Cerita Tentang Vaksin Covid-19



Alhamdullilah, pada tanggal 16 agustus 2021 saya dan pak suami telah menyelesaikan vaksinasi covid-19 kami. Senang sekali bisa menjadi bagian dari masyarakat yang ikut serta membuat herd immunity lebih cepat terbentuk.

Sebelumnya kami melakukan vaksin dosis pertama di tanggal 17 juli 2021, kami mendaftar secara mandiri dan mendapatkan vaksin sinovac dosis 1 dan 2 tersebut secara gratis di Universitas Budi Luhur Jakarta Selatan.

Kami tidak ada persiapan secara khusus ketika akan melakukan vaksinasi, terkecuali tetap menjaga kesehatan dan menjalankan prokes secara ketat, terutama pak suami yang memang sudah ke bekerja dikantor setiap hari.

Melihat berita dan mendengar beberapa cerita pengalaman teman yang mengalami ketidaknyamanan saat melakukan vaksin covid-19, pada proses vaksinasi kami berjalan dengan cepat, lancar dan tanpa ada kendala berarti.

Cerita tentang vaksin covid-19 ini, hanya sebagai pengingat untuk diri saya, selain juga untuk menyimpan foto kenangan ketika melakukan vaksin bersama dengan pak suami, jadi tidak ada cerita yang heboh terkait dengan vaksinasi yah.

Sesuai jadwal yang telah diinformasikan setelah pendaftaran secara online, di vaksin dosis pertama pak suami mendapatkan waktu vaksin lebih pagi karena mendaftar terlebih dahulu. Jadi setelah paksu selesai melakukan vaksinasi ia pulang kerumah lalu menjemput saya untuk melakukan vaksin juga. Namun untuk dosis kedua kami datang secara bersama-sama sekitar jam 8 pagi hari.

Seperti tempat lainnya, ditempat kami melakukan vaksinasi pun, memang ada banyak sekali peserta namun panitia acara vaksinasi ini berhasil menghindarkan kerumunan dengan pembatasan kedatangan setiap peserta sesuai waktu yang diinformasikan.

Sebenarnya alur proses vaksinasi sangat sederhana sekali dan tidak berbeda jauh kondisi dan situasinya baik untuk dosis pertama maupun yang kedua, ini saya membagi menjadi 4 meja agar mudah dimengerti.


Alur Proses Vaksin 4 Meja

Sebagai penerima vaksin setelah datang ke tempat acara, kami segera mendaftarkan kehadiran di meja pertama, yaitu panitia registrasi, lalu kita diberikan berkas untuk di isikan beberapa data sesuai dengan kondisi kesehatan kita saat itu dan data ktp. selagi kita mengisi data tersebut kita juga menunggu antrian untuk pemangilan menuju ke meja kedua.

Pada meja kedua ini telah siap 20 orang panitia untuk proses screening data yang telah kita isikan untuk kemudian di cek kembali untuk input atau koreksi bila ada data yang keliru, tidak sama dengan data pada saat pendaftaran secara online. Prosenya berjalan cepat karena setiap satu kali panggil ada 20 orang yang datang di screening data secara bersamaan.

Saat screening data utama yang dilakukan pengecekan adalah penulisan nama dan nomor handphone kita yang aktif, karena nantinya nomor handphone tersebut yang akan digunakan untuk menginformasikan sertifikat vaksin kita.

Dilanjutkan dimeja ketiga yaitu untuk pengecekan kesehatan yang terdiri dari, pengukuran tensi dan suhu tubuh kita selain itu kita juga di konfirmasi untuk penyakit yang mungkin kita derita dan kita informasikan pada berkas data.

Setelah selesai dan bila kesehatan kita baik maka dilanjutkan dengan penyuntikan vaksin pada lengan tangan kita sebelah kiri. Beruntungnya di tempat vaksin yang kami datangi terdapat bilik khusus untuk perempuan berhijab dan dokter yang melakukan vaksin pun perempuan juga, sehingga saya lebih merasa nyaman untuk melakukan vaksinasi.

Tidak sampai 5 menit deh dilakukannya vaksin tersebut dan informasi juga untuk para bunda yang takut di vaksin, yang saya rasakan justru lebih sakit di suntik untuk kb deh, karena ini jarumnya kecil sekali dan hampir tidak terasa saat dilakukan penyuntikan.

