2nd Page : Ramadhan Tanpa Mama

Juni 09, 2017

Ramadhan tahun ini terasa berbeda dengan tahun lalu ataupun dengan tahun-tahun sebelumnya, hanya karena satu alasan : mama sakit.
Mama sempat dirawat selama lima hari jelang satu minggu sebelum ramadhan, biasanya sebelum ramadhan ada tradisi munggahan di lingkungan sekitar rumah, dimana setiap rumah mengadakan pengajian bergantian dan yang paling saya nanti tentu saja masakan mama diacara tersebut, tapi tahun ini rumah kita nggak mengadakan munggahan karena setiap hari saya, bapak dan adik-adik sibuk bolak balik kerumah sakit, bergantian menjaga dan menemani mama.
Sudah lama mama terkena diabetes dan tahun ini karena diabetesnya menyebabkan ia juga sakit asam lambung dan flek di paru-paru, jadi sudah komplikasi penyakitnya kalau kata dokter. Alhasil setelah pulang dari rumah sakit, mama harus menjalani berobat jalan kurang lebih selama 6 bulan, terutama untuk mengobati flek di paru-parunya.
Karena sakitnya tersebut mama jadi kurus sekali, kehilangan berat badan hampir lebih dari 10 kg, sedih melihatnya, berat badannya sekarang hanya 40 kg dan ia terlihat sangat sangat tua,lemah, renta tak berdaya, bahkan mama sempat harus dibantu orang lain untuk berjalan dan dengan keadaan terbungkuk-bungkuk serta tak mampu sholat dalam keadaan berdiri. Melihat mama seperti itu rasanya hancur sekali. Terlebih lagi ketika ada saudara yang sudah  lama tak melihat dan bertemu dengan mama datang menjenguk. Reaksi pertama mereka pasti terkejut melihat kondisi tubuh mama sekarang, tidak menyangka sakit beberapa bulan sudah seperti itu dan mendengar komentar mereka bikin tambah nyesek.
Bersyukur saat ini keadaan mama sudah mulai membaik, nafsu makan mulai meningkat dan ia sudah mulai jalan dengan lebih baik, sholat pun dengan posisi yang seharusnya, wajahnya sudah mulai segar, walalu tetap tak bisa menutupi kondisi bila ia masih dalam masa pemulihan, mudah-mudahan akan semakin sehat menjelang hari raya, sehigga hari raya mama sudah ada dirumah lagi, karena selama masa penyembuhan ini mama tinggal dirumah adik agar ada yang menemani, mengawasi dan merawat disaat siang hari, karena di rumah semua kerja jadi kalau siang mama sendirian dan untungnya adik sudah tidak kerja sejak awal kehamilan dan saya kebagian mengantar mama untuk cek up per 2 minggu ke rumah sakit. Sementara bapak adan adik perempuan saya yang paling kecil kebagian tugas menemani mama saat di malam hari.
Ketika selama 5 hari saya menemani mama di rumah sakit, saya melihat-lihat galery di hp mama, banyak foto-foto kita lebaran tahun lalu, miris melihatnya. Mama masih segar bugar dan kita ber empat setiap tahun selalu beli baju kembaran terus foto bersama, tahun ini saya sudah membelikan mama baju kembaran dengan adik-adik saya juga, harapan terbesarnya kita bisa melakukan hal tersebut lagi ditahun ini, walau kondisi mama mungkin jauh berbeda dengan tahun lalu.
Mama termasuk perempuan aktif di usia senjanya. Kebetulan anaknya sudah besar semua, ada tiga orang dan anaknya perempuan semua, saya anak pertama dengan adik saya setelah saya sudah berumah tangga, nah adik saya ini sudah punya rumah sendiri, sementara saya masih tinggal sama mama, itupun karena mama yang minta. Saya dan suami tetap tinggal dirumah mama bersama dengan adik saya yang bungsu. Mama sudah punya 2 orang cucu, dari saya cucu laki-laki dan dari adik saya yang pertama cucu perempuan, jadi sepasang deh cucunya. Anak saya punya pengasuh, sementara anak adik saya dulu di asuh bergantian antara mama dengan mertuanya, ketika ia bekerja, namun sejak kehamilan keduanya adik saya tidak lagi bekerja sehingga cucu kedua mama diasuh oleh adik saya sendiri.
ketika kami sudah dewasa namun belum pada menikah, mama sudah sering protes ke anak-anaknya, Katanya mama dirumah suka kesepian dan sendirian karena pada kerja jadi mama banyak melakukan kegiatan diluar rumah, Kalau saya dan adik saya menjulukinya, emak-emak sosialita, padahal sih kegiatan sosilitanya yang hanya arisan dan pengajian itupun dikomplek rumah.
Saat menjelang ramadhan dan lebaran mama senang tuh di titip banyak belanjaan untuk beli baju lebaran di pasar tanah abang oleh teman-teman arisan dan pengajiannya, istilahnya zaman sekarang  tuh Jasa titip belanja dan ini sudah berlangsung beberapa tahun ini, bahkan sebelum booming seperti sekarang. Biasanya kalau menjelang lebaran ini banyak teman mama kerumah bergantian buat pesan dan ambil pakaian. Untuk bisnis ini setahun lalu saya memberikan mama hp yang punya camera bagus, jadi saat dia hunting baju di pasar tanah abang, bajunya sudah di foto-fotoin, teman-teman mama tinggal pilih deh dari gambar di hp, kenapa teman-temannya pada kerumah, kok nggak di kirim saja gambarnya via wa atau yang lainnya, karena mama sama seperti orang tua kebanyakan yang sulit sekali belajar menggunakan teknologi masa kini, jadi walau hp sudah canggih dan masa kini, tetap saja digunakan hanya untuk telpon, bahkan untuk sms saja dia kesulitan, katanya hurufnya kecil-kecil banget nggak kelihatan. kadang-kadang saja untuk menambahkan kontak baru di hp harus dibantu oleh anak-anaknya, padahal sudah sering di ajarkan tapi lupa lagi dan lagi.

Kalau biasanya saya kangen dengan kue-kue lebaran yang kita buat ataupun aktivitas lainnya selama ramadhan tapi kali ini saya kangen dengan keberadaan mama dirumah.

You Might Also Like

6 comments

  1. Semoga kondisi mamanya semakin membaik ya, Mbak. aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih untuk doa dan perhatiannya mbak 😊

      Hapus
  2. Jadi ingat ibu saya minta hp krn pengin gabung group WA. Stlh aku belikan, malah tambah ribet komplen2 melulu kalau nggak suka uploadan teman2nya para nenek. Wkwkwk... Semoga mamah cepat sembuh ya, supaya bisa main dengan cucu2 lagi & bisa menemani anak2nya ibadah Ramadan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ibu-ibu pengen tetep eksis dan gaul tapi malah jadi riweh yah mbak,,, makasih mbak lusi untuk doa dan perhatiannya,,, semoga ibunya selalu sehat

      Hapus

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca postingan ini dan meninggalkan jejak komentar yang baik

part of