Movie Review : And Then There Were None

Januari 11, 2018


Ini sebenarnya bukan film sih, tapi mini seri yang dibuat dalam 3 episode, di keluarkan oleh BBC One dalam rangka menyambut liburan natal dan tahun baru di bulan desember tahun 2015.

Diangkat dari novel Agatha Christie dengan judul yang sama And Then There Were None yang diterbitkan di tahun 1939 dan kemudian di adaptasi ke dalam bahasa indonesia di tahun 1984.

Novel jadul yang menjadi salah satu dari Top 10 best novel dari Agatha Christie, makanya nggak heran yah kalau di buatkan mini seri di Inggris.


Tersebutlah sepuluh orang yang terdiri dari 7 orang laki-laki dan 3 orang perempuan di undang untuk datang ke Soldier Island. Mereka di Undang oleh Mr & Mrs UN Owen dengan berbagai macam alasan. Tamu-tamu yang tidak saling kenal satu samal lain tersebut adalah :

1. Sepasang suami istri, Mr Thomas Rogers yang di rekrut untuk menjadi Pelayan Utama & Mrs Ethel Rogers sebagai koki
2. Mrs Vera Claythorne yang di rekrut untuk menjadi seorang sekretaris
3. Mr Lawrence Wargrave, seorang hakim
4. Mr Edward Armstrong, seorang dokter
5. Mr Sergeant William Blore, seorang detektive
6. Mr Anthony Marston, seorang anak muda
7. Mr Philip Lombard, seorang mantan prajurit
8. Mrs Emily Brent, seorang ibu separuh baya
9. Mr John Macarthur, seorang Jendral


Adegan film dibuka dengan perjalanan para tamu menuju soldier island yang berada di tengah lautan lepas. Sebuah pulau yang terisolasi dari dunia luar dimana berdiri sebuah rumah besar yang sangat mewah yang akan menjadi tempat tinggal mereka untuk beberapa hari disana.

Kedatangan mereka di pulau tersebut di sambut oleh pasangan suami istri, Namun bukan tuan rumah. Tuan rumah sendiri yang mengundang tak tampak hadir hingga acara makan malam. Mereka mengkonfirmasi kedatangan Keluarga UN Owen kepada pelayan utama Mr Thomas Rogers, namun ia pun tak dapat memberikan kepastian. Karena ia sendiri belum pernah bertemu dengan tuan rumah yang mempekerjakan ia dan istrinya.

Sama dengan para tamu lainnya kedatangannya ke soldier island pun hanya di antar oleh seorang nelayan 3 hari yang lalu dan perekrutan mereka bekerja di wakilkan oleh agency. Setelah itu setiap pagi hari sekitar jam 9, nelayan itu datang untuk mengantarkan bahan-bahan masakan dan makanan.


Setelah semua berkumpul, saling berkenalan dan tengah menikmati acara makan malam pertama mereka. Hal yang mengejutkan terjadi, sebuah rekaman suara menjabarkan tentang kejahatan mereka di masa lalu satu persatu secara gamblang.

Begitu mengejutkannya suara tersebut hingga membuat sang koki Mrs Ethel Rogers berteriak histeris dan akhirnya pingsan.

Setelah di temukan asal dari rekaman suara tersebut, masing-masing dari mereka menceritakan kembali dan menyangkal kejahatan yang dituduhkan di masa lalu tersebut, hanya Mr Philip Lombard seorang yang membenarkan apa yang di lakukannya itu tanpa rasa malu dan karenanya beberapa orang di ruangan tersebut mengecam apa yang dilakukannya.


Ketika Mr Anthony Marston sedang bercerita dan memberikan alibi pada kejahatan yang dituduhkan olehnya yaitu kecelakaan lalu lintas sehingga ia menabrak dua orang anak kecil yang akhirnya tewas ditempat kejadian, tiba-tiba ia tersedak minuman dan langsung meninggal dihadapan mereka.

Kali ini, Mrs Vera Claythorne yang shock dengan begitu cepatnya kejadian tersebut terjadi ditambah lagi wajahnya terkena darah yang dimuntahkan Mr Anthony Marston ketika hampir menemui ajalnya, selain itu ia adalah orang pertama yang menyadari ada keanehan dengan undangan yang ia dan yang lainnya terima ini.

Esok paginya, mereka semua di kejutkan oleh kematian dari Mrs Ethel Rogers, yang tidak bangun lagi setelah diberikan obat penenang pasca histeris oleh Mr Edward Armstrong yang seorang dokter. Tentu saja Mr Edward Armstrong menolak dituduh dengan sengaja telah melakukam pembunuhan tersebut.