Terakhir di meja ke empat, dilakukan observasi setelah vaksinasi selama 15 menit, kita juga di informasikan bila ada keluhan setelah vaksin ini seperti deman berkepanjangan atau yang lainnya untuk segera menghubungi nomor darurat.


Tentang Vaksin Sinovac Untuk Ibu Menyusui

Sebagai ibu menyusui saya memang memperhatikan benar-benar untuk pemilihan vaksin, karena seperti yang kita tahu di awal pengadaan vaksin covid-19, untuk ibu hamil dan menyusui tidak diharuskan karena belum adanya penelitan yang menginformasikan amannya pemberian vaksin.

Namun setelah dilakukan update informasi untuk penggunaan vaksin covid-19 bagi ibu hamil dan menyusui dan dengan beberapa pertimbangan saya pun memilih untuk menggunakan vaksin sinovac. Sebelumnya saya hanya melakukan konsultasi dengan petugas kesehatan saat melakukan vaksinasi, selain itu juga saya membaca beberapa referensi untuk keputusan saya menggunakan vaksin sinovac tersebut.

Vaksin sinovac merupakan produksi dari negara China, berjenis inactivated vaccine atau virus mati. Dengan demikian vaksin ini menggunakan versi lemah atau inaktivasi dari virus covid-19 untuk memancing respons imun.

Vaksin sinovac telah melampaui standar kelayakan minimal 50% yang telah ditetapkan oleh WHO dan FDA atau lebih tepatnya bilamana kita terinfeksi covid-19 kita dapat melawan gejala dan resiko yang timbul hingga 65%.

Hal lain yang menjadi pertimbangan utama untuk saya yang muslim yang paling penting adalah karena vaksin sinovac ini telah mendapatkan izin penggunaan darurat dari BPOM serta sertifikasi halal dari MUI.

Sayangnya, sampai saat ini memang belum ada penelitian tentang keamanan ataupun efek samping dijangka panjang setelah proses vaksinasi, namun saya mendahulukan ikhtiar dimasa sekarang dimana virus covid-19 pun sudah bermutasi dari yang sebelumnya tentu saja agar kesehatan saya sebagai ibu menyusui lebih terjaga dengan pemberian vaksin.

Untuk saat ini sampai saya menulis certa tentang vaksin covid-19 ini, saya tidak ada keluhan berarti setelah melakukan vaksin, hanya setelah vaksin pemberian dosis kedua, saya mengalami katuk yang tidak tertahankan selama sehari dan tubuh terasa lemas sekali, namun setelahnya saya sehat seperti sedia kala.


Tidak ada doa yang paling keras yang kerap kali kita panjatkan agar pandemi covid-19 ini segera berlalu dan semoga para bunda yang saat ini tengah hamil ataupun masih menyusui seperti saya diberikan kesehatan dan juga keberanian untuk melakukan vaksin covid-19 agar kita dapat menjaga kesehatan diri kita lebih baik lagi.

Punya cerita apa bun untuk vaksin covid-19 ini, sharing yuk di kolom komentar.



Komentar

  1. Kalau uji klinis tentang efektivitas vaksin memang belum bisa dilakukan mbak. Ibu Negara yang bilang kalau normalnya vaksin/obat itu baru bisa dirilis setelah 2 tahun. Cuma untuk case vaksinasi C19 ini kan memang urgent jadi dari WHO pun membolehkan.

    Anyway, selamat ya sekarang sudah tervaksinasi. Semoga ikhtiar kita menjaga diri dari serbuan C19 diridloi Allah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bener mas yang penting vaksin dulu mencegah lebih baik deh untuk saat ini agar tidak terpapar atau ketika terpapar virus covid-19 ini tubuh kita lebih kuat menghadapinya dan lebih cepat penyembuhannya

      Hapus
  2. Aku lagi nunggu jadwal vaksin ke dua, semoga upaya kita bisa membantu dalam mempercepat pemulihan indonesia ya bun aamiin

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca postingan ini dan meninggalkan jejak komentar yang baik, semua komentar akan di moderasi terlebih dahulu oleh penulis.

Postingan populer dari blog ini

Kunjungan Ke Perpustakaan Nasional Bersama Anak

Pengalaman Trial Class di EF

Homypool, Rental Private Swimming Pool Untuk Keluarga