Jumat, 23 Oktober 2020

Desa-Desa Cantik Untuk Solo Traveling Ke Jepang



Sebenarnya saya masih cukup sering pergi jalan-jalan sendirian atau solo traveling, bahkan walaupun sudah punya satu anak. Biasanya setahun sekali dari kantor ada trip tanpa keluarga dan pak suami memperbolehkan saya untuk ikuta serta jadi kan saya kondisinya single lagi.

Selain itu juga karena urusan kantor saya pun sering pergi keluar kota juga bahkan dulu saat Zaidan masih berusia 6 bulan, selama satu minggu dalam setiap bulan saya pasti pergi keluar kota Jakarta.

Namun sejak punya anak kedua belum ada lagi saya pergi sendirian, ditambah lagi dengan kondisi pandemi yang memang memaksa kita tetap dirumah saja dan tidak bisa pergi kemana-mana.

Setiap kali melihat postingan teman di instagram hampir sebagian besar kangen banget sama jalan-jalan, saking kangennya sampai banyak yang halu jalan-jalan dengan flashback aja atau ikutan jalan-jalan virtual seperti saya beberapa waktu lalu.

Jadi ingin andai-andai deh kalau pandemi ini telah berakhir dan dunia juga sudah aman dari virus corona, ingin sekali mewujudkan untuk jalan-jalan ke luar negri, terakhir kali keluar negri itu tahun 2018 pergi ke Malaysia dan Singapur, sudah lama sekali.

Rencananya sih sebenarnya tahun ini ingin ke Malaysia lagi untuk pergi ke legoland untuk membayar janji kepada Zaidan yang sudah berani di khitan akhir tahun 2019 lalu.

Namun itu sih jalan-jalan keluarga yah, kalau jalan-jalan sendirian lagi tanpa suami dan anak-anak saya ingin sekali mengunjungi negara jepang, kebetulan ada teman-teman yang yang juga ingin sekali pergi kesana dan kita juga sudah janjian.

Kenapa yah ingin pergi ke jepang ?

Ada banyak tempat wisata untuk dikunjungi namun yang paling ingin sekali saya lihat secara langsung dan nggak lagi mupeng ketika melihat orang lain yang posting dari negara ini hanya ada dua kategori saja, yaitu desa-desanya dan theme park-nya, yaitu :

1. Shirakawa Village
Shirakawa adalah nama sebuah desa di Jepang, pertama kali melihat desa ini karena membaca cerita dari mba noni di blognya www.nyonyasepatu.com. Ia dan suami ke desa tersebut disaat musim dingin, cantik sekali desanya dan desa tersebut memang menjadi desa untuk tujuan wisata jadi kita pun bisa menginap juga disana, menginapnya tidak di hotel tapi kita bisa memilih di salah satu rumah penduduk yang dijadikan penginapan.

2. Shimoguri (Nagano) Village
Shimoguri (Nagano) juga merupakan sebuah desa yang menjadi inspirasi Studio Ghibli dalam pembuatan film-filmnya. Pemandangan dari desa ini sangat menakjubkan karena terletak di sebuah lereng curam dengan kemiringan 38 derajat diketinggian antara 800-1100 meter diatas permukaan laut.

3. Miyagi Zao Fox Village
Sebelumnya saya tidak pernah tahu bila di jepang kita dapat menemukan dan melihat secara langsung rubah-rubah cantik, seorang teman memposting di instagram dan saya langsung jatuh cinta dan tak ingin melewatkan untuk mengunjungi tempat tersebut bila ada kesempatan untuk datang ke jepang.

4. Museum Studio Ghibli 
Perkenalan saya dengan Studio Ghibli karena dari pak suami yang sudah terlebih dahulu menyukai film kartun-kartunnya, sejak menonton spirited away berlanjut ke howls moving castle, kikis delivery, ponyo hingga yang paling terkenal my neighbor totoro.

Terletak di sebelah barat kota Tokyo tepatnya di taman inokashira mitaka, museum studio ghibli memamerkan semua karya animasinya disini.

5. Tokyo Disneyland & Disneysea
Sebagai pecinta kartun disney sudah pasti saya tidak akan melewatkan untuk mampir ke disneyland di jepang, apalagi disini juga ada disneysea, sepengetahuan saya disneysea hanya ada di jepang tidak ada lagi di bagian benua lainnya, jadi ini tempat yang harus sekali di datangi.

6. Tokyo One Piece Tower
Yang terakhir ini tambahan saja karena masih berada di kota tokyo juga dan sebenarnya yang ingin sekali kesini adalah pak suami, tapi kalau saya solo traveling saya ingin kesini biar bisa pamer sama dia, hahaha. Untuk pecinta manga one piece pasti tidak ingin melewatkan tempat ini untuk bisa melihat Monkey D Luffy dan kawan-kawan bajak lautnya.


