Hallo 2021

Februari 05, 2021



Bulan pertama di tahun 2021 ini ternyata tidak dibuka dengan membawa berita baik untuk saya dan keluarga. Masih sama seperti tahun sebelumnya, namun berbeda cerita saja.

Sejak minggu ketiga lalu adik saya dan suaminya terpapar virus corona dengan gejala ringan dan alhamdullilahnya adalah kedua anak mereka terselamatkan dengan hasil swab antigen negative, segeralah mereka saya bawa untuk tinggal dirumah agar orang tua mereka dapat melakukan isolasi mandiri dirumahnya.

Ketika memutuskan membawa kedua keponakan tersebut saya sempat merasa was-was bilamana mereka berdua akan menyusul terpapar virus corona kemudian, karena pada kasus teman sekantor terjadi hal demikian, setelah 3 hari orang tua mereka positif barulah anak-anaknya mempunyai gejala dan terdeteksi di swab pcr bila anak-anak tersebut juga positif virus corona. 

Hari ini seminggu sudah adik saya dan suaminya menjalani isolasi mandiri ditempat tinggal mereka, kondisi mereka berdua semakin membaik dan tidak ada peningkatan gejala serta yang paling penting anak-anak mereka yang tinggal sementara dirumah saya tidak menunjukkan adanya gejala terpapar virus corona.

Alhamdullilah usaha saya berhasil dengan melakukan antisipasi untuk terus meningkatkan imunitas pada kedua keponakan saya tersebut dengan memberikan mereka vitamin c setiap kali setelah sarapan dan makan siang.

Seminggu sebelum adik saya dan suaminya terpapar virus corona, kondisi saya sempat drop terlebih dahulu namun saya yakin sekali saya tidak terpapar virus corona walaupun saya pilek dan sempat pusing saya segera melakukan pencegahan agar sakitnya tidak terus berlanjut jadi saya langsung mengkonsumsi panadol untuk mengobati pusing dan untuk membooster imun tubuh saya teratur meminum vitamin c, madu dan habattus saudah hingga hanya minum air putih hangat saja.

Ketika sedang tidak sehat itu pun saya menjaga sekali agar tidak ada kontak berdekatan dengan kedua orang tua dan anak-anak serta suami, saya pun memakai masker medis selama 24 jam, saya hanya melepas masker ketika akan makan, minum dan ketika saya sedang sendirian.

Sungguh menyiksa sekali terutama saat sedang tidur dan harus menggunakan masker, karena saya memang benar-benar menjaga agar anak saya yang baru berusia setahunan tidak tertular pilek dari saya karena ia masih menyusui, sehingga masih sering kontak dekat sekali dengan saya.

Selain itu saya juga merutinkan kembali minum jamu dan berjemur di pagi hari, tidak mengkonsumi goreng-gorengan dan terus berolahraga, jadi saya benar-benar melawan sakit saya.

Selama saya sakit itu saya masih bisa ke kantor dan karena sejak pandemi diberlakukan peraturan hanya orang yang sehat saja yang dapat masuk kantor sehingga di pintu gerbang ada sejumlah protokol kesehatan yang harus di jalani seperti pengukuran suhu badan dan pengukuran saturasi oksigen dan hasilnya suhu badan dan saturasi oksigen saya masih normal.

Berita buruk lainnya adalah angka pasien covid di Indonesia yang naik terus di bulan Januari ini bahkan memecahkan rekor sejuta orang dalam sehari, sungguh menyedihkan dan menakutkan namun buat sebagian orang lainnya hal tersebut sudah tidak lagi dipikirkan karena entahlah mungkin sudah pasrah.

Tidak sampai disitu bulan januari juga menjadi bulan kehilangan untuk sebagian orang karena adanya kecelakaan pesawat sriwijaya air yang menghilang di perairan kepulauan seribu dan bencana lainnya terjadi di kota-kota lain di Indonesia silih berganti.

Akhir bulan desember lalu mungkin kebanyakan orang berharapa akan ada pelangi di awal tahun, namun ternyata badainya masih belum selesai bahkan mungkin ini adalah puncaknya, semoga begitu sehingga bulan februari yang selalu kita analogikan sebagai bulan penuh cinta benar-benar terwujudkan. aamiin.

Satu hal yang pasti, saya sudah berdamai dengan kondisi sekarang, tak lagi ingin mempertanyakan kapan kehidupan bisa normal kembali seperti sedia kala ? saya hanya ingin menjalaninya saja dengan kesehatan yang baik agar bisa melalui cobaan bagi seluruh umat di dunia ini.

Bukan hanya karena sudah mulai di lakukan vaksinasi di Indonesia namun dengan penerimaan pada hal yang tidak menyenangkan ini bisa membuat saya tetap waras dan berbahagia dan itu baik untuk imunitas kita bukan.

Sehat selalu untuk kita semua yah..




You Might Also Like

0 comments

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca postingan ini dan meninggalkan jejak komentar yang baik, semua komentar akan di moderasi terlebih dahulu oleh penulis.