Rabu, 08 September 2021

Staycation Di Hotel JS. Luwansa Jakarta

Akhir bulan agustus lalu anak kedua saya berulang tahun, ulang tahunya bersamaan juga dengan salah satu keponakan walaupun berbeda tanggalnya. Beberapa waktu lalu saya menjanjikan kepada keponakan saya bila ia akan merayakan ulang tahun bersama dengan anak saya di hotel.

Sejak memasuki bulan agustus saya pun mencari hotel yang sesuai budget dan mendapatkan beberapa rekomendasi. Tanpa sengaja saya mendapat pengingat dari google, bila 5 tahun lalu saya pernah datang ke JS Luwansa Hotel dan setelah membandingkan pada travel agent dan mendapatkan harga yang sesuai, saya putuskan untuk staycation kali ini disana.



Kami menginap di hari sabtu (28/8) dan baru tiba di JS Luwansa Hotel sekitar jam 3 sore. Mengingat saat itu Jakarta masih dalam kondisi PPKM dan ada 3 ruas jalan yang diberlakukan sistem ganjil genap   untuk penggunaan kendaraan roda empat, sehingga kami tidak dapat masuk dari pintu utamanya yang berada tepat di Jl HR Rasuna Said. 

Sehingga kami pun sebelumnya mencari alternative jalan untuk menuju JS Luwansa Hotel yang telah di informasikan sebelumnya oleh pihak hotel, bilamana untuk menuju lokasi kami harus melalui jalan kasablanka lalu setelah keluar dari terowongan berbelok di jalan jembatan merah sehingga kami akan masuk ke hotel dari jalan epicentrum selatan atau melalui pintu samping.

Ketika kami datang tengah ada penyelenggaraan wedding di ballroom yang berada dilantai 2, namun acara tersebut tak tampak ramai, hal tersebut terlihat ketika kami akan naik ke lantai kamar kami dan pintu lift terbuka dilantai 2 selain itu juga terlihat pemberian makanan untuk tamu udangan dalam bentuk nasi box.




Review Kamar Tipe Premier & Deluxe (Connecting Room)

Awalnya saya memesan untuk 2 kamar dengan tipe deluxe namun karena untuk penggunaan kolam renang tidak diperbolehkan untuk anak-anak dibawah usia 12 tahun dan belum divaksin akhirnya saya putuskan untuk melakukan upgrade salah satu kamar ke tipe premier yang menyediakan fasilitas bathtub.

Ternyata ketika proses check-in oleh pihak JS Luwansa Hotel saya diberikan connecting room dilantai 9 dengan nomor kamar 905 dan 903 sehingga keponakan-keponakan kecil saya yang lain lebih praktis untuk bisa bermain sambil berendam ataupun mandi di bathtub bersama-sama sebagai pengganti berenang di kolam renang.

premier room di Hotel JS Luwansa 
premier room di Hotel JS Luwansa 
premier room di Hotel JS Luwansa 
deluxe room di Hotel JS Luwansa 



Secara ukuran kedua tipe kamar ini tak terlalu beda luasnya, namun ada beberapa hal yang membedakan diantaranya adalah :
1. Ukuran tempat tidur dikamar premier yaitu king size bed sementara di kamar deluxe adalah double twin bed.
2. Kemudian dikamar deluxe untuk meja kerja menyatu dengan complimentary table sementara di dikamar premier terdapat meja kerja khusus dengan kursi kerja yang nyaman.
3. Yang berbeda juga adalah untuk area kamar mandi, di kamar tipe deluxe hanya terdapat hand shower sementara di premier selain tersedia bathtub juga ada rain shower dan hand shower.
4. Untuk kamar tipe premier terdapat bench sofa berukuran besar dan empuk di depan tempat tidur. 