Pagi itu Mrs Vera Claythorne juga menemukan hanya ada 8 patung di meja makan, sementara ia yakin sekali ketika ia makan malam bersama dengan yang lain patung disana ada 10, ia tak bisa menyembunyikan perasaan paniknya sehingga ia menanyakan ke semua orang apakah ada yang sengaja memidahkan atau menyembunyikan patung tersebut.


Karena kematian kedua orang yang telah terjadi hanya dalam 1 malam, mereka menyadari ada yang tidak beres sedang terjadi dan tak ingin menjadi korban pembunuhan berantai tersebut.

Semua telah sepakat bila pagi itu mereka akan pulang, setelah sarapan mereka telah berkemas dan menunggu sang nelayan yang mengantar mereka semua untuk kembali ke pelabuhan.

Selagi yang lain menyibukkan diri untuk menunggu kedatangan sang nelayan Mr Philip Lombard dan Mr Sergeant William Blore berkeliling pulau dan memeriksa seluruh bagian rumah untuk memastikan apakah ada orang lain yang tinggal di pulau tersebut.

Namun hasilnya nihil karena tidak ada bangunan lain selain rumah tersebut dan tidak ada tempat yang dapat di gunakan untuk bersembunyi dari mereka. Hingga lewat dari waktu biasa sang nelayan datang, tak kunjung terlihat kedatangannnya.

Yang datang justru kabar sedih lagi, karena Mr John Macarthur telah meregang nyawa di pantai ketika ia masih menunggu kedatangan sang nelayan.

Setelah kematian yang ketiga tersebut mereka semua berkumpul dan saling menuduh satu sama lain karena yakin bila ada seseorang diantara mereka yang berencana membunuh mereka semua satu persatu.

Mrs Vera Claythorne meyakini bila setiap kematian yang terjadi juga berhubungan dengan sebuah tempelan puisi yang sama yang ada di kamarnya dan di setiap ruangan yang ada di rumah tersebut dan juga berhubungan dengan patung yang jumlahnya sudah berkurang lagi sesuai dengan jumlah orang yang masih hidup.


Kematian berikutnya menghampiri sang pelayan Mr Thomas Rogers, di susul oleh Mrs Emily Brent dan yang terakhir di sepanjang hari itu adalah kematian sang hakim Mr Lawrence Wargrave yang ditemukan di kamarnya dalam keadaan telah tertembak didahi.

Dari hal tersebut diketahui bila pistol itu adalah milik Mr Philip Lombard, Namun ia menyangkal bila ia yang melakukan pembunuhan tersebut dan pembunuhan lainnya, karena ia telah kehilangan pistol tersebut ketika Mr John Macarthur meninggal di pagi hari.

Malam kedua di soldier island hanya bersisa 4 orang dan sangat menegangkan karena masih belum dapat dipastikan siapa dari mereka yang melakukan perencanaan pembunuhan dirumah tersebut.

Mereka memutuskan untuk berkumpul di ruang utama dan memilih untuk terjaga di malam tersebut, namun ternyata malam itu terasa sangat panjang dan kelam, hujan besar disertai angin kencang tengah terjadi diluar rumah, hingga akhirnya karena kebosanan mereka memutuskan untuk berpesta minuman dan narkoba yang dibawa oleh Mr Anthony Marston.


Disaat semuanya berada dalam pengaruh alkohol dan obat, Mr Edward Armstrong menyadari dan meyakini bila Mr Philip Lombard & Mrs Vera Claythorne adalah pasangan Mr & Mrs UN Owens dan ia segera memberitahukan hal tersebut kepada Mr Sergeant William Blore.

Namun Mr Sergeant William Blore tidak yakin akan hal tesebut. Kesal karena kecurigaanya tidak ditanggapi akhirnya ia memutuskan untuk segera beristirahat di kamarnya dan yang lainnya pun harus ikut serta beristirahat di kamar masing-masing.


Dini hari Mr Sergeant William Blore mendapati Mr Edward Armstrong diam-diam tanpa sepengetahuan mereka keluar dari rumah dan segera pergi ke pantai, karena hal tersebut ia segera membangunkan Mr Philip Lombard & Mrs Vera Claythorne untuk menyusul.

Namun Mr Philip Lombard meminta Mrs Vera Claythorne untuk tetap tinggal di kamar dan mengunci kamarnya dan tidak usah ikut serta dengan mereka. Ternyata pencarian mereka tanpa hasil, Mr Sergeant William Blore hilang tak berbekas di pulau tersebut.

