat membantu untuk mempersiapkan biaya-biaya pembangunan tempat tinggal.


2. Memperbanyak referensi model rumah

Sudah tahu mau punya rumah masa depan seperti apa ? Sudah tahu saat ini model rumah yang tengah menjadi trend seperti apa ? 

Pertanyaan-pertanyaan tersebut hanya bisa kita ketahui jawabannya dengan rajin membaca, menonton ataupun melihat secara langsung sebuah model rumah. Bila dahulu hal tersebut hanya bisa kita lakukan dengan datang ke pameran property atau datang langsung ke unit show dari sebuah developer.

Saat ini banyak developer perumahan justru mempunyai youtube channel ataupun akun instagram yang tidak hanya memudahkan pencarian para pencari rumah namun juga membantu kita yang ingin membangun rumah sendiri dan mempunyai rekomendasi untuk model rumah ideal yang menjadi impian kita dengan mencontoh rumah dari developer tersebut.


3. Memilih Arsitek dan kontraktor pelaksana pembangunan 

Awalanya saya pikir nggak perlulah pakai arsitek (sudah pasti karena mahal ongkos jasanya) dan kontraktor pun pilih yang biasa-biasa aja, ternyata salah banget deh kalau mikirnya seperti ini, karena ini kita kan mau membangun rumah impian kita dan saat ini kita berencana untuk tinggal dirumah tersebut seumur hidup kita.

Sayang sekali kalau ternyata kita membangun dengan asal saja padahal biaya jasa arsitek pun bisa disesuaikan dan budget yang kita punya tinggal kita rajin saja mencarinya. Nah saya masih belum dapat sih yang sesuai dengan keinginan saya, walaupun sudah ada menemukan beberapa nama.


Walaupun tahun 2020 ini saya dan keluarga masih memperjuangkan untuk mempunyai hunian impian yang nyaman dan aman bagi kami, bantu doa yah teman-teman semoga tahun depan bisa terealisasi dan sudah merdeka tidak tinggal lagi bersama dengan orang tua.


Rabu, 19 Agustus 2020

Review : Oh My Orange, Sanitasi Antibacterial Terbaru Dengan Ekstrak Jeruk Alami


Tepat 5 bulan di agustus ini kita menjalani kehidupan yang tidak seperti biasanya, gara-gara virus corona yang hingga kini masih belum juga mau pergi. Walaupun sekarang kita sudah diperbolehkan beraktivitas diluar rumah namun tetap harus dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat.

Sebagai ibu bekerja yang sudah mulai aktif kembali di kantor sementara itu saya juga mempunyai dua orang anak yang masih kecil hingga saat ini baik saya dan pak suami masih sangat mengikuti anjuran dari pemerintah dengan menjalankan new normal life seperti saat keluar rumah menggunakan masker, melakukan social distancing hingga rajin cuci tangan menggunakan hand wash atau pun hand sanitizer anti bacterial.

Membahas anti bacterial untuk hand wash ataupun hand sanitizer sudah hampir dua minggu ini saya tengah mempergunakan rangkaian produk Oh My Orange yang baru saja diperkenalkan dan dijual pada website dan aplikasi Mooimom sejak awal bulan agustus tahun 2020 ini.

Lebih jelasnya Oh My Orange merupakan merk produk sanitasi yang berfokus untuk menghilangkan bakteri dan dapat di gunakan oleh seluruh anggota keluarga, jadi tidak hanya orang dewasa saja tapi termasuk pada anak-anak dan juga bayi sehingga cocok sekali dengan kebutuhan keluarga saya saat ini. 

Selain itu produk-produk Oh My Orange juga aman dipakai untuk kulit sensitive karena berbahan alami dengan tambahan ekstrak minyak jeruk, inilah kelebihan utama Oh My Orange yang selain dapat membersihkan dan melindungi juga memberikan wangi menyegarkan pada tangan setelah penggunaan.

oh my orange


Saat ini ada beberapa jenis dari produk Oh My Orange yang sudah saya gunakakan yaituHand Sanitizer Gel & Hand Sanitizer Spray, Antibacterial Hand Wash & Antibacterial Spray. Keempat produk tersebut sekarang menjadi favorit saya dan keluarga karena masing-masing produk mempunyai kegunaan dan kelebihan yang berbeda.

Secara penampilan kemasan seluruh produk Oh My Orange berbahan plastik dengan dominasi warna putih dikombinasi orange, yang menjadi pembeda adalah pada setiap bagian kepala kemasan yang disesuaikan dengan bentuk isinya, untuk detailnya sebagai berikut :


Oh My Orange - Antibacterial Spray
Ukuran : 70 ml
Isi : cairan
Harga : Rp. 59.000

Merupakan produk multipurpose yang tidak hanya berfungsi untuk membersihkan tangan, namun juga dapat membersihkan benda-benda disekitar kita karena 99% dapat membunuh bakteri yang ada. Jadi dapat digunakan seperti untuk membersihkan meja makan atau kalau pemakaian dikantor untuk membersihkan gagang pintu, mouse laptop atau barang lain yang sering kita pegang atau sentuh.

Anak-anak pun dapat memakainya sendiri dengan kepala pada kemasan berbentuk spray sangat mudah sekali digunakan untuk membersihkan mainan mereka. Kalau saya kerap kali pakai untuk membersihkan baby high cair  karena tinggal semprot-semprot saja lalu di lap.

Ukurannya yang handy pun memudahkan kita untuk membawa ketika berpergian, apalagi ini dapat digunakan juga untuk membersihkan dudukan toilet sesuai dengan klaim dari produk ini adalah no alcohol, no chlorine dan no hypochlorous acid.


