Bulan Juni 2017 ini, Alhamdullilah sudah 3 tahun menjadi orang tua untuk Muhammad Zaidan Miftahurrahman. Mudah-mudahan Allah berkenan, tahun ini bisa hamil lagi dan dikasih anak perempuan, biar sepasang. Aamiin.

Jadi ingat masa-masa kehamilan, selama hamil anak pertama rasanya enak banget, nikmat-lah. Nggak ada drama sama sekali, ngidam pun tidak, apalagi morning sick. Alhamdullilah dikasih sehat luar biasa, karena yang ngidam dan sakit adalah suami saya. Suami saya ngidam makan di mall, jadi sering banget dia pulang kantor terus ke mall sendirian buat makan malam, saya nggak ikutan karena sudah merasa capek banget setelah pulang kerja. Ngidamnya enak yah pak suami nggak yang aneh-aneh tapi sakitnya yang membuat hati sedih banget.

Sejak kehamilan memasuki usia 7 bulanan badannya merah-merah dan bentol-bentol, panas dan perih katanya. Sama mama nggak di bolehin bawa kerumah sakit untuk di obatin karena menurut mama sakitnya suami hanya bawaan karena saya hamil (percaya nggak percaya) dan kebetulan suami saya orang yang anti banget sama dokter, jadi cuma di kasih obat tradisional saja sama pakai bedak gatal. Alhamdullilah setelah lahiran hilang dengan sendirinya itu penyakit.





Nah, setiap kali anak ulang hari lahir yang dilihat selalu foto-foto hamil ini yang emang sudah niat banget photoshoot di studio, agar ada kenang-kenangan selama masa kehamilan. Foto-foto ini diambil tahun 2014 ketika hamil sudah 8 bulan, jadi sudah terlihat betapa besarnya perut saya ini ketika hamil.

Untuk ibu-ibu hamil yang juga punya rencana photoshoot maternity, berikut saya berikan beberapa tips-nya : 
  • Mencari studio foto
Walaupun saya sudah niat banget harus photoshoot maternity tapi saya sudah buat budget juga, jadi nggak mau buang-buang uang berlebih hanya untuk maternity photoshoot, nggak maksain harus di studio photo terkenal dengan photografer handal. Waktu itu budget saya adalah Rp. 500.000,- dan setelah googling dapatlah studio fotonya :

Noni Foto Studio
Jelambar Baru Raya No. 2 Telp : 564 3875
Jl. Keadilan 3 No. 50 Telp : 6341437/38 (alternatif)

Paket Foto Ibu Hamil (Rp. 400.000,-)
yang didapat dari paket tersebut adalah :
1. Album Silver isi 12 foto uk. 10 x 15
2. 12 File Foto Edit
3. 2 File Original

Studio fotonya tidak terlalu besar hanya 2 lantai namun setelah mengecek di FB-nya hasil foto-fotonya bagus dan sudah banyak pelanggannya, terus ada free make up, ada pilihan berbagai macam kostum (untuk yang mau pakai kostum), banyak pilihan backdrop foto-nya, ada properti pendukung dan yang paling penting dari studio foto adalah lokasinya nggak jauh dari daerah rumah saya tinggal. Namun bila memungkinkan lebih baik lagi kalau kita bisa survey dulu untuk melihat langsung studio photo-nya.
  • Referensi pose 
Jangan males untuk melakukan yang ini, jangan dipikir "akh kan nanti ada photografernya, ikut arahan photografer aja" salah banget ini, karena menurut saya untuk yang jarang banget masuk studio untuk foto jadinya photo sesion akan terasa canggung dan bingung, kalau sudah begitu akan membuang banyak waktu. Jadi, jangan lupa untuk menyimpan hasil referensi foto itu di hp, saat photoshoot tinggal kita tunjukkan ke photografer. Sehingga kita sudah ada bayangan mau di foto dengan pose seperti apa saja, dan photografer terbantu untuk mengambil angel terbaik dari kita.  






  • Mempersiapkan Pakaian
Nah ini penting juga, kalau saya sih sama suami tidak ada tema untuk maternity photoshoot ini, jadi pakaiannya casual saja, namun kalau menentukan tema harus menyiapkan pakaian sebelum photoshoot sebaiknya sudah dicoba juga pakaiannya biar nyaman saat di foto-foto, dan karena saya berhijab saya juga sudah menyiapkan warna hijab yang akan saya gunakan biar matching sama bajunya.

  • Berkomunikasi dengan Photografer
Saya suka di foto tapi tidak fotogenik, saya takut banget maternity photoshoot ini gagal padahal saya ingin hasilnya bisa membuat saya nggak bosan melihatnya jadi yang saya lakukan sebelum mulai berfoto yah saya ngobrol dan kasih info ke photografer untuk hal tersebut... dan untungnya saya dapat photografer yang baik, selama pemotretan dia selalu ngingetin saya sama suami untuk santai.