Untuk fasilitas lainnya yang diberikan sama, baik itu untuk kamar tipe premier maupun kamar tipe deluxe seperti produk toiletries maupun complimentary produk. Tersedia juga bathrob berwarna putih dan safety box di dalam lemari yang berdesain serupa dengan kaca besar dan sliding door dan televisi berukuran 32 inch dengan saluran nasional dan internasional.

premier room di Hotel JS Luwansa 
premier room di Hotel JS Luwansa 
premier room di Hotel JS Luwansa 
premier room di Hotel JS Luwansa 
premier room di Hotel JS Luwansa 
premier room di Hotel JS Luwansa 
premier room di Hotel JS Luwansa 
premier room di Hotel JS Luwansa 

Tata letak ruangan kedua jenis kamar ini juga mirip-mirip yah dan cocok sekali sebagai kamar untuk keluarga karena karpetnya hampir menutupi seluruh ruangan kecuali di bagian foyer saja, sehingga lebih aman dan nyaman untuk anak-anak yang biasanya tidak bisa diam di dalam kamar. Cuma sayang kalau menurut saya kamarnya kurang dekorasi bahkan di atas tempat tidur pun polos saja tak ada lukisan ataupun headboard yang bisa menjadi ciri khas. 




Sesuai dengan tujuan utama menginap JS Luwansa Hotel untuk merayakan ulang tahun sehingga saya meminta complimentary berupa birthday cake sebanyak dua buah, satu untuk anak saya dan satu untuk keponakan saya. Ternyata hal tersebut diwujudkan oleh pihak JS Luwansa Hotel, mereka memberikan kue-kue tersebut sebagai kejutan kecil di sore hari.

Birthday cake yang diantarkan oleh dua orang petugas dari JS Luwansa Hotel disambut dengan bahagia oleh keponakan saya yang berulang tahun (kecuali oleh anak saya yang belum terlalu mengerti tentang kue ulang tahun) dan setelah prosesi perayaan ulang tahun tak perlu berlama-lama kue-kue yang enak tersebut pun sudah dihabiskan oleh mereka.


Review Sarapan 

Untuk sarapan diantar ke kamar sesuai dengan waktu yang kita inginkan mulai dari jam 7 pagi hingga jam 10, lagi-lagi karena ppkm sehingga restoran untuk sarapan buffet sementara tidak dibuka. Saat diresepionis ketika akan check in hal tersebut sudah di informasikan dan saya diberikan kertas menu untuk pemilihan sarapan.

Sarapan yang diantarkan ke kamar di pesan dengan 3 jenis yaitu makanan utama yang diberikan pilihan berupa indonesia food dan american style, kemudian terdapat pilihan makanan penutup dan juga minuman dengan pilihan : teh, kopi dan jus.

Breakfast di Hotel JS Luwansa 
Breakfast di Hotel JS Luwansa 
Breakfast di Hotel JS Luwansa 


Dengan dua kamar yang saya booking, sarapan yang kami dapat adalah 4 pax untuk 4 orang dewasa. Untuk rasa sarapan cukup enak dan porsinya pun cukup banyak sehingga anak-anak pun dapat ikut serta menikmati sarapan yang nikmat ini.

Sayangnya pesanan sarapan saya ada yang datang terlambat dan saya harus menunggu lebih dari 1 jam dan menelpon sebanyak dua kali ke bagian penyedia sarapan. Hal tersebut membuat saya cukup kecewa karena seperti merasa diabaikan yah, terlebih saya harus melakukan follow up sebanyak dua kali baru sarapan tersebut diantarkan.


Review Kolam renang

Mendapatkan informasi dari paksu bila ditempat parkiran tidak terlalu ramai mobil yang parkir, sehingga saya pikir walaupun ini weekend namun tamu yang datang menginap tidak terlalu banyak sehingga saya beranikan membawa anak dan keponakan saya untuk mendatangi kolam renang JS Luwansa Hotel yang berada di lantai 5.

pool area di Hotel JS Luwansa 
pool area di Hotel JS Luwansa 
pool area di Hotel JS Luwansa 



Kedatangan kami pun dengan telah memakaikan anak-anak pakaian renang, saya pikir bila memang tidak diperbolehkan untuk anak-anak berenang di kolam renang yah tinggal balik lagi dan bermain di bathtub kamar saja.

