Rahasia Menjadi Generasi Z Favorit Di Kantor




Di kantor atau lebih tepatnya di departemen tempat saya bekerja sering melakukan intership recruitment. Biasanya kami membutuhkan anak magang untuk membantu mengolah database yang menghabiskan banyak waktu ketika kami dikejar deadline dan harapannya dengan kehadiran mereka, kerja kami jadi lebih cepat untuk diselesaikan.

Untuk anak magang kami hanya menerima dengan beberapa kriteria anak kuliahan yaitu, yang sudah berada di semester akhir dan tengah menunggu wisuda setelah sidang skripsi atau yang magang karena kebutuhan praktek kerja nyata atau yang memerlukan data untuk menyelesaikan tugas akhir di kampusnya.

Ternyata rata-rata mereka dengan kriteria tersebut diatas adalah yang saat ini sering kali di sebut dengan Generasi Z. Hal tersebut baru saja saya sadari ketika saya dan teman-teman dikantor tengah mengobrol dengan seorang anak magang yang baru saja mulai masuk untuk magang selama bulan agustus ini.

Yang dimaksud dengan Generasi Z adalah mereka yang lahir di pertengahan tahun 1990-an sampai dengan awal 2000-an

Dari hasil baca-baca di beberapa website ternyata kok banyak yang justru mengeluhkan tentang kinerja mereka selama dikantor yah ?. Memang sih dibanding dengan saya yang dari Generasi millenials, ketika baru mulai memasuki dunia kerja jelas terasa sekali perbedaannya dengan mereka.

Salah satunya dulu saya pertama kali masuk kerja, nggak bisa yang langsung akrab dengan para senior dikantor butuh waktu beberapa lama karena merasa sungkan dan juga takut, tapi anak-anak generasi Z justru sebaliknya, mereka lebih berani berkomunikasi atau lebih mudah mingle dengan kita.

Sebenarnya selama ini saya tidak pernah mengalami masalah ketika melakukan delivery pekerjaan pada si generasi Z yang tengah magang di kantor, baik itu anak magang di departemen sendiri maupun dari departemen lainnya. 

Namun tidak ada masalah bukan berarti tidak ada kendala juga yah dan berikut beberapa catatan mengenai kendala yang saya temui selama ini ketika bekerja bersama dengan mereka.

Terlalu sering menggunakan sosial media
Ini sebenarnya godaan yang sangat sulit untuk dihindari tapi dunia kerja memang tidak seindah dunia kampus, dikantor saya memang tidak ada batasan penggunaan handphone justru penggunaan handphone dapat mempermudah dan mempercepat sebuah pekerjaan terselesaikan.

Namun aplikasi yang dibuka di handphone adalah aplikasi yang berhubungan dengan pekerjaan dikantor seperti gmail, whats app dan aplikasi-aplikasi lain yang khusus diciptakan dan digunakan hanya oleh perusahaan kami bukan aplikasi sosial seperti instagram, tik tok, facebook, twitter, youtube ataupun yang lainnya.

Kecuali kalian memang bekerja dan berhubungan dengan sosial media, jika tidak, sesekali saja izinkan diri kalian untuk mengecek atau melakukan update status di sosial media atau ketika waktu senggang namun jangan lupa untuk benar-benar memastikan pekerjaan sudah selesai dan tidak ada masalah.

Bekerja cepat dan hasil tepat
Sebenarnya untuk bekerja dengan cepat bukan hanya kebiasaan dari generasi Z, semua orang bekerja pun pasti inginnya pekerjaan dapat cepat di selesaikan. Namun berbeda maknanya antara cepat selesai dengan terburu-buru.

Menyelesaikan pekerjaan dengan cepat berarti juga menyelesaikan dengan tepat tidak ada kesalahan ataupun kekurangan pada data yang telah dikerjakan. Di kantor tidak ada orang yang mempunyai sikap yang senang menerima hasil kerja kalian katika salah ataupun kurang, apalagi disini posisinya anak magang adalah tenaga yang diperbantukan.

Cara terbaik untuk dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan yang minta adalah dengan meminta penjelasan lebih detail dan lebih baik lagi bila kita jujur minta di arahkan untuk pengarahannya agar tidak terjadi pengulangan pekerjaan yang akan memakan waktu lebih banyak.

Pelajari hal-hal kecil di kantor dengan cepat
Sekali lagi saya ingatkan dunia kerja berbeda sekali dengan dunia kampus dan ada banyak hal yang sama sekali tidak diajarkan atau mungkin diberi tahu namun kita harus bisa mengerjakannya seorang diri selama dikantor, seperti menggunakan mesin fotocopy, scanner ataupun printer.