Selagi belum bisa kemana-mana seharusnya sih bisa nambahin tabungan terus untuk bisa pergi ke Jepang lebih cepat mungkin, semoga sih selama pandemi ini tempat wisata-wisata tersebut di jepang terutama theme park-nya tetap dirawat dengan baik.

Kalau teman-teman gimana nih, ada rencana nggak untuk solo traveling ? sharing yuk di kolom komentar mau pergi kemana.



























Kamis, 15 Oktober 2020

Coba Yuk, Membagi Pos Keuangan Dengan Post It


Pernah mendengar 6 jars Financial Management System ?

Ini adalah sebuah metode untuk mengatur keuangan yang digagas oleh T. Harv Eker seorang pengusaha, motivational speaker dan penulis buku terkenal berjudul "Secrets of the Millionaire Mind".

Sesuai dengan namanya 6 jars Financial Management System metode ini memungkinkan kita untuk mengalokasikan keuangan dengan membaginya menjadi 6 kategori dimana setiap kategori memiliki tujuan tertentu yang berbeda.

Sejak lama saya telah menggunakan metode ini untuk mengatur keuangan setiap bulan, lalu apa kita harus menggunakan jar (toples) ?, tentu saja tidak. Kita bisa juga menggunakan wadah lainnya seperti amplop, dompet atau seperti yang saya lakukan saya memodifikasi dengan menggunakan post it.

Penggunaan post it awalnya tidak sengaja saya lakukan karena sering kali ketika berada dikantor saya membagi jenis pengeluaran setiap bulan dan untuk memberi tanda berupa nama pada uang cash tersebut saya menggunakan post it.

Lagi pula penggunanan post it ini juga lebih ringkas dan tidak memakan tempat dibanding dengan menyiapkan 6 dompet atau amplop, jadi cukup sediakan satu amplop atau dompet ukuran sedang untuk menyimpan post it dengan masing-masing uang-uangnya ini.

Caranya Post it tersebut saya lipat menjadi dua bagian lalu saya sisipkan uang ditengahnya sesuai dengan pembagian uang dalam 6 jars Financial Management System, lengkapnya adalah sebagai berikut :

1. Kebutuhan - Necessities (55%)

Angka presentasenya setengah dari penghasiln kita setiap bulan karena berisi uang kebutuhan selama satu bulan seperti : uang belanja, uang jajan, listrik, air, tagihan hp, bayar cicilan, bayar arisan, bayar art dan sebagainya. Jadi setiap uang yang merupakan keharusan kita secara rutin setiap bulan di bayarkan masuk ke dalam kategori ini.


2. Invetasi - Financial Freedom (10%)

Siapa yang tidak ingin bila dimasa tua tidak perlu bekerja tapi justru bisa punya pendapatan atau yang dikenal dengan istilan lainnya financial freedom. Untuk itu kita bisa mengalokasikan uang yang kita miliki sekarang untuk di investasikan, tentunya jenis investasi disesuaikan dengan keinginan kita. 

Untuk saya sendiri pada kategori ini memilih untuk menggunakan sebagai dana pensiun dan investasi untuk membangun sebuah usaha jasa nantinya jadi sekarang saya menyisihkan uang sebesar 10% ini untuk dijadikan modal nantinya.

Catatan penting di post ini uang yang kita keluarkan setiap bulan tidak boleh kita gunakan sama sekali, jadi anggap saja uang hilang setiap bulannya.


3. Hiburan - Entertaiment (10%)

Tidak harus terus menerus memenuhi kewajiban kita juga harus mendapatkan hak kita dari uang yang kita punya, jadi penting untuk membahagiakan diri sendiri. Seperti untuk yang senang ke salon bisa memakai uangnya di kategori ini.

Kalau saya sendiri untuk saat ini lebih sering menggunakan post ini untuk berjalan-jalan bersama keluarga dan karena Zaidan senang berenang atau menginap di hotel jadi saya alokasikan kesana. 


4. Tabungan Jangka Panjang - Long Term Saving For Spending (10%)

Untuk yang sudah menikah tabungan jangka panjang ini sebaiknya digunakan untuk menyisihkan biaya pendidikan anak atau bisa juga untuk dana darurat. sama halnya dengan nomor dua, uang yang ada di kategori ini tidak boleh dikeluargkan bila belum waktunya.


5. Pendidikan - Education (10%)

Jangan salah yah pendidikan disini bukan untuk anak-anak kita tapi untuk diri kita sendiri. Beberapa waktu lalu saya pernah menonton sebuah tayangan tv series lokal yang bagus sekali dimana salah satu episodenya tentang pengembangan diri dan pesannya menancap hingga sekarang di kepala saya.

Walaupun kita sudah menjadi seorang ibu dan mempuyai anak jangan pernah berhenti untuk belajar sesuatu yang baru karena dunia terus berputar dan kita pun harus melakukan upgrade pada kemampuan kita, jangan pernah merasa nyaman pada suatu kondisi karena kita pasti akan rugi.