Namun ternyata petugas berbaik hati memperbolehkan anak-anak untuk bermain dipinggir kolam saja dengan pengawasan orang tua tentunya karena kolam renang memang sepi hanya ada dua orang lain saja yang tengah berenang bersama kami. 

Ukuran kolam renang cukup besar dan berdesain semi outdoor, kedalaman kolam sekitar 1,8 meter dan tidak ada kolam renang khusus untuk anak-anak namun yang mengesankan adalah pemandangan di sekelilingnya yang berupa city view sekitar daerah kuningan.

Dipinggir kolam tersedia beberapa sofa dan kursi-kursi dengan meja, kemudian terdapat bar kecil juga di ujung salah satu kolam dimana tersediakan juga handuk bersih yang bisa kita gunakan setelah selesai berenang.

Masih dari area kolam renang terdapat deck yang memberika city view lebih bagus lagi daripada di area kolam renang, jadi bila kita tidak ingin renang dan hanya ingin menambah album foto pada handphone atau kamera kita, saya sangat menyarankan untuk berfoto di area deck ini.


 Kesimpulan

Sesuai dengan pengalaman saya menginap satu hari satu malam di JS Luwansa Hotel, menurut saya sebagai hotel untuk menginap bersama keluarga kalau dari segi kamar dan fasilitas sangat cocok sekali namun sayang tidak didukung dengan fasilitas kolam renang yang khusus anak.

Sebagai hotel bintang 4 dan berada di kawasan segitiga emas Jakarta yang saya baru tahu hal ini dari membaca di instagramnya @jsluwansahotel sehingga memungkinkan dan sangat memudahkan sekali untuk kita bila ingin kemana-mana dan ada urusan bisnis ataupun lainnya di sekitar jakarta pusat dan selatan.

Selama pandemi JS Luwansa Hotel menerapkan protokol kesehatan yang ketat, mulai dari pintu masuk hotel hingga di dalam hotel. Pihak hotel juga mengikuti segala peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah terkait dengan pandemi.

Terkait dengan kekecewaan saya untuk pengantaran sarapan yang sangat terlambat, semoga lain kali atau lain waktu bila saya datang lagi hal tersebut tidak terjadi lagi dan semoga hanya saya dan keluarga yang menemui kekurangan dari pelayanan tersebut.

Pengalaman lain yang kurang menyenangkan adalah ketika saya menghubungi via wa chat salah satu sales yang nomornya tertera di instagram @jsluwansahotel yang terdapat 8 sales, pesan saya hanya dibaca saja tanpa adanya balasan, padahal saya menanyakan terkait dengan booking room dan ingin menanyakan mengenai biaya upgrade kamar.

Sebagian besar baik itu pelayanan, fasilitas maupun para petugas JS Luwansa Hotel sangat ramah dan memberi kesan yang baik untuk saya dan keluarga, bahkan salah satu hal yang saya suka juga adalah biaya deposit yang hanya sebesar 100 ribu rupiah sebagai uang jaminan bila tamu menghilangkan kunci kamar.

Bila teman-teman melihat di dalam kamar kami terdapat tenda anak, itu bukan fasilitas yang kami dapat dari pihak hotel melainkan adalah kado dari anak adik saya dan karena melihat luasnya kamar sehingga sangat memungkinkan untuk membangun tenda anak tersebut jadi ini merupakan inisiatif kami sendiri.

Bila teman-teman ingin menginap di JS Luwansa Hotel ini dan mendapat harga yang lebih rendah daripada online travel agent, bisa dm saya di instagram @mayarumi nanti akan saya infokan pembelian tiketnya dimana yah.

Untuk teman-teman yang sudah punya pengalaman menginap di JS Luwansa Hotel boleh yah di sharing pengalamannya di kolam komentar.

Sabtu, 04 September 2021

ZEANISSA : 2 TAHUN



Dear Zeanissa, 

Hari ini adalah ulang tahun mu yang kedua. Bunda dan ayah bersyukur sekali selama dua tahun ini kamu diberikan kesehatan yang baik, pertumbuhan dan perkembangan yang juga baik.


