Senin, 20 Juni 2022

Zeanissa di Daycare


Sejak awal bulan Juni 2022 ini , anak kedua saya, Zeanissa mulai saya tinggal di Daycare selama saya dan paksu bekerja dikantor. Biasanya kami mengantar ke Daycare pagi hari sebelum jam 7 pagi dan harus menjemputnya sebelum jam 5 sore, agar tidak terkena fee overtime.


Untuk mengantar dan menjemput ini kami tidak selalu bersama, tapi bergantian, karena jam kerja paksu tidak seleluasa jam kerja saya dikantor. Dikantor saya masih bisa izin untuk datang terlambat bila ada keperluan, walaupun keperluannya untuk beberapa hari dan sering.


Buat saya ini pengalaman kedua kalinya meninggalkan anak di Daycare selama bekerja, dahulu Zaidan pun mengalami hal serupa di usia 3 tahun yang hampir sama dengan Zeanissa.


Namun tidak bisa dipungkiri perasaan nggak tega tetap saja ada, tetap sedih ketika kami berpisah malah sampai tadi pagi masih dapat saya rasakan, ketika melihat Zeanissa yang menangis karena saya tinggalkan di Daycare.


Berdasarkan pengalaman, hal ini lumrah terjadi. Anak merasa sedih ditinggal dan kita sebagai ibu juga merasakan hal yang sama, namun saya selalu meyakinkan diri, ini kan sudah menjadi pilihan sebagai orang tua yang bekerja dan sudah menjadi kesepakatan bersama dengan paksu.


Hal-hal yang saya pertimbangkan untuk memilih Daycare diantaranya adalah : 

  1. Jarak Daycare dekat rumah atau kantor selain karena efisiensi waktu, pertimbangan lainnya bila ada kondisi darurat dapat langsung dijemput.
  2. Lingkungan Daycare berada di perumahan dan diketahui oleh warga sekitar sebagai Daycare atau tepatnya mempunyai izin usaha sehingga ada jaminan keamanan.
  3. Idealnya seorang pengasuh pada Daycare mengasuh untuk 3-4 anak bila anak sudah berusia 3 tahun ke atas.
  4. Saat survei Daycare perhatikan pengasuhnya ketika berinteraksi dan berkomunikasi dengan anak-anak seperti mengajak berbicara, cara mengawasi dan lainnya agar anak-anak merasa nyaman selama di Daycare.
  5. Kalau bisa menemukan Daycare yang mempunyai kegiatan diluar ruangan atau terdapat area playground, hal tersebut dapat merangsang motorik dan perkembangan anak.
  6. Mempunyai laporan atau informasi yang jelas terutama untuk kegiatan harian seperti jam makan siang, jam makan cemilan, jam bermain, jam tidur siang, jam mandi sore agar kita orang tua mengetahui kegiatan harian anak-anak
  7. Sesuaikan budget yang kita punya, uang bulanan masing-masing daycare tidak sama tergantung fasilitas yang diberikan, namun untuk biaya umumnya untuk anak-anak diatas usia 3 tahun lebih murah biayanya dibanding dengan bayi karena bayi membutuhkan perhatian khusus.

Ada banyak hal lain yang menjadi pertimbangan  untuk pemilihan Daycare bagi anak-anak namun yang paling penting diperhatikan adalah kenyamanan dan keamanan untuk anak kita selama kita tinggalkan di Daycare. 


Di Daycare Zeanissa tidak ada cctv, sehingga memang tidak memungkinkan untuk saya bisa mengawasi sesering mungkin namun dari pihak Daycare menjembatani kebutuhan orang tua untuk mengawasi bersama dengan para orang tua lainnya dengan membuatkan whats app grup dan dari pihak Daycare secara berkala membagikan foto dan video anak-anak.


