Bromo Di Musim Hujan

November 14, 2018

kawah bromo

kawah bromo

Nah ini cerita terakhir dari outing kantor tahun 2018 ini. Tujuan pamungkas yang paling dinanti dari saya dan teman-teman sekantor. 

Kami berangkat dari kota Batu menuju Bromo sekitar jam 11 tengah malam, setelah perjalanan dengan bus yang ngebut nggak pakai rem (beneran kenceng banget) selama kurang lebih 2 jam kami pun tiba disana.

Tanpa membuang waktu kami segera diarahkan untuk berganti transportasi dari bus ke jeep yang telah disewakan oleh pihak travel. Masing-masing jeep diperuntukkan untuk 5 orang, pengecualian bila orangnya besar atau gemuk sekali paling hanya 3 atau 4 orang.

Buat yang belum pernah ke Kawah Bromo, sekedar informasi untuk menuju kawah Bromo memang hanya ada mobil jeep karena medan jalan atau daerah yang akan dilalui hanya memungkinkan ditempuh dengan kendaraan four wheel drive seperti jeep.

kawah bromo

Kendaraan four wheel drive adalah kendaraan yang mempunyai sistem pengerak di semua rodanya, yaitu roda depan dan belakang serta kanan dan kiri, sehingga kendaraan lebih bertenaga untuk menaklukan medan yang terjal atapun curam.

Ini adalah pengalaman pertama saya ke Bromo, makanya saya persiapan sekali untuk kesana apalagi saat kami kesana masih musim hujan. Walaupun menurut teman yang pernah ke Bromo pada musim panas, suhu justru lebih dingin daripada saat musim hujan. Namun Buat temen-temen yang akan kesana di musim penghujan harus bawa yah yang berikut ini :
  • Jaket tebal 
  • Sarung tangan
  • Kupluk
  • Syal
  • Jas hujan
kawah bromo
Jangan lupa juga pakai sepatu, kalau ada sepatu boots khusus tracking agar lebih aman dan nyaman tapi kalau nggak ada lebih baik pakai sepatu yang nyaman di kaki untuk jalan dan alasnya tidak licin namun jangan pakai sepatu berbahan kanvas, karena air hujan akan cepat meresap ke sepatu mengakibatkan kaki lebih cepat kedinginan ditambah lagi sepatu akan mudah kotor akibat dari tanah dijalan yang becek.

Rencana pertama di kawasan Bromo ini adalah melihat sunrise di Bukit Cinta yang berada di ketinggian 2.680 mdpl. Ini adalah pos kedua sebagai salah satu lokasi terbaik untuk melihat sunrise dari jalur Pasuruan. Dari sini kita dapat melihat kaldera Tengger, yaitu gunung Bromo, gunung Kursi, Watangan dan Gunung Widodaren. Lokasi ini terkenal dengan adanya tembok besar bertuliskan Love Hill Bromo Tengger sebagai penanda sekaligus spot foto.

kami tiba disana sekitar jam 3-an pagi ditemani rintik hujan, sambil menunggu waktu sunrise kami pun berkumpul disebuah warung yang sebelumnya di berikan petunjuk oleh driver jeep. Saya pikir saat kita turun dari jeep lokasi melihat sunrise sudah dekat eh ternyata jalannya masih jauh lagi, karena jalanan sudah penuh dengan jeep lain yang datang lebih dahulu nggak kebayang yah kalau kita mau melihat dari pos paling atas berarti harus datang benar-benar dari tengah malam.

Tips : Ketika turun dari jeep jangan lupa untuk mengingat tempat jeep parkir, mengingat wajah driver jeep kita lalu memperhatikan ciri khas jeep dan melihat tanda pengenal yang biasanya ditempel di jeep, agar ketika akan kembali ke jeep kita tidak nyasar atau salah menaiki jeep karena jeep yang ada disana jumlahnya ratusan dan mirip-mirip atau cara gampangnya minta nomor kontak driver terus foto deh driver dan mobil jeep kita.

Hujan tak kunjung reda, ketika waktu melihat sunrise hampir tiba. Saya, teman-teman dan banyak sekali orang tetap bergerak untuk naik ke atas bukit cinta, mendaki anak tangga yang jumlahnya lumayan banyak secara perlahan agar tidak terpleset dan karena selama mendaki anak tangga ini banyak sekali orang yang ingin mengabadikan tempat tersebut, kita pun harus sabar mendakinya karena tidak bisa jalan terus, harus berhenti beberapa kali memberi orang lain waktu untuk bisa berfoto.

kawah bromo


Ternyata saat tiba di atas bukit, hujan berhenti namun langsung pupus harapan untuk melihat sunrise, karena kabut tebal pun turun tidak hanya menghalangi sunrise untuk dapat kami lihat tapi  gunung Bromo pun tak terpandang oleh mata, tapi dalam hati masih berharap kabut segera menghilang dan kita tetap menunggu waktu tersebut sambil terus nyari spot foto-foto. Alhamdullilah masih bisa melihat indahnya Gunung Bromo walau hanya sesaat.

kawah bromo

Sekitar jam 6 pagi kami segera turun untuk selanjutnya menuju kawah bromo. Selama kami disana hujan rintik-rintik mulai turun lagi dan terus menemani kami. Saya yang kebetulan naik seorang diri, karena ketinggalan dengan yang lain, awalnya agak takut-takut untuk mendaki tangga kawah, takut terpleset karena undakan setiap tangga yang satu dengan yang berikutnya juga jaraknya lumayan tinggi.