Usia dua tahun ini kamu sudah banyak sekali bicaranya, sudah bisa diajak komunikasi walaupun kadang ayah, bunda, kaka zaidan suka bingung karena masih menerka-nerka maksud kamu dan itu nggak apa-apa karena itulah proses pertumbuhan kecuali kamu lagi rewel, duh ngeselin banget deh.

Iya kamu kalau lagi rewel, menangis tidak jelas, marah-marah nggak tahu apa maunya. Biasanya sih kalau sudah seperti itu karena kamu kecapean ingin bobo tapi khawatir sama main atau sama yang lain.

Sampai di usia 2 tahun ini kamu masih loh tidur siang itu di stroller, biasanya di dorong sama bunda atau sama nenek sampai lelap. Setelahnya akan kamu akan bobo bisa sampai 3 jam loh.

Kebiasaan lain yang belum berubah, kamu masih menyusui juga karena bunda belum menyapih, bunda sih inginnya Zeanissa berhenti sendiri menyusuinya nggak pakai paksaan. Selama ini bunda hanya memberi tahu kamu kalau sudah besar minumnya susu bukan menyusui lagi sama bunda.

Jadi mulai sekarang memang masih menyusui namun sudah tidak sesering dulu paling pagi hari sama malam, yah kadang siang juga sih kalau lagi mau bobo. Bunda belum berhasil nih menemukan susu yang kamu suka, karena setiap kali di kasih susu kamu akan bilang "nggak suka".


Hal yang menjadi kesukaan kamu saat ini adalah makan, makanan apa saja kamu selalu ingin coba termasuk sambal juga. Kamu berbeda sekali dengan kaka yang nggak bisa sama sekali makan sambal, beberapa kali secara tidak sengaja kamu makan sambal yah kamu cuma bilang "pedes bun" kalau kaka sudah teriak-teriak minta minum sambil marah-marah.

Makanan yang kamu suka itu beragam, kamu juga suka banget loh makan buah seperti semangka dan buah naga, kamu juga ikutan suka ketimun dan wortel sama seperti kaka. Biasanya kalian berdua makan memakan buah dan kedua sayuran tersebut menjelang waktu tidur di malam hari.

Kalau minuman kamu paling suka minum teh dan ice cream, bunda beberapa kali tanya kamu lebih suka teh apa ice cream, jawaban kamu adalah nggak. Kalau yang bunda tangkap sih kamu maksudnya nggak mau memilih, karena suka keduanya.

Nggak cuma ice cream kamu juga suka sekali makan es batu, duh yang ini membuat bunda pusing karena pernah kejadian kamu sakit batuk dan pilek sampai dua bulan baru benar-benar sembuh.

Untungnya setiap malam kamu juga nggak mengajak bunda bergadang, selalu tidur paling lambat jam 10 malam namun yang membuat bunda suka kesal karena kamu malas diajak untuk sikat gigi. Walhasil gigi kamu dibagian depan tidak bersih seperti kaka, bunda masih berusaha sekali membiasakan kamu sikat gigi sebelum bobo karena kamu kan doyan sekali makan.

Salah satunya bunda sampai beli sikat gigi khusus untuk anak yang nggak bikin sakit dan juga pasta gigi yang rasanya enak agar kamu lebih rajin sikat gigi dan nggak mengalami sakit gigi seperti kaka karena rajin menyikat gigi sebelum bobo di malam hari.

Dikarenakan sampai saat ini masih pandemi sehingga liburan kamu nggak seperti kaka zaidan dulu, yang kamu tahu kalau liburan itu menginap di hotel dan berenang. Kamu belum tahu itu mall ataupun playpark yang banyak sekali mainannya.

Seperti halnya kaka, kamu juga suka sekali berenang kalau lihat air di dalam bak sudah ingin berenang saja, oiya ada kejadian lucu nih karena sudah agak lama kita tidak menginap di hotel dan berenang kamu pun beberapa waktu lalu mengambek ingin berenang.


