Small Great Things by Jodi Picoult

Oktober 19, 2017


Awalnya saya pikir ini adalah novel dengan setting masa lalu di Amerika, perkiraan saya tahun 60-an seperti film The Help, ternyata saya salah. Benar-benar di luar dugaan, tidak menyangka sama sekali kalau novel ini berlatar belakang saat ini, saya baru ngeh ketika ada nama Bennedict Cumberbech disebut.

Bercerita tentang perjuangan seorang perawat berkulit hitam bernama Ruth Jefferson yang ingin sekali membuktikan atau mematahkan stereotype bila warna kulitnya tidak mampu membatasi dirinya untuk bisa berkembang dan menjadi seseorang yang mempunyai kemampuan yang baik untuk bekerja di rumah sakit.

Diceritakan pula ia adalah ibu yang berhasil walau single parent, anak tunggalnya cerdas dan bersekolah di sekolah unggulan. Di rumah sakit tempat ia bekerja pun, ia telaten dalam mengurus dan mahir dalam membantu ibu-ibu yang akan melahirkan, tidak pernah ada masalah.

Namun setelah 20 tahun bekerja, akhirnya datanglah masalah yang harus di selesaikan dengan persidangan yang menguras waktu, energi dan juga emosi karena ia dituduh membunuh sekaligus dipersalahkan karena kasus kematian seorang bayi yang baru lahir dari orang tua supremasi kulit putih : Turk Bauer.

Karena tuduhan tersebut ia diberhentikan secara sepihak dari pekerjaannya di rumah sakit, dicabut izin prakteknya dan yang paling membuatnya kehilangan adalah kepergian sang ibu yang selama ini selalu menjadi pendukung terbesarnya.

Ruth seperti kehilangan segalanya dalam satu waktu.

Di pengadilan, Ruth di bela oleh seorang pengacara berkulit putih yaitu Kennedy McQuarrie sementara lawannya dibela oleh seorang pengacara berkulit hitam. Dari awal Ruth sudah menduga bila yang terjadi padanya adalah karena ia berkulit hitam. Terlebih lagi sejak awal pertemuan dengan orang tua si bayi, mereka tidak menyukai Ruth yang dengan terang-terangan menunjukkan hal tersebut dengan meminta suster kepala untuk tidak memperbolehkan ruth berdekatan ataupun memegang bayi mereka.

Namun pengacaranya tidak mempercayai hal tersebut, karena bila ia memaksakan untuk percaya cerita itu. Itu berarti mereka akan mengangkat masalah ras yang menjadi hal tabu di pengadilan dan bisa dipastikan Ruth akan kalah telak bila menjadikannya sebagai pembelaan.

Akhirnya atas bantuan dari pengacaranya yang dengan gigih dan bersusah payah mencari barang bukti, Ruth berhasil dibebaskan dari tuduhan upaya balas dendam yang dengan sengaja menghilangkan nyawa seorang pasien. Selain itu pengacaranya pun berhasil mengungkap motif sesungguhnya dari si penuntut, yang membuat ending dari novel ini benar-benar bikin kejutan.

Apa kejutannya ? harus ngebaca sendiri sampai selesai. 

Novel yang ditulis oleh Jodi Picoult tahun lalu ini sama sekali nggak ngebosenin, malah bikin deg-degan bacanya. Walaupun banyak istilah kedokteran yang kita nggak ngerti namun masih bisa di ikuti, yang paling seru buat saya sih di bagian pengadilan, dapat bangetlah rasanya ketegangan demi ketegangannya terutama ketika pengacara sedang mengintrogasi terdakwa ataupun korban secara bergantian.

Cerita dalam buku ini dibagi menjadi tiga sudut pandang dari Ruth Jefferson, Turk Bauer dan Kennedy McQuarrie. Saya suka membaca buku seperti ini, jadi seolah-olah kita masuk ke dalam pikiran-pikiran mereka masing-masing.

Yah ternyata di Amerika pun hingga saat ini masih ada pertikaian karena rasisme dan masih ada golongan masyarakat yang belum bisa menerima perbedaan tersebut. Masih berpikir bila mereka yang berkulit putih lebih tinggi derajatnya daripada mereka yang kulit hitam, yang kulit hitam pun tidak mau di diskriminasi karena hal tersebut.

Sehingga mereka pun membuat komunitas-komunitas yang merekatkan hubungan sesama namun membuat jarak, saling menaruh curiga yang akhirnya berwujud intoleran dari mereka yang berkulit putih kepada mereka yang berkulit hitam dan sebaliknya.

Saya belajar dari novel ini untuk tidak menebarkan bibit kebencian kepada siapa pun dan ketika kita membenci seseorang karena sesuatu alasan yah jangan mengajak orang lain yang tidak tahu masalah kita untuk ikut membencinya, karena dengan begitu kita akan menumbuhkan rasa benci yang dibuat-buat agar orang lain ikut membenci seperti kita. Kebencian akan menutup mata hati dan pikiran, menjauhkan kita dari kebaikan dan pada akhirnya akan merugikan diri kita sendiri.

Penerbit : Bhuana Ilmu Populer
Harga : Rp 115.000,-
604 Halaman | Terjemahan Indonesia | Soft Cover | Fiksi




loph,
Maya Rumi

You Might Also Like

4 comments

  1. Menarik mbak. Covernya ceria ya, tapi isinya dalem :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, isi novelnya dalem dan bagus banget..

      Hapus
  2. mba may buku bip tuh suka mahal2 wkwkwkwk tp emang buku terjemahan yah?ini seru banget nih aku jadi pengen baca dan bener mba klo kita benci seseorang bo jgn ajakin org lain jg bwt benci 👌

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak herva, buku bip mahal2, itu aq belinya pake cc kebetulan dpt diskon 10%.. hihihi

      toss mbak untuk jangan nebar kebencian

      Hapus

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca postingan ini dan meninggalkan jejak komentar yang baik

part of