Maya Rumi

"todays little moments become tommorows precious memories"

Jl. M.H. Thamrin No.28-30, RT.9/RW.5, Gondangdia, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10350, Indonesia

The Grocers Gourmet Hidden Gem di Plaza Indonesia



Ajakan Makan Siang yang Membuat Penasaran

“Ayo, kita makan warteg, tapi di dalam mal.” 

Ajakan itu terdengar cukup menggelitik. Biasanya, membayangkan warteg membuat pikiran saya langsung menuju deretan lauk di balik kaca, nasi hangat, dan kebebasan menunjuk makanan sesuai selera. Kali ini, tujuan kami justru Plaza Indonesia. Saya pun berangkat dengan rasa penasaran tentang pengalaman makan seperti apa yang menunggu di sana.

Jumat siang itu, kami datang berlima. Begitu tiba, kami segera menuju lantai basement, mencari The Foodhall supermarket, tepatnya The Grocer’s Gourmet. Bagi saya yang kerap merasa bingung mengikuti susunan toko di Plaza Indonesia, memiliki tujuan yang jelas membuat perjalanan kali ini terasa lebih mudah. Kami tidak berkeliling mencari pilihan restoran, melainkan langsung menuju tempat makan yang ingin dicoba.

Setibanya di sana, antrean di area buffet sudah cukup ramai. Saya dan dua teman perempuan segera ikut mengantre, sementara dua teman laki-laki membantu mencari tempat duduk. Pembagian tugas spontan itu terasa berguna, apalagi ketika kami melihat bahwa area makannya tidak terlalu luas. Mendapatkan tempat untuk lima orang tentu membutuhkan sedikit keberuntungan di tengah jam makan siang.

Sambil menunggu giliran, perhatian saya tertuju pada pilihan makanan yang tersaji pada etalase kaca. Menunya variatif dan menggugah selera, sampai saya perlu mempertimbangkan beberapa pilihan sebelum memesan. Hidangan yang disajikan bercita rasa Asia dan Barat. Rasanya seperti membawa kebiasaan memilih lauk di warteg ke suasana supermarket dalam mal, dengan pilihan masakan yang memberi lebih banyak ruang untuk mencoba kombinasi berbeda.

Istilah warteg dalam ajakan kami terasa cocok untuk menggambarkan cara memilih makanannya. Pelanggan melihat hidangan yang tersedia, menentukan kombinasi, lalu petugas mengambilkan pesanan. Meski demikian, tempat ini memiliki suasana dan susunan paketnya sendiri. Buat saya, kesamaan paling menyenangkan terletak pada kesempatan menyusun sepiring makanan berdasarkan selera, tanpa harus memesan satu menu jadi yang seluruh komponennya sudah ditentukan.


Memahami Paket Sebelum Memesan

Paket makan siang yang ditawarkan berharga mulai dari Rp55.000 sebelum pajak. Komposisi yang diinformasikan mencakup satu pilihan karbohidrat, satu protein hewani, dua pilihan pendamping berbasis nabati, serta sambal, acar, dan kerupuk. Mengetahui susunan ini membantu saya memilih dengan lebih terarah. Saya tinggal menentukan makanan utama, lalu mencari pasangan lauk yang rasanya terasa cocok untuk dinikmati bersama.

Harga tersebut merupakan harga yang saya temui saat berkunjung, sehingga teman-teman tetap perlu melihat informasi di lokasi ketika datang. Kata “mulai” juga membuat saya merasa penting untuk memastikan pilihan yang termasuk dalam paket sebelum membayar. Dengan begitu, pengalaman memilih makanan tetap menyenangkan dan perkiraan pengeluaran lebih jelas, terutama karena pajak belum masuk dalam harga yang disebutkan.

Untuk wadah, tersedia kotak makan bersekat empat dan piring beling. Kotak bersekat memudahkan pemisahan makanan, terutama jika kita memilih lauk dengan saus berbeda. Jika ingin membawa pulang pesanan, penutup kotak dapat diminta kepada kasir. Pilihan piring beling juga tersedia untuk menikmati makanan langsung. Hal kecil seperti ini memberi keleluasaan menyesuaikan cara makan dengan kebutuhan masing-masing pelanggan.