Kamu minta nenek pakaikan baju renang yang kamu ambil sendiri di lemari pakaian karena tentu saja bunda nggak mau pakaikan, namun setelah itu bukannya berenang kamu malah tidur di stroller. Jadi selama 3 jam kamu tidur yah kamu pakai baju renang deh.


Tidak bisa berenang sering-sering kamu akhirnya memilih berendam berlama-lama di bak yang ada di kamar mandi, sering kali karena bunda malas menemani atau tidak sempat maka bunda akan tinggal kamu sendirian bermain, biasanya akan terjadi kekacauan seperti busa sabun yang berlimpah atau semua perlengkapan mandi yang kamu pakai main.

Kalau di usia setahun lalu kamu sudah berhenti pakai pampers ternyata diusia dua tahun ini kamu pakai pampers lagi karena salah satunya kamu malas kasih tahu bunda kalau mau pup, karena asiek nonton di tab. Sesuatu yang bunda sesali karena terpaksa memberikan kamu tab di usia kamu menjelang 2 tahun.


Sehingga sekarang keterusan deh... dan tab yang harusnya punya kaka menjadi kamu hak milik. Namun gadget nggak selalu memberi efek buruk salah satunya karena kamu jadi belajar juga seperti mengenal aneka binatang, tumbuhan ataupun benda-benda sekaligus juga menambah kosakata karena kamu meniru yang orang lain ucapkan.


Cerita penutup adalah tentang rambut, hihihi... iya rambut kamu yang masih sedikit ini tumbuhnya malah kalah sama caca, tapi jangan sedih kaka juga dulu seperti itu. Namun gara-gara rambutnya belum banyak terus kamu nggak pakai anting sering kali orang-orang mengira kamu itu anak laki-laki.

Masih banyak sih cerita lainnya selama kamu menjelang usia dua tahun ini, tapi yang paling berkesan sama bunda adalah cerita-cerita tersebut yang semoga suatu saat kamu baca kamu pun tahu seperti apa ketika kamu berusia 2 tahun itu.

Semoga princess kesayangan bunda selalu diberikan kesehatan dan umur panjang yang berkah dan semoga menjadi anak yang cerdas dan solehah. 

Rabu, 01 September 2021

3 Rekomendasi Merk Sneakers Lokal



Bun, yang sudah punya anak tapi masih bekerja seperti saya masih ada nggak sih yang suka pakai sneakers kemana-mana ? pakai sneakers bukan untuk olah raga yah, tapi untuk kerja atau untuk jalan-jalan. Kebetulan kalau saya biasanya pakai sneakers untuk ke kantor saja, karena pergi dan pulang kantor saya mengendarai motor jadi lebih nyaman dan aman dengan pakai sneakers.

Beberapa waktu lalu temen-temen cowok di kantor saya nih lagi pada suka pakai sneakers merk lokal, akhirnya saya pun jadi ikutan membeli karena setelah melihat-lihat beberapa merk, ternyata kualitasnya bagus-bagus, modelnya dan motifnya kekinian apalagi harganya masih sangat terjangkau deh.

Sampai saat ini saya sudah punya 3 sneakers buatan lokal yang membanggakan dengan merk berbeda-beda tentunya, jadi ingin sharing nih untuk temen-temen, terutama bunda-bunda yang mencari sneakers nyaman dengan harga hemat tapi modelnya trendy.



Warrior 

Kalau yang mengalami masa SMP di tahun 90-an dan masuk sekolah negri bisa dipastikan kenal sama merk sepatu Warrior karena dulu sepengalaman saya Warrior merupakan sepatu wajib yang harus dipakai semua murid karena diberikan oleh pihak sekolah.