Bila kita tidak tahu caranya atau belum pernah mengoperasikannya, lebih baik bertanya dan minta diajarkan cara menggunakannya karena benda-benda tersebut sangat sering digunakan dikantor bahkan hampir setiap hari sehingga kemudian kita akan dapat mengoperasikannya sendiri tanpa harus merepotkan orang lain ataupun menunggu bantuan.

Bersosialisasi dengan semua orang kantor
Lebih banyak berada di dunia maya itulah salah satu ciri khas generasi z, sehingga mereka lebih banyak yang acuh saja dengan dunia nyata, padahal dikantor kita tidak bisa demikian, terlebih lagi bila kita adalah anak magang.

Walaupun diatas saya katakan bila anak generasi z ini mudah masuk dalam pergaulan namun hanya sebatas dengan orang tertentu saja, yang memang ada hubungan kerja, yang tidak ada hubungan kerja dengan mereka, mereka pun seolah enggan bertegur sapa.

Penting untuk tahu dan kenal dengan orang-orang lain yang berada dikantor, bukan menjadi sok akrab kepada siapa pun dan bukan hanya mau kenal dengan mereka yang memberikan kita pekerjaan di departemen tertentu namun setidaknya kenali mereka yang bekerja dan berada satu lantai dengan kita.

Rajin mencatat di agenda
Kerap kali saya temui anak generasi z ini seolah mereka pikir mereka mempunyai ingatan yang sangat sangat baik sehingga tidak perlu mencatat apa yang telah disampaikan kepadanya. Untuk saya pribadi selalu menjadi kebiasaan bila ada anak magang baru ataupun pekerja yang baru bergabung, saya akan memberikan mereka agenda dari kantor.

Tujuannya tentu saja untuk mencatat penjelasan yang akan diberikan oleh mentor yang akan memberikan pekerjaan pada kalian, dan catatlah hal-hal yang diangap penting oleh kalian, yang baru kalian ketahui atau trik untuk mempermudah menyelesaikan pekerjaan.

Sehingga bila terjadi kendala dalam pekerjaan, sebagai anak magang kita tidak perlu langsung bertanya tapi kita bisa mencoba menyelesaikannya terlebih dahulu dengan membaca kembali catatan di agenda bila tak juga menemukan jawabannya barulah kalian dapat menanyakannya.

Kerja lembur dan loyalitas pada kantor
Menurut saya anak-anak generasi Z sangat mengerti jam kerja, mereka dapat mematuhi jam kerja dengan datang sebelum waktunya namun untuk pulang pun mereka sangat tepat waktu, istilah orang kantor tengo, jadi begitu jam 5 teng langsung go sehingga tidak kenal mereka dengan istilah kerja overtime.

Kebetulan kantor saya memang tidak memberlakukan kerja lembur, yang artinya bila kerja lebih dari jam 5 sore tidak akan ada bayarannya, makanya harus dapat memaksimalkan waktu selama dikantor agar pekerjaan dapat selesai dan tidak lembur atau dibawa pulang kerumah, namun di waktu tertentu kami semua harus berada dikantor hingga malam hari agar dapat menyelesaikan pekerjaan atau karena ada meeting.

Jadi bila ada pekerjaan atau meeting yang memang mengharuskan tinggal lebih lama dikantor, sebagai anak magang ikutlah (bila diajak) serta namun juga harus tetap memastikan bila kerja lembur ini tidak setiap hari bila memang tidak ada bayarannya dan bila ada bayarannya jangan sungkan untuk menanyakan seperti apa perhitungan pembayarannya.



Yang paling penting dari semua itu adalah, untuk semua pekerja dikantor berharap bila anak magang lebih mandiri, mempunyai inisiatif dan cepat belajar mengikuti ritme kerja mereka bukan mereka yang akan mengikuti anak magang.

Walaupun hasil akhirnya dengan adanya anak magang akan mempercepat pekerjaan, namun sebelum itu terjadi kami para pekerja juga harus mempergunakan waktu untuk mengajari kalian tidak serta merta memberikan pekerjaan tanpa adanya arahan ataupun penjelasan.

Apa yang saya tuliskan diatas bukanlah sesuatu yang pasti dan sama terjadi di semua kantor, tergantung dari bidang pada kantor tersebut sehingga mungkin saja hal-hal yang saya jabarkan itu tidak ada keterkaitannya sama sekali.

Namun sebagai anak magang pastikan kalian dapat berkontribusi positif dan sebanyak-banykanya pada kantor yang telah menerima kalian, setidaknya bila kalian datang dengan baik-baik maka ketika kalian selesai magang tinggalkan kantor juga dengan kesan yang baik.

Happy Working Generasi Z

Komentar