Sadar Diri, Motivasi Konsisten Tadarus

Maret 14, 2021

Hari raya idul fitri jatuh di pertengahan bulan April, berarti ramadhan akan di mulai pada pertengahan bulan maret. Berarti lagi hanya ada waktu lebih kurang 3 bulan untuk bisa khatam Al Quran di awal tahun 2021 ini.

Tadarus atau mengaji menjadi salah satu resolusi tahun 2021 yang ingin saya usahakan bisa terealisasi, kalau tahun-tahun sebelumnya tadarus hanya bisa khatam 2 kali yaitu khatam sekali saat tadarus selama ramadhan dan yang kedua tadarus dan mengkhatamkan  dalam waktu 11 bulan tersisa.

Setelah melihat pertanggalan di kalender, saya pun membuat cara perhitungan tadarus agar lebih memudahkan membagi waktu mengaji namun tetap dapat memenuhi target selesai sesuai waktu yang telah saya tentukan yaitu di akhir bulan maret.

Al quran terdiri dari 30 juz, setiap 1 juz terdiri dari 10 lembar. Untuk saya yang bekerja (atau untuk siapapun) yang tidak memungkinkan tadarus setiap kali setelah selesai shalat fardhu dapat membagi waktu tadarus dalam 2 waktu setelah shalat fardhu.

Yang paling penting adalah mengetahui waktu luang terbanyak ketika selesai shalat, untuk saya pribadi waktu tersebut adalah di pagi hari setelah shalat subuh dan malam hari setelah shalat maghrib, dengan demikian target hariannya adalah 5 lembar Al Quran sehingga dalam 2 hari dapat selesai 1 juz.

Dengan 2 hari dapat selesai 1 juz itulah, sehingga seharusnya dalam seminggu bisa selesai kurang lebih 3 juz. Bila dalam satu bulan ada 4 minggu harusnya sih dalam sebulan sudah bisa selesai 10 juz maka itu dalam waktu 3 bulan harusnya bisa khatam tadarus Al Quran 30 juz.

Sebenarnya dari perhitungan waktu tersebut diatas masih ada banyak sisa hari, namun sisa hari bukan untuk bersantai dan menunda-nunda target tadarus harian. Sisa hari itu digunakan sebagai waktu pengganti ketika tamu bulanan datang. 

Sehingga tidak ada alasan untuk diri saya (sebagai perempuan) merasa kekurangan waktu yang kemudian terakumulasi menjadi alasan malas.

Membaca kembali perhitungan dan pertimbangan tersebut jadi membuat diri saya tertantang, akhirnya untuk tahun ini saya membuat target dapat 4 kali khatam Al quran. 

Dalam setahun ada 4 kali quartal, dimana satu quartal itu rentang waktunya adalah 3 bulan sehingga saya pun harus 1 kali khatam tadarus Al Quran kemudian ditambah dengan khatam Al Quran selama satu bulan ramadhan. 

Pertengahan bulan maret ini saya sudah menyelesaikan 25 juz, hampir mencapai target untuk bisa khatam Al Quran yang pertama di tahun 2021 ini dan senangnya semua berjalan sesuai dengan perhitungan saya.

Melakukan suatu hal yang baru dicoba pertama kali tentu saja terasa berat dan tidak mudah bagi kita. Saya sendiri merasakan dari di awal mempunyai keyakinan yang kuat akan mampu menyelesaikan khatam Al Quran ini hingga ada datang masa malas yang meruntuhkan keyakinan tersebut.


Hingga akhirnya menemukan motivasi terbesar untuk saya yaitu sadar diri.

Sadar diri untuk tetap merasa butuh bertadarus setiap hari bukan lagi karena sekedar memenuhi target. Sadar diri untuk menjaga pikiran tak teralihkan ketika tiba waktunya bertadarus. Sadar diri yang pada akhirnya menjadi kekuatan untuk mengejar ketinggalan, hingga akhirnya bisa menyesuaikan dan menjaga target harian terpenuhi.

Sadar diri juga membuka mata saya bilamana segala hal yang kita kerjakan rutin setiap hari walau pada awalnya hanya 10 menit sekarang bisa membuat saya betah berlama-lama bertadarus karena menemukan ketenangan.

Sadar diri juga tak lagi membuat saya terpaksa untuk membuka dan membaca Al Quran karena segala hal yang kita yakini sebagai tuntunan untuk kebaikan diri kita, Allah pasti mudahkan dan mampukan untuk dapat kita lakukan.