Mr Philip Lombard segera mengusulkan agar mereka segera keluar dari rumah tersebut dan menunggu sang nelayan di pantai. Namun Mr Sergeant William Blore tertinggal karena ia merasakan ada seseorang yang tengah mengintai dirinya dirumah tersebut dan karena rasa penasarannya akhirnya ia berkeliling rumah untuk mencarinya.

Mr Philip Lombard & Mrs Vera Claythorne telah tiba dipantai dan baru menyadari Mr Sergeant William Blore tidak ikut serta dengan mereka, sehingga Mr Philip Lombard memutuskan untuk segera kembali kerumah tersebut dan menemukan Mr Sergeant William Blore telah terbunuh.



Terbunuhnya Mr Sergeant William Blore dan penemuan mayat Mr Edward Armstrong dipantai membuat kepanikan luar biasa Mrs Vera Claythorne. Ia meyakini Mr Philip Lombard yang melakukan semua pembunuhan tersebut.

Mr Philip Lombard membantah hal tersebut habis-habisan, dan berusaha menenangkan Mrs Vera Claythorne karena perasaan takut terbunuh yang terus menekan dirinya akhirnya ia menembak Mr Philip Lombard hingga tewas.

Setelahnya ia menyesali hal tersebut, kini tinggal ia seorang di pulau tersebut. Akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke rumah dan ketika ia kembali ia mengalami halusinasi akan pembunuhan yang di tuduhkan kepadanya yaitu kematian anak asuhnya karena ia gagal melakukan penyelamatan ketika anak asuhnya tenggelam di pantai.


Memasuki kamarnya, ia menemukan tali menggantung di plafon kamarnya tanpa sadar ia pun menggantung dirinya sendiri. Ketika ia hampir kehilanggan nyawa, tanpa terduga masuklah pembunuh yang sesungguhnya masuk ke kamar tersebut... Seketika Mrs Vera Claythorne pun tersadar, namun sudah terlambat.

Penasaran kan siapa pembunuh sebenarnya ? 

Katanya sih kalau kita jeli kita pasti tahu siapa yang melakukan pembunuhan berencana tersebut, saya sih nggak jeli, cuma kira-kira saja dan perkiraan saya benar, namun nggak tahu alasannya kenapa si tokoh tersebut melakukan pembunuhan kepada orang-orang tersebut.

Diakhir cerita si pembunuh menjelaskan kepada Mrs Vera Claythorne, alasan-alasan ia melakukan pembunuhan dan ia menyebutnya bukan pembunuhan berencana namun hukuman yang tidak terjangkau oleh hukum, hingga ia terpaksa menenggakan hukum itu dengan caranya sendiri. Ia mendapatkan data-data korban dari orang-orang yang merasa di rugikan atau di kecewakan oleh korban.

Ini mini seri yang keren banget kalau menurut saya, setting tempatnya, akting orang-orangnya juga keren dan yang nggak kalah juga musiknya, benar-benar membangun kengerian.

Dari awal di mulainya film ini musiknya sudah mencekam sekali, berhasil membangun ketegangan kalau bukan karena saya sudah baca novelnya terlebih dahulu, saya mungkin nggak akan berani nonton film ini. Saya penikmat film drama romantis jadinya anti sama film thriller atau film horor.

Akhir pekan ini nggak kemana-mana ? sempetin deh nonton mini seri ini. Saya jamin nggak akan nyesel deh... dan biar hilang penasaran siapa sih pembunuh keji tersebut.




Director : 
Craig Viveiros
Basi Akpabio
Rebecca Keane
Story Writter :
Agatha Christie
Sarah Phelps
Genre : Drama Mystery, Crime, Thriller
IMDB Rating : 8




Note:
Semua Foto diambil dari IMDB website




loph,
Maya Rumi


You Might Also Like

4 comments

  1. Kereen mbaa...bikin penasaran euy endingnyaa.. Tp saya berani gak yaa nonton ini..hahaa.
    Btw, beli dlm bentuk dvd or download kah mba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenernya nggak serem sih mbak, cm musiknya emg mencekam, lebih ngeri krn banyak pembunuhan... Aq download mbak

      Hapus
  2. Ratingnya 8 :o Pasti bagus nih, masukin daftar list dulu buat ditonton :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, itu total rate dari 3 eps..

      Hapus

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca postingan ini dan meninggalkan jejak komentar yang baik

community