Sabtu, 01 Oktober 2022

Pengalaman Free Trial Class Kumon Matematika



Tahun ini merupakan tahun kedua Zaidan menjalani hari sekolahnya sebagai anak SD dan sejak resmi menjadi anak SD diusia 7 tahun, saya melihat adanya perubahan kebiasaan bermain.

Dahulu Zaidan masih lebih banyak meluangkan waktu untuk bermain seperti main lego, main mobil-mobilan atau bermain peran bersama sepupu-sepupunya atau teman-teman di sekitar rumah daripada bermain game di hp atau menonton youtube kids.

Sepertinya perubahan itu terjadi, bermula karena saat dimulali pandemi saya memang melarang Zaidan bermain diluar rumah bersama teman sebayanya, karenanya ia pun memilih lebih banyak bermain game atau menonton YouTube kids dari tab.

Nah ketika berusia 6 tahun, Zaidan sudah menyelesaikan masa TK-nya namun karena pandemi, saya dan paksu mengurungkan untuk melanjutkan menyekolahkan ke jenjang berikutnya.

Untuk mengisi banyaknya waktu agar tak terlalu sering screening time, saya mendaftarkan Zaidan untuk Bimba yang sekaligus bertujuan untuk memperlancar menulis dan membacanya, kemudian mengikutsertakannya untuk les bahasa Inggris di Humba dan les bahasa arab di Kreasa

Sayangnya les bahasa arab hanya bertahan selama 3 bulan, salah satu alasannya karena pada les tersebut temannya tidak sama usianya sehingga Zaidan selalu tertinggal ketika pembelajaran.

Teman-teman yang lain, usianya sudah lebih dari 10 tahun terlebih lagi saat itu ia belum lancar benar membaca dalam bahasa indonesia sehingga menambah kesulitan yang Zaidan alami pada lesnya.

Sementara itu di kelas les bahasa inggris Zaidan dapat mengikuti dengan baik karena teman-teman sekelasnya seusia sehingga materi yang diberikan pun sesuai dengan kebutuhan mereka dan materi-materinya lebih dapat diikuti oleh Zaidan.

Dimulai pada awal bulan Agustus ini, saya mengikutsertakan Zaidan untuk mengikuti les matematika di Kumon. Selain pertimbangan tersebut diatas, pertimbangan lainnya mengikuti saran dari guru-guru Zaidan ketika di TK maupun di saat kelas 1 SD kemarin, minat Zaidan pada mata pelajaran lebih tinggi di berhitung atau matematika daripada mata pelajaran lainnya.


Cara Daftar Free Trial Class Kumon

Secara kebetulan saya melihat iklan di instagram bila Kumon diawal bulan agustus akan ada free trial class selama 2 minggu, kebetulan saya sudah tahu Kumon terdekat di area rumah, sehingga saya pun segera mencari kontak Kumon tersebut.

Bila kita belum tahu lokasi kumon terdekat, kita bisa melakukan googling dengan pencarian "kumon terdekat" atau bisa juga melakukan pencarian via website kumon yaitu : id.kumonglobal.com

Setelah mendapatkan kontak wa yang dapat dihubungi dari instagram, saya pun langsung melakukan chat yang disambut baik oleh adminnya yang kemudian langsung menjadwalkan tes untuk mengetahui start level untuk Zaidan belajar di Kumon.



Untuk tes dilakukan secara offline. Inilah kali pertama kami mendatangi Kumon yang telah kami pilih, yaitu Kumon Taman Villa Meruya. Begitu kami datang, kami bertemu dengan salah satu pengajarnya dan Zaidan diajak memasuki sebuah ruangan besar yang berisi kursi dan meja belajar dimana terlihat hanya ada beberapa anak yang tengah mengikuti les.

Kemudian sambil menunggu Zaidan mengikuti tes, selama kurang lebih setengah jam, saya ditemani oleh miss yang lain diberikan informasi yang cukup jelas mengenai les matematika di Kumon. Informasi yang diberikan kurang lebih sama dengan yang telah saya baca di websitenya.

Setelah Zaidan menyelesaikan tesnya, barulah kemudian dijadwalkan untuk free trial class untuk Zaidan, yang akan berlangsung selama 2 minggu dan akan mendapatkan 4 kelas gratis dengan pembagian setiap  seminggu sebanyak 2x dan di setiap sesi pembelajaran dikelas berlangsung selama kurang lebih satu jam.


Biaya Pendaftaran dan SPP Bulanan

Pada kesempatan tersebut juga, guru pembimbing kelas Zaidan menginformasikan mengenai pembayaran atau spp perbulan yang harus dibayarkan. Sesuai dengan informasi pada websitenya, untuk spp perbulan tergantung pada wilayahnya dan jenjang pendidikan anak saat ini.

Untuk Banten atau Jabodetabek anak SD, biaya pendaftaran sebesar Rp. 280.000,- dibayarkan sekali seumur hidup, jadi bila dikemudian hari berhenti dari kelas Kumon kemudian mendaftar lagi, tidak akan dikenakan lagi biaya pendaftaran, walaupun tempat pendaftarannya berbeda.

