RESIGN!

Mei 10, 2018

Resign!


Buku ini saya beli beberapa waktu lalu saat itu saya akan membeli buku terakhir dari trilogi Kevin Kwan dan karena sedang ada promo pembelanjaan buku dengan penerbit yang sama dengan total belanja 200 ribu dapat diskon 40 ribu, saya pun tertarik. Kemudian saya keliling toko buku lagi namun karena sudah ditunggu-tunggu dengan tergesa-gesa hanya membaca sekilas sinopsis di sampul belakang buku, saya ambilah buku ini di display buku baru, karena hanya buku ini yang sama penerbitnya dengan buku pertama. Jadi yah benar-benar beli buku ini tanpa rencana.

Ternyata saat saya bayar dikasir harga bukunya hanya 50 ribu-an saja, bila ditotalkan dengan harga buku Rich People Problem yang harganya 100 ribu-an belum mencukupi untuk dapat promo yang ditawarkan. Hufff !!!... dan karena buku inilah saya kena omel temen gara-gara kelamaan nungguin saya pilah pilih di toko buku. Sudahlah nggak niat beli bukunya ditambahlah pengalaman membeli buku ini kurang menyenangkan akhirnya saya jadi malas buat ngebacanya.

Tapi kan bukunya sudah dibeli sayang juga kalau tidak dibaca, tapi males banget bacanya, saya baru mulai baca setelah benar-benar menyelesaikan membaca Rich People Problem. Biasanya itu kalau memang saya beli karena saya ingin, walaupun saya beli beberapa buku barengan, selain baca buku utama saya tetap baca buku yang lain secara acak saja untuk menghilangkan rasa penasaran, namun kali ini tidak begitu.

Ketika mulai baca di beberapa halaman pertama, saya ngerasa kok alur ceritanya mudah ketebak banget sih seperti cerita ftv gitu dan saya sudah bisa memperkirakan akhir ceritanya akan seperti apa dan iya saya langsung baca halaman-halaman terakhir dan tepat seperti dugaan saya... Ya sudahlah akhirnya berhenti baca bukunya... Nyesel bangetlah beli buku ini.

Hingga beberapa waktu lalu saya sedang ada dinas luar kota selama 5 hari dengan tujuan Batam 2 hari lalu lanjut Bali 3 hari dengan transit penerbangan diantara dua kota itu di Surabaya. Buku inilah yang menemani selama perjalanan tersebut, kali ini saya memang sengaja bawa bukunya alasannya bukunya tidak terlalu berat, kurang dari 300 halaman jadi bisa ditaruh di backpack.

Nah agar lebih dapat feel ceritanya saya baca ulanglah buku ini selama waktu penerbangan tersebut, lagian juga sebelumnya saya kan baca acak cuma membaca beberapa halaman depan dan belakang saja dan mungkin karena memang moment-nya pas kali yah, saya yang awalnya males baca malah jadi suka banget dengan buku ini.

Tersebutlah seorang perempuan bernama Alranita yang bekerja di kantor konsultan, mempunyai bos muda yang ganteng, pintar tapiii galak dan arogan bernama Tigran. Untungnya dikantor tersebut Alranita di kelilingi oleh teman-teman sekantor yang baik, menyenangkan dan sama-sama memusuhi sang Bos. Mereka adalah Carlo, Karenina dan Andre yang kerap kali bersama Alranita menjadikan bos mereka sebagai bahan gosip untuk hiburan di sela-sela kesibukan bekerja.

Namun lama-lama ini bos kok makin merajalela dan semena-mena kalau ngasih kerjaan, tidak ada cerita pulang kantor tengo yang ada lembur sepanjang minggu hingga tengah malam demi memberikan kepuasan kepada client perusahaan.

Tidak tahan dengan kondisi tersebut, Alranita dengan teman-temannya pun membuat taruhan untuk menyemangati keinginan mereka agar segera resign dari kantor tersebut, namun entah kenapa setiap langkah mereka untuk melakukan interview dengan calon kantor baru selalu bisa terdeteksi oleh radar bos walaupun sudah berusaha untuk mengakali hal tersebut tapi tak pernah ada satu orang pun yang sukses melakukan interview.

