2018 : Alhamdullilah


Yeayy, sudah mau ganti tahun lagi, nggak terasa tahun 2018 akan segera berlalu. Satu kata buat saya untuk tahun ini : Alhamdullilah. Terima kasih ya Allah, atas limpahan berkah, rejeki dan nikmat yang tidak terkira.

Yang membuat saya paling bersyukur adalah karena wishlist seumur hidup yang ingin banget saya lakukan bisa contreng semua dan hal tersebut benar-benar jadi pencapaian yang berarti banget buat saya pribadi. Bila di ingat kembali kebelakang, tahun ini berbanding terbalik dengan cerita di tahun sebelumnya di 2017 yang penuh dengan drama dan kesedihan.

Cerita selama setahun terakhir saya rekap perbulan macam laporan dikantor, hihihi. Biar jadi pengingat buat diri sendiri sudah melakukan apa saja di 2018, yang bahagia, yang penuh berkah, berlimpah nikmat dan juga yang mengharu biru hingga buat galau.



Januari, 
Setiap awal tahun selalu dibuka dengan gathering atau outing dari kantor, jadi sebelum memulai pekerjaan dengan target baru kita semua refresh dulu, tahun ini saya dengan teman-teman kantor jalan-jalan ke kota Malang dan kota Surabaya kita ke Taman Selecta, Museum Angkut, Jatim Park 3 dan terakhir ke Kawah Bromo. Ini perjalanan 2 kota yang melelahkan namun berkesan sekali. Terutama yang ke Kawah Bromo karena kita kesana di musim hujan. Baca cerita-ceritanya disini yah 


Di awal tahun ini jugalah, setelah 5 tahun akhirnya saya pindah unit kerja, jadi alhamdullilah yang pertama ini, karena saya sudah bosen banget, mengerjakan kerjaan yang berulang terus selama ini, walaupun sekarang kerjaannya menuntut untuk lebih banyak keluar kota setiap bulan.

Saya sih jujur saja yah sebagai seorang emak dengan anak satu yang masih balita kadang masih berat sekali meninggalkan, tapi memang selalu ada yang dikorbankan dan syukurnya adalah Zaidan nggak pernah rewel tiap kali ditinggal dan suami pun sangat membantu menemani terutama di malam hari ketika waktu bobo. Kerjaan dinas pun lancar tanpa hambatan berarti.



Februari,
Sejak akhir tahun 2017, saya sudah mendaftar untuk umroh di bulan Februari 2018, bertepatan dengan hari lahir dan alhamdullilah kesampaian melaksanakan Rukun Islam yang ke 5 sebelum usia 35 tahun.

Sesuai target, inilah contreng pertama wishlist saya seumur hidup. Sampai hari ini masih belum bisa cerita kenikmatan berada di tanah suci, mudah2an tahun 2019 akan saya publish semua ceritanya.



Maret
Dibulan ini yang paling saya ingat adalah keikutsertaan saya di Blogger Day untuk merayakan hari ulang tahun Blogger Crony, setelah beberapa bulan masih yang ragu-ragu buat ikutan datang ke blogger event, akhirnya pecah telor juga dan seneng banget bisa tahu dan kenal beberapa teman blogger yang selama ini saya cuma baca-baca aja postingannya.

Permulaan semakin semangat buat ngeblog kemudian ikutan event lain yang memungkinkan di datangi dan juga jadi member di beberapa komunitas blogger yang lainnya.




Mei
Family day sama keluarga besar merayakan ulang tahun mama, bahagia sekali tahun ini kita gak di rumah sakit untuk merayakannya seperti tahun sebelumnya.

Sesuai dengan keinginan mama, kita sekeluarga ke anyer dan nginep di salah satu hotelnya, walau hanya satu malam saja sih, mengingat anakny pada nggak bisa cuti dari kantor.

Namun kebersamaan dalam sehari semalam tersebut, nikmatnya paling luar biasa.




Juni
Bulan Juni, saya liburan lagi nih, dengan teman kantor lagi tapi kali ini hanya yang satu departemen saja, kalau dengan teman satu divisi kita perginya solo, tapi kalau liburan dengan teman sedepartemen ada peraturan yang sudah menikah wajib bawa keluarga dan buat saya lebih menyenangkan liburan ini sih, karena bisa ajak zaidan dan ayahnya, apalagi tahun ini kita ke Bandung dan menginap di GH Universal, akh keren banget ini hotelnya.

GH Universal Hotel

Bulan ini juga Zaidan genap berusia 4 tahun dan mulai masuk sekolah di TK, kali ini beneran sekolah nggak seperti waktu ke daycare sekolah-sekolahan karena nggak pakai seragam, walau awalnya susah sekali bangun pagi untuk kesekolah namun Zaidan nggak pernah malas datang, walau terlambat sekalipun tetap may kesekolah.