Belajarnya apa ? banyak sekali dulu saya ikut kelas singkat yang hanya beberapa jam saja seperti kelas fotography, melukis, menulis indah. Selain ikut kelas singkat bisa juga kursus seperti memasak, menjahit atau ikut seminar terus kita bisa juga membeli buku seperti buku memasak atau buku motivasi.

Masih banyak lagi yang lainnya yang membuat kita bersenang-senang tapi sekaligus juga menambah ilmu dan wawasan.


6. Amal, Zakat, Infaq, Sedekah - Give (5%)

Untuk yang muslim sudah pasti setiap bulan mengeluarkan zakat penghasilan sebesar 2.5% ditambah lagi setengahnya saya rasa tidaklah memberatkan, lagipula ini adalah tabungan yang akan memberatkan amal baik kita nantinya.

Namun bila merasa 5% memberatkan kita tetap bisa beramal dengan cara lainnya kok, seperti iku dalam kegiatan sosial menjadi volunteer tapi jangan lupa tetap melaksanakan yang wajibnya, agar kehidupan juga lebih seimbang tidak melulu soal dunia kan.


Kategorisasi keuangan dengan menggunakan post it ini sangat membatu sekali untuk saya dapat menjaga pengeluaran terutama dalam bentuk uang cash sehingga tidak ada kebocoran. Cara lain yang saya gunakan juga adalah untuk uang belanja ataupun jajan saya bagi lagi post it yang saya gunakan dengan mingguan. 

Jangan lupa juga untuk selalu mengumpulkan struk belanja atau mencatat belanjaan secara rinci di buku jurnal belanja, saya kebetulan sedang tidak menggunakan aplikasi pencatatan keuangan dengan aplikasi handphone, untuk yang malas nulis-nulis bisa pakai aplikasi yah tinggal pilih saja kok di appstore atau playstore.

Yang paling penting juga adalah menjaga pengeluaran dari kartu kredit dan kartu debit yang kita punya. percuma kalau kita menjaga cash flow tapi tidak di iringi dengan menahan diri dari penggunaan kedua kartu tersebut tidak akan tercapai tujuan keuangan kita setiap bulannya.

... dan apapun metode yang kita gunakan untuk mengatur keuangan kita bila kita tidak konsisten akan menjadi sia-sia dan tidak akan ada hasilnya.

Kalau kalian pakai metode apa nih untuk mengatur keuangan setiap bulan. Ada yang juga pakai metode ini atau baru mau mencobanya, yuk sharing ceritnya di kolom komentar.




Ternyata Investasi Logam Mulia Ada Banyak Cara





Siapa yang jadi ikutan beli perhiasan emas karena selalu di sarankan oleh mamanya seperti saya ? 
Iya mama saya dari sejak saya mulai bekerja dan punya penghasilan sendiri selalu menyarankan saya untuk membeli emas perhiasan untuk tabungan atau bahasa sekarang tuh sebagai investasi. 

Dulu yah saya sering jengkel karena saya tuh nggak suka seperti mama saya pakai perhiasan emas, jadi buat apa beli kalau hanya untuk disimpan saja. Namun yah demi menyenangkan mama saya pun tetap beli perhiasaan tersebut kalau mama sudah memaksa sekali.

Pesannya mama yang selalu saya ingat sampai sekarang adalah "beli emas itu nggak akan rugi, karena harganya nggak akan turun, kalaupun turun paling nggak kita udah untung bisa pakai-pakai perhiasan emas tersebut"

Tapi yang namanya nggak suka beli perhiasan emas akhirnya saya pun beralih ke logam mulia. Beberapa tahun terakhir ini logam mulia akhirnya menjadi pilihan investasi untuk saya dan saya sudah mencoba beberapa cara, diantaranya adalah :


Arisan Logam Mulia Di Pegadaian 

Awalnya saya mulai invetasi dengan logam mulia karena ajakan teman kantor sekitar tahun 2014 lalu. Investasi logam mulia yang saya lalukan yaitu dengan cara arisan selama 6 bulan, waktu itu harga logam mulia masih sekitar 450 ribu per gram jadi arisan 10 gram pun tidak terasa berat sekali.

Arisan logam mulia yang kita ikutin ini di buat oleh seorang teman kita juga yang kebetulan kerja di Pegadaian, sebenarnya dan seharusnya pembelian logam mulia di pegadaian tidak ada penawaran dalam bentuk arisan tapi dalam bentuk cicilan.

Karena teman kami ini mau membantu memfasilitasi dengan pembelian secara arisan yah kami mau saja kan sebagi ibu-ibu yang emang demen main arisan juga.

Untungya dengan arisan logam mulia ini adalah jangka waktunya pendek mulai dari 6 bulan hingga setahun dan besaran arisan logam mulia yang kita inginkan kita bisa pilih mulai dari 1 gram hingga 10 gram sesuai dengan budget yang kita punya.

