Cerita Khitan Zaidan Dengan Metode Smart Clamp

"kak, temen-temen kamu udah pada sunat tuh, kamu gak mau sunat juga ?"
"hmmm, sunat yah bun ?!" 
"hooh"
"ya udah mau deh"
"hari minggu ya"
"ok"


Lah cepet banget setujunya. saya masih nggak yakin sama pendengaran sendiri waktu meminta zaidan untuk sunat dan dia langsung bilang ok, karena biasanya dia akan marah-marah dan menolak untuk disunat dengan alasan disunat itu sakit karena gajahnya (bahasa zaidan menyebut alat kelaminnya) akan di potong dengan pisau dan gunting. Namun kali ini nggak ada cerita itu lagi, jadi berhubung anaknya sudah MAU nggak pakai tanya dua kali lagi, saya pun langsung memberitahu ke ayah dan nenek kakeknya dirumah, tanggapan mereka cuma iya saja tapi nggak nanggapin serius sampai hari jumat nenek pun akhinrya nanya ke saya lagi mastiin beneran nggak zaidan mau sunat akhir pekan ini. 

"iya nek zaidan jadi mau sunat, tapi nggak ada pestanya cuma syukuran aja setelah sunat" 

Nenek walau masih yang antara percaya dan nggak percaya cucunya yang berusia lima tahun setengah ini sudah berani di khitan pun tetap dengan semangat 45 ke esokan harinya belanja-belanja buat masak dan beli buah-buah di pasar.

Minggu pagi itu 29 desember 2019 hujan turun cukup deras. Sekitar jam 7an kami sudah sudah tiba di tempat khitan, selain saya, ayahnya dan adik ipar saya ikut bersama kami adalah tetangga saya yang ikut mengantar ke tempat khitan yang merupakan tempat khitan anaknya juga sekitar 2 minggu sebelumnya. Baitul Khitan nama tempatnya. Tidak terlalu jauh tempatnya dari rumah, sekitar 20 menit mengendarai mobil.

Ketika kami datang sudah ada antrian seorang anak berusia 7 tahun  dengan kedua orang tuanya dan sedang ada anak yang tengah menjalani khitan yang saya tahu kemudian ketika usai disunat usianya sudah 10 tahun. Ditempat khitan ini yang datang terlebih dahulu akan di layani duluan jadi tidak ada sistem booking waktu kedatangan, jadi hari itu Zaidan dapat giliran ketiga untuk disunat. Sambil menunggu giliran kami memberikan zaidan hp untuk bermain game, hal tersebut kami lakukan agar mengalihkan perhatian zaidan dari teriakan-teriakan anak yang terlebih dahulu disunat dan cara itu berhasil.

Mungkin sekitar 30 menit lamanya kami menunggu giliran, hingga tiba saat zaidan masuk ruangan sunat. Zaidan nggak takut sama sekali, santai banget dia masuk ruangan sunat di temani pak dokter yang mengajaknya mengobrol, sementara saya, ayahnya dan adik ipar saya mengikuti mereka dibelakang. Kemudian Zaidan ditidurkan oleh pak dokter sambil beliau memberitahu kami proses berjalannya sunat.

Awalnya saya mengajak adik ipar saya yang lelaki untuk ikut membantu memegangi Zaidan selama proses khitan berlangsung bersama dengan ayahnya, namun ternyata ketika proses itu akan di mulai saya kok nggak tega ninggalin zaidan terlebih lagi zaidan meminta untuk di peluk oleh saya, jadi pak dokter pun mengajari saya untuk memeluk zaidan dengan menumpukan kedua tangan saya diatas kedua pergelangan tangan zaidan yang diangkat ke atas kepalanya, hal tersebut dilakukan agar mencegah zaidan memberontak ketika proses khitan berlangsung. Sementara ayahya bertugas memegang pada bagian dengkul zaidan agar tetap lurus dan tidak menendang-nendang.



