Rabu, 23 Maret 2022

Hamil Anak Ke Tiga

Manusia memang hanya bisa berencana karena akhirnya sejak bulan februari lalu kemalasan menulis di blog ini datang lagi.

Padahal rencananya mau rajin menulis di tahun 2022 ini, makanya dibulan januari saya mulai buat "days in my life" jadi kalau sedang tidak ada review apapun atau paid posting saya ingin berbagai cerita secara random saja.

Kemalasan ini pernah terjadi juga beberapa tahun lalu ketika saya hamil anak kedua saya, Zeanissa. Hal tersebut terulang lagi.

 Namun kali ini saya tidak akan membiarkannya sampai hampir setahun menulis hanya untuk paid posting saja, walaupun kehamilannya memang terjadi lagi.

Alhamdullilah, dibulan maret ini kandungan saya telah masuk usia 16 minggu atau sekitar 4 bulan. Untuk kehamilan ketiga ini memang tidak direncanakan karena dikehamilan sebelum-sebelumnya tidak cepat dan mudah untuk saya dapatkan, jadi saya memang tidak menggunakan KB.


Ternyata setelah 2 tahun dan 3 bulan Zeanissa baru menyelesaikan masa menyusui saya langsung hamil kembali. Di kehamilan anak ketiga ini banyak sekali yang tidak menduga, termasuk saya dan pak suami tentunya.

Selain itu banyaknya saudara atau teman juga yang berfikiran bila kami sudah cukup dengan  dua anak saja, karena kebetulan juga sudah punya anak sepasang, anak pertama laki-laki dan yang kedua perempuan.

Selama 4 bulan ini banyak sekali cerita tentang kehamilan anak ketiga ini, selain kemalasan yang telah saya ceritakan sebelumnya, beberapa menjadi catatan untuk saya pribadi, oiya kehamilan anak ketiga ini adalah kehamilan ke empat untuk saya. Gimana, gimana maksudnya ?

Mual tapi tidak muntah

Kehamilan pertama saya terjadi di tahun 2012, namun mengalami keguguran ketika usia kandungan 3 bulan. Nah ditahun yang sama pula 6 bulan setelahnya saya hamil untuk yang kedua kalinya hingga kemudian lahirlah Zaidan, anak pertama saya.

Walau telah 4 kali merasakan hamil, yang kali ini lebih terasa mualnya walaupun tidak sampai muntah hanya saja badan menjadi lemas sekali  dan pada waktu tertentu cuma bisa tiduran saja. Sehingga pengalaman hamil dengan keluhan mual ini menjadi pertama kalinya untuk saya.

Bahkan dengan pemberian obat anti mual pun tidak cukup membantu mengurangi. Sesuai saran dokter saya pun menghilangkan rasa mual dengan menjadwal waktu makan setiap 3 jam sekali, porsi kecil tapi sering menjaga agar perut tidak kosong.

Makanan dan minuman nyaman di perut

Walau mual membuat saya menjadi seperti kehilangan tenaga namun tidak membuat nafsu makan saya berkurang, saya masih tetap dapat menikmati setiap makanan sama seperti saat saya tidak hamil, cuma bedanya karena hamil penciuman saya akan aroma jadi lebih sensitive.

Sehingga ada makanan tertentu yang tidak ingin saya makan dan makanan tersebut adalah ayam apapun jenis olahannya, entah mengapa ayam seperti mengeluarkan bau yang tidak enak sama sekali di hidung saya padahal tidak berbau tajam seperti duren atau bakso yang umumnya orang hamil tidak suka.

Nah justru bakso menjadi makanan favorit saya, senang sekali saya bila menemukan tempat jajan bakso yang baru pertama kali saya makan dan menemukan rasa bakso yang enak sekali (menurut saya) sehingga terasa nyaman sekali diperut.

Selain makanan saya tidak terlalu senang meminum air putih, air putih biasa membuat mual, air putih dingin yang biasanya saya suka malah membuat perut juga terasa dingin, yang paling mending saya minum air hangat cuma kadang setelah makan berkuah saya tidak suka minum air hangat.

Saya juga tidak terlalu suka minum air mineral dari kemasan galon, akhirnya beberapa kali saya membeli air mineral kemasan gelas atau botol kalau sedang merasa tidak nyaman meminum air mineral kemasan galon.

Kemalasan-kemalasan

Malas tidak menulis di blog hanya sebagian kecil dari kemalasan saya ketika masa kehamilan ini, ada beberapa kemalasan yang membuat saya semakin mager karena alasan lemah, letih lesu dan emang malas saja melakukannya yang kalau orang bilang "bawaan hamil"

Pertama kalinya malas mandi, semalas-malasnya bisa mandi hanya 2 hari sekali bahkan pernah sampai 3 hari nggak mandi-mandi, cuci muka saja malas apalagi sikat gigi, jadi hanya kumur-kumur dengan mouthwash dan rajin ganti pakaian termasuk pakaian dalam juga.