 

Oh My Orange - Antibacterial Hand Wash

Ukuran : 300 ml
Isi : gel
Harga : Rp. 69.000

Membiasakan anak-anak untuk rajin mencuci tangan salah satunya adalah dengan produk hand wash yang mempunyai aroma yang mereka suka, tepat sekali bila Oh My Orange antibacterial hand wash hadir dengan aroma orange atau jeruk, wanginya terasa menyegarkan setelah selesai digunakan sehingga anak-anak pun menyukai moment mencuci tangan di wastafel walaupun harus sering kali dilakukan.

Apalagi Oh My Orange antibacterial hand wash dengan kemasan pump mempermudah anak-anak dalam pemakaian. Namun tetap awasi penggunaanya yah bun, agar anak-anak tidak terlalu sering main air dengan alasan mau cuci tangan.

Oh My Orange - Hand Sanitizer Spray

Ukuran : 70 ml
Isi : cairan
Harga : Rp. 49.000

Ini yang menjadi produk terfavorit saya, karena saya suka sekali memang dengan hand sanitizer berbentuk spray, karena praktis sekali dalam pemakaian tinggal semprot-semprot saja dan lebih seneng lagi pakainya karena walaupun dengan kandungan 75% alkohol, namun produk ini tidak membuat kulit terasa kering setelah penggunaan justru melembabkan dan cepat kering di tangan.

Ini kepala spraynya juga nggak keras ketika di pencet dan untuk tutupnya pun aman banget karena akan akan ada bunyi klik ketika di tutup jadi kita tahu bila tutup sudah tertutup dengan rapat.





Oh My Orange - Hand Sanitizer Gel

Ukuran : 60 ml
Isi : gel
Harga : Rp. 49.000

Produk terakhirnya ada hand sanitizer berbentuk gel yang mengandung 75% alkohol, anak saya nih yang suka pakai ini karena tidak terasa lengket di tangan, cepat kering serta melembabkan. Biasanya kalau saya pakai hand sanitizer gel itu harus banget pakai hand lotion juga karena kulit pada telapak tangan akan kering sekali sehingga tidak nyaman rasanya.

Untuk penggunaannya juga tidak perlu di bilas dengan air yah, cukup di tuangkan secukupnya ke tangan kita lalu di usap pada seluruh bagian tangan selama 20 detik dan tunggu sampai mengering. 




Dengan era new normal yang tengah di jalani oleh kita saat ini, mempunyai produk sanitasi sudah menjadi keharusan untuk kita dan keluarga, yuk ikutan mencoba menggunakan ke empat produk dari Oh My Orange ini yang bisa didapatkan sekarang di aplikasi maupun di website Mooimom.

Happy shopping.

Selasa, 18 Agustus 2020

7 Tips Agar Anak Rajin Sikat Gigi




Kemarin saya dibuat kaget dengan sebuah foto di kamera, karena ada foto-foto Zaidan tengah menyeringai senang sekali sehingga terlihat jelas deretan giginya yang nampak rapi dan bersih kemudian tanpa tersadar saya pun jadi ikutan menyeringai senang juga melihatnya.

Mengapa saya senang ?

Karena melihat penampakan gigi Zaidan yang rapi dan bersih. Saat itu saya menyadari seringai manis itu sekaligus menunjukkan keberhasilan saya dan ayahnya untuk dapat menjadikan kegiatan menyikat gigi untuknya sebagai rutinitas di pagi dan malam hari sejak ia berusia setahunan hingga sekarang sudah 6 tahun.

Sejujurnya untuk saya dan ayahnya mendapati Zaidan sekarang sebagai anak yang rajin sikat gigi bukanlah sebuah pekerjaan mudah, terutama untuk malam hari. Kalau di pagi hari setiap kali habis mandi sudah pasti sekaligus sikat gigi juga, namun pe-ernya adalah di malam hari ketika akan bobo.

Bila dulu saya tidak merutinkan Zaidan untuk menyikat gigi, mungkin sekarang saya tidak akan pernah mendengar kata-kata dari mulut Zaidan setiap malam ketika ia akan bobo di malam hari "..tapi aku belum sikat gigi"

Ingin juga mendengar anak-anak selalu berkata seperti Zaidan setiap malam sebelum bobo dimalam hari, Berikut tips-tips dari saya agar anak rajin sikat gigi tanpa harus di paksa oleh orang tua dan tidak ada drama sikat gigi di malam hari.


1. Perkenalkan konsep sikat gigi sejak usia dini
Sejak anak mulai punya gigi walaupun hanya 2 gigi dibagian depan, saat itulah menurut saya, kita harus sudah membelikan ia sikat. Sehingga kita sudah harus mulai memberitahu pentingnya menyikat gigi sekaligus mengajarkan cara yang benar untuk menyikat gigi.

Bila anak belum bisa di ajarkan menyikat gigi sendiri, kita mulai dengan membantu menyikatnya dan kita tetap dapat memperkenalkan konsep sikat gigi ini bukan dengan langsung membelikannya sikat gigi namun dapat juga dengan cara membelikannya buku-buku yang bercerita mengenai seputar sikat gigi bagi anak-anak dan masalah seputar gigi.

Mengajarkan sikat gigi di permulaan awal ini memang yang paling bikin malas orang tua, karena sudah susah memulainya lebih susah lagi harus menjaga konsistensinya, belum lagi kalau anaknya malas lalu menolak disikat giginya, sudah pasti gagal membuat anak rajin sikat gigi, jadi harus di mulai dari orang tuanya untuk rajin memberitahu dan mengajarkan sejak dini.

2. Membuat waktu sikat gigi yang sama setiap hari

Waktunya Zaidan menyikat gigi adalah jam 9 jadi untuk memudahkan saya mengingat waktu tersebut saya menyetel alarm, karena Zaidan hingga sekarang masih belum paham benar dengan konsep waktu, sehingga ia mengetahui waktunya sikat gigi karena saya yang mengingatkan.

