Slowly But Sure



"Ayahhh... lama banget sih !"
"Zaidan, cepetan dong mandinya !"
"Ayo de, diem dulu biar segera selesai ini dandannya"

Hmmmmmfhhhhhh


Mungkin karena beberapa bulan terakhir lebih banyak dirumah sehingga saya pun jadi lebih punya banyak aktivitas baru dirumah, yang sebelumnya dirumah itu hanya malam hari saja sekarang dalam seminggu pun saya kekantor hanya dua atau tiga hari dan itu pun tidak lama sekali waktunya.

Sehingga saya jadi lebih banyak berfikir tentang diri saya, kebiasaan saya ataupun hal lainnya yang berkaitan dengan pribadi saya dan semakin saya pikirkan kok ada dalam diri saya yang menurut saya seharusnya saya tidak begitu, seharusnya saya tidak begini.

Salah satunya yang menggangu sekali adalah ketidaksabaran saya, keterburu-buruan saya dalam hal apapun. Ingin cepat-cepat selesai, ingin tiba sesegera mungkin, ingin tidak berlama-lama disuatu tempat karena selalu berfikir dont waste your time, be productive.

Yang mungkin pada awalnya hanya saya terapkan pada diri sendiri namun sejak menikah dan punya suami saya jadi menuntut ia mempunyai pemikiran yang sama seperti saya, kemudian punya anak pertama dan akhirnya punya dua anak saya pun jadi memaksa mereka untuk mengikuti ritme kerja pada diri saya.

Sepertinya diri saya tidak mentolerir bila mereka punya ritme kerja pada diri sendiri yang berlawanan dengan saya yang tidak seirama dengan saya, tapi saya memaksa terus sehingga akhirnya membuat diri saya kecewa pada mereka dan jadi membuat diri sendiri merasa seperti memiliki kegagalan.

Padahal setelah saya pikir-pikir lagi, kan lagi nggak ujian jadi kalau mereka nggak bisa menyesuaikan dengan kecepatan saya, yah harusnya nggak apa-apa juga kan. Apalagi kalau halnya itu sepele banget, seperti yang sering kejadian itu setelah mandi terus harus pakaikan baju dan lainnya untuk Zeanissa. 

Nggak apa-apa kalau harus makan waktu sampai 30 menit toh juga setelah aktivitas tersebut kita cuma mau jalan-jalan di depan rumah saja atau kadang juga malah nggak kemana-mana tetap di dalam rumah saja, terus kenapa saya jadi buru-buru dan saya menemukan jawaban biasanya karena merasa capek saja harus berlama-lama.

Makanya saya tuh sekarang lagi berusaha banget untuk mengerem kecepatan, keterburu-buruan diri saya sendiri dalam melakukan segala hal, sedang mensugesti diri sendiri nggak apa-apa kalau nggak cepat karena toh semuanya tetap dalam kendali dan cepat selesai tidak selalu berarti menyelesaikan semuanya dengan baik.

Iya saya pun menyadari karena keburu-buru malah jadi bikin pekerjaan atau aktivitas jadi malah lebih lama selesai dan karena makin lama sayanya pun jadi makin emosi, jadi senewen ujung-ujungnya anak-anak malah jadi saya marahi padahal lagi-lagi halnya sepele banget.

Dari hal itu jadi timbul keinginan untuk mengkoreksi kebiasaan ini, karena saya merasa kok kelamaan seperti ini sepertinya tidak akan baik untuk diri saya sendiri dan juga hubungan saya dengan suami ataupun anak-anak, karena hasil akhirnya malah jadi sering bikin nggak happy dan lama-lama jadi takut juga jadi orang yang sumbu pendek.

Dari keinginan untuk merubah diri ini saya pun mencoba beberapa hal agar mengurangi ketidaksabaran diri, bisa tidak terus-terus merasa di buru-buru waktu dan berikut adalah tiga hal yang tengah saya biasakan beberapa waktu ini :

1. Tidak menunda pekerjaan

Ini yang paling sering terjadi, bila sedang dirumah walaupun ada mbak yang membantu beberes rumah tapi tetap ada pekerjaan yang memang saya kerjakan sendiri dan saya malas banget untuk melakukannya.

Jadi akhirnya saya tunda-tunda dan yang paling sering dengan main handphone akhirnya lama-lama pekerjaan yang harusnya sudah beres di waktu pagi bisa baru saya mulai mau kerjain di waktu malam padahal kalau malam waktunya nggak ada tapi saya seperti memaksakan harus menyelesaikan.

