Maya Rumi

"todays little moments become tommorows precious memories"

Jl. Ciliman No.14, RT.10/RW.4, Cikini, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10330, Indonesia

Straits Cikini Coffee & Eatery, Pilihan Menu Kopi Tiam Di Tengah Kota

Kesan Pertama yang Mengecoh

Pertama kali melihat bangunannya dari luar, saya sempat mengira tempat ini terbengkalai. Eksteriornya terlihat jadul, dengan bagian beton yang dibiarkan terbuka. Namun, kunjungan makan siang kali ini mengingatkan saya untuk tidak buru-buru menilai sebuah tempat dari penampilannya. Di balik wajah bangunan yang sederhana itu, STRAITS Coffee & Eatery Cikini ternyata menyimpan suasana yang ramai, detail interior menarik, dan makanan yang membuat saya ingin kembali.

Jumat itu, saya datang bersama tiga teman kantor. Kami memilih menghabiskan waktu makan siang di cabang Cikini yang berada di Jalan Ciliman Nomor 14. Seorang teman sudah beberapa kali berkunjung, sehingga saya cukup tenang mengikuti pilihannya. Rasa penasaran saya justru tumbuh ketika kami mulai mendekati pintu masuk.

Dari Teras Hijau ke Meja Makan

Di bagian depan, deretan tanaman berdaun lebar menghiasi sisi jendela kaca. Dari dalam, kaca besar itu memperlihatkan kendaraan dan aktivitas jalanan. Tanaman membuat batas antara kafe dan keramaian di luar terasa lebih lembut. Meski begitu, lahan parkir terlihat terbatas. Berdasarkan pengalaman kami, datang menggunakan ojek atau taksi online bisa menjadi pilihan praktis agar tidak repot mencari tempat parkir kendaraan.

Area dekat pintu masuk memiliki taman batu dengan tanaman kecil, bangku beton, dan lampu rendah. Di dinding, cermin bundar berbingkai merah tersusun sebagai dekorasi. Beberapa kursi juga berjajar di sekitarnya. Perpaduan material yang sederhana dengan detail semacam ini membuat langkah menuju ruang makan terasa seperti pembuka cerita.

Seorang pelayan menyambut kami dan menanyakan jumlah pengunjung. Setelah mengetahui kami berempat, ia mengantar kami ke meja yang masih tersedia. Siang itu suasananya sudah ramai. Percakapan terdengar dari berbagai arah, sementara meja kosong semakin sulit terlihat. Saya membayangkan pengunjung berikutnya mungkin perlu menunggu giliran.

Menu Seukuran Koran dan Interior Penuh Kenangan

Setelah duduk, kami menerima lembar menu berukuran besar, menyerupai koran. Hal kecil ini terasa lucu sekali karena saya sudah terbiasa menemukan kode QR di meja restoran. Kali ini, kami bisa langsung membuka lembaran menu, membaca pilihan makanan, lalu saling menunjuk pesanan sambil berdiskusi. Menyenangkan rasanya masih menemui kesan santai yang muncul dari kegiatan sederhana tersebut.

Sambil menunggu makanan, perhatian saya terus berkeliling ruangan. Langit-langit beton, jalur kabel yang terlihat, dan lampu gantung membentuk tampilan industrial. Kehadiran tanaman hijau memberi sentuhan segar di antara warna abu-abu dan furnitur bernuansa hangat. Bentuk kursinya beragam, termasuk sofa dekat jendela dan tempat duduk dengan bantalan bundar.

Sudut dekorasinya menjadi bagian yang paling mengundang rasa ingin tahu. Terdapat beberapa telepon putar berwarna kuning, merah, dan hijau dipajang pada rak terbuka. Di dekatnya ada lampu meja bergaya retro dan tas bertuliskan STRAITS. Dua televisi tabung tersusun bertingkat, ditemani perangkat kamera. Salah satu layar di setting dapat menampilkan wajah pengunjung, sehingga sudut ini terasa menarik untuk mengabadikan momen.

Saya menyukai bagaimana benda-benda lama itu hadir di tengah aktivitas makan siang yang sibuk. Ada pengunjung yang mengobrol, ada yang menikmati makanan, dan ada pula yang seperti saya sibuk memperhatikan dekorasi. Ruangannya memberi sedikit banyak bahan percakapan tanpa mengharuskan kami terus melihat layar ponsel. Bagi saya, inilah daya tarik yang perlahan mengubah kesan pertama terhadap bangunannya. Detail interior membuat waktu menunggu pesanan terasa menyenangkan.

