Selamat Jalan Om Ojek

September 10, 2018



Beberapa waktu lalu saya pernah sharing tentang susahnya mencari ojek untuk menjemput zaidan dari daycare. Setelah mendapatkan ojek dan zaidan sudah tidak di daycare lagi, saya tetap memakai jasanya namun kali ini untuk menjemput zaidan dari sekolahnya.

Minggu siang kemarin (9/9) sekitar pukul 2.30, saya terkejut sekali ketika diberitahu oleh tetangga, bila tukang ojek yang selalu dipanggil zaidan dengan om ojek tersebut telah meninggal dunia secara mendadak.

Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un

Keterkejutan saya ditambah pula dengan kesedihan karena om ojek yang bernama lengkap Pak Sutina, ditemukan sudah tak bernyawa dirumahnya oleh adik kandungnya dalam kondisi sendirian dirumahnya, karena istri dan anaknya tengah pergi dan menginap di rumah orang tua istrinya.

Bersama dengan zaidan dan para tetangga lain, saya datang kerumahnya untuk melayat.  Dari cerita istrinya, kepergian almarhum tidak dapat dipastikan penyebabnya, yang pasti beliau tidak dalam keadaan sakit ketika ditinggalkan.

Banyak hal baik yang saya ingat dari om tisna, salah satunya yang paling berkesan adalah ketika suatu hari zaidan dijemput pulang dari daycare sore hari, namun karena zaidan masih tidur disaat waktunya pulang, ia dengan sabar menunggu zaidan bangun tidur dahulu baru kemudian dibawa pulang kerumah. 

Saya pun selalu menanyakan kepada zaidan bagaimana dengan om ojek, zaidan tak pernah mengatakan yang tidak baik, ia selalu bilang om ojek lucu bunda, atau om ojek baik bunda.

Baru-baru ini pun setelah sekolah, zaidan dijemput oleh om ojek bersama dengan keponakan saya, mereka berdua selalu berebut untuk duduk di depan, tidak ada yang mau mengalah untuk duduk dibelakang, jadi kadang kalau mereka sedang ribut seperti itu, om tisna membiarkan mereka berdua duduk berdua di depan (seperti yang terlihat di gambar). Walaupun hal tersebut merepotkannya tapi ia tak pernah marah kepada kedua anak kecil tersebut.

Keponakan saya menanyakan kepada ibunya yang merupakan adik saya "bunda om ojek kan baik kenapa om ojek meninggal ???" 

Sedih sekali mendegarnya.

Terima kasih om tisna, sudah berbaik hati menjemput dan menjaga zaidan dan aqila, semoga segala kebaikan yang selama ini diberikan menjadi ladang pahala yang memberatkan amalan baik.




loph,
Maya Rumi 


You Might Also Like

12 comments

  1. Innalillahi. Mbak Maya, sedih sekali baca tulisan mbak. Semoga om Ojek mendapatkan tempat yang baik di sisi-Nya, keluarga yang ditinggalkan tabah dan ikhlas melepas beliau. Semoga dapat ojek pengganti ya, mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya terima kasih mbak edwina untuk doanya... alhamdullilah sudah dapat ojek penggantinya..

      Hapus
  2. Innalilahi Wa Innailaihi Rojiun sedih bacanya :( semoga yang ditinggalkan semua diberikan kesabaran dan ketabahan termasuk Zaidan pasti kehilangan ya jemputan yang baik :(

    semoga penggantinya juga baik seperti om ojek aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih teh, alhamdullilah sudah dapat pengganti ojeknya zaidan, mudah2an sama baiknya

      Hapus
  3. Innalilahi wa innalilahi rojiun :(
    Yang bikin sedih banget itu yang ngga ada sakit apa apa, tau tau ngga ada ya
    Moga moga penggantinya juga baik ya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bener mbak shinta, alhamdullilah sudah dpt pengganti ojeknya

      Hapus
  4. Innalillahi wa innailaihi rojiun, kondisi meninggal tiba2 selalu membuat sedih dan meninggalkan bekas mendalam, semoga amal ibadah Pak sutina diterima di sisi Allah swt

    BalasHapus
  5. So sorry to know that, dear. Mudah2an om ojek di terima di sisi-Nya. Mudah2an pengganti ojeknya juga sama2 baik ya mbak

    BalasHapus
  6. wahh sedih deh baca postingan ini, semoga om ojek mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan ya mbak.

    BalasHapus

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca postingan ini dan meninggalkan jejak komentar yang baik