Tidak adanya cctv di Daycare sebenarnya ada nilai baiknya juga bagi orang tua, salah satunya tidak merasa cemas berlebihan karena takut terjadi sesuatu hal pada anak kita selama di Daycare. Sebagai tempat penitipan anak bersama, tidak mungkin bisa terhindari beberapa kejadian bagi anak kita.


Dahulu ketika Zaidan di Daycare, 2 kali saya mendapat laporan dari pengasuhanya bila Zaidan menggigit anak lain. Terbayangkan bagaimana perasaan saya, apalagi ini yang melakukan anak saya dan yang menjadi korban anak orang lain. 


Untungnya orang tua dari dua orang anak yang digigit Zaidan tidak menjadikan besar kejadian tersebut, saya pun segera melakukan permohonan maaf kepada mereka, karena saya juga saat itu belum terlalu kenal jadi saya meminta maaf via chat whats app.


Beberapa hal berikut menjadi kekurangan Daycare yang biasanya terjadi :

  1. Anak-anak mudah tertular penyakit seperti batuk dan pilek bila salah satu anak ada yang tengah sakit, untuk itu biasanya pihak Daycare melarang anak yang sedang sakit batuk dan pilek untuk datang, agar menjaga anak lain tetap dalam kondisi sehat.
  2. Kemungkinan anak terjatuh atau terbentur hingga berantem dengan anak lain mungkin tidak bisa terhindari, walaupun ada pengasuh yang mengawasi namun beberapa kondisi memungkinkan hal itu terjadi terutama ketika anak-anak sedang beraktivitas bersama-sama.
  3. Dari dulu hingga sekarang saya masih belum menemukan Daycare yang jam operasionalnya untuk waktu pulang lebih dari jam 5 sore, untuk hal tersebut memang agak menyulitkan saya sehingga ada waktu tertentu saya meminta bantu untuk anggota keluarga lain yang menjemput Zeanissa ketika ayahnya tidak bisa menjemput.
  4. Anak-anak bertemu dengan anak lain setiap hari di Daycare mungkin ada beberapa yang akan menularkan kebiasaan kurang baik karena intensitas pertemuan yang sering, untuk itu perlu memperhatikan perkembangan anak, bila ada sesuatu yang menurut ayah bunda kurang baik segera komunikasikan dengan pengasuhnya.

Sepengalaman saya dan beberapa teman kantor yang juga mempunyai pengalaman serupa, banyak hal-hal positif dengan anak-anak berada di Daycare, diantaranya adalah : 

  1. Anak-anak dapat belajar untuk beradaptasi dengan lingkungan dan teman baru, terutama untuk anak tunggal yang terbiasa dirumah sendiri. Anak-anak juga diajarkan untuk menjadi berani dan mandiri.
  2. Anak-anak dapat belajar bersosialisasi dengan anak lain seperti untuk berbagi mainan, makanan, bekerja sama dan dari bersosialisasi ini anak-anak akan menyeleksi teman yang kemudian akan menjadi teman dekatnya.
  3. Dengan kegiatan harian yang terstruktur dari pagi hari hingga sore hari, anak-anak pun belajar menjadi disiplin waktu. Bahkan pada Zeanissa 2 hari berada di Daycare saja, ia sudah mulai rutin lagi bobo siang dijam 12an.
  4. Dahulu di Daycare Zaidan ada sekolah TK, sehingga bila ada kegiatan seperti mewarnai, mereka diikut sertakan juga sehingga ada kegiatan belajar seperi preschool. Namun di Daycare Zeanissa memang tidak ada namun ada waktu-waktu dimana ia diajarkan untuk bernyanyi sehingga hasilnya 2 minggu di Daycare ini, ia sudah hafal lagu naik kereta api.

Semoga review ini membantu untuk ayah bunda yang sama sama bekerja dan saat ini tengah mencari Daycare. Terutama untuk para ibu yang merasa was-was meninggalkan anak di Daycare.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca postingan ini dan meninggalkan jejak komentar yang baik, semua komentar akan di moderasi terlebih dahulu oleh penulis.