Maya Rumi

"todays little moments become tommorows precious memories"

Jl. Surabaya No.8, RT.1/RW.5, Menteng, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10310, Indonesia

Common Grounds Menteng Terra, Rekomendasi Cafe & Tennis Club

 


Rencana kami siang itu sederhana, mencari tempat makan siang di sekitar Menteng untuk mengobrol sambil menikmati hidangan yang mengenyangkan. Saya datang bersama empat teman perempuan, terbawalah kami di Common Grounds Menteng Terra yang ternyata menawarkan cerita yang lebih menarik daripada sekadar makan siang. Di tempat ini, satu-satunya yang menawarkan suasana kafe bertemu dengan lapangan tenis berwarna terakota, menghadirkan alasan tambahan kunjungan kembali.

Berlokasi di Jalan Surabaya Nomor 8, Menteng, Jakarta Pusat, kafe ini berada dalam satu kawasan dengan Menteng Tennis Club. Perpaduannya membuat kita sebagai pengunjung bisa membayangkan dua agenda sekaligus, bermain tenis kemudian bersantai dengan makanan dan minuman. Tapi hari itu Bagi kami yang datang untuk makan, keberadaan lapangan tersebut justru menjadi kejutan menyenangkan yang membedakan tempat ini dari banyak kafe lainnya.

Fasad yang Menyimpan Kejutan

Dari luar, saya tidak langsung menangkap kesan sebuah klub tenis. Fasad berkaca besar tampil bersama gundukan tanah dan batu yang cukup tinggi, sehingga bagian dalam kafe tidak seluruhnya terlihat. Penataan tersebut membuat kedatangan terasa seperti membuka ruang yang perlahan memperlihatkan karakternya. Ada rasa penasaran sebelum akhirnya kami masuk dan melihat suasana di dalam.

Area parkir yang terlihat saat kunjungan kami, setidaknya dapat menampung beberapa mobil dan sepeda motor. Meski demikian, ketersediaan tempat tersebut bergantung pada waktu kedatangan. Bila teman-teman datang bersama rombongan, datang menggunakan kendaraan bersama atau menggunakan taxi online bisa menjadi pilihan yang lebih praktis. Selain itu saya juga menyarankan menyiapkan waktu lebih longgar jika berkunjung saat jam makan, agar pengalaman bersantai tidak dimulai dengan terburu-buru mencari tempat parkir.

Ruang Mezanin yang Ramai oleh Cerita

Siang itu, lapangan tenis sedang kosong, tetapi area kafe justru cukup ramai. Bangunan dua tingkat bergaya mezanin dipenuhi pengunjung dengan kegiatan berbeda. Beberapa meja ditempati oleh mereka yang work from cafe sambil membuka laptop atau tablet. Pemandangan tersebut memberi kesan bahwa tempat ini juga cocok sekali dipilih untuk bekerja dari kafe, selain menjadi tujuan berkumpul bersama teman untuk makan atau bermain tennis.

Seorang petugas sigap menyambut dan mengarahkan kami menuju meja yang sesuai untuk berlima. Selain menawarkan area dalam ruangan yang nyaman, tersedia juga smoking area untuk para ahli hisap yang dilengkapi dengan meja, kursi, dan payung besar.

Pilihan tempat duduk ini memudahkan pengunjung menyesuaikan suasana yang diinginkan atau dibutuhkan. Untuk teman-teman yang memilih bekerja disini, sebaiknya tanyakan juga ketersediaan stopkontak dan koneksi internet terlebih dahulu, karena meja yang nyaman untuk makan belum tentu ideal untuk membuka laptop.

Pesanan Berbeda agar Bisa Saling Mencicipi

Kami sengaja memilih makanan berbeda supaya pengalaman makan siang terasa lebih seru. Dengan cara ini, setiap orang tetap mempunyai hidangan utama, tetapi ada kesempatan mencicipi pesanan teman. Bagi saya, strategi sederhana tersebut cocok untuk kunjungan pertama, terutama ketika pilihan menu cukup beragam dan hampir semuanya menggoda untuk dipesan.

Pilihan makanannya mencakup hidangan brunch, sandwich, toastie, pasta, camilan, serta makanan berat. Minumannya pun tidak terbatas pada kopi, karena tersedia pilihan nonkopi dan mocktail. Ragam ini membantu ketika selera satu rombongan berbeda. Orang yang hanya ingin menikmati minuman tetap bisa duduk bersama teman yang datang dengan tujuan makan siang lengkap.

Berikut adalah menu pesanan kami, yang dapat menjadi rekomendasi untuk teman-teman coba bila datang kesini :

Untuk penyuka roti gurih, Cheese & Smoked Beef Croissant Bun atau Roll dapat menjadi pilihan pendamping minuman. Perpaduan keju dan smoked beef menawarkan karakter asin gurih yang cocok bagi teman-teman yang ingin menikmati pastry. Karena varian etalase bisa berganti, tanyakan nama serta ketersediaannya kepada staf sebelum memesan agar sesuai dengan yang diharapkan.