Sementara bila Zaidan sedang tidak dirumah, misalkan kita pergi menginap di hotel waktu menyikat gigi sebelum tidur tetap di jam yang sama walaupun setelah itu mungkin saja ia makan lagi karena kelaperan di tengah malam, kita tetap sikat gigi lagi setelah ia makan.Untuk itu jangan lupa juga selalu membawa sikat gigi dan pasta gigi kemana pun perginya, terutama bila sudah tahu akan menginap.



3. Mempunyai pilihan sikat gigi dan pasta gigi 

Awalnya sih saya hanya membelikan Zaidan sebuah sikat gigi yang bentuknya menarik agar ia mau rajin sikat gigi, namun lama-lama ia bosan sehingga saya pun memutuskan membelikannya beberapa sikat gigi dengan bentuk yang berbeda dan pasta gigi juga dengan rasa yang berbeda.

Dengan banyaknya variasi pilihan sikat gigi dan rasa pasta gigi membuat Zaidan lebih menyenangi bila tiba waktu sikat gigi, apalagi ia saya perbolehkan untuk memilih sendiri.

Jadi saran saya tidak perlu membeli sikat gigi dan pasta gigi yang harganya mahal-mahal yang harganya sepuluh ribuan pun sudah bagus kok untuk anak-anak karena bukan alatnya yang membuat gigi anak jadi bagus tapi rutinitasnya untuk rajin sikat gigi.

Jangan lupa juga untuk menganti sikat gigi secara teratur, setidaknya per tiga bulan sekali.


4. Ikut serta menyikat gigi (menjadi role model)

Mengajarkan kebiasaan sikat gigi pada Zaidan juga memaksa saya dan ayahnya untuk kembali rajin sikat gigi pada malam hari ketika akan tidur, jadi kalau kita malas anaknya pun akan tertular rasa malas tersebut. 

Seperti yang kita tahu anak-anak adalah peniru yang ulung dan meniru hal baik itu paling sulit di upayakan dibanding dengan meniru hal buruk, karena seringnya tanpa diminta meniru hal buruk itu ia pasti akan meniru dengan sendirinya.

Wajib di ingat kalau anak sampai sakit gigi, lebih buat pusing orang tua. Inilah yang menjadi mantra untuk saya dan pak suami bila rasa malas datang untuk menemani Zaidan menyikat giginya di malam hari.

5. Memberi contoh nyata hasil dari tidak sikat gigi

Kebetulan ketika Zaidan sudah mulai TK nol kecil di kelasnya ada temannya yang sering kali tidak masuk sekolah karena sakit gigi. Dari sanalah saya dapat memberikakan contoh hasil dari tidak rajin sikat gigi.

Karena ia tahu dan mengalami sendiri dengan melihat temannya yang sering tidak masuk karena malas sikat gigi, tidak terlalu sulit untuk saya untuk terus mengajarinya rajin menyikat gigi.

Bila tidak ada teman sekolah kita pun tetap bisa melakukan pengamatan efek bila tidak rajin sikat gigi misal dengan melihat saudara, tetangga atau siapapun yang penting anaknya seumuran dengan anak kita dan mempunyai gigi yang rusak, mungkin seorang anak yang kita temui ketika kita di mall.

Yang penting kita dapat mengajak anak secara langsung melihat dan berdiskusi singkat mengenai hal tersebut. Jadi anak-anak mempunyai contoh nyata yang ia dapat rekam di pikirannya.

6. Pergi ke dokter gigi

Zaidan pertama kali ke dokter gigi usia 2.5 tahun, kami mengunjungi booth exhibition sebuah merk pasta gigi di salah satu mall di Jakarta Selatan. Dulu sih kedatangan kami ketempat tersebut tanpa ada pungutan biaya.

Selain mengecek kesehatan gigi di tempat tersebut juga di ajarkan cara menyikat gigi yang baik dan benar dan dengan memberinya pengalaman tersebut Zaidan pun jadi lebih tahu lagi manfaat bila rajin sikat gigi.

Untuk itu carilah tempat praktek dan dokter gigi yang kids friendly agar anak mempunyai pengalaman yang baik ketika berkunjung kesana agar ketika saatnya pergi berkunjung lagi ia tidak ketakutan karena Seharusnya kunjungan ke dokter gigi dilakukan per 6 bulan sekali, namun bila tidak memungkinkan setidaknya setahun sekali.



7. Tidak melarang anak makan manis

Sebagai bentuk apresiasi karena Zaidan selalu rajin sikat gigi, saya dan ayahnya memang tidak melarangnya untuk makan yang manis seperti coklat, permen atau pun ice cream namun kami tetap membatasi konsumsinya dengan mengingatkan bahayanya untuk gigi bila terlalu banyak ataupun sering makan yang manis-manis.

Bahkan kami sebulan sekali ketika belanja bulanan justru membelikannya coklat, permen dan ice cream dengan jumlah sedikit untuk persedian agar ia tidak minta jajan juga untuk membeli makanan tersebut, jadi bila jajanan tersebut sudah habis, iya harus menunggu lagi bulan berikutnya ketika kami belikan.

Bagaimana bila kami pergi berjalan-jalan ? Biasanya kami memberikannya pilihan hanya salah satu saja yang ia boleh makan coklat, permen atau ice cream, biasanya juga Zaidan memilih untuk makan ice cream daripada coklat dan permen.


Sepengalaman saya mengajarkan anak untuk rajin sikat gigi memang benar-benar butuh kesabaran dan konsistensi jadi kita sebagai orang tua, antara ayah dan bunda benar-benar harus bekerja sama untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan kita.