Semangkuk Kwetiau Kari Ayam yang Menghangatkan

Mengikuti rekomendasi teman, saya akhirnya memilih kwetiau kari ayam. Begitu semangkuk pesanan datang, kuahnya langsung menjadi pusat perhatian. Warnanya tampak kaya, dengan taburan daun bawang dan bawang goreng di permukaan. Tampilannya sederhana, tetapi cukup menggoda untuk segera dicicipi setelah menunggu sambil mengobrol.

Saya menyukai rasa rempah pada kuahnya. Kwetiaunya kenyal, sementara potongan ayamnya cukup besar. Perpaduan tersebut membuat setiap suapan terasa memuaskan. Tidak butuh waktu lama sampai mangkuk saya hampir kosong. Untuk selera saya, hidangan berkuah seperti ini terasa pas sebagai makan siang, terutama ketika ingin sesuatu yang gurih dan menghangatkan.

Dari foto makanan kami, variasi pilihan di meja juga terlihat menarik. Ada lontong sayur dengan ayam dan telur berbumbu merah, serta chicken chop yang ditemani kentang goreng, sayuran, dan saus. Kehadiran hidangan berbeda membuat kunjungan bersama teman terasa lebih seru. Kami bisa membicarakan pilihan masing-masing, sekaligus mendapat gambaran menu yang ingin dicoba pada kesempatan berikutnya.

Egg Tart yang Membuat Ingin Menambah

Selain hidangan utama, kami memilih egg tart original. Pastry berlapis dengan bagian tengah berisi custard itu langsung menarik perhatian. Permukaannya memiliki warna kecokelatan yang membuat tampilannya semakin menggugah selera. Setelah mencicipinya, saya memahami mengapa camilan ini begitu mudah menjadi bahan rekomendasi dalam obrolan kami.

Rasanya benar-benar saya nikmati. Bagian luarnya memberi tekstur berlapis, sementara isiannya terasa lembut. Menurut saya, harga camilan ini memang bukan kategori murah, tetapi pengalaman mencobanya cukup sepadan. Tentu penilaian tersebut kembali pada selera dan anggaran masing-masing. Jika ingin mencoba tanpa terlalu kenyang, menikmatinya bersama teman dapat menjadi pilihan.

Menjelang Pulang Masih Ada Kejutan

Ketika selesai makan, seorang teman menuju kasir untuk membayar. Area ini ternyata masih menyimpan hal menarik. Pada meja dan etalasenya terlihat aneka camilan kemasan, chili oil, serta selai srikaya. Lampu berbentuk memanjang di atas konter memuat penanda seperti Jajanan, Pay Here, dan Egg Tart. Detailnya membuat area pembayaran tetap menyatu dengan karakter interior.

Saat kunjungan kami, ada promo koin permainan capit boneka untuk transaksi dengan jumlah tertentu. Teman saya mendapat kesempatan mencoba, lalu mendekati mesin yang berada di salah satu sudut. Sayangnya, setelah dua kali percobaan, boneka incaran belum berhasil dibawa pulang. Kami tetap tertawa melihat usahanya. Karena merupakan promo saat itu, ketentuan dan ketersediaannya perlu ditanyakan kembali ketika berkunjung.

Makan Siang yang Menyisakan Rasa Penasaran

Untuk pembaca yang senang memotret, perpaduan cahaya jendela, tanaman, dan barang lawas menyediakan banyak objek menarik. Tetap perhatikan kenyamanan pengunjung lain ketika mengambil gambar, terutama saat meja sedang penuh. Saya sendiri merasa foto detail ruangan sudah cukup membantu menyimpan suasana kunjungan kami hari itu.

Saya pulang dengan kesan berbeda dari saat datang. Bangunan yang awalnya saya pandang ragu ternyata menghadirkan pengalaman makan yang menyenangkan. Kwetiau kari ayam, egg tart, serta dekorasi retro menjadi bagian yang paling melekat dalam ingatan. Keramaiannya perlu dipertimbangkan jika mencari suasana tenang, tetapi bagi kami siang itu, justru menjadi latar obrolan yang hidup.

Kalau kembali, saya ingin mengeksplorasi menu lainnya sambil menikmati sudut yang belum sempat diperhatikan. Teman-teman pernah singgah di STRAITS Cikini? Menu apa yang paling kalian rekomendasikan? Ceritakan pengalaman kalian di kolom komentar.

Komentar

Formulir Kontak