Tuna Mayo Toastie menawarkan pilihan roti panggang dengan isian tuna dan mayones. Menu seperti ini cocok ketika ingin menyantap sesuatu yang praktis sambil mengobrol. Apabila datang bersama teman, membaginya menjadi beberapa bagian juga memudahkan kegiatan saling mencicipi. Pembaca yang memiliki alergi ikan atau telur sebaiknya mengonfirmasi komposisi isian dan saus sebelum memesan.

Phil’s Fried Chicken bisa dipertimbangkan jika menginginkan hidangan ayam goreng yang lebih mengenyangkan. Sajian ayam renyah dengan kentang goreng dan saus gurih memberi pilihan berbeda dari nasi. 

Sementara itu, Fish and Chips cocok untuk penyuka ikan berlapis tepung. Kehadiran saus tartar dan lemon menjadi pelengkap yang dapat disesuaikan dengan selera masing-masing saat menyantapnya.

Jika lebih nyaman makan nasi, Nasi Goreng Jakarta menawarkan campuran teri Medan, taoge, serta cabai hijau, dilengkapi acar dan kerupuk pelangi. Kombinasi ini menarik bagi pencinta rasa lokal. Alternatifnya, Sambal Matah Prawn Rice memadukan nasi hangat, udang renyah, sambal matah, dan telur mata sapi. Untuk tingkat kepedasan maupun kematangan telur, tanyakan kemungkinan penyesuaian kepada staf sebelum pesanan diproses.

Porsi Besar dan Satu Catatan Pelayanan

Makanan dan minuman kami umumnya disajikan sekitar lima belas hingga dua puluh menit setelah dipesan. Rasanya sesuai ekspektasi, sedangkan ukuran porsinya justru melampaui dugaan. Kami akhirnya merasa kenyang sekali. Pengalaman ini membuat saya menyarankan agar teman-teman mempertimbangkan kapasitas makan sebelum menambah camilan, terutama jika ingin mencoba beberapa hidangan dalam satu kunjungan.

Ada satu hal yang mengurangi kenyamanan kunjungan pertama kami. Saat menerima pesanan, pelayan mengandalkan hafalan tanpa mencatat, lalu satu pesanan terlewat untuk dibuatkan. Kejadian ini cukup mengecewakan, meskipun hidangan lainnya memuaskan. Untuk rombongan dengan banyak pilihan menu, jangan lupa untuk meminta staf memastikan pesanan ketika semua telah disajikan agar dapat membantu seluruh makanan dan minuman sudah terpesan telah keluar sesuai orderan diawal.

Selain itu Common Grounds Menteng Tera, semoga pengalaman kurang menyenangkan ini hanya terjadi dikami dan dapat menjadi catatan untuk memperbaiki sistem pemesanan makanan dengan menggunakan pencatatan tulisan maupun dengan gadget agar tidak ada lagi pesanan pengungjung yang terlewat.

Makan Siang atau Sekalian Bermain Tenis

Harga makanan berat yang saya temui saat berkunjung dimulai dari kisaran lima puluh ribuan rupiah. Angka tersebut merupakan gambaran sesuai pengalaman saya saat kunjungan, sehingga menu, harga, pajak, dan biaya layanan tetap perlu diperiksa kembali. Dengan porsi yang kami dapatkan, tempat ini terasa layak dipertimbangkan untuk makan bersama, terutama jika ingin menikmati suasana lebih lama.

Bagi yang tertarik mencoba lapangannya, Menteng Tennis Club menyediakan satu outdoor hard court dengan ukuran standar Wimbledon, dilengkapi juga dengan fasilitas ruang ganti dan kamar mandi yang bersih dan nyaman. Untuk pemesanan lapangan dilakukan terpisah dari cafe untuk makan. Untuk itu jangan lupa melakukan pemeriksaan jadwal, tarif, serta ketentuan cuaca melalui kanal reservasi sebelum datang. 

Walaupun ada sedikit pengalaman yang kurang menyenangkan, namun saya masih ingin datang di waktu yang lain, Untuk bersantai bersama dengan pasangan atau keluarga sambil menikmati suasana dan makanannya atau dengan agenda lain bersama dengan rekan kantor atau vendor untuk lunch meeting disini.

Setelah lebih dari satu jam, kami menyudahi makan siang dengan perut kenyang dan obrolan yang rasanya masih bisa dilanjutkan. Common Grounds Menteng Terra meninggalkan kesan sebagai tempat untuk bertemu, mencicipi menu bersama, dan menikmati suasana yang berbeda. Kalau kamu datang, apakah akan langsung memilih meja makan, atau justru tergoda membawa raket dan mencoba lapangannya terlebih dahulu bersama teman? 

Komentar

Formulir Kontak