Tentang Dandan di Kantor, Harus atau Nggak ?!

November 24, 2017


Beberapa tahun lalu saya pernah bekerja untuk posisi front liner dimana keseharian saya bekerja harus bertemu dan berinteraksi dengan customer, karena pekerjaan tersebutlah, saya mengikuti beauty class yang diadakan kantor. Sebenarnya bukan hanya front liner sih yang dapat mengikuti kelas ini, tapi untuk karyawan back office juga diterapkan hal yang serupa, karena perusahaan sangat concern dengan pembentukan image perusahaan, jadi pembelajarannya tidak hanya make up saja tapi juga grooming yaitu memperhatikan dan menjaga penampilan selama bekerja mulai dari tatanan rambut, pakaian dan sepatu yang kita pakai, pokoknya ujung rambut sampai ujung kaki bahkan hingga sikap kita pun harus mengikuti SOP (Standar Operasional Prosedur) yang telah di atur oleh perusahaan.

Ribet banget kan ?! Padahal belum mulai kerja.. hahahaha

Dari sanalah saya belajar untuk selalu rapi selama dikantor, baik itu dandanan maupun pakaian. Walaupun saya tidak bekerja lama dikantor tersebut, namun pelajaran beauty class-nya begitu berkesan pada diri saya. Terutama untuk urusan poles memoles wajah, saya dahulu tidak suka berdandan, karena saya tidak bisa dan ditambah tidak biasa jadinya nggak pedelah, ternyata setelah mengikuti kelas tersebut dengan diharuskan menerapkannya setiap hari, dari pagi hari hingga sore hari. Itulah yang merubah saya seperti saat ini, lebih percaya diri dengan memakai make up.

Dari banyaknya cara penggunaan make up yang di ajarkan yang paling berkesan buat saya itu cara memakai eyeliner, walaupun sampai sekarang masih nggak bisa melukis alis yang benar, tapi bisa melukis mata dengan eyeliner menurut saya sih prestasi karena eyeliner pensil, eyeliner tinta atau eyeliner spidol kan nggak sama cara penggunaanya tapi ketika kita bisa membuat garis membentuk mata kucing yang sama kan kemampuan karena terlatih, yah sama halnya dengan melukis alis.cmiiw.

Lain kantor lain peraturan, lain lingkungan lain kebiasaan. Inilah yang saya rasakan dan temukan kemudian, begitu resign dari kantor lama pindah ke kantor baru. Yang terlihat dan yang terjadi adalah perbedaan yang sungguh signifikan. Kalau kantor lama sangat mendisiplinkan pekerjanya untuk urusan tampilan dan dandanan, kantor baru malah sebaliknya, nggak ada aturan apalagi tuntutan untuk itu, penampilan adalah urusan masing-masing selama itu sopan, begitu juga dandanan, tidak dandan pun yah tidak menjadi masalah.

As simple as that !?

Namun karena sebelumnya mindset saya sudah terbentuk harus seperti apa di kantor itu jadinya saya terkaget-kaget dong melihat perbedaan kantor baru ini, dimulai saat saya pertama kali datang untuk interview, saya melihat karyawati di kantor kok bisa-bisanya pakai sepatu crocs saat bekerja. Pada masanya sepatu crocs sempat booming dan menjadi favorit, dikantor saya yang lama memakai sepatu crocs dikantor adalah BIG NO NO.

Yang terlihat disini adalah sebaliknya, hampir semua orang memakai sepatu crocs dengan berbagai macam warna dan model, bukan hanya mereka yang tak punya jabatan bahkan mereka yang punya jabatan pun nyaman saja memakainya. Memang sih ada model sepatu crocs yang lebih formal namun peraturan kantor lama tetap tidak mengizinkan untuk penggunaannya selama di kantor, alasannya karena bahan karet dari sepatu crocs itu mengurangi tampilan profesionalisme pekerja.

Yang membuat saya kaget kemudian, ketika saya sudah diterima bekerja adalah teman-teman perempuan yang dandan dengan make up seadanya. Bisa di katakan mungkin hanya lipstik dan bedak saja, default make up perempuan kalau istilah saya. Itupun tipis banget, yang hanya terlihat ada di wajah pada pagi hari saja, kalau sudang siang, sudah luntur itu make up berganti dengan muka berminyak apalagi sore hari sudah tidak ada sisanya di wajah.