Sebelumnya untuk bisa mendaki ke undakan kawah bromo saya menyewa seekor kuda, untuk tarifnya bervariasi tergantung kita naik kudanya dari mana, saya naik kudanya dari pura jadi di tarif 50 ribu pp oleh joki kudanya.

Menurut saya sih murah dengan harga segitu karena bila jalan pun lumayan jauh dari parkiran jeep ditambah kondisi jalan yang naik turun sehingga butuh tenaga juga kan jadi kalau naik kuda kita bisa simpen energi untuk naik tangga. Kita yang naik kuda akan diturunkan tepat di depan tangga untuk menuju kawah bromo.

kawah bromo

Sampai puncak kaki saya gemeteran, bukan karena tingginya kawah bromo tapi karena diatas kawah Bromo ini tempat untuk berdiri tidak luas ditambah lagi pagar penjaga yang kurang mumpuni. Namun ketakutan saya hilang perlahan setelah mata berkeliling melihat dan mulai bisa menikmati indahnya pemandangan yang disuguhkan.

Tips : untuk teman-teman yang phobia Ketinggian ada baiknya tidak memaksakan untuk naik ke kawah bromo, pemandangan dari bawah pun sudah sangat luar biasa apalagi untuk foto-foto atau buat video.

Sayangnya saat diatas kawah bromo kami tak bisa berlama-lama menikmati, hujan yang turun semakin deras, setelah puas berfoto dan membuat video saya dan teman-teman segera turun.


kawah bromo
kawah bromo
kawah bromo
kawah bromo

Kami melanjutkan perjalanan ke Bukit Teletubies yang ditempuh selama 20 menitan dan karena hujan yang turun makin lebat saya dan rombongan memilih untuk makan bakso malang di warung daripada berfoto di Bukit Teletubies. Hujan pun masih turun dengan lebatnya ketika kami berhenti di daerah Pasir Berbisik, jadi kami hanya melihat sesaat saja disana. Lalu kami segera kembali ke basecamp jeep.

Hampir tengah hari ketika rombongan bus kami mulai bergerak meninggalkan parkiran dan segera bergegas untuk melanjutkan perjalanan menuju Bandara Adi Sucipto di Surabaya. Ditengah perjalanan kami sempat mampir disebuah resto yang menyediakan banyak sekali toilet dan kamar mandi, jadi saya dan teman-teman bisa bersih-bersih disini sekaligus makan siang.

Outing kali ini berkesan sekali, walaupun ketika di kawasan wisata kawah Bromo tidak bisa foto-foto di bukit teletubies dan daerah pasir berbisik, tapi saya malah bersyukur karena berarti harus kembali lagi kesana yang terpenting selama kemarin trip itu hampir tidak ada masalah berarti juga dan akhirnya alhamdullilah saya bisa ceklis another wishlist tahun 2018 ini.

kawah bromo
Buat yang belum pernah ke Bromo harus banget kesana, apalagi sebentar lagi akhir tahun, kuy agendakan dengan teman atau keluarga untuk kesana. Yang sudah pernah ke Bromo, cerita dong keseruannya di kolom komentar.






loph,
Maya Rumi

You Might Also Like

24 comments

  1. tapi aku ngeri juga mba May pas musim hujan kegunung hehehe..ngeri kepeleset takut guling2an wkwkkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha, iya teh ngeri2 tp penasaran jdnya maksa naiklah

      Hapus
  2. Selalu ingin ke Bromo dan selalu mikir dua kali karena punya Balita. Apalagi pas musim yang sudah mulai hujan begini. Huhuhu mupeng.

    BalasHapus
  3. Masya Alloh cantiknya pemandangan di Bromo, seru kali ya liburan akhir tahun kesana

    BalasHapus
  4. Waaahhhh ke Bromo di musiam hujan, keren jugaaa..
    Saya pernah dulu, tapi gak sampai turun ke lautan pasir sih.

    Btw Bromo emang gak sedingin saat musim kemarau.
    TAPIIII, TETEP DINGIIIINNN hahahahahaa..