Sneakers Warrior yang diberikan baik untuk siswa laki-laki maupun perempuan ini namanya Warrior Classic berbahan canvas, bermodel high cut dengan bagian bawah sole karet tebal, cukup nyaman dan empuk saat dikenakan untuk sehari-hari sampai untuk kegiatan olahraga. Seingat saya sepatu ini cukup tangguh loh namun karena dipakai setiap hari bagian atas ujung yang berbahan karet tapi keras kebanyakan retak atau robek karena sering tertekuk gitu kali yah.

Namun seingat saya nggak berlangsung lama sih hanya di tahun pertama saja mengalami memakai sepatu kembar satu angkatan sekolah ini, karena di tahun kedua hingga lulus sudah diperbolehkan tidak memakai sepatu merk Warrior kalau ke sekolah dan anak-anak baru di angkatan bawah saya juga sudah tidak dapat sepatu Warrior dari sekolah.

Untuk saya sendiri lebih senang pakai merk lain karena dulu tuh saya nggak suka model sepatu Warrior yang diberikan model high cut itu, untuk saya kalau dipakai jadi terlihat terlalu cowok, karena kalau sneakers untuk cewe memang lebih cocok dan saya lebih suka yang model low cut.

Mengutip dari laman instagramnya @warriorofficial.id sepatu warrior sudah ada di Indonesia sejak tahun 1978 dan lahir di kota Bandung, baru kemudian di tahun 1982 terdaftar sebagai brand sepatu resmi dari Indonesia dan hingga sekarang masih eksis dan dikenal sebagai salah satu pembuat sepatu vulkanisir.

Sekarang bertemu lagi dengan merk sepatu Warrior dengan owner seorang perempuan juga yaitu mba Anna Chandra cukup mengejutkan saya, karena setelah SMP itu saya tidak pernah lagi membeli sepatu merk tersebut dan ternyata sekarang pun masih terus memproduksi dan sudah banyak sekali mengeluarkan model sepatu yang lebih variatif dan juga menarik, seperti yang saya beli ini.

Warrior Helios LC
Material : canvas
Type : low cut 
Colour : Grey
Sole : Rubber
Size : 39
Harga : 174.300
Beli di : market place warna hijau
@riperboons

Secara bentuk dan penampilan Warrior Helios LC ini mirip sekali dengan sepatu converse, cuma beda merk sajalah. Untuk saya tidak masalah karena saya suka dengan warna grey-nya yang tidak terlalu gelap ataupun terang, sehingga memberi kesan warnanya netral dan dapat di padu padankan dengan pakaian warna apapun.

Pertama kali Warrior Helios LC di lauching pada 9 oktober 2020, bersamaan dengan model high cut juga dengan 3 pilihan warna yaitu, black, cream dan grey, jadi yang saya beli ini bukan new item lagi yah tapi sudah restock kesekian kali.

Uniknya untuk pembelian semua jenis sepatu Warrior hanya bisa dibeli di reseller resmi mereka dan daftarnya bisa cek di instagram @warriorofficial.id atau dapat juga dibeli di berbagai toko yang ada di market place. Rekomendasi saya beli saja di tokopedia, nama tokonya @riperboons pengirimannya cepat, pilihan ukuran sepatu masih lengkap dan harganya lebih murah daripada di reseller yang menjual diatas 200 ribu rupiah.



Aerostreet

Nama merk sepatu ini karena mirip-mirip mengingatkan saya dengan merk pakaian yang dijual di salah satu departement store, namun ternyata ini adalah merk sepatu lokal yang mengusung konsep "now everyone can buy good shoes" karena menjual semua sepatu produksinya dengan harga 100 ribu.

Namun harga yang murah bukan berarti kualitas b aja, justru semua produk-produknya itu diatas rata-rata apalagi Aerostreet ini hampir setiap bulan mengeluarkan model terbaru hasil kolaborasi dengan merk lokal lain ataupun limited edition yang bikin kita ingin beli lagi, lagi dan lagi.

