Selasa, 28 Desember 2021

2021 : Kehilangan

Dalam hitungan hari tahun 2021 akan kita tutup. Seperti tahun-tahun sebelumnya saya menuliskan rangkuman cerita sepanjang tahun ini. Ternyata setelah saya cek kembali pada blog ini saya sudah menuliskan kaleidoskop tahunan sejak tahun 2017 dan ternyata lagi di tahun 2019 saya lupa menulis cerita penutupnya. Mengsedih.

Satu kata untuk tahun ini saya memilih : Kehilangan sebagai highligt. Setelah mengingat-ingat kembali segala hal yang terjadi dan juga dengan melihat foto-foto di galeri handphone, kata Kehilangan yang paling tepat untuk menggambarkan seluruh cerita di tahun ini.

Kehilangan tidak hanya benar-benar hilang dan saya tidak akan bisa menemukannya lagi, seperti kehilangan orang-orang terdekat dalam hidup saya karena mereka telah kembali kepada yang Maha Pencipta, namun ada juga kehilangan teman kerja karena resign, hingga kehilangan materi dalam jumlah yang tak sedikit dan juga ada kehilangan yang lainnya.

Selamat Jalan Orang-Orang Baik

Seperti yang kita semua tahu, tahun 2021 ini dunia masih dibayangi oleh pandemi virus corona yang belum juga pergi meninggalkan, bahkan dipertengahan tahun pun hampir seluruh negara di dunia mengalami yang disebut dengan corona virus the second wave.

Sayangnya akibat hal tersebut, saya kehilangan seorang pakde tersayang dan juga bos terbaik yang pernah saya kenal. Pakde saya tak tertolong ketika harus berjuangan melawan virus corona, dalam waktu beberapa hari saja ia telah menghembuskan nafas terakhirnya.

Begitu tahu kabar dari istrinya bila pakde telah meninggal, saya sedih luar biasa terlebih lagi kami sekeluarga tak dapat mengantarkan ke peristirahatan terakhirnya apalagi sekedar melihat untuk yang terakhir kalinya. Kami hanya dapat melepas kepergiannya dalam doa semoga pakde kami yang baik ini diberikan tempat terbaik disisiNYA.

Baru awal bulan Desember ini kami sekeluarga datang untuk berbela sungkawa kerumah bude yang sekarang hanya tinggal dengan anak semata wayangnya. Alhamdullilah sudah berkurang kesedihan bude, walau memang tak akan bisa sepenuhnya hilang karena terlalu banyak kenangannya.

"terima kasih pakde untuk kenangan masa kecil yang indah, yang tak akan maya lupa hingga nanti"

Belum lagi hilang kesedihan tersebut, datang lagi berita duka. Kali ini dari salah satu bos saya yang ada di Bali. Saya sudah lupa kapan terakhir kali kami bertemu, sejak 2018 dimana saya hamil anak kedua saya memang dibebas tugaskan dari dinas keluar kota.

Dari cerita teman-teman yang sekantor dengannya di cabang Denpasar, beliau telah dirawat selama hampir 2 minggu, beliau tertular virus corona dari orang tuanya yang telah berpulang terlebih dahulu. Setelah masuk ruang ICU dan sempat menunjukkan kondisi kesehatan yang membaik, tiba-tiba Tuhan berencana lain untuk dirinya.

"terima kasih pak gde untuk segala kebaikan bapak, saya sangat berterima kasih untuk kebaikan bapak terutama ketika keluarga saya berwisata ke Bali, mungkin tak akan ada anak kedua saya bila saya tak mencoba mengikuti yang bapak sarankan, liburanlah ke bali sama pak suami, honeymoon lagi siapa yang tahu nanti pulang dari bali punya lagi baby"

Tuhan juga mempunyai rencana yang lebih indah untuk seorang teman dari bangku SMA. Hingga saat ini masih saya simpan chat whats app darinya yang mengirimkan undangan pernikahan. Belum sempat saya datang untuk mengucapkan selamat untuknnya, tak lama dari kabar pernikahannya tersebut saya mendapat kabar bilamana ia telah meninggal dunia.

Terakhir kali saya bertemu dengannya adalah ketika menjenguk seorang anak dari teman SMA kami yang baru saja dioperasi, kami menjenguk sekalis memberikan uang hasil donasi yang kami kumpulkan dari teman-teman alumni kelas kami juga.