Malas kerja juga pastilah, namun yang ini nggak bisa nggak dilakukan sih, jadi tetap memaksakan diri 
Untungnya lagi karena hingga sekarang kantor masih menerapkan wfh dan wfo, jadi masih bisa izin untuk wfh lebih sering.

Walaupun kerja dirumah lebih berat yah karena banyak gangguan dari anak-anak namun tetap lebih memudahkan terutama karena nggak perlu pergi jauh untuk kekantor, waktu kerja bisa flexible kapan saja sebisanya dan yang paling penting bisa kerja di tempat tidur, kalau lelah tinggal rebahan aja deh.

Lelah fisik dan lelah mental

Hal lain yang terasa memberatkan adalah karena kondisi kesehatan ibu saya yang terus menurun akibat dari kepergian bapak di bulan januari lalu. Untuk pertama kalinya saya melihat dan merasakan bila kehilangan pasangan hidup itu benar-benar dapat membuat kita kehilangan separuh jiwa.

Jadi saya tengah hamil dan emosinya tidak stabil makin tidak stabil, saya bisa tiba-tiba sedih sekali, nangis sesegukan tapi akhirnya menyadarkan diri sendiri kalau hal tersebut tidak baik juga untuk kandungan saya, jadi kalau sedang merasa tidak baik emosinya saya mengalihkan pikiran saya dengan mendengarkan musik atau mengobrol atau apapun yang bisa saya lakukan.

Ini terasa double trouble dan terasa berat sekali untuk dijalani namun akhirnya bisa terlalui, kuncinya yah berdamai dengan situasi dan kondisi yang ada, tidak memaksakan menerima saat itu juga, berproses saja pelan-pelan karena kehilangan seseorang dalam hidup kita itu kepastian.


Bumil dulu dan sekarang

Beberapa teman mengatakan bila hamil anak pertama adalah yang paling ribet sendiri, dan kehamilan setelahnya kita pasti lebih santai dan tidak terlalu panik. Ini juga terjadi pada saya. Dahulu dikehamilan pertama saya benar-benar protective, benar-benar mengikuti saran dokter dan buku-buku hamil yang saya baca sebagai sumber informasi tambahan.

Banyak hal yang saya benar-benar jalankan untuk berpantang dilakukan selama kehamilan, namun sekarang lebih mempertimbangkan lagi dan merasa cukup, seperti pada makanan berani makan duren maksimal 3 potong cukuplah atau makan indomie yang lebih banyak sayur mayurnya dan ditambah telor dan bakso juga jadi lebih sehat.

... dan yang paling berani saya lakukan adalah tetap membawa motor ke kantor saya yang ada di menteng jakarta pusat dari rumah yang ada di daerah karang tengah tangerang namun ini paling seminggu sekali atau 2 kali saja sih, jalannya pelan saja lagian jakarta sudah nggak macet sekali sih karena saya juga pulang lebih awal di jam 4 sore.

Untuk pengecekan kehamilan saya tidak kembali pada rumah sakit dan dokter yang sebelumnya, saya mencoba rumah sakit lain yang lebih dekat dengan area rumah saja karena kondisi masih pandemi yang salah satunya menjadi pertimbangan.

Untuk vitamin-vitamin selama kehamilan saya hanya menggunakan blackmores i-folic di awal kehamilan hingga usia 3 bulanan lalu lanjut meminum blackmores blackmores pregnancy and breastfeeding gold, dokter kandungan pun menyetujui karena sudah cukup untuk kandungannya.

Susu hamil saya minum gak ?
Diawal kehamilan saya nggak minum sama sekali, baru minum diusia kandungan 4 bulanan dan itupun hanya sehari sekali saja, karena saya memang sejak dulu tidak pernah cocok dengan aroma dari susu hamil yang membuat mual.

Sama dengan kehamilan sebelumnya saya mengkonsumsi susu hamil merk frisomum gold, untuk saya ini yang aromanya paling bisa diterima oleh indra penciuman saya, ini merk yang jarang orang hamil gunakan sih, saya pun secara tidak sengaja menemukan di salah satu e-commerce dan iseng mencobanya eh ternyata cocok jadi lanjut deh sampai dengan kehamilan sekarang.

Alhamdullilah trimester pertama terlalui tanpa terlalu banyak drama juga sih sebenarnya, semoga trimester kedua dan ketiga pun berjalan lancar dan dimudahkan juga, hingga nanti tiba persalinan, doakan yah bunda-bunda aku dan calon ade bayi sehat-sehat.

Ada yang lagi menikmati masa kehamilan lagi kah seperti aku, mampir yuk dikolom komentar untuk sharing ceritanya.

1 komentar:

  1. Wah udah yang ketiga aja nih, baby bumpnya gemesin. Di masa sekarang puasa apalagi pandemi pasti ada kesulitan dalam keadaan hamil kayak gini. Semangat terus, Mbak, semoga bayi dan ibunya sehat terus. Pasti bisa!

    BalasHapus

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca postingan ini dan meninggalkan jejak komentar yang baik, semua komentar akan di moderasi terlebih dahulu oleh penulis.