Untuk mengikuti arisan logam mulia ini pastikan kita mengenal penyelengaranya dengan baik, jangan sampai tertipu ataupun mendapatkan logam mulia yang tidak asli.


Cicilan Logam Mulia di Bank Syariah

Mulai terpikir untuk melakukan cicilan logam mulia sekitar tahun 2017 karena nggak sengaja di dekat rumah ada sebuah bank syariah yang memasang iklannya menawarkan cicilan untuk logam mulia.

Sepertinya mudah sekali yah saya tertarik untuk mencoba kalau sudah berhubungan dengan logam mulia, saya pun akhirnya mendatangi bank syariah tersebut, mencari informasi lengkapnya hingga akhirnya saya putuskan untuk melakukan cicilan logam mulia.

Untuk waktu cicilan logam mulia ini saya memilih waktu selama 18 bulan dengan mengambil cicilan logam mulia sebesar 25 gram dan perbulannya saya membayar sebesar hampir 500 ribu rupiah. Seingat saya logam mulia yang saya beli waktu itu seharga 13 juta sekian.

Untungnya dari membeli logam mulia secara cicilan adalah karena kita dapat membeli logam mulia dengan karat gram yang lebih karena sebenarnya bank memberi talangan sementara pembelian kepada kita yang mencicil pembayaran logam mulia tersebut.

Selain itu keaslian dan keamanannya juga terjamin selama kita melakukan cicilan, logam mulia akan di simpan oleh pihak bank dan tidak ada dikenakan biaya tambahan untuk safety box.

Prosesnya juga mudah kita hanya harus membuka rekening tabungan di bank syariah yang bersangkutan karena kita akan membayar cicilan dengan cara otomatis debit dari tabungan tersebut.

Sayangnya logam mulia yang saya beli secara cicilan dari bank syariah ini tidak bekerja sama dengan antam jadi bank syariah ini membeli dari toko yang menjual logam mulia jadi sebenarnya harganya bukan harga logam mulia dari antam kemudian ada tambahan biaya admin juga.


Pembelian Satuan Setiap Bulan 

Ini yang sekarang saya lakukan untuk investasi logam mulia karena pandemi. Penghasilan berkurang dan harga logam mulia melesat tajam sudah 2 kali lipat dari harga sebelum pandemi. Iya sekarang harga logam mulia sudah lebih dari satu juga rupiah per gram. 

Pembelian secara eceran atau satuan ini bisa dilakukan di banyak tempat yang memang khusus menjual logam mulia dan sudah terjamin keaslian dari logam mulia tersebut. Selain offline karena adanya pandemi ini penjualan secara online pun bisa juga dilakukan.

Untuk pembelian secara offline kita bisa datang ke Antam secara langsung, salah satunya adalah di Menara Rapindo kebon sirih bernama Butik Emas LM, selain melakukan penjualan offline bisa juga online di website logammulia.com.

sementara untuk pembelian online banyak sekali pilihannya yaitu Indogold, Orori.com hingga di market place seperti tokopedia ataupun buka lapak. Bahkan di market place tersebut juga menawarkan untuk menabung logam mulia setiap kali kita akan melakukan check out belanjaan yang kemudian bila jumlah tabungan sudah mencukupi dapat di tarik dalam bentuk logam mulia.

Keuntungan dari pembelian secara satuan ini kita hanya dapat membeli bila memang ada dananya dalam kondisi keuangan yang tidak stabil sekarang ini kita memang harus menghindari hutang walaupun untuk invetasi.

Kerugiannya adalah kita tidak bisa membeli secara berkala ataupun kita tidak bisa mengunci harganya pada satu waktu saja apalagi sekarang harga logam mulia masih naik turun.



Investasi dengan logam mulia menurut saya cocok untuk orang yang juga tidak ingin ribet karena cukup menyediakan dananya saja lalu kita bisa pilah pilih akan membelinya dimana atau bila dana belum cukup kita bisa melakukan pembelian secara cicilan.

Mungkin ada teman-teman yang bertanya kan harga logam mulia saat ini terbilang sedang tinggi kenapa harus tetap berinvestasi dengan logam mulia ? Logam mulia merupakan investasi jangka panjang yang nilainya baru akan terasa bertambah bila digunakan setidaknya dalam waktu 5 tahun kedepan.

Jadi bila sekarang berfikir untuk membeli logam mulia lalu menjualnya lagi dalam waktu 3 bulan kedepan atau kurang dari setahun, tidak akan terlalu terasa nilai pertambahannya bisa jadi justru ketika akan kita jual malah harganya sedang turun daripada saat kita beli.

Namun ingat juga yah teman-teman investasi itu tidak dilakukan hanya pada satu jenis saja, agar ketika terjadi sesuatu uang kita tidak hilang semuanya, jadi tetap harus berinvestasi dengan yang lain seperti saham, reksadana ataupun dengan deposito.

