Kosongkan Gelasmu dan P.D.C.A

Pernah mendengar istilah "Kosongkan gelasmu" pada saat belajar sesuatu dengan orang baru ? 

Istilah "Kosongkan gelasmu" bukan istilah baru, sudah familiar pasti ditelinga kita. Namun saya penasaran apakah istilah ini mempunyai makna yag sama bagi setiap orang, saya pun mencari tahu dengan membaca tulisan-tulisan mengenai hal tersebut dan mendapati bila ada dua pendapat yang berbeda dalam memaknai istilah tersebut.

Yang pertama, mengibaratkan ilmu seperti air dan kepala kita seperti sebuah gelas, jadi ketika kita tengah belajar untuk menerima ilmu baru, kita seperti tengah menuangkan air yang baru pada gelas kita, maka agar air dalam gelas kita tidak sampai kepenuhan penting untuk kita mengosongkan gelas yang kita punya dulu agar ketika kita isi dengan air baru gelas kita dapat menampung semua air tersebut.

Yang kedua, walau mengibaratkan hal yang sama yaitu ilmu seperti air dan kepala kita seperti sebuah gelas, namun mengartikannya sebagai menuntut ilmu baru dari orang baru berarti gelas baru. Bukan gelas yang ada yang telah penuh lalu di kosongkan dahulu untuk ilmu yang sama.

Untuk saya pribadi lebih setuju dengan makna yang kedua, karena saya percaya setiap orang yang membagikan ilmunya untuk kita itu walau ilmunya sama misalnya tentang blog tapi isinya berbeda, mungkin adalah yang sama tapi tidak sepenuhnya sama, makanya saya lebih memilih mempersiapkan gelas baru sehingga kemudian saya punya banyak gelas untuk ilmu yang sama dan akan saya pilah kemudian.

Inilah yang tengah saya lakukan. Semenjak awal bulan juli ini saya tengah mengikuti Blog Course ISB dengan foundernya yaitu teh Ani Berta. Ini adalah sebuah kelas yang salah satu tujuannya agar kita dapat belajar mengembangkan blog yang kita miliki. Kelas yang menggunakan google meet ini diadakan seminggu 2 kali setiap malam rabu dan malam minggu yang berlangsung selama 1 sampati 2 jam lamanya dan saat ini sudah memasuki pertemuan ke 6.

Banyak sekali ilmu tentang blog dan dunia menulis yang di bagikan oleh teh Ani Berta dan baru saya ketahui, jadi bila saya tidak menyiapkan gelas kosong yang baru pastilah ilmu yang seperti air tersebut  sudah tak tertampung karena bersamaan dengan masuknya ilmu baru itu, kami pun diminta untuk  langsung mengaplikasikannya pada blog kami, agar ilmu tersebut tidak menguap begitu saja dan terlupakan.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah memulai konsistensi dengan rajin memposting blog baru, selama ini saya sudah berusaha untuk setidaknya mempunyai 4 tulisan dalam satu bulan, saya pun merasa tertantang untuk dapat menghasilkan lebih dari itu, sudah dapat ilmunya, masih ditemani sama mentornya, masa progressnya masih sama dengan yang sebelumnya.

Alhamdullilah, yang biasanya saya hanya bisa menulis pada pertengahan bulan sejak ikut kelas ini dari awal bulan saya sudah punya tulisan yang publish di blog, kejutan sekali buat saya sendiri karena biasanya awal bulan kendala terberat saya tak bisa menghasilkan tulisan terbaru di blog karena berbarengan dengan deadline pekerjaan kantor. Namun kali ini saya dapat menyelesaikan deadline pekerjaan dengan tetap punya tulisan di minggu pertama. yeayyy!!

Menjaga diri yang baru mulai untuk konsisten ini memang sulit sekali karena banyak alasannya, kalau saya tuh saat ini karena berperan ganda, sebagai ibu bekerja sekaligus juga sekarang saya punya anak bayi berusia 10 bulan belum lagi harus menemani anak usia 6 tahun yang belajar di rumah, duh emang harus mengalah deh yang namanya update blog, nggak kebagian untuk saya urus. 

Namun teringat lagi tujuan utama saya untuk jangka panjang ingin mulai menjaga konsistensi menulis di blog karena kebanyakan isinya membahas daily life kalau saya tidak konsisten akan ada banyak cerita yang terlewat begitu saja tanpa ada rekam jejak di blog ini. 

Saya pun jadi terus kepikiran bagaimana caranya untuk menjaga konsistensi ini ?, bagaimana seharusnya saya tak membiarkan gelas saya yang sudah terisi penuh dengan ilmu-ilmu baru tidak menjadi sia-sia, apalagi setelah blog course berakhir tidak ada lagi teh Ani Berta yang menemani dengan mengingatkan dan memaksa diri untuk update blog secara berkala atau teman-teman seperjuangan yang menyemangati bila belum juga punya update blog terbaru.