Pada metode khitan Smart Clamp, gajah yang disunat akan disuntik kebal sebanyak 2 kali, sekali pada bagian atas dan sekali pada bagian bawah. Zaidan kaget dan langsung berteriak kesakitan tapi tidak lama, namun Zaidan pun menjadi histeris ketika proses pemasangan clamp pada gajah, sebenarnya tidak berlangsung lama sih prosesnya asalkan anak pun tidak terlalu banyak bergerak memberontak untuk itu saya dan ayahnya sudah berusaha memegangi zaidan sekuat mungkin hingga selesai proses khitannya.




Dinamakan metode smart clamp karena setelah proses sunat pada si gajah akan dipakaian semacam alat yang terbuat dari plastik akan membungkus gajah dan dibagian bawahnya ada lubang untuk pipis jadi tidak menggunakan kasa untuk membungkus si gajah sehingga lebih aman ketika anak mandi, karena gajah tidak akan terkena air, bahkan infonya dari pak dokter selama gajah memakai clamp boleh untuk tetap melakukan aktivitas berenang tapi saya sih nggak mau ambil resiko jadi selama 3 hari zaidan memang nggak mandi dan saya melarang dia berlari dan melompat-lompat.

Untuk khitan dengan metode smart clamp ini kami dikenakan biaya sebesar 800 ribu rupiah sudah termasuk dengan jasa dokter dan obat-obatan. Informasi dari dokternya juga, ketika gajah sudah kering, clamp ini akan lepas sendiri, waktu lepasnya clamp bervariasi yah antara seminggu hingga 2 minggu, zaidan sendiri sekitar 2 minggu karena setelah sunat kami menggalami kebanjiran dirumah hingga ayahnya dan saya selalu lupa untuk memberikan betadine setelah minum obat. Oiya Zaidan diberi obatnya berupa obat anti nyeri sebanyak 3 jenis  yang harus di minum sehari 3 kali setelah makan.

Obat-obatan ini sangat membantu sekali, karena setelah proses sunat zaidan tidak ada mengeluh sakit dan dapat beraktivitas seperti biasanya. waktu pertama kali pipis setelah memakai clamp zaidan sempat ketakutan nggak bisa pipis tapi ternyata pipis juga biasa saja hanya sedikit nyeri dan atas saran ayahnya setelah habis pipis atau pup zaidan menyalakan kipas angin elektrik kecil dan mengarahkan ke si gajahnya hingga rasa nyerinya hilang.

Pulang dari tempat khitan, zaidan langsung tertidur hingga hampir zuhur dan ketika bangun tidur tidak seperti orang yang habis sunat, jalan memakai sarung pun biasa saja tidak seperti orang yang baru sunat yang biasanya jalan mengkang dan agak tertatih-tatih. Mungkin perhatian Zaidan saat itu teralihkan karena banyak saudara dan tetangga yang datang melihat dan memberikannya uang angpao karena keberaniannya sudah mau disunat.

Selama proses pelepasan clamp kami pikir tidak akan ada drama sama sekali karena zaidan pun santai banget masih bisa main sama teman-temanya dan disekolah pun tidak ada gurunya menginformasikan zaidan mengeluh sakit tapiii ternyata 2 atau 3 hari sebelum lepas clampnya zaidan baru merasakan sakit hingga tidak bisa tidur semalaman, kebetulan obat nyeri yang diberikan pun sudah habis dikonsumsi. 

Proses lepasnya clamp dari si gajah pun lucuk juga, jadi zaidan dan zeanissa tengah tidur-tiduran sambil bermain, zaidan tuh senang sekali memeluk zeanissa dan mungkin karena terlalu gemas zaidan memeluk terlalu ketat dan adiknya pun marah hingga bergerak-gerak dan akhirnya tertendanglah itu clamp dan zaidan pun kaget karena sakit akhirnya ia bangun dari tidur dan ketika akan melangkah jalan, clampnya lepas terjatuh begitu saja ke lantai.
'
Zaidan langsung teriak kesenengan dengan bilang "yeay, topi gajah aq udah lepas, aq udah bisa berenang" selanjutnya ia pun mengemas adenya lagi sambil bilang "makasih yah de, gajah kaka udah gak sakit lagi, kaka sayang dede" 

Alhamdullilah menutup tahun 2019 lalu dengan zaidan yang sudah di khitan, rasanya nggak lagi khawatir akan hal tersebut. Sempat ada rasa ketakutan juga kalau Zaidan nggak akan mau di sunat karena melihat teman-temannya yang sudah sunat duluan karena zaidan nggak mau melihat temannya yang sudah disunat. Ternyata ketakutan saya tidak terbukti. 