Kalau kamu mau pilih cara yang mana nih untuk investasi logam mulia ? Atau sudah mencoba cara lain untuk investasi logam mulia, share yah di kolom komentar.

Senin, 12 Oktober 2020

Slowly But Sure



"Ayahhh... lama banget sih !"
"Zaidan, cepetan dong mandinya !"
"Ayo de, diem dulu biar segera selesai ini dandannya"

Hmmmmmfhhhhhh


Mungkin karena beberapa bulan terakhir lebih banyak dirumah sehingga saya pun jadi lebih punya banyak aktivitas baru dirumah, yang sebelumnya dirumah itu hanya malam hari saja sekarang dalam seminggu pun saya kekantor hanya dua atau tiga hari dan itu pun tidak lama sekali waktunya.

Sehingga saya jadi lebih banyak berfikir tentang diri saya, kebiasaan saya ataupun hal lainnya yang berkaitan dengan pribadi saya dan semakin saya pikirkan kok ada dalam diri saya yang menurut saya seharusnya saya tidak begitu, seharusnya saya tidak begini.

Salah satunya yang menggangu sekali adalah ketidaksabaran saya, keterburu-buruan saya dalam hal apapun. Ingin cepat-cepat selesai, ingin tiba sesegera mungkin, ingin tidak berlama-lama disuatu tempat karena selalu berfikir dont waste your time, be productive.

Yang mungkin pada awalnya hanya saya terapkan pada diri sendiri namun sejak menikah dan punya suami saya jadi menuntut ia mempunyai pemikiran yang sama seperti saya, kemudian punya anak pertama dan akhirnya punya dua anak saya pun jadi memaksa mereka untuk mengikuti ritme kerja pada diri saya.

Sepertinya diri saya tidak mentolerir bila mereka punya ritme kerja pada diri sendiri yang berlawanan dengan saya yang tidak seirama dengan saya, tapi saya memaksa terus sehingga akhirnya membuat diri saya kecewa pada mereka dan jadi membuat diri sendiri merasa seperti memiliki kegagalan.

Padahal setelah saya pikir-pikir lagi, kan lagi nggak ujian jadi kalau mereka nggak bisa menyesuaikan dengan kecepatan saya, yah harusnya nggak apa-apa juga kan. Apalagi kalau halnya itu sepele banget, seperti yang sering kejadian itu setelah mandi terus harus pakaikan baju dan lainnya untuk Zeanissa. 

Nggak apa-apa kalau harus makan waktu sampai 30 menit toh juga setelah aktivitas tersebut kita cuma mau jalan-jalan di depan rumah saja atau kadang juga malah nggak kemana-mana tetap di dalam rumah saja, terus kenapa saya jadi buru-buru dan saya menemukan jawaban biasanya karena merasa capek saja harus berlama-lama.

Makanya saya tuh sekarang lagi berusaha banget untuk mengerem kecepatan, keterburu-buruan diri saya sendiri dalam melakukan segala hal, sedang mensugesti diri sendiri nggak apa-apa kalau nggak cepat karena toh semuanya tetap dalam kendali dan cepat selesai tidak selalu berarti menyelesaikan semuanya dengan baik.

Iya saya pun menyadari karena keburu-buru malah jadi bikin pekerjaan atau aktivitas jadi malah lebih lama selesai dan karena makin lama sayanya pun jadi makin emosi, jadi senewen ujung-ujungnya anak-anak malah jadi saya marahi padahal lagi-lagi halnya sepele banget.

Dari hal itu jadi timbul keinginan untuk mengkoreksi kebiasaan ini, karena saya merasa kok kelamaan seperti ini sepertinya tidak akan baik untuk diri saya sendiri dan juga hubungan saya dengan suami ataupun anak-anak, karena hasil akhirnya malah jadi sering bikin nggak happy dan lama-lama jadi takut juga jadi orang yang sumbu pendek.

Dari keinginan untuk merubah diri ini saya pun mencoba beberapa hal agar mengurangi ketidaksabaran diri, bisa tidak terus-terus merasa di buru-buru waktu dan berikut adalah tiga hal yang tengah saya biasakan beberapa waktu ini :

1. Tidak menunda pekerjaan

Ini yang paling sering terjadi, bila sedang dirumah walaupun ada mbak yang membantu beberes rumah tapi tetap ada pekerjaan yang memang saya kerjakan sendiri dan saya malas banget untuk melakukannya.

Jadi akhirnya saya tunda-tunda dan yang paling sering dengan main handphone akhirnya lama-lama pekerjaan yang harusnya sudah beres di waktu pagi bisa baru saya mulai mau kerjain di waktu malam padahal kalau malam waktunya nggak ada tapi saya seperti memaksakan harus menyelesaikan.