Sekarang tiap kali ada pekerjaan, aktivitas atau apapun hal kecil atau sederhana seperti misalnya setelah Zeanissa makan saya langsung mencuci perlengkapan makannya karena kalau di tunda-tunda bisa sampai besok lagi waktu makannya baru saya mau cuci.

2. Mempersiapkan keperluan esok hari di malam sebelumnya

Ini penting banget buat saya yang sering mengalami morning rush, apalagi kalau besok paginya saya ada jadwal wfo, penting banget harus mempersiapkan semuanya di malam hari sebelum tidur. Seperti mempersiapkan laptop beserta dengan charger dan mousenya ke dalam tas laptop.

Bila tidak dipersiapkan dan besok pagi ternyata bangun kesiangan sering kali saya mengalami kebingungan ditambah dengan penyakit lupa yang kerap saya alami karena terburu-buru akhirnya ketika dikantor mana bisa kerja maksimal karena charger ketinggalan yang mengakibatkan laptop mati.

Sekarang tiap awal minggu saya mulai cek jadwal wfo dan wfh, bila ada jadwal wfo berarti malamnya saya sudah mempersiapkan semuanya untuk besok pagi, lalu juga melakukan setting ke otak bangun tidur jam berapa, selanjutnya melakukan apa.. tap.. tap... jadi besok paginya bisa lebih lancar dan mudah dijalani.

3. Belajar mengelola waktu lebih baik

Point terakhir ini yang menjadi kuncinya agar tidak lagi terburu-buru yaitu dengan mengelola waktu yang kita punya selama 24 jam sehari dengan lebih baik lagi. Untuk saya yang berstatus ibu bekerja dan harus membagi waktu antara urusan domestik rumah dengan kantor harus juga bisa menselaraskan keduanya dengan bijak.

Untuk mengelola waktu yang lebih baik ini saya membuat jurnal kembali, kenapa dirumah lebih sering terburu-buru karena saya selama ini menganggap nggak perlu untuk buat jurnal kegiatan dirumah padahal buat saya yang biasa dikantor mengikuti schedule harusnya saya juga membuat ini dirumah.

Saya tidak membuat time by time yah, tapi saya bagi menjadi 4 bagian waktu yaitu : pagi, siang, sore dan malam hari lalu saya bagi lagi dengan waktu akhir pekan dan hari kerja, dari hari kerja juga saya bagi lagi saat saya wfh dan wfo. 


Tidak mudah buat saya memulai lagi kebiasaan ini tapi harus saya lakukan dan saya juga masih baru sekali memulai mempraktekkan 3 hal tersebut diatas dengan harapan semoga dengan merutinkannya juga mulai bisa mengurangi ketergesaan saya dan menjadi orang yang lebih sabar yang kemudian bisa berdampak ke orang di sekitar saya juga.

Pada akhirnya semua hal tersebut saya lakukan juga untuk menenangkan diri saya, agar tidak membuat stress dan menjaga keteraturan dalam hidup dan yang paling penting berhenti merasa di kejar-kejar 

Teman-teman yang tengah merasakan seperti saya, semoga bisa melalui ketidakseimbangan dalam diri ini yah dan sharing juga dong kalau ada tipsnya agar tidak jadi orang yang terburu, tergesa dan nggak sabaran ini.

Komentar

  1. Saya juga termasuk orang yang suka buru-buru atau istilahnya gupuhan. Kalo ada apa-apa yang melibatkan saya dan orang lain (misalnya kalau pekerjaan itu untuk orang lain) Saya gercep banget. Kadang suka kesel banget kalo ngerjakan sesuatu secara tim & tim saya tipe orang yang santai. Duh rasanya pengen nyakar aja. Beda kalo pekerjaan itu unuk saya sendiri, saya bisa males-malesan dulu kadang dikerjain kalo udah kepepet.

    BalasHapus
    Balasan
    1. mba erina mirip banget sama aq, hahaha suka gak enakan juga yah mba kalo kerja tim terus yang lain nungguin kita, jadinya grecep duluan ngerjain eh yang bikin kesel malah yang lain slow motion geraknya yah

      Hapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca postingan ini dan meninggalkan jejak komentar yang baik, semua komentar akan di moderasi terlebih dahulu oleh penulis.

Postingan Populer