Hingga akhirnya di suatu hari, tanpa sengaja Alranita mendengar obrolan dari bagian HRD bila ada yang akan resign di departemennya, sayangnya informasi yang di dapat tidak jelas sehingga kemudian informasi tersebut malah menjadi berita simpang siur dan yang terjadi kemudian Alranita dan teman-temannya malah saling menaruh curiga karena tidak ada yang mengakui sudah memberikan surat pengunduran diri ke HRD.

Sementara itu semakin lama si bos yang nggak ketahuan jelas status pernikahannya ini kok sering cari perhatian sama Alranita, dengan deket-deketin nggak jelas. 

Overall buku ini bercerita tentang kehidupan kantor khas kota besar dimana ada karyawan yang bekerja dengan tuntutan pekerjaan yang  luar biasa melelahkan tapi dikelilingi temen-temen kantor seperjuangan dan sepenanggungan yang selalu bisa jadi penyemangat dan penyelamat selama mencari kantor baru sebelum bisa melemparkan memberikan surat resign ke bos yang sok bos.

Yang saya suka lagi dari buku ini adalah kata-kata pendek seperti kutipan yang banyak sekali bertebaran di setiap bagian buku, kutipan-kutipan ini terasa keluar dari dalam hati setiap karyawan termasuk saya deh...


"makan siang adalah surga rumpi"
-The Cungpret 

"Mungkin si bos punya indra keenam, masa feelingnya bisa jitu terus?"
-Cungpret yang selalu mati langkah 

"Sepandai-pandainya cungpret bersiasat, akhirnya ketahuan juga"
-Cungpret yang tertangkap basah 

"Apalah artinya usaha resign saat melihat rekening pada awal tahun?"
-Cungpret setelah menerima bonus 

"Bos juga manusia, tapi manusia yang duitnya lebih banyak ketimbang kaum cungpret"
-Cungpret sinis

Kutipan-kutipannya kocak kalau menurut saya, realistis banget memang dengan dunia kantor saat ini yah kurang lebih seperti itu kan...

Apalah cerita kantor tanpa office romace itulah yang dijadikan alternative cerita oleh penulis dan boss and employee affair selalu bikin gregetan kan... Tigran bos yang dibenci Alranita ternyata diam-diam menyukainya dan itu membuat Alranita kebingungan karena tidak yakin dengan perasaannya sendiri.


"Kenapa sih kamu nggak mau banget kelihatan berdua sama saya ? Saya single, kamu single, terus masalahnya apa ?"
"Nggak propefesional!" Jawabku tanpa keraguan

Duh saya gemes banget dibagian mereka berdua ini, apalagi cerita kencan mereka yang terjadi seperti tidak seharusnya menjadi kencan, terus banyak ackward moment diantara mereka yang tidak sengaja terjadi. 

Kencan di restoran fast food dengan baju tidur dan hampir kepergok temen kantor, Movie Dating di Teras Kota Mall, mall yang berada di ujung tangerang sebagai usaha supaya nggak ketahuan teman sekantor hingga terpaksa kencan dengan bos karena terjebak ditempat liburan yang sama.

Bumbu lain yang diciptakan dalam buku ini adalah kehadiran anak baru, baru kelar kuliah dan baru pertama kali mulai kerja, diceritakan anak baru ini naksir berat dengan si bos hanya dia yang melihat kegantengan bos mengalahkan kekejamannya. Anak baru yang terlalu ingin menunjukkan kemampuan kinerjanya, bela-belain tetap kekantor walaupun harusnya masih di opname di rumah sakit karena kelelahan kerja dan akhirnya tumbang.