Sekarang tiap kali ada pekerjaan, aktivitas atau apapun hal kecil atau sederhana seperti misalnya setelah Zeanissa makan saya langsung mencuci perlengkapan makannya karena kalau di tunda-tunda bisa sampai besok lagi waktu makannya baru saya mau cuci.

2. Mempersiapkan keperluan esok hari di malam sebelumnya

Ini penting banget buat saya yang sering mengalami morning rush, apalagi kalau besok paginya saya ada jadwal wfo, penting banget harus mempersiapkan semuanya di malam hari sebelum tidur. Seperti mempersiapkan laptop beserta dengan charger dan mousenya ke dalam tas laptop.

Bila tidak dipersiapkan dan besok pagi ternyata bangun kesiangan sering kali saya mengalami kebingungan ditambah dengan penyakit lupa yang kerap saya alami karena terburu-buru akhirnya ketika dikantor mana bisa kerja maksimal karena charger ketinggalan yang mengakibatkan laptop mati.

Sekarang tiap awal minggu saya mulai cek jadwal wfo dan wfh, bila ada jadwal wfo berarti malamnya saya sudah mempersiapkan semuanya untuk besok pagi, lalu juga melakukan setting ke otak bangun tidur jam berapa, selanjutnya melakukan apa.. tap.. tap... jadi besok paginya bisa lebih lancar dan mudah dijalani.

3. Belajar mengelola waktu lebih baik

Point terakhir ini yang menjadi kuncinya agar tidak lagi terburu-buru yaitu dengan mengelola waktu yang kita punya selama 24 jam sehari dengan lebih baik lagi. Untuk saya yang berstatus ibu bekerja dan harus membagi waktu antara urusan domestik rumah dengan kantor harus juga bisa menselaraskan keduanya dengan bijak.

Untuk mengelola waktu yang lebih baik ini saya membuat jurnal kembali, kenapa dirumah lebih sering terburu-buru karena saya selama ini menganggap nggak perlu untuk buat jurnal kegiatan dirumah padahal buat saya yang biasa dikantor mengikuti schedule harusnya saya juga membuat ini dirumah.

Saya tidak membuat time by time yah, tapi saya bagi menjadi 4 bagian waktu yaitu : pagi, siang, sore dan malam hari lalu saya bagi lagi dengan waktu akhir pekan dan hari kerja, dari hari kerja juga saya bagi lagi saat saya wfh dan wfo. 


Tidak mudah buat saya memulai lagi kebiasaan ini tapi harus saya lakukan dan saya juga masih baru sekali memulai mempraktekkan 3 hal tersebut diatas dengan harapan semoga dengan merutinkannya juga mulai bisa mengurangi ketergesaan saya dan menjadi orang yang lebih sabar yang kemudian bisa berdampak ke orang di sekitar saya juga.

Pada akhirnya semua hal tersebut saya lakukan juga untuk menenangkan diri saya, agar tidak membuat stress dan menjaga keteraturan dalam hidup dan yang paling penting berhenti merasa di kejar-kejar 

Teman-teman yang tengah merasakan seperti saya, semoga bisa melalui ketidakseimbangan dalam diri ini yah dan sharing juga dong kalau ada tipsnya agar tidak jadi orang yang terburu, tergesa dan nggak sabaran ini.

Minggu, 11 Oktober 2020

Tips Mengelola Keuangan Selama Pandemi


Bulan oktober ini, tepat 7 bulan sudah yah kita menjalani kehidupan di tengah pandemi virus corona. Dinegara kita sendiri masih belum ada tanda-tanda akan berakhirnya walaupun negara lain sudah mulai turun korbannya.

Bahkan di provinsi Wuhan asal dari virus corona, kehidupan sudah berjalan normal kembali dengan aktivitas biasa seperti sebelum adanya virus flu yang mematikan ini.

Yang paling sulit terasa buat saya karena pandemi ini adalah berkurangnya penghasilan dari kantor, besaran jumlahnya adalah 10% sudah dimulai sejak bulan april lalu dan masih belum tahu sampai kapan hal tersebut dilakukan oleh kantor.

Berkurangnya penghasilan berdampak pada pengaturan financial bulanan juga, nah berikut saya mau berbagi tips mengelola keuangan selama pandemi ini agar tidak mudah tergoda untuk berbelanja yang telah saya praktekkan.

1. Kurangi Penggunaan Kartu Kredit

Coba di cek dompetnya ada berapa banyak kartu kredit yang kalian punya ? kalau saya sudah sejak lama mencukupkan diri hanya menggunakan sebuah kartu kredit saja.

Sebelum pandemi saya menggunakan kartu kredit untuk belanja bulanan di supermarket setiap bulan selain itu saya menggunakannya juga untuk pengeluaran tak terduga, sejak pandemi saya membatasi penggunaannya untuk belanja bulanan karena tidak mau ada hutang.

