Workshop dan Resolusi 2020


Jadi sebelum menutup akhir tahun 2019 lalu dan bersiap menyambut dekade yang baru saya ikutan talkshow dan workshop yang di buat oleh UnicornAdCom di Hongkong Cafe Sarinah. Menarik sekali temanya untuk talkshow adalah "bagaimana merealisasikan resolusi" dan untuk workshop kita akan melukis di cover jurnal yang terbuat dari kulit.

Lamaaa banget nggak pernah datang ke acara talkshow apalagi workshop, saking lamanya sudah lupa juga deh kapan terakhir kali ikutan workshop dan bebikin apa. Namun yang paling terasa tuh efek setelahnya, beneran saya berasa happy sekali, merasa terhibur dengan kegiatan tersebut jadi benar-benar seperti melakukan recharge pikiran dan energi terlebih lagi beberapa bulan lalu saya baru saja melahirkan dan nggak pernah merasakan benar-benar punya waktu buat diri sendiri, yang beneran sendirian tanpa anak-anak dan suami. Jadi datang ke workshop dan talkshow ini benar-benar terasa seperti me time untuk diri saya sendiri.





Awalnya saya tertarik datang ke event ini karena ada kak Zata Ligouw, buat yang nggak tahu siapa dia, coba cek deh instagramnya @zataligouw, you will be suprized about her. Kak Zata menjadi pengisi acara untuk sesi talkshow dan berbagi pengalaman mengenai tips dan trik untuk kita agar dapat merealisasikan resolusi di tahun 2020 ini. Nih langsung deh cek, saya bagi yah tips dan trik tersebut :

Self Awareness 
Harus nggak sih membuat resolusi ? Kalau buat saya pribadi harus dan kak Zata Ligouw juga menyarankan harus banget untuk setiap tahun kita buat resolusi walaupun setiap tahun nggak pernah berhasil dan sekecil apapun resolusi yang ingin kita buat itu. Makanya dibilang membuat resolusi itu sebagai cara untuk memahami diri sendiri (self awareness) karena dengan demikian kita yang membuat resolusi bisa tahu hambatannya apa dan harus tahu cara mengatasinya cuma kita seringnya memang malas untuk mencoba memahami diri sendiri dan berakhir dengan let it flow, makanya gagal deh resolusi setiap tahunnya.

Menggunakan Iceberg Theory
Maksudnya kita tuh lebih sering berfokus dengan penilaian orang atas pencapaian resolusi kita, yang akhirnya bikin jadi gak pede tapiii lupa kalau sebenarnya yang lebih baik itu justru sebaliknya. Resolusi kan untuk diri kita sendiri jadi yang dilihat orang lain hanya sedikit saja sementara kita yang menjalani yang paling tahu seberapa besar kita telah mencapai resolusi yang kita buat.

Menguatkan Niat (Intention) daripada tindakan (Action)
Tahun ini resolusinya ingin kurus jadi saya mulai dengan daftar gym class, terus beli baju dan sepatu, pokoknya membeli segala hal yang mendukung resolusi untuk kurus tersebut dan ternyata tindakan itulah yang membuat kita gagal untuk mencapai resolusi tersebut.

Evaluasi Berkala

Dulu sih saya setiap kali buat resolusi, evaluasinya yah hanya akhir tahun tapi ternyata seharusnya ada evaluasi per quartal dan per semester agar resolusi yang kita buat bisa tercapai sesuai dengan harapan kita, selain itu evaluasi ini juga dapat membantu kita untuk mengukur sampai mana sih pencapaian kita untuk resolusi yang kita buat.

Menggunakan Metode SMART
Metode SMART adalah (Spesific) dimana resolusi benar-benar harus spesipik agar mudah untuk dilakukan pengukurannya (Measurable), sehingga resolusi kita pun dapat mudah tercapai (Achievable), untuk itu penting banget membuat resolusi yang sesuai dengan diri kita (Relevan) & akhirnya kita pun bisa memasang target pencapaian yang sesuai juga Time-Bound. Metode SMART ini sebenarnya rangkuman dari 4 hal yang tersebut sebelumnya.

Menulis jurnal
Yang terakhir ini seperti reminder untuk diri sendiri dannn bisa juga jadi tempat kita untuk memotivasi resolusi yang telah kita buat, misalnya ketika punya resolusi untuk berat badan, ketika kita berhasil turun 1 kg saja dan kita tuliskan ceritanya bisa kita baca lagi ketika kita merasa down karena kok berat badan malah naik terus menjelang akhir tahun.




Nah keseruan dari acara talkshow berlanjut dengan workshop dari @tangkapseni bersama Kak Rena. Ini yang bikin puyeng setelah merencanakan resolusi untuk tahun 2020 jadi hilang dan seger lagi karena bisa santai dengan membuat dan mewarnai cover jurnal yang terbuat dari kulit.



Ternyata bebikinan dengan melukis cover jurnal ini susah-susah gampang juga, apalagi yang kaya saya baru pertama kali mencoba pegang kuas dan pakai cat untuk melukis, masih bingung untuk dasarnya pakai yang mana, dan untuk mewarnainya yang mana, tapi Kak Rena dengan senang hati mengajarkan dan membantu ketika mengalami kesulitan bahkan hanya untuk mencarikan cat warna yang kebetulan tidak ada di meja saya, Kak rena mau loh mencarikan di meja lain.

Yang bikin seru juga di event ini bukan hanya banyak nambah ilmu karena ada beberapa sponsor acara yang berbagi informasi produknya tapi juga membagikan gratis produknya kepada peserta baik itu dengan best question ataupun best post seperti yang saya dapatkan. 





Terima kasih sekali untuk unicornadcom yang sudah membuat acara ini, terutama buat goodie bag yang berat banget yang diberikan buat semua peserta dan semoga di lain waktu bisa ikutan lagi acaranya. 







loph,
Maya Rumi





Komentar