Dari membuat jadwal jam sikat gigi ternyata saya pun jadi mengajari Zaidan jam tidur di malam hari, namun namanya anak-anak kadang pun tidak bisa dipaksakan untuk jam tidur di jam tersebut, karenanya saya yang tidak bisa tidur larut sangat mengandalkan ayahnya bilamana Zaidan sedang susah untuk diajak tidur.

Sekarang pun Zaidan lebih sering pergi menyikat gigi bersama ayahnya karena kebetulan saya lebih sering mengurusi adiknya, tapi karena sudah biasa menyikat gigi dengan ayah ataupun bundanya, tidak ada ketergantungan harus dengan salah satu dari kami saja yang berakhir dengan alasan untuk Zaidan menolak atau bermalas-malasan menyikat gigi.

Semoga tips dari pengalaman pribadi saya bersama Zaidan ini dapat membantu juga ayah dan bunda agar anak rajin sikat gigi juga.

Selamat mencoba.

Senin, 17 Agustus 2020

Rejeki Seret, Sudah Coba Sedekah 10% dari Penghasilan Setiap Bulan



Tepatnya sekitar awal tahun 2016 saya pernah datang mengikuti seminar Ippho Santosa yang bertajuk #Rp100JutaPertama. Untuk yang belum tahu, Ippho Santosa adalah seorang motivator muslim yang menulis banyak buku dan salah satu bukunya yang menjadi mega best seller berjudul 7 Keajaiban Rejeki.

Saat mengikuti seminarnya saya masih belum tahu tentang bukunya tersebut, saat itu saya datang mengikuti seminarnya karena tertarik dengan ajakan teman yang sudah lama tidak saya temui, jadi saya datang ke seminar tersebut dengan tujuan lain yaitu untuk bersilaturahmi.

Ternyata tanpa saya duga dari seminar inilah saya mendapat ilmu yang merubah pemikiran saya mengenai rezeki.

Hingga saat ini hasil dari seminar masih sangat berkesan dan mendalam bagi saya, karena  melalui seminar tersebut malah menyentuh hati dan membukakan pikiran, yang menyadarkan dan mengingatkan saya kembali cara rejeki bekerja dalam islam.

Berikut yang saya bagikan adalah hanya beberapa yang saya ingat terus hingga hari ini dari yang disampaikan oleh Ippho Santosa yang menjadi panduan, karena saya pun masih dalam tahap belajar menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.


Rejeki yang meringankan dan memberatkan

"Terasa ringan, ketika hari gajian tiba kita pasti ada menggunakan uang untuk makan di restoran biasanya karena sedang banyak uang kita santai saja memilih restorannya yang penting perut kenyang hati senang"

"sering kali malah kita memilih restoran mahal yang harus bayar pajak makanan hingga pajak pelayanan yang jumlahnya mungkin bisa sampai 10% dari harga makanannya"

"Terasa berat begitu kita harus memotong gaji kita hanya 2.5% saja untuk membayar zakat penghasilan apalagi ditambah dengan harus infak ataupun sedekah"

Jleb banget saya mendengar hal tersebut.

Otak saya sepertinya secara otomatis mengingat-ingat sudah berapa banyak uang yang saya gunakan untuk membayar pajak makan tapi saya sering kali sengaja menunda berzakat dari gajian bulanan karena seberat itu rasanya.

Mengapa terasa ringan ?, bahkan nggak berasa deh mengluarkan uang untuk bayar pajak makanan dan pelayanan di restoran karena kita sebagai manusia itu sangat visual, harus melihat ada bentuknya dan ada hasilnya didepan mata, jadi walau kita sering kali membayar pajak-pajak tersebut di restoran dan mendumel tapi kita nggak bisa nggak bayar.

Dan terasa berat karena berzakat itu tidak ada bentuknya ketika di lakukan, bentuk yang terlihat malah uang berkurang saja di rekening tabungan kita dan kita tuh kebanyakan nggak suka melihat tabungan berkurang, siapa juga yang mau kan.


2,5% menjadi 10%

"Dari hanya 2.5% yang kita alokasikan untuk zakat lalu kita berdoa minta ini dan itu kepada Allah SWT, kalau di pikir lagi kita malahan lebih banyak mintanya daripada memberinya kepada sang khalik"

"Kalau kita ingin mendapatkan rejeki lebih dari yang kita harapkan, jangan hanya doa yang kita kencangkan tapi buatlah sedekah yang juga besar nominalnya. Seperti kita tahu sedekah adalah salah satu jalan untuk membuka pintu rejeki"

"Bila hanya dengan berzakat 2.5% maka Allah SWT mencukupkan rejeki kita cobalah rutin dengan menambahkan sedekah 10% dari penghasilan kita, insha allah rejeki kita turah seturahnya, ibarat air dalam ember LUBER"

Kalimat-kalimat tersebut nggak penah terpikirkan oleh saya sebelumnya, yang sering terjadi justru saya menunda-nunda berzakat, sayang banget mengeluarkan uang untuk bersedekah, belum lagi lebih sering mengeluh karena merasa rezekinya kurang dibanding dengan orang lain dan merasa sudah sangat maksimal ketika berdoa dan berusaha tapi kok hasilnya segitu saja.

Sejak seminar itu pola pikir saya tentang rejeki berubah 180 derajat yang saya lakukan pertama kali adalah menambahkan dan lebih sering memberi sedekah, logikanya semakin banyak kita memberi maka akan semakin banyak kita menerima. Tidak selalu dalam bentuk yang sama berupa materi karena kebahagian, kesehatan hingga teman yang baik itu pun rejeki.

Apapun yang Allah berikan pada kita itulah rejeki.

