Jumat, 07 Januari 2022

A Week In My Life : I love You Baba

Kalau baca judulnya seharusnya sih a day in my life yah. Tulisan ini memang terinspirasi dari teman-teman di tiktok yang sering membuat video a day in my life, seperti akun @gimana yang sekarang tengah menjadi favorit saya. Kepoin deh kalau penasaran, kalau menurut saya sih @gimana ini cara berceritanya seru dan bikin candu melalui video a day in my life yang rutin dibagikan hampir setiap hari.

Namun karena saya masih belum yakin bisa menulis setiap hari sehingga saya akan membuat yang mirip sehingga mengganti menjadi A week in my life. Setelah saya pikir-pikir mungkin tema a day in my life ini kalau dulu dikenalnya dengan journaling karena kita mengeksplorasikan pikiran, perasaan serta emosi tentang peristiwa di dalam hidup, bila dulu dalam bentuk tulisan di diary book atau blog, sekarang dalam bentuk video di aplikasi.

1 Jan 2022

Kok sudah tahun 2022 saja yah ? Masih ada yang bertanya-tanya seperti itu ? samalah kita. Seperti tidak terasa menjalani 365 hari di tahun lalu. Alhamdullilah bisa melalui setahun yang ketika dijalani terasa berat ketika sudah dilalui membuat kita bersyukur ternyata Allah kuatkan kita untuk terus bertahan hingga hari ini.

Sama dengan beberapa tahun terakhir ini, acara tahun baru selalu dirumah saja. Dengan kegiatan memasak ala-ala restoran all you can eat versi low budget. Kemudian dilanjut dengan memasang kembang api dan petasan untuk anak-anak dan berakhir dengan tidur tanpa melihat kembang api tepat di jam 12 tengah malam karena sudah mengantuk sekali.

Ada yang begini juga nggak sih ?, niat sekali mau lihat ramainya kembang api atau petasan dilangit eh malah pas waktunya, denger bunyinya aja nggak bikin bangun untuk melihat malah mikir yah udahlah, udah pernah lihat juga dan tahun depan juga akan ada lagi.

Efek dari tidur lebih larut daripada yang biasanya, bangun pun makin siang, saya yakin tidak sendirian nih, pasti banyak juga yang seperti ini. Kegiatan libur tahun baru ini karena tidak ada rencana kemana-mana saya pun mengisinya dengan beberes lemari pakaian lalu dilanjut dengan mencuci sepatu-sepatu yang sudah lama tidak dicuci.

Terniat sekali yah menyambut tahun yang baru dengan bebersih dan beberes dengan angan-angan agar apa yang dilakukan di awal hari tahun 2022 ini akan membawa lebih banyak berkah dan hal baik yang membuat hidup juga akan lebih mudah dan lancar untuk dijalani dan dilalui.

Sebenarnya sejak pagi ada kesibukan lain yang saya lakukan yaitu menemani baba (panggilan untuk ayah saya) yang memang sudah beberapa bulan ini sakit, dari vonis dokter beliau harus kembali merasakan sakit paru-paru walaupun sebelumnya sudah dinyatakan sembuh.

Sejak 2 hari ini kesehatannya semakin menurun bukan karena sakit paru-parunya tapi ada penyakit lainnya, perutnya kembung hingga terasa keras bila dipegang, saya melihatnya malah kaku sepeti papan, kemudian pagi ini keluhannya pun bertambah  ia tak mampu menelan obat-obatan yang harusnya diminum.

Sebenarnya kemarin bersama dengan salah satu adik saya, bapak sudah membuat janji dengan dokter di salah satu rumah sakit tempat beliau biasa melakukan kontrol kesehatannya namun ketika sudah tiba di rumah sakit, dokternya sudah pulang, informasi dari suster karena mereka datang terlambat, padahal menurut adik saya, jam praktek dokternya masih ada waktu setengah jam lagi.

Baba terus mengatakan merasa tidak nyaman yang kemudian juga berimbas pada kesulitannya bernafas hingga akhirnya kami pasangkan regulator oksigen untuk membantunya bernafas, setelah habis 1 tabung oksigen, mama meminta paksu untuk membawanya ke klinik untuk mengecek kondisi baba.

Akhirnya setelah shalat zuhur, baba ditemani mama, paksu dan adik saya pun berangkat ke klinik, saya tidak ikut serta untuk menamani karena menghindari kerepotan anak saya Zeanissa yang mungkin tidak dapat untuk masuk ke klinik. Namun ternyata setelah bertemu dengan dokter disarankan untuk ke rumah sakit saja agar dapat dilakukan pengecekan secara menyeluruh (rontgen). 

Dengan pertimbangan agar lebih dekat dari rumah bila memang baba akan di rawat di rs setelah pengecekan, kami pun membawanya ke rs terdekat untuk mempermudah penjengukan dan perawatan juga. Ternyata benar baba harus dirawat salah satunya karena tekanan darahnya sangat rendah.