    Emang enakan di musim kemarau deh, sunrisenya keren :)

    BalasHapus
  5. Baru tadi pagi teman-teman ngajakin saya ke Bromo lagi. Rencananya sih minggu depan, semoga nggak hujan.
    Ke Bromo pertama sambil ngajak anakku yang umur 10 bulan, aku ceritakan juga di blog. Tapi sudah lama sih hehehe

    BalasHapus
  6. Saya lihat foto yang duduk di kawah Bromo jadi deg-degan sendiri. Eyaampun jarak jalannya cuma segitu. Pagarnya pun seadanya. Pasti kalau saya mah gemeteran :D

    BalasHapus
  7. Wah itu bis kenapa ngebut ya, kan berbahaya.
    Oh ya tips yang driver jeep itu bener bangets karena aku ngalami, Untung Bapake sopir ingat kami sekeluarga hihihi.
    Aku ke Bromo tahun 2014, Mbak. Bawa 2 anak, balita dan kakaknya kelas 4 SD.
    DAn Alhamdulillah lihat sunrise karena datangnya di libur sekolah Juli. Pas ke kawah, si sulung yang asma sampai tengah enggak kuat dengan bau belerangnya. Jadi aku temeni dia. Sementara suami gendong adiknya sampai kawah.
    Yang aku kesel diantaranya adalah, ada lapak yang jualan di situ..jadi merusak pemandangan..duh

    BalasHapus
  8. Aku sdh keliling ke beberapa negara..tapi sedih belum pernah ke Bromo. Setiap baca review traveling ke Bromo tuh jadi mupeng euy ..wish list thn 2019 ah kudu ke Bromo

    BalasHapus
  9. Wah...seru ya mbak...jadi pengen ke Bromo juga. Padahal deket banget loh...tapi belum kesampaian juga bisa kesini...

    BalasHapus
  10. Saya aslinya dr Malang, tp uda usia 29 tahun belum pernah menginjakkan kaki di Gunung Bromo hahhaaa. Tp aslinya emang keren abis pemandangan di sana.

    BalasHapus
  11. Sarung tangan kemana mbak 😂😂 dingin atuh di Bromo pas musim hujan pula.. Semoga kalau nggak tahun ini, tahun depan bisa ke bromo

    BalasHapus
  12. Pengen banget ke Bromo tapi belum kesampaian juga. Mudah-mudahan tahun ini harapan untuk ke Bromo bisa segera terwujudkan.

    BalasHapus
  13. Aku belum pernah ke Bromo, kalo disuruh milih tim Gunung atau tim pantai lebih milih tim pantai. Hehe tapi abis baca blog mba Maya ternyata bagus banget ya pemandangan di Bromo. Jadi pengen deh kalo anak anak udah pada gedean :D

    BalasHapus
  14. Aku pengen banget ke sini, tapi belum sempet. Keburu hamil hahaha. Pasti dingin bangeeeet nih kalau kesana pas musim hujan :D Liat fotonya aja udah kebayang dinginnyaaa

    BalasHapus
  15. penasaran banget pengen ke bromo. katanya indah banget ya pemandangannya. tapi kayaknya kudu nyiapin stamina buat mendakinya. heu

    BalasHapus
  16. Aku pun ingin sekali ke bromo kebetulan aku ada voucher menginap di hotel wiz capsule tapi belum ketemu waktu nya yang pas. Dengan jarak tempuh yang lumayan jauh setelah menikmati pemandangan yang SubhanaAlloh.. InsyaAlloh terbayar semua kelelahan. Aku masih mikir juga dengan membawa anak. Udara dingin. Happy Holiday Mbak! Thanks for sharing.

    BalasHapus
  17. Huwaaa seru jalan2 ke Bromo bareng rombongan ya mbak :D
    Kalau musim hujan kayak gini ke Bromo enak gak ya? Atau sebaiknya ditunda dulu sampai pas musim agak cerahan?

    BalasHapus
  18. Tapi jadi keren ya viewnya kalau musim hujan. Ini mah makin nafsu makan ya kalau dingin-dingin empuk.

    BalasHapus
  19. Wahhhh mupeng banget ngliatnya, pengen banget kesana tp blm kesampean

    BalasHapus
  20. Wahh seruu bangett outingnya sampe ke bromooo, kebayang hebohnya ya traveling bareng temen2. Duuh jadi kangen temen2 kantor duluu XD

    BalasHapus
  21. Ini tuh destinasi yang aku pengen baneht kunjungi mbak. Tapi karena repot sama anak-anak akhirnya aku menggulungkan niat ku dulu, boleh nih aku wujudkan saat si kecil udah 5 tahun deh kayaknya

    BalasHapus
  22. Wah nggak kebayang hujan2 di medan berpasir. Rasanya apa nggak kayak pasir di pantai setelah kena ombak gitu ya?

    BalasHapus
  23. aku waktu ke Bromo ngga sempet ke kawahnya hahaha, udah nyerah duluan capek keliling liat sunrise, bukit teletubis dll, selain itu Raya dah cranky.. sekarang kebayang kl ke Bromo lagi bareng dedek pasti seruuu (dan capek maksimal) ahahhaha :D

    BalasHapus

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca postingan ini dan meninggalkan jejak komentar yang baik