Tak ingin berlama-lama mempraktekkan ilmu tersebut, saya pun mulai menyisihkan 10% dari penghasilan untuk berzakat dan bersedekah, wuahhh rasanya berat banget, susah banget mengikhlaskannya tapi saya menyakini terus ke diri saya rejeki yang banyak datang dari Allah, kita kembalikan lebih banyak lagi untukNYA dan merasa cukup dengan yang kita terima setelahnya menjadikan saya tidak rakus dengan keinginan duniawi.

Bagaimana bila kita tak mampu melakukan setiap bulan bersedekah sebanyak 10% ? dalam islam segalanya selalu diberi kemudahan, sedekah 10% itu ibaratnya memancing jadi kalau kita ingin dapat ikan yang besar maka umpan kita juga besar tapi kita kan tak selalu punya umpan yang besar, jadi sesekali saja ketika memancing dengan umpan yang besar agar mendapat hasil pancingan yang besar juga.

Jadi tidak mengapa bila hanya setahun sekali kita baru dapat bersedekah 10% misalnya ketika kita mendapatkan bonus tahunan yang penting kita lakukan rutin setiap tahunnya dan ada lonjakan sedekah dari kita hasil dari lonjakan pendapatan kita tersebut.

Rajin sedekah ternyata menjadi kunci perubahan pada diri saya, sejak itu saya menutup mata ketika melihat orang lain yang punya lebih banyak rejeki daripada yang saya dapat, saya belajar menerima dengan ikhlas bahwa setiap orang sudah punya rejekinya masing-masing dan semakin besar rejekinya harus semakin besar juga rasa syukur kita.

Semoga bermanfaat dan Selamat mencoba.

Selasa, 11 Agustus 2020

Muka Security Tapi Hati Hello Kity


Setiap awal bulan dikantor dipenuhi dengan deadline laporan, tiap kali awal bulan sudah mau datang nih saya sudah merasa nggak enak saja tapi... itu sih dulu. Bertahun-tahun mengerjakan pekerjaan yang sama sepertinya rasa tidak nyaman hingga bosan sudah saya lalui, sekarang sih saya selalu mengatakan kepada diri saya 

"semua laporan akan selesai, kalau dikerjain, bukan dipikirin susahnya"

Susahnya mengerjakan laporan awal bulan ini bukan karena ribet sama sistemnya tapi ribet sama orang-orangnya yang mengirimkan ke saya, apalagi jumlah mereka ada 28 orang, bukan jumlah yang sedikit untuk bisa diatur dengan mudah.

Jadi sebulan sekali saya tuh seperti kiper dalam permainan sepak bola tapi saya bukan menjaga gawang dari bola yang masuk, saya menjaga agar semua laporan harusnya dapat dikirimkan sesuai deadline.

Seringnya deadline-nya hari ini tapi baru di kirim ketika 2 hari kemudian, ketika saya akan meneruskan lagi laporan tersebut, kebayang nggak pusingnya?.

Kalau laporannya nggak ada revisi sih enak yah, tinggal langsung kirim saja yang terjadi justru sebaliknya dan entah kenapa yah revisi laporan di last minute itu terasa lama padahal yang direvisi cuma sedikit saja.

Dulu tiap kali ada yang terlambat kirim laporan, emosi sudah di ubun-ubun rasanya, inginnya mengeluarkan emosi tersebut. Bagaimana nggak emosi kalau dari awal sudah di informasikan secara lengkap bahkan kalau sampai ada kendala sayanya pun meminta di beritahukan, kemudian saya selalu follow up ketika hari-nya ditambah lagi saya ada juga memberi mereka reminder secara personal bukan digrup whats app.

Namun semua yang saya lakukan terasa sia-sia.

Lama-lama saya pun jadi berfikir banyak mengenai beragam karakteristik orang-orang ini, yang saya temui 28 orang, jadi harusnya wajar bila ada puluhan kemungkinan dan saya pikir-pikir lagi bila nggak semuanya kok susah di atur atau susah mengikuti instruksi yang saya berikan.

Malah sebenarnya mereka yang tidak dapat mengikuti apa yang saya informasikan hanya ada dalam jumlah yang sedikit, hanya hitungan jari-jari pada sebelah tangan saja, lalu kenapa saya harus begitu memusingkan.

Mereka pun sebenarnya tahu bila laporan ini merupakan salah satu kpi (key performance index) untuk penilaian kerja dan mereka masih bisa bersikap biasa, kenapa saya harus yang heboh luar biasa.

Sehingga sebenarnya hal tidak nyaman yang saya rasakan justru karena persepsi saya saja kepada mereka dan karena terjadi berulang lagi dan lagi serta merta saya pun menyamakan bila mereka semua sulit untuk di ajak kerja sama.

Padahal belum tentu kan. Sejak itu saya merubah pola pikir dan belajar mulai lebih bisa menerima kondisi tersebut.

Selanjutnya saya membuat seperti trik untuk dapat mengatasi atau menghadapi tekanan yang berulang-ulang terus itu. Sehingga saya tidak meminta mereka mengubah kebiasaan mereka untuk mengikuti saya sebaliknya saya yang merubah kebiasaan saya kepada mereka. Seperti kata pepatah, banyak jalan menuju roma.

Tidak mudah memang, tapi saya bisa bilang kalau sekarang tiap awal bulan datang saya bisa lebih santai menghadapinya, saya nggak spaneng sehingga membuat rekap laporan malah jadi banyak yang error.

Nah berdasarkan pengalam tersebut saya ingin berbagi tips agar kita tak terjebak pada persepsi diri terhadap orang lain.


Identifikasi kebiasaan

Beri tanda spesifik kepada orang-prang tersebut, seperti orang yang paling lambat, yang tidak mau mengikuti format laporan, yang biasanya kirim laporan tidak sesuai dengan yang saya infokan, yang tidak membaca email deadline, yang sering sekali merevisi laporan dan sebagainya.

