Kulari Ke Pantai... dan jatuh cinta lagi dengan alam Indonesia

Juni 25, 2018


pic from : www.sinopsisfilm.co.id


Di akhir ramadhan lalu saya iseng ikutan kuis di instagram @parentingindonesia dan @ayahbunda_ karena hadiahnya adalah tiket menonton film anak terbaru dari mbak Mira Lesmana dan mas Riri Riza. Terlebih lagi yang menang bisa nonton sebelum film ini tayang perdana di bioskop sesuai tanggal resminya.

Pertanyaannya sederhana sekali, kita hanya diminta untuk menyebutka nama dari salah satu pemain film Kulari Ke Pantai. Saya hanya berharap pada keberuntungan saja untuk bisa mendapatkan tiket nonton filmnya, karena yakin banget semua yang ikutan kuisnya pasti sudah tahu jawabannya yang benar.



Ternyata rabu (20/6) sore saya mendapatkan dm dari instagram @parentingindonesia sebagai salah satu pemenang yang mendapatkan 3 tiket untuk nonton film Kulari Kepantai. Yeay!! Keberuntungan yang dinanti-nantikan akhirnya datang.

Hari minggu siang kemarin setelah shalat zuhur, saya bersama zaidan dan ayahnya langsung bergegas menuju ke XXI Pondok Indah Mall 1 dengan semangat sekali karena, ini untuk pertama kalinya kita bertiga nonton film anak Indonesia. Sebelumnya saya sudah mendapatkan informasi bila pemenang wajib datang setengah jam untuk pengambilan tiket film Kulari Ke Pantai yang akan tayang pada jam 14.15.

Setelah mendapatkan tiket yang ternyata free sitting kami pun keluar dari bioskop untuk makan siang dulu, biar nggak kelaperan saat nonton film Kulari Ke Pantai  yang berdurasi lebih dari 90 menit tersebut. Saat kembali masuk ke bioskop ternyata sudah ramai sekali, kami segera ikut mengantri di depan pintu studio 2.

Zaidan sudah tak sabar untuk menonton, karena sudah masuk theater tapi film tak kunjung main. Ternyata diluar dugaan ada para pemain film yaitu Maisha Kanna, Lil Li Latisha juga mbak Mira Lesama dan Mas Riri Riza yang memberikan sambutan sekitar 5 menit lalu mereka mengajak penonton yang ada berkumpul untuk selfie bersama.

Bayangan saya film ini bercerita tentang kehidupan anak-anak dipantai, sesuai dengan judulnya. Sudah gitu saja. Saya sengaja tidak membaca sinopsis lebih jauh tentang film ini. Pernah nonton traillernya pun, tapi tidak terlalu saya perhatikan. Pokoknya saya ingin ngerasain kejutan dari film anak-anak ini

Jadi yah saya nggak mau cerita-cerita untuk ngasih review atau spoiler dari film yang sudah saya tonton kemarin ini, hihihi... tapi tetap mau cerita-cerita pengalaman serunya kalau kita nonton film yang baru akan beredar di bioskop seluruh Indonesia pada 28 Juni 2018.

pic from : www.sinopsisfilm.co.id


Saya suka sama filmnya, ceritanya, lagu-lagunya, apalagi sama pemandangan yang dikasih bener-bener segar dimata, Indonesia memang indah luar biasa dari pantai sampai gunungnya dan tentu saja saya juga suka sama para pemainnya, aktingnya pas, gak berlebihan dan cocok sesuai perannya. Pokoknya film ini sesuai dengan harapan saya, bagus dan tidak mengecewakan dan entah kenapa film Kulari Ke Pantai ngasih perasaan yang sama waktu dulu film Petualangan Sherina tayang yaitu keinginan untuk nonton lagi. Film keluarga dengan jalan cerita utamanya yang sudah pasti berbeda tapi sama-sama memberikan cerita tentang petualangan.

Dari film Kulari Ke Pantai saya yang baru jadi orang tua, jadi lebih tahu kehidupan anak kecil zaman now dan peran orang tua yang seharusnya agar anak-anak kita tidak kehilangan jati dirinya sebagai anak-anak, bisa sepenuhnya menikmati kehidupannya sebagai anak-anak. Film Kulari Ke Pantai memang banyak memberikan pesan-pesan moral dan memberikan nilai edukasi yang sangat baik untuk anak-anak dan orang tua bahkan bisa saya bilang punya misi khusus untuk menumbuhkan nasionalisme untuk anak-anak dengan pesannya agar lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia di kehidupan sehari-hari.

Selain itu filmnya di kemas ringan, dengan cerita berurutan agar mudah dinikmati oleh anak-anak dan banyak di selipkan humor yang mengelitik untuk anak-anak maupun orang tua ditambah dengan backsound film dan banyak lagu-lagu enak yang membuat film lebih hidup. Namun tetap ada yang nggak sukanya dari film ini yah iklan produknya aja sih, tapi masih bisa termaafkan karena nggak di testimoni juga produknya cuma selewatan saja gitu.

Saran saya sih, kalau punya anak yang sekarang sudah sd, pokoknya usia anak sudah 7 tahun ke atas lah yah cocok dan wajib banget nonton film Kulari Ke Pantai, sekalian mengisi liburan sekolah, tapi kalau anaknya masih balita seperti anak saya zaidan yang baru usia 4 tahun nggak saya sarankan nonton ini dengan bawa anak, yang ada malah ganggu penonton lain, dengan rengekan dan suara-suara lain yang ganggu karena hal tersebut terjadi disaya, bahkan zaidan keluar theater 2 kali, pertama untuk pipis (padahal sebelum nonton sudah ke toilet untuk pipis, jaga-jaga agar tidak keluar theater gara-gara pipis) kedua karena anaknya udah bosan banget dengan filmnya.

Yang paling berkesan buat saya dari film Kulari Ke Pantai ini adalah, setelah nonton film ini jadi ingin eksplor Indonesia, keliling pulau jawa aja dulu deh seperti rute road tripnya Kulari Ke Pantai...

Akhir kata, terima kasih untuk mbak Mira Lesmana dan mas Riri Riza yang sudah memberikan angin segar untuk film anak Indonesia terbaru, semoga bisa tiap tahun produksi film anak yang bagus.

Siapa yang sudah nggak sabar untuk nonton film ini ??? kuy ah ikutan #kularikebioskop




loph,
Maya Rumi

You Might Also Like

3 comments

  1. Wahhh seneng deh kalau ada film anak di bioskop gini, anak2 jd diapresiasi kan.
    Aku udh miris banget sama minimnya lagu anak, skrg anak2 nyanyinya lagu orang dewasa, nyesek ngliatnya.

    Meta,
    www.ursula-meta.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. aq juga nunggu2 film anak-anak mbak meta, tahun ini kalau tidak salah ada 3 film anak-anak yang bagus selain ku lari ke pantai

      Hapus
  2. Beneran seru yah mba? :)
    Saya sih blm baca sinopsisnya, cm yakin aja gitu kl film besutan duo mba Miles dan mas Riri pasti bagus. Trnyata memang bagus kt yg sudah nonton sih. Sayang sy blm sempat nonton :(

    BalasHapus

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca postingan ini dan meninggalkan jejak komentar yang baik