Diantara teman sekelas sewaktu SMA, hanya ia seorang yang belum menikah, hal tersebut terjadi karena ada alasan yang memberatkannya yang saya tidak bisa ceritakan disini, makanya begitu mendapat chat whas app yang berisi undangan pernikahannya saya begitu senang, walaupun ternyata saya tak dapat datang karena ia menikah di hari senin dimana saya ada jadwal wfo.

"dear veradiane, semoga Allah memberimu tempat terbaik yah cantik"


See You On the TOP

Dengan kepergian pak Gde, membuat salah satu cabang lowong jabatan, setelah dilakukan penyesuaian akhirnya salah satu teman saya pun mendapatkan promosi untuk mengisi jabatan tersebut, bukan di Bali sih tapi di daerah lainnya. Inilah awal mula dari kehilangan saya untuk rekan kerja di kantor pusat Jakarta.

Seorang teman lain pun memutuskan untuk resign salah satu alasannya adalah pandemi yang tak kunjung usai yang membuat dirinya menjadi lebih sulit untuk bertemu dengan keluarganya yaitu anak dan istrinya yang tinggal di luar kota Jakarta.

Bila sebelum pandemi ia masih dapat bertemu setidaknya seminggu sekali, sejak pandemi pertemuan mereka semakin jarang belum tentu sebulan sekali, apalagi dengan adanya level PPKM di kota jakarta yang kerap kali berubah dan tak usai-usai hingga sekarang.

last day refi agus maulidi 30 November 2021

Hingga akhirnya bulan november lalu, teman kerja terbaik yang pernah saya temui pun memilih untuk resign. Bila untuk kedua teman lainnya yang keluar dari kantor saya merasakan kesedihan karena kehilangan namun untuknya saya justru merasa bahagia.

Kehilangan teman kerja yang terakhir justru membuat saya mempunyai pandangan berbeda tentang kehilangan, inilah kali pertama saya kehilangan tapi saya tak merasa kehilangan. Dalam pikiran saya hanya ada kalimat "biar ia pergi karena ia akan meraih cita-citanya, yang dulu tak berani ia impikan namun sekarang ia ingin dan akan mewujudkannya".


"cari uang setengah mati, begitu hilang rasanya benar-benar mau mati"

Hingga saat ini saya masih tak habis pikir mengapa saya begitu ceroboh. Pagi itu seperti biasa saya bangun tidur lalu membuka hp untuk mengecek whats app dan berinteraksi di instagram dan tiktok. Entah bagaimana sehingga saya kemudian menemukan salah satu postingan tersebut dan percaya saja bila akun tersebut menjual sebuah produk dengan harga murah.

Tanpa pikir panjang saya pun segera mentransfer sejumlah uang yang cukup besar ke penipu tersebut, saya baru menyadari telah tertipu ketika komplotan ini akan melakukan kedua kalinya kepada saya namun dengan skenario yang berbeda. Untunglah saya sudah sadar akan kebodohan saya itu, hingga tak mengalami sudah jatuh tertimpa tangga pula.

Setelah kehilangan sejumlah rupiah dihari itu, setelahnya saya tidak mau ingat-ingat lagi. Pikiran saya, sudahlah hilang uang segitu mungkin karena saya kurang sedekahnya, kurang amalnya, kurang berbuat baiknya, makanya Allah kasih teguran untuk saya dengan cara begitu.

Pesan saya yah teman-teman banyak sekali modus orang menipu zaman sekarang, jangan pernah transfer uang kepada siapa pun ke rekening pribadi, bila tengah melakukan sebuah transaksi paling aman menggunakan pihak ketiga seperti e-commerce.


Kehilangan Adalah Rejeki Baru Yang Tertunda

Tahun ini tentu saja tidak hanya di isi dengan banyaknya kehilangan namun juga banyak hal baik yang datang menghampiri diri saya, salah satunya yang sangat saya syukuri adalah mampu menabung sesuai target di awal tahun, Alhamdullilah walau ada rejeki yang harus hilang namun Allah terus kasih pengganti rejeki-rejeki tersebut, bahkan bertambah lebih dari yang dapat saya harapkan.

Tahun ini walau tidak ada pergi jalan-jalan kemanapun namun tergantikan bisa lebih sering mengajak keluarga untuk menginap di hotel hampir setiap bulan, belum lagi bisa merasakan nikmatnya belanja saat flash sale tanpa harus puyeng mikirin budget karena di support sama bos dikantor.