2 Jan 2022

Pagi itu sekitar jam 5.30 saya sudah berada di rumah sakit, sebelumnya mama menelpon ke hp adik saya yang lain dengan menangis tersedu-sedu, selama menuju rumah sakit pikiran saya sudah tidak tenang hingga saya tidak berani membawa motor yang membonceng adik bungsu saya dengan mengebut walaupun saya ingin sekali untuk bisa cepat sampai ke rs.

Begitu bertemu dengan dokter, ia meminta saya untuk berdiskusi dengan anggota keluarga lainnya karena baba disarankan untuk di rawat di ICU karena kondisinya terus menurun dan tekanan darahnya juga tidak membaik. Perihal perutnya yang kaku, dokter menyampaikan bilamana hal tersebut terjadi karena konsumsi obat-obatan yang lama tanpa diimbangi dengan konsumi makanan yang benar.

Baba memang sulit sekali untuk makan, ia pemilih makanan sama seperti saya, cuma bedanya saya masih suka makan daging atau bebek, ia tidak sama sekali dan lebih memilih ikan atau ayam, sementara saya tidak bisa makan ikan dan kurang suka dengan ayam.

Akhirnya kami pun setuju untuk memindahkan perawatan baba keruang ICU, sehingga dengan demikian anggota keluarga tidak dapat terus menemaninya dan hanya dapat menemani di jam tertentu saja sesuai dengan peraturan rs, jam kunjung hanya ada pada jam 6 pagi, 12 siang dan jam 6 sore. Selebihnya segala keperluan baba akan ditangani dan dibantu oleh suster diruang ICU.

Hari ini adalah terakhir kali saya melihatnya dan berbicara dengannya. Ia pun sempat berpamitan pada saya untuk meridhoi kepulangannya kepada Sang Khalik. Namun saya membalasnya untuk menguatkan dirinya agar terus berjuang untuk hidup tapi baba bilang, ia sudah sakit sekali, nafasnya seperti sudah tinggal di tenggorokan.

Hari itu saya hingga 3 kali bolak-balik ke rs, setelah pagi mengurus segala keperluan baba untuk pindah ke ruang ICU lalu siangnya saya datang lagi untuk menemani mama yang setia menunggu di depan pintu ruang ICU agar bila baba memanggil, mama bisa segera datang menemui.

Terkait dengan kondisi pandemi, sehingga untuk masuk ruang ICU hanya diperbolehkan anggota keluarga yang sudah melakukan swab saja dan mamalah yang kami minta untuk diswab. Bersyukur sekali kondisi pandemi saat ini sudah tak separah bulan-bulan sebelumnya sehingga protokol rs pun lebih longgar untuk menunggu dan menjenguk pasien pun diperbolehkan walaupun tetap ada pembatasan.

Siang itu ketika menemani mama, ia sedih sekali mendapati kondisi baba yang tak juga kunjung membaik malah setelah makan siang baba sempat teriak-teriak histeris memanggil mama dan baba juga sempat membuka paksa selang infusnya sehingga darahnya banyak sekali yang keluar.

Malam hari setelah mendapati adik saya yang telah bertemu dengan baba menjadi rasa kurang sehat, saya pun kembali ke rumah sakit, kali ini bersama dengan paksu dan adik ipar saya. Kami tiba di rs sekitar jam 9 malam. Namun karena saya tidak bisa meninggalkan Zeanissa akhirnya saya pulang sekitar jam 11 malam dan meminta paksu dan adik ipar saya untuk menginap di rs menemani mama.

3 Jan 2022

Jam 2 pagi saya terbangun, mengecek hp dan mengirimkan chat wa ke paksu. Menunggu hingga setengah jam namun tak ada balasan darinya, saya tak bisa tidur lagi dan terjaga hingga mungkin sekitar jam 3.30 pagi. Mungkin itulah cara baba memberitahu saya bila ia sedang tidak baik-baik saja, karena tepat saat azan subuh berkumandang, baba telah tiada. Innalilahi Wa Innailahi Rojiun.

Paksu menelpon saya mengabari kepergian baba, saya menguatkan diri namun tak kuasa membendung tangis, saya pun memberi tahu adik saya yang kamarnya tepat disebelah kamar saya, ia pun sudah menangis terisak karena sudah diberi tahu oleh suaminya yang juga ikut menemani di rs. Kami hanya dapat berpelukan saling menguatkan karena kabar tersebut.

Lalu setelah agak tenang saya pun menuju ke kamar adik saya yang satu lagi yang semalam terakhir kali bertemu dengan baba dan langsung merasa tidak cukup sehat setelah melihat kondisinya. Saya tidak membangunkan adik saya melaikan membangunkan suaminya dan segera mengajaknya keluar kamar dan memberitahu kabar tersebut dan meminta ia untuk memberitahu kepada istrinya.

Hal yang kami takutkan pun terjadi, adik saya pingsan setelah mendegar kabar baba telah meninggal.