Belum lagi ada yang berdandan hanya kalau ada meeting saja dengan rekan kerja dari kantor lain, kalau nggak, ya sudah bukan hanya mukanya yang lusuh tapi juga penampilannya bukan seperti ada dikantor tapi seperti ada dirumah dan baru bangun tidur, masa yang karyawan dikalahkan sama OG yang lebih rapi dengan seragam dan tetap dandan walaupun kerjanya justru untuk bersih-bersih seperti dirumah. Saya sampai mikir, itu selama di jalan nggak risih yah dilihatin orang, pede banget kan kalau naik kendaraan umum mau kerja tapi tampilan seperti nggak mandi.

Duh, rasanya pingin daftarin orang begini untuk di make over atau ikutan beauty class aja.

Saya pun jadi teringat masa-masa dimana ketika saya berada di kantor sudah harus paripurna dandanan dan tampilan, jadi di kantor itu hanya untuk touch up saja. Bayangkan dahulu touch up itu harus 15 menit sekali, saya kerja kira-kira 7 jam sehari, silahkan hitung sendiri berapa kali saya ngaca dalam sehari. Hahaha. Jadi yah merasakan muka berat karena make up yang tebal mah sudah jadi makanan sehari-hari.

Namun anehnya saya menikmati masa-masa singkat tersebut loh, nggak pernah ngeluh karena harus dandan, biasa saja. Mungkin karena semua orang dikantor pun melakukan hal yang sama, bahkan kita diharuskan saling mengingatkan sesama teman untuk dandanan dan penampilan kita jadinya malah aneh kalau kita tidak dandan dan bisa kena tegur sama atasan kita. Yang saya keluhkan adalah setelah pulang kerumah, sudah lelah pengen buru-buru istirahat namun masih harus bersih-bersih muka dari make up yang ekstra. Sementara kalau nggak full make up, cukup cuci muka dengan facial wash langsung kinclong mukanya.

Jadi kalau saya pikir-pikir lagi kebiasaan dandan dan memperhatikan penampilan ini juga dipengaruhi oleh lingkungan sekitar kita, kalau kebetulan kita berada di kantor yang tidak concern sama kedua hal tersebut. Teman-teman yang tidak berdandan dikantor ini karena sudah menjadi kebiasaan,  jadi menularkan ke yang lain, untuk kebiasaan yang sama, membiasakan dikantor tanpa dandan atau rapi-rapi dengan penampilan hingga akhirnya kalau ada yang dandan full make up justru malah terlihat aneh.

Yang ada Malah bisa jadi bahan ledekan atau mungkin jadi pertanyaan diantara temen kerja, kok tumben dandan ? Kok rapi amat, ada interview yah ?. Padahal full make up ini bukan yang seperti mbak BA di counter kosmetik, tapi full make up yang seperti mbak teller atau cs bank (semoga yang baca ngerti maksud saya). Jadinya terbalik mereka yang nggak perduli, yang cuek dengan dandanan dan tampilan malah seperti di maklumi, padahal berantakan dari datang kekantor sampai pulang.

Saya nemuin alasan lainnya, kantor lama dan kantor baru ini bidangnya sama, bukan kantor yang bergerak dibidang dimana pekerja bisa cuek dengan dandanan atau berpenampilan santai, seperti penyiar radio atau pekerja industri kreatif lainnya. Namun mungkin karena ini adalah kantor yang dimana, kita tidak bertemu dengan customer, seperti kantor sebelumnya. Disini paling sering saya meeting dengan teman-teman sendiri atau paling kadang-kadang saja harus bertemu dan meeting dengan rekan kerja dari kantor lain, sehingga rapi penampilan yang kadang-kadang saja sudah cukup juga tidak perlu make up apalagi full make up. Intinya kita tidak bertemu dengan orang-orang yang harus kita buat terkesan dengan tampilan luar kita.