Jadi yah walaupun tema ceritanya bukan sesuatu yang baru dan ceritanya juga memang b aja gitu, tentang Resign, orang kerja mana yang nggak tahu istilah ini, namun menawarkan pengemasan cerita yang ringan, dengan bahasa yang mudah dipahami walau ada istilah dunia kerja tapi ada catatan kaki yang memudahkan pembaca untuk terus bisa menikmati cerita tanpa repot harus googling dulu istilah tersebut, selain itu kekuatan buku ini mudah di ikuti alur ceritanya, yang saya bilang itu seperti ftp, males nonton tapi kalau sudah mengikuti ceritanya juga nggak bisa buat ganti chanel lain. Karena itu buku ini bukan buku yang ngebuat kita terlalu penasaran sama akhir cerita sih tapi buku yang membuat kita kalau udah masuk keceritanya nggak akan bosen untuk membaca setiap halaman apalagi buku ini kalau buat saya bisa banget dibaca berulang, bisa jadi buku favorit deh buat perjalanan panjang ketika traveling. 

Pokoknya buku ini lengkap deh menceritakan situasi kantor zaman sekarang, buat yang baru mulai ngantor mau tahu dunia kantor atau lingkungan kerja dan dinamikanya seperti apa, buku ini punya pengambaran yang bagus tentang hal tersebut ditambah dengan istilah dikantor yang digunakan, jadi kalau masih bingung dengan tanda tanya dan nggak ada bayangan ngantor tuh kaya gimana sih, baca deh buku ini akan memberi tahu lengkap pahitnya dan enaknya kerja kantoran.

... dan buat yang lagi nyari kantor baru buku ini bisa jadi pencerahan memperkuat alasan dan membulatkan tekad untuk semakin cepat membuat surat resign atau bisa jadi pengingat yang akhirnya malah bisa jadi menunda atau membatalkan keinginan karena ternyata resign itu mah kadang mungkin cuma keinginan ikut-ikutan saja.

Kalau masih penasaran sama siapa sih yang akhirnya resign duluan dan gimana kelanjutan percintaan Alranita dan Tigran, mumpung hari libur kejepit nasional, dan daripada nggak ada rencana kemana-kemana karena nggak bisa ngajuin cuti buat ikutan long weekend, melipirlah yuk ke toko buku.. 

Happy Reading 




Resign!
Penulis : Almira Bastari
Penerbit : Gramedia
Harga buku : Rp 54.000
Jumlah Halaman : 286




loph,
Maya Rumi

You Might Also Like

47 comments

  1. salfok sama quotesnya makan siang adalah surga rumpi >> ini bener banget sbg emak yg gawe waktu maksi adalah yg ditunggu2 apalagi klo dh pd ngumpul semua di ruang makan emak2 dari departemen lain bersatu padu lalu saling tukar info wkwkwkkwk

    klo ceritanya iya sih keknya B mb may 🤣😂 sdh tll bnyk ide cerita begini yak tp klo bwt hiburan sih overall keknya mayan y mba. baca mba DLK 5 hari aku jd ketakutan ntar pas masuk suruh DLk wkwk ku ga siap skrg sih stlh pny 2 anak 🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya teh itu baru sedikit aja quote yang aq bagi, dibukunya banyak lagi... percakapan di buku ini juga konyol-konyol kalo menurut aq.
      duh aq juga males loh DLK, apalagi kalo DLK temen aq cowo semua tapi apa daya namanya kerja dikantor yang bukan punya sendiri (maunya jadi owner) jadi yah di nikmatin aja teh...

      Hapus
  2. ii baru baca sekilas dari blog kak maya aja jadi gemes sma buku yg satu ini, penasaraannnn banget xixixi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bolehlah wiken ini ii main2 ke toko buku, biar hilang penasarannya

      Hapus
  3. Kalau baca buku tentang resign ini, jadi keinget jaman kerja di sana (itulah 😁) Romana saya ngajuin resign susahnya melebihi ngerjain soal pelajaran kimia, hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wuah mbak fenni berarti punya pengalaman seperti dibuku yah...

