Favorit Novel Indonesia

Oktober 10, 2017


Tahun 2017 ini saya mulai membaca lagi, setelah hampir 2 tahun vakum membaca novel. Selama waktu tersebut rasanya seperti pusing gitu, nggak baca novel sama sekali, karena novel tuh seperti pelarian dari dunia nyata, hehehe.. tapi mau baca novel juga nggak ada waktunya karena sibuk sama rutinitas baru mulai jadi emak-emak, dan sampai butuh 2 tahun cuma untuk membiasakan membaca lagi, betapa yah jadi emak-emak itu effort-nya luar biasa banget, padahal anak pun baru satu.

Tahun ini targetnya setahun membaca 12 novel jadi satu bulan satu novel. Nggak mau banyak-banyak karena tahu keterbatasan waktu. Setahun bisa menyelesaikan baca 12 buku saja, sudah syukur alhamdullilah. Namun ternyata diluar dugaan saya bisa menyelesaikan 16 novel dalam 7 bulan. senang banget ! dan sekarang masih terus nambah bacaan baru setiap bulan, pokoknya setiap ada waktu usahain nyari-nyari referensi untuk bisa membaca novel terbaru.

Hari ini saya mau menyimpan novel-novel tersebut yang sudah selesai saya baca, sebelumnya numpuk di meja kamar, saya takut bukunya nanti rusak atau robek sama zaidan, jadi saya mau simpan di kontainer box plastik yang memang saya peruntukkan untuk menyimpan novel.

Kok simpennya di kontainer box plastik ?

Saya melakukan hal tersebut berdasarkan pengalaman beberapa tahun lalu, rumah saya pernah kebanjiran  setinggi dada orang dewasa dan novel saya pun terendam air banjir, tak tertolong. Sudah usaha dengan menjemur novel-novel tersebut, namun setelah kering bentuknya malah menjadi aneh dan kaku seperti kanebo. Akhirnya dengan terpaksa saya ikhlaskan untuk dibuang. Jadi simpen novel di kontainer box plastik adalah solusi agar tak terendam saat banjir terjadi dan kalau mau dipindah-pindah juga gampang tinggal dorong-dorong saja.

Ketika lagi bongkar-bongkar itulah saya menemukan novel yang saya baca berulang-berulang, nggak pernah bosen membacanya, Novel-novel tersebut adalah...

1. Cintapucino by Icha Rahmanti
Bercerita tentang rahmi yang menjadi secret admire seorang laki-laki dari zaman SMA penuh liku-liku sebelum akhirnya mereka dipertemukan kembali sekian tahun, lalu bisa pacaran hingga kemudian menikah.

Novelnya itu cewe banget, ringan, mudah sekali di ikuti alur ceritanya tapi nggak ngebosenin. Ceritanya itu bener-bener menggambarkan seorang perempuan yang jatuh cinta setengah mati dan bisa ngelakuin apa aja buat mendapatkan perhatian cowok.

Dari novel ini pesannya dapat banget sih buat saya pribadi, segala hal yang kita usahakan untuk mendapatkan seseorang sebagai jodoh kita bila memang belum waktunya yah nggak akan terjadi, namun kalau sudah saatnya, Yang maha kuasa pasti akan mempertemukan kita bagaimanapun caranya.

Novel ini sudah difilmkan, sayangnya saya nggak suka sama filmnya, nggak dapat feelnya seperti membaca novel. 

2. Beauty Case by Icha Rahmanti
Ini novel keduanya setelah Cintapucino, masih tentang dunia perempuan, cinta namun titik beratnya di kecantikan nilai plusnya di bumbui dengan cerita politik.

Adalah Nadja, yang digambarkan sebagai perempuan yang pintar, menyenangkan selalu optimis, punya sahabat yang setia dan penuh support untuk dirinya. Nadja jatuh cinta dengan seorang laki-laki yang menurutnya sangat layak untuk diperjuangkan namun perjuangannya seakan terhenti begitu ia mengetahui saingannya adalah seorang perempuan yang super cantik melebihi dirinya. Jadilah Nadja seperti punguk merindukan bulan.

Sama dengan novel pertamanya, novel ini juga sangat ringan ceritanya, tapi tidak membosankan, enaklah dibaca berulang-ulang, apalagi temanya kecantikan memang selalu menarik perhatian untuk di jadikan novel yang di baca sama perempuan.

Entah mengapa setelah novel ini, penulisnya tidak mengeluarkan novel lagi.

3. Si Parasit Lajang : Seks, Sketsa dan Cerita by Ayu Utami
Ini adalah kumpulan cerita penulis yang pernah diterbitkan di berbagai majalah. Cerita-cerita tentang kehidupan dari penulis yang kebanyakan juga terjadi pada kita di kehidupan nyata.

Salah satu ceritanya Si Parasit Lajang, yang mana adalah istilah orang jepang untuk mereka yang memilih tidak menikah dan tetap tinggal menumpang dirumah orang tua mereka, hal tersebut lumrah di Jepang, banyak wanita yang bagus karirnya memilih tidak menikah karena merasa tidak perlu, buat apa kalau cuma buat repot, seperti yang kita tahu juga biaya hidup di jepang sangat tinggi.

