Sabtu, 29 Januari 2022

Days In My Life : Covid 3rd Wave


January almost over.. Minggu terakhir ini bisa aku bilang sebagai minggu yang penuh kejutan walaupun ada kejutan yang nggak terlalu mengagetkan karena sudah tertebak dari minggu-minggu sebelumnya akan seperti sekarang ini kelanjutannya.

Iyes buns, kejutan yang aku maksud karea memasuki bulan februari nanti anak-anak sekolah kembali menjalani online school, alasannya karena tentu saja semakin meningkatknya angka pasien covid di Jakarta dan sekitarnya.

"zi, kok sandalnya dibawa pulang ?" ketika hari selasa lalu saya mengecek tas sekolah zaidan dan menemukan sandal yang seharusnya ada disekolah untuk digunakan berwudhu ketika shalat duha terbungkus plastik dengan rapi.

"kata miss, sekolahnya minggu depan dirumah lagi" zaidan memberitahu saya dengan wajah kesal dan bibir yang mengkrucut.

Dalam hati saya juga sebenarnya kesal sama seperti Zaidan namun nggak bisa protes juga karena memang kondisinya sekarang sudah mulai mengkhawatirkan lagi yah pandemi ini. Berita-berita sudah mulai menginformasikan akan terjadinya gelombang ketiga virus corona.

Bagaimana tidak, dikantor saya sudah ada satu orang yang terkonfirmasi positif omicron dan segera saja peraturan masuk kerja ke kantor segera berubah menjadi 50% untuk wfh dan wfo untuk semua departemen.

Memang sejak minggu lalu saya pun mengamati sih, kalau daerah sekitar kantor mulai banyak terdengar suara ambulance kan dan tempat-tempat jasa swab dan pcr mulai ramai lagi antriannya, tanda-tanda pandemi mulai akan meninggi lagi statistiknya.

Ramainya berita virus corona gelombang ketiga ini juga bertepatan dengan himbauan untuk melakukan booster vaksin dan vaksin untuk anak-anak dengan usia dibawah 12 tahun.

Alhamdullilah, Zaidan sudah mendapatkan vaksin sinovac dosis pertama dari sekolah, pada jumat tanggal 28 Januari 2022. Sejak mendapat informasi akan adanya vaksin seminggu sebelumnya, saya sudah menduga bilamana Zaidan akan ketakutan untuk divaksin.

Untuk itu saya pun melakukan metode sounding agar ia lebih berani, saya membandingkan dengan proses khitan yang telah ia jalani dan memang ketika khitan ia tidak ada takut sama sekali namun karena proses khitan yang dilakukan sudah cukup lama, sehingga ia sudah lupa rasa sakitnya.

Akhirnya saya bandingkan dengan cubitan kalau saya tengah marah kepadanya dah hasilnya Zaidan malah menagis tetap ketakutan, karena katanya "...kalau vaksin kan pakai jarum bun, ditusuk gitu, pasti sakit banget lah..."

Ternyata ketika harinya tiba, kami berdua datang ke sekolah diwaktu yang telah ditentukan mengikuti jadwal kelasnya. Prosesnya terbilang cepat sekali, lebih cepat daripada proses ketika saya vaksin, karena tidak ada antrian begitu datang Zaidan langsung cek kesehatan, hasil kesehatan bagus semua langsung diberikan vaksinnya.

Awalnya saya ingin menemaninya namun ibu guru yang mengantar meminta saya untuk melihat dari depan kelas saja, sementara Zaidan ditemani olehnya dan setelah diberikan vaksin Zaidan malah terbengong diam sampai 2 kali ibu Dokter memberitahu Zaidan bila proses vaksin sudah selesai.

Setelah vaksin Zaidan dan teman-temannya di kumpulkan dikelas lainnya selama 15 menit untuk melihat efek yang timbul dan alhamdullilah semua baik-baik saja, sebagai reward atas keberaniannya kami pun makan mie ayam bersama. Hahaha. Mudah sekali memang membuat Zaidan bahagia.

Semoga vaksin corona ini dapat menjaga Zaidan dan menjauhkan dari virusnya dan semoga anak-nya sehat-sehat saja setelah dilakukan vaksin, karena masih ada dosis kedua sekitar sebulan lagi.

Masih tentang vaksin corona, beberapa teman saya dikantor sudah mulai melakukan booster vaksin, vaksin yang saya dapat sama dengan Zaidan yaitu varian sinovac, saya pikir untuk booster hanya boleh dengan jenis vaksin yang serupa, namun setelah mengetahui informasi berikut, saya mungkin akan mencari Pfizer untuk efektivitas yang lebih baik.

Semoga kita dan keluarga sehat-sehat dan dapat melalui gelombang ketiga virus corona ini dengan selamat, seperti yang kita tahu yah, mendapati diri terinfeksi virus corona ini sudah seperti mengikuti arisan saja tinggal tunggu waktu gilirannya saja.

Masih belum tahu juga apakah ini adalah gelombang terakhir atau masih ada gelombang berikutnya lagi, namun senang sekali rasanya beberapa waktu lalu sempat merasakan dunia mulai membaik, tidak terlalu merasakan was-was namun sekarang kenyataanya melihat keramaian saja saya merasa ngeri sekali.

Jaga kesehatan yah teman-teman, sebisa mungkin kurangi mobilitas keluar rumah dan tetap semangat untuk teman-teman dan keluarga yang mungkin saat ini tengah dalam masa penyembuhan karena virus corona ini.


1 komentar:

  1. Hemm tentang covid-19 ini awalnya kukira ga akan ada gelombang ketiga karena udah hampir normal lagi, tapi omicron malah datang. Semoga kita semua diberi kesehatan, stay safe and healthy, ya.

    BalasHapus

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca postingan ini dan meninggalkan jejak komentar yang baik, semua komentar akan di moderasi terlebih dahulu oleh penulis.