Dengan memberikan identifikasi seperti itu, saya sudah tahu bagaimana menghadapi orang-orang tersebut setiap bulannya, sehingga kemudian saya pun dapat mengerjakan pekerjaan lain tanpa harus terus berfokus pada orang-orang tersebut.

Identifikasi ini benar-benar mempermudah saya setiap bulannya, kesalahan yang mungkin diperbuat sudah saya tahu bagiannya dimana sehingga saya pun tidak kewalahan untuk memperbaikinya. Agar tidak mengulang lagi pada kesalahan itu lagi itu lagi saya juga memberi informasi untuk perbaikan.

Tidak cepat emosi

Wajar sekali bila kita menjadi emosi terlebih lagi dengan tumpukan kerjaan yang inginnya kita bisa selesaikan dengan baik, sehingga menahan diri untuk tidak meluapkan emosi apalagi dengan partner kerja memang sulit sekali tapi tetap bisa dilakukan.

Untuk mengalihkan emosi ini biasanya saya tidak akan dengan cepat merespon atau sama sekali tidak memberi respon ketika misalnya untuk reply whats app chat dengan informasi laporan tidak bisa ontime di kirim karena ada kendala sistem,yang baru dikonfirmasi pada sore hari padahal saya sudah chat dari pagi.

Begitu orang ini mengirim laporannya barulah saya memberi respon yang tetap baik, tidak lupa say thanks namun sekaligus memberi peringatan yang tegas namun dengan bahasa yang sopan.

Jangan malas komunikasi

Sudah tahu ada beberapa orang yang kerjanya tidak sesuai dengan harapan kita, lalu malah membuat kita malas untuk berkomunikasi dengan mereka justru harus sebaliknya. 

Orang-orang seperti ini harus lebih intens di ajak berkomunikasi, sehingga kita pun tahu permasalahan yang tengah mereka hadapi dan lebih bagus lagi jika kita pun dapat memberikan solusi. Sehingga bulan berikutnya kita tidak akan mendapatkan masalah yang serupa dengan orang yang sama.


Sudah saya konfirmasi sebelumnya bila sejujurnya memang tidak mudah untuk diri kita dapat lebih membuka pikiran, sungguh berat terasa namun kita pun jangan mempunyai pikiran yang sempit terutama ketika menghadapi banyak orang.

Kita tidak pernah tahu mungkin saja mereka pun tengah menghadapi kesulitan dan tidak nyaman untuk bisa mengutarakan hal tersebut kepada kita.

Untuk itu saya selalu mengingatkan diri agar tidak perlu memaksakan persepsi pribadi kepada seseorang, karena bisa jadi sisi dirinya yang saya temui hari ini belum tentu itu adalah sisi dari dirinya secara keseluruhan. 

Setiap orang selalu punya sisi baik dan sisi buruk, seperti halnya koin yang punya dua sisi, tentunya kita ingin berada di sisi terbaik dari orang tersebut bukan, karenanya jangan terlalu cepat berasumsi karena yang mukanya sangar seperti security hatinya bisa jadi lembut seperti hello kity.

Jumat, 07 Agustus 2020

Konsistensi Ngeblog



Dulu sih bila di tanya kenapa sih may ngeblog ? 

Jawabannya satu kalimat favorit yang saya sematkan di blog ini "todays little moments become tomorrows precious memories"  

Kalimat tersebutlah yang menjadi alasan terbesar mengapa saya ingin sekali mempunyai blog, karena melalui blog ini saya bisa menulis untuk menceritakan kisah pribadi diri sendiri atau bersama pasangan, bersama anak-anak, bersama keluarga-lah atau cerita-cerita lainnya seputar dunia kerja yang terjadi di keseharian saya.

Lalu karena saya ingin cerita di blog ini bisa menjadi album kenangan namun dalam bentuk digital makanya saya senang sekali menyisipkan banyak gambar atau foto-foto karena berharap di kemudian hari cerita-cerita penuh dengan foto tersebut dapat saya lihat lagi bersama dengan anak-anak saya atau siapa pun yang kenal dengan saya.

Sekarang jawaban itu saya jadikan jawaban untuk jangka waktu yang lama sebagai alasan saya mempunyai blog ini. Jadi blog ini akan menjadi investasi untuk hari tua saya, Makanya saya harus menghadapi tantangan terbesar untuk menjaga blog ini agar tidak pernah mati suri.

Lalu bagaimana dengan masa sekarang, apa sih tujuan saya dengan mempunyai blog ini ?

Ini awalnya saya agak kesulitan menjawabnya, karena saya memang menulis karena ingin aja, tidak ada tujuan seperti mengikuti kompetisi blog yang dapat memberikan prestige pada blog ini, namun dengan seiring waktu berjalan dan saya banyak menemukan orang-orang yang berhasil dengan mempunyai blog. 

Terpikir oleh saya untuk menjadikan blog saat ini tidak hanya sebagai tempat saya untuk menulis memorial untuk masa depan namun dari sekarang saya juga harus membuat blog ini sebagai tempat saya mencari nafkah, tempat saya dapat menambah pundi-pundi rejeki melalui tulisan.

Apalagi saat ini semakin banyak orang yang membutuhkan referensi ataupun rekomendasi sehingga mereka butuh orang lain untuk memberikan masukan pada banyak hal.

Salah satu contohnya, ketika kita liburan kita ingin punya rekomendasi hotel yang harganya murah tapi nyaman, kita ingin tahu restoran mana yang punya makanan enak tapi lokasinya dekat dari penginapan kita, kita ingin bisa memaksimalkan liburan dengan berkunjung ke tempat-tempat yang menjadi favorit kebanyakan orang saat ini dan lain sebagainya.