Untuk yang terakhir ini memang bikin iri sih ya ?, jadi saya mau cerita tapi sedikit saja tetang bos saya yang memang luar biasa baiknya. Awal tahun ini, ia membuat sebuah ide, kalau saya lihat-lihat sih tujuannya agar kami para stafnya tetap semangat untuk bekerja walau masih dari rumah saja.

Akhirnya ia membuatlah sebuah sayembara setiap bulan yang hadiahnya akan diberikan bertepatan dengan tanggal flash sale, nggak yang sulit sekali sih sebenarnya tapi cukup menantanglah. Seperti setiap hari kami harus absen online dan share location di wag jam 7-7.30 pagi hingga berakhir jam kerja, harus setor foto sedang melakukan aktivitas olahraga setiap akhir pekan selama berbulan-bulan.

Hadiahnya setiap bulan berbeda, kadang sama bos saya dibolehin belanja bebas sejumlah rupiah tertentu, kadang produknya yang dibelanjain sudah ditentukan, kadang dia kasih kita logam mulia, katanya buat tabungan, tapi paling seringnya dia kasih kita uang cash.

Pertengahan tahun depan beliau akan memasuki masa pensiun tapi jangan sedih dulu kemarin pak bos sudah konfirmasi akan melanjutkan ikoy-ikoynya tapi dengan cara berbeda. Nanti saya lanjutkan ceritanya yah.

 Sehubungan dengan teman-teman kerja yang telah resign dan telah dimutasi, kabar baiknya adalah saya pun punya dua orang teman baru dikantor sebagai pengganti mereka. Setelah menunggu berbulan-bulan akhirnya departemen saya full team lagi di penghujung tahun 2021 ini.

Walaupun tahun ini saya banyak merasa kehilangan namun saya belajar sekali dari kata kehilangan ini, tidak ingin terlalu dalam menjadi sedih karena kehilangan juga tidak ingin menyesali kebodohan yang telah saya putuskan justru mengingatkan diri untuk selalu berhati-hati.

Teman-teman punya 1 kata apa untuk tahun 2021 ini ? Yuk yuk sharing ceritanya di kolom komentar aku juga ingin tahu loh.

7 komentar:

  1. Pengalaman menyakitkan tapi sekaligus indah. Saya sendiri kehilangan banyak teman sahabat dan guru ngaji saat covid

    Sakit karena mereka berpulang, tak menunggu kita bareng hahaha tapi sekaligus indah karena kita punya best memories bersama teman tersebut

    BalasHapus
    Balasan
    1. ia bener mba best memories bersama mereka terus hidup dalam pikiran kita

      Hapus
  2. Ada banyak cerita kehilangan yang terjadi. Semuanya memberikan pembelajaran yang bermakna. Tinggal apakah kita bisa mengambil hikmahnya atau nggak. Semangat, kakak...

    BalasHapus
  3. 2021 adalah tahun yang mengesankan buatku, ada sebuah keputusan yang akhirnya berani kuambil di tahun ini. Sebuah keputusan yang begitu berat dan akan membuatku melewati berbagai rintangan terjal, sampai saat ini pun itu masih membawa rintangan, tapi semoga 2022 bisa lebih baik. Aku bisa mencapai berbagai target dan kita semua selalu sehat. Doa terbaik untuk semua yang meninggalkan kita selama 2021

    BalasHapus
  4. Tahun 2021 merupakan cerita terindah 360 hari yang tak terlupakan, banyak hal yang pernah dilalui dan dilakukan. Mungkin masih banyak hal yang belum tercapai, dan semoga tahun depan bisa terelasasikan dengan baik. amin.

    BalasHapus
  5. Peluuk. turut berduka atas kehilangan orang-orang terkasih, berasa ada lubang di hati yang menganga dengan lebar. Semoga uang yang hilang bisa lekas diganti 10x lipat ya Kak.

    BalasHapus
  6. Semoga amal dan ibadah Pakde diterima disisi yang maha kuasa.

    Memang biasanya seuatu kehilangan akan ada penggantinya yang baru mbak, seperti halnya saat Ibu saya meninggal, kemudian kaka saya melahirkan bayi perempuan. Hanya selang 1 minggu antara kepergian ibu dan kelahiran tersebut.

    BalasHapus

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca postingan ini dan meninggalkan jejak komentar yang baik, semua komentar akan di moderasi terlebih dahulu oleh penulis.