Selain hal tersebut yang paling penting diperhatikan sudah pasti kesehatan kita dan calon bayi yah, jadi kalau ada rencana untuk maternity photoshoot juga, harus dalam keadaan sehat biar hasil fotonya juga bagus, maksudnya kita ibu hamil ini terlihat cantik dan terpancar aura-aura kecantikan karena hamilnya, walau badan besarnya sudah tidak terkira yah,  jadi sebelum foto-foto pastiin untuk cukup istirahat sebelumnya dan mood-nya juga harus yang lagi bahagia.

Kalau zaman sekarang lihat maternity photoshoot tuh keren-keren banget, apalagi artis-artis yah, favorit saya Nagita Slavina dan Raffi ahmad yang salah satu foto-nya underwater, itu kerennn banget, terdukung sama photografernya juga sih yah Diera Bachir. heuheu.

Kalau yang terbaru saya suka sama maternity photoshoot-nya Ayu Dewi untuk kehamilan anak kedua-nya dengan temanya "potret jadul" bener-bener cantik Ayu Dewi dan anaknya.

... dan lihat maternity photoshoot-nya Ayu Dewi membuat saya juga ingin maternity photoshoot untuk anak kedua, kalau di maternity photoshoot yang ini hanya berdua sama suami kalau yang berikutnya bisa bertiga jadi lebih seru kan. 

Ada yang juga sudah melakukan maternity photoshoot ? atau baru mau melakukan maternity photoshoot ? atau sama seperti saya ingin maternity photoshoot buat anak kedua ... ?



Ramadhan tahun ini terasa berbeda dengan tahun lalu ataupun dengan tahun-tahun sebelumnya, hanya karena satu alasan : mama sakit.
Mama sempat dirawat selama lima hari jelang satu minggu sebelum ramadhan, biasanya sebelum ramadhan ada tradisi munggahan di lingkungan sekitar rumah, dimana setiap rumah mengadakan pengajian bergantian dan yang paling saya nanti tentu saja masakan mama diacara tersebut, tapi tahun ini rumah kita nggak mengadakan munggahan karena setiap hari saya, bapak dan adik-adik sibuk bolak balik kerumah sakit, bergantian menjaga dan menemani mama.
Sudah lama mama terkena diabetes dan tahun ini karena diabetesnya menyebabkan ia juga sakit asam lambung dan flek di paru-paru, jadi sudah komplikasi penyakitnya kalau kata dokter. Alhasil setelah pulang dari rumah sakit, mama harus menjalani berobat jalan kurang lebih selama 6 bulan, terutama untuk mengobati flek di paru-parunya.
Karena sakitnya tersebut mama jadi kurus sekali, kehilangan berat badan hampir lebih dari 10 kg, sedih melihatnya, berat badannya sekarang hanya 40 kg dan ia terlihat sangat sangat tua,lemah, renta tak berdaya, bahkan mama sempat harus dibantu orang lain untuk berjalan dan dengan keadaan terbungkuk-bungkuk serta tak mampu sholat dalam keadaan berdiri. Melihat mama seperti itu rasanya hancur sekali. Terlebih lagi ketika ada saudara yang sudah  lama tak melihat dan bertemu dengan mama datang menjenguk. Reaksi pertama mereka pasti terkejut melihat kondisi tubuh mama sekarang, tidak menyangka sakit beberapa bulan sudah seperti itu dan mendengar komentar mereka bikin tambah nyesek.
Bersyukur saat ini keadaan mama sudah mulai membaik, nafsu makan mulai meningkat dan ia sudah mulai jalan dengan lebih baik, sholat pun dengan posisi yang seharusnya, wajahnya sudah mulai segar, walalu tetap tak bisa menutupi kondisi bila ia masih dalam masa pemulihan, mudah-mudahan akan semakin sehat menjelang hari raya, sehigga hari raya mama sudah ada dirumah lagi, karena selama masa penyembuhan ini mama tinggal dirumah adik agar ada yang menemani, mengawasi dan merawat disaat siang hari, karena di rumah semua kerja jadi kalau siang mama sendirian dan untungnya adik sudah tidak kerja sejak awal kehamilan dan saya kebagian mengantar mama untuk cek up per 2 minggu ke rumah sakit. Sementara bapak adan adik perempuan saya yang paling kecil kebagian tugas menemani mama saat di malam hari.
Ketika selama 5 hari saya menemani mama di rumah sakit, saya melihat-lihat galery di hp mama, banyak foto-foto kita lebaran tahun lalu, miris melihatnya. Mama masih segar bugar dan kita ber empat setiap tahun selalu beli baju kembaran terus foto bersama, tahun ini saya sudah membelikan mama baju kembaran dengan adik-adik saya juga, harapan terbesarnya kita bisa melakukan hal tersebut lagi ditahun ini, walau kondisi mama mungkin jauh berbeda dengan tahun lalu.
Mama termasuk perempuan aktif di usia senjanya. Kebetulan anaknya sudah besar semua, ada tiga orang dan anaknya perempuan semua, saya anak pertama dengan adik saya setelah saya sudah berumah tangga, nah adik saya ini sudah punya rumah sendiri, sementara saya masih tinggal sama mama, itupun karena mama yang minta. Saya dan suami tetap tinggal dirumah mama bersama dengan adik saya yang bungsu. Mama sudah punya 2 orang cucu, dari saya cucu laki-laki dan dari adik saya yang pertama cucu perempuan, jadi sepasang deh cucunya. Anak saya punya pengasuh, sementara anak adik saya dulu di asuh bergantian antara mama dengan mertuanya, ketika ia bekerja, namun sejak kehamilan keduanya adik saya tidak lagi bekerja sehingga cucu kedua mama diasuh oleh adik saya sendiri.
ketika kami sudah dewasa namun belum pada menikah, mama sudah sering protes ke anak-anaknya, Katanya mama dirumah suka kesepian dan sendirian karena pada kerja jadi mama banyak melakukan kegiatan diluar rumah, Kalau saya dan adik saya menjulukinya, emak-emak sosialita, padahal sih kegiatan sosilitanya yang hanya arisan dan pengajian itupun dikomplek rumah.
Saat menjelang ramadhan dan lebaran mama senang tuh di titip banyak belanjaan untuk beli baju lebaran di pasar tanah abang oleh teman-teman arisan dan pengajiannya, istilahnya zaman sekarang  tuh Jasa titip belanja dan ini sudah berlangsung beberapa tahun ini, bahkan sebelum booming seperti sekarang. Biasanya kalau menjelang lebaran ini banyak teman mama kerumah bergantian buat pesan dan ambil pakaian. Untuk bisnis ini setahun lalu saya memberikan mama hp yang punya camera bagus, jadi saat dia hunting baju di pasar tanah abang, bajunya sudah di foto-fotoin, teman-teman mama tinggal pilih deh dari gambar di hp, kenapa teman-temannya pada kerumah, kok nggak di kirim saja gambarnya via wa atau yang lainnya, karena mama sama seperti orang tua kebanyakan yang sulit sekali belajar menggunakan teknologi masa kini, jadi walau hp sudah canggih dan masa kini, tetap saja digunakan hanya untuk telpon, bahkan untuk sms saja dia kesulitan, katanya hurufnya kecil-kecil banget nggak kelihatan. kadang-kadang saja untuk menambahkan kontak baru di hp harus dibantu oleh anak-anaknya, padahal sudah sering di ajarkan tapi lupa lagi dan lagi.