Walaupun saat ini menjadi blogger kalah jauh dengan impian menjadi seorang youtuber yang sepertinya telah menjadi cita-cita hampir kebanyakan orang karena salah satunya dapat memberikan penghasilan lebih banyak dari pada blogger, namun hingga saat ini belum ada keinginan dari saya untuk membuat video, dunia menulis masih menjadi kesenangan untuk saya pribadi.

Menulis itu seperti mengeluarkan beban yang ada dipikiran, bila beban itu sudah keluar hati senang rasanya, apalagi bila buah dari pikiran itu bisa memberikan banyak manfaat atau membantu bagi orang lain, rasanya ada kebanggaan tersediri yang saya rasakan.

Bulan juli lalu saya baru menyelesaikan ISB blog course yang di mentori oleh seorang blogger kenamaan di Indonesia, yaitu teh Ani Berta dari sanalah motivasi saya saat ini pun menjadi bulat bila menghabiskan banyak waktu di blog juga harus banyak menghasilkan tidak hanya tulisan yang berkualitas tapi juga pendapatan.

Akhirnya saya pun jadi melirik untuk bisa mengikuti kompetisi blogging atau setidaknya setiap bulan secara rutin harus ada tulisan berbayar yang masuk ke dalam blog ini sehingga bisa terus ada tantangan juga untuk diri saya dalam membuat postingan. 

Namun teringat kata-kata dari teh ani, sebulat apapun tekad kita bila ingin terus menjadi blogger yang paling utama adalah menjaga konsistensi menulis. Menurut saya pun pernyataan itu benar adanya, karena tidak hanya pada menulis yah, pada apapun bila kita tidak menjaga konsistensi tidak akan ada keberhasilan untuk mencapai tujuannya.

Diawal sudah saya katakan bila tujuan akhir saya dari membuat blog ini adalah menjadikannya sebuah investasi di masa tua, salah satu yang telah saya lakukan saat ini adalah memasang google ads agar nilai investasinya bisa dimanfaatkan dikemudian hari dan bila ingin dari iklan itu terus bertambah tinggi jumlahnya, satu yang harus saya lakukan mulai sekarang adalah konsisten menulis.

Memulai itu sulit dan menjaga konsistensi adalah kesulitan tanpa batas waktu.





Kamis, 06 Agustus 2020

Rahasia Menjadi Generasi Z Favorit Di Kantor




Di kantor atau lebih tepatnya di departemen tempat saya bekerja sering melakukan intership recruitment. Biasanya kami membutuhkan anak magang untuk membantu mengolah database yang menghabiskan banyak waktu ketika kami dikejar deadline dan harapannya dengan kehadiran mereka, kerja kami jadi lebih cepat untuk diselesaikan.

Untuk anak magang kami hanya menerima dengan beberapa kriteria anak kuliahan yaitu, yang sudah berada di semester akhir dan tengah menunggu wisuda setelah sidang skripsi atau yang magang karena kebutuhan praktek kerja nyata atau yang memerlukan data untuk menyelesaikan tugas akhir di kampusnya.

Ternyata rata-rata mereka dengan kriteria tersebut diatas adalah yang saat ini sering kali di sebut dengan Generasi Z. Hal tersebut baru saja saya sadari ketika saya dan teman-teman dikantor tengah mengobrol dengan seorang anak magang yang baru saja mulai masuk untuk magang selama bulan agustus ini.

Yang dimaksud dengan Generasi Z adalah mereka yang lahir di pertengahan tahun 1990-an sampai dengan awal 2000-an

Dari hasil baca-baca di beberapa website ternyata kok banyak yang justru mengeluhkan tentang kinerja mereka selama dikantor yah ?. Memang sih dibanding dengan saya yang dari Generasi millenials, ketika baru mulai memasuki dunia kerja jelas terasa sekali perbedaannya dengan mereka.

Salah satunya dulu saya pertama kali masuk kerja, nggak bisa yang langsung akrab dengan para senior dikantor butuh waktu beberapa lama karena merasa sungkan dan juga takut, tapi anak-anak generasi Z justru sebaliknya, mereka lebih berani berkomunikasi atau lebih mudah mingle dengan kita.

Sebenarnya selama ini saya tidak pernah mengalami masalah ketika melakukan delivery pekerjaan pada si generasi Z yang tengah magang di kantor, baik itu anak magang di departemen sendiri maupun dari departemen lainnya. 

Namun tidak ada masalah bukan berarti tidak ada kendala juga yah dan berikut beberapa catatan mengenai kendala yang saya temui selama ini ketika bekerja bersama dengan mereka.

Terlalu sering menggunakan sosial media
Ini sebenarnya godaan yang sangat sulit untuk dihindari tapi dunia kerja memang tidak seindah dunia kampus, dikantor saya memang tidak ada batasan penggunaan handphone justru penggunaan handphone dapat mempermudah dan mempercepat sebuah pekerjaan terselesaikan.

Namun aplikasi yang dibuka di handphone adalah aplikasi yang berhubungan dengan pekerjaan dikantor seperti gmail, whats app dan aplikasi-aplikasi lain yang khusus diciptakan dan digunakan hanya oleh perusahaan kami bukan aplikasi sosial seperti instagram, tik tok, facebook, twitter, youtube ataupun yang lainnya.

Kecuali kalian memang bekerja dan berhubungan dengan sosial media, jika tidak, sesekali saja izinkan diri kalian untuk mengecek atau melakukan update status di sosial media atau ketika waktu senggang namun jangan lupa untuk benar-benar memastikan pekerjaan sudah selesai dan tidak ada masalah.

Bekerja cepat dan hasil tepat
Sebenarnya untuk bekerja dengan cepat bukan hanya kebiasaan dari generasi Z, semua orang bekerja pun pasti inginnya pekerjaan dapat cepat di selesaikan. Namun berbeda maknanya antara cepat selesai dengan terburu-buru.