Jadi penggunaan kartu kredit hanya untuk membayar tagihan penggunaan handphone saja karena memang sudah berlangganan dan saya pun berhenti menggunakan kartu kredit untuk pembayaran ketika berbelanja tanpa rencana yang dulu sangat saya andalkan bila tidak mau ada uang keluar dari debit tabungan.

Jadi untuk yang masih punya banyak kartu kredit di dalam dompet kartu, pilih satu saja kartu kredit yang digunakan atau kurangi penggunaannya mulai sekarang.

2. Tidak Pakai Pay Later

Hingga saat ini saya belum pernah mengaktifkan satupun pay later yang ada di market place alasan utamanya karena saya merasa tidak butuh, hal lainnya juga untuk menjaga diri saya ketika berbelanja hanya ada uang saja, bila tidak ada uang berarti tidak membeli hingga ada uangnya.

Penggunaan pay later hampir sama dengan kartu kredit, hanya saja pay later lebih berbahaya kalau menurut saya karena mudah sekali pengajuannya, bahkan tanpa kita ajukan kita akan ditawarkan setiap kali berbelanja di market place.

Jadi berhati-hati sekali dengan penawaran pay later ini agar kita tidak terjerat hutang selama masa pandemi karena dari hasil membaca tentang literasi keuangan menambah hutang selama penghasilan berkurang sangat tidak disarankan oleh financial planner.

3. Batasi Top Up E-Wallet

Membatasi isi ulang pada e-wallet seperti gopay, ovo, dana, shopee pay, link ataupun yang lainnya juga menjaga kita untuk mengurangi pembelanjaan terutama ketika ada promo yang sebenarnya tidak kita butuhkan atau kita tidak ingin sekali tapi karena ada promo membuat kita akhinrya tergiur ditambah dengan saldo di e-wallet ada isinya.

Untuk saya yang biasanya sering jajan di gofood atau grabfood dengan membatasi top up e-wallet ini pun jadi bisa lebih banyak saving dan tidak mudah teracuni untuk jajan seperti dahulu karena e-wallet lebih sering kosong.

4. Uninstal Aplikasi Market Place

Seringnya belanja online dimana ? harus kita analisa kalau saya lebih sering belanja di shopee dan tokopedia jadi market place lainnya seperti lazada, blibli, zilingo atau yang lainnya saya hapus dari handphone saya.

Hal tersebut dapat menahan saya bila ada teman yang share mengenai diskon di lazada misalkan karena saya tidak ada aplikasinya di hp dan kalau belanja lewat browser harus sign in dulu membuat saya malas jadi akhirnya menahan keinginan saya untuk berbelanja barang diskon tersebut.

5. Belanja Saat Promo

Untuk barang-barang yang sifatnya bukan kebutuhan utama yang memang tiap bulan harus di beli saya memanfaatkan sekali promo yang ditawarkan di market place, seperti bulan lalu saya membeli ac karena ac dikamar sudah tidak dingin. 

Setelah mendafatkan referensi toko yang bagus dengan harga yang cocok dengan budget, saya pun menunggu waktu berbelanja di flash sale 9.9 sehingga saya bisa dapat cashback yang dapat dibelanjakan lagi untuk membeli produk lain, best deal sekali menurut saya kalau kita belanja di saat promo.


Sulit sih memang kadang membendung diri sendiri untuk tidak berbelanja berlebihan di saat seperti ini apalagi bila kebiasaan kita sudah terbentuk dengan sering belanja online dengan barang-barang yang nggak penting atau yang tidak kita butuhkan.

Seperti saya yang kadang hanya belanja karena harga produknya murah saja, padahal tidak tahu barangnya akan terpakai atau tidak dengan pemikiran "beli saja dulu, nanti juga akan kepakai" disaat sedang krisis keuangan begini harus merubah pemikiran "hanya beli yang penting dan dibutuhkan saja"

Belum lagi banyak toko-toko baik itu yang online maupun offline menawarkan diskon setengah harga untuk produk-produknya makin harus bisa mengerem keinginan untuk berbelanja karena kalau tidak kita bisa kehilangan tabungan.

Selama pandemi ini saya justru meningkatkan nilai investasi yang saya punya, salah satunya dengan logam mulia, di postingan berikutnya akan saya bahas yah kenapa saya memilih investasi logam mulia ini.

Semoga tips-tips tersebut diatas bermanfaat dan dapat dipraktekkan selama pandemi ini dan untuk teman-teman yang masih sulit sekali meredam keinginan untuk belanja hingga kesulitan mengelola keuangan selama pandemi share dong paling tidak bisa menahan diri untuk berbelanja apa ?




Jumat, 09 Oktober 2020

Bicara Tentang Politik Yang Baru Saya Tahu





Tak ada kawan yang ada hanya lawan

Begitulah katanya di dunia politik. Pernyataan tersebut buat saya yang senang berkawan dan nggak suka cari lawan agak menyeramkan. Mungkin hal itu jugalah yang menjadikan saya enggan untuk akrab dengan dunia politik.