Untuk kali ini saya tidak mau menyerah begitu saja, saya tidak hanya ingin mengosongkan gelas untuk ilmu baru tapi saya ingin agar isi gelas dapat menjaga konsistensi yang telah saya bangun, sampai saya jadi teringat pada hal yang sebenarnya memang sudah rutin saya lakukan pada pekerjaan saya di kantor, tapi entah kenapa saya tidak terpikirkan untuk mengaplikasikannya untuk menulis di blog juga.

Untuk mengukur suatu pekerjaan dikantor yang bersifat harian, mingguan, bulanan hingga project dengan waktu yang lebih lama dapat berjalan dan terselesaikan dengan baik, semua pekerjaan tersebut  dibuatkan PDCA. PDCA merupakan singkatan dari 4 kata yaitu, Plan-Do-Check-Act. 




Plan - what to do or how to do it ?
Pada salah satu pertemuan Blog Course ISB, teh Ani Berta menyampaikan bila kunci dari konsistensi untuk blogging adalah membuat banyak bank data untuk tema blog. Merencanakan bank data ini dapat membantu kita agar tidak kehabisan ide menulis di blog dan untuk menampung bank data tersebut kita bisa menggunakan template pada agenda yang ada di handphone atau dengan cara tradisional seperti saya menuliskan semua bank data pada buku agenda.

Untuk bulan Juli dan Agustus ini saya tidak perlu repot menuliskan karena saya mengikuti one day one post (odop) yang di selenggarakan komunitas blogging ISB. Walaupun sebenarnya sebelum mulai odob saya sudah membuat bank data untuk tulisan selama bulan Juli jadi sepertinya akan saya pakai nanti setelah odop selesai saya ikuti.

Do - do what was planned
Membuat bank data sebaiknya sebanyak mungkin, maka saya pun mencoba membuat setiap bulan 10 tema agar saya bisa pakai setidaknya 6 tema jadi dari sebelumnya saya bisa menulis dan posting 4, mulai bulan juli ini saya ingin mentargetkan bisa update postingan blog sebanyak 6 judul.

Sudah mendapatkan tema yang akan dijadikan tulisan, segera buat reminder pengaturan waktunya, bila dalam sebulan ingin 6 tulisan publish di blog berarti dalam setiap 5 hari harus ada posting yang sudah selesai ditulis.

Pastikan juga selama waktu tersebut kita tidak hanya menulis tapi juga harus mempersiapkan pendukung tulisan seperti foto-foto atau infografis dan hal lainnya yang berhubungan dengan tulisan yang akan di posting.

Check - did things happen according to plan ?
Tulisan pada blog akan lebih bermanfaat bila kita juga menyebarluaskannya kepada orang lain. Untuk itu saran dari teh Ani Berta adalah menggunakan semaksimal mungkin semua sosial media yang kita punya instagram, twitter, facebook, youtube hingga podcast.

Dari hasil sharing ke berbagai media social itulah, ketika tulisan kita dibaca orang lain kita pun secara tidak langsung dapat melakukan pengecekan pada tulisan kita terutama dari respon mereka yang berupa komentar, baik atau buruknya dapat kita jadikan penilaian untuk tulisan kita kedepannya.

Act - how to improve next time
Menulis di blog memang butuh konsistensi pada awalnya, namun sebenarnya setelah itu harus ada ketekunan agar tulisan pada blog terus bertambah baik dan salah satu cara mengetahuinya adalah dengan mengikuti lomba-lomba bloging yang banyak diselenggkarakan berbagai pihak.

Mengikuti kompetisi blog juga dapat terus mengasah kemampuan menulis kita selain juga bisa mendapatkan nilai tambah untuk diri kita secara pribadi berupa penghargaan-penghargaan dan juga pengakuan akan kemampuan kita dari banyak pihak bila berhasil menjuarai sebuah kompetisi blog.


Keempat kata ini terlihat mudah dilakukan namun ketika kita menjalankannya kita harus keras pada diri sendiri bila ingin menyelesaikan sesuai dengan rencana awal. Untuk itu kita juga harus menyadari apa saja yang membuat diri kita mudah sekali teralihkan dari tujuan, seperti saya senang sekali berlama-lama melihat instagram akhirnya menunda menulis dan lupa sama deadline tulisan itu sendiri.

Hal lainnya PDCA ini bersifat berkelanjutan dan dinamis tidak akan selesai sekalipun pekerjaan kita sudah kita beri tanda done. makanya sering kali oleh teman-teman saya di kantor PDCA di pelesetkan pengartiannya sebagai plan-do-cancel-again karena nggak selesai-selesai pekerjaanya.

Bila biasanya saya mempergunakan PDCA ini setiap seminggu sekali untuk melihat perkembangan pekerjaan-pekerjaan saya hingga selesai, semoga dengan mengaplikasikannya pada blog saya juga dapat mencapai hasil yang serupa, setiap 5 hari akan ada update blog di mayarumidotcom.







loph,

Maya Rumi


Komentar