Tidak sadar Bila Kamu Orang Yang Kritis ? Cek Tandanya Yuk



Dulu saya pikir saya bukan orang yang kritis. Dalam pemikiran saya orang kritis itu selalu vokal untuk menanggapi informasi yang aktual sementara saya seperti membatasi diri sendiri cukup hanya dengan tahu saja informasi terupdate itu, tapi jarang atau bahkan hampir tidak pernah walaupun sesekali memberikan tanggapan dengan informasi yang tengah ramai di perbincangkan oleh semua orang.

Namun setelah mengoogling untuk mencari tahu sebenarnya orang kritis itu seperti apa sih ?, saya justru mendapati informasi yang mengejutkan dan  saya baru tahu bila saya termasuk orang yang kritis juga loh sebenarnya.

Nah tulisan berikut sedikit saya sadur ulang dari website idn times tentang 5 tanda orang yang berfikir kritis, yang menurut saya dapat dijadikan sebagai indikator untuk menilai diri kita termasuk orang yang kritis atau tidak, yaitu :

1. Kamu senang mempertanyakan berbagai hal yang belum jelas kebenarannya

Hal ini terjadi bila ada sebuah berita, tayangan atau postingan di social media yang kemudian menjadi viral dan kita termasuk orang yang kepo dengan kejadian sebenarnya, punya banyak sekali pertanyaan dan sibuk mencari tahu keberbagai media serta senang juga mendiskusikan dengan banyak orang yang tertarik dengan hal yang sama.

Untuk pernyataan pertama ini bukan saya sekali, saya sering kali justru yang tahu berita viral tapi kalau tidak menarik perhatian saya atau menurut pemikiran saya nggak penting saya nggak akan kepo sama sekali karena menurut saya berita viral sering kali menghabiskan energi dan waktu kita untuk di cari tahu ataupun dibahas.

Jadi yah saya senang mempertanyakan hal-hal hanya yang menarik dalam pandangan saya saja, yang tidak menarik saya justru bodo amat, sampai suatu ketika saya rasa saya harus tahu barulah memperjelas kebenarannya.

2. Kamu terbuka terhadap hal-hal baru tanpa menghakimi sesuatu yang belum kamu teliti sendiri

Menjadi orang kritis berarti mempunyai pemikiran yang luas yang terbuka beranggapan tidak ada hal yang tak mungkin di dunia ini sehingga bila ada sesuatu yang baru justru penasaran mencari tahu bukan segera melakukan penghakiman tapi lebih senang mengumpulkan informasi untuk di saring terlebih dahulu sebelum dicerna untuk bisa diterima oleh pemikirannya.

Nah pernyataan kedua bisa saya katakan ini saya banget, entah mengapa saya paling tidak suka memberikan label kepada orang lain apalagi kepada orag yang baru saya kenal, buat saya semua orang punya dua sisi kepribadian dan kemungkinan kita mendapati orang dengan kepribadian yang tidak baik saat kita temui itu suatu hal yang mungkin saja.

Sebelum kita memberi penghakiman kepada orang lain atau kepada sesuatu hal lebih baik kita kenali lebih jauh terlebih dahulu seperti kita hendak membeli barang teliti dulu. 

3. Kamu tidak mudah termakan isu-isu disekitarmu tanpa melihat langsung atau bertanya pada yang bersangkutan

Tidak mudah percaya dengan berita di media apalagi isu-isu yang beredar dari mulut-mulut sebagai gosip atau kabar burung, senangnya bila kenal dengan yang bersangkutan langsung menanyakan tapiii sangat berempati dan tidak ingin memaksa tahu bila itu berhubungan dengan privasi.

Dipoint ini juga saya merasa iya banget deh, paling tidak suka dengan orang atau sesuatu hal yang baru menjadi isu-isu apalagi jadi penyebar isu yang belum pasti kebenarannya karena zaman sekarang banyak sekali orang yang terlalu ingin tahu sampai sok tahu seperti berharap bisa menjadi orang yang tidak ketinggalan berita.