Untuk biaya spp perbulan sebesar Rp. 480.000,- baru akan dibayarkan bila sudah mengikuti kelas reguler setelah masa free trial class. Sehingga selama masa free trial class ini, benar-benar gratis tanpa ada pungutan biaya sama sekali. 


Setelah 2 Minggu Mengikuti Free Trial Class Kumon

Dikumon untuk kelas matematika materi yang  digunakan berupa lembar tugas (modul) yang berisikan soal, dalam 1 bundle terdapat 10 lembar, biasanya seorang anak mengerjakan 2 bundle untuk dikerjakan dikelas.

 Selain itu juga akan ada tugas atau pr yang harus dikerjakan dirumah, untuk jumlah bundle-nya tergantung kesanggupan atau kemauan anak itu sendiri, namun biasanya per anak mendapatkan 2 bundle juga.

Untuk pr ini juga kita sebagai orang tua yang akan menemani anak mengerjakan pr diberikan petunjuk dasar agar anak mendapatkan hasil belajar yang maksimal dengan metode kumon.

Selama 4x mengikuti sesi kelas gratis ini, Zaidan tidak ada keluhan mengikuti kumon. Kelasnya dimulai jam 4 sore setiap hari selasa dan kamis, setiap selesai Kumon, ia pun rajin mengerjakan pr, karena kebetulan disekolah Zaidan memang tidak ada pr juga.

Selanjutnya setelah berdiskusi dengan Zaidan, saya pun memutuskan untuk melanjutkan kelas Kumon matematika setelah selesai masa trial tersebut.

Terkait dengan masa belajar yang hanya akan berlangsung selama 2 minggu sehingga yang saya bayarkan untuk kelas Kumon pun disesuaikan mendapat potongan harga 50% untuk spp-nya sehingga total bayar saya menjadi 520 ribu.

Setelah menyelesaikan urusan administrasi kemudian dilanjutkan dengan melakukan pendaftaran sebagai siswa baru di aplikasi MY Kumon, salah satu kegunaan aplikasi ini untuk membantu orang tua dalam memantau perkembangan belajar anak.

Pendaftaran di aplikasi MY Kumon ini mengisikan kelengkapan data pribadi dari siswa dan orang tua, selain itu juga untuk memproses pemberian tas kumon bagi siswanya, dari informasi yang saya dapatkan menunggu sekitar 1 bulan untuk tasnya

Selain melalui aplikasi MY Kumon, kita dapat mengetahui perkembangan belajar anak dari buku kegiatan yang disebut dengan SPE dan akan diisikan setelah selesai belajar di kelas oleh miss yang menjadi pembimbing.


Kesimpulan

Menurut saya metode pembelajaran dari Kumon ini mirip-mirip dengan Bimba, dimana anak diberikan modul dan belajar mandiri untuk mengerjakan sendiri. Kemudian anak-anak juga diberikan modul yang harus dikerjakan ditempat les dan terdapat juga modul untuk pr.

Selain itu terdapat level belajar yang harus dikejar oleh anak-anak, semakin tinggi levelnya semakin sulit pembelajarannya dan akan ada ujian untuk setiap kenaikan level tersebut.

Sejauh ini Zaidan mengikuti dengan baik les matematika di Kumon, awalnya saja agak sedikit kaget karena selama ini disekolahkan tidak ada pr, sejak kumon ia mempunyai pr sehingga mengurangi waktunya menonton dan bermain game di setiap hari.

Namun untuk saya justru hal tersebut bagus, karena sesuai dengan harapan saya mengurangi screening time sebagai penggantinya adalah Kumon time.

Yang terakhir, pengerjaan untuk tugas di tempat les dan pr Kumon itu sesuai dengan kemampuan anak, Zaidan sudah mulai meminta untuk diberikan lebih banyak dari yang seharusnya, namun masih belum dapat mengerjakan secara cepat.

Senang sekali sebenarnya saya dengan antusias Zaidan, karena secara tidak langsung ia dapat memaksimalkan kemampuan dirinya sendiri tanpa ada paksaan dan semoga bisa seterusnya seperti itu.

Nanti akan saya update kembali untuk kelas KUMON ini di akhir tahun, karena memang saya ingin sekali melihat progresnya Zaidan dengan berhitung ini, karena awalnya Zaidan masuk di level yang basic di luar dari dugaan saya.


Untuk ayah dan bunda yang ingin mengikutsertakan anaknya les matematika di Kumon, semoga tulisan ini dapat menjadi bahan referensi dan pertimbangan, terutama untuk biayanya. 


2 komentar:

  1. Semangat ya abang Zaidan lesnya ^^. Di tempat saya nggak ada Kumon T_T maklum di daerah. Tapi ini metodenya bisa jadi pertimbangan juga untuk les anak. Kebetulan tahun depan anakku masuk SD. Kalau sekarang les baca aja dulu.

    BalasHapus
  2. Wah belajar di kumon si anak laki ini, pasti seru dong sering banget lihat tentang kumon. Di sana bagus edukasinya dan bikin anak semakin semangat belajar karena cara belajar yang menarik dan mudah dipahami. Terima kasih informasinya!

    BalasHapus

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca postingan ini dan meninggalkan jejak komentar yang baik, semua komentar akan di moderasi terlebih dahulu oleh penulis.