      Hapus
  4. Hahahaha iya aku baca-baca quotenya bikin seger dan kena karena merasakan sebagai karyawan perusahaan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener mbak gita, jd ngikik sendiri baca quote-nya

      Hapus
  5. Waaaah, ini cucok meong banget sebagai buku bacaan selama bulan Ramadhan
    Kindly visit my blog: bukanbocahbiasa(dot)com

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah boleh juga tuh sambil nunggu beduk magrib, sebagai selingan ngaji yah

      Hapus
  6. Quotenya bikin pingin beli bukunya, deh. :D
    Sempet ngantor 5 tahun sebelum freelance, kadang-kadang ya rindu juga suasananya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya quote-nya itu punya daya tarik sendiri,, hihihi kadang ngantor mulu capek, giliran udah nggak ngator kangen yah

      Hapus
  7. Buku wajib bagi mereka yang galau di tempat kerjaan yaaaak? hehehe Tapi itu quotesnyan keknya lucu-lucu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. nanti setelah dibaca makin galau deh, hehehe

      Hapus
  8. Wajib punya niy kalau yang masih kerja, jadi inget dulu resign karena gak boleh menikah kalau sekantor hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. mbak kania punya pengalaman yang sama dengan aq nih.. xixixi

      Hapus
  9. Wah resign,aku udah 5x resign selama 10tahun ini, soalnya ikut suami pindah kota, belum bekerja lagi sekarang heuheu

    BalasHapus
    Balasan
    1. wuah mbak vita rekor nih 5x resign, hehehe.. enak tuh mbak bisa sekalian merasakan keliling indonesia sm keluarga juga

      Hapus
  10. Keren, aku suka quotes2nya. Bos adalah orang yg duitnya lebih banyak daripada cungpret hahahaa ironis tapi yaa bener. Btw, Kak tadi kulihat ada kata ackward, bukannya yg benar itu awkward? Thank you

    BalasHapus
  11. "Makan siang adalah surga rumpi" Setuju banget sama ini! Hahahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. emang paling enak yah mbak maksi sambil rumpi2 tuker gosip sm temen kantor

      Hapus
  12. Novel ini sempat bikin penasaran karena dipromoin terus sama salah satu editor GPU yang saya follow. Kalau ceritanya ringan, tentu mudah dicerna dan cepat dibaca, hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. oiya mbak edwina, recomended by editor dong yah

      Hapus
  13. Kapan kapan pengin baca buku resign

    BalasHapus
  14. wahhh seru juga nih kayaknya buat bacaan iseng2, menghibur...

    BalasHapus
  15. Cerita mengenai para karyawan kantor, sebagian besar tentang bos, persaingan, dan keinginan resign, hehehe.... Yups, menarik juga buat bacaan di waktu longgar.

    BalasHapus
  16. aku jadi pengen beli dan baca buku ini kakak

    BalasHapus
  17. Quotenya itu lho, dari hati terdalam :) Sepertinya menarik untuk bacaan dikala jalan- jalan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. aq pun baca ini nemenin di perjalanan

      Hapus
  18. waaah wajib dibeli banget ni ya bukunya?? :D

    BalasHapus
  19. Aku sering bgt liat buku ini di bagian best seller :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. wow... padahal waktu aq beli masih ada di bagian new book

      Hapus
  20. Jd penasaran siapa yg resign ... Jgn2 bosnya sendiri haha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha.. siapa yahhh ? nggak mau jawab biar beli bukunya

      Hapus
  21. Mirip drakor yang lagi ak tonton nih. Kisah asmara di kantor dimana si bos awalnya rese banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. oiya mbak wian, judulnya apa mbak ? *penasaran

      Hapus
  22. udah lama gak baca metropop, ini bisa jadi referensi nih klo aku beli novel lagi

    BalasHapus
  23. Bukunya kayaknya asyik nih. Bisa jadi referensi bacaan di waktu luang.

    BalasHapus
  24. Kayanya menarik nih, apalagi setting-nya kantor yang model 9 to 5 gitu ya mbak? Soalnya tempat kerja aku nggak ada drama2an kaya gitu sih. Wkwkwkwk mungkin karena kantor kecil dan nggak banyak pegawainya. Hehehehe

    BalasHapus

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca postingan ini dan meninggalkan jejak komentar yang baik