Tanpa terasa tepat di hari ini, satu bulan akan kita jelang kedatangan ramadhan, bulan penuh berkah bagi kita umat muslim yang paling kita rindukan kedatangannya. 


Pertanda kosongnya jiwa serta binasanya hati, yaitu ketika seorang muslim sekedar mengaku beriman tapi dia enggan dan lalai mengerjakan amal shalih secara berkelanjutan.
-Buya Hamka-


You Might Also Like

13 comments

  1. kalo aku sih gabung di komunitas one day one juz mbak. jadi ngajinya tetep konsisten karena mesti laporan tiap hari. kalo gak laporan ya malu sama temen-temen satu grup. jadi ya mau gak mau konsisten mengaji tiap hari :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya ini programnya sudah lama yah mba bagus juga kok, tapi untuk yang tidak bisa odoz dan baru mulai tadarus pasti berat sekali harus odoz tiap hari, makanya harus coba dulu dengan yang lebih mudah dan tidak memberatkan untuk bisa konsisten

      Hapus
  2. Subhanallah...inspiratif mbak apa yg dilakukan supaya bisa tamat baca Al Quran sebelum puasa tahun ini. Duuh saya aja masih belum ngapa-ngapain nih mbak...jadi malu. Semoga apa yg mbak lakukan dan share di sini jadi amal jariyah ya. Makasih udah bantu mengingatkan ya, mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama kak hida, semangat kak inshaa allah dimudahkan untuk mulai tadarus

      Hapus
  3. Saya juga lagi mencoba istiqomah tadarusan nih. Apalagi skrg punya anak, pengen anak'y jd hafizh qur'an kalo ibunya nggak baca qur'an ya gimana ceritanya ya? Haha. Semangat Mba istiqomah insha Allah dipermudah langkahnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bener mba anak bisa jadi pengingat untuk kita sebagai orang tua bila ingin anak sholeh dan sholehah kita pun harus demikian

      Hapus
  4. Kalau yuni memaknai tadarus Al Quran sebagai kebutuhan rohani sih. Kadang ada masa malasnya membaca AlQuran, tapi selalunya setelah itu jadi berasa aku kok gini sih. Seperti ada yang salah gitu.

    Kadang kalau sudah merasa begitu balik lagi jadi rajin. Tapi nggak jarang juga nyuekin perasaan itu.

    Ah iman seorang memang kadang naik-turun. I feel it so much.

    BalasHapus
  5. Dulu aku sempat ikutan komunitas odoj yang bikin aku bisa khatam quran beberapa kali setahun. Sayangnya sekarang sudah nggak gabung lagi dan sekarang khatam qurannya cuma 1 kali setahun. Huhu

    BalasHapus
  6. Saya sebenernya harus mulai memotivasi diri mbak karena sudha lama meninggalkan tadarus ini. Yang saya baca suratnya itu itu saja. Seperti ada rasa berdosa juga. Bismillah mulai lagi dari nol mengajinya saya

    BalasHapus
  7. Sadar diri dan konsisten adalah kunci utamanya. Noted mbak! Ini jadi bahan instropeksi saya untuk mengisi bulan ramadhan tahun ini..
    Betewe mbak Maya, mohon maaf mbak, idul fitri jatuh di pertengahan bulan Mei bukan yaaa ^^
    Hihihi saking semangatnya menyambut bulan suci ramadhan sampai kecepetan nulis waktunya ^^

    BalasHapus
  8. "Sadar diri", benar banget, Mba. selain itu, sadar hati, jiwa, dan pikiran, pokoknya semua, ya. Mashaallah udah 25 juzz, semoga dilancarkan sampai akhir, aamiin

    BalasHapus
  9. Makasih ya Mbak sharingnya, saya jadi tersentil neh karena selama ini santuy aja nggak punya target. Doakan semoga saya bisa menjemput hidayah ini dengan segera aamiin.

    BalasHapus
  10. Baca post ini buat aku makin sadar kalau ramadhan semakin dekat. Semoga menjelang Ramadhan ini saya jadi lebih banyak menghabiskan waktu untuk tadarusan.

    BalasHapus

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca postingan ini dan meninggalkan jejak komentar yang baik, semua komentar akan di moderasi terlebih dahulu oleh penulis.