Mengutip dari halaman instagramnya @aerostreet termasuk produsen sepatu yang masih baru, didirikan oleh Mas Adhitya Caesarico ditahun 2015 di kota Klaten, Jawa Tengah. Seiring dengan perkembangan dan kebutuhan yang awalnya hanya menjual untuk segmen sepatu sekolah sekarang sudah menjual untuk banyak sekali segmen mulai dari sepatu formal, olahraga dan casual baik untuk laki-laki maupun perempuan dewasa hingga anak-anak.

Aerostreet Volt
Material : kulit sintetis
Type : low cut 
Colour : Putih, Fushia, pop art
Sole : Rubber
Size : 39
Harga : 174.300
Beli di : market place warna hijau
@sepatu lokal_ori

Yang membuat saya kepincut dengan Aerostreet Volt series ini tentu saja adanya pop art dengan warna-warna neon pada sisi kanan dan kiri sepatu yang membuat sepatu warna putih ini jadi lebih cheerful. Design pop art berbentuk kilatan listrik ini merupakan hasil sablon tapi rapi sekali pengerjaannya.

Tahu nggak untuk batch pertama penjualan Aerostreet Volt yang di lauching dengan pilihan warna hitam juga pada akhir februari 2021 lalu di berbagai market place ini hanya 4 menit langsung sold out sebanyak 5000-an pcs,  laris manis sekali kan ? kalau menurut saya sesuai juga dengan jargonnya "lokal tak gentar" yang terukir di bawah alas sepatu dengan gambar tangan mengepal.

Untuk sepatu Aerostreet Volt ini klaimnya tidak hanya dapat digunakan ketika hujan bahkan direndam seharian dalam air pun dijamin tidak akan jebol karena produksinya menggunakan proses injection dimana bagian upper dan sole menyatu sempurna tanpa menggunakan lem.

Belum saya buktikan sendiri sih, tapi untuk pemakaian saya mengakui sepatu casual Aerostreet Volt ini ringan sekali dibanding dua mek lainnya di postingan ini sehingga nyaman digunakan untuk sehari-hari. 

Dengan harganya yang sangat murah banyak sekali orang yang membeli untuk kemudian di jual lagi dengan harga hingga 2 kali lipatnya, seperti punya saya ini, karena saya malas juga rebutan untuk membeli di market place pasti nggak dapat.



Compass

Dulu saya mikirnya kenapa sih orang harus segitunya sama sepatu Compass karena tahu merk sepatu ini yang membuat para sneakers head rela antri berjam-jam ketika lauching bahkan katanya sampai ada yang bela-belain menginap di tempat akan di launching sepatunya.

Sampai sekarang pun masih seperti itu, saya salut sekali dengan teknik marketing dari Compass hingga membuat peminat akan sepatu Compass ini menjadi luar biasa. Alasan lain mengapa sepatu-sepatu yang dijual di produksi terbatas karena informasinya sepatu-sepatu tersebut masih dibuat handmade oleh pekerjanya. 

Ini sepatu lokal pertama yang saya beli karena temen-temen dikantor pada punya juga, latah banget emang nggak mau kalah ikutan trend dikantor. Namun sebenarnya akhirnya saya tertarik ikutan beli juga lebih kepada harganya sih yang dibawah satu juta. Eh ternyata sepatu lokal lain lebih murah lagi dibawah 500 ribu rupiah.

Mengutip dari laman instagram resminya @sepatucompass telah ada sejak tahun 1998 dan telah mengalami beberapa kali masa jatuh dan bangun namun masih dapat bertahan hingga sekarang dan kalau mau jujur bisa dibilang sepatu Compass salah satu merk lokal yang paling banyak ditiru produknya.

 Retrograde Compass
Material : kanvas
Type : low cut
Colour : White, Blue
Sole : Rubber
Size : 38
Harga : 725.000
Beli di : market place warna hijau
@under market store

Untuk ukuran semua sepatu Compass lebih besar dari pada ukuran dua merk sepatu lokal tersebut diatas, termasuk Retrograde Compass ini, saya membeli ukuran 38 sesuau dengan saran penjual dan memang pas dengan ukuran kaki saya namun dibanding dua merk lainnya, sepatu Retrograde Compass ini terasa lebih berat ketika dipakai, sekaligus paling empuk karena adanya busa tebal di bagian angkle jadi terasa lebih mantap di kaki saya.