Hari ini, hari senin pertama di tahun 2022, harusnya saya dikantor sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun Allah lebih sayang pada baba, baba akhirnya tak lagi merasakan sakitnya. Kami mengantarnya ke pemakaman keluarga yang tak jauh dari rumah.

Seluruh prosesi berjalan lancar tanpa ada hambatan, jenazah baba datang sekitar jam 7 pagi, sanak saudara, tetangga dan banyak lagi orang yang tak pernah ku kenal datang kerumah untuk berbelasungkawa. Mengikuti saran dari guru mengaji baba, kami pun berkeputusan menguburkan baba sebelum waktu zuhur.

Prosesi memandikan mayit baba di pangku oleh ketiga mantu laki-lakinya, ketika giliranku menuangkan air ketubuhnya aku pun membantin, baba lihatlah ketiga laki-laki ini yang telah mempersunting ketiga anak perempuan baba, mereka laki-laki yang bertanggung jawab dan dapat diandalkan, terima kasih baba telah memberikan restu kepada laki-laki sesuai dengan pilihan kami.

Setelah baba dipakaikan kain kafan, secara bergantian saya, mama dan kedua adik saya melihat dan menemui baba untuk terakhir kalinya yang kini telah terbujur kaku . Aku melihat baba tersenyum, wajahnya putih berseri, baba ganteng sekali apalagi rambutnya masih hitam legam belum ada ubannya padahal usianya sudah 66 tahun, aku mencium kening dan kedua pipinya yang dingin.

Tepat jam 10 pagi, baba di shalatkan di masjid dekat rumah kemudian dibawa ketempat peristirahatan terakhirnya.

4,5,6 & 7 Jan 2022

Baba sudah pergi dari hidup kami, rasanya memang sulit sekali untuk menerima kenyataan tersebut, walau kami tahu dengan kepulangna baba kepada sang pencipta, berarti baba telah diangkat dari rasa sakitnya yang selama ini menyiksa dirinya.

Seorang teman berkata bila ketika hari kepergian orang tuanya ia sedih tapi tak terlalu merasakan kesedihan, ia lebih kuat, lebih tegar dan mengikhlaskannya karena selama orang tuanya sakit ia telah mencurahkan segala hal yang mampu ia lakukan untuk orang tuanya sehingga tak ada lagi penyesalan. Terlebih waktu-waktu terakhir orang tua kita masih hidup, kita menjadi saksi betapa ia ingin terbebas dari rasa sakitnya.

Inilah yang saya rasakan juga, apalagi ketika mengingat kembali dari cerita mama ketika baba mengalami sakratul maut yang terlihat tidak menyakitkan, tidak membuat mama yang mendampingi menjadi sedih dan takut, hingga mama pun dapat membimbing baba untuk mengucapkan kalimat tauhid.

Beberapa hari dipenghujung tahun lalu saya terngiang-ngiang terus dengan kata-kata "setiap masa ada orangnya dan setiap orang ada masanya" tidak meyangka bila saya harus menulis kutipan tersebut untuk kepergian baba, padahal saya ingin menyemangati diri sendiri selama tahun 2022 ini dengan kata-kata tersebut agar lebih rajin dan giat bekerja untuk mewujudkan sebuah cita-cita.

Dalam waktu empat hari antara tanggal 4 hingga 7 januari, saya dan kedua adik secara bergantian dan kadang bersama-sama terus datang ke makam baba, kami membawakan bunga, air mawar serta membacakan surah yasin dikuburnya. Acara tahlil pun terus dibuat setiap bada isya. Kami pun bersyukur sekali bilamana acara tahlilan untuk baba selalu banyak yang datang.

Setelah kepergian baba saya banyak mengingat kenangan bersamanya, yang paling berkesan ketika saya kecil dulu baba sering kerja dinas ke jogja dan lampung, saya kadang sedih karena jarang bertemu dan memandang foto kami ketika pergi jalan-jalan ke dufan dengan sedih.


Terima kasih untuk semua saudara, teman, tetangga dan siapa pun yang mendoakan, memaafkan, membantu, menolong, menghibur dan menyediakan telinga untuk mendengar cerita kami yang terus berulang tentang baba. Terima kasih baba sudah menjadi orang tua yang luar biasa, maaf bila maya belum bisa menjadi anak yang baik sekali, semoga baba diberikan tempat terbaik disisi ALLAH SWT, i love you baba.

2 komentar:

  1. Innallilahi wa innallilahi rojiun, semoga tenang di sana, ya, Mbak. Memang sulit untuk menerima hal ini, tetapi kematian pasti ada dan kehilangan pasti terjadi. Semangat, Mbak!

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih mba annisa untuk ucapan duka, doa dan semangatnya. means a lot for me.

      Hapus

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca postingan ini dan meninggalkan jejak komentar yang baik, semua komentar akan di moderasi terlebih dahulu oleh penulis.