Sepiring Pilihan yang Tidak Mengecewakan

Pilihan saya akhirnya jatuh pada nasi Hainan, daging sapi teriyaki, tumis buncis, dan creamy spinach. Setelah sempat bingung melihat banyaknya menu, kombinasi ini terasa paling menarik. Ada nasi sebagai dasar, daging sebagai lauk utama, serta dua pendamping sayuran dengan cara pengolahan berbeda. Saya berharap semuanya cocok ketika disatukan dalam satu waktu makan, dan ternyata pilihan itu menyenangkan.

Nasi Hainan menjadi pasangan yang pas untuk daging sapi teriyaki. Keduanya membuat bagian utama makan siang saya terasa memuaskan. Tumis buncis memberi variasi di antara suapan nasi dan daging, sementara creamy spinach menawarkan karakter yang berbeda dari sayuran tumis. Saya menikmati kesempatan berganti dari satu komponen ke komponen lainnya, sehingga isi piring tidak terasa membosankan sampai akhir.

Sambalnya pun ikut mendapat perhatian. Pedasnya terasa enak dan cocok dengan selera saya. Dalam sepiring makanan yang sudah memiliki beberapa cita rasa, sambal menjadi pelengkap yang bisa ditambahkan sedikit demi sedikit. Saya tidak perlu mencampurkan semuanya sekaligus. Cukup mengambil sesuai keinginan, lalu menikmati bagaimana setiap lauk memiliki tempatnya sendiri dalam pengalaman makan siang tersebut.

Secara keseluruhan, tidak ada pilihan di piring saya yang mengecewakan. Porsinya juga banyak dan mengenyangkan. Bagi saya, kepuasan makan siang datang ketika rasa dan jumlah makanan sama-sama sesuai harapan. Kali ini, keduanya terpenuhi. Saya bisa menikmati lauk dengan cukup leluasa, menghabiskan sayurannya, dan menyelesaikan nasi tanpa merasa harus mencari tambahan makanan setelahnya.

Petugas melayani dengan cepat dan sigap saat mengambilkan pesanan. Di tengah antrean, pelayanan yang terarah membantu proses memilih makanan berjalan lancar. Namun, area duduk tetap menjadi hal yang perlu diperhitungkan. Pilihan meja dan kursinya terbatas. Untungnya, kedua teman kami berhasil mendapatkan tempat yang cukup untuk berlima, sehingga kami dapat menikmati makan siang bersama dengan nyaman.

Sambil makan, seorang teman bercerita bahwa menu yang tersedia berganti setiap hari. Menurut pengalamannya, pilihan makan malam juga berbeda dari makan siang. Ia menyebut adanya pilihan pasta, selain nasi dan mashed potato, yang membuatnya merasa paket makan malam lebih menarik. Mendengar cerita itu, saya langsung penasaran, meskipun saya sendiri belum mencoba dan belum bisa membandingkan keduanya.

Cerita teman tersebut memberi alasan untuk datang kembali. Pergantian menu berarti kunjungan berikutnya mungkin menghadirkan pilihan yang berbeda. Namun, saya tetap ingin melihat langsung hidangan yang tersedia sebelum menentukan pesanan. Justru bagian memilih itulah yang membuat pengalaman ini menyenangkan: datang dengan selera tertentu, melihat pilihan hari itu, kemudian menemukan kombinasi yang terasa paling cocok.


Menemukan Alasan untuk Kembali

Kami menghabiskan pesanan masing-masing sambil mengobrol. Pengalaman pertama ini membuat saya merasa menemukan sudut makan yang sebelumnya terlewatkan di Plaza Indonesia. Selama ini, perhatian saya lebih sering tersita oleh perjalanan mencari toko dan mengikuti arah di dalam mal. Ternyata, ada pilihan makan siang yang sesuai selera saya di area supermarketnya.

Ketika tempat semakin ramai, kami memutuskan menyudahi makan siang dan memberi kesempatan kepada pengunjung lain menggunakan tempat duduk. Saya pulang dengan rasa kenyang dan keinginan mencoba menu lainnya. Pengalaman ini layak diingat untuk kunjungan berikutnya. Untuk yang ingin mencoba, luangkan waktu memilih lauk dan perhatikan ketersediaan kursi, terutama jika datang bersama rombongan saat jam makan siang sedang ramai.

Kalau kalian pernah makan di The Grocer’s Gourmet, lauk apa yang paling berkesan? Bagikan ceritanya, siapa tahu menjadi pilihan saya nanti.


Komentar

Formulir Kontak