Di awal peluncuran Retrograde Compass hanya terdapat dua pilihan warna putih dengan strip biru atau warna putih dengan strip merah dan ukuran low cut atau high cut namun sekarang sudah diluncurkan juga warna black and white, blue gum dan cream. 

Ini saya sedih banget juga deh pertama kalinya punya sepatu bahan kanvas dan berwarna putih, ketika saya pakai terkena hujan dan setelah kering eh jadi muncul warna coklat-coklat gitu di beberapa bagian, sudah mencoba hilangkan dengan berbagai cara tapi masih belum bisa hilang juga nodanya. 




Sebenarnya bukan noda sih, karena kalau lagi dicuci kena air nggak tampak itu warna coklat seperti kena tanah, hanya saat sepatu dalam kondisi kering saja baru terlihat. Untuk temen-temen yang punya tips menghilangkan noda disepatu canvas boleh dong berbagi dikolom komentar.

Retrograde Compass ini salah satu koleksi yang banyak dicari karena merupakan interpretasi ulang dari desain arsip merk Gazelle yang dikembangkan untuk menjadi produk baru dan juga sebagai tonggak legasi cikal bakal berdirinya merek Compass. Desainya yang paling terlihat berbeda dengan yang lainnya adanya simbol kijang berwarna merah yang di emboss dibagian tumit.

Ini juga makanya saya beli Retrograde Compass lumayan mahal dari harga jual aslinya yang hanya 500 ribuan. Nggak sanggup deh saya harus berebutan beli di official storenya yang ada di tokopedia selalu kalah cepat dengan yang lain jadi akhirnya beli jastip aja deh.


Sebenarnya ada banyak lagi sih merk sepatu sneakers lokal namun saat ini yang sudah saya beli yah baru tiga itu saja, belum mau beli lagi karena selama pandemi pun jarang pergi kemana-mana apalagi kekantor pun hanya paling seminggu sekali atau dua kali, jadi agak mubajir sepatunya karena cuma nganggur aja di dalam kardusnya.

Namun yah kalau temen-temen yang memang suka mengkoleksi sepatu sneakers tetap yah bantu support merk lokal ini dengan rajin beli setiap kali ada peluncuran model terbarunya, agar merk lokal juga tidak terlalu terimbas akibat pandemi ini.

Apalagi sekarang pakai sepatu merk lokal atau apapun produk lainnya justru dapat menjadi kebanggaan makanya yuk ikutan pakai dan sama-sama ikut menggaungkan slogan local pride, karena dari segi kualitas produk-produk merk lokal pun tidak kalah bagusnya dengan yang merk luar.

Terbukti yah dengan peminat dari 3 sepatu merk lokal ini yang selalu banjir antusias, bahkan walaupun bukan produk yang baru diluncurkan pun masih ada yang mencarinya. Sayangnya hal tersebut juga dijadikan lahan basah untuk para oknum yang membuat tiruan produk dari merk lokal ini, jadi untuk yang baru akan membeli sneakers merk lokal pastikan yah produk yang kalian beli itu original, terutama untuk sepatu Compass.

Oiya satu lagi nih yang buat saya agak kesel sama para penjual sneakers lokal ini, karena mereka tahu beberapa produk peminatnya banyak sekali mereka pun menjual dengan harga 2-3 kali lipat dari harga aslinya, kalau harganya seperti Aerostreet paling harga jual termahal sekitar 200 ribuan dan untuk beberapa orang yah masih mampulah tapi kalau Compass harganya bisa jadi jutaan kan. Nggak kira-kira cari untungnya yah para reseller.

Hayo sudah ada yang juga pakai sneakers merk lokal seperti yang saya sebutkan atau punya merk lainnya, kalau bunda-bunda gimana nih ada yang mulai tertarik untuk membeli juga ?

yuk yuk kita sharing ceritanya di kolom komentar yah...