Kalau biasanya saya kangen dengan kue-kue lebaran yang kita buat ataupun aktivitas lainnya selama ramadhan tapi kali ini saya kangen dengan keberadaan mama dirumah.



Kampung Sampireun Resort & Spa adalah penginapan berbintang 3 di daerah Garut, Tepatnya di Jl Raya Samarang Desa Sukakarya Garut Jawa Barat Indonesia. Resort ini berkonsep kampung atau desa dan kita akan menemui suasana yang sejuk, damai dan tenang sebagai penginapan, namun dilengkapi dengan bangunan dan fasilitas yang modern dan nyaman.







Resort ini menawarkan SPA sebagai layanan nomor satu dengan target utamanya adalah pasangan yang baru menikah, cocok sekali memang menikmati honeymoon disini. Namun untuk liburan keluarga akhir pekan atau acara family day dari kantor atau family gathering bersama keluarga besar tempat ini juga cocok, karena Resort ini sangat luas, selain itu juga terdapat danau di tengah penginapan dan kita bisa melakukan kegiatan bersampan atau memberi makan ikan di kolam-kolam pinggir danau.







Ada juga halaman yang luas untuk berkegiatan outbond di depan restorant dan yang paling menarik perhatian saya sebagai ibu dengan anak balita adalah : PLAY GROUND yang besar di tengah rimbunnya pohon bambu. Anak saya senang sekali bermain disini. Namun sangat disayangkan kolam ikan disini ternyata lebih terawat daripada kolam renangnya. Padahal saya dan keluarga sudah mempersiapkan pakaian untuk berenang, walaupun ketika di infokan oleh marketing Kampung Sampireun, kolam renangnya berair dingin bukan air hangat tapi tetap exited mau berenang disini dan ketika melihat langsung kondisi kolam renangnya kecewa sekali airnya butek padahal lokasinya bagus.