Memang apa sih politik itu ?
Politik berasal dari bahasa Yunani yaitu polis yang artinya kota atau negara, kemudian muncul kata polities yang artinya warga negara lalu ada kata politikos yang artinya kewarganegaraan. Jadi politik adalah seni tentang kewarganegaraan yang dijabarkan dalam praktik lapangan sehingga dapat dijelaskan bagaimana hubungan antar manusia (penduduk) yang tinggal di suatu wilayah.

Rumit yah..



ANTI POLITIK ATAU...

Padahal tanpa sadar, setiap kali ada pemilu kita semua ikut berpolitik dan karena kita tidak menyadari jadinya ilmu politik kita sebatas melakukan pemilihan untuk memilih wakil rakyat atau pemimpin saja atau yang paling sederhana dilingkungan rumah deh, milih pak rt atau rw saja.

Itu berarti peran kita hanya sebagai partisipan saja, padahal sebenarnya kita bisa sekali atau berhak lebih tepatnya menjadi insan politik yang mengikuti suatu partai politik atau ikut memberikan kritik pada para pemangku jabatan hingga kita juga berhak untuk menjadi pimpinan politik itu sendiri.

Namun namanya enggan yah terjun ke dunia politik, belajarnya pun malas apalagi harus ambil bagian ke dalam partai politik tersebut, sering kali justru kita menghindari. Mikirnya jadi seperti saya nih, ada orang lain yang lebih berminat pada hingar bingar politik, kenapa juga saya harus ngeh sama politik itu.

Beberapa tahun lalu saya pernah membaca mengapa seorang Fira Basuki yang adalah seorang penulis novel yang saya kagumi karya-karyanya mengungkapkan alasan yang sama dengan yang saya rasakan tentang terjun ke dunia politik, berikut kutipannya :

"saya merasa enggan dan ragu untuk masuk ke partai politik alasannya sederhana saja karena hingga kini di dunia politik masih banyak stigma negatif bilamana perempuan masuk ke ranah politik. Saya pun merasa khawatir bila akan dimanfaatkan untuk kepentingan dengan tujuan yang tidak baik juga"

Sebagian besar masyarakat di Indonesia dengan pola pikirnya tentang perempuan dan politik itu jauh sekali tertinggal dengan negara lain, karena pola pikirnya cenderung ke arah patriarki, dimana perempuan dicitrakan atau diposisikan sebagai pihak yang berada dibawah kekuasaan laki-laki.

Padahal kita tahu sendiri ada banyak sekali bidang yang harusnya diambilkan kebijakan berdasarkan suara dari perempuan agar nantinya kebijakan itu lebih ramah pada kepentingan perempuan namun karena tidak ada atau kurangnya keterwakilan perempuan di parlemen sehingga kemudian tidak mungkin mencegah laki-laki yang akan mengambil kebijakan tersebut untuk perempuan.


TERNYATA POLITIK ITU...

Dari sini mulai agak goyah sih pemikiran saya tentang dunia politik. Mulai menyadari pentingnya dimana kita seharusnya lebih dari sebatas atau sekedar tahu terutama untuk isu-isu mengenai pemberdayaan perempuan, kebijakan atau demi kepentingan-kepentingan perempuan karena selama ini saya memang nggak mau tahu sama sekali. 

Ada sebuah masa dimana ramai-ramai jadi politisi tidak hanya berlaku pada laki-laki namun juga pada perempuan. Jadi jangan heran kalau sekarang kita sudah dapat melihat banyak sekali keberadaan perempuan di parlemen pusat maupun daerah untuk mewakili suara dari kaum perempuan itu sendiri.

Hal tersebut karena sekarang ada peraturan mengenai keikutsertaan sebuah partai politik dalam pesta demokrasi. Setiap partai wajib memenuhi kuota untuk memasukkan calon perempuan sebanyak 30%, bila tidak terpenuhi kuota tersebut maka partai itu akan di diskualifikasi keikutsertaannya dalam sebuah pemilihan.

Jadi yah saya seneng sih bila banyak perempuan yang dulunya anti dunia politik namun sekarang banyak sekali yang justru menunjukkan minat dan keberaniannya berada di dunia politik apalagi partai-partai pun rajin mencari bibit-bibit muda untuk kebutuhan kaderisasi pada sebuah partai juga.

Keterwakilan perempuan di parlemen ternyata bukan seperti yang saya pikirkan karena banyak perempuan yang hanya ingin ikut-ikutan saja namun karena pemerintah juga ingin perempuan lebih banyak berperan serta atau mempunyai andil untuk negara yang lebih maju.

Jadi kalau kamu gimana nih ada ketertarikan untuk terjun ke politik ? atau seperti saya masih  abu-abu ingin lebih dari partisipan tapi kok mentalnya serasa belum siap.