Cerita dari Alun-alun Kota Wisata Batu

Juli 13, 2018

Sudah setengah tahun berlalu namun kenangan berwisata ke kota Batu masih tertinggal di hati hingga hari ini. Sebenarnya bukan hanya kota Batu sih yang memberikan kesan mendalam namun kota-kota lain yang juga pernah saya kunjungi, tapi untuk saat ini kota Batu adalah satu-satunya kota yang ingin sekali saya kunjungi lagi dalam waktu dekat ini bersama dengan keluarga. 

Mudah-mudahan ada rejekinya, aamiinn.

Setelah mendatangi beberapa tempat wisatanya seperti Taman selecta, Jatim Park 3, Museum Angkut, Kebun Apel hingga tidak sengaja mampir ke alun-alun kota-nya. Membuat keinginan saya untuk kembali lagi kesana dengan suami dan anak saya bertambah besar, for me batu is the city must to come for your family trip.

Kota Batu terletak di dataran tinggi di provinsi Jawa Timur, berjarak 15 km dari kota malang.  Kota Batu populer dikenal dengan Kota Wisata Batu karena selain tempat wisata yang saya sebutkan di atas ada banyak lagi tempat wisata menarik yang harus dikunjungi, mungkin yah seminggu disana pun tak cukup untuk menikmati tempat wisatanya.

Oiya kota Batu ini sering di sebut dengan Batu, Malang, padahal kota Batu adalah kota sendiri yang terpisah secara otonom dengan kota Malang namun kota Batu bersama dengan kabupaten Malang dan Malang kota merupakan kesatuan yang disebut dengan Malang Raya.

alun-alun kota wisata batu

Alun-alun kota Batu telah mengalami renovasi besar-besaran pada tahun 2010, tahun berikutnya alun-alun ini pun diresmikan kembali pada bulan mei 2011. Alun-alun kota batu adalah satu-satunya alun-alun yang mempunyai sebuah bianglala permanen berukuran raksasa dengan 17 kabin yang bisa kita naiki dengan membayar hanya 3000 rupiah saja dan kita bisa menikmati pemandangan kota Batu dari ketinggian.

Kota Malang terkenal dengan kota apel untuk itu sebuah tugu apel berdiri apik di tengah alun-alun, yang menarik lagi ada buah strawberry yang di fungsikan sebagai tempat informasi dan buah apel hijau di fungsikan sebagai toilet, lucu sekali.



alun-alun kota wisata batu

alun-alun kota wisata batu

alun-alun kota wisata batu

alun-alun kota wisata batu

alun-alun kota wisata batu


Kami dua kali datang ke Alun-alun ini, pertama di malam hari karena penasaran dengan wisata kuliner di sekitar alun-alun yaitu kopi letek dan pos ketan legenda. Ternyata tempatnya ramai sekali dengan pengunjung, jadi kami urungkan niat kami untuk masuk di kedua tempat tersebut.

Akhirnya saya dan beberapa teman dengan menyewa gocar pergi ke paralayang gunung banyak, sebuah bukit dimana kita bisa menikmati pemandangan kota Batu yang lain dari ketinggian, ternyata saat sampai sana sedang turun kabut dan akhirnya hujan.

Gagal dua kali deh. Kalah banyak.Hiks


masjid agung an nuur kota batu

Nah karena yang malam hanya sesaat saja berada di alun-alun, di siang hari saya berkesempatan datang lagi karena saat trip disana hari jumat selagi teman-teman yang laki-laki jumatan di Masjid Agung An Nuur yang ada di sebelah alun-alun, saya dan teman perempuan ataupun dengan teman laki-laki yang non muslim punya waktu yang lebih panjang untuk keliling alun-alun.

Ternyata alun-alun kota Batu mengejutkan saya disiang hari itu dengan play ground outdoor yang tidak ada di Jakarta. Bahkan saya belum pernah melihat yang seperti itu ada di RPTRA.

Di Jakarta playground sejenis itu biasanya ada di dalam mall, ada yang berbayar ada juga yang diberikan gratis untuk pengunjung, sekalipun gratis yah nggak semua anak dapat menikmati, hanya kalangan tertentu.

Sementara di alun-alun kota Batu ini sebaliknya, selama anaknya berusia dibawah 5 tahun, sepuasnya bisa main di play ground tersebut.



alun-alun kota wisata batu
alun-alun kota wisata batu




alun-alun kota wisata batu

alun-alun kota wisata batu

alun-alun kota wisata batu

alun-alun kota wisata batu

alun-alun kota wisata batu


alun-alun kota wisata batu

alun-alun kota wisata batu

alun-alun kota wisata batu

alun-alun kota wisata batu

alun-alun kota wisata batu

alun-alun kota wisata batu


Saya lama sekali memperhatikan anak-anak dengan ibu mereka di play ground tersebut jadi bahagia cuma karena melihat kegiatan mereka, anak-anaknya sibuk bermain sementara orang tua mengawasi atau ada juga yang menemani anaknya yang masih batita. Saat itu saya jadi ingat dengan bocah lanang saya yang demen banget main di playground.

Alun-alun kota wisata Batu ini benar-benar menjadi sarana hiburan keluarga maupun pasangan muda-mudi Batu, sudah di tata dengan apik, disediakan tempat bermain, banyak tukang jajanan, bisa menjadi tempat pertemuan dengan teman atau saudara dengan disediakan banyak sekali bangku taman.

Selain itu warganya pun di ajak untuk ikut serta oleh pemerintah daerah untuk menjaga alun-alun untuk mentaati peraturan yang ada, seperti di play ground tidak memakai sandal atau sepatu, di khususkan untuk anak dibawah usia 5 tahun hingga peraturan di larang merokok di area alun-alun jadi saat disana kita benar-benar bisa menikmati udara bersih.

Kalau ibu-ibu ada nggak tempat main anak yang bikin kangen atau kota mana gitu yang lagi ingin di datangi bareng pasangan dan anak-anak ?

Bagi ceritanya di kolom komentar yuks...



loph,
Maya Rumi

You Might Also Like

0 comments

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca postingan ini dan meninggalkan jejak komentar yang baik

part of