Podcast Perdana, Mendongeng Untuk Zaidan


Sejak pandemik ini ada banyak kebiasaan baru yang orang lakukan, seperti saat ini tengah populer untuk olah raga yaitu bersepeda, tentunya bersepeda dengan sepeda lipat sehingga semua orang beli sepeda lipat. Hingga kemudian ada sepeda lipat yang harganya mencapati puluhan juta rupiah, dan dibeli oleh hampir kebanyakan orang Indonesia, demi apa ? demi gengsi.

Kemudian karena lama berada di rumah saja sebagian orang-orang pun mencari ide kegiatan yang bermanfaat agar tidak bosan karena tidak bisa kemana-mana dan berkebun menjadi banyak pilihan juga dan karena saat ini banyak orang yang tidak mempunyai lahan yang cukup sehingga kemudian ramai sekali orang-orang yang berkebun hidroponik atau mempunyai taman ala-ala dirumah.

Untuk saya, bersepeda sudah saya mulai dari dulu karena kebetulan punya sepeda dirumah yang dulu dibelikan oleh mantan pacar yang sekarang sudah menjadi suami sementara berkebun dari kecil saya sudah berkebun bahkan orang tua punya kebun yang sangat luas di depan rumah sebelum tanah tersebut di jual.

Sehingga dua kegiatan yang menurut orang baru, buat saya sudah berlalu dan tidak terlalu membuat saya ingin ikutan mencoba lagi. jadi karena selama pandemik ini saya juga tidak bisa kemana-mana akhirnya justru memilih untuk mendengarkan podcast sebagai kebiasaan baru di tahun ini.


Tentang PODCAST

Apa sih podcast ? dulu saya pikir podcast ini semacam aplikasi terbaru yang ada di hand phone lalu saya pun mencarinya untuk saya download di playstore, dan tentu saja saya tidak menemukannya.

Podcast, saya artikan secara sederhana seperti siaran radio. Bedanya siaran tidak dilakukan di studio dan media untuk menyampaikan podcast ada di banyak aplikasi. Mudahnya podcast bisa dibuat hanya dengan merekam suara kita saja yang membahas sesuatu seseuai dengan ketertarikan kita.


Tentang ANCHOR

Untuk pengalaman pertama mencoba membuat podcast saya menggunakan aplikasi anchor yang saya download di playstore. Pada aplikasi ini kita tidak hanya dapat membuat podcast namun juga dapat mendengarkan podcast dari banyak orang di seluruh dunia.

Agak kagok saya awal menggunakannya, mudah sih merekamnya tinggal pencet saja, namun setelah podcast jadi dan saya ingin mempublikasikannya inilah bagian yang sampai bikin kesal karena hampir menyerah dan berasa gaptek deh, hihihi.

Namun akhirnya setelah lama sekali kotak katik berulang-ulang dengan penuh kesabaran pelan-pelan mempelajari kinerja aplikasinya, akhirnya saya pun berhasil juga membuat podcast pertama bersama dengan zaidan.

Pada aplikasi anchor ini juga terdapat pilihan backsound jadi podcast kita dapat lebih hidup dan tidak terasa hampa buat saya ini sangat menyenangkan sekali, caranya pun mudah sekali, kita hanya tinggal memilih musiknya yang mempunyai beberapa kategori yang dapat kita pilih sesuai dengan tema podcast kita.

Yang saya juga suka adalah terdapat fitur edit rekaman podcast, caranya pun mudah sekali kita tinggal memilih di bagian waktu mana yang ingin kita hilangkan sehingga bila ada kejadian seperti saya tengah membuat podcast eh malah ada telpon masuk, kalau buat ulang kan malas banget.

Kekurangan dari anchor ini cuma pada suara yang dihasilkan tidak terlalu terdengar jelas dipendengaran sehingga tenggelam dengan backsound seperti di podcast pertama saya.

Rencananya saya akan cari tahu informasi mengenai hal tersebut, apakah harus menggunakan mix tambahan atau ada kesalahan ketika saya merekam sehingga suara saya dan zaidan tidak terlalu terdengar jelas, maklum baru pengalaman pertama kali.


Podcast Pertama : Maya Rumi

Yang juga buat saya bingung untuk membuat podcast adalah menentukan temanya, bingung juga mau membahas tentang apa di podcast saya ini. Akhirnya setelah lama saya berpikir dan banyak pertimbangan.

Akhirnya saya putuskan ingin menjadikan podcast ini sebagai media saya untuk bercerita atau mendongeng ketika zaidan akan tidur di malam hari. Karena kebetulan kami memang hanya bisa merekam podcast di waktu tersebut, menghindari gangguan adiknya zaidan dan tidak ada juga gangguan dari suara-suara lainnya.

Selain itu juga saat ini zaidan tengah belajar memperlancar bacaannya, dengan adanya podcast ini ternyata zaidan sangat senang sekali bisa direkam suaranya kemudian ia dengarkan kembali. Jadi podcast Maya Rumi ini pun untuk saat ini saya masukkan dalam kategori storyteller.

Dalam dua hari ini saya sudah membuat dua podcast, untungnya di podcast kedua suaranya lebih terdengar jelas daripada yang pertama, sepertinya karena saya terlalu jauh meletakkan handphone ketika melakukan rekaman untuk podcast.

Semoga yang mendengar suka dan dapat menjadi inspirasi untuk ikutan main podcast juga seperti yang saya buat, karena podcast tidak melulu digunakan sebagai media siaran untuk berbagi informasi mengenai sesuatu hal, mewawancara dan lainnya namun juga dapat dijadikan sebagai media untuk mendongeng ataupun belajar dengan cara baru bersama anak kita.

Selamat mendengarkan podcast Maya Rumi.


Komentar