Ada beberapa type kamar yang ditawarkan disini, yang banyak di minati tentu saja kamar di tepi danau dengan fasilitas sampan. Namun untuk tanggal kedatangan saya kebetulan type kamar tersebut sudah full booking dan akhirnya Saya dan keluarga menginap di penginapan type Villa Garden walaupun jaraknya Jauh dari reception, namun kondisi kamar ketika kami datangi bersih dan rapi.





Untuk type Villa Garden ini berbetuk cluster, kira-kira ada 10 bangunan atau lebih dan pada  satu bangunan ada 4 kamar, 2 kamar di lantai bawah dan 2 kamar di lantai atas, dan menurut saya penginapan type ini cocok untuk yang datang dengan keluarga besar atau teman-teman kantor. Reservasi bisa melalui traveloka dan sejenisnya atau bisa juga langsung menghubungi sales dari Kampung Sampireun Resort & Spa, saya dibantu oleh mbak Sri (WA) 0821 1614 5247 dan diberikan diskon penginapan yang terjangkau.









Resort ini lokasinya ditengah permukiman penduduk, dan akses jalan keluar masuknya tidak luas sehingga membuat kita malas untuk keluar mencari makan bila malam hari, untungnya hal tersebut di antisipasi oleh pihak resort dengan menawarkan makan malam menu buffet seharga Rp. 100.000,- /orang untuk dewasa dan Rp. 75.000,- /orang untuk anak-anak. sayangnya rasa masakan biasa saja, walaupun pilihan menunya lumayan banyak. Untuk sarapan, pada saat kedatangan kami, sedang ada persiapan wedding di restorant sehingga tempat sarapan di alihkan ke ruang pertemuan, berbeda dengan dinner menu sarapan selain lengkap variasinya juga memuaskan.













Tips :
  1. Sebaiknya menggunakan Google Map untuk mencari lokasi resort dan tidak menggunakan waze.
  2. Wifi tidak tersedia di type kamar Villa Garden
  3. Tempat yang cocok untuk Prewedding, Wedding  (garden party) dan Honeymoon
  4. Tersedia jalan landai untuk penyandang disabilitas
  5. Untuk memberi makan ikan di kolam bisa membeli pakan ikan di reception seharga Rp.5.000,-
  6. Bila membawa anak balita tidak disarankan menginap di Villa Garden, lokasinya tidak strategis
  7. Tersedia spa gratis selama 10 menit
  8. welcome drink : Bajigur
  9. Complimentary di jam 5 sore yaitu pisang goreng dan kopi atau teh hangat di restaurant
  10. Complimentary di jam 9 malam yaitu minuman wedang jahe diantarkan ke kamar





Yang ada rencana liburan ke Garut dalam waktu dekat, silahkan mencoba bermalam di Kampung Sampireun dan berikut saya informasikan juga untuk tempat wisata dan rumah makan yang saya sempat datangi juga.

Recomended :
1. RM Nasi Liwet Pak Asep Strawberry 3

Kalau menurut saya ini bukan hanya tempat makan tapi juga tempat bermain. Makanan enak, tempat bermain juga memadai. Ada playground walaupun berukuran kecil, bisa sewa kuda Rp 15.000,- /orang (anak & dewasa), sewa sampan Rp. 10.000,- /orang (anak & dewasa) dan yang paling saya suka tempatnya instagramable untuk foto-foto asik.

2. Toko Oleh-oleh Sumber Rejeki 3 (SBR 3)

Pusat oleh-oleh serba ada : makanan, kerajinan tangan & pakaian. Bangunan 2 lantai,    luas dan besar, termasuk tempat parkir juga bisa untuk bus, kasir pelayanan cepat, toilet berbayar tapi bersih.

Not Recomended :
Darajat Pass.

Darajat Pass ini adalah kolam pemandian air panas yang dilengkapi juga dengan water park untuk anak-anak, perjalanan kesana dari Kampung Sampireun sekitar 1 jam. Saya sebenarnya tidak merekomendasikan untuk datang kesana, kemarin pas datang karena penasaran dan ketika sudah datang ketempatnya malah jadi tidak exited untuk berendam air panas Karena ketika saya datang di siang sampai sore hari, tempat tersebut penuh sekali dan fasilitas yang ada tidak mumpuni, terutama toilet dan ruang ganti pakaian, masih ada tempat yang sedang renovasi pembangangunan. Nggak nyaman kalau menurut saya untuk berendam air panas disana dalam keadaan ramai. Namun kalau masih penasaran juga seperti saya, lebih baik datang di malam hari sepertinya, mungkin tidak seramai di waktu siang hari. Cuma harus lebih berhati-hati untuk menuju kesana, karena ada di atas bukit perjalanan banyak tanjakan dan saya tidak tahu bagaimana penerangan disana kalau malam hari, info dari teman saya sih, kabut lumayan tebal kalau malam hari.

Demikian sedikit cerita dari jalan-jalan di Garut. Kalau kamu punya cerita apa dari Garut. Boleh dong share di komen.