Padahal kalau menurut saya orang yang mudah termakan isu-isu itu justru orang yang punya ketakutan sekali bila ternyata isu-isu yang beredar itu adalah tentang dirinya. Iya nggak sih ?

4. Kamu bukan penikmat akun gosip dan lebih menyukai hal-hal berbau fakta aktual

Sangat menyadari bila gosip yang ada di akun gosip itu di gosok akan makin sip, jadi bila mengetahui sesuatu dari akun gosip itu hanya sebagai hiburan semata saja tak dianggap sama sekali sebagai informasi yang valid tidak seperti akun berita yang lebih mempunyai nilai dan seringnya malah ketinggalan gosip yang sedang ramai.

Dipernyataan ini agak saya sih tapi tidak sepenuhnya juga, disatu sisi saya seneng buka-buka akun gosip tapi nggak ada satupun saya follow akun gosip jadi nggak terpaku harus tahu sekali dengan gosip terbaru.

Untuk tahu kalau sempat saja saya mampir ke akun gosip tersebut, jadi yah saya nggak harus sekali menikmati akun gosip setiap hari, tapi saya nggak pernah ketinggalan gosip yang tengah ramai di bahas oleh orang-orang.

5. Kamu selalu memikirkan akibat dari tindakanmu, sebelum melakukannya

Tidak dengan mudah membagikan informasi, kerap kali banyak berfikir sebelum menyebarkan sebuah postingan di sosial media karena ingin lebih memberikan dampak positif atau adanya manfaat bagi yang menerima.

Pernyataan terakhir ini saya sekali, tidak mau sekali melakukan sesuatu untuk kesia-sia-an kalau bisa memberikan manfaat untuk orang lain dan tidak ingin sekali karena sebuah tindakan saya justru jadi merugikan atau menyakiti orang lain.

Dengan pemikiran kita mungkin bisa dengan mudah meminta maaf kepada orang lain karena kesalahan kita tapi seumur hidup kita akan ingat kita pernah menyakiti orang tersebut. Makanya penting banget untuk mikir 1000 kali sebelum bertindak.


Dari kelima tanda tersebut, tidak semuanya memang ada dalam diri saya ada pernyataan yang memang saya rasakan itu saya sekali jadi menurut saya yah bisalah saya dikatakan orang yang kritis tapi tingkatannya tidak sampai yang benar-benar kritis sekali.

Seharusnya orang kritis tidak memilih pada perihal tertentu saja tapi yah semua hal di kritisi olehnya dan harapan saya sih saya terus mengasah cara pikir kritis saya ini karena semakin lama semakin banyak berita-berita hoax jadi penting sekali untuk kita bisa berpikir kritis agar tidak mudah menjadi korban hoax tersebut.

Namun jangan lupa juga yah menjadi orang kritis itu juga harus bermanfaat bukan yang kritis tapi jadi blunder sama pemikiran sendiri. Kalau dari kelima tanda orang kritis tersebut kamu gimana ? ada tanda-tanda juga kamu sebagai orang yang kritis kah ?












Komentar

  1. Ih sama mbak, saya kira orang kritis itu yang vokal di setiap kesempatan dan frontal menyatakan ketidaksetujuannya akan sesuatu. Ternyata nggak harus begitu ya. Nah lima tanda di atas juga saya mengalaminya. Nggak suka dengan kabar yang belum jelas kebenarannya.

    Btw template baru lagi yaaa ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. ternyata kita kritis dengan tingkatan yang tak kita sadari yah mba, sudah nyari-nyari pengukuran untuk tingkatan kritis pada kita ini tapi gak nemu, hahaha jadi penasaran

      balik template bawaan blogspot mba, karena yang kmaren gagal dong yang nawarin kewalahan sama template buatannya sendiri

      Hapus
  2. Kelima nya sudah menjadi suatu karakter deh mba, bukan masalah kritis atau nggaknya. Menurut aku sih. Tapi terkadang pemikiran kita selalu berubah, dan itulah susahnya. Intinya dari pola pikir masing-masing.

    Sama dong template kita hehe

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca postingan ini dan meninggalkan jejak komentar yang baik, semua komentar akan di moderasi terlebih dahulu oleh penulis.

Postingan Populer