Ayah bunda ada yang mau tanya-tanya proses khitan dengan metode smart clamp ini, tinggalkan pertanyaan di kolam komentar saja yah...






loph,
Maya Rumi

Komentar

  1. wah darell juga udah saatnya nih buat disunat.. dan aku masih kumpulin info terkait sunat, dari harga, tekniknya sama treatmentnya gimana

    BalasHapus
  2. wah sudah di sunat ya? Semoga Zaidan cepat pulih ya dan makin besar makin soleh :)

    BalasHapus
  3. Bulan lalu adikku yang kecil juga baru aja di khitaan. Aku liat prosesnya dan dia nangis keer jadi ga tegaa huhu
    btw selamat ya Zidan sudah sunat, semoga cepet sehaat

    BalasHapus
  4. selamat adek Zaidan sudah disunat, semoga sehat selalu ya dek, kebetulan sepupuku aku 4 tahunan pengen disunat mulu gara-gara temannya udah disunat, bisa aku rekomendasikan ini

    BalasHapus
  5. Baiknya khitan metode ini mulai usia berapa ya bun? Kemarin sempat ikut seminar tentang khitan katanya kalau khitan lebih dini lebih baik.

    BalasHapus
  6. hihi aku jadi inget adek dulu pas sunat. dia juga ngamuk sampe dipegangin orang banyak hehe

    BalasHapus
  7. Giliran aku nih yg pusing ntar kalo anak keduaku mw sunat. Semoga ga pake byk drama. Ms dilema juga sih secara br 3 bulan. Ms diskusi sm suami mending masih bayi gini apa nanti aja pas mau akil baligh 🤔

    BalasHapus
  8. waduh di sunat hahaha, semoga nanti anaknya pas gede gak malu lihat postingan ini :D

    semoga cepet pulih ya

    BalasHapus
  9. Barakallahu fiik~
    Semoga Zidan menjadi anak yang sholih, sehat dan semakin cerdas.

    Rasanya bahagia yaa, kak...anak sudah berani sunat.
    MashaAllah~

    BalasHapus
  10. Lucu sama ending tulisannya haha, pasti zaidan seneng banget bisa lomlat lompat dan lari lari juga berenang lagi. Cukup cepat ya mba proses penyembuhannya, keren ih zaidan udah sunat

    BalasHapus
  11. Aduh, ngomongin khitan jadi keingetan 2 bocah di rumah yang belom khitan juga. Masih pada belom mau, takut katanya. Mungkin nanti pas 8 tahun deh. Dulu juga abangnya pas usia segitu baru mau. Boleh-boleh nih cara ini jadi pilihan anak-anak nanti saat dikhitan.

    BalasHapus
  12. Agak ngeri jg ya klo dger ttg sunat , tp kayaknya dgn metode smart clamp ini lebih cpt proses sembuhnya jg ya.

    BalasHapus
  13. teknik baru nih ya buat sunat, kayaknya aku mesti sering baca info kayak gini buat persiapan punya anak nanti. *padahal belum nikah haha*

    BalasHapus
  14. wah dek Zaidan udah dikhitan, selamat yaa.. BTW baru dengar tentang metode smart clamp ini, nanti kalau punya anak cowok bisa nih pake metode ini juga ^^

    BalasHapus
  15. wah ade hebat sudah sunat. ikut senang juga semoga dapet rezeki banyak ya de.
    jadi inget ponakan ku yang tahun lalu sunatan juga.

    BalasHapus
  16. Lho Zaidan enggak dimandikan sampe 3 hari ya? Kok kalau anakku dulu gapapa loh, mandi dan beraktivitas seperti biasa. Justru karena dipakein clamp itu ga masalah kena air terus.

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca postingan ini dan meninggalkan jejak komentar yang baik, semua komentar akan di moderasi terlebih dahulu oleh penulis.