Pengalaman Memulai Toilet Training Pada Usia Dini



Sebelumnya saya tidak pernah menyangka bila di usia yang belum genap satu tahun Zeanissa sudah bisa memulai toilet training.

Bercermin pada pengalaman Zaidan kakaknya Zeanissa yang baru memulai toilet training di usia 2 tahun dan baru benar-benar berhasil ketika sudah berusia 3 tahun. Berarti kan memakan waktu satu tahun dan sekarang baru tersadar betapa lama dan panjang proses toilet training ini.

Jadi dengan waktu mulai toilet training yang lebih awal daripada kakaknya saya berharapnya Zeanissa sudah bisa lepas diapers sebelum usianya menginjak 2 tahun.

Untuk yang belum tahu, toilet training adalah salah satu fase perkembangan pada anak ketika ia mulai belajar untuk bisa melakukan buang air kecil dan buang air besar di dalam toilet sehingga kemudian anak pun dapat melepaskan penggunaan diapers.

Nah jadi di posting kali ini saya mau berbagi pengalaman bagaimana sekarang Zeanissa sudah mulai mengurangi penggunaan diapers karena untuk buang air besar ia sudah terbiasa melakukannya di toilet. Kok hanya buang air besar saja ? buang air kecilnya bagaimana ? yuk dibaca sampai selesai yah cerita saya ini.

Sekitar bulan Mei lalu Zeanissa sempat beberapa kali mengalami susah buang air besar hingga ia selalu menangis dan mengamuk ketika waktunya ia buang air besar, mungkin karena perut sudah sakit sekali tapi kok tinjanya nggak juga keluar karena keras. Sehingga saya pun selalu merasa khawatir dengan masalah buang air besar ini

Namun sebenarnya dari paparan AIMI ASI untuk anak seperti Zeanissa yang baru mulai mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI) mengalami konstipasi adalah hal yang normal dan dapat di atasi dengan cara menambahkan cairan, buah dan serat ke dalam makanannya.

Dengan segera saya pun mempraktekan saran tersebut namun ternyata buang air besar ini jadi seperti drama series yang terus berlanjut, bukan karena tinjanya yang keras tapi seperti ada sesuatu yang membuat Zeanissa kurang nyaman ketika tengah buang air besar.

Suatu waktu ketika tiba Zeanissa ingin buang air besar dan ia tengah dalam kondisi berdiri, ia pun tiba-tiba menangis, karena melihat mukanya yang tampak mengejan saya pun tahu bila ia tengah berusaha untuk buang air besar, namun tak juga keluar tinjanya.



Secara tidak sengaja saya pun kemudian membawanya ke toilet, begitu tiba di toilet saya pasang itu pelapis duduk toilet milik Zaidan yang berfungsi untuk menjaga agar ia dapat duduk di toilet dewasa tanpa terjeblos ke lubang toilet karena ukuran duduk toilet dewasa yang lebih besar daripada anak-anak.

Sambil menangis sekaligus mengejan, saya pun memeluk Zeanissa, mengusap-usap punggungnya agar ia bisa tenang dan konsentrasi hingga akhirnya keluarlah itu... dan setelahnya ia langsung ceria kembali, seperti tidak terjadi apa-apa. 

Sejak kejadian itu saya seperti mempelajari kebiasaan Zeanissa ketika tiba waktu ia akan buang air besar, ciri khusus yang dapat saya identifikasi, biasanya Zeanissa akan beberapa kali kentut dulu lalu mukanya pun tampak mengejan dan kedua tangan mengepal, kalau sudah seperti ini saya segera membawanya ke toilet dengan cepat.

Dua minggu lamanya saya melakukan pengamatan untuk kebiasaan buang air besar Zeanissa ini dan selama itu Zeanissa terus berhasil mempraktekkan buang air besar di toilet, kebetulan sekali saya pun sedang melakukan work from home dan dengan kondisi pandemik kita harus #dirumahaja juga jadi tidak terkendala sama sekali proses mulai toilet training ini.

Barulah saya akhirnya pun menyadari sepertinya untuk Zeanissa ia merasa lebih nyaman dengan buang air besar dengan kondisi duduk bukan berdiri, karena kerap terjadi ketika sedang bersama ayah atau neneknya, ia ingin buang air besar dan sudah menunjukkan tanda mau buang air besar tapi karena posisinya ia sedang berdiri ia jadi seperti menahan untuk buang air besar dan setelah ayahnya atau neneknya memanggil saya dan segera saya bawa ke toilet barulah disana ia lancar buang air besarnya.

Sebenarnya saya agak khawatir juga dengan pencapaian saat ini bila Zeanissa sudah terbiasa buang air besar di toilet. Hasil googling dan membaca beberapa website parenting saya pun menemukan informasi bahaya dari memulai toilet training usia dini, diantara yaitu :
1. Infeksi kandung kemih 
2. Perenggangan pada rektum 
3. Masalah pencernaan
4. Trauma 

Seram sekali bila sampai Zeanissa mengalami hal tersebut, saya pun akhirnya jadi ingin menghentikan kebiasaan Zeanissa buang air besar di toilet agar ia tak mengalami masalah di kemudian hari dalam pertumbuhan dan perkembangannya dan mengikuti saran terbaik sebaiknya memulai toilet training pada usia minimal di 18 bulan.

Walaupun tanpa terasa sudah berjalan hampir 3 bulan kebiasaan Zeanissa untuk buang air besar di toilet ini berjalan dan lancar-lancar saja sunggulah ini pencapaian yang luar biasa sih sebenarnya, karena memulai toilet training memang pr sekali buat orang tua, saking sulit dan melelahkannya.

Lalu mengapa untuk buang air kecil belum ada saya mulai sama sekali untuk toilet training, karena alasan utamanya adalah Zeanissa belum bisa berbicara jadi lebih sulit untuk mengetahui ciri-ciri ia akan buang air kecil.

Namun yah karena untuk buang air besar sudah terbiasa sepertinya saya akan terus melanjutkannya saja sampai ia siap untuk memulai toilet training yang sebenarnya, hitung-hitung ini adalah bonus dalam milestone Zeanissa.

Semoga cerita pengalaman ini bermanfaat dan dapat menjadi pertimbangan untuk orang tua yang terlalu ingin cepat memulai toilet training pada anaknya, jangan hanya memikirkan keuntungan karena tak ada lagi post pengeluaran khusus diapers namun harus juga mempertimbangkan kesehatan anak kita di masa yang akan datang.







loph,

Maya Rumi


Komentar

  1. MashaAllah~
    Pinternya adek Zea. Kalau sudah ketemu "kunci"nya gini, jadi lebih nyaman yaa, kak.
    Bikin adek Zea tetap nyaman dan akhirnya toilet training pun sukses tanpa trauma.

    BalasHapus
  2. Ponakanku juga dari sebelum setahun kebanyakan potty trainning semua, pake pispot 🤣 karena lucu-lucu kali ya jadi pd mau aja dan lepas semua sebelum 2thn meski kalo bobo ada yg masih pake buat jaga jaga hehe

    BalasHapus
  3. klau untuk toilet training the earlier the better yaaa mba. Sukses dengan trainingnya

    BalasHapus
  4. Potret dedek Nissa lucu banget mba Maya, ehehehe melongo kaget ya dek di potret
    perjuangan seorang ibu, jadi membayangkan juga kalau ntar punya anak harus extra banyak sabar dan belajar. Semangat kita

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca postingan ini dan meninggalkan jejak komentar yang baik, semua komentar akan di moderasi terlebih dahulu oleh penulis.

Postingan Populer