Nah karena kesamaan itulah yang menjadi alasan si penulis menyebut dirinya sebagai Parasit Lajang, bahkan di halaman terakhir novel, penulisnya membuat 10 plus 1 alasan mengapa ia memilih tidak menikah. Namun sekarang alasan itu tidak terpakai lagi karena sekarang penulisnya sudah menikah. Ada novel yang ia buat sebagai lanjutan yang ia tulis menjawab Si Parasit Lajang yaitu Pengakuan : Eks Parasit Lajang dan novel mengenai suaminya : Cerita Cinta Enrico.

Novel ini tidak terlalu tebal, buat saya seharian baca juga selesai, karena menurut saya ini novel yang susah di lepaskan dari tangan begitu kita sudah baca. Ceritanya macam-macam dan penuh kejutan. Ini hanya satu dari sekian banyak novelnya yang best seller dari Ayu Utami, saya punya banyak novelnya, karena penulisnya juga sangat produktif.

4. Marrigable by Riri Sardjono
Ini novel yang paling favorit dibaca berulang kali, tentang pernikahan flory dan vadin dari hasil perjodohan orang tua mereka. Buat flory ia terpaksa menerima menikah karena sudah lelah dengan status single-nya di usia kepala tiga. Sementara untuk vadin, sebagai anak sulung ia tak ingin mengecewakan orang tua atas pilihan jodoh untuknya.

Setelah menikah flory dan vadin membuat kesepakatan yang aneh : no sex karena menurut flory toh mereka menikah bukan karena cinta, walaupun mereka tinggal serumah, tapi karena peraturan tersebut mereka memutuskan untuk tidur di kamar yang berbeda.

Hingga akhirnya cinta datang kepada mereka karena rasa cemburu satu sama lain, yang awalnya menolak mati-matian rasa tersebut namun akhirnya mereka mengakui cinta itu benar-benar tumbuh di dalam hati mereka. Yang juga seru dari novel ini adalah genk cewe-cewenya flory, seru banget obrolan mereka, khas lah perempuan yang penuh dengan kalimat-kalimat sarkastik, sangat menghibur deh pokoknya.

Novel-novel tersebut ketika saya beli itu di tahun 2005 atau 2006, sudah lebih dari 10 tahun lalu. Semuanya masih di cetak ulang sampai sekarang, namun covernya sudah tidak sama lagi. Saya pernah melihat di Gramedia yang cover barunya atau di online book store. Namun tidak banyak sepertinya jadi agak sulit untuk menemukan novel lama.

Sekarang saya belum menemukan lagi penulis novel seperti mereka, dulu sih novel-novel seperti itu istilah-nya chiklit (kecuali yang si parasit lajang). Ada yang baca novel ini juga ? Atau sama seperti saya memfavoritkan novel-novel ini ?




loph,

Maya Rumi

You Might Also Like

18 komentar

  1. Aku cuman punya parasit lajang dan favorit juga! Sampe udah kucel & lecek padahal diplastikin saking seringnya dibaca kalau lagi iseng hihihihi. So far sih aku suka semua buku Ayu Utami, Fira Basuki & Dewi Lestari, cocok ke otak aku :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya aq juga suka mbak, fira basuki, dewi lestari juga cuma nggak seperti ayu utami yang aq punya semua novelnya..

      Hapus
  2. Ya ampun, aku inget baca novel Icha Rahmanti pas kuliah. Eh bener juga ya, mbak. Kemana ya mbak Icha Rahmanti ini? Kenapa Beauty Case nggak difilmkan juga ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. aq sih nggak nungguin filmnya mbak, cuma kangen sma novel terbarunya..

      Hapus
  3. saya blm pernah baca semuanya :D
    yg paling favorit mana mba dari ke-empat novel itu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baca mbak thya bagus2 loh ini dan dr penulis indonesia ,,, aq yg paling favorit yang terakhir..

      Hapus
  4. aku baca cintapuchino kyknya pas kuliah..tuh novel hitz banget di jamannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak makanya dibuatkan film juga kali yah..

      Hapus
  5. Aku kaya pernah baca. :o Tapi udah lupa ceritanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baca lagi mbak nis, nostalgila.. Hehehe

      Hapus
  6. Duh udah lama nggak baca fiksi. Mau mulai baca lagi ah, biar pikiran & emosi seimbang. Nggak lempeng aja heheee

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener tuh mbak, membaca membuat pikiran dan emosi seimbang..

      Hapus
  7. Mbak maya aku jadi nostalgia masa SMP dan SMA. Kaya selain novelnya Ayu Utami udah aku baca semua hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bener mbak kalo baca novel lama tuh sekaligus nostalgia sama waktu dulu kita baca novel tersebut..

      Hapus
  8. aku uda baca yg cintapucino n mariggable dan gegara marrigable dlu aku sama misua pas masih pacaran berantem wkwkwkkwkwk bahasan ttg novelnnya 🤣😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha.. kok bisa sih mbak berantem gara2 bahas novel ?

      Hapus
  9. Aku pingin baca parasit lajang. Beberapa kali baca bukunya ayu utami, ada yang aku suka, ada juga yang agak membinggungkan. Tapi klo dr 1-10 parasit lajang pontennya brp mba?

    BalasHapus
  10. 9 mbak untuk parasit lajang ayu utami, yg ini gak akan bingung bacanya, krn bacaan ringan tapi dalem. Hihihi

    BalasHapus

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca postingan ini dan meninggalkan jejak komentar yang baik

part of