Menyelesaikan pekerjaan dengan cepat berarti juga menyelesaikan dengan tepat tidak ada kesalahan ataupun kekurangan pada data yang telah dikerjakan. Di kantor tidak ada orang yang mempunyai sikap yang senang menerima hasil kerja kalian katika salah ataupun kurang, apalagi disini posisinya anak magang adalah tenaga yang diperbantukan.

Cara terbaik untuk dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan yang minta adalah dengan meminta penjelasan lebih detail dan lebih baik lagi bila kita jujur minta di arahkan untuk pengarahannya agar tidak terjadi pengulangan pekerjaan yang akan memakan waktu lebih banyak.

Pelajari hal-hal kecil di kantor dengan cepat
Sekali lagi saya ingatkan dunia kerja berbeda sekali dengan dunia kampus dan ada banyak hal yang sama sekali tidak diajarkan atau mungkin diberi tahu namun kita harus bisa mengerjakannya seorang diri selama dikantor, seperti menggunakan mesin fotocopy, scanner ataupun printer.

Bila kita tidak tahu caranya atau belum pernah mengoperasikannya, lebih baik bertanya dan minta diajarkan cara menggunakannya karena benda-benda tersebut sangat sering digunakan dikantor bahkan hampir setiap hari sehingga kemudian kita akan dapat mengoperasikannya sendiri tanpa harus merepotkan orang lain ataupun menunggu bantuan.

Bersosialisasi dengan semua orang kantor
Lebih banyak berada di dunia maya itulah salah satu ciri khas generasi z, sehingga mereka lebih banyak yang acuh saja dengan dunia nyata, padahal dikantor kita tidak bisa demikian, terlebih lagi bila kita adalah anak magang.

Walaupun diatas saya katakan bila anak generasi z ini mudah masuk dalam pergaulan namun hanya sebatas dengan orang tertentu saja, yang memang ada hubungan kerja, yang tidak ada hubungan kerja dengan mereka, mereka pun seolah enggan bertegur sapa.

Penting untuk tahu dan kenal dengan orang-orang lain yang berada dikantor, bukan menjadi sok akrab kepada siapa pun dan bukan hanya mau kenal dengan mereka yang memberikan kita pekerjaan di departemen tertentu namun setidaknya kenali mereka yang bekerja dan berada satu lantai dengan kita.

Rajin mencatat di agenda
Kerap kali saya temui anak generasi z ini seolah mereka pikir mereka mempunyai ingatan yang sangat sangat baik sehingga tidak perlu mencatat apa yang telah disampaikan kepadanya. Untuk saya pribadi selalu menjadi kebiasaan bila ada anak magang baru ataupun pekerja yang baru bergabung, saya akan memberikan mereka agenda dari kantor.

Tujuannya tentu saja untuk mencatat penjelasan yang akan diberikan oleh mentor yang akan memberikan pekerjaan pada kalian, dan catatlah hal-hal yang diangap penting oleh kalian, yang baru kalian ketahui atau trik untuk mempermudah menyelesaikan pekerjaan.

Sehingga bila terjadi kendala dalam pekerjaan, sebagai anak magang kita tidak perlu langsung bertanya tapi kita bisa mencoba menyelesaikannya terlebih dahulu dengan membaca kembali catatan di agenda bila tak juga menemukan jawabannya barulah kalian dapat menanyakannya.

Kerja lembur dan loyalitas pada kantor
Menurut saya anak-anak generasi Z sangat mengerti jam kerja, mereka dapat mematuhi jam kerja dengan datang sebelum waktunya namun untuk pulang pun mereka sangat tepat waktu, istilah orang kantor tengo, jadi begitu jam 5 teng langsung go sehingga tidak kenal mereka dengan istilah kerja overtime.

Kebetulan kantor saya memang tidak memberlakukan kerja lembur, yang artinya bila kerja lebih dari jam 5 sore tidak akan ada bayarannya, makanya harus dapat memaksimalkan waktu selama dikantor agar pekerjaan dapat selesai dan tidak lembur atau dibawa pulang kerumah, namun di waktu tertentu kami semua harus berada dikantor hingga malam hari agar dapat menyelesaikan pekerjaan atau karena ada meeting.

Jadi bila ada pekerjaan atau meeting yang memang mengharuskan tinggal lebih lama dikantor, sebagai anak magang ikutlah (bila diajak) serta namun juga harus tetap memastikan bila kerja lembur ini tidak setiap hari bila memang tidak ada bayarannya dan bila ada bayarannya jangan sungkan untuk menanyakan seperti apa perhitungan pembayarannya.



Yang paling penting dari semua itu adalah, untuk semua pekerja dikantor berharap bila anak magang lebih mandiri, mempunyai inisiatif dan cepat belajar mengikuti ritme kerja mereka bukan mereka yang akan mengikuti anak magang.

Walaupun hasil akhirnya dengan adanya anak magang akan mempercepat pekerjaan, namun sebelum itu terjadi kami para pekerja juga harus mempergunakan waktu untuk mengajari kalian tidak serta merta memberikan pekerjaan tanpa adanya arahan ataupun penjelasan.

Apa yang saya tuliskan diatas bukanlah sesuatu yang pasti dan sama terjadi di semua kantor, tergantung dari bidang pada kantor tersebut sehingga mungkin saja hal-hal yang saya jabarkan itu tidak ada keterkaitannya sama sekali.

Namun sebagai anak magang pastikan kalian dapat berkontribusi positif dan sebanyak-banykanya pada kantor yang telah menerima kalian, setidaknya bila kalian datang dengan baik-baik maka ketika kalian selesai magang tinggalkan kantor juga dengan kesan yang baik.

Happy Working Generasi Z