Agustus
Pertama kalinya dinas ke Kota Tanjung Pinang dan dapat kejutan duren disana enakkk pake banget, duren terenak yang pernah saya makan, kalah lah itu duren dari medan apalagi duren dari Thailand. Saya yang memang pecinta duren, nggak akan menolak kalau diminta dinas ke sini lagi. hahaha.

Tanjung Pinang




September
Bulan ini bulan membahagiakan karena saya bisa ikutan jadi volunteer untuk acara santunan anak yatim sejabodetabek di Dufan, Ancol, Jakarta sekaligus juga menyedihkan karena kehilangan om ojek zaidan yang baik hatinya. Kehilangan yang mendadak ini pun sempat membuat perasaan campur aduk, mengingat betapa usia hanya Allah SWT' yang tahu dan ibadah yang kita lakukan belum tentu mampu menggugurkan dosa yang kian menggunung.

Oktober
Wishlist kedua seumur hidup yang berhasil diselesaikan belajar menyetir Mobil, hahaha. Jadi selama bulan oktober tiap akhir Pekan saya ikutan kursus nyetir, alhamdullilah sekarang sudah bisa tapi masih belajar terus biar lebih lancar lagi mengendarai mobilnya.

Kan sayang sudah punya SIM A masa cuma diem-diem didompet aja.



Yang berkesan juga dibulan ini, saya gabung di grup #smid dan ikutan merayakan hari jadinya yang pertama, wuah ini emak-emak yang menurut saya mandiri mencari rejeki tak mengandalkan minta dari suami melulu, selalu berbagi rejeki satu sama lain dan full support sesama anggota di urusan parenting. Happy to be member of #smid.



November
Jalan-jalan lagi, tapi kali ini hanya bertiga saja ke Bali selama 4 hari 3 malam, jalan-jalan ini sekaligus sebagai perayaan 7 tahun pernikahan.

Maunya sih honeymoon for the second time sama pak suami aja, tapi nggak tega ninggalin anak yang cinta banget sama pantai dan pingin banget naik pesawat karena seringnya nganterin bundanya aja ke bandara sama ayahnya.

Cerita lengkapnya akan di publish di 2019, tungguin yah.

Desember
Nah di penghujung bulan ini, bisa saya bilang sebagai bulan penuh rejeki, sampai akhir bulan ini rejeki benar-benar melimpah. Alhadullilah dikasih nikmat sehat juga jadi bisa benar-benar menikmatinya jadi bisa berbagi berkah buat menolong orang lain juga dengan limpahan rejeki tersebut.

Namun yah, banyaknya rejeki pun harus di temani juga dengan perasaan kecewa karena merasa tak mampu membantu maksimal orang lain untuk mendapatkan rejekinya dengan lebih baik. Pengen banget punya postingan tentang cerita ini, tapi nggak mampu buat publishnya setelah berkali-kali baca akhirnya saya memutuskan untuk jadi draft saja.

Tahun terbaik yang saya punya, yah tahun 2018 ini. Walau nggak selalu ada cerita-cerita bahagia yah namun semua alhamdullilah berjalan lancar dan masih terkendali. Ada bulan April dan Juli yang saya tidak isi ceritanya, karena memang tidak ada moment yang berkesan sekali di bulan tersebut.

Tahun depan saya punya 3  wishlist yang insha Allah ingin dibuka kan jalannya sama yang memberi kehidupan dan memberi rejeki : ingin punya rumah sendiri, ingin nambah anggota keluarga dannn ingin belajar renang. 

Hayo, Ada yang punya wishlist seperti saya juga ? cerita-cerita wishlist di tahun 2017 juga boleh yah di kolom komentar. 

Selamat datang 2019.






loph,
Maya Rumi 



3 komentar:

  1. 2018 bener bener tahun yang luar biasa ya, aku setuju sama kamu bahwa 2018 merupakan tahun terbaik bagi banyak orang :)

    SRS Blogger | // MY BEAUTY & TRAVEL BLOG

    BalasHapus
  2. Wah bunda hebat, salut sama bunda :)

    BalasHapus
  3. Paling hepi kalau bisa ngebahagiaan orang tua ya.. alhamdulillah bs ngerayain ultah mama sekeluarga. Akupun pengen bareng kaka2 & nyokap kemana gitu, tapi riweuh ngga kelaksana mulu :D Sakses terus buat 2019 may, ditunggu cerita2 lainnya di blog :)

    BalasHapus

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca postingan ini dan meninggalkan jejak komentar yang baik, semua komentar akan di moderasi terlebih dahulu oleh penulis.