Buat saya pribadi sih, dandan selama berada dikantor itu bukan hanya untuk mempercantik diri, penampilan rapi bukan hanya untuk menjaga citra diri. Namun lebih dari itu, bila kita kerja di perusahaan kita akan mempresentasikan kantor kita secara tidak langsung kepada orang-orang diluar kantor, kita yang akan membuat orang-orang tersebut memberi nilai positif bagi kantor kita. Apakah mungkin orang akan percaya kalau kantor kita adalah kantor besar yang berpengaruh di negeri ini kalau melihat karyawannya saja sudah tidak meyakinkan hal tersebut.

Butuh waktu sih memang untuk merubah diri kita yang tidak biasa dengan dandan dan rapi penampilan, namun pasti bisa kok kalau kita mau merubah cara berpikir kita untuk hal tersebut. Kan dandan cantik dan rapi penampilan bisa kita dapat dari teman kita yang bisa kita jadikan contoh, minta sarannya, minta ajarin dandannya.

Setidaknya kalau kita dandan dan tampil rapi kan enak di lihat sama rekan kerja maupun bos kita, terus dandanan juga bisa jadi mood booster kalau lagi pusing sama kerjaan, ngaca-ngaca di meja kerja terus pake lipstik aja, cuma buat mengalihkan pikiran sementara dari kerjaan. Hahahaha.

Kalau kalian gimana ? yang ke kantor suka bermake up atau nggak ? Yang kantornya rempong sama dandanan dan tampilan atau yang woles aja ? ...  let met know yaaa




loph,
Maya Rumi

You Might Also Like

11 comments

  1. Jaman masih kerja dulu, dandan is a must. Kalau nggak sempat dirumah, aku dandan dulu di toilet sebelum mulai kerja. Meskipun aku di production planner yg lebih sering ketemu teman2 engineer drpd customer, tapi enak aja kalau udah dandan, aura kantorannya dapet, jadi semangat. Dandanku juga nggak ribet banget kyk beauty blogger heheheee... cuma pelembab karena ber AC, bedak, alis, eye liner & lipen.

    BalasHapus
    Balasan
    1. mbak lusi make up wajibnya sama banget ma aq, xixixi
      #teamdandandikantor toss jauh mbak

      Hapus
  2. Saya pro dandan saat di kantor, mbak. Berangkat wajah dipoles moisturizer dan sunscreen, dandan pas udah sampai kantor. Kerjaan yang menuntut harus tampil on point, maklum kerjanya di perbankan, mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kalo banker sudah tidak di ragukan lagi sih, pasti make up dan aq suka sama make up mereka, selalu terlihat segar..

      Hapus
  3. front liner or back office menurut ku memang harus rapih dalam arti enak dilihat mba, ga pucet hehehe biar kerjanya juga semangat. Karena aku juga pernah ngalamin masa masa di kantor yangh non dandan, eh terus wajib dandan hehehee. honestly, aku setuju kalau harus dandan, untuk diri kita sendiri juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. dandan bisa bikin semangat kerja juga yah mbak, setuju aq juga

      Hapus
  4. Saya dandan seperlunya mbak, maklum kerjanya di lapangan, nemuin petani, kalau terlalu wah malah bikin gak konsen bapak2 hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau kerja seperti itu pun aq lebih banyK pake sunblock Mbak drpd makeup... Hehehe

      Hapus
  5. Kalau aku sih dandan mbak dari rumah, kalau touch up dimana aja ngak harus di toilet kyknya temen kantorku udah terbiasa hahahah

    BalasHapus
  6. Aku sejak resign udah gak beli make up lagi... Dan kalau dipikir-pikir, diantara teman-temanku di tempat kerja dulu aku juga tergolong angin-anginan, kadang dandan pol-polan, terkadang juga cuek bebek lupa pakai bedak karena diburu waktu ketempat kerja sedangkan ada anak di rumah. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kok bs mbak gak kepengen beli make up, duh aq mah blm bs nahan diri buat nggak beli deh... Tp untungnya jg gak yg tipe boros beli make up.

      Hapus

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca postingan ini dan meninggalkan jejak komentar yang baik

part of